Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran mengembangkan sistem nanoteranostik berbasis nanopartikel magnetik Fe₃O₄ untuk mendukung penghantaran senyawa bioaktif secara lebih terarah pada sel kanker serviks. Inovasi tersebut memanfaatkan tanaman kelor (Moringa oleifera) melalui pendekatan green synthesis.
Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan nanopartikel Fe₃O₄ dengan APTMS, PEG, dan asam folat sebagai bagian dari proses fungsionalisasi. Nanopartikel tersebut kemudian dimuati kombinasi kurkumin dan piperin sebagai senyawa bioaktif.
“Konsep yang kami kembangkan mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu pemanfaatan bahan hayati melalui pendekatan green synthesis, penargetan berbasis asam folat, serta penghantaran kombinasi kurkumin dan piperin dalam satu platform nanoteranostik,” jelas tim PKM-RE Unpad.
Pemanfaatan ekstrak kelor dilakukan dalam proses sintesis nanopartikel Fe₃O₄. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan sumber daya hayati lokal dalam pengembangan material nano sekaligus mengeksplorasi metode sintesis yang lebih berkelanjutan.
Setelah proses sintesis, nanopartikel dimodifikasi menggunakan APTMS dan PEG untuk mendukung karakteristik permukaan dan kestabilan sistem. Asam folat digunakan sebagai targeting ligand karena reseptor folat diketahui dapat diekspresikan pada sejumlah jenis sel kanker, termasuk kanker serviks. Sementara itu, kurkumin dan piperin digunakan sebagai senyawa bioaktif yang dibawa oleh nanopartikel.
Pengembangan sistem tersebut kemudian dievaluasi melalui sejumlah karakterisasi, di antaranya UV-Vis, Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Particle Size Analyzer (PSA), dan zeta potential. Hasil karakterisasi menunjukkan ukuran hidrodinamik partikel sekitar 245,6 nanometer dengan nilai zeta potential -48,3 mV setelah proses fungsionalisasi dan pemuatan kurkumin–piperin.
Pengujian biologis juga dilakukan untuk memperoleh gambaran awal mengenai karakter sistem. Pada pengujian terhadap sel normal, formulasi menunjukkan biokompatibilitas yang baik pada kondisi pengujian. Selain itu, pengujian pelepasan menunjukkan pola pelepasan kurkumin secara bertahap sebagai informasi awal mengenai karakter nanopartikel sebagai sistem pembawa senyawa bioaktif.
Melalui integrasi green synthesis, nanopartikel magnetik Fe₃O₄, penargetan berbasis asam folat, serta kombinasi kurkumin dan piperin, penelitian ini menjadi tahap awal pengembangan platform nanoteranostik berbasis bahan hayati lokal untuk mendukung penelitian kanker serviks.
“Harapan kami, penelitian ini dapat terus dikembangkan melalui pengujian yang lebih mendalam mengenai efektivitas dan mekanisme kerja sistem nanoteranostik. Pemanfaatan bahan hayati lokal juga membuka peluang untuk mengeksplorasi pengembangan nanomedisin yang inovatif dan berkelanjutan,” harap tim PKM-RE Unpad.* (Rilis oleh: Ghevarani Putri Adhesa/R01)
The post Tim PKM-RE Unpad Kembangkan Nanoteranostik Berbasis Kelor untuk Kanker Serviks appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Direktorat Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Unpad membekali sebanyak 270 tenaga kependidikan di lingkungan Unpad dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) melalui Pelatihan Bidang Teknologi Informasi (PBTI) 2026 bertajuk “Gebyar Edukasi dan Maslahat AI bagi Tenaga Kependidikan di Lingkungan Universitas Padjadjaran (Gema Tendik)”. Kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan secara hybrid di Balai Rucita Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu, (30/9).
Dalam sambutannya, Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad Dr. Imanudin Kudus, mengatakan bahwa Gema Tendik sejalan dengan agenda penguatan digitalisasi dalam arsitektur pengembangan SDM Unpad. Dalam hal ini, perkembangan AI mendorong perguruan tinggi untuk semakin adaptif terhadap perubahan teknologi, sehingga tenaga kependidikan perlu memiliki kemampuan dalam memanfaatkan AI sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masing-masing.
Menurut Imanudin, pemanfaatan AI dalam lingkungan kerja setidaknya berkaitan dengan tiga hal, yaitu peningkatan aktivitas dan efisiensi kerja, mendorong inovasi di lingkungan Unpad, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Kemampuan memanfaatkan AI juga perlu diikuti dengan kemampuan memberikan instruksi atau prompting yang tepat.
“AI hanya sebuah tool. Kita harus bisa memetakan pekerjaan-pekerjaan mana saja yang bisa dikolaborasikan dengan teknologi AI,” ujar Imanudin.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan AI yang dapat secara langsung dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi para tenaga kependidikan. Pemanfaatan tersebut diharapkan turut meningkatkan kualitas layanan serta mendorong lahirnya inovasi yang lebih responsif dalam mendukung tata kelola universitas yang baik.
“Sekali lagi terima kasih untuk semua pihak yang berpartisipasi dan berkolaborasi untuk terselenggaranya kegiatan pelatihan hari ini. Mudah-mudahan benar-benar ini memberikan kebaikan dan maslahat secara individu bagi kita masing-masing serta untuk Unpad yang lebih unggul, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Pelaksanaan Gema Tendik merupakan hasil kolaborasi lintas direktorat di lingkungan Unpad, khususnya Direktorat Sumber Daya Manusia Unpad bersama Direktorat Perencanaan dan Sistem Informasi Unpad, serta bekerja sama dengan Google Indonesia dan Revo. Turut hadir pada kesempatan ini antara lain adalah Direktur Perencanaan Sistem Informasi dan Transformasi Digital Unpad Dr. Irwan Ary Dharmawan, yang menyampaikan Keynote Speech “Transformasi Digital dan Optimalisasi Pemanfaatan AI” Kepala Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad Rina Mariana, M.I.Kom., serta Customer Success Manager for Higher Education Google Indonesia Kristiyanto, MPP.* (R02)






The post Unpad Bekali Tenaga Kependidikan Keterampilan AI melalui Gema Tendik 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan dari Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan bertajuk “Merajut Mimpi, Membangun Negeri” di Executive Lounge, Unpad Kampus Dipati Ukur, Senin (28/9). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Dalam kunjungan tersebut, Edhie bersama Rektor membahas upaya mengawal dan memastikan distribusi serta pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) berjalan baik bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan finansial.
“Unpad menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapat fasilitas beasiswa dari pemerintah dalam bentuk KIP-K dan beasiswa lain. Sampai saat ini, setiap tahun berkisar antara 500-1.500 mahasiswa mendapat beasiswa dari total sekitar 10.000 mahasiswa Unpad,” papar Rektor Unpad kepada Edhie.
Rektor menyampaikan, proporsi mahasiswa penerima beasiswa di Unpad berkisar antara 5-15 persen setiap tahunnya. Selama ini, mahasiswa penerima beasiswa dapat menjalani perkuliahan dengan baik sehingga dukungan tersebut turut membuka akses bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi.
Rangkaian kunjungan Edhie dilanjutkan dengan kunjungan ke Fakultas Hukum Unpad untuk menyerap masukan dari para guru besar dan akademisi, khususnya bidang Hukum Tata Negara, terkait poin-poin Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara MPR RI dan Unpad dalam mendorong pengembangan pendidikan serta kontribusi akademisi terhadap penyempurnaan kebijakan ketatanegaraan.
Rektor turut mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Unpad, khususnya Fakultas Hukum, untuk turut memberikan masukan dalam upaya menyempurnakan haluan dan tata negara di Indonesia. Unpad juga menyatakan kesiapan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program kerja dan kebijakan nasional.
“Kami (Unpad) siap apabila diperlukan untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan program kerja para pengambil kebijakan di tingkat pusat,” ungkap Rektor.
Sementara Edhie, mengatakan Unpad memiliki kontribusi melalui berbagai karya dan riset, termasuk di bidang hukum ketatanegaraan yang berkaitan dengan tugas MPR RI. Ia berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat pertukaran gagasan antara MPR RI dan sivitas akademika Unpad.
“Untuk itu, kami memohon kepada sivitas akademika Fakultas Hukum untuk menyampaikan pandangan-pandangannya,” jelas Edhie.
Terkait pendidikan di Indonesia, Edhie menjelaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk memastikan program beasiswa seperti KIP-K dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar mahasiswa yang memenuhi persyaratan dan memiliki keterbatasan finansial dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala.
“Jangan sampai mahasiswa terputus kuliahnya karena faktor administrasi teknis, sementara negara memiliki anggaran dan program KIP-K yang bisa diberikan ke kampus-kampus. Untuk itulah perlu kolaborasi yang membawa dampak,” jelas Edhie.
Salah satu mahasiswa Unpad penerima KIP-K dari Fakultas Pertanian, Tini Rohmantini, bahwa bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya selama menjalani perkuliahan. Dukungan KIP-K juga membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar sehingga dapat terus melanjutkan pendidikan meskipun menghadapi keterbatasan finansial.
“KIP-K bagi saya menjadi salah satu dorongan untuk tetap semangat belajar dan menyelesaikan pendidikan, meskipun dengan kondisi keluarga dan beberapa kendala yang saya hadapi,” kata Tini.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan, Direktur Kemahasiswaan Unpad Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., serta jajaran manajer dan sejumlah perwakilan mahasiswa dari beberapa fakultas di lingkungan Unpad.* (R01)



The post Silaturahmi Kebangsaan di Unpad, Edhie Baskoro Yudhoyono Bahas KIP-K dan Tata Negara appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyambut kedatangan 181 mahasiswa internasional dari 24 negara dalam Unpad International Student Orientation Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang diselenggarakan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, pada 29-30 September 2026 ini menjadi bagian dari penyambutan dan pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa internasional di Unpad.
“Menjadi universitas berkelas internasional bukan hanya tentang angka, peringkat, atau kemitraan. Ini tentang mempertemukan orang-orang dari berbagai negara, budaya, dan perspektif agar kita dapat saling belajar. Itulah yang kami harapkan dapat kalian rasakan selama berada di sini,” kata Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam sambutannya.
Rektor mendorong mahasiswa internasional untuk tidak hanya mengejar keunggulan akademik melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga aktif mengeksplorasi lingkungan riset, bertukar gagasan, serta membangun interaksi dengan mahasiswa Indonesia. Para mahasiswa juga diharapkan dapat mengenal lebih dekat kehidupan dan budaya Indonesia.
“Tumbuhlah bersama kami. Jangan hanya mengamati Indonesia dari luar, tetapi jadilah bagian darinya. Sekali lagi, selamat datang di Unpad. Selamat datang di Jawa Barat,” jelas Rektor.
Sementara itu, Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari komitmen berkelanjutan Unpad dalam membangun komunitas akademik yang semakin internasional, inklusif, dan terhubung secara global.
“Ini menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana universitas kita berjalan, mengenal orang-orang yang akan mendukung selama masa studi, bertemu dengan sesama mahasiswa internasional maupun mahasiswa Indonesia, serta mulai membangun komunitas di Unpad,” papar Prof. Aliya.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa internasional mendapatkan pembekalan mengenai berbagai hal yang menunjang kehidupan akademik dan nonakademik selama berada di Unpad. Materi yang disampaikan meliputi panduan praktis bagi mahasiswa internasional, sistem dan layanan akademik, regulasi dan layanan kemahasiswaan, pengembangan diri dan karier, dukungan kesejahteraan, organisasi serta kegiatan kemahasiswaan, asuransi kesehatan, hingga ketentuan keimigrasian bagi warga negara asing di Indonesia.* (R01)









The post Unpad Sambut 181 Mahasiswa dari 24 Negara melalui International Student Orientation appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Program Studi Magister Ekonomi Terapan (MET) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Bappenas, serta Kejaksaan Republik Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Fungsional Perencana Ahli Pertama bagi Pegawai Kejaksaan RI. Kegiatan ini berlangsung pada 31 Agustus 2026-20 November 2026 dan dilaksanakan dalam empat batch pelatihan.
Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas aparatur perencana di lingkungan Kejaksaan RI agar memiliki kompetensi dalam mendukung perencanaan pembangunan yang berkualitas, berbasis data, dan berorientasi pada pencapaian kinerja institusi. Pelatihan ini diikuti oleh 100 pegawai Kejaksaan RI dari berbagai wilayah di Indonesia. Setiap batch terdiri atas 25 peserta dengan durasi pelaksanaan selama enam pekan, yang mencakup tiga pekan pembelajaran secara daring dan tiga pekan pembelajaran secara luring di Kampus MET FEB Unpad, Jalan Hayam Wuruk No. 8, Bandung.
Dalam sambutannya pada pembukaan pelatihan, Dekan FEB Unpad, Prof. Mohamad Fahmi, SE., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh Bappenas dan Kejaksaan RI merupakan amanah sekaligus kesempatan bagi Unpad untuk berkontribusi dalam pengembangan kompetensi aparatur negara.
“Kepercayaan ini adalah amanah, sekaligus privilege bagi Unpad untuk memberikan wawasan yang lebih luas bagi para perencana, khususnya di lingkungan Kejaksaan. Kami berkomitmen menghadirkan tim pengajar dengan rekam jejak akademik dan pengalaman praktik dalam perencanaan pembangunan, serta kurikulum yang sesuai dengan standar Bappenas,” ujar Prof. Fahmi.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai aspek perencanaan pembangunan, mulai dari konsep dasar perencanaan, analisis kebijakan, metodologi perencanaan, hingga penyusunan dokumen perencanaan. Materi disampaikan oleh para akademisi Unpad serta narasumber profesional yang memiliki pengalaman di bidang perencanaan pembangunan.
Ketua Program Studi Magister Ekonomi Terapan FEB Unpad, Prof. Dr. Bayu Kharisma, SE., MM., ME., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Unpad untuk menyelenggarakan program strategis tersebut.
“Sebuah kebanggaan bagi Unpad memperoleh kepercayaan dari Bappenas dan Kejaksaan RI untuk menyelenggarakan pelatihan ini. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan karier peserta sekaligus mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan Kejaksaan RI,” ujar Prof. Bayu.
Melalui pelatihan ini, MET FEB Unpad berharap dapat terus berperan aktif dalam pengembangan kompetensi aparatur pemerintah serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, kementerian/lembaga, dan institusi negara dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berbasis pengetahuan.* (Rilis oleh: MET FEB Unpad)
Sumber: https://feb.unpad.ac.id/met-feb-unpad-selenggarakan-pelatihan-fungsional-perencana-ahli-pertama-bagi-pegawai-kejaksaan-ri/



The post MET FEB Unpad Selenggarakan Pelatihan Fungsional Perencana Ahli Pertama bagi Pegawai Kejaksaan RI appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim mahasiswa Universitas menguji inovasi sediaan kosmetik transdermal berbasis biomaterial perairan lokal yang bertajuk “Inovasi Nanoenkapsulasi Kolagen Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Karagenan Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii) sebagai Akselerator Penetrasi Kosmetik Transdermal Berkelanjutan”. Inovasi tersebut merupakan salah satu dari 10 proposal skema Riset Eksakta (PKM-RE) dari total 21 proposal mahasiswa Unpad yang berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa 2026.
Tim tersebut terdiri dari lima mahasiswa lintas disiplin ilmu antara lain adalah Virgi Desta Andriana dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Reva Agustin, Salwa Salsabila Wahab, dan Siti Hanifa Fadhilla dari Fakultas Farmasi Unpad, serta Sofia Aurora Septiani dari Fakultas Kedokteran Unpad. Seluruh rangkaian pengujian laboratorium ini berjalan di bawah supervisi dosen pembimbing Asri Peni Wulandari, M.Sc., Ph.D., yang memberikan arahan mendalam mengenai analisis karakteristik biomaterial, serta metodologi pengujian yang presisi.
Inovasi yang digagas oleh Tim Avicenna (Aquatic Innovation in Nano-Collagen-Carrageenan Encapsulation) ini mengusung tematik penguatan pendidikan, sains, dan teknologi, setelah berhasil mengungguli ribuan proposal dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Selaras dengan motto “Every Resource Has a Purpose”, tim meyakini bahwa setiap sumber daya alam memiliki potensi bernilai jika diolah dengan pendekatan sains yang tepat.
Gagasan ini berawal dari kedekatan tim dengan tren produk kecantikan harian. Dalam hal ini, tim mengidentifikasi bahwa efektivitas kosmetik anti-penuaan umum sering kali terhalang oleh kemampuan penetrasi bahan aktifnya. Melalui teknologi nanoenkapsulasi, bahan aktif diformulasikan ke dalam ukuran nano agar mampu melewati epidermis untuk menuju ke lapisan dermis yang berada di bawahnya secara optimal.
Penelitian ini memanfaatkan dua komoditas perairan unggulan, yaitu limbah kulit ikan nila (Oreochromis niloticus) sebagai sumber ekstraksi kolagen dan rumput laut merah (Eucheuma cottonii yang saat ini lebih dikenal dalam taksonomi Kappaphycus alvarezii) sebagai agen pembawa. Penggunaan bahan baku tersebut menawarkan solusi kosmetik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Demi menjaga progres riset, seluruh anggota Tim Avicenna sepakat memanfaatkan masa libur pergantian tahun ajaran untuk fokus pada pengujian laboratorium dan pelatihan intensif. Langkah ini didukung penuh oleh tim Unpad Jawara dan PKM Center Unpad melalui monitoring dan evaluasi (Monev) berkala sedikitnya sepekan sekali. Seluruh persiapan difokuskan untuk menghadapi tahapan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM pada 14–19 September 2026 melalui presentasi capaian penelitiannya di hadapan penilai (reviewer) dan juri tingkat nasional.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk melakukan penelitian ini dan akan berjuang demi mendapatkan hasil penelitian yang benar-benar berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta membanggakan Universitas Padjadjaran,” jelas Virgi Desta selaku ketua Tim Avicenna.* (Rilis oleh: FPIK Unpad)

The post Mahasiswa Unpad Kembangkan Kosmetik Transdermal Berbasis Kulit Ikan Nila dan Rumput Laut Merah appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan delegasi Shanghai International Studies University (SISU) Tiongkok di Executive Lounge, Unpad Kampus Dipati Ukur, Jl. DIpati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (25/9). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Unpad dan SISU yang telah terjalin sejak 2005 serta membahas peluang kerja sama di bidang akademik dan pendidikan.
“Melalui diskusi ini, kedua universitas dapat mengidentifikasi langkah-langkah tindak lanjut yang praktis serta menerjemahkan hubungan yang telah terjalin selama ini menjadi berbagai inisiatif yang lebih konkret, berkelanjutan dan saling menguntungkan,” ujar Pelaksana Harian (Plh.) Rektor Unpad, Prof. Widya S. Sumadinata, yang merupakan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad.
Prof. Widya mengatakan bahwa Unpad berkomitmen untuk mengembangkan kerja sama yang lebih luas dan strategis bersama SISU. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mencakup peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, program akademik dan pelatihan bersama, penelitian kolaboratif, seminar dan forum akademik, serta pengembangan kerja sama di berbagai bidang.
Sementara Rektor SISU, Meng Zhongjie, menyampaikan tiga gagasan untuk memperkuat kerja sama kedua universitas. Gagasan tersebut meliputi pengembangan talenta, kolaborasi penelitian, serta kesempatan bagi mahasiswa SISU untuk mengikuti magang dan kegiatan praktis di Indonesia.
“Saya berharap pada pembahasan selanjutnya, kita dapat mendiskusikan berbagai kemungkinan kerja sama dengan rekan-rekan dari Unpad. Saya juga berharap kedua universitas dapat menemukan berbagai cara untuk mendukung mahasiswa dan profesor dalam melaksanakan penelitian bersama,” harap Zhongjie.
Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan fakultas dan sekolah di lingkungan Unpad yaitu Dekan Fakultas Hukum Achmad Gusman, Ph.D., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Mohamad Fahmi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prof. M. Benny Alexandri, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Aquarini Priyatna, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. Nindi Aristi, Dekan Sekolah Pascasarjana Prof. Vijaya Isnaniawardhani, Dekan Sekolah Vokasi Prof. Dr. Kurniawan Saefullah, serta Direktur Akademik Prof. Aliya Nur Hasanah, Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Prof. Tomy Perdana dan Kepala Kantor Urusan Internasional Anggia Utami Dewi, Ph.D. Sementara dari pihak SISU hadir jajaran pimpinan universitas dan fakultas.* (R01)



The post Unpad dan SISU Tiongkok Perkuat Kerja Sama Akademik dan Pendidikan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka memperkuat pengelolaan informasi dan dokumentasi di lingkungan universitas, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Bimbingan Teknis PPID bagi fakultas dan sekolah di lingkungan Unpad secara daring pada Kamis (24/9). Kegiatan ini menjadi upaya Unpad untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola informasi publik di tingkat fakultas dan sekolah.
“Kegiatan ini menjadi pengingat kembali fungsi dan peran PPID di lingkungan Unpad.PPID merupakan amanat dari Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik yang perlu dijalankan dan diamalkan oleh Unpad sebagai badan publik,” ujar Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola Unpad, Ahmad Baehaqi, M.T., dalam sambutannya.
Dalam materi berjudul “Penguatan Tata Kelola dan Implementasi PPID”, Ahmad menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan di lingkungan sivitas akademika maupun masyarakat. Pengelolaan informasi juga perlu memperhatikan keseimbangan antara transparansi dan perlindungan terhadap informasi yang dikecualikan.
“Keterbukaan menjadi sebuah strategi, bukan hanya sekadar comply dengan aturan dan undang-undang, tetapi kita mencoba membangun budaya kepercayaan dari lingkungan sivitas akademika maupun publik secara luas,” ujarnya.
Sementara Kepala Kantor Hukum Unpad Ijud Tajudin, M.H. menjelaskan pentingnya peran fakultas dalam memastikan pengelolaan informasi berjalan sesuai dengan ketentuan. Setiap keputusan yang berkaitan dengan informasi dan data juga perlu didokumentasikan dengan baik.
“Fakultas menjadi garda terdepan. Membuka informasi merupakan hak publik, tetapi informasi yang memang wajib dilindungi juga harus dilindungi dan setiap keputusan perlu didokumentasikan,” paparnya dalam materi berjudul “Aspek Hukum dan Kepatuhan Pengelolaan Informasi Publik”.
Staf PPID Unpad, Listiyani Sugiyono, menyampaikan materi “Monev PPID Pelaksana Tahun 2026” yang membahas pelaksanaan monitoring dan evaluasi PPID di tingkat fakultas. Pada tahun ketiga pelaksanaan PPID pelaksana, fakultas diharapkan dapat terus melengkapi informasi yang tersedia pada laman PPID masing-masing, termasuk informasi yang wajib diumumkan secara berkala dan informasi yang tersedia setiap saat.
Melalui kegiatan ini, PPID Unpad mendorong penguatan peran PPID pelaksana di fakultas dan sekolah dalam mewujudkan pengelolaan informasi publik yang transparan, tertib, dan sesuai dengan ketentuan. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan hak masyarakat atas informasi sekaligus menjaga kualitas dan akuntabilitas informasi yang disampaikan Unpad kepada publik.* (R01)


The post Unpad Perkuat Peran PPID Pelaksana dalam Pengelolaan Informasi Publik appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Fakultas Farmasi menjajaki kerja sama dengan PT Jasa Raharja dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara pimpinan Unpad dan Jasa Raharja di Executive Lounge Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur No. 35, Bandung, Jumat (18/9).
“Unpad siap menjadi academic partner strategis. Tidak hanya melalui Fakultas Farmasi, tetapi juga dapat melibatkan bidang ilmu lain seperti keperawatan, ekonomi, dan psikologi sesuai dengan kebutuhan Jasa Raharja,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, dalam sambutannya.
Prof. Zahrotur menyampaikan, kolaborasi ini termasuk upaya Unpad dalam memperluas pemanfaatan keilmuan untuk menjawab kebutuhan di dunia kerja sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat (societal impact). Dalam penjajakan ini, keilmuan kefarmasian dapat berkontribusi dalam mendukung penguatan kapasitas SDM Jasa Raharja, khususnya dalam proses analisis dan verifikasi pelayanan kesehatan bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Dr. Ir. Muhammad Awaluddin, mengatakan, penguatan kompetensi diperlukan untuk mendukung pelaksanaan proses verifikasi klaim di lapangan. Jasa Raharja telah mengembangkan sistem digitalisasi klaim dan mengintegrasikannya dengan sistem kepolisian serta fasilitas kesehatan. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan SDM dalam memahami aspek klinis dan proses perawatan.
“Sistem digital dan kecerdasan buatan (machine intelligence) yang kami miliki perlu diimbangi dengan penalaran klinis (human judgment) yang kuat dari para verifikator. Melalui kolaborasi dengan Unpad, kami berharap staf kami dibekali kompetensi analisis klinis, farmakologi, dan farmakoekonomi agar mampu menilai kewajaran biaya pengobatan serta mendeteksi anomali pola klaim seperti over-treatment atau over-stay,” ujar Awaluddin.
Sementara Dekan Fakultas Farmasi Unpad, Prof. Auliya A. Suwantika, memaparkan rancangan program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan bagi pegawai Jasa Raharja. Program tersebut dirancang dengan pendekatan berbasis bukti (evidence-based) dan melibatkan berbagai aspek keilmuan, termasuk Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA), Health Technology Assessment (HTA), serta Budget Impact Analysis.
Pelatihan dirancang berlangsung selama tiga hari dengan metode pembelajaran interaktif, antara lain diskusi, roleplay, dan studi kasus. Materi diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami proses pengobatan, melakukan penalaran klinis, serta menilai efektivitas dan kewajaran biaya pelayanan kesehatan.
“Peserta diharapkan tidak hanya menjalankan verifikasi secara prosedural, melainkan mampu melakukan clinical reasoning yang presisi dan terukur guna meminimalisir anomali data di masa depan,” jelas Prof. Auliya.
Turut hadir jajaran tim Pusat Unggulan Inovasi Pelayanan Kefarmasian Unpad serta pimpinan Jasa Raharja.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Unpad dan Jasa Raharja berharap dapat membangun sinergi antara keilmuan akademik dan kebutuhan pelayanan perlindungan sosial. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan melalui peningkatan kompetensi SDM serta pemanfaatan pendekatan berbasis bukti dalam proses verifikasi klaim.* (Rilis oleh: Winda Eka Putri/R01)
Sumber: https://farmasi.unpad.ac.id/perkuat-akurasi-klaim-santunan-jasa-raharja-gandeng-farmasi-unpad/



The post Unpad dan Jasa Raharja Jajaki Kolaborasi Penguatan Kompetensi Verifikasi Klaim appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Prof. Arlette Setiawan, memimpin kegiatan penguatan kapasitas kader kesehatan kampung dalam pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan gigi anak di Kawasan Transmigrasi Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kegiatan yang menjadi bagian dari program Tim 19 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran tersebut diselenggarakan di Aula Kampung Wammar, Distrik Tomage, pada 16–17 September 2026. Pelatihan diikuti oleh 27 kader kesehatan dari lima kampung transmigrasi di wilayah Distrik Tomage.
Sebagai Ketua Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad sekaligus dosen di bidang Kedokteran Gigi Anak FKG Unpad, Prof. Arlette memberikan penguatan mengenai kesehatan gigi anak serta keterkaitannya dengan tumbuh kembang dan upaya pencegahan masalah kesehatan pada anak. Materi pelatihan dipadukan dengan topik stunting, pemantauan pertumbuhan, serta komunikasi perubahan perilaku agar kader memiliki kemampuan yang lebih komprehensif dalam mendampingi keluarga di masyarakat. Dalam hal ini, kader kesehatan memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu unsur pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan keluarga.
“Yang ingin kami bangun bukan hanya kader yang mengetahui tentang stunting dan kesehatan gigi anak, tetapi kader yang mampu mengenali risiko, melakukan pemantauan dengan benar, serta berkomunikasi secara empatik sehingga pesan kesehatan dapat diterima dan diterapkan oleh keluarga,” ujar Prof. Arlette.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada penguatan pengetahuan. Para peserta memperoleh materi mengenai pencegahan stunting, pemantauan pertumbuhan anak, kesehatan gigi dan mulut anak, serta prinsip komunikasi empatik dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Hari kedua menggunakan pendekatan learning by doing, dengan peserta mengikuti praktik melalui sejumlah stasiun keterampilan. Pendekatan tersebut memungkinkan kader tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga berlatih melakukan keterampilan yang nantinya dapat digunakan dalam kegiatan pelayanan kesehatan di kampung.
Dalam bidang kesehatan gigi anak, kader dibekali kemampuan untuk mengenali masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai pada anak, memahami pentingnya pencegahan sejak dini, serta menyampaikan pesan kesehatan gigi kepada orang tua dan anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap stasiun keterampilan difasilitasi oleh anggota Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad dengan latar belakang keperawatan, psikologi, ilmu sosial, dan komunikasi. Sebelum pelaksanaan, para fasilitator terlebih dahulu menjalani proses kalibrasi untuk menyamakan prosedur, cara pendampingan, serta penilaian peserta sehingga pelaksanaan praktik berlangsung secara terstandar.
Selain Prof. Arlette, pelatihan juga menghadirkan dokter Puskesmas Tomage, dr. Ahmad Zaid Alhamid, sebagai narasumber. Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Tomage, Supi, Amd.Kep., yang hadir mewakili Kepala Distrik Tomage. Kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan puskesmas, pemerintah distrik, dan kader kesehatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas sumber daya kesehatan di kawasan transmigrasi, khususnya dalam pelayanan kesehatan anak berbasis masyarakat.
Evaluasi pelatihan dirancang secara berkelanjutan dengan mengacu pada model Kirkpatrick. Dengan pendekatan ini, keberhasilan kegiatan tidak hanya dinilai dari respons peserta dan peningkatan pengetahuan setelah pelatihan, tetapi juga akan dilanjutkan dengan pemantauan terhadap penerapan keterampilan kader dalam pelayanan kesehatan di kampung.
Melalui kegiatan tersebut, Prof. Arlette berharap transfer pengetahuan dari perguruan tinggi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kemampuan praktis kader yang terus digunakan dalam mendampingi anak dan keluarga. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan kontribusi keilmuan FKG Unpad, khususnya Kedokteran Gigi Anak, dalam mendukung penguatan kesehatan masyarakat di kawasan transmigrasi dan wilayah dengan akses pelayanan yang terbatas.* (Rilis oleh: FKG Unpad)



The post Dosen FKG Unpad Perkuat Kapasitas Kader Kesehatan Anak di Kawasan Transmigrasi Tomage, Fakfak appeared first on Universitas Padjadjaran.