Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menghadirkan ruang ekspresi bagi keluarga besar Unpad melalui gelaran Unpad Nyeni, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-69 Unpad. Beberapa rangkaian kegiatan Unpad Nyeni, Unpad Got Talent dan pameran poster berbasis AI, dilaksanakan di Bale Santika, Unpad Kampus Jatinangor, Rabu (9/9), untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus memperkuat ikatan antarwarga kampus.
“Tahun ini kami mengusung tagline 'henteu mopohokeun (tidak melupakan) budaya Sunda'. Karena kita ada di Tanah Priangan, kita harus tetap menjunjung budaya Sunda tentunya,” ujar Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-69 Unpad, Dr. Yoga Andriana Sendjaja, dalam sambutan pembukaan di pagi hari.
Yoga mengatakan, Unpad Nyeni tahun ini mengusung semangat pelestarian budaya Sunda yang menjadi pembeda dari pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam rangkaian kegiatan ini, terdapat empat cabang lomba, yaitu Karatagan Padjadjaran TikTok Challenge, Karya Visual atau Poster Berbasis AI, Unpad Photo Challenge, dan Unpad Got Talent.
Salah satu juri Unpad Got Talent, Atang Suryaman, M.Sn., dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, mengapresiasi penyelenggaraan Unpad Nyeni yang dinilai mampu memperlihatkan potensi dan kreativitas keluarga besar Unpad di bidang seni. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus diselenggarakan setiap tahun karena menurutnya masih banyak dosen dan mahasiswa Unpad yang memiliki kreativitas di bidang seni.
“Unpad sangat istimewa, ternyata banyak sekali kreativitas, baik seni tari, teater, musik, dan lainnya, ternyata tersimpan orang-orang kreatif yang ada di Unpad,” kata Atang.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. Widya S. Sumadinata.
Berikut merupakan perolehan juara Unpad Nyeni dalam empat cabang perlombaan yang diselenggarakan:
Karatagan Padjadjaran TikTok Challenge
Juara 1: Suilstya I. (Sekolah Vokasi)
Juara 2: Vivin A. (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
Juara 3: Evi A. S. D. (Majalah Manglé)
Karya Visual atau Poster Berbasis AI
Juara 1: Dian A. D. A. (Fakultas Farmasi)
Juara 2: Tita K. (Fakultas Pertanian)
Juara 3: Zahra D. (Sekolah Vokasi)
Unpad Photo Challenge
Juara 1: M. Zainul Z. (Fakultas Ilmu Budaya)
Juara 2: M. Anhar Z. H. (Sekolah Vokasi)
Juara 3: Nabila Z. (Sekolah Vokasi)
People’s Choice: Benedicta R. (Fakultas Ilmu Komunikasi)
Unpad Got Talent
Juara 1: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Juara 2: Fakultas Ilmu Budaya
Juara 3: Fakultas Ilmu Komunikasi
Favorit: Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Ter-Kreatif: Sekolah Vokasi
Pada kesempatan yang sama, diumumkan pula para juara Unpad Bergerak dari berbagai cabang perlombaan. Berikut merupakan daftar perolehan juara Unpad Bergerak:
Sepak Bola
Juara 1: Kantor Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola
Juara 2: Fakultas Kedokteran
Juara 3: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Bola Voli Putra
Juara 1: Kantor Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola
Juara 2: Fakultas Pertanian
Juara 3: Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kedokteran
Bola Voli Putri
Juara 1: Fakultas Pertanian
Juara 2: Fakultas Ilmu Komunikasi
Juara 3: Fakultas Teknologi Industri Pertanian dan Kantor Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola
Bulu Tangkis
Juara 1: Fakultas Kedokteran
Juara 2: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Juara 3: Kantor Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola
Bola Basket Putra
Juara 1: Fakultas Farmasi
Juara 2: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Juara 3: Fakultas Kedokteran
Bola Basket Putri
Juara 1: Kantor Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis
Juara 2: Fakultas Kedokteran
Juara 3: Fakultas Kedokteran Gigi
Tenis Meja
Juara 1: Fakultas Farmasi
Juara 2: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Juara 3: Fakultas Keperawatan
Lomba Gerak Jalan Mahasiswa Baru
Juara 1: Fakultas Pertanian
Juara 2: Fakultas Keperawatan
Juara 3: Sekolah Vokasi
Eksibisi Padel
Juara 1: Fakultas Kedokteran
Juara 2: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Juara 3: Kantor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.* (R01)









(Foto oleh: Dadan Triawan)
The post Unpad Nyeni Warnai Dies Natalis ke-69 dengan Kreativitas dan Budaya Sunda appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim Ciplunova yang beranggotakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran mengembangkan kandidat terapi adjuvan kanker paru berbasis ekstrak ciplukan (Physalis angulata) dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Penelitian tersebut memadukan potensi bahan alam dengan teknologi penghantaran obat melalui sediaan inhalasi berbasis Nanostructured Lipid Carriers (NLC).
Mahasiswa tersebut adalah Adinda Cleo Putri Panggabean, Calista Ribka Angelina Sihombing, Grace Angelova Pakpahan, dan Indah Andromeda Situmorang. Di bawah bimbingan Dr. Hesti Lina Wiraswati, M.Si., tim mengembangkan formulasi nano-in-microparticles aerosol yang mengandung ekstrak ciplukan sebagai bagian dari eksplorasi kandidat terapi adjuvan kanker paru.
Ciplukan merupakan tanaman yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, salah satunya kelompok withanolida yang menjadi perhatian dalam berbagai penelitian terkait aktivitas biologis.
Penelitian berangkat dari tingginya beban penyakit kanker paru dan tantangan pengembangan terapi yang lebih efektif. Salah satu terapi yang umum digunakan saat ini adalah kemoterapi. Namun, terapi tersebut dapat memengaruhi sel normal dan menimbulkan berbagai efek samping. Tim Ciplunova mengeksplorasi potensi tanaman ciplukan sebagai sumber bahan alam yang dipadukan dengan teknologi nanomedisin dan sistem penghantaran obat melalui inhalasi.
“Pengembangan formulasi ini menjadi upaya untuk memadukan potensi bahan alam dengan teknologi penghantaran obat, khususnya untuk pengembangan sediaan yang ditujukan melalui jalur inhalasi,” jelas Adinda.
Untuk mendukung tujuan tersebut, ekstrak ciplukan diformulasikan menggunakan Nanostructured Lipid Carriers (NLC) sebagai sistem pembawa. NLC kemudian dikembangkan menjadi nano-in-microparticles, yakni sistem yang menggabungkan partikel berukuran nano ke dalam mikropartikel.
Melalui proses pengeringan, formulasi tersebut menghasilkan dry powder aerosol yang dikembangkan sebagai kandidat sediaan inhalasi. Selain meneliti potensi bahan alam, penelitian ini juga berfokus pada pengembangan sistem penghantaran bahan aktif menuju paru melalui karakteristik fisik dan aerodinamik partikel yang mendukung pembentukan aerosol dan deposisi pada saluran pernapasan.
Tim juga merancang pengujian potensi biologis secara in vitro menggunakan sel A549 sebagai model sel kanker paru. Pengujian meliputi viabilitas sel, perubahan morfologi, serta kemampuan migrasi sel setelah diberikan perlakuan.
“Penelitian ini membuat kami belajar bahwa pengembangan solusi di bidang kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin. Kami tidak hanya belajar mengenai kanker paru, tetapi juga memahami proses formulasi, nanoteknologi, dan bagaimana sebuah gagasan penelitian dikembangkan menjadi eksperimen,” ujar Adinda.
Melalui penelitian tersebut, tim berupaya mempertemukan potensi sumber daya alam Indonesia dengan perkembangan teknologi kesehatan. Ciplukan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi titik awal bagi mahasiswa FK Unpad untuk mengeksplorasi pemanfaatan bahan alam dan teknologi penghantaran obat dalam menghadapi tantangan kanker paru.* (Rilis oleh: Indah Andromeda/R01)
Sumber: https://fk.unpad.ac.id/dari-ciplukan-hingga-nano-in-microparticles-mahasiswa-fk-unpad-kembangkan-kandidat-terapi-adjuvan-kanker-paru/



The post Mahasiswa FK Unpad Kembangkan Kandidat Terapi Adjuvan Kanker Paru appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Pusat Pengembangan dan Implementasi Academic Health System (PPI AHS) Universitas Padjadjaran bersama Rumah Sakit Unpad menggelar Workshop Persiapan Implementasi Team-Based Care (TbC-IPE-IPC) dengan dukungan mahasiswa sebagai Asisten Profesi di Ruang Rapat Pleno, Gedung Dekanat Fakultas Farmasi Unpad, (31/8). Melalui kegiatan tersebut, PPI AHS Unpad dan RS Unpad berupaya mengintegrasikan proses pendidikan klinis mahasiswa dengan pelayanan rumah sakit dalam kerangka kolaborasi antarprofesi yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien.
Team-Based Care merupakan pendekatan pelayanan yang menempatkan pasien dan kebutuhannya sebagai pusat kerja tim lintas profesi. Model ini diharapkan menjadi jembatan antara Interprofessional Education (IPE) yang dipelajari mahasiswa dan Interprofessional Collaboration (IPC) yang diterapkan dalam pelayanan kesehatan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara nyata di lingkungan pelayanan tanpa mengabaikan standar mutu dan keselamatan pasien.
Workshop mempertemukan perwakilan RS Unpad, PPI AHS Unpad, serta unsur terkait dalam kelompok kerja lintas fungsi. Peserta membahas empat aspek utama melalui lembar kerja, yaitu pemetaan unit dan kasus prioritas; struktur tim Team-Based Care dan kebutuhan asisten profesi; alur pelayanan dan titik integrasi pendidikan; serta kesiapan data, sistem informasi, dan indikator kinerja bersama (joint key performance indicators) termasuk penetapan data dasar (baseline).
Ketua PPI AHS Unpad, Prof. Meita Dhamayanti, membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Farmasi Unpad sebagai tuan rumah serta kepada seluruh peserta yang terlibat. Ia menegaskan bahwa workshop merupakan bagian dari proses finalisasi persiapan uji coba yang perlu terus didiskusikan bersama para praktisi di lapangan.
“Semoga pertemuan hari ini menjadi salah satu langkah finalisasi proses piloting. Kita akan terus mendiskusikannya bersama para praktisi di lapangan, baik dari sisi pendidikan maupun sisi pelayanan,” ujar Prof. Meita.
Perwakilan Rumah Sakit Unpad, Dr. Titing Nurhayati, dr., M.Kes., AIFO., menyampaikan dukungan rumah sakit terhadap program yang dikembangkan bersama PPI AHS Unpad. Ia menekankan pentingnya membangun pemahaman yang sama di antara seluruh pihak sebelum implementasi dimulai. Dalam hal ini, Rumah Sakit Unpad hadir untuk mendukung program yang diusung PPI AHS Unpad. Sebelum team-based care dan kolaborasi antarprofesi dijalankan, rumah sakit pendidikan adalah tempat yang tepat untuk memulai percontohan.
Hasil diskusi kelompok memetakan sejumlah unit potensial untuk implementasi Team-Based Care, antara lain Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Intensive Care Unit (ICU), pelayanan kebidanan/VK/PONEK, ruang rawat inap, penyakit dalam, dan bedah anak. Sejumlah kondisi klinis juga dipetakan sebagai kasus prioritas, di antaranya bayi prematur dan bayi berat lahir rendah, ketuban pecah dini, persalinan preterm, perdarahan dan eklampsia, serta diabetes melitus dengan komplikasi ginjal.
Model Team-Based Care yang dirancang membuka peluang keterlibatan mahasiswa dari enam profesi, yaitu kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kebidanan, farmasi, dan psikologi. Dengan demikian, tidak seluruh profesi harus terlibat dalam setiap kasus. Pendekatan ini memungkinkan setiap profesi memberikan kontribusi sesuai ruang lingkup kompetensi dan kebutuhan pelayanan.
Workshop turut membahas peran manajer kasus dalam pelaksanaan Team-Based Care. Peserta mengemukakan bahwa fungsi tersebut tidak selalu harus dijalankan oleh dokter, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan unit, kesinambungan pelayanan, kompetensi, serta keberadaan tenaga kesehatan yang berinteraksi secara intensif dengan pasien.
Workshop juga mematangkan rancangan instrumen penilaian mahasiswa. Penilaian tidak hanya diarahkan pada kompetensi klinis, tetapi juga pada kemampuan bekerja secara kolaboratif. Aspek yang dinilai antara lain komunikasi antarprofesi, kerja sama tim, pemahaman terhadap peran dan tanggung jawab profesi lain, koordinasi pelayanan, serta kemampuan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan bersama.
Sebagai tindak lanjut workshop, PPI AHS Unpad bersama RS Unpad akan mematangkan jadwal keterlibatan mahasiswa, menetapkan unit rintisan dan tenaga kesehatan pembimbing, menyelesaikan instrumen penilaian, merevisi pedoman pelaksanaan, mengembangkan sistem pendukung dan dashboard, serta melakukan sosialisasi kepada unit-unit yang terlibat.
Seluruh persiapan tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan uji coba Team-Based Care yang direncanakan mulai 21 September 2026. Melalui pengembangan model ini, Unpad dan Rumah Sakit Unpad berupaya memperkuat budaya kolaborasi antarprofesi sejak tahap pendidikan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi profesi masing-masing, tetapi juga terbiasa berkomunikasi, berkoordinasi, dan bekerja bersama profesi lain.* (Rilis oleh: Pusat Pengembangan dan Implementasi Academic Health System Unpad/R02)



The post RS Unpad dan PPI AHS Unpad Matangkan Implementasi Team-Based Care appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sejumlah aktivitas bencana geologi yang terjadi di Indonesia, termasuk gempa bumi dan peningkatan aktivitas gunung api, menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Dalam hal ini, pemantauan aktivitas gunung api di Indonesia telah dilakukan secara intensif sebagai bagian dari upaya mitigasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran Prof. Nana Sulaksana. Prof. Nana menyampaikan bahwa aktivitas gunung api dipantau melalui berbagai variabel untuk mengetahui perubahan kondisi gunung sebelum terjadinya erupsi. Pemantauan tersebut antara lain mencakup aktivitas seismik untuk melihat pergerakan magma, pengukuran deformasi tubuh gunung api menggunakan perangkat geodetik yang terhubung dengan GPS, pengamatan visual, pemantauan melalui CCTV, hingga analisis multi-gas.
“Secara singkat seluruh variabel sebagai tanda-tanda akan terjadi erupsi sudah dimanfaatkan secara optimal dalam pemantauan gunung api di Indonesia,” ujar Prof. Nana.
Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas kegempaan dan pergerakan tubuh gunung api dapat menjadi indikator perubahan aktivitas magma. Pengamatan visual juga menjadi bagian penting, termasuk perubahan kepulan asap yang keluar dari kawah. Selain itu, riwayat erupsi dan kondisi geologi gunung api menjadi referensi bagi ahli vulkanologi dalam menentukan status aktivitas gunung.
Menurutnya, langkah pemantauan dan mitigasi yang dilakukan Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah berjalan sesuai prosedur. Ia juga menilai penyediaan peta zona risiko gunung api penting untuk menjadi pedoman masyarakat dalam menentukan wilayah dan jarak aman dari gunung api.
“Untuk masyarakat, Direktorat Vulkanologi sudah tepat dan akurat membuat peta Zona Risiko Gunung Api. Inilah peta yang harus jadi pedoman masyarakat untuk menaati jarak aman dari gunung api,” katanya.
Prof. Nana juga menegaskan bahwa peningkatan aktivitas beberapa gunung api yang terjadi dalam waktu berdekatan tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan langsung antargunung. Setiap gunung api memiliki sistem geologi masing-masing, termasuk kedalaman dapur magma, jalur pergerakan magma, serta komposisi dan sifat magma yang berbeda.
Lebih lanjut, kondisi geologi Indonesia yang berada di zona pertemuan tiga lempeng tektonik dan bagian dari Cincin Api Pasifik membuat Indonesia memiliki potensi tinggi terhadap berbagai bencana geologi, seperti gempa bumi dan erupsi gunung api. Di sisi lain, kondisi tersebut juga memberikan potensi sumber daya alam, termasuk energi panas bumi dan sumber daya mineral.
“Oleh karena kita pada posisi geologi yang demikian, maka kita selalu harus meningkatkan kesiapsiagaan bencana menjadi masyarakat yang tangguh bencana,” jelas Prof. Nana.
Dalam konteks mitigasi, Prof. Nana juga mengapresiasi koordinasi PVMBG dengan otoritas penerbangan dalam merespons aktivitas gunung api. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan penerapan early warning system dengan menempatkan keselamatan masyarakat dan penerbangan sebagai prioritas. Komunikasi kepada masyarakat juga perlu terus diperkuat, termasuk mengenai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dengan menggunakan masker dan pelindung mata ketika beraktivitas di luar ruangan karena abu vulkanik mengandung material yang dapat membahayakan saluran pernapasan dan mata.
“Yang diperlukan secara menerus adalah mengingatkan dan bahkan memberikan pelajaran pemahaman kepada masyarakat, anak-anak sekolah, sejak dini pendidikan kebencanaan yang di sekitar tempat tinggal sehingga masyarakat akan meningkatkan terbentuk masyarakat tangguh bencana,” katanya.* (R02)
The post Guru Besar FTG Unpad Dorong Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Gunung Api appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka Dies Natalis ke-69, Universitas Padjadjaran melalui rangkaian kegiatan Unpad Berbagi menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Unpad, yaitu dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga tenaga outsourcing K3L di lingkungan Unpad . Kegiatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum serta pemeriksaan gigi dan mulut tersebut diikuti oleh sebanyak 184 peserta dan dilaksanakan di Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (8/9).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan berbagai unsur di lingkungan Unpad bersama sejumlah mitra. Pemeriksaan kesehatan umum dilaksanakan dengan melibatkan Fakultas Kedokteran Unpad dan Fakultas Keperawatan Unpad, sementara pemeriksaan gigi dan mulut melibatkan Fakultas Kedokteran Gigi Unpad serta mitra, di antaranya Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI AL R.E Martadinata dan Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM).
Dalam sambutannya, Dekan FKG Unpad Prof. Dudi Aripin mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk bakti FKG Unpad dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan berbagai fakultas dalam kegiatan ini juga sejalan dengan visi Unpad untuk menjadi perguruan tinggi yang berdampak.
“Insyaallah kegiatan ini sangat relevan dengan visi Unpad, salah satunya adalah berdampak. Mudah-mudahan kegiatan yang merupakan bentuk implementasi pengabdian masyarakat ini bisa berdampak, khususnya bagi sivitas akademika Unpad dan tenaga outsourcing di lingkungan Unpad,” ujar Prof. Dudi.
Lebih lanjut, Prof. Dudi menekankan pentingnya edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. FKG Unpad secara rutin melaksanakan kegiatan pengabdian melalui edukasi dan promosi kesehatan gigi, yang dilengkapi dengan perawatan maupun pengobatan sederhana. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target pemerintah agar Indonesia bebas karies pada 2030.
“Kami menekankan terhadap edukasi. Kami membuktikan bahwa kami serius dalam menangani kesehatan gigi dan mulut sesuai target pemerintah bahwa Indonesia harus bebas karies di tahun 2030. Jadi ini memang perlu kerja keras dan kami tidak hanya bergerak sendiri,” kata Prof. Dudi.
Sementara itu, Ketua Unpad Bergerak Dr. Yoga Andriana Sendjaja, mengatakan, Unpad Berbagi merupakan kegiatan tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Unpad. Melalui kegiatan tersebut, Unpad memberikan kesempatan kepada keluarga Unpad untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan dan gigi secara gratis.
Yoga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan unit yang terlibat. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus terjalin, sehingga kegiatan Unpad Berbagi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga besar Unpad.
“Mudah-mudahan pelaksanaan hari ini semuanya berjalan lancar dan menjadi manfaat bagi kita semua, khususnya bagi keluarga Unpad,” katanya.* (R02)









The post Unpad Berbagi Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali menghadirkan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung melalui kegiatan PKK Festival Desa Tarumajaya 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Desa Tarumajaya pada 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Penugasan FISIP Unpad melalui Skema Desa Binaan FISIP, dengan tema “Transformasi Desa Tarumajaya sebagai Desa Konservasi Berkelanjutan: Integrasi Ekonomi Sirkular, Digitalisasi Berbasis Komunitas, dan Pelestarian DAS Citarum”. Turut hadir pada kegiatan ini adalah Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna untuk meriahkan pemberdayaan masyarakat desa.
Tim PPM Penugasan FISIP Unpad yang diketuai oleh Prof. Ida Widianingsih tersebut diwarnai dengan para akademisi lintas disiplin, antara lain adalah Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA., PhD dari Departemen Ilmu Politik; Dr. Rd. Ahmad Buchari, S.IP., M.Si., dan Dr. John Fresley, S.H., LL.M. dari Departemen Administrasi Publik; Anggia Utami Dewi, S.IP., MIS., PhD dari Departemen Hubungan Internasional; Dr. Ir. Andre Rivianda Daud, S.Pt., M.Si., IPM., dari Fakultas Peternakan; Dian Permata Puspita, S.A.P., M.A.P., dari Departemen Administrasi Publik; dan melibatkan 10 mahasiswa program S1, S2, dan S3 FISIP Unpad serta Fakultas Peternakan Unpad.
Pendekatan lintas disiplin memungkinkan program pengabdian melihat pembangunan desa secara lebih komprehensif. Persoalan lingkungan, ekonomi, sosial, pelayanan publik, digitalisasi, hingga pemberdayaan masyarakat saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan yang tidak terfragmentasi, sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kompleksitas pembangunan di tingkat desa.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bandung juga hadir untuk meresmikan TK Negeri Kertasari dan mendukung kegiatan festival ini. Keterlibatan Unpad dalam kegiatan tersebut merefleksikan komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan kontribusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui pendekatan kolaboratif, kegiatan pengabdian tidak hanya diarahkan pada transfer pengetahuan dari kampus kepada masyarakat, tetapi juga pada penguatan kapasitas lokal, pengembangan potensi desa, serta penciptaan ruang bersama bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membangun solusi atas persoalan pembangunan desa.
Festival Desa Tarumajaya 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai pihak yang menunjukkan bahwa pembangunan desa merupakan agenda bersama yang membutuhkan orkestrasi lintas sektor. Pemerintah desa dan kelembagaan masyarakat memiliki pengetahuan serta kedekatan dengan kebutuhan warga, sementara perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pengetahuan, riset, inovasi, dan pendampingan. Di sisi lain, sektor swasta, lembaga pelayanan publik, dan institusi pemerintah memiliki sumber daya serta kapasitas yang dapat memperkuat proses pemberdayaan masyarakat.
Festival menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang inklusif dan partisipatif. Salah satu agenda utama adalah penyerahan penghargaan dan hadiah bagi siswa berprestasi di Desa Tarumajaya. Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap capaian generasi muda sekaligus pesan penting bahwa pembangunan desa juga berkaitan dengan investasi terhadap sumber daya manusia dan pendidikan.
Festival juga menghadirkan Bazar UMKM unggulan Tarumajaya yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Berbagai produk unggulan desa turut ditampilkan, termasuk Kopi Sapoci dan Jawaya serta produk-produk lokal lainnya. Pengembangan produk unggulan tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas Desa Tarumajaya sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi lokal.
Bagi FISIP Unpad, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk mendorong transformasi Desa Tarumajaya sebagai desa konservasi berkelanjutan. Tarumajaya memiliki posisi strategis, sehingga penguatan ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Program Desa Binaan FISIP Unpad diarahkan untuk mengintegrasikan tiga agenda utama, yaitu ekonomi sirkular, digitalisasi berbasis komunitas, dan pelestarian DAS Citarum.
Ketua Tim PPM Penugasan FISIP Unpad, Prof. Ida Widianingsih, memimpin tim yang terdiri atas para akademisi lintas disiplin. Tim tersebut terdiri atas Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA., PhD dari Departemen Ilmu Politik; Dr. Rd. Ahmad Buchari, S.IP., M.Si. dan Dr. John Fresley, S.H., LL.M. dari Departemen Administrasi Publik; Anggia Utami Dewi, S.IP., MIS., PhD dari Departemen Hubungan Internasional; Dr. Ir. Andre Rivianda Daud, S.Pt., M.Si., IPM. dari Fakultas Peternakan; serta Dian Permata Puspita, S.A.P., M.A.P. dari Departemen Administrasi Publik.
PKK Festival Desa Tarumajaya 2026 pada akhirnya bukan sekadar sebuah kegiatan festival masyarakat, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan co-creation yang mempertemukan pengetahuan, sumber daya, kreativitas, dan komitmen berbagai aktor untuk mendukung pembangunan desa.
Bagi Desa Tarumajaya, kolaborasi ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa. Bagi FISIP Unpad, kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat “Unpad Berdampak”, yaitu menghadirkan pengetahuan dan inovasi perguruan tinggi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan fondasi kolaborasi yang semakin kuat, Tarumajaya diharapkan dapat terus bergerak menuju desa yang mandiri, inklusif, produktif, dan berkelanjutan sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan.* (Rilis oleh: Humas FISIP Unpad/R02)
The post PKM FISIP Unpad Berdampak Dukung PKK Festival Desa Tarumajaya 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran mengembangkan inovasi biosensor elektrokimia berbasis CRISPR-Cas9 untuk deteksi dini Tuberkulosis Resistan Rifampisin (RR-TB) dengan nanopartikel serium oksida (CeO2, nanoceria) hasil green synthesis dari ampas teh.
Inovasi tersebut dikembangkan untuk menghadirkan pendekatan deteksi dini RR-TB yang lebih cepat, murah dan portabel dengan memanfaatkan teknologi CRISPR-Cas9 sebagai metode diagnostik dengan presisi tinggi, serta bahan alami yang mudah didapat.
RR-TB merupakan kondisi ketika bakteri penyebab tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) mengalami perubahan pada materi genetiknya. Hal tersebut berupa mutasi pada gen rpoB sehingga bakteri tidak lagi sensitif terhadap rifampisin sebagai salah satu obat lini pertama dalam terapi TB. Perubahan ini dapat terjadi hanya karena adanya perubahan satu basa DNA pada bakteri penyebab TB. Akibatnya, obat yang seharusnya menghambat pertumbuhan bakteri tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.
Perubahan yang perlu dideteksi sangat kecil, sehingga biosensor ini memanfaatkan CRISPR-Cas9. Teknologi ini dikenal mampu mengenali urutan DNA secara spesifik dan dalam pengembangannya telah meraih Nobel Kimia pada tahun 2020. Kemampuan tersebut menjadi kunci untuk mengenali mutasi gen rpoB secara lebih presisi. Kemampuan CRISPR-Cas9 ini kemudian dipadukan dengan elektrode yang dimodifikasi menggunakan nanoceria.
Menariknya, nanoceria yang digunakan dapat disintesis melalui metode green synthesis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Modifikasi ini membuat biosensor semakin maksimal dalam mengenali serta mengikat gen rpoB yang bermutasi sebagai DNA target, sehingga interaksi antara molekul pengenal dan DNA target dapat diubah menjadi sinyal listrik yang terukur secara akurat.
Di bawah bimbingan dosen pendamping Irkham, S.Si., M.Sc., Ph.D., tim yang beranggotakan Sinta Lidia Pratama, Annisa Anggita Maulana, Alayya Fatihatul Hasanah, Anggitha Salsabila Hidayat, dan Andini Okto Maharani dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unpad berhasil mengembangkan teknologi biosensor dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi.
"Harapannya, penelitian ini dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada tahap penelitian saja, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi teknologi deteksi yang lebih praktis dan dapat menjangkau masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap deteksi dini TB resistan obat. Bagi kami, proses penelitian ini juga menjadi pengalaman berharga untuk belajar mengembangkan sebuah inovasi, mulai dari tahap awal hingga nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih luas," ujar Sinta.* (Rilis oleh: FMIPA Unpad/R02)
Sumber: https://fmipa.unpad.ac.id/mahasiswa-fmipa-unpad-kembangkan-biosensor-untuk-deteksi-dini-tuberkulosis-resistan-rifampisin-berbasis-crispr-cas9-memanfaatkan-ampas-teh/
The post Mahasiswa Unpad Kembangkan Inovasi untuk Deteksi Dini Tuberkulosis Resistan Rifampisin appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran kembali menghidupkan kembali tradisi lomba gerak jalan melalui Lomba Gerak Jalan Mahasiswa Baru 2026 sebagai bagian dari rangkaian Unpad Bergerak dalam Dies Natalis ke-69 Unpad. Kegiatan yang diikuti 17 tim dari sekolah dan fakultas di lingkungan Unpad tersebut digelar di halaman Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor, Sabtu (5/9).
Lomba gerak jalan ini menjadi momentum kembalinya salah satu tradisi sivitas akademika Unpad yang telah lama tidak diselenggarakan. Para mahasiswa baru angkatan 2026 turut menjadi bagian dalam menghidupkan kembali kegiatan yang pernah menjadi kenangan bagi para alumni Unpad.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. R. Widya S. Sumadinata, mengatakan bahwa lomba gerak jalan memiliki nilai historis bagi sivitas akademika Unpad. Penyelenggaraan kembali kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman baru sekaligus membangun kebersamaan di antara mahasiswa baru. Prof. Widya mengapresiasi seluruh mahasiswa baru yang berpartisipasi serta para pimpinan fakultas dan panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, semangat kebersamaan dan sportivitas menjadi hal utama yang perlu dijaga selama perlombaan.
“Hari ini kita kembali memulai tradisi yang sebelumnya sangat melegenda, yaitu lomba gerak jalan. Kegiatan ini menjadi kenangan bagi para alunmi yang pernah mengikutinya. Sekarang teman-teman mahasiswa baru menjadi bagian untuk mengembalikan tradisi tersebut. Jaga sportivitas, selamat berlomba, dan yang paling penting adalah enjoy kegiatan hari ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Unpad Bergerak Yoga Andriana menyampaikan bahwa kembalinya lomba gerak jalan pada 2026 menjadi momentum istimewa, serta berharap perlombaan dapat berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Unpad Bergerak yang diselenggarakan dalam menyambut Dies Natalis ke-69 Unpad. Rangkaian kegiatan tersebut akan berlanjut hingga acara puncak Dies Natalis Unpad pada 11 September 2026.
“Alhamdulillah 17 sekolah dan fakultas di Unpad menjadi peserta lomba gerak jalan ini. Setelah sekian lama akhirnya kegiatan ini kembali hadir pada 2026. Jadi, selamat kepada adik-adik mahasiswa baru yang menjadi bagian dari kembalinya tradisi ini,” ujar Yoga.
Berikut adalah tim yang memenangkan pertandingan Eksibisi Padel Unpad Bergerak:












(Foto-foto oleh: Dadan Triawan & Jalasenstari Saprala)
The post Semarak Unpad Bergerak, Mahasiswa Baru Ikuti Lomba Gerak Jalan 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Departemen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran menggelar lokakarya intensif dalam rangkaian Program Diaspora Berdampak Batch 1 oleh Kemendiktisaintek RI di Gedung Dekanat FISIP Unpad Jatinangor, Jumat, (28/8). Kegiatan ini berfokus pada penyusunan naskah proposal penelitian kolaboratif internasional serta penataan struktur kelembagaan Working Group Complex Systems and Adaptive Governance (AGCS).
Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Kepala Departemen Administrasi Publik FISIP Unpad, Prof. Ida Widianingsih, Ph.D., bersama visiting professor dari Flinders University, Australia, Prof. Indra Gunawan. Beberapa dosen dan peneliti yang hadir secara luring antara lain Adalah Prof. Caroline Paskarina dari Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif (CDPD), Dr. John Fresley dari Pusat Studi Administrasi dan Kebijakan Publik (AKP), Prof. Binahayati Rusyidi dari Pusat Riset Gender dan Anak, serta Prof. Heru Nurasa , Dr. Sintaningrum, Dr. Nina Karlina, dan Dr. Candradewini
Dalam pemaparannya, Prof. Ida menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Diaspora Berdampak Batch 1 ini dirancang untuk menciptakan ekosistem riset yang mandiri dan berkelanjutan di FISIP Unpad. Pembentukan Working Group AGCS bertindak sebagai ruang kerja bersama yang bersifat fleksibel memfasilitasi periset dalam mendiskusikan pemodelan system hingga penulisan proposal hibah.
Prof. Ida menegaskan bahwa keberadaan Working Group ini berfokus pada perburuan skema pendanaan eksternal dan internasional. Misi ini ditujukan untuk menggeser ketergantungan dari anggaran internal kampus menuju pendanaan global yang kompetitif, sehingga para peneliti dapat membentuk kelompok kajian kecil sesuai minat topik tanpa terhambat oleh tata prosedur administrasi yang kaku.
Sebagai langkah awal, tim periset sepakat menjadikan kompleksitas kebijakan dan isu pembangunan di Provinsi Jawa Barat sebagai lokus utama penelitian kolaboratif. Pemilihan lokus ini diposisikan sebagai strategi politik ilmiah agar produk pengetahuan yang dihasilkan memiliki daya guna dan dampak sosial langsung bagi perumusan kebijakan publik di daerah.
Prof. Caroline Paskarina dan tim mengidentifikasi empat pilar utama pembangunan daerah di Jawa Barat yang menjadi sasaran penyelarasan riset kolaboratif, yaitu penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), pertumbuhan ekonomi inklusif, tata kelola pemerintahan yang baik, ketahanan lingkungan hidup. Dalam hal ini Prof. Caroline menegaskan bahwa tim Unpad hadir untuk menyatukan berbagai dokumen riset sektoral yang selama ini berjalan secara terpisah ke dalam kerangka kerja Adaptive Governance and Complex Systems (AGCS) guna membantu pemerintah daerah memahami interaksi masalah secara lebih holistik.
Pada sesi metodologi, Prof. Indra Gunawan memaparkan keunggulan penerapan System Dynamics dalam membedah kompleksitas kebijakan publik. Penggunaan Causal Loop Diagram (CLD) pada tahap awal kualitatif sangat efektif untuk menganalisis akar masalah dan memetakan interaksi kausal antar-variabel.
Pendekatan pemodelan sistem ini dinilai sangat efektif untuk menjembatani kesenjangan kebijakan antara akademisi yang cenderung konseptual dengan praktisi birokrasi yang membutuhkan solusi teknis-aplikatif. Pemodelan sistem membantu birokrat melihat dampak jangka panjang dari sebuah keputusan kebijakan sebelum diterapkan secara luas.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan penyiapan bahan audiensi strategis bersama Bappeda dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat pada Kamis, 3 September 2026, serta peluncuran resmi Working Group AGCS pada Jumat, 4 September 2026 mendatang. Melalui kolaborasi internasional ini, FISIP Unpad berkomitmen untuk terus menghasilkan riset berkualitas bereputasi global yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.* (Rilis oleh: Rafliza Nabil Imansyah/R02)
The post FISIP Unpad Inisiasi Working Group AGCS Bersama Diaspora Flinders University appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim mahasiswa Universitas Padjadjaran mengembangkan riset untuk mengkaji penyebaran disinformasi dan hoaks terkait isu Palestina di media sosial, khususnya platform X. Melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), tim menggabungkan pendekatan Analisis Wacana Kritis (I/DHA) model Ruth Wodak dengan historiografi Ibnu Khaldun untuk mengidentifikasi pola pembentukan narasi palsu sekaligus memperkuat literasi digital masyarakat.
Tim PKM-RSH tersebut diketuai oleh Qurratu Ainy (Sastra Arab) dengan anggota Ghinaa Khania (Ilmu Sejarah), Salsabila Siti Muharram, Fathin Lutfi Nisrina, dan Nabila Ramadhina Zata. Penelitian ini berada di bawah pendampingan Dr. Fahmy Lukman, M.Hum.
Penelitian berangkat dari masifnya penyebaran disinformasi terkait Palestina di media sosial setelah peristiwa ṭūfān al-ʾAqṣā pada 7 Oktober 2023. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berpotensi memengaruhi opini publik, tetapi juga dapat mengaburkan pemahaman masyarakat terhadap fakta dan sejarah Palestina.
Dalam penelitian ini, tim memanfaatkan konsep historiografi Ibnu Khaldun, khususnya konsep ‘aṣabiyyah atau solidaritas kelompok, untuk membaca kecenderungan subjektivitas dalam produksi dan penyebaran informasi. Pendekatan tersebut dipadukan dengan Analisis Wacana Kritis untuk mengurai strategi diskursif yang digunakan dalam membentuk dan menyebarkan narasi tertentu.
Penelitian berfokus pada unggahan berbentuk teks di platform X dalam periode 7 Oktober 2023 hingga April 2026. Tim juga melibatkan sedikitnya 100 responden pengguna aktif X di Indonesia untuk mengukur tingkat kerentanan pengguna terhadap disinformasi yang beredar. Selain survei, tim melakukan wawancara dengan sejumlah pihak yang memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait isu Palestina, media, serta kebijakan komunikasi digital.
Menurut tim, integrasi perspektif sejarah dan analisis wacana diperlukan untuk membantu masyarakat tidak hanya melihat suatu informasi berdasarkan isi yang tampak di media sosial, tetapi juga memahami konteks, sumber, hubungan sebab-akibat, serta kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik suatu narasi.
Melalui penelitian tersebut, tim juga merancang luaran berupa modul infografis atau guideline yang berisi panduan praktis bagi pengguna media sosial untuk mengidentifikasi dan memverifikasi konten terkait Palestina sebelum menyebarkannya.
Selain laporan ilmiah dan artikel jurnal, penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan policy brief yang dapat menjadi rekomendasi bagi media massa dan jurnalis dalam melakukan komunikasi serta verifikasi fakta terkait isu-isu historis yang sensitif. Hasil edukasi publik dan perkembangan penelitian juga dibagikan melalui media sosial tim melalui akun Instagram @palsfacts_pkmrsh dan akun X @palsfacts_.
Melalui riset ini, tim berharap dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi, terutama terkait isu Palestina yang memiliki dimensi sejarah, politik, dan sosial yang kompleks. Panduan verifikasi yang dihasilkan diharapkan dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan memeriksa sumber dan konteks informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.* (Rilis oleh: Mohamad Rizal/R01)*
Sumber: https://fib.unpad.ac.id/melawan-disinformasi-palestina-di-x-mahasiswa-unpad-gabungkan-analisis-wacana-kritis-dan-historiografi-ibnu-khaldun/
The post Mahasiwa Unpad Deteksi Disinformasi Konten Melalui Analisis Wacana Kritis dan Historiografi Ibnu Khaldun appeared first on Universitas Padjadjaran.