Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran mengembangkan hard carbon berbasis limbah sisik ikan nila sebagai material anode untuk baterai ion-natrium. Tim tersebut terdiri atas Achmad Syah Nizar El Java, Aorenza Delviana Putri, Kevin Fauzy Rizky, Dimas Ardianto Wiratama, dan Fitriani Nur Hidayat di bawah Noto Susanto Gultom, S.pd., M.Sc., Ph.D., sebagai dosen pembimbing.
Penelitian ini berangkat dari dua persoalan, yaitu melimpahnya limbah sisik ikan yang belum dimanfaatkan secara optimal serta kebutuhan akan material penyimpan energi alternatif yang lebih berkelanjutan. Sisik ikan nila dipilih karena mengandung kolagen yang secara alami memiliki nitrogen. Kandungan tersebut menjadi dasar kebaruan penelitian melalui konsep in-situ self-doping nitrogen, sehingga nitrogen dapat berasal langsung dari biomassa tanpa penambahan bahan doping eksternal.
Tim mensintesis sisik ikan nila melalui pirolisis pada suhu 600, 700, dan 800°C, kemudian menghubungkan perubahan struktur, morfologi, komposisi, dan sifat elektrokimia material untuk menentukan karakteristik hard carbon yang paling prospektif. Hasil awal menunjukkan seluruh sampel memiliki struktur karbon turbostratic dengan jarak antar-lapis lebih besar daripada grafit, sedangkan HC-800 menunjukkan karakter struktur dan morfologi yang prospektif untuk dievaluasi lebih lanjut sebagai material anode.
Keunggulan pendekatan penelitian ini tidak hanya terletak pada pemanfaatan limbah perikanan, tetapi juga pada upaya mengintegrasikan sumber karbon dan nitrogen dari satu biomassa. Dengan demikian, sisik ikan nila tidak sekadar diposisikan sebagai limbah yang dikarbonisasi, tetapi sebagai prekursor fungsional yang berpotensi menghasilkan karbon dengan karakteristik yang sesuai untuk penyimpanan ion Na+.
Pengujian awal juga menunjukkan adanya perbedaan performa elektrokimia akibat variasi suhu pirolisis. HC-600 menghasilkan kapasitas discharge awal tertinggi sebesar 111,61 mAh g−1, tetapi memiliki Initial Coulombic Efficiency (ICE) terendah sebesar 37,8%. Sementara itu, HC- 800 memiliki ICE tertinggi sebesar 69,2% dan Coulombic Efficiency siklus kedua sebesar 94,8%, menunjukkan reversibilitas yang lebih baik setelah siklus awal. Pada pengujian EIS, HC- 800 juga menunjukkan charge-transfer resistance terendah sebesar 384,4 Ω dan nilai Warburg impedance terendah sebesar 433,8 Ω s−1/2 dibandingkan sampel lainnya.
Penelitian ini menjadi salah satu upaya menghubungkan ekonomi sirkular dan kemandirian energi melalui konversi limbah perikanan menjadi material untuk teknologi baterai. Pengembangan selanjutnya diarahkan pada penyelesaian karakterisasi kimia permukaan menggunakan XPS serta pengujian stabilitas hingga 50 siklus untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kemampuan material dalam mempertahankan kinerja penyimpanan energi.* (Rilis oleh: Achmad Syah Nizar El Jawa/FMIPA Unpad)
Sumber: https://fmipa.unpad.ac.id/mahasiswa-unpad-manfaatkan-sisik-ikan-nila-sebagai-bahan-anode-baterai-ion-natrium/
The post Mahasiswa Unpad Manfaatkan Sisik Ikan Nila sebagai Bahan Anode Baterai Ion-Natrium appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim Mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran mengembangkan media filtrasi yang tidak hanya menangkap polutan, tetapi juga membantu mengurainya. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh masyarakat yang terus terpapar berbagai pencemar udara yang dapat berdampak pada kesehatan, termasuk gangguan pada sistem pernapasan.
Tim Bazos Catalyst terdiri atas Mutiara Timur Baginda sebagai ketua, bersama Kartika Siti Nurlaela, Amanda Kaila Eka Yuliyanti, Nayla Chayara Ramadhani, dan Kania Dwi Enda, di bawah bimbingan Prof. Dr. Diana Rakhmawaty Eddy, M.Si.
Melalui pendekatan piezofotokatalitik, tim memanfaatkan kombinasi energi cahaya dan rangsangan mekanik untuk mendorong proses degradasi polutan udara. Salah satu polutan yang menjadi fokus penelitian adalah benzena, senyawa yang dapat berasal dari emisi kendaraan dan aktivitas industri serta telah diklasifikasikan sebagai karsinogen bagi manusia.
“Kami melihat bahwa filter umumnya hanya menangkap polutan. Dari situ muncul pertanyaan, bagaimana kalau polutan yang sudah tertangkap juga bisa diuraikan?” ujar Mutiara.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim mengembangkan BAZOS, nanokomposit yang kemudian diaplikasikan pada Carbon Active Fabric (CAF) sebagai media filtrasi. Dengan memanfaatkan stimulus cahaya dan mekanik, media ini dirancang agar tidak hanya menjadi tempat polutan tertahan, tetapi juga dapat mendukung proses penguraiannya.
Pendekatan tersebut menunjukkan hasil awal yang menjanjikan. Dalam pengujian menggunakan benzena sebagai polutan model selama 45 menit, fotokatalisis konvensional mendegradasi sekitar 18 persen. Ketika dikombinasikan dengan rangsangan mekanik melalui pendekatan piezofotokatalitik, degradasi meningkat hingga sekitar 60 persen. Hasil tersebut menjadi dasar bagi tim untuk terus mengembangkan konsep filtrasi aktif sebagai alternatif pengolahan polutan VOC pada fase gas.
Penelitian bertajuk “Nanokomposit Hybrid ZnO/BaTiO3/Sr4Al14O25 Berbasis Piezofotokatalitik pada Media Filtrasi untuk Degradasi Aktif Gas VOCs” ini dilaksanakan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Penelitian ini masih terus dikembangkan untuk mengoptimalkan kinerja material dan mengevaluasi kemampuannya dalam menguraikan polutan VOC pada fase gas. Perkembangan penelitian Bazos Catalyst dapat diikuti melalui Instagram dan TikTok @bazos_catalyst serta kanal YouTube Bazos Catalyst.* (Rilis oleh Humas FMIPA Unpad/R02)
Sumber: https://fmipa.unpad.ac.id/manfaatkan-getaran-dan-aliran-udara-mahasiswa-fmipa-unpad-kembangkan-filter-aktif-untuk-mengurai-polutan-berbahaya/
The post Mahasiswa FMIPA Unpad Kembangkan Filter Aktif untuk Mengurai Polutan Berbahaya appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief S. Kartasasmita meresmikan fasilitas baru di lingkungan Sekolah Vokasi Unpad berupa Gedung C (Teaching Lab) dan Gedung Kegiatan Mahasiswa, pada Senin, (14/9). Kehadiran kedua gedung tersebut menambah fasilitas pembelajaran dan kemahasiswaan untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi Unpad.
Dalam sambutannya, Rektor mengatakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen Unpad untuk menyediakan sarana terbaik bagi proses pendidikan vokasi. Dalam hal ini, pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga pengayaan keterampilan dan penguatan kemampuan praktis mahasiswa, sehingga membutuhkan fasilitas yang memadai.
“Tentu saja ini kebanggaan untuk kita semua bahwa Unpad berusaha sekuat mungkin membangun tempat-tempat pendidikan dan tempat mengembangkan diri untuk mahasiswa. Ini merupakan komitmen kami untuk memberikan fasilitas yang terbaik untuk proses akademik yang ada di Unpad,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor juga menekankan bahwa keberadaan gedung dan fasilitas bukan satu-satunya faktor dalam membangun pendidikan vokasi yang berkualitas. Pengembangan fasilitas perlu berjalan beriringan dengan penguatan proses pembelajaran dan kegiatan mahasiswa agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi sesuai bidangnya dan siap bekerja.
Rektor berharap fasilitas baru tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perkembangan Sekolah Vokasi. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan Sekolah Vokasi agar semakin maju dan mampu menghasilkan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Fasilitas ini mendorong agar kegiatan mahasiswa dapat berlangsung, sehingga dapat menciptakan lulusan yang betul-betul siap bekerja dan memiliki kompetensi di bidangnya. Saya percaya bahwa Sekolah Vokasi ini bisa menghasilkan itu. Untuk itu, mari kita sama-sama dukung Sekolah Vokasi ini agar lebih berkembang lagi dan agar lebih maju lagi untuk menghasilkan lulusan yang berguna dan bermanfaat kepada masyarakat,” jelas Rektor.
Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi Unpad Dr. Kurniawan Saefullah, mengatakan, kedua gedung tersebut dirancang untuk mempertemukan kebutuhan akademik dan kemahasiswaan dalam satu ekosistem yang produktif. Gedung C terdiri atas empat ruang perkuliahan, tiga teaching factory, satu ruang rapat bersama, dan satu ruang auditorium. Sementara itu, Gedung Kegiatan Mahasiswa menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat serta membangun kolaborasi. Auditorium juga dirancang sebagai fasilitas bersama yang dapat digunakan oleh sivitas akademika Unpad.
Dekan juga menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas yang telah tersedia. Menurutnya, kualitas bangunan akan terus terjaga apabila seluruh sivitas akademika dapat memanfaatkan fasilitas secara bertanggung jawab. Dengan fasilitas tersebut, Sekolah Vokasi diharapkan semakin mampu menyiapkan lulusan yang kompeten dan memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Gedung yang baik akan bermakna bila dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh sivitas akademika untuk merawat, menjaga, dan memanfaatkan kedua gedung ini secara bertanggung jawab demi peningkatan mutu pendidikan vokasi yang kita cita-citakan bersama,” pungkasnya.* (R02)












(Foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)
The post Perkuat Pendidikan Vokasi, Unpad Resmikan Gedung Teaching Lab dan Kegiatan Mahasiswa appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Direktorat Pendidikan Non-Gelar (DPNG) resmi meluncurkan Undergraduate Preparation Program (UPrep) dalam rangkaian Unpad Eduventure secara daring dan luring di Bale Sawala, Unpad Kampus Jatinangor, Sabtu (12/9). Mengusung tagline “Your First Step to University Success”, program ini dirancang untuk membantu siswa SMA/SMK/MA sederajat mempersiapkan diri menghadapi transisi dari pendidikan menengah menuju perguruan tinggi.
“Program ini diharapkan dapat membantu siswa mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi, baik dari sisi akademik maupun pengenalan terhadap lingkungan perkuliahan,” ujar Kepala Kantor Pendidikan Non-Gelar Unpad, Dina Sartika, Ph.D.
Dina menyampaikan, UPrep dikembangkan sebagai jembatan transisi akademik bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Melalui program ini, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lingkungan dan kehidupan akademik di perguruan tinggi, khususnya di Unpad.
UPrep menghadirkan online course yang mencakup sembilan mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi. Materi pembelajaran disampaikan oleh dosen dari berbagai fakultas di Unpad.
Untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang beragam, UPrep menawarkan tiga pilihan paket. U-Prep Basic memberikan akses pembelajaran daring secara mandiri dan fleksibel. U-Prep Live melengkapi pembelajaran daring dengan sesi live bersama dosen Unpad yang dapat dimanfaatkan untuk bimbingan, diskusi, dan tanya jawab. Sementara itu, U-Prep Eduventure memadukan pembelajaran daring dengan pengalaman belajar secara langsung di lingkungan Kampus Unpad, termasuk mengunjungi laboratorium dan berbagai fakultas.
Direktur Pendidikan Non-Gelar Unpad, drg. Erli Sarilita, Ph.D., mengatakan bahwa kesiapan mental dan kemampuan berpikir kritis menjadi aspek penting yang perlu dimiliki siswa sebelum memasuki perguruan tinggi. Menurutnya, kehidupan perkuliahan tidak sekadar merupakan kelanjutan dari pendidikan SMA, tetapi juga menghadirkan perubahan dalam metode pembelajaran dan kedalaman materi.
“Dunia kampus bukan sekadar naik kelas dari SMA. Ada perubahan metode belajar dan materi yang lebih mendalam. Karena itu, UPrep hadir untuk menemani siswa mengasah penalaran dan mempersiapkan tes seleksi perguruan tinggi bersama dosen-dosen ahli Unpad,” katanya.
Selain peluncuran UPrep, rangkaian Unpad Eduventure juga diisi dengan sosialisasi pengenalan Unpad. Pada sesi tersebut, peserta mendapatkan informasi mengenai 73 program studi sarjana dan sarjana terapan, lokasi kampus, fasilitas, jalur seleksi, serta berbagai pilihan beasiswa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif bersama peserta dan pembagian merchandise. Melalui UPrep, Unpad berupaya memperluas akses terhadap pembelajaran berkualitas sekaligus membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi proses transisi menuju pendidikan tinggi.* (Rilis oleh: DPNG Unpad/R01)


The post Unpad Resmi Luncurkan Undergraduate Preparation Program (UPrep) appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 11 mahasiswa internasional asal Tashkent State University of
Economics (TSUE) Uzbekistan mengawali kuliah perdana Program Gelar Ganda Magister
Ekonomi Terapan (MET) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) dan
TSUE di Kampus MET FEB Unpad, Jl. Hayam Wuruk No. 8, Bandung, Senin, (31/8).
“Ini merupakan pelaksanaan program gelar ganda perdana dengan TSUE Uzbekistan. Sebelas
mahasiswa ini telah menjalankan kuliah satu tahun di TSUE, dan sekarang akan kuliah selama
satu tahun di MET FEB Unpad,” ujar Kepala Program Studi MET FEB Unpad, Prof. Bayu
Kharisma.
TSUE merupakan universitas ekonomi dan bisnis terbaik di Uzbekistan. Dalam peringkat QS
WUR Ranking by Subject 2027, TSUE menempati peringkat 251-300 dunia untuk bidang
Economic and Econometrics. Sebelumnya, MET FEB Unpad juga telah menyelenggarakan
program gelar ganda dengan 5 universitas dari Jepang, yaitu International University of Japan,
National Graduate Institute for Policy Studies, Takushoku University, Rikkyo University dan
Ritsumeikan University.
MET FEB Unpad juga telah melakukan short course dengan Universitas Sungkyunkwan (SKKU)
Korea Selatan dalam bidang Ekonomi Digital dan student exchange dengan Rikkyo University
Jepang. Di dalam negeri, MET FEB Unpad menjalankan program gelar ganda Master of Digital
Economy dengan Binus University, serta menjalin kerja sama melalui beasiswa dan kemitraan
lainnya dengan sejumlah kementerian, lembaga negara, dan BUMN.
Program gelar ganda dengan TSUE telah diinisiasi sejak penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) antara Unpad dan TSUE oleh Rektor Unpad dan Rektor TSUE di Tashkent,
ibukota Uzbekistan pada 23 Oktober 2024. Dilanjutkan dengan penandatangangan
Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan FEB Unpad dengan First Vice Rector for
Academic Affairs TSUE di Jatinangor pada Juni 2025.
Program studi MET adalah program pendidikan lanjutan di bidang ekonomi terapan yang
bertujuan mengembangkan keahlian dalam berpikir analitis, membaca literatur, dan melakukan
penelitian independen. MET merupakan program magister (S2) yang menerima lulusan dari
program Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4). Saat ini, MET FEB Unpad sedang membuka
pendaftaran calon mahasiswa reguler Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran
dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 hingga 11 Januari 2027. Informasi pendaftaran, silakan
kunjungi smup.unpad.ac.id/magister.* (Rilis oleh: MET FEB Unpad/R01)
Sumber: https://feb.unpad.ac.id/mahasiswa-tsue-uzbekistan-awali-kuliah-gelar-ganda-di-met-feb-unpad/
The post Mahasiswa TSUE Uzbekistan Awali Kuliah Gelar Ganda di MET FEB Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran mempertemukan berbagai inovasi hasil pengembangan sivitas akademika dan mitra melalui Unpad Innovation Day 2026. Mengusung tema “Innovate, Connect, Impact”, kegiatan yang berlangsung 12-13 September 2026 di Atrium Cibadag, Summarecon Mall Bandung, ini menghadirkan 68 exhibitor dari bidang kesehatan, teknologi, teknologi kesehatan, pangan dan pertanian, hingga skincare untuk memperluas kolaborasi dan mendorong inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Innovation Day ini adalah bagaimana kami berusaha untuk mendekatkan para peneliti Unpad dengan para pengguna, yaitu mitra bisnis dan pemerintah. Sehingga, terjadi link and match antara apa yang sedang kami teliti dengan apa yang dibutuhkan dan sebaliknya,” ungkap Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, kepada Kanal Media Unpad ketika menghadiri hari pertama Unpad Innovation Day 2026 pada Sabtu (12/9).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dr. dr. Sony Adam, mengapresiasi berbagai inovasi yang dihadirkan dalam Unpad Innovation Day 2026 karena dinilai berpotensi mendukung program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan. Salah satu inovasi yang dinilai bermanfaat adalah teknologi untuk membantu komunikasi tuna bicara dengan dokter di puskesmas.
“Insyaallah akan kami pakai dan berharap itu terus berkembang dan terus ada perbaikan. Produk-produk riset Unpad ini banyak yang bisa dikolaborasikan dengan pemerintah Kota Bandung, terutama dalam bidang kesehatan, untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” kata Sony.
Salah satu inovasi yang dapat dijumpai pengunjung adalah teknologi virtual reality yang memberikan pengalaman simulasi proses persalinan. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan skin check untuk mengetahui kondisi kulit secara langsung. Berbagai inovasi dan pengalaman interaktif tersebut masih dapat dinikmati pada hari terakhir Unpad Innovation Day 2026, Minggu (13/9). Masyarakat dapat datang dan merasakan langsung beragam inovasi yang dihadirkan Unpad.
Pada kesempatan yang sama, Unpad juga melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Quilla Alam Indonesia Sejahtera terkait komersialisasi bahan baku minyak sacha inchi yang mengandung omega 3, 6, dan 9 serta vitamin E untuk industri kosmetik melalui penerapan teknologi refining Vomega. Kerja sama juga dilakukan dengan PT Habbatussauda International terkait pengembangan produk Procumin yang mengandung ekstrak propolis lebah Trigona laeviceps dan ekstrak kunyit terstandar dengan kandungan kurkumin sebesar 24 persen.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad Prof. Rizky Abdulah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Raden Vini Adiani Dewi, serta jajaran pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan Unpad.
Hari pertama Unpad Innovation Day 2026 juga diisi dengan sejumlah talkshow yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Sesi pertama menghadirkan Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad Prof. Rizky Abdulah, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad Prof. Reiva Farah, serta Employer Corporate Branding ParagonCorp Zahra Shofia Hanin. Sesi kedua menghadirkan Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian Masyarakat Unpad Prof. Nur Atik, Dekan Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian Unpad Dr. Gemilang Lara Utama, serta Komite Regulasi Teknis Pangan Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia Ceria Graselda. Sementara itu, sesi ketiga menghadirkan Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Unpad Prof. Tomy Perdana, Wakil Ketua Komite Tetap Kemitraan Antar-Lembaga Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosiyati MH Thamrin, serta dokter spesialis ortopedi dan dosen Unpad Dr. dr. Renaldi Prasetia Nagar.* (R01)















The post Unpad Innovation Day 2026 Hadirkan 68 Inovasi Hasil Riset untuk Masyarakat appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Pusat Budaya Sunda Unpad menghadirkan Pidangan Rumawat Padjadjaran ke-111 bertajuk “Haleuang Katuangan Sunda” yang diselenggarakan di Grha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, Sabtu (12/9), sebagai salah satu rangkaian acara Resepsi Dies Natalis ke-69 Universitas Padjadjaran.
Pagelaran “Haleuang Katuangan Sunda” diselenggarakan sebanyak dua sesi dan mengangkat kekayaan kuliner tradisional Sunda melalui lagu-lagu yang dibawakan dalam pagelaran. Tidak hanya disampaikan melalui pertunjukan, penonton juga berkesempatan mencicipi secara langsung sejumlah makanan tradisional Sunda yang dihadirkan selama acara, seperti colenak, tahu Sumedang, surabi, dan berbagai kuliner lainnya.
Pagelaran ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali beragam makanan tradisional Sunda sekaligus mengajak masyarakat mengapresiasi kekayaan budaya yang ada di dalamnya. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Unpad dalam mendukung kelestarian seni budaya Sunda oleh Pusat Budaya Sunda Unpad.
Dalam sambutannya, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pagelaran ini. Rektor menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan bagian penting yang perlu terus dirawat dan dikembangkan. Dalam hal ini, pengenalan budaya dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang kreatif sehingga menjadi semakin dekat dengan masyarakat, termasuk generasi muda.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa kuliner juga menjadi bagian penting dari kebudayaan yang memiliki nilai sejarah dan identitas masyarakat. Oleh karena itu, pengenalan makanan tradisional melalui pagelaran seni dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keberadaan, sekaligus mengapresiasi budaya.
“Unpad memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga dan mengembangkan kebudayaan Sunda melalui berbagai cara yang menarik dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Budaya juga mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk makanan tradisional. Kita ingin kekayaan tersebut terus dikenal, diapresiasi, dan diwariskan kepada generasi di masa yang akan datang,” ujar Rektor.
Sementara itu, Kepala Pusat Budaya Sunda Unpad sekaligus produser pagelaran Ganjar Kurnia mengatakan bahwa salah satu kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat Sunda adalah kuliner, sehingga banyak seniman yang terinspirasi untuk membuat lagu dari berbagai makanan tradisional Sunda. Oleh karena itu, pagelaran ini diharapkan dapat menjadi media untuk mengenalkan kembali kuliner sekaligus kekayaan seni yang tumbuh di tengah masyarakat Sunda.
“Salah satu kekayaan orang Sunda ada pada kekayaan kuliner dan banyak makanan-makanan yang pada akhirnya menjadi inspirasi sebuah lagu. Banyak sekali lagu-lagu Sunda yang berasal dari kekayaan makanan tersebut, sehingga mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk mengenalkan kekayaan Sunda ini ke pada masyarakat, khususnya ke pada generasi muda,” jelas Ganjar Kurnia.
Penyelenggaraan pagelaran ini juga melibatkan berbagai unsur yang ada di lingkungan Unpad, antara lain adalah dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni yang ikut serta memeriahkan dan menunjukkan bakatnya dalam bidang seni musik. Pidangan Rumawat Padjadjaran yang ke-111 ini juga menghadirkan berbagai pegiat kesenian Sunda seperti Bungsu Bandung, Rika Rafika, Sony Riza Windyagiri, Dian Hendrayana, Ambu Dedah, Nia Iswara, Novia Aksmiranti, GJ Setra, Gugun Gunawan, Swarantara, serta Ebith Beat A.* (R02)


















The post Pidangan Rumawat Padjadjaran ke-111, Bukti Konsistensi Unpad dalam Melestarikan Budaya Sunda appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran mengembangkan sistem co-amorphous berbasis kurkumin dan asam askorbat yang menunjukkan potensi sebagai kandidat neuroprotektif untuk penyakit Alzheimer. Penelitian berjudul Neuroproteksi Alzheimer Berbasis Sistem Co-Amorphous: Rekayasa Kurkumin-Asam Askorbat melalui Docking Molekuler dan Validasi In Vivo” tersebut dilakukan oleh Karen Gabriella Angelina Lubis, Rosa Agnestasia Tambunan, Chelsea Angela, Amalia Dayana Fuziah, dan Fawwaz Siradjuddin Haris di bawah bimbingan Prof. Dr. apt. Iyan Sopyan, M.Si.
Penelitian ini berangkat dari potensi kurkumin sebagai senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Namun, pemanfaatan kurkumin masih menghadapi kendala karena kelarutan dan bioavailabilitasnya rendah. Kondisi tersebut dapat membatasi jumlah kurkumin yang tersedia untuk mencapai target biologisnya, termasuk otak.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, tim mengembangkan sistem co-amorphous dengan mengombinasikan kurkumin dan asam askorbat. Sistem ini dibuat melalui metode evaporasi pelarut dan kemudian diuji melalui sejumlah metode, antara lain molecular docking, uji kelarutan dan permeabilitas, serta karakterisasi fisikokimia menggunakan PXRD, DSC, FTIR, dan SEM.
Potensi neuroprotektifnya kemudian diuji pada tikus Wistar yang digunakan sebagai model Alzheimer. Pengujian dilakukan menggunakan metode Morris Water Maze untuk mengevaluasi memori spasial, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin (H&E) untuk mengamati kondisi jaringan otak. Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan fungsi memori spasial pada kelompok tikus model Alzheimer yang menerima perlakuan berupa sistem co-amorphous kurkumin-asam askorbat.
“Alzheimer bukan hanya tentang kehilangan ingatan, tetapi juga dapat memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup seseorang. Melalui penelitian ini, kami ingin berkontribusi dalam mencari pendekatan baru yang berpotensi mendukung penanganan penyakit Alzheimer. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kandidat neuroprotektif berbasis bahan alam yang dapat diteliti lebih lanjut,” ujar Karen selaku ketua tim penelitian.* (Rilis oleh: Farmasi Unpad)
The post Mahasiswa Farmasi Unpad Kembangkan Kandidat Neuroprotektif untuk Alzheimer appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran memberikan apresiasi berupa Penghargaan Anugerah Padjadjaran Utama dan Satya Karya kepada 258 dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi selama 15 tahun, 25 tahun, hingga purnabakti dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-69 Unpad. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, di Ruang Serba Guna Gedung II Lantai 4 Unpad Jl. Dipati Ukur No, 35 Bandung, Jumat, (11/9).
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan penghargaan kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah memberikan kontribusi bagi Unpad. Menurutnya, perjalanan dan pencapaian Unpad tidak terlepas dari kerja bersama seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Rektor berharap apresiasi tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap tugas dan kontribusi yang diberikan memiliki arti penting bagi Unpad.
“Apresiasi ini merupakan bentuk penghargaan Unpad atas dedikasi dan kontribusi Bapak dan Ibu semua. Kemajuan Unpad tentu merupakan hasil kerja bersama dari seluruh keluarga besar Unpad. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor mengatakan bahwa apresiasi kepada dosen dan tenaga kependidikan merupakan bagian dari upaya Unpad untuk menghargai kinerja dan pengabdian sumber daya manusia di lingkungan universitas.
“Apresiasi ini bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga bentuk pengakuan atas kerja dan pengabdian Bapak dan Ibu selama menjadi bagian dari Unpad,” tutur Prof. Widya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. R. Widya S. Sumadinata menyampaikan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan dan kemajuan institusi. Oleh karena itu, Unpad terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang mendorong setiap dosen dan tenaga kependidikan untuk berkembang serta memberikan kontribusi sesuai bidangnya.
“Unpad membutuhkan sumber daya manusia yang terus bertumbuh. Karena itu, kita ingin setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang, meningkatkan kompetensi, dan bersama-sama membawa Unpad menjadi universitas yang semakin unggul, inklusif, dan berdampak,” kata Prof. R. Widya.
Pada kesempatan tersebut, Unpad menganugerahkan berbagai bentuk penghargaan kepada sivitas akademika. Penghargaan tersebut terdiri atas: Satya Karya Bakti Padjadjaran 1 orang, Satya Karya Mahaguru 1 orang, Satya Karya Adisiswa 1 orang, Anugerah Tokoh Budaya Sunda 1 orang, Anugerah Pola Pokok Ilmiah Unpad 1 orang, Satya Karya Bhakti kelas I sebanyak 28 orang (diwakili oleh Dr. dr. Gaga Irawan Nugraha, SpGK, M.Gizi., dan Novi Damayanti, S.E., M.Ak), Satya Karya Bhakti kelas II sebanyak 64 orang (diwakili oleh drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., dan Denden Firman Arief, S.IP., M.A.B), Satya Karya Purnabhakti sebanyak 125 orang (diwakili oleh Prof. Dr. Nury Effendi, S.E., MA., dan Ika Komalasari, ST., M.Ak) dan Satya Karya Jasabhakti sebanyak 17 orang (diwakili oleh perwakilan keluarga (Almh.) Novi Mayasari, S.Pt., M.Sc., Ph.D., dan perwakilan keluarga (Alm.) Japar).* (R02)



The post Unpad Apresiasi 258 Dosen dan Tenaga Kependidikan pada Dies Natalis ke-69 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa melalui penguatan riset, inovasi, dan pengembangan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
“Research harus bisa menghasilkan pengetahuan dan nilai tambah. Apa yang bisa kita berikan? Dampak dari pengetahuan, dampak pada industri dan masyarakat, serta policy reform,” ungkap Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Arif Satria, ketika membawakan orasi ilmiah berjudul “Universitas Unggul di Era Transformasi: Menguatkan Riset, Inovasi, dan Talenta untuk Indonesia dari Dunia”. Orasi ilmiah tersebut merupakan bagian dari rangkaian Upacara Dies Natalis ke-69 Universitas Padjadjaran yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata, Unpad Kampus Dipati Ukur, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (11/9).
Prof. Arif turut menyampaikan Agenda Riset dan Inovasi (RISNOV) Unpad 2026-2031 yang diarahkan untuk mendorong transformasi Unpad menjadi universitas berbasis inovasi sekaligus memperkuat ekosistem riset. Agenda tersebut mencakup lima arah utama, yaitu menjadikan Unpad sebagai innovation university, menentukan prioritas kepemimpinan inovasi, memperkuat ekosistem riset dan inovasi, menguatkan Science and Techno Park serta Living Laboratory, dan menjadikan Unpad sebagai energi baru bagi pembangunan Jawa Barat dan Indonesia.
“Saya berharap Unpad menjadi salah satu pilar kekuatan innovation university. Unpad tidak hanya berfokus pada riset, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mentransformasikan hasil riset menjadi inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan industri, masyarakat, bangsa, dan dunia,” harap Prof. Arif.
Sementara Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menegaskan, transformasi universitas ke depan harus diarahkan pada penguatan inovasi, riset, akademik, sumber daya manusia, digitalisasi data, serta kemandirian universitas. Riset harus mampu ditransformasikan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi industri, masyarakat, bangsa, dan dunia.
“Riset yang baik tidak berhenti ketika artikel diterima jurnal bereputasi. Ke depan, kita harus berani memilih kekuatan khas kita dan membangun critical mass. Pada akhirnya, ilmu harus pulang kepada masyarakat,” kata Rektor.
Wakil Ketua MWA Unpad Prof. Dr. Arry Bainus, menyoroti berbagai capaian yang telah diraih Unpad dalam perjalanan 69 tahun, termasuk peningkatan posisi dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Unpad perlu terus memperkuat hubungan dengan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, komunitas, dan mitra internasional agar pengembangan akademik dan inovasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Dies Natalis bukan hanya momentum perayaan dan keberhasilan, tetapi juga saat untuk bertanya kepada diri kita, Unpad ingin menjadi universitas seperti apa di masa depan. Jawabannya adalah Unpad yang ngahiji (bersatu),” papar Prof. Arry.
Dalam kesempatan ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik IndonesiaProf. Brian Yuliarto, memberikan sambutan melalui video daring. Selain itu, Bank Tabungan Negara (BTN) juga turut berkontribusi dalam Dies Natalis ke-69 Unpad melalui dana abadi yang diberikan langsung oleh Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu kepada Rektor Unpad.
Diumumkan sejumlah apresiasi berupa penghargaan kepada sivitas akademika Unpad yang telah berkontribusi dalam perkembangan dan kemajuan Unpad, dengan rincian sebagai berikut:
Satya Karya Bhakti Padjadjaran
Nurhayati Subakat (Komisaris Utama PT ParagonCorp)
Satya Karya Maha Guru
Prof. Unang Supratman (Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unpad)
Satya Karya Adisiswa Padjadjaran
Aini Al Fatihaturrizqi (Mahasiswa Sekolah Vokasi Unpad)
Anugerah Tokoh Budaya Sunda
Syarif Bastaman (Tokoh Budaya Sunda)
Anugerah Pola Ilmiah Pokok Unpad
Prof. Otto Soemarwoto
Satya Karya Bhakti Pendidikan
Prof. Nunuy Nur Afiah (Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
Dr. Adiatma Yudistira Manogar Siregar (Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
Prof. Dr. Ajeng Diantini (Fakultas Farmasi)
Prof. Dadang Rahmat Hidayat (Fakultas Ilmu Komunikasi)
Prof. Jenny Ratna Suminar (Fakultas Ilmu Komunikasi)
Prof. Ida Widianingsih (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)
Prof. Yudi Mulyana Hidayat (Fakultas Kedokteran)
Prof. Oki Suwarsa (Fakultas Kedokteran)
Prof. Iman Rahayu (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
Lusi Safriani, Ph.D. (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
Prof. Yudi Nurul Ihsan (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
Prof. Rita Rostika (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
Mega Laksmini Syamsuddin, Ph.D. (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
Dr. Meddy Rachmadi (Fakultas Pertanian)
Prof. Rija Sudirja (Fakultas Pertanian)
Prof. Anissa Lestari Kadiyono (Fakultas Psikologi)
Prof. Mega Fatimah Rosana (Fakultas Teknik Geologi)
Robi Andoyo, Ph.D. (Fakultas Teknologi Industri Pertanian)
Dr. Tita Rialita (Fakultas Teknologi Industri Pertanian)
Anugerah Pradja Brata
Juara 1: Fakultas Kedokteran
Juara 2: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Juara 3: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Anugerah Penggerak Strategis Sains dan Teknologi
Juara 1: Fakultas Pertanian
Juara 2: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Juara 3: Fakultas Kedokteran
Anugerah Penggerak Strategis Sosial Humaniora
Juara 1: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Juara 2: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Juara 3: Fakultas Ilmu Komunikasi
Anugerah Pilar Strategis Sains dan Teknologi
Juara 1: Fakultas Kedokteran
Juara 2: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Juara 3: Fakultas Pertanian
Anugerah Pilar Strategis Sosial Humaniora
Juara 1: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Juara 2: Fakultas Hukum
Juara 3: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Hijaprana Award
Juara 1: Sekolah Pascasarjana
Juara 2: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Juara 3: Fakultas Teknik Geologi
Terbaik Pengelolaan Sampah: Sekolah Pascasarjana
Terbaik Pengelolaan Air: Sekolah Pascasarjana
Terbaik Efisiensi Energi dan Efek Rumah Kaca: Fakultas Teknik Geologi
Terbaik Keselamatan, Kesehatan, dan Inklusifitas: Fakultas Keperawatan
Terbaik Tata Kelola dan Keberlanjutan: Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian
Juara Umum Rangkaian Lomba Dies Natalis Ke-69 Unpad: Fakultas Kedokteran.* (R01)












(Foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)
The post Dies Natalis ke-69, Unpad Perkuat Transformasi Menuju Innovation University appeared first on Universitas Padjadjaran.