Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Sejumlah aktivitas bencana geologi yang terjadi di Indonesia, termasuk gempa bumi dan peningkatan aktivitas gunung api, menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Dalam hal ini, pemantauan aktivitas gunung api di Indonesia telah dilakukan secara intensif sebagai bagian dari upaya mitigasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran Prof. Nana Sulaksana. Prof. Nana menyampaikan bahwa aktivitas gunung api dipantau melalui berbagai variabel untuk mengetahui perubahan kondisi gunung sebelum terjadinya erupsi. Pemantauan tersebut antara lain mencakup aktivitas seismik untuk melihat pergerakan magma, pengukuran deformasi tubuh gunung api menggunakan perangkat geodetik yang terhubung dengan GPS, pengamatan visual, pemantauan melalui CCTV, hingga analisis multi-gas.
“Secara singkat seluruh variabel sebagai tanda-tanda akan terjadi erupsi sudah dimanfaatkan secara optimal dalam pemantauan gunung api di Indonesia,” ujar Prof. Nana.
Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas kegempaan dan pergerakan tubuh gunung api dapat menjadi indikator perubahan aktivitas magma. Pengamatan visual juga menjadi bagian penting, termasuk perubahan kepulan asap yang keluar dari kawah. Selain itu, riwayat erupsi dan kondisi geologi gunung api menjadi referensi bagi ahli vulkanologi dalam menentukan status aktivitas gunung.
Menurutnya, langkah pemantauan dan mitigasi yang dilakukan Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah berjalan sesuai prosedur. Ia juga menilai penyediaan peta zona risiko gunung api penting untuk menjadi pedoman masyarakat dalam menentukan wilayah dan jarak aman dari gunung api.
“Untuk masyarakat, Direktorat Vulkanologi sudah tepat dan akurat membuat peta Zona Risiko Gunung Api. Inilah peta yang harus jadi pedoman masyarakat untuk menaati jarak aman dari gunung api,” katanya.
Prof. Nana juga menegaskan bahwa peningkatan aktivitas beberapa gunung api yang terjadi dalam waktu berdekatan tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan langsung antargunung. Setiap gunung api memiliki sistem geologi masing-masing, termasuk kedalaman dapur magma, jalur pergerakan magma, serta komposisi dan sifat magma yang berbeda.
Lebih lanjut, kondisi geologi Indonesia yang berada di zona pertemuan tiga lempeng tektonik dan bagian dari Cincin Api Pasifik membuat Indonesia memiliki potensi tinggi terhadap berbagai bencana geologi, seperti gempa bumi dan erupsi gunung api. Di sisi lain, kondisi tersebut juga memberikan potensi sumber daya alam, termasuk energi panas bumi dan sumber daya mineral.
“Oleh karena kita pada posisi geologi yang demikian, maka kita selalu harus meningkatkan kesiapsiagaan bencana menjadi masyarakat yang tangguh bencana,” jelas Prof. Nana.
Dalam konteks mitigasi, Prof. Nana juga mengapresiasi koordinasi PVMBG dengan otoritas penerbangan dalam merespons aktivitas gunung api. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan penerapan early warning system dengan menempatkan keselamatan masyarakat dan penerbangan sebagai prioritas. Komunikasi kepada masyarakat juga perlu terus diperkuat, termasuk mengenai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dengan menggunakan masker dan pelindung mata ketika beraktivitas di luar ruangan karena abu vulkanik mengandung material yang dapat membahayakan saluran pernapasan dan mata.
“Yang diperlukan secara menerus adalah mengingatkan dan bahkan memberikan pelajaran pemahaman kepada masyarakat, anak-anak sekolah, sejak dini pendidikan kebencanaan yang di sekitar tempat tinggal sehingga masyarakat akan meningkatkan terbentuk masyarakat tangguh bencana,” katanya.* (R02)
The post Guru Besar FTG Unpad Dorong Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Gunung Api appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka Dies Natalis ke-69, Universitas Padjadjaran melalui rangkaian kegiatan Unpad Berbagi menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Unpad, yaitu dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga tenaga outsourcing K3L di lingkungan Unpad . Kegiatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum serta pemeriksaan gigi dan mulut tersebut diikuti oleh sebanyak 184 peserta dan dilaksanakan di Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (8/9).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan berbagai unsur di lingkungan Unpad bersama sejumlah mitra. Pemeriksaan kesehatan umum dilaksanakan dengan melibatkan Fakultas Kedokteran Unpad dan Fakultas Keperawatan Unpad, sementara pemeriksaan gigi dan mulut melibatkan Fakultas Kedokteran Gigi Unpad serta mitra, di antaranya Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI AL R.E Martadinata dan Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM).
Dalam sambutannya, Dekan FKG Unpad Prof. Dudi Aripin mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk bakti FKG Unpad dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan berbagai fakultas dalam kegiatan ini juga sejalan dengan visi Unpad untuk menjadi perguruan tinggi yang berdampak.
“Insyaallah kegiatan ini sangat relevan dengan visi Unpad, salah satunya adalah berdampak. Mudah-mudahan kegiatan yang merupakan bentuk implementasi pengabdian masyarakat ini bisa berdampak, khususnya bagi sivitas akademika Unpad dan tenaga outsourcing di lingkungan Unpad,” ujar Prof. Dudi.
Lebih lanjut, Prof. Dudi menekankan pentingnya edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. FKG Unpad secara rutin melaksanakan kegiatan pengabdian melalui edukasi dan promosi kesehatan gigi, yang dilengkapi dengan perawatan maupun pengobatan sederhana. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target pemerintah agar Indonesia bebas karies pada 2030.
“Kami menekankan terhadap edukasi. Kami membuktikan bahwa kami serius dalam menangani kesehatan gigi dan mulut sesuai target pemerintah bahwa Indonesia harus bebas karies di tahun 2030. Jadi ini memang perlu kerja keras dan kami tidak hanya bergerak sendiri,” kata Prof. Dudi.
Sementara itu, Ketua Unpad Bergerak Dr. Yoga Andriana Sendjaja, mengatakan, Unpad Berbagi merupakan kegiatan tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Unpad. Melalui kegiatan tersebut, Unpad memberikan kesempatan kepada keluarga Unpad untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan dan gigi secara gratis.
Yoga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan unit yang terlibat. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus terjalin, sehingga kegiatan Unpad Berbagi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga besar Unpad.
“Mudah-mudahan pelaksanaan hari ini semuanya berjalan lancar dan menjadi manfaat bagi kita semua, khususnya bagi keluarga Unpad,” katanya.* (R02)









The post Unpad Berbagi Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali menghadirkan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung melalui kegiatan PKK Festival Desa Tarumajaya 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Desa Tarumajaya pada 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Penugasan FISIP Unpad melalui Skema Desa Binaan FISIP, dengan tema “Transformasi Desa Tarumajaya sebagai Desa Konservasi Berkelanjutan: Integrasi Ekonomi Sirkular, Digitalisasi Berbasis Komunitas, dan Pelestarian DAS Citarum”. Turut hadir pada kegiatan ini adalah Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna untuk meriahkan pemberdayaan masyarakat desa.
Tim PPM Penugasan FISIP Unpad yang diketuai oleh Prof. Ida Widianingsih tersebut diwarnai dengan para akademisi lintas disiplin, antara lain adalah Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA., PhD dari Departemen Ilmu Politik; Dr. Rd. Ahmad Buchari, S.IP., M.Si., dan Dr. John Fresley, S.H., LL.M. dari Departemen Administrasi Publik; Anggia Utami Dewi, S.IP., MIS., PhD dari Departemen Hubungan Internasional; Dr. Ir. Andre Rivianda Daud, S.Pt., M.Si., IPM., dari Fakultas Peternakan; Dian Permata Puspita, S.A.P., M.A.P., dari Departemen Administrasi Publik; dan melibatkan 10 mahasiswa program S1, S2, dan S3 FISIP Unpad serta Fakultas Peternakan Unpad.
Pendekatan lintas disiplin memungkinkan program pengabdian melihat pembangunan desa secara lebih komprehensif. Persoalan lingkungan, ekonomi, sosial, pelayanan publik, digitalisasi, hingga pemberdayaan masyarakat saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan yang tidak terfragmentasi, sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kompleksitas pembangunan di tingkat desa.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bandung juga hadir untuk meresmikan TK Negeri Kertasari dan mendukung kegiatan festival ini. Keterlibatan Unpad dalam kegiatan tersebut merefleksikan komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan kontribusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui pendekatan kolaboratif, kegiatan pengabdian tidak hanya diarahkan pada transfer pengetahuan dari kampus kepada masyarakat, tetapi juga pada penguatan kapasitas lokal, pengembangan potensi desa, serta penciptaan ruang bersama bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membangun solusi atas persoalan pembangunan desa.
Festival Desa Tarumajaya 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai pihak yang menunjukkan bahwa pembangunan desa merupakan agenda bersama yang membutuhkan orkestrasi lintas sektor. Pemerintah desa dan kelembagaan masyarakat memiliki pengetahuan serta kedekatan dengan kebutuhan warga, sementara perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pengetahuan, riset, inovasi, dan pendampingan. Di sisi lain, sektor swasta, lembaga pelayanan publik, dan institusi pemerintah memiliki sumber daya serta kapasitas yang dapat memperkuat proses pemberdayaan masyarakat.
Festival menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang inklusif dan partisipatif. Salah satu agenda utama adalah penyerahan penghargaan dan hadiah bagi siswa berprestasi di Desa Tarumajaya. Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap capaian generasi muda sekaligus pesan penting bahwa pembangunan desa juga berkaitan dengan investasi terhadap sumber daya manusia dan pendidikan.
Festival juga menghadirkan Bazar UMKM unggulan Tarumajaya yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Berbagai produk unggulan desa turut ditampilkan, termasuk Kopi Sapoci dan Jawaya serta produk-produk lokal lainnya. Pengembangan produk unggulan tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas Desa Tarumajaya sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi lokal.
Bagi FISIP Unpad, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk mendorong transformasi Desa Tarumajaya sebagai desa konservasi berkelanjutan. Tarumajaya memiliki posisi strategis, sehingga penguatan ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Program Desa Binaan FISIP Unpad diarahkan untuk mengintegrasikan tiga agenda utama, yaitu ekonomi sirkular, digitalisasi berbasis komunitas, dan pelestarian DAS Citarum.
Ketua Tim PPM Penugasan FISIP Unpad, Prof. Ida Widianingsih, memimpin tim yang terdiri atas para akademisi lintas disiplin. Tim tersebut terdiri atas Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA., PhD dari Departemen Ilmu Politik; Dr. Rd. Ahmad Buchari, S.IP., M.Si. dan Dr. John Fresley, S.H., LL.M. dari Departemen Administrasi Publik; Anggia Utami Dewi, S.IP., MIS., PhD dari Departemen Hubungan Internasional; Dr. Ir. Andre Rivianda Daud, S.Pt., M.Si., IPM. dari Fakultas Peternakan; serta Dian Permata Puspita, S.A.P., M.A.P. dari Departemen Administrasi Publik.
PKK Festival Desa Tarumajaya 2026 pada akhirnya bukan sekadar sebuah kegiatan festival masyarakat, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan co-creation yang mempertemukan pengetahuan, sumber daya, kreativitas, dan komitmen berbagai aktor untuk mendukung pembangunan desa.
Bagi Desa Tarumajaya, kolaborasi ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa. Bagi FISIP Unpad, kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat “Unpad Berdampak”, yaitu menghadirkan pengetahuan dan inovasi perguruan tinggi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan fondasi kolaborasi yang semakin kuat, Tarumajaya diharapkan dapat terus bergerak menuju desa yang mandiri, inklusif, produktif, dan berkelanjutan sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan.* (Rilis oleh: Humas FISIP Unpad/R02)
The post PKM FISIP Unpad Berdampak Dukung PKK Festival Desa Tarumajaya 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran mengembangkan inovasi biosensor elektrokimia berbasis CRISPR-Cas9 untuk deteksi dini Tuberkulosis Resistan Rifampisin (RR-TB) dengan nanopartikel serium oksida (CeO2, nanoceria) hasil green synthesis dari ampas teh.
Inovasi tersebut dikembangkan untuk menghadirkan pendekatan deteksi dini RR-TB yang lebih cepat, murah dan portabel dengan memanfaatkan teknologi CRISPR-Cas9 sebagai metode diagnostik dengan presisi tinggi, serta bahan alami yang mudah didapat.
RR-TB merupakan kondisi ketika bakteri penyebab tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) mengalami perubahan pada materi genetiknya. Hal tersebut berupa mutasi pada gen rpoB sehingga bakteri tidak lagi sensitif terhadap rifampisin sebagai salah satu obat lini pertama dalam terapi TB. Perubahan ini dapat terjadi hanya karena adanya perubahan satu basa DNA pada bakteri penyebab TB. Akibatnya, obat yang seharusnya menghambat pertumbuhan bakteri tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.
Perubahan yang perlu dideteksi sangat kecil, sehingga biosensor ini memanfaatkan CRISPR-Cas9. Teknologi ini dikenal mampu mengenali urutan DNA secara spesifik dan dalam pengembangannya telah meraih Nobel Kimia pada tahun 2020. Kemampuan tersebut menjadi kunci untuk mengenali mutasi gen rpoB secara lebih presisi. Kemampuan CRISPR-Cas9 ini kemudian dipadukan dengan elektrode yang dimodifikasi menggunakan nanoceria.
Menariknya, nanoceria yang digunakan dapat disintesis melalui metode green synthesis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Modifikasi ini membuat biosensor semakin maksimal dalam mengenali serta mengikat gen rpoB yang bermutasi sebagai DNA target, sehingga interaksi antara molekul pengenal dan DNA target dapat diubah menjadi sinyal listrik yang terukur secara akurat.
Di bawah bimbingan dosen pendamping Irkham, S.Si., M.Sc., Ph.D., tim yang beranggotakan Sinta Lidia Pratama, Annisa Anggita Maulana, Alayya Fatihatul Hasanah, Anggitha Salsabila Hidayat, dan Andini Okto Maharani dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unpad berhasil mengembangkan teknologi biosensor dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi.
"Harapannya, penelitian ini dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada tahap penelitian saja, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi teknologi deteksi yang lebih praktis dan dapat menjangkau masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap deteksi dini TB resistan obat. Bagi kami, proses penelitian ini juga menjadi pengalaman berharga untuk belajar mengembangkan sebuah inovasi, mulai dari tahap awal hingga nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih luas," ujar Sinta.* (Rilis oleh: FMIPA Unpad/R02)
Sumber: https://fmipa.unpad.ac.id/mahasiswa-fmipa-unpad-kembangkan-biosensor-untuk-deteksi-dini-tuberkulosis-resistan-rifampisin-berbasis-crispr-cas9-memanfaatkan-ampas-teh/
The post Mahasiswa Unpad Kembangkan Inovasi untuk Deteksi Dini Tuberkulosis Resistan Rifampisin appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran kembali menghidupkan kembali tradisi lomba gerak jalan melalui Lomba Gerak Jalan Mahasiswa Baru 2026 sebagai bagian dari rangkaian Unpad Bergerak dalam Dies Natalis ke-69 Unpad. Kegiatan yang diikuti 17 tim dari sekolah dan fakultas di lingkungan Unpad tersebut digelar di halaman Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor, Sabtu (5/9).
Lomba gerak jalan ini menjadi momentum kembalinya salah satu tradisi sivitas akademika Unpad yang telah lama tidak diselenggarakan. Para mahasiswa baru angkatan 2026 turut menjadi bagian dalam menghidupkan kembali kegiatan yang pernah menjadi kenangan bagi para alumni Unpad.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. R. Widya S. Sumadinata, mengatakan bahwa lomba gerak jalan memiliki nilai historis bagi sivitas akademika Unpad. Penyelenggaraan kembali kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman baru sekaligus membangun kebersamaan di antara mahasiswa baru. Prof. Widya mengapresiasi seluruh mahasiswa baru yang berpartisipasi serta para pimpinan fakultas dan panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, semangat kebersamaan dan sportivitas menjadi hal utama yang perlu dijaga selama perlombaan.
“Hari ini kita kembali memulai tradisi yang sebelumnya sangat melegenda, yaitu lomba gerak jalan. Kegiatan ini menjadi kenangan bagi para alunmi yang pernah mengikutinya. Sekarang teman-teman mahasiswa baru menjadi bagian untuk mengembalikan tradisi tersebut. Jaga sportivitas, selamat berlomba, dan yang paling penting adalah enjoy kegiatan hari ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Unpad Bergerak Yoga Andriana menyampaikan bahwa kembalinya lomba gerak jalan pada 2026 menjadi momentum istimewa, serta berharap perlombaan dapat berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Unpad Bergerak yang diselenggarakan dalam menyambut Dies Natalis ke-69 Unpad. Rangkaian kegiatan tersebut akan berlanjut hingga acara puncak Dies Natalis Unpad pada 11 September 2026.
“Alhamdulillah 17 sekolah dan fakultas di Unpad menjadi peserta lomba gerak jalan ini. Setelah sekian lama akhirnya kegiatan ini kembali hadir pada 2026. Jadi, selamat kepada adik-adik mahasiswa baru yang menjadi bagian dari kembalinya tradisi ini,” ujar Yoga.
Berikut adalah tim yang memenangkan pertandingan Eksibisi Padel Unpad Bergerak:












(Foto-foto oleh: Dadan Triawan & Jalasenstari Saprala)
The post Semarak Unpad Bergerak, Mahasiswa Baru Ikuti Lomba Gerak Jalan 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Departemen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran menggelar lokakarya intensif dalam rangkaian Program Diaspora Berdampak Batch 1 oleh Kemendiktisaintek RI di Gedung Dekanat FISIP Unpad Jatinangor, Jumat, (28/8). Kegiatan ini berfokus pada penyusunan naskah proposal penelitian kolaboratif internasional serta penataan struktur kelembagaan Working Group Complex Systems and Adaptive Governance (AGCS).
Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Kepala Departemen Administrasi Publik FISIP Unpad, Prof. Ida Widianingsih, Ph.D., bersama visiting professor dari Flinders University, Australia, Prof. Indra Gunawan. Beberapa dosen dan peneliti yang hadir secara luring antara lain Adalah Prof. Caroline Paskarina dari Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif (CDPD), Dr. John Fresley dari Pusat Studi Administrasi dan Kebijakan Publik (AKP), Prof. Binahayati Rusyidi dari Pusat Riset Gender dan Anak, serta Prof. Heru Nurasa , Dr. Sintaningrum, Dr. Nina Karlina, dan Dr. Candradewini
Dalam pemaparannya, Prof. Ida menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Diaspora Berdampak Batch 1 ini dirancang untuk menciptakan ekosistem riset yang mandiri dan berkelanjutan di FISIP Unpad. Pembentukan Working Group AGCS bertindak sebagai ruang kerja bersama yang bersifat fleksibel memfasilitasi periset dalam mendiskusikan pemodelan system hingga penulisan proposal hibah.
Prof. Ida menegaskan bahwa keberadaan Working Group ini berfokus pada perburuan skema pendanaan eksternal dan internasional. Misi ini ditujukan untuk menggeser ketergantungan dari anggaran internal kampus menuju pendanaan global yang kompetitif, sehingga para peneliti dapat membentuk kelompok kajian kecil sesuai minat topik tanpa terhambat oleh tata prosedur administrasi yang kaku.
Sebagai langkah awal, tim periset sepakat menjadikan kompleksitas kebijakan dan isu pembangunan di Provinsi Jawa Barat sebagai lokus utama penelitian kolaboratif. Pemilihan lokus ini diposisikan sebagai strategi politik ilmiah agar produk pengetahuan yang dihasilkan memiliki daya guna dan dampak sosial langsung bagi perumusan kebijakan publik di daerah.
Prof. Caroline Paskarina dan tim mengidentifikasi empat pilar utama pembangunan daerah di Jawa Barat yang menjadi sasaran penyelarasan riset kolaboratif, yaitu penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), pertumbuhan ekonomi inklusif, tata kelola pemerintahan yang baik, ketahanan lingkungan hidup. Dalam hal ini Prof. Caroline menegaskan bahwa tim Unpad hadir untuk menyatukan berbagai dokumen riset sektoral yang selama ini berjalan secara terpisah ke dalam kerangka kerja Adaptive Governance and Complex Systems (AGCS) guna membantu pemerintah daerah memahami interaksi masalah secara lebih holistik.
Pada sesi metodologi, Prof. Indra Gunawan memaparkan keunggulan penerapan System Dynamics dalam membedah kompleksitas kebijakan publik. Penggunaan Causal Loop Diagram (CLD) pada tahap awal kualitatif sangat efektif untuk menganalisis akar masalah dan memetakan interaksi kausal antar-variabel.
Pendekatan pemodelan sistem ini dinilai sangat efektif untuk menjembatani kesenjangan kebijakan antara akademisi yang cenderung konseptual dengan praktisi birokrasi yang membutuhkan solusi teknis-aplikatif. Pemodelan sistem membantu birokrat melihat dampak jangka panjang dari sebuah keputusan kebijakan sebelum diterapkan secara luas.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan penyiapan bahan audiensi strategis bersama Bappeda dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat pada Kamis, 3 September 2026, serta peluncuran resmi Working Group AGCS pada Jumat, 4 September 2026 mendatang. Melalui kolaborasi internasional ini, FISIP Unpad berkomitmen untuk terus menghasilkan riset berkualitas bereputasi global yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.* (Rilis oleh: Rafliza Nabil Imansyah/R02)
The post FISIP Unpad Inisiasi Working Group AGCS Bersama Diaspora Flinders University appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim mahasiswa Universitas Padjadjaran mengembangkan riset untuk mengkaji penyebaran disinformasi dan hoaks terkait isu Palestina di media sosial, khususnya platform X. Melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), tim menggabungkan pendekatan Analisis Wacana Kritis (I/DHA) model Ruth Wodak dengan historiografi Ibnu Khaldun untuk mengidentifikasi pola pembentukan narasi palsu sekaligus memperkuat literasi digital masyarakat.
Tim PKM-RSH tersebut diketuai oleh Qurratu Ainy (Sastra Arab) dengan anggota Ghinaa Khania (Ilmu Sejarah), Salsabila Siti Muharram, Fathin Lutfi Nisrina, dan Nabila Ramadhina Zata. Penelitian ini berada di bawah pendampingan Dr. Fahmy Lukman, M.Hum.
Penelitian berangkat dari masifnya penyebaran disinformasi terkait Palestina di media sosial setelah peristiwa ṭūfān al-ʾAqṣā pada 7 Oktober 2023. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berpotensi memengaruhi opini publik, tetapi juga dapat mengaburkan pemahaman masyarakat terhadap fakta dan sejarah Palestina.
Dalam penelitian ini, tim memanfaatkan konsep historiografi Ibnu Khaldun, khususnya konsep ‘aṣabiyyah atau solidaritas kelompok, untuk membaca kecenderungan subjektivitas dalam produksi dan penyebaran informasi. Pendekatan tersebut dipadukan dengan Analisis Wacana Kritis untuk mengurai strategi diskursif yang digunakan dalam membentuk dan menyebarkan narasi tertentu.
Penelitian berfokus pada unggahan berbentuk teks di platform X dalam periode 7 Oktober 2023 hingga April 2026. Tim juga melibatkan sedikitnya 100 responden pengguna aktif X di Indonesia untuk mengukur tingkat kerentanan pengguna terhadap disinformasi yang beredar. Selain survei, tim melakukan wawancara dengan sejumlah pihak yang memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait isu Palestina, media, serta kebijakan komunikasi digital.
Menurut tim, integrasi perspektif sejarah dan analisis wacana diperlukan untuk membantu masyarakat tidak hanya melihat suatu informasi berdasarkan isi yang tampak di media sosial, tetapi juga memahami konteks, sumber, hubungan sebab-akibat, serta kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik suatu narasi.
Melalui penelitian tersebut, tim juga merancang luaran berupa modul infografis atau guideline yang berisi panduan praktis bagi pengguna media sosial untuk mengidentifikasi dan memverifikasi konten terkait Palestina sebelum menyebarkannya.
Selain laporan ilmiah dan artikel jurnal, penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan policy brief yang dapat menjadi rekomendasi bagi media massa dan jurnalis dalam melakukan komunikasi serta verifikasi fakta terkait isu-isu historis yang sensitif. Hasil edukasi publik dan perkembangan penelitian juga dibagikan melalui media sosial tim melalui akun Instagram @palsfacts_pkmrsh dan akun X @palsfacts_.
Melalui riset ini, tim berharap dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi, terutama terkait isu Palestina yang memiliki dimensi sejarah, politik, dan sosial yang kompleks. Panduan verifikasi yang dihasilkan diharapkan dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan memeriksa sumber dan konteks informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.* (Rilis oleh: Mohamad Rizal/R01)*
Sumber: https://fib.unpad.ac.id/melawan-disinformasi-palestina-di-x-mahasiswa-unpad-gabungkan-analisis-wacana-kritis-dan-historiografi-ibnu-khaldun/
The post Mahasiwa Unpad Deteksi Disinformasi Konten Melalui Analisis Wacana Kritis dan Historiografi Ibnu Khaldun appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran mengembangkan inovasi pembalut luka cerdas (smart wound dressing) berupa Smart Bilayer Hydrogel yang mampu mendeteksi infeksi secara visual sekaligus membantu penyembuhan ulkus diabetikum. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi alternatif dalam menekan risiko komplikasi dan amputasi pada penderita diabetes.
Tim PKM-RE tersebut diketuai oleh Muh. Bintang Putra Utama Ladwan dari Program Studi Kimia, dengan anggota Muhamad Rizqan Ilmika (Kimia), Amalina Zahra (Farmasi), Dinda Chintya Putri (Biologi), dan Nisrina Deyan Maharani (Biologi). Penelitian ini mendapat pendampingan dari Prof. Dr. Tati Herlina, M.Si.
Ide penelitian berangkat dari tingginya angka penderita diabetes melitus di Indonesia yang saat ini menempati peringkat kelima dunia. Salah satu komplikasi serius yang banyak dialami penderita diabetes adalah ulkus diabetikum, yaitu luka kronis yang rentan terinfeksi bakteri pembentuk biofilm. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim mengembangkan Smart Bilayer Hydrogel yang mengusung konsep zero-waste sekuensial dengan memanfaatkan limbah kulit buah naga merah (Selenicereus monacanthus) dan kubis merah (Brassica oleracea).
“Hidrogel ini memiliki struktur dua lapisan (bilayer). Lapisan atas memanfaatkan sifat halokromik antosianin kubis merah yang sensitif terhadap perubahan pH luka sebagai indikator visual adanya infeksi bakteri. Sementara itu, lapisan bawah berfungsi sebagai agen terapi antimikroba,” ujar Bintang.
Keunggulan utama inovasi ini terletak pada mekanisme pH-triggered burst release. Saat luka mengalami infeksi, lingkungan luka menjadi lebih basa sehingga memicu hidrogel mengembang (swelling) dan melepaskan betasianin secara cepat untuk menghancurkan biofilm bakteri penyebab infeksi. Untuk memastikan efektivitasnya, tim melakukan pengujian secara komprehensif mulai dari karakterisasi material menggunakan Fourier-Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), dan X-Ray Diffraction (XRD), hingga pengujian in silico, in vitro, dan ex vivo.
“Semoga riset ini tidak berhenti di meja laboratorium saja, melainkan dapat menjadi langkah awal lahirnya produk pembalut luka cerdas asli karya anak bangsa yang mampu meminimalkan komplikasi amputasi dan meningkatkan kualitas hidup jutaan penyandang diabetes di Indonesia,” pungkas Bintang.* (Rilis oleh: Humas FMIPA dan M. Rizqan Ilmika/R01)
Sumber: https://fmipa.unpad.ac.id/tim-pkm-re-fmipa-unpad-kembangkan-smart-bilayer-hydrogel-untuk-penyembuhan-luka-diabetik/
The post Tim PKM-RE FMIPA Unpad Ciptakan Pembalut Luka Cerdas untuk Penderita Diabetes appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Padjadjaran memperingati Dies Natalis ke-67 dengan mengusung tema SHINE: Science, Health, Innovation, Nature, and Engagement serta slogan “Shining Together for Better Smiles and a Greener Tomorrow”. Peringatan yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Selasa (1/9), menjadi momentum bagi FKG Unpad untuk merefleksikan perjalanan institusi sekaligus meneguhkan komitmen dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Tujuan kita beruniversitas adalah bagaimana keilmuan kita dapat sesegera mungkin dapat dirasakan manfaatnya. Bagaimana kita kembali kepada nature, dan mengembangkan seluas-luasnya ilmu pengetahuan untuk kembali ke masyarakat. Ini juga sepakat dengan apa yang FKG Unpad lakukan untuk mengusung Smart and Green Dentistry,” jelas Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam sambutannya.
FKG Unpad juga memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih dalam beberapa tahun terakhir. Secara global, reputasi akademik FKG Unpad terus meningkat menjadi posisi 218 pada tahun 2026. Dari aspek mutu akademik, sebelas dari dua belas program studi di lingkungan FKG Unpad telah memperoleh akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Sementara itu, sepanjang 2023 hingga 2025, mahasiswa FKG Unpad mencatatkan 250 prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Di bidang riset, FKG Unpad menghasilkan lebih dari 1.300 publikasi terindeks Scopus dengan lebih dari 7.200 sitasi selama periode 2023 hingga pertengahan 2026. Berbagai inovasi juga terus dikembangkan, mulai dari produk kesehatan jaringan keras dan lunak rongga mulut, sistem deteksi dini kanker mulut, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan.
Penguatan kolaborasi internasional turut menjadi bagian penting dalam pengembangan fakultas. Saat ini FKG Unpad menjalin kerja sama dengan 18 institusi mitra internasional di Asia, Eropa, Australia, dan Amerika Utara yang mencakup penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum, hingga publikasi ilmiah.
Dalam lima tahun terakhir, FKG Unpad secara konsisten mengembangkan konsep Smart and Green Dentistry sebagai identitas dan arah strategis fakultas. Dimulai dari penguatan budaya kampus hijau dan keberlanjutan lingkungan pada 2021-2022, konsep tersebut kemudian berkembang melalui penguatan riset dan inovasi, transformasi digital melalui Smart Campus, implementasi program Green Campus, hingga pengembangan Sustainable Campus pada 2026.
“Dengan fondasi yang kuat, budaya inovasi yang terus berkembang, semangat Smart and Green Dentistry, serta dukungan dari seluruh sivitas akademika dan mitra, FKG Unpad optimis dapat terus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pendidikan, penelitian, pelayanan kesehatan, dan masyarakat,” kata Dekan FKG Unpad, Prof. Dudi Aripin
Pada peringatan Dies Natalis tahun ini, FKG Unpad juga meluncurkan buku sejarah Pusat Studi Kedokteran Gigi Militer yang mendokumentasikan perjalanan dan kontribusi bidang kedokteran gigi militer di Indonesia. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama strategis antara FKG Unpad, Kementerian Pertahanan, dan Tentara Nasional Indonesia dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia serta ketahanan kesehatan nasional.
Selain kegiatan ilmiah berupa scientific oration, talkshow, dan peluncuran buku, rangkaian Dies Natalis ke-67 FKG Unpad juga diisi dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemeriksaan dan perawatan gigi sederhana bagi 100 siswa SD Mengger Bandung.
“Enam puluh tujuh tahun merupakan sebuah perjalanan panjang dalam membentuk fondasi yang kokoh bagi FKG Unpad untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, ilmu pengetahuan, serta kesehatan masyarakat,” ujar Dr. Ame Suciati Setiawan selaku Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-67 FKG Unpad.* (Rilis oleh: FKG Unpad/R01)
Sumber: https://fkg.unpad.ac.id/dies-natalis-ke-67-fkg-unpad-usung-semangat-positif-melalui-sains-kesehatan-inovasi-peduli-lingkungan-dan-keterlibatan-masyarakat/





The post Dies Natalis ke-67 FKG Unpad Usung Semangat Kedokteran Gigi Berkelanjutan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Direktorat Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan CIMB Niaga menyelenggarakan “Kejar Mimpi Fest 2026 Goes to Campus” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Jumat (4/9. Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Wirausaha Muda Padjadjaran (WMP) 2026 Batch 2 ini menghadirkan praktisi dari dunia usaha dan industri untuk berbagi pengalaman serta wawasan kewirausahaan kepada mahasiswa, sekaligus memperkuat kompetensi, kesiapan karier, dan kemampuan membangun usaha sejak di bangku kuliah.
“Kami tidak hanya memberikan perkuliahan yang sifatnya konvensional, tetapi juga melibatkan dosen praktisi dari dunia usaha dan industri untuk memberikan insight kepada bagaimana cara berusaha yang baik dan benar dan bisa diterima di masyarakat,” ujar Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., dalam sambutannya.
Saat ini, Program WMP Unpad diikuti sekitar 350 mahasiswa dari berbagai program studi. Melalui program tersebut, mahasiswa didorong untuk mewujudkan berbagai ide dan cita-cita kewirausahaan, sekaligus mempersiapkan diri menjadi individu yang mandiri secara finansial sejak berstatus sebagai mahasiswa.
“Hari ini teman-teman sudah memutuskan untuk memulai bersama kami (Unpad) di WMP. Yang penting bukan nominal rupiahnya, tetapi bagaimana teman-teman memiliki soft skill yang diperoleh melalui kegiatan ini,” jelas Inu.
Sementara Erna Kartina, Branch Area Head Jawa Barat 3 CIMB Niaga, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda untuk berani memiliki mimpi sekaligus mengambil langkah untuk mewujudkannya. Menurutnya, proses pembentukan generasi muda tidak hanya melalui pendidikan akademik, tetapi juga pembangunan mental dan penanaman nilai-nilai yang diperoleh di lingkungan kampus.
“Let’s learn, connect, and take one step closer to making our dreams happen,” ajak Erna yang juga merupakan lulusan Unpad.
Kegiatan ini menghadirkan sesi talkshow Kejar Mimpi Talks dengan tema “Start Up, Start Now: Turning Ideas into Action” dan “Smart Stock Investing”, yang menghadirkan Theo Derick (Entrepreneur, Creator, dan Author) serta Trisna L. M. Siahaan (Head of Retail Transaction & Community Business Development CIMB Niaga). Selain itu, kegiatan juga diisi dengan Kejar Mimpi Career Hunt & Scholarship bersama Human Resources (HR) CIMB Niaga. Hadir pula dalam kegiatan ini Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unpad Dr. In-In Hanidah serta jajaran CIMB Niaga.* (R01)






The post Unpad dan CIMB Niaga Dorong Mahasiswa Wujudkan Mimpi Lewat Kejar Mimpi Fest 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.