DIREKTORAT PERENCANAAN, SISTEM INFORMASI DAN TRANSFORMASI DIGITAL

SIAT AKADEMIK

SIAT KEMAHASISWAAN

SIAT KEPEGAWAIAN

SIAT E-OFFICE

SIAT PERENCANAAN

SIAT KKI-D

SIAT KKI-T

ERP by ORACLE

PORTAL STAFF UNPAD

PORTAL STUDENT UNPAD

PENGUMUMAN

Jadwal Penginputan Rencana Anggaran dan Rincian item barang dan jasa Tahun 2024

FENDRIA YUDHA [ 13-11-2023 12:48 ]

Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.


Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:

Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan

  • Jadwal Pengumpulan Dokumen RKAT 2024 Unit yang disahkan oleh pimpinan unit :
    Tanggal 13 Desember 2023 - 5 Januari 2024
    Format RKAT
    1. Pendahuluan
  • 1.1. Umum (Deskripsi umum unit, tantangan dan peluang, gambaran umum strategi pencapaian kinerja untuk mencapai IKU Renstra dan DIKTI, gambaran umum Proker tahun 2024)
  • 1.2. Rencana Strategis Unit Sebagai turunan dari rencana Strategis universitas, Indikator Kinerja dan target kinerja tahun 2020 - 2024 sebagai turunan IKU renstra dan IKU kemdikbud unit tahun 2020 - 2024)
  • 1.2. Pohon Kinerja
    2. Kinerja Tahun 2023 dan Rencana Kinerja Tahun 2024
    2.1. Capaian Kinerja tahun 2023 dan Rencana kinerja tahun 2024
    2.2. Rencana Program dan Kegiatan tahun 2024 (menguraikan Program kegiatan dan nilai pada tahun 2024- tabel dan deskripsi(hirarki prog dan kegiatan mengacu pada kelompok program dan kegiatan disiat perencanaan)
    2.3. Sumber Pembiayaan (menguraikan sumber penerimaan dan nilai penerimaan pada tahun 2024- tabel dan deskripsi)
  • 3. Penutup
  • 4. lampiran
    1. tabel Detail Rencana Program dan Kegiatan 2024
  • 2. Table Detail Rencana Penerimaan 2024
    3. Pohon Kinerja

Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:

Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)

Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.

Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

BERITA UNPAD

Kegiatan Level Up Mempersiapkan Calon Wisudawan Melangkah ke Dunia Kerja

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran kembali menggelar program pembekalan karier bertajuk “Level Up: Siap Melangkah ke Dunia Kerja” sebagai upaya mempersiapkan calon wisudawan menghadapi transisi dari dunia akademik ke dunia profesional. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid pada 27-30 April 2026 dan menjadi agenda rutin menjelang pelaksanaan wisuda.

Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unpad, Dr. In-In Hanidah, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada para calon wisudawan Unpad mengenai berbagai aspek yang dibutuhkan saat memasuki dunia kerja, mulai dari penyusunan CV, simulasi wawancara, hingga pemahaman dinamika industri melalui perspektif para praktisi.

Level Up ini tujuannya mempersiapkan para calon wisudawan sebelum menghadapi dunia kerja. Makanya tema-tema yang dimunculkan adalah tema yang dibutuhkan lulusan sebelum memasuki dunia kerja,” ujar In-In Hanidah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan kolaborasi dengan sembilan perusahaan yang berpartisipasi sebagai narasumber dan mitra. Para praktisi yang dihadirkan dipilih berdasarkan keahlian dan relevansi dengan kebutuhan industri saat ini. Pada kesempatan ini peserta mendapatkan pembekalan dari Kementerian Ketenagakerjaan terkait program Magang Hub sebagai salah satu solusi dalam menjembatani lulusan dengan dunia kerja.

“Tidak bisa kita pungkiri bahwa tidak semua lulusan bisa langsung terserap di dunia kerja. Melalui program Magang Hub, ini bisa menjadi salah satu solusi karena beberapa lulusan dapat langsung diserap melalui skema tersebut,” ungkapnya.

Materi dilanjutkan oleh para praktisi industri yang membahas keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti Pengembangan Diri dan Self Awareness yang disampaikan oleh tim CNGR Indonesia, Effective Communication, Thinking Skills & Problem Solving, Adaptability & Resilience yang disampaikan tim RevoU, Pentingnya Etika dan Sikap Profesional dalam Membangun Karier oleh Santika Hotel & Resort, Personal Branding & Tips Sukses Interview yang disampaikan oleh tik Life at FMCG, Tips Membangun Jaringan Melalui LinkedIn yang disampaikan tim PT HM Sampoerna, serta Tips Penulisan CV ATS oleh SeeMeSol.

Kehadiran berbagai perusahaan dalam kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa bahwa peluang kerja tidak terbatas pada satu bidang studi tertentu. Tidak hanya itu, melalui program ini juga diharapkan mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih matang sebelum memasuki dunia kerja, baik dari sisi keterampilan maupun pemahaman terhadap kebutuhan industri.

“Harapannya mahasiswa tidak lagi mengirim CV secara polos, tetapi sudah memiliki bekal dan pemahaman. Mereka juga punya gambaran dunia kerja serta mengetahui bagaimana menyesuaikan diri dengan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.* (R02)

The post Kegiatan Level Up Mempersiapkan Calon Wisudawan Melangkah ke Dunia Kerja appeared first on Universitas Padjadjaran.

Pendaftaran Batch 2 Ditutup 7 Mei 2026, IUP Unpad Tawarkan Pendidikan dan Pengalaman Berstandar Internasional

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran membuka International Undergraduate Program (IUP) Batch 2 dengan masa pendaftaran berlangsung pada 1 April hingga 7 Mei 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan dengan standar internasional serta memperoleh pengalaman global selama masa studi.

“Jenis program studi yang kami tawarkan sangat spesifik, mulai dari bidang sosial humaniora hingga sains dan teknologi, dengan beragam pola kerja sama bersama mitra kami di luar negeri,” ujar Kepala Kantor Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Unpad, Prof. Ir. Anas, M.Sc., Ph.D.

Prof. Anas menjelaskan bahwa bentuk kerja sama tersebut meliputi program double degree, pertukaran pelajar, seminar internasional, kuliah bersama, hingga summer course yang dirancang untuk memperluas wawasan global mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa IUP tidak diwajibkan mengikuti program double degree atau exchange secara khusus. Namun, mereka diharuskan memiliki pengalaman internasional (international exposure) dalam berbagai bentuk selama masa perkuliahan.

Sementara Dari sisi prospek, lulusan IUP Unpad dinilai memiliki kesiapan lebih dalam menghadapi persaingan global berkat pengalaman internasional yang dimiliki. Hal ini terbukti dari banyaknya alumni yang telah berkarier di berbagai program maupun perusahaan multinasional.

“Meskipun banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan seseorang dalam dunia kerja, paling tidak mereka yang memiliki international experience lebih siap dalam bersaing di dunia global,” jelas Prof. Anas.

Sebagai bentuk dukungan, Unpad menyediakan berbagai peluang beasiswa yang dapat diakses mahasiswa, baik dari pemerintah maupun hasil kerja sama langsung antara fakultas dengan mitra luar negeri. Dukungan ini juga mencakup program pertukaran pelajar (student exchange) sebagai bagian dari pengalaman internasional mahasiswa.

Sebagai syarat mengikuti seleksi IUP, calon peserta perlu menyiapkan dokumen berupa rapor serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diakui oleh Unpad. Prof. Anas juga menyampaikan bahwa kuota tetap sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan informasi terkait persyaratan, jadwal, dan mekanisme seleksi dapat diakses melalui laman resmi SMUP yaitu https://smup.unpad.ac.id/seleksi-kelas-international/

“Ayo segera daftarkan diri ke kelas internasional Unpad. Wujudkan mimpi dan masa depan bersama,” ajak Prof. Anas.

Pendaftaran program ini dapat dilakukan melalui laman resmi https://admission.unpad.ac.id. Sementara itu, hasil seleksi IUP Batch 2 dijadwalkan akan diumumkan pada 14 Mei 2026 pukul 15.00 WIB.* (R01)

The post Pendaftaran Batch 2 Ditutup 7 Mei 2026, IUP Unpad Tawarkan Pendidikan dan Pengalaman Berstandar Internasional appeared first on Universitas Padjadjaran.

FTIP Unpad Dampingi SMAN 18 Bandung Kelola Sisa MBG Jadi Kompos dan Ruang Belajar Green Jobs

[Kanal Media Unpad] Di SMAN 18 Bandung, sisa nasi, sayur, buah, yang antara lain berasal dari sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta sampah kantin tidak lagi hanya dipandang sebagai limbah harian. Sebagian mulai ditimbang, dicatat, dipilah, lalu diolah menjadi kompos. Dari proses sederhana itu, sekolah mulai membangun ruang belajar baru tentang lingkungan, ekonomi sirkular, dan green jobs.

Perubahan ini berjalan melalui pendampingan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad). Dengan pendekatan teknologi pengolahan sampah organik, FTIP Unpad mendampingi sekolah membaca persoalan sampah bukan sebagai beban kebersihan semata, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dikelola, dihitung, dan dikembangkan menjadi pembelajaran bernilai.

Pada Selasa, 28 April 2026, FTIP Unpad yang diwakili oleh Dekan Dr. Gemilang Lara Utama, S.Pt., M.I.L., hadir dalam evaluasi keberlanjutan program pengelolaan sampah di SMAN 18 Bandung. Kegiatan ini diikuti kepala sekolah, guru, waste management team, dan perwakilan OSIS. Pihak sekolah memaparkan perkembangan program melalui Allia Labaiky, sementara FTIP Unpad memberikan masukan teknis, evaluatif, dan arahan pengembangan jangka panjang.

Pengelolaan Sampah jadi Kompos
Pendampingan ini tidak dimulai dari ruang rapat. Sejak awal 2026, FTIP Unpad telah terlibat dalam identifikasi masalah, survei lokasi, sosialisasi pemilahan sampah, modifikasi kontainer menjadi komposter portabel, pelatihan bioaktivator, hingga penyusunan arah keberlanjutan program. Inisiatif ini berawal dari Kepala SMAN 18 Bandung, Dani Wardani, M.M.Pd., yang mendorong pembentukan divisi lingkungan hidup di tubuh OSIS, lalu diperkuat melalui pembimbingan akademik dari FTIP Unpad.

Data awal menunjukkan mengapa pendampingan berbasis keilmuan diperlukan. Dalam periode pengamatan 6–16 April 2026, dashboard monitoring mencatat total timbulan sampah SMAN 18 Bandung sebesar 232,6 kilogram. Dari jumlah tersebut, 221,1 kilogram atau sekitar 95,1 persen merupakan sampah organik. Dengan kata lain, tantangan utama sekolah bukan hanya botol plastik dan kemasan, melainkan sisa makanan dan bahan organik yang masuk ke sistem sekolah setiap hari.

Di titik inilah keahlian FTIP Unpad menjadi relevan. Sampah organik tidak cukup hanya dikumpulkan. Jika terlalu basah, kekurangan oksigen, atau tidak dicampur bahan kering, proses pembusukan dapat berubah menjadi anaerob, menimbulkan bau, menghasilkan lindi, dan memunculkan larva. Karena itu, FTIP Unpad mendorong perbaikan proses melalui komposting aerob, penggunaan bioaktivator, serta pengaturan keseimbangan antara bahan basah dan bahan kering.

Sustainable Development Goals (SDGs)
Bagi siswa, proses ini menjadi laboratorium hidup. Mereka tidak hanya menerima materi lingkungan di kelas, tetapi langsung belajar memilah sampah, menimbang, mencatat data, membaca tren timbulan sampah, memahami mengapa komposter bisa panas, dan mengenali bau yang menandakan proses belum seimbang. Dari sini, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas hadir dalam bentuk yang konkret: pendidikan yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, data, dan tindakan nyata.

Pendampingan ini juga mencerminkan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sekolah menyediakan masalah nyata dan ruang praktik, siswa menjadi pelaku utama, guru mengawal proses harian, sedangkan FTIP Unpad membantu memperbaiki teknologi, membaca data, menyusun SOP, dan merancang arah keberlanjutan. Dalam evaluasi, FTIP Unpad turut mendorong penyusunan PKS agar program memiliki fondasi kelembagaan yang lebih kuat, termasuk regenerasi siswa dan penguatan peran sekolah.

Hasil awal program mulai terlihat. SMAN 18 Bandung mencatat panen kompos pertama pada 24 Maret 2026 dengan hasil sekitar 150 kilogram. Sebagian kompos dijual, sementara sisanya digunakan kembali untuk pembuatan bioaktivator dan layering pada siklus berikutnya. Dalam paparan evaluasi, sekolah juga mencatat penjualan 54 kilogram kompos senilai Rp 702.000 serta penjualan 32 kilogram sampah dan botol plastik senilai Rp 32.000.

Meski nilainya belum besar, pengalaman ini penting bagi pembelajaran SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan. Kontribusinya bukan dalam bentuk pengentasan kemiskinan langsung, melainkan penguatan keterampilan produktif. Siswa belajar bahwa limbah dapat memiliki nilai ekonomi, bahwa omzet berbeda dari keuntungan, dan bahwa produk lingkungan membutuhkan perhitungan biaya, mutu, kemasan, serta pasar.

Program ini juga berkaitan dengan SDG 15 tentang Life on Land. Komposting membantu mengembalikan bahan organik ke tanah dalam bentuk kompos yang dapat digunakan untuk penghijauan sekolah atau media tanam. Melalui proses ini, siswa memahami hubungan antara sampah, tanah, tanaman, dan ekosistem daratan. Sampah yang sebelumnya menjadi beban dapat berubah menjadi input ekologis yang mendukung kesuburan tanah.

Sementara itu, pemilahan botol plastik, pengurangan sampah yang masuk ke saluran air, dan rencana penanganan air lindi berkaitan dengan SDG 14 tentang Life Below Water. Meski kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah di daratan, sampah dan lindi yang tidak dikelola dapat mengalir ke drainase, sungai, dan akhirnya memengaruhi ekosistem perairan. Karena itu, pengelolaan sampah sejak sumbernya menjadi bagian dari pendidikan tanggung jawab ekologis.

Dalam diskusi evaluasi, sejumlah agenda lanjutan juga mengemuka. Analisis laboratorium kompos perlu dilakukan dua hingga tiga kali untuk memastikan mutu berdasarkan SOP bahan masuk dan kompos yang dihasilkan. Air lindi perlu ditangani, misalnya melalui pengembangan pupuk organik cair. Sampah nasi, buah, sayur, dan hewani juga perlu dipilah karena masing-masing membutuhkan perlakuan berbeda.

Tantangan berikutnya bukan hanya teknis, tetapi juga kelembagaan. Program lingkungan sekolah sering melemah ketika pengurus OSIS berganti atau guru pendamping mengalami rotasi. Karena itu, regenerasi, SOP sederhana, pembagian peran, serta pengakuan kompetensi siswa menjadi penting agar program tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Dari SMAN 18 Bandung, FTIP Unpad menunjukkan bahwa pendampingan perguruan tinggi kepada sekolah tidak harus berupa materi satu arah. Kampus dapat hadir sebagai mitra belajar: membantu sekolah membaca masalah, memperbaiki proses, mengolah data, dan menghubungkan praktik lapangan dengan kompetensi masa depan.

Selama aktivitas sekolah terus menghasilkan sampah, ruang belajar ini perlu terus berjalan. Dengan pendampingan yang konsisten, sampah organik dapat bergerak dalam siklus baru: dari sisa makanan menjadi kompos, dari kompos menjadi produk, dan dari proses itu lahir pengalaman nyata bagi siswa untuk mengenal green jobs. Sistem ekonomi sirkular dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana di sekolah, seperti memilah sisa makanan, mengolahnya dengan benar, dan menjadikannya pembelajaran bernilai bagi lingkungan serta masa depan siswa.* (Rilis oleh: Dani Wahdani/FTIP)

Sumber: https://ftip.unpad.ac.id/ftip-unpad-dampingi-sman-18-bandung-kelola-sisa-mbg-menjadi-kompos-dan-ruang-belajar-green-jobs/

The post FTIP Unpad Dampingi SMAN 18 Bandung Kelola Sisa MBG Jadi Kompos dan Ruang Belajar Green Jobs appeared first on Universitas Padjadjaran.

Gelar Seleksi Internal, Unpad Jaring Mahasiswa Terbaik di Ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026

[Kanal Media Unpad] Direktorat Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran bersama Departemen Seni, Budaya, dan Olahraga Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad menyelenggarakan Seleksi Internal Menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 dengan tema “Ekspresi Kreatif Mahasiswa, Menginspirasi Karya Unik, Mengukir Prestasi”. Diikuti oleh 175 mahasiswa dari 13 fakultas dan 1 sekolah, kegiatan ini dilaksanakan pada 28-29 April 2026 di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad, Bale Santika, serta Auditorium Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Unpad bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik. Pendidikan di Unpad tidak semata tentang ujian atau seminar, melainkan juga bagaimana mendampingi serta menyeleksi mahasiswa yang memiliki bakat untuk terus berkembang,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan pada hari pertama pembukaan kegiatan yang bertempat di Aula PSBJ FIB Unpad.

Prof. Zahrotur menyampaikan bahwa Unpad tidak hanya berfokus mendampingi mahasiswa dalam meraih prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang serta dukungan bagi pencapaian di bidang non-akademik. Melalui pendampingan tersebut, khususnya dalam aspek praktik, mahasiswa dapat mengembangkan berbagai soft skill yang akan sangat dibutuhkan di masa depan.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Internal Unpad Peksiminas 2026, Drs. Taufik Ampera, M.Hum., menjelaskan bahwa jumlah peserta pada tahun ini meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan seleksi internal dua tahun sebelumnya. Ia juga menyebutkan bahwa cabang lomba yang dipertandingkan mencakup 15 bidang seni dalam berbagai tangkai lomba.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring mahasiswa terbaik yang akan mewakili Unpad dalam ajang Peksiminas, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” papar Drs. Taufik.

Pada hari kedua, dilaksanakan kegiatan Penutupan dan Kejuaraan Seleksi Internal Peksiminas 2026 yang berlokasi di Aula PSBJ FIB Unpad. Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas, Minat dan Bakat Mahasiswa Unpad, Dr. Gema Wibawa Mukti, S.P., M.P., menyampaikan bahwa melalui seleksi ini pihaknya berupaya menjaring calon-calon terbaik untuk mewakili Unpad. Dr. Gema juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi, karena keberanian untuk ikut serta sudah menunjukkan bahwa mereka merupakan individu yang hebat.

“Mudah-mudahan yang terpilih nanti adalah yang terbaik. Bagi yang belum terpilih, saya yakin bahwa kalian juga merupakan yang terbaik, karena masa depan tidak ditentukan oleh lolos atau tidaknya seleksi, melainkan oleh kemauan untuk terus berkembang,” kata Dr. Gema.

Dalam seleksi ini, setiap tangkai lomba menetapkan hingga tiga pemenang. Namun, hanya juara pertama yang akan mewakili Unpad pada ajang selanjutnya, sekaligus mendapatkan pelatihan dan bimbingan lanjutan sebagai bentuk persiapan menuju kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Peksiminas merupakan puncak kegiatan kemahasiswaan di bidang pengembangan bakat dan minat mahasiswa dalam bidang seni. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) ini memberikan wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan praktis mahasiswa dalam bidang seni, baik seni suara, seni pertunjukan, seni sastra, maupun seni rupa.

Berikut merupakan daftar pemenang dari masing-masing tangkai lomba, sekaligus tim yang akan mewakili Unpad.

Tangkai 1: Menyanyi Seriosa Kategori Putra
Juara 1 Fajri Fathurrahman
Juara 2 Muhammad Zaka S.
Juara 3 Alfonsus Brema S.

Tangkai 1: Menyanyi Seriosa Kategori Putri
Juara 1 Khairunnisa Azhar
Juara 2 Nayla Ananda P.
Juara 3 Olivia Gabriela G.

Tangkai 2: Baca Puisi
Juara 1 Maria Olvalita K.
Juara 2 Nasyabila Exally
Juara 3 Muhammad Zaenul

Tangkai 3: Monolog
Juara 1 Darin Nazhifa S.
Juara 2 Qanitah Qensunava
Juara 3 Shafa Namira H.

Tangkai 4: Menyanyi Pop Putra
Juara 1 Didu Prianggono
Juara 2 Muhammad Abyansyah
Juara 3 Dikri Al Fahmi

Tangkai 4: Menyanyi Pop Putri
Juara 1 Nisrina Arija
Juara 2 Grita Futi H
Juara 3 Azahwa Ezarmei

Tangkai 5: Fotografi
Juara 1 Fadel Muhammad
Juara 2 Muhammad El Nino
Juara 3 Liviana Osya A

Tangkai 6: Penulisan Cerpen
Juara 1 Eica Shifa Ayu
Juara 2 Ananda Salma N
Juara 3 Elvina Sarah N

Tangkai 7: Penulisan Puisi
Juara 1 Axelly Tanaya
Juara 2 Dilla Nurlatifah
Juara 3 Nasywa Alifah

Tangkai 8: Design Media Kampanye Sosial
Juara 1 Aqila Syafiqa P
Juara 2 Khansa Azizah R
Juara 3 Aulia Putri

Tangkai 9: Lukis
Juara 1 Brigitta Jevonaresa
Juara 2 Shiva Nurghaida
Juara 3 Rahnamaya Keiko

Tangkai 10: Komik Strip
Juara 1 Luna Aurelia P.S
Juara 2 Keila Arzanty P.
Juara 3 Ratu Sheema J.N

Tangkai 11: Vocal Group
Juara 1 Fakultas Keperawatan
Juara 2 FIB (Sastra Inggris)

Tangkai 12: Tari
Juara 1 Fakultas Keperawatan
Juara 2 FIB (Sastra Sunda)
Juara 3 Lises

Tangkai 13: Menyanyi Dangdut Putra
Juara 1 Dikri Al Fahmi
Juara 2 Triandika P
Juara 3 Fiyandika Dwi S.

Tangkai 13: Menyanyi Dangdut Putri
Juara 1 Kinanti Swastika
Juara 2 Nisrina Salsabila

Tangkai 14: Menyanyi Keroncong Putra
Juara 1 Romy Sandria

Tangkai 14: Menyanyi Keroncong Putri
Juara 1 Nayla Anada Putri
Juara 2 Steffi Korin
Juara 3 Khairunnisa Azhaar

Tangkai 15: Penulisan Lakon
Juara 1 Nazwa Jasmine

(R01)

The post Gelar Seleksi Internal, Unpad Jaring Mahasiswa Terbaik di Ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

Akselerasi Inovasi Pendidikan Berstandar Nasional, Unpad Siapkan 200 Asesor Rekognisi Pembelajaran Lampau

[Kanal Media Unpad] Sebagai langkah transformatif dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif dan inklusif, Universitas Padjadjaran (Unpad) secara progresif mengimplementasikan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Langkah inovatif ini merupakan inisiasi dari Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP) di bawah Direktorat Akademik Unpad guna menjamin kualitas pengakuan kompetensi profesional ke dalam ranah akademik, tanpa mereduksi standar mutu yang unggul. 

Langkah inovasi ini diawali dengan penyelenggaraan "Workshop Penyusunan Panduan Rekognisi Pembelajaran Lampau" pada Kamis 9 April 2026 yang bertempat di Bale Rucita, Kampus Jatinangor. Kegiatan pembuka ini secara khusus melibatkan para Ketua Program Studi Magister di lingkungan Unpad beserta delegasi dari masing-masing prodi, yang difokuskan untuk menjadi tim perumus panduan.

Tampil sebagai narasumber utama pada workshop tersebut adalah Dina Sartika, S.E., M.Si., Ph.D., yang juga mengemban amanah sebagai Person in Charge (PIC) RPL Unpad. Dalam arahannya, beliau memandu langsung para delegasi prodi untuk menyusun draf awal pedoman teknis dan tata cara pengakuan capaian pembelajaran masa lalu agar adaptif dan sesuai dengan karakteristik keilmuan tiap program studi.

Guna memastikan implementasi dari panduan tersebut dapat berjalan optimal, Unpad kemudian melanjutkan rangkaian agenda dengan menggelar "Pelatihan Asesor Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)" pada Rabu 29 April 2026. Berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Bandung, pelatihan tahap kedua ini mendapat antusiasme yang luar biasa dengan dihadiri oleh 200 peserta calon asesor. Ratusan peserta tersebut merupakan Ketua Program Studi dan dosen-dosen terpilih dari berbagai program studi Magister dan Sekolah Vokasi di lingkungan Unpad.  

Untuk membekali para calon asesor dengan standar evaluasi yang presisi, Unpad secara khusus menghadirkan pakar kebijakan pendidikan nasional, Hudiyo Firmanto, Ph.D., sebagai narasumber. Akademisi dari Program Studi Teknik Mesin dan Manufaktur Universitas Surabaya (Ubaya) ini memiliki rekam jejak yang sangat otoritatif di level kementerian. Saat ini, beliau aktif menjabat sebagai Anggota Tim Kelompok Kerja (Pokja) RPL pada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Direktur Akademik Unpad, Prof. Dr. apt. Aliya Nur Hasanah M.Si., menaruh harapan besar pada terselenggaranya kedua kegiatan ini sebagai tonggak penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran di Unpad. Melalui perpaduan panduan internal yang solid hasil rumusan bersama Tim RPL dan kesiapan para asesor yang dilatih langsung oleh pakar kementerian, Universitas Padjadjaran optimis dapat segera mengimplementasikan program penerimaan mahasiswa jalur RPL yang kredibel, akuntabel, dan menjunjung tinggi mutu akademik.* (Rilis oleh: PIPP Unpad)

The post Akselerasi Inovasi Pendidikan Berstandar Nasional, Unpad Siapkan 200 Asesor Rekognisi Pembelajaran Lampau appeared first on Universitas Padjadjaran.

Kolaborasi Unpad–UMS Perkuat Inovasi Akuaponik Berbasis Probiotik untuk Ketahanan Pangan dan SDGs

[Kanal Media Unpad] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran, bekerja sama dengan Universiti Malaysia Sabah (UMS) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan International Community Engagement & Symposium dalam program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional (EQUITY), sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi global sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kegiatan simposium internasional yang digelar di Jatinangor pada Selasa, 21 April 2026, menjadi pembuka resmi program EQUITY. Acara ini secara resmi dibuka oleh Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Padjadjaran, Prof. dr. Nur Atik, M.Kes., Ph.D., yang menegaskan pentingnya sinergi lintas negara dalam mendorong inovasi berbasis riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini disambut oleh Dekan FPIK Universitas Padjadjaran, Dr. Sunarto, serta dihadiri oleh Kepala Unit Urusan Internasional FPIK, Fittrie Meyllianawaty, S.Pi., MIL, M.Sc., Ph.D., bersama sivitas akademika, delegasi internasional, serta partisipan daring dan luring. Program ini juga melibatkan 2 dosen dari UMS  Dr. Mohammad Asrol bin Kalam  dan Dr M. Mijanur Rahman (daring) serta 5 mahasiswa internasional asal UMS, yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan akademik dan pengabdian.

Mengusung tema “Probiotic Technology Innovation in Agrocomplex-Based RAS-Aquaponic Systems to Support Food Security and Resource Sustainability”, simposium menghadirkan empat narasumber dari Indonesia dan Malaysia. Diskusi ilmiah mencakup inovasi teknologi probiotik dalam sistem Recirculating Aquaculture System (RAS), pengembangan pakan alternatif berkelanjutan, hingga pemanfaatan komoditas lokal untuk mendukung ketahanan pangan.

Simposium ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga berperan sebagai penguatan jejaring internasional yang secara langsung berkontribusi pada pencapaian SDGs 2 (Zero Hunger), SDGs 12 (Responsible Consumption and Production), SDGs 13 (Climate Action), SDGs 14 (Life Below Water), dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals).

Sebagai tindak lanjut nyata dari kegiatan akademik tersebut, program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026, di Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang yang diketuai oleh Dr. Yuniar Mulyani, SP. M.Si. bersama anggota Lizah Khairani, S.Pt., M.T., M.Agr. dan Aisyah, S.Pi., M.Pi.Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi agrokompleks yang mencakup sektor perikanan, pertanian, dan peternakan, sehingga dapat diaplikasikan secara langsung dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Rancakalong serta Camat Rancakalong, menandai dukungan kuat dari pemerintah daerah terhadap implementasi inovasi berbasis riset di tingkat masyarakat.

Dalam kegiatan lapangan ini, tim Unpad dan UMS melaksanakan berbagai aktivitas, antara lain:

  • Pelatihan sistem RAS berbasis akuaponik untuk masyarakat desa
  • Penyerahan bantuan alat budidaya serta bibit ikan dan tanaman sebagai bentuk dukungan langsung terhadap ketahanan pangan lokal
  • Sesi berbagi ilmu (knowledge exchange) antara akademisi Indonesia dan Malaysia dengan masyarakat, termasuk transfer pengetahuan dari pakar UMS terkait praktik berkelanjutan di sektor agrokompleks

Kolaborasi lintas negara ini tidak hanya memperkaya perspektif ilmiah, tetapi juga menghadirkan pendekatan partisipatif berbasis kearifan lokal dalam pemberdayaan masyarakat. Program EQUITY ini juga menjadi kontribusi nyata dalam peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) perguruan tinggi, khususnya dalam aspek kolaborasi internasional, implementasi tridarma berbasis dampak, serta keterlibatan langsung dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian yang terintegrasi dengan riset.

Selain itu, program ini telah terakreditasi oleh ASIIN dan terafiliasi dengan Unpad Berdampak, mempertegas posisi Universitas Padjadjaran sebagai institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkomitmen dalam menciptakan solusi nyata bagi tantangan global dan lokal. Melalui sinergi Unpad–UMS, kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi internasional mampu menjembatani ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong transformasi menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing global.* (Rilis oleh: FPIK Unpad)

Sumber: https://fpik.unpad.ac.id/fpik-ums-equity-hidroponik-probiotik/

The post Kolaborasi Unpad–UMS Perkuat Inovasi Akuaponik Berbasis Probiotik untuk Ketahanan Pangan dan SDGs appeared first on Universitas Padjadjaran.

DPB Unpad Gelar Workshop Perhitungan Tarif Barang dan Jasa Layanan Unit Usaha Akademik

[Kanal Media Unpad] Direktorat Pengelolaan Bisnis (DPB) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Workshop Perhitungan Tarif/Unit Cost Barang dan Jasa Layanan Unit Usaha Akademik secara daring pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Direktorat Pengelolaan Bisnis Unpad, Muhamad Jamil Malik, S.Kom., M.M., serta sambutan oleh Direktur DPB, Dr. Helitha Novianty Muchtar, S.H., M.H.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait perhitungan tarif layanan yang lebih akurat. Akurat di sini artinya pantas, tidak overcosting sehingga tarifnya tidak kompetitif/kemahalan sehingga tidak laku di pasaran, atau pun undercosting karena sering mengalami perubahan harga yang menyebabkan cashflow terganggu. Dengan pendekatan ini, diharapkan UUA dapat memberikan layanan berkualitas dengan penetapan harga yang ‘mendekati pantas’ bagi semua pihak," ujar Helitha Novianty dalam sambutannya.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih oleh 61 partisipan yang terdiri dari para Ketua dan Pengelola dari 33 Unit Usaha Akademik (UUA) di lingkungan Universitas Padjadjaran, yang dilaksanakan pada pukul 13.00-15.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Departemen Ilmu Terapan Sementara – Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran, Retta Farah Pramesti, S.E., M.AK. CAP., dan Annisa Nabila Hasan, S.E., M.E., MSc., CSP.

Para narasumber memaparkan materi yang membahas konsep dasar hingga praktik perhitungan unit cost. Materi mencakup identifikasi komponen biaya, klasifikasi biaya tetap dan variabel, hingga strategi penentuan tarif layanan yang kompetitif. Selain itu, workshop juga dilengkapi dengan studi kasus nyata, seperti UUA Laboratorium Keperawatan Anak "Puspa Day Care" yang ada di Jatinangor dan yang berlokasi di Gedung Pamitran Jl. Eyckman Kota Bandung, serta studi kasus Lab. Biomedik Fakultas Kedokteran, untuk memberikan gambaran implementasi di lapangan.

Melalui studi kasus tersebut, peserta diajak untuk memahami perbedaan struktur biaya antar layanan serta faktor-faktor yang memengaruhi besaran tarif, termasuk lokasi, fasilitas, dan kualitas layanan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu UUA dalam menyusun kebijakan tarif yang tidak hanya berbasis biaya, tetapi juga mempertimbangkan aspek nilai dan daya saing.

Dalam workshop tersebut narasumber juga memberikan format baku (template) Pricing & Costing dengan kondisi bisnis terkini berupa formulasi google sheets yang memudahkan pengelola UUA dalam melakukan simulasi-simulasi mulai dari penetapan biaya tetap, variable, semi variable, serta penentuan margin hingga muncul tarif final.

Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan seluruh Unit Usaha Akademik Fakultas yang ada di Unpad mampu menyusun struktur tarif layanan yang lebih terstandar, transparan, dan mendukung penguatan ekosistem bisnis universitas secara keseluruhan serta dapat berkontribusi lebih optimal sebagai revenue generator unit bagi universitas.* (Rilis oleh: DPB Unpad)

Sumber: https://dpb.unpad.ac.id/dpb-unpad-gelar-workshop-perhitungan-tarif-unit-cost-barang-dan-jasa-layanan-unit-usaha-akademik/

The post DPB Unpad Gelar Workshop Perhitungan Tarif Barang dan Jasa Layanan Unit Usaha Akademik appeared first on Universitas Padjadjaran.

Urgensi Ekosistem Pesisir sebagai Fondasi Pariwisata Bahari Berkelanjutan

[Kanal Media Unpad] Di tengah riuh geliat Marine Actions Expo (MAX) 2026 ajang pameran dan konferensi kelautan bertaraf nasional yang dilaksanakan di Balai Kartini Jakarta pada Sabtu 25 April 2026, satu sesi talkshow mencuri perhatian. Bukan karena gemerlap panggungnya, melainkan karena bobot pesannya. Donny Juliandri Prihadi, S.Pi., M.Sc., Ph.D., CBEc Tour, Associate Professor Marine Ecotourism, Departemen Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran, berdiri pada main stage di hadapan ratusan peserta dan melontarkan satu pertanyaan yang menghantam, “apakah kita membangun pariwisata untuk hari ini, atau untuk lima puluh tahun ke depan?”

Donny bukan nama baru di dunia kelautan Indonesia. Ia menempuh S1 Manajemen Sumberdaya Perairan di Universitas Padjadjaran, melanjutkan S2Coastal Zone Management di Bournemouth University, Inggris, dan meraih gelar doktor bidang Tourism Management dari Ocean University of China, salah satu institusi kelautan paling bergengsi di dunia. Perjalanan akademiknya di tiga benua itulah yang membentuk sudut pandangnya: tajam, berbasis data, namun tetap membumi.

Dalam paparannya bertajuk “Coastal Ecosystem untuk Blue Tourism dalam Mencapai Sustainable Tourism”, narasumber Donny terlebih dahulu mengajak peserta untuk memahami pentingnya tiga ekosistem pesisir utama yang menjadi fondasi dari seluruh gagasan yang ia sampaikan, yaitu mangrove, terumbu karang, dan padang lamun. Ketiga ekosistem ini, menurutnya, kerap dipandang hanya sebagai latar pemandangan indah bagi wisatawan, padahal fungsinya jauh lebih penting dari sekadar estetika.

Mangrove misalnya, memiliki kemampuan menyerap karbon empat kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Terumbu karang terbukti secara ilmiah mampu meredam energi gelombang laut hingga 97 persen, sehingga berperan langsung dalam melindungi garis pantai dari ancaman abrasi dan kenaikan muka laut akibat perubahan iklim. Adapun padang lamun menyimpan cadangan karbon di lapisan sedimennya dalam jangka waktu yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai ribuan tahun.

Donny menegaskan bahwa kesehatan ketiga ekosistem ini bukan hanya soal kelestarian alam, tetapi juga menjadi prasyarat langsung bagi keberlangsungan dan daya tarik pariwisata laut itu sendiri. Ekosistem yang rusak akan menghasilkan destinasi yang kehilangan daya pikat, dan pada akhirnya merugikan semua pihak, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

Donny membuka mata peserta dengan angka-angka yang seharusnya membanggakan sekaligus mengkhawatirkan. Indonesia memiliki 17.466 pulau, garis pantai sepanjang 95.000 kilometer, mangrove terluas di dunia seluas 3,44 juta hektare, dan terumbu karang seluas 51.000 km2 yang mengalahkan Great Barrier Reef Australia. Bahkan, 70% cadangan karbon biru di dunia tersimpan di bumi Nusantara. Namun dalam satu dekade terakhir, mangrove manyusut hampir 195.000 hektare dan 30 hingga 40 persen terumbu karang nasional kini dalam kondisi rusak. “Inilah mengapa kita tidak bisa lagi berbisnis seperti biasa,” tegasnya.

Ia menyebut mangrove, terumbu karang, dan padang lamun sebagai “trilogi karbon biru” yang menjadi tulang punggung pariwisata bahari Indonesia. Mangrove dengan akar Rhizopora-nya yang khas seperti ceker ayam berfungsi sebagai tempat pemijahan, pembesaran, dan pencarian makan bagi ratusan biota laut, sekaligus menyerap karbon empat kali lebih besar dari hutan daratan tropis. Padang lamun, yang kerap keliru disebut alga, adalah rumah bagi duyung dan penyu. Terumbu karang sebagai rumah bagi ratusan biota laut yang juga berfunsgi sebagai nursery, feeding dan spawning ground. Khususnya, ekosistem terumbu karang dalam kerangka Coral Triangle Initiative yang menempatkan Indonesia sebagai pusatnya, bukan sekedar kekayaan alam melainkan infrastruktur wisata bahari yang tidak bisa digantikan.

Angka bicara keras, Great Barrier Reef menyumbang AUD 6,4 miliar per tahun bagi perekonomian Australia, di mana 90 persennya bertumpu pada kesehatan ekosistemnya. Di Kepulauan Seribu, lokasi dengan tutupan karang hidup di atas 50 persen mendatangkan tiga kali lebih banyak wisatawan dibanding yang rusak.

“Seekor ikan karang yang hidup nilainya jauh lebih besar daripada jika ia mati di restoran,” ujar Donny.

Pesannya jelas, menjaga laut bukan pilihan moral semata tetapi itu adalah strategi ekonomi. Dan Indonesia, dengan segala kekayaan yang dimilikinya, seharusnya memimpin, bukan sekadar ikut. Pertanyaannya bukan apakah ekosistem kita cukup untuk berharga untuk dijaga. Pertanyaannya adalah apakah kita cukup bijak untuk tidak menyia-nyiakan warisan terbsesar yang pernah dimiliki bangsa ini?* (Rilis oleh: Dwima Alvionita Rivasta/FPIK)

Sumber: https://fpik.unpad.ac.id/max2026-marinetourism-fpikunpad/

The post Urgensi Ekosistem Pesisir sebagai Fondasi Pariwisata Bahari Berkelanjutan appeared first on Universitas Padjadjaran.

Universitas Padjadjaran Kukuhkan Delapan Guru Besar dari Empat Fakultas

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran mengukuhkan delapan Guru Besar baru dari empat fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik Geologi, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam acara Pengukuhan Jabatan Guru Besar yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Senat Akademik Unpad, Prof. Dr. Yoni Syukriani.

Delapan Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. H. Wahyu Daradjat Natawigena, M. Si., Prof. Dr. Ir. Mohamad Sapari Dwi Hadian, S.T., M.T., Prof. Ir. H. Dicky Muslim, M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Heni Indrijani, S. Pt., M.Si., IPU., Prof. Ir. Indrawati Yudha Asmara, S.Pt., M., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Mansyur, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Shabarni Gaffar, S.Si., M.Si., dan Prof. Dr. I Gede Nyoman Mindra Jaya, S.Si., M.Si.

Guru Besar Bidang Vetebrata Hama Prof. Dr. Ir. H. Wahyu Daradjat Natawigena menyampaikan paparan ilmiah berjudul “Dari Bioteknologi Menuju Inovasi: Rekayasa Rodentisida Multi Aroma dan Rasa dalam Pengendalian Vetebrata Hama”. Prof. Wahyu menyampaikan bahwa pengendalian tikus sebagai vetebrata hama mengalami tantangan, yaitu tikus yang semakin adaptif sehingga menjadi resisten terhadap bahan aktif dan tidak tertarik mengonsumsi umpan yang disediakan. Dalam hal ini, bioekologi mengajarkan bahwa tikus memiliki perilaku makan yang selektif, sensitif terhadap aroma, rasa, dan sangat berhati-hati terhadap sesuatu yang baru atau neofobia.

“Kami mengembangkan inovasi berupa rodentisida dengan multi aroma dan rasa yang dirancang dengan kombinasi bahan berprotein, rasa manis, dan aroma kuat, untuk meningkatkan daya tarik konsumsi. Hasilnya adalah konsumsi umpan racun meningkat, preferensi tikus terhadap umpan beracun meningkat, dan tikus dapat dikendalikan populasinya. Artinya, pendekatan berbasis bioekologi dan perilaku ini terbukti lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Harapannya inovasi ini dapat mendukung efektivitas pengendalian hama sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Prof. Wahyu.

Guru Besar Bidang Geoheritage Prof. Dr. Ir. Mohamad Sapari Dwi Hadian, menyampaikan paparan ilmiah berjudul “GeoHeritage Indonesia untuk Ketahanan Bangsa: Fondasi Peradaban Berkelanjutan: Dari Laboratorium Alam Dunia Menuju Ketahanan Bangsa di Era Krisis”. Prof. Sapari menyampaikan bahwa geoheritage perlu dilihat sebagai investasi yang harus dikelola sehingga menghasilkan imbal hasil yang nyata, yaitu ketahanan pangan dari tanah vulkanik yang subur, ketahanan bencana dari komunitas yang teredukasi, dan ketahanan ekonomi dari geowisata yang inklusif.

“Geoheritage adalah sumber daya yang tidak dapat diperbarui dan rentan terhadap dampak alam dan antropogenik. Setiap generasi yang tumbuh tanpa mengenal geodiversity tanah airnya adalah generasi yang kehilangan kompas untuk menavigasi masa depannya sendiri. Oleh karena itu, saya mengajak untuk kita sama-sama berkomitmen bahwa ilmu geologi bukan ilmu masa lalu melainkan ilmu masa depan, bahwa geoheritage bukan sekadar batu dan mineral, tetapi fondasi ketahanan bangsa, dan komitmen bahwa cara kita mengelola bumi hari ini adalah cermin dari cara kita mencintai generasi yang akan datang,” jelas Prof. Sapari.

Guru Besar Bidang Kebencanaan Geologi Prof. Ir. H. Dicky Muslim, M.Sc., Ph.D., menyampaikan paparan ilmiah berjudul “Peran Mitigasi Bencana Geologi dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia Berdisiplin dan Berkarakter Unggul”. Prof. Dicky menjelaskan bahwa pendidikan diharapkan membentuk karakter dan perilaku sadar risiko bencana, serta dapat merancang dan melakukan tindakan yang tepat pada masa sebelum bencana, masa tanggap darurat dan masa setelah bencana, yang dikenal sebagai siklus bencana. Universitas sebagai pilar peradaban berperan sangat penting dalam pengembangan SDM, sehingga melalui pendidikan diharapkan dapat dicapai masyarakat yang sadar risiko, siap siaga, dan tangguh (awareness, preparedness, readiness, resilience) menghadapi aneka potensi bencana.

“Melalui pendekatan Siklus Bencana, penegakkan disiplin dan karakter manusia unggul akan dapat dicapai dengan pelibatan aneka bidang ilmu yang ada di perguruan tinggi. Jika kita cermati program Asta Cita, nampak bahwa cita-cita membangun masyarakat berdisiplin tinggi dan berkarakter unggul dapat dilakukan melalui pendekatan siklus bencana karena secara psikologis berdasar kepada keinginan naluriah menghindari bahaya, rasa takut akan kematian, rasa takut terganggunya kehidupan yang sudah nyaman,” ujar Prof. Dicky.

Guru Besar Bidang Genetika Kuantitatif Ternak Prof. Dr. Ir. Heni Indrijani, menyampaikan paparan ilmiah berjudul “Peran Genetika Kuantitatif dalam Peningkatan Mutu Genetik Ternak”. Prof. Heni menjelaskan bahwa genetika kuantitatif berfokus pada sifat-sifat yang dapat diukur secara kontinyu, seperti contohnya bobot badan, produksi susu, atau jumlah telur. pendekatan statistik untuk mengestimasi parameter genetik, yang menjadi landasan utama dalam melakukan seleksi, serta breeding plan untuk meningkatkan mutu genetik ternak.

“Penerapan genetika kuantitatif menggunakan metode test day record merupakan terobosan dalam pemuliaan sapi perah modern untuk mendapatkan estimasi nilai genetik yang lebih akurat dan efisien. Hal ini memungkinkan untuk meng-identifikasi sapi- sapi unggul lebih tepat, sehingga keputusan seleksi dapat diambil lebih dini tanpa harus menunggu masa laktasi berakhir. Penggunaan big data dari hasil rekoding dan penanda DNA, memungkinkan identifikasi keunggulan genetik secara lebih cepat dan tepat,” jelas Prof. Heni.

Guru Besar Bidang Konservasi dan Pengelolaan Sumber Prof. Ir. Indrawati Y. Asmara menyampaikan paparan ilmiah berjudul “Ayam Penyanyi di Indonesia: Warisan Budaya dan Tantangan Konservasi”. Prof. Indrawati menjelaskan popularitas ayam penyanyi semakin meningkat seiring dengan berkembangnya kontes dan komunitas di berbagai daerah. Namun, penurunan kualitas kokok, sistem manajemen kesehatan, dan pemeliharaan masih menjadi tantangan konservasi. Dalam hal ini peran pemerintah sangat strategis dan bisa menjadi pelaku utama konservasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lain.

“Konservasi sumber daya genetik ternak harus didasarkan pada sistem inventarisasi dan monitoring yang terintegrasi, sehingga memerlukan data yang lengkap seperti data populasi, performa, serta informasi genetik yang terdokumentasi secara berkala. Pendekatan konservasi perlu bertransformasi menuju pendekatan berbasis data untuk memastikan bahwa keragaman genetik, stabilitas populasi, serta nilai biologis dan budaya yang melekat di dalamnya tetap terjaga secara utuh. Selain itu, kerja sama dan pembagian peran pemangku kepentingan menjadi hal yang perlu dioptimalkan,” ujar Prof. Indrawati.

Guru Besar Bidang Produksi Tanaman Pakan dan Sumberdaya lainnya Prof. Dr. Ir. Masyur,  menyampaikan paparan ilmiah berjudul “Eksplorasi, Pemanfaatan, dan Penggunaan Rumput Kikuyu (Pennisetum clandestinum) sebagai Hijauan Pakan Berkualitas Tinggi untuk Pengembangan Pangan, Produksi Serum, dan Berkuda di Indonesia”. Prof. Mansyur menjelaskan bahwa performa kuda tidak hanya ditentukan oleh genetik, tetapi juga oleh pakan. Oleh karena itu, rumput kikuyu menawarkan serat efektif untuk kesehatan pencernaan, palatabilitas tinggi, serta energi stabil untuk performa jangka panjang.

“Dengan pendekatan bioeconomy, Kikuyu menjadi bagian dari sistem pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan. Rumput Kikuyu mengajarkan kita satu hal yang sangat mendasar, yaitu bahwa solusi besar sering tersembunyi dalam hal-hal yang kita abaikan. Kini saatnya kita berhenti menjadi konsumen ilmu dan mulai menjadi produsen solusi global. Mari kita jadikan riset sebagai gerakan, inovasi sebagai landasan kebijakan, dan lmu sebagai jalanmenuju kedaulatan bangsa,” jelas Prof. Mansyur.

Guru Besar Bidang Rekayasa Protein dan Bioteknologi Prof. Dr. Shabarni Gaffar, menyampaikan paparan ilmiah berjudul “Peran Rekayasa Protein dan Bioteknologi untuk Pengembangan Alat Diagnostik”. Prof. Shabarni menyampaikan bahwa rekayasa protein memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja biomolekul utama yang digunakan dalam diagnostik, termasuk enzim, antibodi, dan protein reporter. Rekayasa protein dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu rational design dan direct evolution, sehingga protein dapat direkayasa untuk memperoleh sifat yang diinginkan, seperti peningkatan aktivitas, stabilitas, atau spesifisitas untuk berbagai aplikasi, termasuk diagnostik.

“Melalui pendekatan rational design, directed evolution, serta dukungan teknologi DNA rekombinan, protein dapat dimodifikasi atau direkayasa untuk menghasilkan fungsi yang lebih spesifik, stabil, dan sensitif. Hal ini telah terbukti melalui pengembangan fragmen antibodi rekombinan yang efektif untuk deteksi berbagai biomarker penyakit. Pendekatan ini memberikan peluang besar dalam pengembangan alat diagnostik modern dan kemandirian bioteknologi nasional, termasuk dalam respons terhadap penyakit menular dan pengembangan kit diagnostik yang inovatif dan aplikatif,” jelas Prof. Sharbani.

Guru Besar Bidang Statistika Epidemiologi Prof. Dr. I Gede Nyoman M. Jaya, menyampaikan paparan ilmiah berjudul “ Menuju Sistem Kewaspadaan Dini Epidemiologis yang Cerdas: Integrasi AI dan Bayesian dalam Pemodelan Spasio-Temporal”. Prof. Nyoman menjelaskan bahwa sistem kewaspadaan dini harus mampu mengubah data menjadi peta risiko, probabilitas siaga, dan prioritas intervensi. Oleh karena itu, pendekatan statistika epidemiologi spasio-temporal berbasis Bayesian memungkinkan peminjaman informasi antarwilayah dan waktu, pemodelan hierarkis, serta pengukuran ketidakpastian yang eksplisit. Risiko relatif digunakan untuk menilai tingkat risiko suatu wilayah, sementara exceedance probability menentukan peluang risiko melampaui ambang kewaspadaan sebagai dasar status siaga.

“Ke depan, pengembangan keilmuan ini diarahkan pada sistem kewaspadaan dini epidemiologis yang cerdas, sederhana, dan operasional yang menekankan pemanfaatan data multi-sumber meliputi data kasus, mobilitas, sosial ekonomi, lingkungan, dan layanan kesehatan yang diolah menjadi sistem peringatan dini, penentuan prioritas wilayah, serta rekomendasi intervensi yang siap digunakan. Seluruh informasi diintegrasikan dalam dashboard pemantauan real-time untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat, adaptif, dan berbasis data,” jelas Prof. Nyoman.* (R02)

Buku Paparan Keilmuan:

  1. Prof. Dr. Ir. H. Wahyu Daradjat Natawigena, M. Si.
  2. Prof. Dr. Ir. Mohamad Sapari Dwi Hadian, S.T., M.T.
  3. Prof. Ir. H. Dicky Muslim, M.Sc., Ph.D.
  4. Prof. Dr. Ir. Heni Indrijani, S. Pt., M.Si., IPU.
  5. Prof. Ir. Indrawati Y. Asmara, S.Pt., M., Ph.D.
  6. Prof. Dr. Ir. Mansyur, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng.
  7. Prof. Dr. Shabarni Gaffar, S.Si., M.Si.
  8. Prof. Dr. I Gede Nyoman Mindra Jaya, S.Si., M.Si.

The post Universitas Padjadjaran Kukuhkan Delapan Guru Besar dari Empat Fakultas appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Komitmen Hadirkan Keunggulan Lokal dengan Dampak Global Melalui Unpad International Fair 2026

[Kanal Media Unpad] Kantor Urusan Internasional Universitas Padjadjaran menyelenggarakan “Unpad International Fair 2026: GLOBE X EXPADTRIATS” dalam rangka memperkaya perspektif lintas budaya sekaligus membuka akses mahasiswa terhadap peluang akademik global di Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor pada 27-28 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan berbagai universitas luar negeri, penyedia beasiswa, serta mitra akademik internasional.

“Lebih dari sekadar sebuah acara, ini merupakan langkah untuk membentuk pemimpin masa depan yang memiliki wawasan global namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya. Unpad terus berkomitmen menghadirkan keunggulan lokal dengan dampak global,” ujar wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan.

Prof. Zahrotur mengatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen Unpad untuk menjadi universitas yang mendunia dengan menghubungkan pengetahuan, manusia, dan budaya lintas batas. Kegiatan ini sekaligus memperkuat keberagaman budaya serta pengalaman bersama antara mahasiswa lokal dan mahasiswa internasional.

Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada hari pertama, kegiatan GLOBE diikuti oleh sejumlah universitas internasional dari 7 negara yaitu Jepang, Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Malaysia. Sementara pada hari kedua, diselenggarakan kegiatan EXPADTRIATS (Expanding Unpad through International Arts) yang merupakan perayaan budaya dan keberagaman internasional di lingkungan Unpad dari 16 negara, di mana mahasiswa internasional memperkenalkan negara, budaya, hingga makanan khas mereka kepada sivitas akademika Unpad.

“Kami berharap semakin banyak mahasiswa Unpad memiliki kesempatan untuk belajar, berinteraksi, serta berkompetisi di lingkungan global. Selain itu, Unpad juga berupaya menegaskan kembali identitasnya sebagai rumah bagi komunitas global yang semakin beragam,” harap Prof. Aliya.

Kehadiran mahasiswa internasional, kunjungan ke universitas mitra, serta kolaborasi dengan berbagai institusi internasional menunjukkan bahwa Unpad merupakan kampus yang terbuka, inklusif, dan ramah bagi komunitas global. Melalui Unpad International Fair 2026, Unpad terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang terbuka, inklusif, dan berdaya saing global.* (R01)

The post Unpad Komitmen Hadirkan Keunggulan Lokal dengan Dampak Global Melalui Unpad International Fair 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

© 2023 DPSI Unpad.
Jl. Ir. Soekarno km. 21 Jatinagor Sumedang
Gedung Rektorat Lantai 3
dir.psi@unpad.ac.id