Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjalin sinergi strategis dengan PT Citilink Indonesia dengan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dan Peningkatan Sumber Daya Manusia. Penandatangan Nota Kesepahaman dilaksanakan di Ruang Rapat Bersama 2 Livin, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Senin (13/7).
Kerja sama ini disepakati oleh Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dan Plt. Direktur Niaga PT Citilink Indonesia, Darsito Hendroseputro. Pada prosesi seremonial di lokasi acara, penandatanganan dokumen diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, dan Director of Operations PT Citilink Indonesia, Arry Kalzaman Sudarmadji.
“Ini merupakan kehormatan besar bagi kami mendapatkan kunjungan sekaligus sinergi ini. Melalui kolaborasi ini, Unpad berkomitmen untuk tidak menjadi 'menara gading', melainkan ikut menjawab berbagai masalah bangsa secara nyata melalui riset, pengabdian masyarakat, serta penyediaan eksposure dunia kerja yang real bagi mahasiswa,” ujar Prof. Rizky.
Pihak Unpad juga mengapresiasi kontribusi Citilink yang selama ini telah menyerap banyak alumni Unpad untuk berkarya di maskapai tersebut, bahkan hingga menduduki level manajemen strategis. Diharapkan kemitraan ini dapat terjalin di berbagai bidang antara lain pengembangan kompetensi SDM, dan kerja sama penyediaan transportasi.
Sementara itu, Director of Operations PT Citilink Indonesia, Arry Kalzaman Sudarmadji, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen Citilink dalam mendukung pengembangan kualitas SDM Indonesia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Menurutnya, perguruan tinggi merupakan salah satu ekosistem krusial yang menentukan masa depan bangsa.
“Unpad adalah salah satu perguruan tinggi tempat pengembangan talenta terbaik di Indonesia. Kami berkomitmen melaksanakan kolaborasi dengan manfaat nyata bagi kedua institusi. Melalui kerja sama strategis ini, kami berharap para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi dinamika industri,” ujar Arry Kalzaman.
Hadir pula pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Kemitraan Alumni dan Dana Abadi Unpad, Dr. Prita Amalia, serta Sekretaris Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Unpad, Yosephini Kristin Dwina Maria, M.A.B. Sementara dari pihak Citilink, hadir mendampingi antara lain Sales & Distribution Head, Emir Bustamam, Corporate Secretary & CSR Group Head, Schanatasia Y.M. Scholz, Ancillary & Loyalty Group Head, Angga Afriana Futra, Corporate & Group Sales Division Head, Rahmakika Rahardiasari, dan Revenue Management Group Head, Karina Desira Dewi.
Acara seremoni penandatanganan tersebut diakhiri dengan sesi pertukaran cinderamata secara simbolis serta foto bersama antara jajaran pimpinan Universitas Padjadjaran dan perwakilan manajemen PT Citilink Indonesia. (Reporter: Salsabila Solihah)*






The post Unpad Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Citilink Indonesia appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) menyelenggarakan Program Penyiapan Tenaga Penyuluh Pengasuhan Tingkat Pra-Dasar bagi kader PKK dan Posyandu Desa Sagara Cipta, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Program yang berlangsung selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026 ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam membangun keluarga yang lebih sehat, tangguh, dan berdaya.
Program dipimpin oleh Dr. Hery Wibowo, S.Psi., M.M. dengan anggota tim Dr. Hadiyanto A. R., S.Sos., M.I.Kom. dan Dr. Gigin G.K.B., S.Sos., M.Si. Sebanyak sekitar 50–60 kader PKK dan Posyandu mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan mereka sebagai garda terdepan dalam edukasi pengasuhan di tingkat desa.
Menurut Ketua Tim Pengabdian, Dr. Hery Wibowo, keluarga merupakan lingkungan pertama sekaligus paling menentukan dalam pembentukan karakter, perkembangan sosial, dan kesejahteraan anak. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader-kader masyarakat yang selama ini aktif melayani keluarga melalui Posyandu dan PKK menjadi langkah strategis dalam membangun sistem dukungan pengasuhan berbasis komunitas.
“Kader Posyandu dan PKK merupakan aset sosial desa yang setiap hari berinteraksi langsung dengan keluarga. Ketika mereka dibekali pemahaman mengenai pengasuhan positif berbasis keberfungsian spiritual, mereka tidak hanya menjalankan pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi keluarga yang berkelanjutan,” jelas Dr. Hery.
Menggunakan Model Pembelajaran Hybrid
Berbeda dengan pelatihan konvensional yang umumnya berlangsung hanya beberapa hari, program ini dikembangkan menggunakan pendekatan hybrid learning, yaitu mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring secara berkelanjutan.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti tiga kali pelatihan luring yang diselenggarakan di Balai Desa Sagara Cipta dengan interval satu bulan. Di antara sesi tatap muka tersebut, proses belajar tetap berlangsung melalui komunitas WhatsApp Group, tempat peserta menerima materi harian dalam bentuk Kartu Belajar Parenting (KBP).
KBP merupakan paket edukasi singkat yang berisi berbagai materi dasar mengenai hubungan orang tua dan anak, komunikasi keluarga, pembentukan karakter, penguatan spiritual keluarga, hingga praktik pengasuhan positif yang mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini memungkinkan proses belajar berlangsung secara bertahap sehingga peserta memiliki kesempatan untuk mempraktikkan materi, merefleksikan pengalaman, kemudian mendiskusikannya kembali pada pertemuan berikutnya.
Penguatan Keberfungsian Keluarga sebagai Strategi Promotif dan Preventif
Dalam perspektif pekerjaan sosial, program ini merupakan bentuk intervensi promotif untuk memperkuat keberfungsian keluarga sekaligus preventif dalam mencegah berbagai persoalan sosial seperti disfungsi keluarga, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pengasuhan yang kurang tepat, hingga kenakalan anak dan remaja.
Materi yang diberikan tidak hanya membahas teknik pengasuhan, tetapi juga mengembangkan pendekatan aktivasi keberfungsian spiritual, tujuan global pengasuhan, serta pengenalan potensi fitrah anak sebagai fondasi pembentukan keluarga yang lebih harmonis.
Tim pengabdian meyakini bahwa penguatan keluarga perlu dimulai dari meningkatnya kesadaran orang tua mengenai peran mereka dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Menyiapkan Agen Penggerak Pengasuhan Positif
Program ini tidak berhenti pada penyelenggaraan pelatihan. Sebagai tindak lanjut, peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan menjadi Tenaga Penyuluh Pengasuhan Tingkat Pra-Dasar (Certified Parenting Facilitator – Pre-Basic Level).
Mereka diharapkan mampu menjalankan berbagai peran di masyarakat, antara lain:
Model ini diharapkan membentuk spiral pembelajaran masyarakat, di mana kader yang telah memperoleh pelatihan kemudian berbagi pengetahuan kepada keluarga lain sehingga proses belajar berkembang dari rumah ke rumah, dari keluarga ke keluarga, dan dari desa ke desa.
Bagian dari Pengembangan Model Berbasis Masyarakat
Selain sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari pengembangan model pemberdayaan berbasis komunitas yang terus dikaji oleh Departemen Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad.
Melalui pendekatan living laboratory, berbagai pengalaman, refleksi, serta praktik yang dilakukan bersama masyarakat menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan model intervensi sosial yang lebih kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan.
Tim berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader masyarakat, dan keluarga dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam memperkuat ketahanan keluarga Indonesia melalui pendekatan pendidikan sosial yang berakar pada kehidupan masyarakat
Penutup
Salah satu inovasi program ini adalah penggunaan model hybrid community learning yang mengombinasikan pelatihan tatap muka, pembelajaran mikro melalui Kartu Belajar Parenting, refleksi berkelanjutan di komunitas WhatsApp, serta penyiapan kader sebagai fasilitator lokal. Pendekatan ini memungkinkan proses belajar tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi terus berlanjut di tengah kehidupan masyarakat sebagai bagian dari penguatan keberfungsian keluarga berbasis komunitas.
Program ini menunjukkan bahwa penguatan keluarga tidak selalu harus dimulai dari intervensi yang besar. Ketika kader-kader masyarakat memperoleh kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan kemudian berbagi kepada keluarga lain, maka proses perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sejalan dengan semangat Universitas Padjadjaran untuk menghadirkan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat, program ini menjadi contoh bagaimana kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat menghasilkan model pemberdayaan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat untuk terus belajar dan saling menguatkan di masa depan.* (Rilis oleh: FISIP Unpad)
The post Dosen Departemen Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad Siapkan Tenaga Penyuluh Pengasuhan di Desa Sagara Cipta appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif, Universitas Padjadjaran meresmikan Unpad Kampus Jakarta yang berlokasi di Plaza Mutiara Lantai 10, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7). Momentum tersebut menandai relokasi operasional Unpad Kampus Jakarta yang sebelumnya telah diresmikan pada tahun 2023 lalu.
Peresmian dilakukan oleh Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita bersama Ketua Ikatan Alumni Unpad sekaligus Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta dihadiri pimpinan di lingkungan Unpad dan sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan bahwa kehadiran Unpad Kampus Jakarta merupakan wujud implementasi visi Unpad sebagai perguruan tinggi negeri yang inklusif. Melalui kehadiran kampus di Jakarta diharapkan dapat membawa Unpad menjadi lebih dekat dengan masyarakat, sehingga menjangkau lebih luas masyarakat yang ingin berkuliah di Unpad, khususnya pada jenjang pascasarjana.
"Kami berusaha mendekatkan Unpad kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi sekat bagi masyarakat untuk dapat mengakses pendidikan di Unpad. Kami berharap dengan diresmikannya kembali Kampus Unpad di Jakarta ini semakin banyak masyarakat yang dapat menimba ilmu di Unpad dan semakin luas pula kebermanfaatan ilmu yang dihasilkan Unpad bagi masyarakat," ujar Rektor.
Rektor menjelaskan bahwa Unpad Kampus Jakarta akan berfokus pada penyelenggaraan pendidikan pascasarjana, terutama program magister dan doktor. Salah satu inovasi yang akan dikembangkan adalah Program Magister Hybrid Project-based Learning, yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan penyelesaian persoalan nyata di lingkungan kerja mahasiswa.
Mahasiswa diharapkan dapat membawa berbagai tantangan yang dihadapi di institusi maupun tempat kerjanya untuk kemudian dikaji bersama dosen dan mentor selama proses perkuliahan. Dengan demikian, hasil pembelajaran tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi dapat langsung diterapkan sebagai solusi yang memberikan dampak nyata.
"Kami tidak ingin ilmu hanya berhenti sebagai ilmu. Kami ingin ilmu yang dipelajari di Unpad dapat langsung dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat maupun dunia kerja. Harapannya, permasalahan yang dihadapi mahasiswa dapat segera teratasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas," kata Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa kehadiran Unpad Kampus Jakarta juga diharapkan memberikan fleksibilitas bagi para profesional yang ingin melanjutkan studi tanpa mengurangi mutu pendidikan yang diberikan Unpad. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Unpad untuk terus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan nasional.
Kegiatan peresmian tersebut dilanjutkan dengan Diskusi Eksekutif bertajuk “Pendidikan Lanjut untuk SDM Unggul Indonesia: Menjawab Tantangan Masa Depan Melalui Akses Pendidikan Berkualitas” yang menghadirkan dua narasumber, yaitu Rektor Unpad dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek RI Prof. Dr. med Setiawan, dr. Selain itu, tampil juga Ketua Ikatan Alumni Unpad sekaligus Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., sebagai keynote speaker.
Dalam pemaparannya, Menteri Koperasi RI menyampaikan bahwa kehadiran Unpad Kampus Jakarta merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembelajaran sepanjang hayat untuk melahirkan SDM yang unggul sebagai kunci dalam transformasi koperasi Indonesia. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah, dunia usaha, dan koperasi perlu terus diperkuat melalui inovasi dan talenta yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
“Saya berharap Unpad tidak hanya menjadi pusat pendidikan lanjut, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi untuk melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki integritas, kompetensi, dan kepedulian terhadap kemajuan bangsa. Mari kita jadikan pendidikan sebagai investasi terbaik untuk membangun Indonesia yang lebih maju, berdaya saing, dan Sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Setiawan menilai bahwa kehadiran Unpad Kampus Jakarta sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif. Peningkatan akses terhadap pendidikan merupakan strategi penting dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi mampu mendorong mobilitas sosial dan meningkatkan kondisi ekonomi keluarga, sehingga perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghadirkan pendidikan yang dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
"Unpad sebagai PTNBH memiliki peran penting untuk terus memperluas akses pendidikan, tidak hanya pada jenjang sarjana, tetapi juga memperkuat pendidikan pascasarjana. Program yang dikembangkan Unpad melalui project-based learning menjadi langkah yang sangat baik karena ilmu yang diperoleh dapat langsung diaplikasikan untuk menjawab berbagai permasalahan di masyarakat," jelas Prof. Setiawan.* (R02)












The post Relokasi Kampus Jakarta, Unpad buka Kesempatan Upgrade bagi Profesional tanpa Tinggalkan Pekerjaan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 1.542 mahasiswa Universitas Padjadjaran mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Juni-Agustus 2026 yang dilaksanakan mulai dari 10 Juli hingga 10 Agustus 2026. Para mahasiswa secara langsung dilepas pada kegiatan Pelepasan Mahasiswa KKN Unpad Berdampak yang diselenggarakan di Pelataran Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Jumat (10/7).
Pada pelaksanaan KKN kali ini, mahasiswa akan didampingi oleh 74 dosen pembimbing lapangan dan ditempatkan di 74 desa yang tersebar di empat kabupaten di Jawa Barat, yakni Kabupaten Cianjur, Garut, Sukabumi, dan Tasikmalaya.
Sebelumnya, para mahasiswa telah mengikuti rangkaian pembekalan KKN yang menghadirkan berbagai mitra, di antaranya adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa agar mampu berkontribusi dalam penanganan berbagai persoalan sosial di masyarakat, seperti peningkatan literasi, pengelolaan sampah, dan penanggulangan kemiskinan.
Dalam sambutannya, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menyampaikan bahwa KKN merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Harapannya kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat mampu memberikan edukasi dan pendampingan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah dan dapat kembali ke kampus dengan membawa pengalaman berharga dari proses belajar bersama masyarakat tersebut
“Kami berharap mahasiswa Unpad dapat membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melalui KKN ini Unpad hadir untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan di Jawa Barat. Selamat belajar dan selamat bekerja di lokasi KKN selama satu bulan ke depan. Manfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini sebaik-baiknya. Mudah-mudahan apa yang dikerjakan oleh mahasiswa selama KKN dapat membawa manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Prof. E. Aminudin Aziz, mengatakan bahwa KKN Tematik bersama Unpad merupakan kolaborasi pertama antara Perpusnas RI dan Unpad dalam upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat Jawa Barat. Prof. Aminudin menjelaskan tingkat literasi dan kegemaran membaca masyarakat masih perlu terus ditingkatkan, sehingga diperlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
“Melalui KKN ini mari kita bersama-sama membangun kecakapan membaca masyarakat. Kerjakan KKN kali ini dengan sepenuh hati. Mudah-mudahan ini menjadi wujud kiprah dan darmabakti mahasiswa di tengah masyarakat serta benar-benar membawa dampak nyata bagi masyarakat Jawa Barat,” ujar Prof. Aminudin.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Asep Sukmana, M.Si., mengapresiasi keterlibatan Unpad dalam mendukung pembangunan daerah melalui program KKN. kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Jawa Barat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
“Mudah-mudahan bisa membantu beberapa program Pemprov Jabar untuk dikomunikasikan kepada masyarakat dan harapannya KKN yang berdampak ini bisa memberikan dampak baik untuk masyarakat,” jelasnya.* (R02)















The post Rektor Lepas 1.542 Mahasiswa KKN Unpad Berdampak ke Empat Kabupaten di Jawa Barat appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi menandatangani kontrak pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Sekolah Garuda dengan Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta pada Kamis (9/7). Melalui penugasan tersebut, Universitas Padjadjaran dipercaya mengampu 42 Sekolah Garuda di berbagai wilayah Indonesia untuk menyelenggarakan program "Peningkatan Kapasitas terkait Persiapan Dokumen Aplikasi ke Perguruan Tinggi Terbaik Dunia."
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kesiapan peserta didik untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia. Melalui pendampingan yang terstruktur, peserta akan memperoleh penguatan dalam penyusunan portofolio, personal statement, esai, serta berbagai dokumen pendukung yang menjadi persyaratan seleksi perguruan tinggi internasional.
Sebagai perguruan tinggi pelaksana, Universitas Padjadjaran akan mengerahkan dosen, psikolog, praktisi, serta berbagai unit pendukung untuk memastikan program berjalan secara profesional dan berkualitas. Program ini juga didukung oleh pengalaman Universitas Padjadjaran dalam menyelenggarakan Program SMA Unggul Garuda Transformasi Tahun 2025 dengan capaian keterlaksanaan program 100 persen serta keberhasilan mengantarkan ratusan peserta memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi terbaik dunia.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas dan rekam jejak Universitas Padjadjaran dalam mengembangkan talenta muda Indonesia.
"Kami siap mengerahkan seluruh sumber daya terbaik Universitas Padjadjaran untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat di bidang pendidikan. Melalui Program Sekolah Garuda, kami berharap dapat mempersiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, berkarakter, serta memiliki daya saing global sebagai calon pemimpin Indonesia di masa depan," ujar Prof. Zahrotur.
Melalui Program PHTC Sekolah Garuda, Universitas Padjadjaran berharap semakin banyak siswa Indonesia yang berhasil menembus perguruan tinggi terbaik dunia. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing talenta Indonesia di tingkat internasional sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.* (Rilis oleh: Dit. PNG Unpad)

The post Universitas Padjadjaran Dipercaya Mengampu 42 Sekolah Garuda di Seluruh Indonesia appeared first on Universitas Padjadjaran.

Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) berkolaborasi dengan Fakulti Ekologi Manusia Universiti Putra Malaysia (UPM) menyelenggarakan kegiatan International Community Service di Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 7–10 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus penguatan kerja sama internasional dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Mengusung tema “Building an Inclusive Community-Based Sustainable Eco-tourism in Tarumajaya Village, Bandung District, West Java Province, Indonesia: Co-creation Strategy to Address Climate Change and to Achieve a Resilient Village”, program ini berfokus pada pengembangan strategi ko-kreasi untuk mewujudkan ekowisata berbasis masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Ph.D., dan didukung melalui Dana Hibah Unpad World Class University Equity (Skema Pengabdian kepada Masyarakat Internasional 2026). Selain melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Padjadjaran serta Universiti Putra Malaysia, program ini juga mendapat dukungan dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta Pemerintah Desa Tarumajaya.
Menurut Prof. Ida Widianingsih, kolaborasi internasional ini menjadi wadah untuk menghadirkan solusi pembangunan yang lahir dari kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Melalui pendekatan ko-kreasi, kami ingin memastikan masyarakat menjadi bagian utama dalam proses perencanaan dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dan lintas negara ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan Desa Tarumajaya di masa depan," ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyelenggaraan International Guest Lecture yang menghadirkan pakar dari Universiti Putra Malaysia, yakni Prof. Dr. Sarjit Singh dan Dr. Puvaneswaran Kunasekaran. Kuliah umum bertema “Governance for Inclusivity: Advancing Community-Based Sustainable Ecotourism Through Public Administration and Social Sciences Perspectives” tersebut diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Padjadjaran.
Selain memperkuat pertukaran pengetahuan di lingkungan akademik, tim pengabdian juga melakukan kunjungan ke Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRHPM) Universitas Padjadjaran untuk mendiskusikan keberlanjutan program serta peluang pengembangan kolaborasi internasional di masa mendatang.
Selama berada di Desa Tarumajaya, peserta melaksanakan berbagai kegiatan lapangan, mulai dari focus group discussion (FGD), survei, observasi, hingga wawancara mendalam dengan masyarakat dan perangkat desa. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan potensi lokal, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat, serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah.
Salah satu agenda utama dalam program ini adalah pelaksanaan Sapataru Jilid 2, sebuah inisiatif pelestarian lingkungan yang diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon kopi bersama masyarakat setempat. Selain berkontribusi terhadap penghijauan kawasan, penanaman komoditas kopi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga dan mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.
Kepala Desa Tarumajaya menyambut baik kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia tersebut.
"Kegiatan ini memberikan masukan yang sangat berharga bagi desa kami. Kami berharap hasil kolaborasi ini dapat mendukung pengembangan ekowisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tarumajaya," katanya.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan menjadi contoh implementasi pendekatan ko-kreasi dalam pembangunan desa. Kolaborasi lintas sektor yang terbangun menunjukkan bahwa pengembangan desa berkelanjutan memerlukan sinergi antara kebijakan publik, dukungan akademik, dan partisipasi aktif masyarakat.
Program International Community Service ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui kegiatan ini, Universitas Padjadjaran dan Universiti Putra Malaysia tidak hanya memperkuat kerja sama akademik internasional, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengembangan model tata kelola ekowisata yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengembangan Desa Tarumajaya sebagai desa yang tangguh (resilient village) dalam menghadapi tantangan lingkungan dan pembangunan di masa depan.* (Rilis oleh: Dian Permata FISIP)

The post Administrasi Publik FISIP Unpad dan Universiti Putra Malaysia Kembangkan Ekowisata Berkelanjutan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran menggelar kembali pameran Project Based Learning (PBL) yang digelar di Teater Ilmu Pengetahuan, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, pada 17-18 Juni 2026. Kegiatan pameran tersebut diikuti oleh mahasiswa praklinik yang mempresentasikan hasil karyanya kepada sivitas akademika dan masyarakat.
“Ini adalah PBL yang ketiga dengan tujuan untuk mencari metode yang memudahkan mahasiswa memahami materi perkuliahan melalui cara yang menyenangkan dan kreatif. Tujuan lain juga mengenalkan ke masyarakat bahwa material-material yang digunakan itu bukan hanya di kedokteran gigi saja, dalam aplikasi kehidupan sehari-hari juga banyak digunakan, karena audiensnya kita mengundang masyarakat umum dan alhamdulillah antusiasnya cukup bagus, juga banyak mahasiswa dari fakultas lain dan universitas lain datang, termasuk orang tua mahasiswa,” kata Kepala Departemen Ilmu dan Teknologi Material Kedokteran Gigi FL, Dr. Renny Febrida, drg., M.Si.
Pelaksanaan pameran kali ini FKG Unpad berkolaborasi dengan FKG Universitas Yarsi sebagai salah satu bentuk kerja sama dalam bidang pendidikan yang merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi. Tak berbeda dengan tahun lalu, presentasi mahasiswa dibagi menjadi beberapa topik, yaitu edukasi bahan dental ramah lingkungan (green dentistry), prototipe alat edukasi interaktif dan video edukasi terkait bahan material kedokteran gigi, serta keamanan dan toksisitas bahan dental (komposit, amalgam, resin) yang dikemas dengan lebih menarik dan interaktif.
Pameran ini menjadi akhir dari rangkaian pembelajaran berbasis proyek untuk mata kuliah Ilmu dan Teknologi Material Kedokteran Gigi (ITMKG) pada blok Tumbuh Kembang Gigi dan Oklusi. Mata Kuliah ini diikuti oleh mahasiswa semester 2 dengan metode Project Based Learning (PBL) yang tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas tetapi mereka lebih aplikatif untuk mencari sendiri ilmu-ilmu dental material. Metode PBL ini juga pernah diikutsertakan dalam SEAADE tahun 2025 dan dipresentasikan di Taiwan oleh dosen-dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Material Kedokteran Gigi (ITMKG), yaitu Dr. Renny Febrida, drg., M.Si., Dr. Veni Takarini, drg., M.Kes., dan Gema Gempita, drg., M.S.* (Rilis oleh: Humas FKG Unpad/R02)



The post FKG Unpad Gelar Ekshibisi Dental Material Kolaborasi dengan FKG Universitas Yarsi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Keuangan Publik Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Bibliometric Analysis and Research Landscape: Mapping Knowledge for Evidence-Based Practice and Future Research” sebagai bagian dari rangkaian Applied Research Bootcamp Series yang diselenggarakan di Bale Rucita, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, 12 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Dejan Ravšelj dari Faculty of Public Administration, University of Ljubljana, Slovenia, sebagai narasumber utama. Kehadiran akademisi internasional menjadi bagian dari upaya penguatan internasionalisasi sekaligus pengembangan kapasitas penelitian terapan di lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran.
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin dinamis, kemampuan untuk memahami lanskap penelitian, memetakan tren riset, mengidentifikasi research gap, serta menemukan peluang kontribusi ilmiah menjadi semakin penting. Pendekatan bibliometrik memberikan peluang bagi peneliti untuk menghasilkan penelitian yang lebih relevan, inovatif, dan berdampak bagi praktik profesional maupun pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making) serta perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Melalui sesi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai konsep dan teknik analisis bibliometrik untuk memetakan struktur pengetahuan global, mengidentifikasi research clusters, memahami tren penelitian, serta mengeksplorasi arah perkembangan kajian di masa depan. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan berbagai perangkat analisis bibliometrik sebagai bagian dari praktik penelitian kontemporer yang berbasis data dan bukti empiris.
Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas penelitian dan literasi akademik, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan metode dan perangkat riset kontemporer untuk mendorong inovasi, SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan budaya pengambilan keputusan berbasis bukti, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik internasional dan jejaring penelitian global.
Melalui berbagai inisiatif seperti ini, Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran terus berupaya membangun budaya penelitian yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada dampak. Sebab, pada akhirnya, penelitian tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga untuk menghadirkan solusi yang lebih baik bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Lebih dari sekadar menghasilkan publikasi, penelitian yang berkualitas harus mampu melahirkan insights, mendukung praktik profesional, serta menjadi landasan bagi pengambilan keputusan dan kebijakan yang lebih efektif. Dengan semangat tersebut, Applied Research Bootcamp Series diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat ekosistem riset terapan di lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan yang berbasis pengetahuan dan bukti empiris. (Rilis oleh: Humas Sekolah Vokasi Unpad/R02)
The post Perkuat Kapasitas Riset Berbasis Bukti, Applied Research Bootcamp Series Hadirkan Akademisi Slovenia appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Lembaga Wakaf Universitas Padjadjaran memperingati Milad ke-1 dengan mengusung tema "Satu Tahun Berkhidmat Mengalirkan Kebaikan, Membangun Masa Depan Unpad dan Berdampak bagi Umat" yang diselenggarakan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Selasa, (7/7). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan satu tahun lembaga sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan ekosistem wakaf yang profesional, produktif, dan berkelanjutan guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, menyampaikan bahwa lembaga wakaf memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu, inklusif, dan berkelanjutan. Wakaf tidak hanya berfungsi sebagai instrumen filantropi, tetapi juga mampu mengubah aset privat menjadi aset sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Prof. Widya menjelaskan bahwa keberadaan lembaga wakaf memberikan sejumlah manfaat penting bagi perguruan tinggi, mulai dari menjamin keberlanjutan pendanaan, memperluas akses pendidikan melalui penyediaan beasiswa bagi mahasiswa, hingga mendukung peningkatan kualitas sarana, prasarana, dan kegiatan riset. Selain itu, wakaf juga menjadi salah satu upaya membangun kemandirian institusi pendidikan melalui sumber pendanaan yang berkelanjutan.
"Kami berharap Lembaga Wakaf Unpad dapat terus menjadi salah satu instrumen strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian institusi melalui pengelolaan dana wakaf yang profesional," ujar Prof. Widya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Wakaf Unpad, Prof. Maman Setiawan mengatakan bahwa satu tahun sejak diresmikan, lembaga tersebut berkomitmen membangun ekosistem wakaf yang profesional, produktif, dan berkelanjutan sebagai salah satu pilar dalam mendukung pengembangan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unpad. Lembaga Wakaf Unpad terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sivitas akademika dan alumni, untuk meningkatkan penghimpunan, serta pengelolaan wakaf produktif agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan seluruh stakeholder yang telah bersama-sama mengembangkan Lembaga Wakaf Unpad selama satu tahun ini. Mari kita wariskan bukan hanya ilmu, tetapi juga kebermanfaatan, karena membangun Unpad hari ini berarti mewariskan masa depan bagi generasi yang akan datang," ujar Prof. Maman.
Turut hadir pada kesempatan ini adalah Wakil Ketua II Badan Wakaf Indonesia Dr. H. Ahmad Zubaidi, M.A., serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., yang menyampaikan Literasi Wakaf bertajuk “Refleksi Tahun Baru Muharam untuk Peningkatan Amal Jariyah”.* (R02)









The post Satu Tahun Berkhidmat, Lembaga Wakaf Unpad Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Unit Renang Universitas Padjadjaran (URU) meraih total 17 medali pada ajang Student Swim Challenge 2026 yang diselenggarakan di Bandar Lampung pada 19-21 Juni 2026. Dari kejuaraan antar mahasiswa se-Indonesia tersebut, kontingen Unpad membawa pulang 8 medali emas, 5 medali perak, dan 4 medali perunggu.
Capaian tersebut diraih oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unpad, yaitu Fenesia Cleopatra (Fakultas Ilmu Komunikasi 2024), Mochammad Rizal Fadhilah (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 2025), Muhammad Ramadhan Islami Putra (Fakultas Peternakan 2025), Muhammad Daffa Fauzan (Fakultas Teknologi Industri Pertanian 2023), dan Nazri Ilham Sapoetra (FPIK 2023).
“Awalnya, kejuaraan ini kami jadikan sebagai bagian dari persiapan untuk kompetisi-kompetisi berikutnya. Ternyata hasilnya melebihi ekspektasi, kami bersyukur bisa meraih capaian yang cukup baik,” ujar Rizal ketika diwawancarai oleh kanal Media Unpad pada Selasa, 30 Juni 2026.
Fenesia, Rizal, Ramadhan, Daffa, dan Nazril merupakan mahasiswa Unpad yang diterima melalui Jalur Minat dan Bakat/Prestasi Nonakademik. Bagi mereka, prestasi renang tidak hanya menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi juga motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengharumkan nama universitas. Ramadhan mengaku tetap aktif berkompetisi karena merasa memiliki tanggung jawab untuk mewakili Unpad di berbagai kejuaraan renang.
“Saya termotivasi untuk tetap renang karena saya masuk Unpad melalui prestasi renang. Sebelumnya sempat terpikir ingin berhenti, ternyata takdir saya memang di sini,” ungkapnya.
Dalam mengikuti kompetisi tersebut, para atlet juga mendapatkan dukungan penuh dari Unpad. Dukungan tersebut mencakup berbagai kebutuhan selama pertandingan, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga biaya pendaftaran kompetisi.
“Semua terfasilitasi dengan baik, mulai dari makan, transportasi darat, pesawat, hotel, sampai pendaftaran pertandingan. Kami tidak merasa kesulitan karena semuanya didukung oleh kampus,” jelas Nazril.
Meski demikian, para atlet berharap fasilitas pendukung olahraga renang di lingkungan kampus dapat terus ditingkatkan. Salah satu harapan yang disampaikan adalah tersedianya fasilitas kolam renang atau dukungan transportasi menuju lokasi latihan sehingga dapat membantu persiapan atlet dalam menghadapi berbagai kejuaraan.
Lebih lanjut, para atlet mengajak mahasiswa Unpad untuk terus mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki, termasuk di bidang olahraga. Menurut Rizal, konsistensi dalam berlatih dan keberanian untuk mengikuti berbagai kompetisi menjadi modal penting dalam meraih prestasi sekaligus membawa nama baik universitas.
“Bagi yang masuk Unpad melalui jalur prestasi, semoga tetap konsisten berlatih dan mengikuti kompetisi. Walaupun harus membagi waktu dengan kuliah, tetap semangat karena itu merupakan tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk berkembang dan membawa nama baik universitas,” pesan Rizal.
Prestasi yang diraih para mahasiswa menjadi gambaran bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga potensi nonakademik. Melalui SMUP, Unpad memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa berprestasi untuk terus mengembangkan bakat dan meraih prestasi. Informasi lebih lanjut mengenai Jalur Minat dan Bakat/Prestasi Nonakademik dapat diakses melalui https://smup.unpad.ac.id/.* (R01)
The post Unit Renang Unpad Borong 17 Medali pada Student Swim Challenge 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.