Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung penguatan keahlian dalam bidang legislatif, Universitas Padjadjaran jalin kerja sama dengan Badan Keahlian DPR RI. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilaksanakan Senin (25/5) di Ruang Auditorium Lantai 4 Gedung Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja Fakultas Hukum, Unpad Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung.
“Kerja sama ini merupakan langkah yang strategis bagaimana Unpad dan Badan Keahlian DPR RI dapat bersama-sama untuk mendukung pembangunan, khususnya di bidang hukum legislatif,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita dalam sambutannya.
Prof. Arief menegaskan bahwa Unpad tidak hanya bertugas menciptakan generasi penerus dan mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan dalam membantu negara melalui kontribusi nyata. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan keahlian dan pemikiran akademik yang mendukung penyelesaian persoalan kebangsaan.
Sementara Kepala Badan Keahlian DPR RI, Prof. Bayu Dwi Anggono, mengatakan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut merupakan perpanjangan dari kerja sama yang telah terjalin sejak 2021. Prof. Bayu menegaskan kolaborasi antara Badan Keahlian DPR RI dengan perguruan tinggi, termasuk Unpad, akan terus diperkuat dan diintensifkan.
“Nota Kesepahaman harus diwujudkan melalui berbagai kegiatan konkret. Kami mengawalinya dengan konsultasi publik yang melibatkan tidak hanya sivitas akademika Unpad, tetapi juga para pemangku kepentingan. Inilah yang menjadi konsep Kampus Berdampak,” ujar Prof. Bayu.
Dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara FH Unpad dan Pusat Pemantauan Pelaksanaan Undang-Undang Badan Keahlian DPR RI terkait dukungan keahlian dalam pelaksanaan badan legislatif serta pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FH Unpad, R. Achmad Gusman Catur Siswandi, Ph.D., bersama Kepala Pusat Pemantauan Pelaksanaan UU Badan Keahlian DPR RI, Dr. Anita Handayaniputri.
Pada kesempatan yang sama, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai pelaksanaan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. FGD menghadirkan Guru Besar Hukum Siber dan Data Privacy Unpad Prof. Sinta Dewi Rosadi serta Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Bayu Rakhmana sebagai narasumber, dengan dimoderatori oleh dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta Dr. Astriana Baiti Sinaga.
Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan FH Unpad, Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Jawa Barat dr. Berli Hamdani Gelung Sakti, Tim Pengelola Data Dinas Kesehatan Jawa Barat dr. Ani Kartini, serta Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat Yohan Ibrahim.
Kerja sama ini menunjukkan komitmen Unpad dalam menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, Unpad dan Badan Keahlian DPR RI diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan badan legislatif melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang berdampak.*






The post Dukung Penguatan di Bidang Legislatif, Unpad Jalin Kerja Sama dengan DPR RI appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima 3.196 calon mahasiswa baru yang lulus melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Calon mahasiswa tersebut terdiri dari 2.800 calon mahasiswa program Sarjana (S1) dan 396 calon mahasiswa program Sarjana Terapan (D4). Jumlah pendaftar UTBK SNBT 2026 ke Universitas Padjadjaran tercatat sebanyak 80.541 peserta.
Pengumuman hasil UTBK SNBT 2026 diumumkan serentak secara nasional melalui media pengumuman online yang disediakan panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pada Senin 25 Mei 2026 pukul 15.00 WIB.
"Selamat kepada anda yang berhasil diterima di Unpad. Keberhasilan ini patut disyukuri dan menjadi awal perjalanan untuk tumbuh menjadi insan unggul, berintegritas dan bermasyarakat bagi masyarakat," ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Lebih lanjut Rektor mengatakan, calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dapat segera melakukan pendaftaran ulang sesuai dengan prosedur dan waktu yang telah ditetapkan. Informasi pendaftaran ulang dapat diakses di https://smup.unpad.ac.id/snbt/. Pada tahap awal pendaftaran ulang, calon mahasiswa diharapkan segera melengkapi biodata dan unggah dokumen mulai tanggal 26 Mei sampai dengan 3 Juni 2026 pukul 17.00 WIB.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran. Kepercayaan ini akan kami jaga dengan sebaik-baiknya," tegas Rektor.
Bagi yang belum memperoleh hasil sesuai harapan, Rektor mengatakan untuk tidak berkecil hati. Kesempatan untuk bergabung dengan Universitas Padjadjaran masih terbuka melalui seleksi mandiri Universitas Padjadjaran atau kita sebut dengan SMUP. Informasi terkait seleksi mandiri Skema Ujian SMUP dan Rapor serta Skema UTBK dan Rapor yang pendaftarannya akan ditutup pada Selasa 2 Juni 2026 bisa dilihat di laman https://smup.unpad.ac.id/.*
The post Hasil SNBT 2026 Diumumkan, 3.196 Orang Lolos Masuk Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran memperkuat perannya dalam forum akademik dan kebijakan lingkungan global. Hal tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan aktif Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad, Prof. Chay Asdak, dalam pertemuan strategis Intergovernmental Working Group (IWG) on the Future Strategic Framework yang berlangsung di Markas Besar United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD), Bonn, Jerman, pada 12-14 Mei 2026.
Pertemuan IWG UNCCD merupakan kegiatan yang mempertemukan para pemangku kepentingan global untuk merumuskan Vision and Key Elements of the Future Implementation of the Convention Text, yaitu kerangka strategis masa depan implementasi konvensi UNCCD. Dokumen hasil pembahasan tersebut akan menjadi materi utama dalam UNCCD Conference of Parties 17 yang akan berlangsung di Mongolia pada Agustus 2026.
Dalam forum global tersebut, Prof. Chay hadir mewakili Indonesia sekaligus menjalankan perannya sebagai Vice Chair of Science and Technology UNCCD. Prof. Chay mendorong pentingnya penguatan basis sains dalam penyusunan kebijakan internasional, khususnya terkait pengelolaan lahan, mitigasi perubahan iklim, dan ketahanan lingkungan. Ia juga menyampaikan pentingnya keterwakilan perspektif negara berkembang, terutama kawasan Asia, dalam penyusunan kerangka kebijakan global yang inklusif dan implementatif.
UNCCD sendiri merupakan salah satu konvensi lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bersifat mengikat secara hukum (legally binding convention) dan berfokus pada upaya penanggulangan desertifikasi, degradasi lahan, serta dampak kekeringan melalui pendekatan pengelolaan lahan berkelanjutan.
Forum ini dihadiri oleh para National Focal Point, ilmuwan, dan perwakilan pemerintah dari berbagai kawasan dunia, termasuk Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen internasional terhadap pengelolaan lahan berkelanjutan serta pengurangan risiko kekeringan dan desertifikasi.
Keterlibatan Prof. Chay menjadi bagian dari kontribusi Unpad dalam penguatan kolaborasi internasional di bidang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui partisipasi akademisi dalam forum global, Unpad terus mendorong peran ilmu pengetahuan dalam mendukung perumusan kebijakan yang inklusif, berbasis riset, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dunia.* (Rilis oleh: Dani Wahdani)
The post Unpad Berkontribusi dalam Penyusunan Kerangka Strategis Lingkungan Global UNCCD appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui kolaborasi strategis bersama Fakulti Food Science and Agrotechnology, Universiti Malaysia Terengganu. Penguatan kerja sama tersebut diwujudkan melalui rangkaian kuliah umum internasional dan diskusi pengembangan kolaborasi akademik yang berlangsung pada 11-15 Mei 2026 di lingkungan Departemen Teknologi Industri Pangan FTIP Unpad.
Kegiatan ini menghadirkan dua akademisi dari UMT, yaitu Dr. Mohd Nizam Lani dan Dr. Khairil Anuar Mat Amin, yang berbagi wawasan serta pengalaman riset di bidang teknologi pangan modern kepada mahasiswa dan sivitas akademika FTIP Unpad.
Dalam sesi kuliah umum, Dr. Mohd Nizam membawakan materi mengenai teknologi fermentasi pangan dengan fokus pada produk pangan fermentasi khas Malaysia, khususnya metabolisme dan metabolit yang dihasilkan selama proses fermentasi. Selain itu, juga membahas perbandingan produk fermentasi Malaysia dan Indonesia dari aspek mikrobiologi, cita rasa, hingga pengaruh kultur fermentasi terhadap kualitas produk akhir.
Sementara itu, Dr. Khairil menyampaikan materi mengenai teknik konversi bentuk dan separasi pada produk pangan. Pembahasan difokuskan pada teknologi filtrasi sebagai salah satu teknik pemisahan penting dalam industri pangan modern. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses penyaringan untuk meningkatkan kualitas, keamanan, kejernihan, serta memperpanjang masa simpan produk pangan melalui pemisahan partikel maupun mikroorganisme secara mekanis menggunakan media berpori.
Selain kuliah umum, kedua institusi juga menggelar diskusi strategis terkait pengembangan kerja sama akademik jangka panjang. Pertemuan membahas berbagai peluang kolaborasi, meliputi pertukaran mahasiswa, penelitian bersama (joint research), program magang internasional, pengabdian kepada masyarakat, hingga keterlibatan dosen sebagai narasumber akademik di kedua institusi.
Dari pihak FTIP Unpad, diskusi dipimpin oleh Ketua Program Studi Teknologi Pangan, Dr. Siti Nurhasanah, bersama jajaran tim akademik Departemen Teknologi Industri Pangan. Kegiatan turut dibuka oleh Dekan FTIP Unpad, Dr. Gemilang Lara Utama, beserta jajaran wakil dekan.
Dalam sambutannya, Dr. Gemilang Lara Utama menegaskan bahwa kolaborasi dengan Universiti Malaysia Terengganu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan FTIP Unpad dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi serta pengembangan riset kolaboratif berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.
Kerja sama antara FTIP Unpad dan Universiti Malaysia Terengganu sendiri telah terjalin sebelumnya dan menjadi fondasi penting dalam membangun sinergi pendidikan serta penelitian lintas negara yang lebih kuat dan berkelanjutan. Melalui lawatan akademik ini, kedua institusi berharap dapat menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu dan teknologi pangan di kawasan Asia Tenggara.* (Rilis oleh: Dani Wahdani)
The post Kolaborasi FTIP Unpad dan Universiti Malaysia Terengganu Dorong Pengembangan Riset dan Pendidikan Teknologi Pangan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari komitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui penguatan kapasitas akademik guru, Universitas Padjadjaran telah meluncurkan Program Beasiswa Guru Unggul Raih Kualitas “Guruku” yang memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan studi di Unpad dengan pilihan 18 program studi yang tersedia. Pendaftaran Program Beasiswa Guru tersebut berlangsung mulai dari 18 Mei 2026 - 13 Juli 2026 mendatang.
“Program beasiswa ini merupakan komitmen Unpad dalam meningkatkan kapasitas akademik guru di seluruh Indonesia, sehingga para guru dapat mendorong terobosan baru dalam metode pengajaran di kelas sebagai bagian dari mendukung kualitas pendidikan nasional yang inklusif melalui pemerataan,” ujar Direktur Akademik Unpad Prof. Aliya Nur Hasanah dalam “Ayo Kenal Unpad: Beasiswa Program Magister Untuk Guru’ yang disiarkan secara daring pada Kamis, 21 Mei 2026.
Program beasiswa ini mencakup 18 program studi di bidang saintek dan soshum, yaitu magister matematika, magister fisika, magister kimia, magister biologi, magister teknik geologi, magister ilmu peternakan, magister agronomi, magister psikologi, dan magister farmasi, serta magister sosiologi, magister kesejahteraan sosial, magister ilmu pemerintahan, magister administrasi bisnis, magister ilmu komunikasi, magister linguistik, magister sastra, magister ilmu ekonomi, dan magister akutansi.
Prof. Aliya menyampaikan bahwa program beasiswa ini terbuka untuk guru aktif di pendidikan sekolah dini, dasar, maupun menengah yang sudah memiliki pengalaman mengajar minimal 1 tahun, terbuka untuk seluruh sekolah negeri maupun swasta tanpa batasan usia, serta memiliki potensi dampak bagi sekolah tempat mengajar. Tidak hanya itu, peserta perlu melengkapi dokumen wajib seperti KTP, Ijazah, surat keterangan pengalaman mengajar, dan rekomendasi dari pimpinan institusi (Kepala Sekolah).
“Unpad menghargai pengalaman profesional para guru sebagai pendidik yang sudah dimiliki. Oleh karena itu, program magister yang disediakan untuk beasiswa ini adalah program magister lewat jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sehingga pengalaman kerjanya dikonversi menjadi SKS akademik agar dari sisi masa studi bisa lebih cepat tanpa mengurangi kualitas. Jadi pengalaman kerjanya bisa dikonversi ke dalam kredit akademik,” jelas Prof. Aliya.
Lebih lanjut, program beasiswa ini terdiri dari tiga kategori beasiswa, yaitu beasiswa penuh, beasiswa sebagian, dan beasiswa dukungan yang perbedaannya ada pada besaran pembiayaan penyelenggaraan pendidikan yang ditanggung hingga maksimal untuk tiga semester. Sementara itu, persyaratan khusus yang perlu dilengkapi antara lain adalah skor Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) minimal 450 yang dilakukan di PT Pijar Integra Psikologi Unpad serta Pusat Bahasa Unpad.
Prof. Aliya menjelaskan bahwa penilaian seleksi program beasiswa akan dilihat dari kualitas akademik dan profesional, dampak terhadap sekolah dan ekosistem pendidikan, serta pemerataan afirmasi untuk wilayah 3T dan keterbatasan akses. Seleksi penerimaan beasiswa ini akan dilakukan dengan tahapan seleksi administrasi dan seleksi substansi berupa portofolio aktivitas akademik yang selanjutnya akan dikonversi ke SKS akademik.
“Unpad sangat menunggu Bapak dan Ibu guru talenta terbaik bangsa untuk mendaftar di program beasiswa ini. Kami sangat yakin ketika para guru di seluruh Indonesia itu unggul, maka kita semua akan meraih kualitas pendidikan yang lebih baik. Jangan ragu untuk bergabung bersama kami di Unpad untuk kita bersama-sama meningkatkan kompetensi akademik sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda Indonesia,” pungkasnya.
Informasi lebih lanjut tersedia di laman https://smup.unpad.ac.id/ dan pendaftaran program beasiswa dapat dilakukan di laman https://admission.unpad.ac.id/. (R02)*
The post Ini Persyaratan Beasiswa Guru Unpad, Pendaftaran Dibuka Hingga 13 Juli 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P.K.(K)., mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan RI senantiasa mendukung upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan mutu layanan, serta membangun ekosistem yang menunjukkan integritas dan anti-fraud dalam pelayanan kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI dalam acara Gotong Royong Sehat Bersama untuk Akses Luas dan Jaminan Kesehatan Berkualitas yang diselenggarakan di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Iwa Koesoemasoemantri Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu, 20 Mei 2026.
Pada kesempatan ini juga diselenggarakan penandatangan Nota Kesepahaman/MoU antara Unpad dan BPJS Kesehatan mengenai kerja sama dalam meningkatkan kualitas SDM dan studi jaminan kesehatan nasional yang ditandatangani oleh Rektor Unpad Prof. Arief. S. Kartasasmita dan Kepala Corporate University BPJS Kesehatan Oktavianus Ramba.
“Dalam sistem jaminan kesehatan nasional, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan akses pelayanan bagi masyarakat, hingga mutu pelayanan kesehatan. Dalam hal ini, integritas juga menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan,” ujar Wakil Menteri Kesehatan RI.
Lebih lanjut, saat ini Kemenkes RI tengah menjalankan transformasi kesehatan dengan tujuan utama untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses.
Namun, perluasan akses pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari semakin banyaknya fasilitas kesehatan. Yang jauh lebih penting adalah pelayanan tersebut dapat diberikan sesuai dengan indikasi, diagnosa, dan terapi yang tepat, serta dilakukan dengan efektif dan efisien.
Layanan lanjutan pada pelayanan kesehatan tentu sangat diperlukan, tetapi seluruhnya harus dilandasi oleh indikasi medis yang kuat, tata kelola yang baik, serta pengawasan mutu yang baik. Dengan demikian masyarakat dapat memperoleh manfaat yang maksimal dengan sistem pembiayaan kesehatan yang tetap sehat dan berkelanjutan.
“Saya percaya dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama kita dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, adil, dan mencakup seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.*(R02)






The post Unpad dan BPJS Kesehatan Teken MoU Pengembangan SDM dan Studi Jaminan Kesehatan Nasional appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka memperkuat pengembangan pendidikan vokasi, Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan Yayasan Sahabat Merah Putih melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bersama Livin, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Naskah Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita bersama Ketua Yayasan Sahabat Merah Putih, Maman Taufik, serta disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Prof. Maman Setiawan, Dekan Sekolah Vokasi Unpad, Dr. Kurniawan Saefulllah, S.E., M.Ec., dan segenap pimpinan di lingkungan Unpad.
“Tentu Unpad sangat berbangga hati dan kami juga sudah banyak mendengar mengenai Yayasan Sahabat Merah Putih yang memiliki jejaring cukup kuat, sehingga saya pikir ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa baik untuk Unpad berkolaborasi mengembangkan pendidikan vokasi,” ujar Rektor Unpad dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa saat ini pendidikan vokasi menjadi salah satu pendidikan yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Oleh karena itu, menjalin kerja sama dalam mengembangkan Sekolah Vokasi yang berbasis pada industri menjadi langkah yang tepat untuk diimplementasikan di masa yang akan datang.
“Harapannya kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pendidikan saja, tetapi juga pada hal lain yang dapat memperkuat proses pengembangan vokasi di Indonesia. Semoga kita dapat segera membangun kerja sama ini lebih konkret, sehingga dapat segera memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat luas,” jelas Rektor.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sahabat Merah Putih Maman Taufik menyampaikan bahwa melalui kerja sama ini diharapkan dapat menghubungkan antara dunia pendidikan Indonesia dengan industri di tingkat internasional. Dalam hal ini, Maman berharap Sekolah Vokasi Unpad dapat melahirkan SDM unggul yang siap bersaing secara global.
“Kami menghubungkan sumber daya yang di Indonesia dengan industri di dunia, salah satunya adalah China. Harapannya kerja sama dengan Sekolah Vokasi Unpad ini dapat menyelaraskan antara kebutuhan industri dengan keahlian mahasiswa di masa yang akan datang,” jelasnya.* (R02)






The post Unpad dan Yayasan Sahabat Merah Putih Jalin Kerja Sama Pengembangan Pendidikan Vokasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih optimal, Universitas Padjadjaran memberikan Hibah Fasilitas Pendidikan Tahun 2026 kepada seluruh Fakultas/Sekolah di lingkungan Unpad. Hibah tersebut diserahkan secara simbolis di Ruang Rapat Bersama Livin, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, pada Senin, 18 Mei 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, menyampaikan bahwa hibah yang diberikan kepada Fakultas/Sekolah di lingkungan Unpad tersebut merupakan dana yang diperuntukkan memenuhi standar kuantitas dan kualitas fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, pemberian hibah tersebut merupakan salah satu upaya Unpad dalam meningkatkan pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa.

“Hibah ini tentunya adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa, sehingga harapannya dapat menunjang proses belajar mengajar sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan bagi mahasiswa,” ujar Prof. Zahrotur.
Pemberian hibah fasilitas pendidikan tersebut mencakup berbagai sarana penunjang pembelajaran bagi mahasiswa, seperti alat-alat praktikum hingga fasilitas pendukung kegiatan akademik lainnya. Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu bentuk komitmen Unpad dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih baik bagi mahasiswa.
Selain mendukung kegiatan perkuliahan, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat menunjang berbagai aktivitas pengembangan kompetensi akademik. Unpad berharap seluruh Fakultas/Sekolah dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal demi mendukung peningkatan mutu pembelajaran yang ada di Unpad.
“Mudah-mudahan ke depan kita (Unpad) dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar bagi mahasiswa dengan berbagai fasilitas yang lebih baik lagi, hingga tercapai standar pendidikan yang selama ini telah Unpad cita-citakan bersama,” jelasnya. *(R02)
The post Unpad Komitmen Tingkatkan Layanan Akademik melalui Hibah Fasilitas Pendidikan 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) meluncurkan Program Beasiswa Guru bertajuk “Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas” sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Peluncuran dilaksanakan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, pada Rabu, 20 Mei 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan jenjang Magister di Unpad dengan pilihan 18 program studi yang tersedia.
“Yang sekarang akan kita kejar adalah akses terhadap pendidikan yang bermutu. Salah satu elemen penting untuk mencapai hal tersebut adalah kompetensi guru. Secara kualifikasi, hampir 100 persen guru sudah memenuhi syarat pendidikan D4 atau S1. Namun, guru yang memiliki kualifikasi formal tersebut ternyata belum selalu berbanding lurus dengan kompetensinya,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Atip Latipulhayat, ketika memberikan sambutan.
Prof. Atip mengatakan Program Beasiswa Guru Unpad diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang tidak hanya memiliki kualifikasi pendidikan, tetapi juga kompetensi yang unggul. Menurutnya, kualitas harus menjadi aspek utama yang terus diperkuat dalam dunia pendidikan agar tujuan peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai.
Program Beasiswa Guru Unpad menyediakan tiga skema pembiayaan bagi guru yang melanjutkan studi Magister di Unpad, yakni beasiswa penuh yang mencakup 100 persen biaya pendidikan, beasiswa sebagian sebesar 75 persen biaya pendidikan, serta beasiswa dukungan sebesar 50 persen biaya pendidikan. Ketiga jenis beasiswa tersebut berlaku bagi peserta yang diterima pada 18 program studi Magister di Unpad sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Hingga saat ini, Unpad telah menerima satu penerima beasiswa yaitu Ihwan Subekti, S.Pd dari SD Negeri 1 Bojong, Kabupaten Pangandaran. Ihwan terpilih berdasarkan rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran atas prestasi dan inovasi yang dilakukannya di bidang pendidikan. Selain itu, ia juga telah memenuhi persyaratan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) untuk memperoleh beasiswa penuh.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah masa depan anak-anak Indonesia. Unpad harus ikut serta memberikan kesempatan dan fasilitas agar para guru di Indonesia dapat meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih baik dari yang saat ini telah dilakukan,” ungkap Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Prof. Arief mengatakan Unpad berupaya mengajak para guru untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan melalui program beasiswa yang diselenggarakan. Program ini bukan semata-mata untuk mencetak tenaga kerja, melainkan memberikan manfaat lebih luas melalui penguatan kualitas pendidikan dan kapasitas para pendidik di Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan ini pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan Unpad, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah, S.A.P., Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kepedidikan Dinas Kepedidikan Provinsi Jawa Barat Dr. Firman Oktora yang mewakili Gubernur Jawa Barat, Kepala Dinas Kepedidikan Kepulauan dan Kota, serta para pejabat pemerintahan serta kepala sekolah dan guru dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Informasi lengkap mengenai proses seleksi Program Beasiswa Guru Unpad dapat diakses melalui laman https://smup.unpad.ac.id/beasiswa-guru-program-magister/. Sementara itu, pendaftaran dilakukan dengan mengunggah seluruh dokumen persyaratan umum dan persyaratan khusus melalui laman admission.unpad.ac.id. Pendaftaran program beasiswa ini telah dibuka hingga tanggal 13 Juli 2026.* (R01)









(Foto-foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)*
The post Unpad Luncurkan Program Beasiswa Guru untuk Tingkatkan Kompetensi Pendidik appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Kebangkitan nasional merupakan proses dinamis yang harus mampu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Melalui tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan komitmen bersama dalam mempersiapkan generasi penerus demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diselenggarakan di halaman Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Rabu, 20 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Widya membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid.
“Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua; bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” ujar Prof. Widya.
Dalam amanatnya, Prof. Widya menyampaikan bahwa memasuki tahun 2026, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Karena itu, semangat kebangkitan nasional perlu diwujudkan melalui persatuan dan kesiapan menghadapi perubahan zaman. Ia juga menegaskan bahwa, sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” ajak Prof. Widya.
Rangkaian upacara juga diiisi dengan pembacaan Undang-Undang Dasar RI 1945 oleh Wakil Dekan Bidang Sumberdaya & Organisasi FISIP Unpad Dr. Muhammad Fedryansyah, S.Sos.,M.Si. dan pembacaan doa oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Riset, serta Sumber Daya dan Organisasi Sekolah Pascasarjana, Dr. Kasno Pamungkas, S.S., M.Hum..
Upacara peringatan Harkitnas 2026 di lingkungan Unpad dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan tenaga kependidikan di lingkungan Unpad. Melalui kegiatan ini, Unpad berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan zaman, sekaligus menjaga semangat persatuan dan kebangsaan Indonesia.* (R01)






The post Unpad Peringati Hari Kebangkitan Nasional 2026 dengan Semangat Jaga Tunas Bangsa appeared first on Universitas Padjadjaran.