DIREKTORAT PERENCANAAN, SISTEM INFORMASI DAN TRANSFORMASI DIGITAL

SIAT AKADEMIK

SIAT KEMAHASISWAAN

SIAT KEPEGAWAIAN

SIAT E-OFFICE

SIAT PERENCANAAN

SIAT KKI-D

SIAT KKI-T

ERP by ORACLE

PORTAL STAFF UNPAD

PORTAL STUDENT UNPAD

PENGUMUMAN

Jadwal Penginputan Rencana Anggaran dan Rincian item barang dan jasa Tahun 2024

FENDRIA YUDHA [ 13-11-2023 12:48 ]

Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.


Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:

Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan

  • Jadwal Pengumpulan Dokumen RKAT 2024 Unit yang disahkan oleh pimpinan unit :
    Tanggal 13 Desember 2023 - 5 Januari 2024
    Format RKAT
    1. Pendahuluan
  • 1.1. Umum (Deskripsi umum unit, tantangan dan peluang, gambaran umum strategi pencapaian kinerja untuk mencapai IKU Renstra dan DIKTI, gambaran umum Proker tahun 2024)
  • 1.2. Rencana Strategis Unit Sebagai turunan dari rencana Strategis universitas, Indikator Kinerja dan target kinerja tahun 2020 - 2024 sebagai turunan IKU renstra dan IKU kemdikbud unit tahun 2020 - 2024)
  • 1.2. Pohon Kinerja
    2. Kinerja Tahun 2023 dan Rencana Kinerja Tahun 2024
    2.1. Capaian Kinerja tahun 2023 dan Rencana kinerja tahun 2024
    2.2. Rencana Program dan Kegiatan tahun 2024 (menguraikan Program kegiatan dan nilai pada tahun 2024- tabel dan deskripsi(hirarki prog dan kegiatan mengacu pada kelompok program dan kegiatan disiat perencanaan)
    2.3. Sumber Pembiayaan (menguraikan sumber penerimaan dan nilai penerimaan pada tahun 2024- tabel dan deskripsi)
  • 3. Penutup
  • 4. lampiran
    1. tabel Detail Rencana Program dan Kegiatan 2024
  • 2. Table Detail Rencana Penerimaan 2024
    3. Pohon Kinerja

Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:

Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)

Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.

Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

BERITA UNPAD

Pimpinan Kemendukbangga/BKKBN Temui Rektor Unpad Jajaki Potensi Kerja Sama

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) /BKKBN dalam rangka penjajakan kerja sama strategis di bidang kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga di Executive Lounge Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Rabu 17 Juni 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng., Direktur Pengelolaan Kerjasama Pendidikan Kependudukan I Made Yudhistira Dwipayama, M.Psi., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si., serta Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Barat Mia Wahdini, SKM., M.Arts.

“Kami sangat membutuhkan dukungan perguruan tinggi, salah satunya Unpad, untuk membantu kami agar program-program kependudukan, seperti Keluarga Berencana (KB), mudah diterima masyarakat,” ujar Dr. Bonivasius.

Dari pihak Universitas Padjadjaran, pertemuan dipimpin oleh Rektor Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, didampingi Dekan Sekolah Pascasarjana Prof. Vijaya Isnaniawardhani, pakar ekonomi kependudukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad, Dr. Ferry Hadiyanto, serta Direktur Pemasaran dan peneliti komunikasi kependudukan Syauqy Lukman, Ph.D.

“Unpad memang tergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) dan kami siap menjalankan tugas untuk menggarap provinsi Jawa Barat dan Banten, sesuai dengan penugasan dari Pemerintah. Kami akan menyiapkan tim dari Unpad untuk tindak lanjut nyata, sehingga kerja sama ini tidak sebatas wacana,” ujar Prof. Arief S. Kartasasmita.

Diskusi membahas peluang kolaborasi dalam penguatan pendidikan kependudukan, riset dan kajian strategis, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung perumusan kebijakan kependudukan di tingkat nasional maupun daerah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan rekomendasi berbasis bukti untuk menjawab tantangan kependudukan Indonesia menuju Generasi Emas 2045.* (Rilis oleh: Dit. Pemasaran Unpad)

The post Pimpinan Kemendukbangga/BKKBN Temui Rektor Unpad Jajaki Potensi Kerja Sama appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Tuan Rumah Rakernas MDGB PTNBH

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Dewan Profesor Universitas Padjadjaran akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum atau MDGB PTNBH 2026 yang akan diselenggarakan pada Kamis 18 Juni – Sabtu 20 Juni 2026, di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung.

Forum nasional ini mengangkat tema “Kampus Sehat: Membangun Ketahanan Fisik, Mental, Sosial, dan Ekologis Menuju Masa Depan Berkelanjutan.” Tema tersebut menegaskan pentingnya perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ekosistem kehidupan akademik yang sehat, aman, inklusif, berintegritas, dan berkelanjutan.

Rakernas MDGB PTNBH 2026 akan mempertemukan pimpinan dan delegasi Guru Besar dari 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum se-Indonesia. Kegiatan ini dirancang sebagai forum konsolidasi pemikiran strategis para Guru Besar dalam membaca arah pendidikan tinggi nasional, memperkuat marwah akademik, serta merumuskan rekomendasi bagi pengembangan kampus sehat dan tata kelola pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaanya, forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis MDGB PTNBH 2026 melalui rapat komisi dan pleno sebagai masukan bagi pimpinan perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi nasional.

Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis, 18 Juni 2026, dengan registrasi kehadiran peserta, penyampaian mitigasi bencana oleh Tim HSE, penampilan pembuka Group Kecapi Suling Guru Besar Unpad, serta Kuliah Bestari bertema kampus sehat. Kuliah Bestari akan menghadirkan Prof. Dr. dr. Vitriana, Sp.KFR., Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, dengan topik “Membangun Resiliensi Fungsional sebagai Pilar Kampus Sehat dari Perspektif Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi,” serta Prof. Dr. Anissa Lestari Kadiyono, M.Psi., dengan topik “Tantangan Baru Kampus Sehat: Kesehatan Mental-Kognitif Mahasiswa di Era Digital.” Sesi ini dimoderatori oleh Ketua Kelompok Kerja Bidang Kesehatan Dewan Profesor Unpad, Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., Apt., M.Si.

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan Malam Ramah Tamah Pertemuan MDGB PTNBH yang menjadi ruang penguatan relasi kolegial antarperguruan tinggi. Agenda tersebut akan diisi dengan sambutan Ketua MDGB PTNBH, sambutan pimpinan Universitas Padjadjaran, doa, ramah tamah, hiburan musik, dan foto bersama. Kegiatan ramah tamah ini menjadi bagian dari upaya membangun suasana kebersamaan, solidaritas akademik, dan jejaring kelembagaan antar Dewan Guru Besar PTNBH.

Pada Jumat, 19 Juni 2026, Pertemuan MDGB PTNBH akan dibuka secara resmi dengan rangkaian acara utama yang mencakup laporan kegiatan oleh  Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran, Sambutan Ketua MDGB PTNBH, sambutan Rektor Universitas Padjadjaran, serta sambutan sekaligus pembukaan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI juga dijadwalkan menyampaikan Keynote Speech bertajuk “Arah Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Penguatan Kampus Sehat dan Berkelanjutan.”

Forum ini juga akan menghadirkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. H. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, B.Com., M.A., sebagai pembicara kunci kedua dengan tema “Membangun Kawasan Transmigrasi untuk Menciptakan Kemandirian Pangan dan Kawasan Ekonomi Baru.” Kehadiran Kementerian Transmigrasi dalam forum ini memperluas cakupan diskusi MDGB PTNBH, khususnya dalam melihat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan wilayah, kemandirian pangan, penguatan sumber daya insani, dan pembentukan pusat-pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

Setelah sesi pembicara kunci, Pertemuan MDGB PTNBH 2026 akan dilanjutkan dengan rapat komisi paralel yang membahas lima agenda utama, yaitu Pengembangan Karakter dan Jati Diri Bangsa; Pengembangan Keilmuan dan Pemikiran Strategis; Pengembangan Sumber Daya Insani Perguruan Tinggi; Pengembangan Norma, Etika, Budaya Akademik, dan Integritas Moral; serta Rapat Pimpinan MDGB PTNBH. Hasil pembahasan komisi akan disampaikan dalam pleno untuk diselaraskan menjadi rekomendasi forum.

Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Drs. Atwar Bajari, M.Si., menyampaikan bahwa Pertemuan MDGB PTNBH 2026 memiliki arti penting karena menempatkan isu kesehatan kampus sebagai agenda strategis pendidikan tinggi. Kampus sehat tidak dapat dipahami secara sempit sebagai layanan kesehatan semata, melainkan sebagai kesatuan antara kesehatan fisik, mental, sosial, ekologis, etika akademik, dan integritas kelembagaan. Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi ruang akademik yang produktif, manusiawi, tangguh, dan berorientasi pada masa depan berkelanjutan.

Pertemuan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum silaturahmi para Guru Besar PTNBH, tetapi juga menjadi ruang pemikiran strategis untuk merumuskan kontribusi perguruan tinggi bagi bangsa. Melalui Kuliah Bestari, keynote speech, rapat komisi, pleno rekomendasi, dan agenda kebudayaan, MDGB PTNBH 2026 diharapkan menghasilkan gagasan yang relevan, operasional, dan berdampak bagi penguatan pendidikan tinggi Indonesia yang sehat, bermartabat, dan berkelanjutan.*

The post Unpad Tuan Rumah Rakernas MDGB PTNBH appeared first on Universitas Padjadjaran.

Peringati HUT Ke-2, RS Unpad Perkuat Komitmen Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian

[Kanal Media Unpad] Rumah Sakit Universitas Padjadjaran memperingati hari jadinya yang ke-2 melalui rangkaian kegiatan yang digelar di Gedung RS Unpad, Unpad Kampus Jatinangor, pada Senin 15 Juni 2026. Peringatan ini menjadi momentum bagi RS Unpad untuk merefleksikan capaian, memperkuat komitmen pelayanan kesehatan, serta meningkatkan kontribusi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada jajaran RS Unpad yang sudah bekerja keras hingga meraih capaian hingga saat ini. RS Unpad memiliki banyak tantangan ketika sedang memulai. Sekarang mulai ada perbaikan kinerja dari sisi layanan hingga keuangan yang semakin meningkat dan membaik,” ujar Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad, Prof. Dr. Maman Setiawan, yang hadir mewakili Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.

Dalam sambutannya, Prof. Maman mengatakan, Unpad akan terus mendukung pengembangan RS Unpad. Ia menambahkan bahwa pada tahun ini RS Unpad telah memperoleh persetujuan hibah pembangunan rumah sakit bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang akan berlangsung tahun depan.

Sementara Direktur RS Unpad, dr. Herry Herman, Sp.OT., Ph.D., memaparkan pencapaian RS Unpad satu tahun terakhir. Ia menjelaskan, RS Unpad berhasil meraih peringkat biru (memenuhi seluruh ketentuan lingkungan) dalam kategori PROPER, yaitu Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dikeluarkan KLHK, pada tahun pertama. Selain itu, juga memenuhi kapasitas 200 tempat tidur sesuai persyaratan BPJS dan mencapai kondisi operasional yang berkelanjutan melalui layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Dalam dua tahun ini, dari tahap pertama rumah sakit sudah operasional, tidak punya dokter, tidak punya pasien. Alhamdulillah sekarang sudah bagus,” kata dr. Herry.

Perwakilan Dewan Pengawas RS Unpad sekaligus Dekan FK Unpad, Prof. Dr. Vitriana, dr., Sp.KFR., N.M.(K), mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan RS Unpad. Menurutnya, keberhasilan dan perkembangan RS Unpad tidak terlepas dari peran berbagai pilar utama, mulai dari jajaran direksi, tim pelaksana, hingga para mitra.

“Perjalanan kita masih jauh. Mari bersama-sama membangun RS Unpad agar semakin maju, bermanfaat, dan berdampak kepada masyarakat,” ajak Prof. Vitriana.

Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Direktur Utama PT MMU Dr. Arief Bustaman, jajaran Dewan Pengawas RS Unpad serta direksi RS Unpad. Selain itu, mitra yang hadir adalah CEO dan Pendiri Hasna Medika Group yang juga alumni Unpad dr. H. Gugun Iskandar Hadiyat, SpJP(K).,FIHA.,FAsCC serta perwakilan Bank bjb.* (R01)

The post Peringati HUT Ke-2, RS Unpad Perkuat Komitmen Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian appeared first on Universitas Padjadjaran.

Fakultas Keperawatan Unpad Gelar PKM Pengendalian Penyakit Kronis dan Kesiapsiagaan Bencana di Ciparay

[Kanal Media Unpad] Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Sagaracipta dalam Pengendalian Penyakit Kronis dan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Keperawatan Berkelanjutan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sagaracipta Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung pada Rabu 3 Juni 2026 dengan melibatkan masyarakat, perangkat desa, kader Kesehatan, tenaga kesehatan puskesmas, dosen, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan setempat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi melalui program kampus berdampak sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam Pemberdayaan Masyarakat dibidang Kesehatan Masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta skrining faktor risiko penyakit kronis. Selain itu, peserta juga mengikuti pre-test untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan awal terkait penyakit tidak menular, tanggapdarurat (emergency response), dan kesiapsiagaan bencana.

Dalam sambutannya, Kepala Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Prof. Kusman Ibrahim, S.Kp., MNS., Ph.D., menegaskan bahwa tantangan kesehatan masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya prevalensi penyakit kronis, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.

“Penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan ginjal menjadi penyebab utama menurunnya kualitas hidup masyarakat. Disisi lain, Kabupaten Bandung dimana Desa Sagaracipta berada menempati peringkat ke-11 dengan Indeks Risiko Bencana (IRB) dengan skor 117,13, yang masuk dalam kategori kerawanan menengah hingga tinggi, sehingga masyarakat di wilayah ini sangat perlu memiliki keterampilan hidup (life skills) dasar dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan bencana sebagai upaya pengurangan risiko bencana. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting untuk membangun ketahanan kesehatan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Kusman.

Beliau juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lokal.

Kepala Desa Sagaracipta yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Dadang Ruslan, mengucapkan terimakasih dan bersyukur wilayahnya terpilih sebagai tempat kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Padjadjaran karena akan memberi manfaat bagi warganya khususnya dalam hal Kesehatan. Bidan Entin Suhartini sebagai perwakilan dari Puskesmas Pakutandang Ciparay juga merasa senang dan terimakasih karena kegiatan tersebut sangat positif dan membantu tugas Puskesmas dalam meningkatkan derajat Kesehatan masyarakatnya.

Kegiatan ini diprakarsai oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis yang dipimpin oleh Dr. Etika Emaliawati, S.Kep., Ners., M.Kep. bersama Hesti Platini, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.MB. selaku PIC kegiatan.

Dr. Etika Emaliawati menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan edukasi satu kali, tetapi sebagai langkah awal membangun kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat desa. Kegiatan berlangsung dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2026 diawali dengan survey dan koordinasi prakondisi awal, implementasi kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga peningkatan kapasitas dalam menjaga kesehatan keluarga, mengenali kondisi kegawatdaruratan sejak dini, serta berpartisipasi aktif dalam sistem kesiapsiagaan bencana di tingkat desa,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Hesti Platini menambahkan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan keterlibatan komunitas menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga kesehatan lingkungannya. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, masyarakat diharapkan mampu melakukan pencegahan, deteksi dini, serta memberikan respons awal terhadap berbagai masalah kesehatan yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa Sagaracipta yang diwakili oleh Sekretaris Desa dan Kepala Badan Kerja Desa (BKD), serta perwakilan Puskesmas wilayah kerja Sagaracipta. Selain itu, seluruh dosen Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran hadir dan berpartisipasi aktif dalam berbagai sesi edukasi, pelatihan, serta pendampingan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, pihak desa menyampaikan apresiasi atas kontribusi Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan dan kebencanaan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai penyakit tidak menular yang mencakup hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Materi disampaikan secara interaktif oleh tim Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis dengan menekankan pentingnya pola hidup sehat, pengendalian faktor risiko, serta kepatuhan terhadap pengobatan.

Peserta juga memperoleh edukasi kegawatdaruratan terkait identifikasi dini stroke, kondisi hipo-hiperglikemia, dan henti jantung (cardiac arrest). Pada sesi ini masyarakat diberikan pemahaman mengenai tanda dan gejala kondisi yang mengancam nyawa serta pentingnya pertolongan awal yang cepat dan tepat.

Selain itu, peserta mendapatkan edukasi kebencanaan yang membahas mitigasi longsor, mekanisme pelaporan kejadian bencana, penguatan koordinasi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, serta pengetahuan adat (indigenous knowledge) atau kearifan lokal terkait kebencanaan. Materi ini relevan dengan kondisi geografis wilayah yang memerlukan peningkatan kesiapsiagaan berbasis komunitas.

Salah satu sesi yang paling mendapatkan perhatian peserta adalah simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Melalui praktik langsung menggunakan manekin, peserta belajar melakukan penilaian awal korban, menghubungi bantuan, serta melakukan kompresi dada sesuai standar yang berlaku.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah dan Program Studi Doktor Keperawatan sebagai bentuk pembelajaran terintegrasi antara pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang diterapkan di Fakultas Keperawatan.

Di akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test dan sesi refleksi untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan sekaligus menyusun rencana tindak lanjut bersama. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk masyarakat yang lebih mandiri, sehat, tanggap terhadap kondisi kegawatdaruratan, serta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan wujud nyata komitmen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa kemiskinan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), 4 (Pendidikan berkualitas),  serta SDG 14, 15, dan 17 (kehidupan dibawah air, kehidupan di darat, dan kemitraan)  melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.* (Rilis oleh: Humas FKep Unpad)

Sumber: https://fkep.unpad.ac.id/news/departemen-keperawatan-medikal-bedah-gawat-darurat-dan-kritis-unpad-perkuat-ketahanan-kesehatan-masyarakat-desa-sagaracipta-melalui-pengendalian-penyakit-kronis-dan-kesiapsiagaan-bencana/

The post Fakultas Keperawatan Unpad Gelar PKM Pengendalian Penyakit Kronis dan Kesiapsiagaan Bencana di Ciparay appeared first on Universitas Padjadjaran.

Festival Budaya Maritim Unpad: Jejak Budaya Maritim, Warisan Dunia

[Kanal Media Unpad] Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran sukses menyelenggarakan Festival Budaya Maritim bertajuk “Jejak Budaya Maritim, Warisan Dunia” pada Jumat, 5 Juni 2026. Acara yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB di Lapangan Parkir Gedung A FIB Unpad ini menjadi ajang perayaan budaya yang meriah dan penuh warna.

Festival diselenggarakan dalam rangka Ujian Akhir Semester (UAS) 2025/2026 Mata Kuliah Pengantar Kebudayaan Sunda, menampilkan karya dan kreativitas mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FIB Unpad.

Rangkaian kegiatan festival meliputi karnaval yang dilakukan setiap program studi dengan berjalan bersama secara meriah, dimulai dari pos satpam FIB Unpad menuju depan gedung dekanat. Kegiatan dilanjut dengan pertunjukan seni dengan konsep yang dirancang oleh masing-masing program studi, mulai dari kabaret, pembacaan puisi, pertunjukan ritus, hingga tari tradisional.

“Sasper pas pertunjukan bawain puisi dua bahasa, jadi bahasa Prancis tapi pakai alunan musik Sunda dan ada yang memeragakannya juga,” kata Ayi, salah satu peserta Festival Budaya Maritim dari program studi Sastra Perancis ketika ditanya perihal penampilan yang dibawakan oleh program studi nya.

Terakhir, kegiatan ditutup oleh penampilan fashion show, yakni ketika setiap program studi memamerkan kreasi kostum khas negara yang mewakilkan program studi masing-masing dengan padu padan budaya Nusantara, memadukan estetika budaya lokal dengan internasional.

Selain tiga rangkaian utama tersebut, setiap program studi juga menyiapkan stand pameran yang menampilkan kreasi hidangan bertema maritim dari Sunda yang dipadukan dengan kekhasan masing-masing program studi. Stand-stand ini turut dinilai dari segi dekorasi dan juga dilengkapi dengan banner berisi info.* (Rilis oleh: Humas FIB Unpad)

Sumber: https://fib.unpad.ac.id/festival-budaya-maritim-unpad-jejak-budaya-maritim-warisan-dunia/

The post Festival Budaya Maritim Unpad: Jejak Budaya Maritim, Warisan Dunia appeared first on Universitas Padjadjaran.

Sebanyak 1.555 Mahasiswa Ikuti Pembekalan KKN Unpad Periode Juni-Agustus 2026

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Juli-Agustus 2026 yang berlangsung di Balé Santika, Kampus Unpad Jatinangor, Jumat 12 Juni 2026 pagi. Pada periode ini, sebanyak 1.555 mahasiswa KKN Unpad akan diterjunkan ke empat Kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kabupaten Garut.

Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan Nongelar Unpad, Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., menyampaikan, dalam KKN tahun ini Unpad bermitra dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sehubungan dengan beberapa permasalahan sosial yang menjadi perhatian khusus.

“Ada beberapa permasalahan sosial yang perlu dijembatani oleh mahasiswa untuk menyampaikan berbagai solusi yang sudah dirancang terkait dengan penanganan kemiskinan, pengelolaan sampah, dan literasi informasi. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya menjadi manfaat yang besar bagi mahasiswa Unpad, tetapi juga bermanfaat untuk masyarakat luas,” ujar Erli.

Lebih lanjut, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Prof. H. Endang Aminudin Aziz yang turut hadir sebagai mitra dalam pembekalan KKN ini menyoroti permasalahan literasi yang paling mendasar saat ini, yaitu kebiasaan membaca yang masih rendah. Prof. Endang menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di tingkat Kabupaten/Kota hingga nasional masih menjadi persoalan besar karena kurangnya minat membaca masyarakat. Oleh karena itu, perguruan tinggi, dalam hal ini adalah Unpad, melalui program KKN merupakan mitra strategis untuk mengurai masalah literasi di Indonesia.

Sebagai upaya mengintervensi masalah literasi tersebut, Perpusnas RI telah membuat empat program utama yang diharapkan dapat meningkatkan kebiasaan membaca masyarakat, antara lain adalah program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, KKN Tematik Literasi, bantuan buku untuk desa, kelurahan, dan taman baca masyarakat, serta program Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang akan meningkatkan kecakapan literasi masyarakat yang ada di desa pelaksanaan KKN.

“Kami berharap program ini bisa dikerjakan bersama-sama antara Perpusnas, Relima, perangkat desa setempat, serta mahasiswa Unpad yang datang untuk ikut serta dalam membangun kecakapan literasi bersama masyarakat. Oleh karena itu, saya mendorong para mahasiswa agar jangan lelah bekerja, kembangkan kreativitas untuk menyisir program-program yang sekiranya bisa disampaikan kepada masyarakat. Mudah-mudahan niat para mahasiswa semua untuk ikut bekerja di desa, membangun kecakapan literasi sebagai modal untuk pembangunan bangsa ini dapat berjalan dengan lancar dan diberikan kemudahan,” kata Prof. Endang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., yang turut menyampaikan sambutan secara daring menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat saat ini cukup baik, tetapi dampak terhadap penurunan kemiskinan dan penanggulangan sampah masih belum terlihat signifikan. Oleh karena itu, melalui program KKN diharapkan mahasiswa dapat ikut serta mengedukasi masyarakat terkait dengan penanggulangan kemiskinan dan permasalahan sampah di tingkat rumah tangga.

“Ini adalah tantangan kita bersama, sehingga mahasiswa dapat fokus pada memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban pengeluaran di rumah tangga, serta mengedukasi masyarakat untuk mengurangi, memanfaatkan, dan mendaur ulang sampah. Selain program dari pemerintah, yang paling efektif adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat dimulai dari hal-hal yang sederhana. Mudah-mudahan melalui KKN ini dapat memotivasi dan menginspirasi masyarakat melalui berbagai gagasan kreatif dari mahasiswa,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, disampaikan juga berbagai materi pendukung pelaksanaan KKN seperti pemaparan program KKN yang disampaikan oleh Dr. Laina Rafianti, S.H., M.H., materi teknis dan tata tertib KKN oleh Dr. Dianne Amor Kusuma, M.Pd., serta materi teknis program Pemprov Jabar yang disampaikan oleh perwakilan Bappeda, Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial Jawa Barat.* (R02)

The post Sebanyak 1.555 Mahasiswa Ikuti Pembekalan KKN Unpad Periode Juni-Agustus 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Jalin Kerja Sama Strategis dengan UTU Aceh

[Kanal Media Unpad] Dalam upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Padjadjaran dan Universitas Teuku Umar (UTU) menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, bersama Rektor UTU, Prof. Ishak Hasan, di Executive Lounge Unpad Kampus Dipati Ukur, Bandung, pada Jumat 12 Juni 2026.

“Kami (Unpad) sekarang sedang mengembangkan banyak kegiatan, salah satunya riset bersama dan joint degree di Indonesia. Jadi kami berharap ke depan Unpad dan UTU dapat mengembangkan program bersama,” ujar Rektor Unpad dalam sambutannya.

Rektor Unpad mengatakan, kerja sama dengan UTU dapat dikembangkan melalui berbagai program akademik, seperti kelas khusus, pertukaran mata kuliah, dan pemanfaatan sumber daya bersama. Selain itu, Unpad juga tengah mengembangkan model kerja sama tripartite research and education yang melibatkan mitra dalam dan luar negeri sebagai peluang kolaborasi di masa mendatang.

Sementara Rektor UTU, Prof. Ishak Hasan, menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan Unpad dapat membuka lebih banyak peluang pengembangan potensi dan kapasitas kedua institusi. Ia menilai banyak praktik baik dan pengalaman yang dimiliki Unpad yang dapat diadopsi oleh UTU.

“Mohon dukungan penuh dan pembinaan dari Unpad. Sebagai perguruan tinggi baru, mendorong kami untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi besar di Indonesia, salah satunya Unpad,” ujar Prof. Ishak Hasan yang juga merupakan alumni Unpad.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Unpad Prof. Tomy Perdana, Manajer Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Kemitraan Alumni FEB Unpad Irlan Adiyatma, Ph.D., jajaran Fakultas Pertanian Unpad yaitu Prof. Reginawanti Hiendersyah, Dr. Yani Maharani, Dr. Agriani Hermita S., dan Apong Sandrawati, SP, M.Si. Sementara dari pihak UTU hadir Wakil Rektor Bidang Akademik & Kerja Sama M. Aman Yaman, M.Agric.Sc., Kepala Biro Umum & Keuangan Zulfirman, M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Hamdi Harmen, Ketua Jurusan Agroteknologi Dr. Mita Setyowati, dan Ketua Tim Kerja Sama Mahdalena, S.E.

Kerja sama ini menjadi langkah bagi Unpad dan UTU untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Ke depan, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi melalui kegiatan akademik, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat.* (R01)

The post Unpad Jalin Kerja Sama Strategis dengan UTU Aceh appeared first on Universitas Padjadjaran.

Di Tengah Koas, Mahasiswa FKG Unpad Raih Juara Tinju Nasional

[Kanal Media Unpad] Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Padjadjaran menorehkan prestasi membanggakan di ajang National University Boxing League (UBL) Season 1. Bertanding di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Sabtu (23/5), Rifqi Bilaldi (angkatan 2021) berhasil meraih gelar juara nasional kelas Middleweight 75 kg, sementara Kemal Zahran Hoviari (angkatan 2023) keluar sebagai juara nasional kelas Light Middleweight 72 kg.

“Sebelumnya saya sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan. Karena kali ini ajangnya berskala nasional, persiapan yang saya lakukan memang lebih intens. Tantangan terbesarnya adalah saya sedang menjalani koas (ko-asisten/pendidikan klinik kedokteran gigi), sehingga harus mengatur dan membagi waktu antara akademik dan latihan," ujar Rifqi dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Kamis, (11/6).

National UBL merupakan kompetisi tinju antarmahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Perbati) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya di cabang olahraga tinju sekaligus mengembangkan prestasi olahraga di lingkungan kampus.

Rifqi mengatakan, baginya tinju bukan sekadar olahraga, melainkan menjadi gaya hidup yang menuntut komitmen penuh. Di tengah kesibukannya menjalani program koas, Rifqi tidak menunggu waktu luang untuk berlatih, melainkan secara khusus menyisihkan waktu di sela-sela aktivitas akademiknya.

“Selama bisa membagi waktu antara latihan, kegiatan organisasi, maupun kuliah secara seimbang, keduanya dapat berjalan beriringan,” papar Rifqi.

Lebih lanjut, Rifqi menambahkan bahwa ia dan Kemal mendapat dukungan dari lingkungan akademik di Unpad, khususnya Program Studi Kedokteran Gigi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui motivasi, apresiasi, serta kemudahan perizinan ketika mengikuti kejuaraan. Pihak fakultas juga membantu melalui surat izin dan surat tugas, sehingga mereka dapat menjalankan kewajiban akademik dan kegiatan olahraga secara seimbang.

“Jika memiliki minat dan bakat tertentu, termasuk di bidang olahraga, jangan ragu untuk mengembangkannya. Pendidikan tentu tetap menjadi prioritas utama, tetapi bukan berarti kita tidak bisa menyeimbangkannya dengan kegiatan lain. Kuncinya adalah bagaimana kita mampu mengatur waktu dengan baik,” pesan Rifqi.* (R01)

The post Di Tengah Koas, Mahasiswa FKG Unpad Raih Juara Tinju Nasional appeared first on Universitas Padjadjaran.

Lengkapi Jenjang Pendidikan, FPIK Unpad Buka Program Doktor

[Kanal Media Unpad] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran membuka Program Doktor (S-3) Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan (Sustainable Fisheries and Oceans). Kehadiran program studi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga doktor di bidang perikanan dan kelautan yang masih terbatas di Indonesia, sekaligus melengkapi jenjang pendidikan yang telah dimiliki FPIK Unpad, mulai dari sarjana hingga magister.

Kepala Program Studi S-3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad, Noir Primadona Purba, PhD (PgOS) menjelaskan,program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu menyusun rekomendasi berbasis data dan riset guna mendukung pengambilan kebijakan di sektor perikanan dan kelautan. Fokus kajian program studi ini juga selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDG 14 tentang ekosistem laut.

“Program Doktor ini menjadi puncak pengembangan keilmuan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat dalam riset, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi dan arahan berbasis data bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya,” ujar Noir saat diwawancarai oleh Tim Kanal Media Unpad, Jumat, (5/6).

Kekhasan utama dalam program studi ini terletak pada pendekatan keberlanjutan yang menjadi landasan dalam setiap proses pembelajaran dan penelitian. Pendekatan tersebut didukung oleh penggunaan data yang komprehensif serta sejalan dengan Pola Ilmiah Pokok Unpad, yaitu 'Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional'. Melalui penguatan riset dan inovasi, program studi ini juga diarahkan untuk menjadi rujukan dalam pengembangan keilmuan perikanan dan kelautan berkelanjutan yang inklusif, kolaboratif, serta memiliki dampak di tingkat global.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan dibekali dengan kemampuan metodologi penelitian tingkat lanjut, keterampilan komunikasi ilmiah, serta pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dan media. Mahasiswa juga didorong aktif untuk mengikuti berbagai seminar dan konferensi ilmiah guna memperkuat kapasitas akademik serta jejaring profesional.

“Selain penguasaan bidang perikanan dan kelautan, mahasiswa juga akan memiliki kemampuan komunikasi dan publikasi ilmiah yang kuat. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan dapat meningkatkan karier maupun berkontribusi lebih luas dalam dunia akademik, pemerintahan, dan industri,” jelasnya.

Program Studi S-3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad terbuka bagi lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Noir menjelaskan bahwa isu perikanan dan kelautan memerlukan pendekatan multidisiplin, sehingga tidak hanya dapat dikaji oleh lulusan bidang sains atau kelautan, tetapi juga ekonomi, komunikasi, hukum, kebijakan publik, dan berbagai bidang ilmu lainnya.

Dari sisi pembelajaran, program studi menerapkan sistem yang fleksibel melalui kombinasi perkuliahan hybrid, tatap muka, serta site visit ke lapangan. Model pembelajaran tersebut didukung berbagai fasilitas penelitian yang dimiliki Unpad, seperti Marine Station di Pangandaran, fasilitas penelitian di Pulau Biawak Indramayu, serta kawasan penelitian dan laboratorium Unpad di kampus Jatinangor.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Jika meneliti wilayah pesisir selatan Jawa, kami memiliki fasilitas di Pangandaran. Untuk wilayah utara tersedia fasilitas di Pulau Biawak Indramayu, sementara penelitian eksperimental dapat dilakukan di kampus Unpad Jatinangor,” tuturnya.

Informasi lebih lanjut mengenai proses seleksi hingga syarat pendaftaran Prodi S-3 Perikanan dan Kelautan Unpad tersedia di laman https://smup.unpad.ac.id/.* (R02)

The post Lengkapi Jenjang Pendidikan, FPIK Unpad Buka Program Doktor appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Terima Duta Besar Singapura, Bahas Peluang Kolaborasi Pendidikan

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, pada Kamis 4 Juni 2026 dalam rangka membahas berbagai peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian. Kunjungan diterima oleh Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita di Ruang Tamu Rektor di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor. Pada kesempatan tersebut turut hadir Dekan FISIP Unpad Prof. Mohammad Benny Alexandri.

Pertemuan tersebut menjadi forum diskusi untuk saling bertukar pandangan mengenai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan antara Unpad dan berbagai aspek yang ada di Singapura, khususnya dalam bidang pendidikan seperti program pertukaran mahasiswa hingga penguatan jejaring internasional.

“Pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik untuk menjajaki berbagai potensi kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi dan riset yang berdampak,” ujar Rektor.

Sementara itu, Kwok Fook Seng menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Unpad serta menyambut baik peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Menurutnya, kerja sama di bidang pendidikan memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sekaligus mendukung pengembangan talenta di masa yang akan datang.

Melalui pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan dan keunggulan masing-masing pihak, sekaligus memperkuat jejaring internasional Unpad.* (R02)

The post Unpad Terima Duta Besar Singapura, Bahas Peluang Kolaborasi Pendidikan appeared first on Universitas Padjadjaran.

© 2023 DPSI Unpad.
Jl. Ir. Soekarno km. 21 Jatinagor Sumedang
Gedung Rektorat Lantai 3
dir.psi@unpad.ac.id