Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Mohammed Adel Mohammed Al-faqeeh datang dari Yaman ke Indonesia pada tahun 2022 untuk kuliah Magister (S2) Farmasi Klinik di Universitas Padjadjaran dengan dukungan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Pada akhirnya, ia kembali ke Yaman dengan membawa gelar Doktor (S3) Farmasi setelah mendapat beasiswa lanjutan dari Unpad. Al-faqeeh terpilih menjadi Wisudawan Terbaik Program Doktor pada Wisuda Unpad Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung pada Rabu (5/8).
“Saya lulusan S1 Farmasi dari Sana’a University Yaman. Saat mengetahui ada penawaran beasiswa KNB, saya mendaftarkan diri dengan memilih dua universitas di Indonesia yang memiliki program studi Farmasi Klinik. Pilihan utamanya Universitas Padjadjaran karena dari informasi yang saya baca, kuliahnya lebih banyak praktik,” ujar Al-faqeeh saat diwawancarai Kanal Media Unpad di Bandung, usai mengikuti upacara wisuda pada Rabu (5/8).
Setelah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh beasiswa KNB untuk studi Magister di Unpad, Al-faqeeh mengikuti terlebih dahulu kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) secara daring karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Kemampuannya berbahasa Indonesia semakin lancar saat mulai kuliah Magister.
“Farmasi Klinik itu kan harus kuliah di Rumah Sakit. Nah selama itu saya praktik di RS Hasan Sadikin setiap hari dari pagi sampai sore harus berinteraksi dengan pasien, dokter, dan semua yang ada di RS. Akhirnya, karena sering berinteraksi dengan native speaker, saya jadi bisa lebih lancar menggunakan Bahasa Indonesia, dan juga sedikit Bahasa Sunda,” ujar anak pertama dari 6 bersaudara ini.
Kuliah Magister diselesaikannya dalam waktu 3 semester, dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Selesai kuliah Magister, Al-faqeeh mengikuti seleksi Beasiswa Program Doktor Padjadjaran (BPDP) dari Universitas Padjadjaran dan berhasil lulus seleksi. Kuliah Doktor pun diselesaikan dalam waktu relatif cepat dengan IPK 3,89. Total waktu yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan studi S2 dan S3 hanya kurang lebih 3,5 tahun.
“Saya tidak ikut program fast track, tapi timeline yang ditempuh seperti fast track,” ujarnya.
Selama kuliah di Unpad, Al-faqeeh mengaku merasa betah, dan seperti tidak tinggal di negara asing. Ia merasa, lingkungannya sangat ramah sehingga ia bisa mengenal banyak orang, baik itu dosen maupun mahasiswa lain. Kualitas pengajaran dan fasilitas yang tersedia juga diakuinya sangat baik. Belasan artikel ilmiahnya mampu menembus jurnal ilmiah bereputasi internasional Scopus Q1 dan Scopus Q2.
“Unpad itu more than what I expected. Jadi, terima kasih Unpad. Fakultas Farmasi apalagi, lingkungannya sudah seperti keluarga sendiri. Jika ada masalah, semuanya bisa dibantu. Satu contoh saja terkait publikasi ilmiah. Teman-teman saya dari Yaman yang kuliah di tempat lain, mereka menghadapi kendala saat akan publikasi karya ilmiah. Salah satu alasannya karena biaya,” ujar Al-faqeeh yang telah memiliki seorang anak berusia 5 tahun. Istrinya juga seorang apoteker di Yaman.
Al-faqeeh mengaku dirinya belum pernah menerbitkan karya di jurnal ilmiah sebelum kuliah di Unpad. Di Fakultas Farmasi Unpad, ia merasa dirinya memperoleh bimbingan dari para dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang bagus. Beberapa karya ilmiah yang berhasil published juga merupakan hasil kolaborasi, tidak selalu dia sebagai penulis utama.
“Saya mau kasih saran buat mahasiswa, saat buat karya ilmiah sebaiknya fokus dulu pada metodologi. Buat outline terkait metodologi, kalau sudah fix maka yang lain sudah tidak terlalu susah. Untuk kendala saat menulis dalam Bahasa Inggris, sekarang kan sudah ada teknologi AI yang bisa membantu bagaimana meningkatkan kualitas penulisan. Tapi jangan asal copy-paste. Lalu, harus membaca karena kalau otaknya kosong ya tidak bisa,” ujar Al-faqeeh yang kedua orangtuanya berprofesi sebagai guru di Yaman.
Kini, setelah lulus S2 dan S3, Al-faqeeh sedang bersiap kembali ke Yaman. Namun ia mengaku masih ingin mencari peluang untuk tetap berkolaborasi dengan Indonesia atau kolaborasi global lainnya, khususnya di bidang riset farmasi. Ia mengaku akan merekomendasikan Unpad dan Indonesia sebagai tempat pilihan kuliah.
“Bahkan sebenarnya saya sudah memberi saran buat teman-teman di Yaman maupun di negara lain untuk datang ke sini. Kemarin juga sudah ada yang mau daftar di Fakultas Farmasi Unpad jalur mandiri. Selain itu ada yang mau kolaborasi, menghubungi saya untuk bisa dihubungkan ke sini. Ada juga yang jadi editor di jurnal farmasi yang sekarang mau maju ke Scopus, orangnya dari Yaman juga. Maksudnya, walaupun sudah selesai, walaupun sudah lulus, tapi pasti masih ada kolaborasi dengan Fakultas Farmasi Unpad,” ujarnya.*
The post Mahasiswa Asal Yaman Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktor Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Ellita Sevilla tampak sumringah setelah berhasil lulus dalam 7 semester dari program studi Sarjana (S1) Teknologi Pangan Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan yudisium “Pujian”. Ia memperoleh ucapan selamat dari Rektor Unpad karena terpilih sebagai Wisudawan Terbaik pada upacara Wisuda Unpad Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026 di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung pada Selasa (4/8).
Meski aktif di sejumlah organisasi saat kuliah, terlibat sebagai panitia di berbagai acara, mengikuti berbagai lomba, Ellita juga merintis wirausaha di bidang bisnis kue dengan brand “Ellpastries” dan kursus bahasa Mandarin online “Haola Mandarin”.
“Bagi saya, keterlibatan dalam organisasi pada semester awal bisa membantu dalam beradaptasi dengan lingkungan baru kampus, memperoleh berbagai informasi dari kakak tingkat yang bisa membuat kita merenungkan apa yang ingin dicapaikan pada semester ke belakang, dan yang paling penting adalah mengembangkan keterampilan diri saya di luar akademik, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen proyek,” ujar Ellita.
Ellita menceritakan, selama kuliah di Teknologi Pangan Unpad, ia cukup aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan kepanitiaan pada awal semester 1-4. Beberapa diantaranya, menjadi Staf Departemen Kewirausahaan HIMATIPAN, Staf Divisi Pengembangan Proyek Kautamaan Srikandi, Staf Departemen Kreatif Acara FOODERATION, Staf Departemen Acara SPEKTALYMPIC, dan lainnya. Ia juga pernah menjadi asisten praktikum mata kuliah Penanganan Pascapanen.
“Tetapi sejak awal saya memiliki prinsip bahwa tanggung jawab akademik tetap menjadi prioritas utama. Jadi agar aktivitas organisasi tidak mengganggu prestasi akademik, saya membiasakan diri untuk mengatur waktu dengan baik, seperti selalu menyusun jadwal yang berisi deadline tugas dan jadwal organisasi,” ujarnya.
Ellita juga menghasilkan karya ilmiah berjudul “Application of Red Palm Oil Oleogel Structured With Beeswax, Carnauba Wax, and Whey Protein Isolate in Chocolate Spread”. Penelitian tersebut merupakan kolaborasi dengan dosen pembimbingnya, Edy Subroto, S.TP., M.P., yang membahas pengembangan chocolate spread yang lebih sehat menggunakan oleogel berbasis minyak sawit merah.
“Saat ini, naskah sedang dalam proses revisi dan ditargetkan untuk dipublikasikan di jurnal Food Research International,” ujarnya.
Ellita dan dua rekannya pernah meraih Juara 3 kompetisi Business Plan “Biztalk” yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad. Tema yang diangkat timnya adalah pemanfaatan limbah kulit udang dan buah jengkol menjadi penyedap rasa alami yang bernilai tambah. Melalui kompetisi tersebut, Ellita belajar mengembangkan ide inovatif yang tidak hanya memiliki nilai bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi limbah pangan.
Tentang bisnis kue “Ellpastries” yang dibangun di kampung halamannya Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Ellita telah memulainya sejak masa SMA. Bisnis kue yang dikelola bersama kakaknya itu masih bertahan hingga saat ini, meskipun ia melakukan pengelolaan dari jarak jauh karena harus kuliah di Jatinangor.
“Ellpastries berawal dari hobi saya membuat pastry, terutama saat pandemi Covid-19. Awalnya hanya membuat untuk keluarga, tetapi karena responsnya sangat positif maka saya dan kakak mencoba menjualnya sebagai usaha kecil. Ilmu Teknologi Pangan yang saya pelajari sangat membantu menjalankan bisnis ini, mulai dari pengembangan resep, menjaga mutu dan keamanan produk, hingga menentukan umur simpan dan kualitas produk agar tetap konsisten,” jelasnya.
Sementara kemampuannya berbahasa Mandarin telah pula memberi berbagai pengalaman sebagai penerjemah. Ia pernah menjadi freelance subtitle translator yang bertugas menerjemahkan drama pendek berbahasa Mandarin ke dalam Bahasa Indonesia, serta menjadi pengajar kursus Bahasa Mandarin.
“Setelah lulus dari Teknologi Pangan Unpad, saya berencana untuk terus mengembangkan kelas Bahasa Mandarin yang saya kelola, yaitu @haolamandarin. Di sisi lain, saya juga ingin mengembangkan Ellpastries dengan menerapkan ilmu yang saya pelajari di Teknologi Pangan, seperti pengembangan produk, peningkatan mutu dan keamanan pangan, serta memperluas skala usaha. Harapannya, kedua bidang yang saya tekuni dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.*
The post Ellita Sevilla, Perintis Bisnis yang Jadi Wisudawan Terbaik Program Sarjana Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Queenzha Khayraanis Sivgiya, menjadi mahasiswa termuda Unpad di usianya yang baru menginjak 15 tahun. Setelah berhasil mewujudkan impiannya untuk berkuliah di Unpad, ia kini bersiap memulai perjalanan akademik sekaligus mengembangkan diri di lingkungan kampus melalui kegiatan PAMUKA 2026, pada Rabu (8/5).
Kepada Tim Kanal Media Unpad, Queenzha menyampaikan bahwa sejak duduk di bangku SMA dirinya telah menetapkan Unpad sebagai kampus tujuan. Kesempatan mengikuti program akselerasi yang pernah dijalaninya saat sekolah membawanya menyelesaikan pendidikan lebih cepat dan mengantarkannya menjadi salah satu mahasiswa termuda pada penerimaan mahasiswa baru Unpad tahun akademik 2026/2027.
"Saya memang sudah menargetkan masuk Unpad sejak awal SMA. Alhamdulillah sekarang cita-cita itu bisa terwujud," ujar Queenzha.
Memulai kehidupan sebagai mahasiswa baru memberikan pengalaman yang berbeda baginya. Salah satunya melalui kegiatan Pamuka yang menurutnya menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, sekaligus membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai fakultas.
"Pengalaman pertama mengikuti Pamuka sangat menyenangkan dan berkesan. Saya jadi lebih mengenal lingkungan kampus, bertemu teman-teman baru dari berbagai fakultas, serta mulai merasakan suasana sebagai mahasiswa Unpad," katanya.
Di antara berbagai materi yang diberikan selama PAMUKA, sesi Mengenal Jati Diri Unpad menjadi yang paling berkesan karena membantunya memahami pentingnya mengenali potensi diri serta membangun karakter sebagai mahasiswa Unpad. Selain mengenal budaya dan kehidupan di kampus, kegiatan Pamuka juga memberinya gambaran mengenai berbagai fasilitas serta layanan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menjalani perkuliahan.
Ke depan, ia berencana memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di Unpad, termasuk aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa. Baginya, hal tersebut menjadi pengalaman baru yang belum sempat diperoleh saat mengikuti program akselerasi di SMA.
"Selama SMA saya belum sempat mengikuti organisasi karena fokus pada kelas akselerasi. Di Unpad saya ingin mencoba aktif di organisasi dan UKM agar bisa menambah relasi sekaligus memperluas wawasan," kata Queenzha.
Lebih lanjut, ia berharap pengalaman selama berkuliah di Unpad dapat menjadi bekal untuk mengembangkan diri, baik dari sisi akademik maupun nonakademik. Kepada calon mahasiswa lainnya, Queenzha menyampaikan pesan agar tetap percaya pada kemampuan diri sendiri dalam mengejar cita-cita.
"Jangan pikirkan apa yang orang bilang karena apa pun yang kamu lakukan, percayalah bahwa kamu sudah memberikan yang terbaik," pesannya.* (R02)
The post Ikut PAMUKA di Usia 15, Mahasiswa Baru ini Jadi yang Termuda di 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendorong inklusivitas dan internasionalisasi pendidikan tinggi ditunjukkan pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 14 mahasiswa internasional dari tujuh negara yaitu Kenya, Zimbabwe, Papua Nugini, Rwanda, Pakistan, Thailand, dan Yaman resmi menyelesaikan studi mereka di Unpad dan diwisuda pada upacara yang digelar secara hybrid di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Bandung, pada 4-6 Agustus 2026.
“Ini merupakan salah satu bukti dari program internasionalisasi yang telah digagas sejak lama. Kehadiran mereka menjadi cerminan bahwa Unpad semakin dikenal dan dipercaya di tingkat global,” papar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasamita, dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Rabu (5/8).
Prof. Arief menjelaskan, proses internasionalisasi di Unpad tidak hanya dimaknai sebagai kehadiran mahasiswa asing di lingkungan kampus, tetapi juga upaya membuka ruang pergaulan, kolaborasi, dan interaksi hingga tingkat internasional. Menurutnya, meningkatnya jumlah mahasiswa asing menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat global terhadap kualitas pendidikan dan lingkungan akademik Unpad.
“Prinsipnya, Unpad terbuka untuk semua kalangan. Unpad merupakan perguruan tinggi yang inklusif dan terbuka bagi siapa pun. Kami juga siap menerima mahasiswa asing dengan kualitas pendidikan yang dapat kami pertanggungjawabkan dan setara dengan perguruan tinggi lainnya di berbagai negara,” ungkapnya.
First Counsellor Kedutaan Besar Rwanda di Indonesia, Theophile Rurangwa, mengatakan bahwa Unpad berperan penting dalam memperkuat hubungan pendidikan antara Rwanda dan Indonesia. Menurutnya, selain menjalin hubungan bilateral, kedua negara juga perlu terus meningkatkan kerja sama di sektor pendidikan melalui berbagai program kolaborasi.
“Mahasiswa yang datang dari jauh ke Indonesia tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mengenal budaya Indonesia, mengikuti berbagai pertukaran, serta membangun hubungan antarmasyarakat,” jelas Theophile.
Sementara itu, salah satu wisudawan asal Kenya, Kelvin Mwangi Maina, mengungkapkan bahwa ia memilih melanjutkan studi di Unpad karena reputasi kampus yang telah dikenal secara internasional. Selama berkuliah, Kelvin merasakan dukungan yang besar dari dosen dan tenaga kependidikan di Unpad. Menurutnya, lingkungan akademik yang inklusif tersebut mendorongnya untuk turut beradaptasi dengan baik.
“Unpad telah memberi saya sesuatu yang berharga. Bukan hanya gelar magister, tetapi juga perspektif karena saya berkesempatan berinteraksi dengan rekan yang lebih muda. Karena itu, kita harus terus membaca, terus belajar, dan terus membuka wawasan,” ujar Kelvin yang baru saja lulus dari Program Studi Magister Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad.
Kehadiran mahasiswa internasional dari berbagai negara pada wisuda kali ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan dan pengakuan global terhadap Unpad. Ke-14 mahasiswa internasional yang diwisuda ini terdiri dari 10 mahasiswa didukung beasiswa The Indonesian AID Scholarship Program (TIAS), 3 mahasiswa didukung beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan 1 mahasiswa Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran dari Unpad. Melalui berbagai program internasionalisasi yang terus dikembangkan, Unpad berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi pendidikan, riset, dan pertukaran budaya guna menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan berdaya saing internasional.* (R01)
The post Unpad Wisuda 14 Mahasiswa Internasional dari Tujuh Negara appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Portal Perpustakaan Kandaga Universitas Padjadjaran berhasil meraih penghargaan Best Achievement Portal pada ajang Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 yang diselenggarakan di Yogyakarta, Selasa (5/8/2026). Sebelum ditetapkan sebagai pemenang, portal Kandaga Unpad terlebih dahulu masuk dalam nominasi 10 besar portal website perpustakaan terbaik pada kompetisi tersebut.
“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen kami dalam menghadirkan layanan perpustakaan digital yang inovatif, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna,” ujar Kepala Kantor Pengelolaan Perpustakaan Unpad, Dr. Ute Lies Siti Khadijah.
Ute mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Perpustakaan Unpad untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat transformasi digital. Selain itu, penghargaan ini juga mendorong Perpustakaan Unpad untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan perpustakaan di Indonesia.
KPDI ke-17 diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang mengusung tema mengenai kesadaran, perilaku, interaksi, dan budaya informasi di era kecerdasan buatan. Pada kategori Portal Website Perpustakaan, kompetisi ini diikuti 74 peserta dari berbagai institusi, mulai dari perguruan tinggi hingga perpustakaan daerah, khusus, dan sekolah.
Portal Kandaga Unpad dikembangkan untuk memudahkan akses dan penelusuran koleksi akademik yang dimiliki Unpad. Melalui sistem yang terintegrasi, Kandaga menggabungkan berbagai layanan perpustakaan digital dalam satu platform sehingga memudahkan sivitas akademika dan masyarakat dalam mengakses serta memanfaatkan koleksi dan layanan yang tersedia.
“Mengonversi kendala dan masalah yang ada di lapangan menjadi implementasi inovatif merupakan sebuah langkah progresif untuk mengembangkan sistem digital. Aksesibilitas dan kemudahan operasional menjadi landasan utama dalam mengembangkan portal Kandaga,” papar salah satu Pustakawan Unpad, Chrisna Adhi Pranoto.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Kantor Pengelolaan Perpustakaan Unpad berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital dan memperluas akses literasi informasi. Penghargaan tersebut juga menjadi pengakuan atas inovasi Perpustakaan Unpad dalam mendukung transformasi digital layanan perpustakaan.* (Rilis oleh: Ziani Marni/Kandaga Unpad)
Sumber: https://kandaga.unpad.ac.id/berita/artikel/kandaga-kpdi17
The post Website Perpustakaan Kandaga Unpad Raih Best Achievement Portal di KPDI ke-17 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan PSDKU Universitas Padjadjaran menyelenggarakan NURSEA Voyage 2026: One Wave, One Journey, One Profession, sebagai program pembekalan bagi mahasiswa yang akan memasuki pendidikan profesi, praktik klinik, dan Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI). Diikuti 36 mahasiswa Program Profesi Ners (PPN) angkatan 02, kegiatan tersebut berlangsung di Pangandaran pada 29-30 Juli 2026.
Program ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Profesi Ners dan mahasiswa Program Profesi Ners angkatan 01. Selain sebagai kegiatan orientasi, NURSEA menjadi sarana transfer pengalaman dari mahasiswa yang telah menjalani pendidikan profesi kepada angkatan berikutnya.
“Pendidikan profesi menjadi momentum pembelajaran untuk membentuk perawat yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan,” ujar Dekan Fakultas Keperawatan Unpad, Windy Rakhmawati, S.Kp., M.Kep., Ph.D., dalam sambutannya.
Windy menekankan bahwa pendidikan profesi merupakan fase penting dalam membentuk perawat yang tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki karakter profesional, etika, kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, serta kepedulian terhadap keselamatan pasien.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan terkait profesionalisme dan praktik keperawatan dari sejumlah dosen Fakultas Keperawatan Unpad. Dr. Irman Somantri, menyampaikan materi mengenai pengenalan dan etika profesi keperawatan, yang membahas identitas profesi perawat, kode etik, tanggung jawab moral dan hukum, hingga pentingnya integritas dan empati dalam pelayanan kesehatan. Lebih lanjut, Siti Ulfah Rifa’atul Fitri, MNS., membahas mengenai penyusunan Karya Tulis Ilmiah Akhir Ners berbasis evidence-based nursing.
Materi lain disampaikan oleh Nur Maziyya, M.Kep., mengenai asuhan keperawatan di komunitas dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Sementara itu, Ns. Kurniawan, M.Kep., memberikan pembekalan terkait keselamatan pasien dan pentingnya menjaga kesehatan mental selama menjalani praktik klinik. Ns. Khoirunnisa, M.Kep., turut memberikan materi mengenai implementasi asuhan keperawatan di area klinik.
Pada hari kedua, Donny Nurhamsyah, S.Kep., Ns., M.Kep., memandu sesi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Bantuan Hidup Dasar (BHD). Donny juga menyampaikan materi mengenai strategi menghadapi ujian Computer Based Test (CBT) dan OSCE.
Melalui NURSEA 2026, Fakultas Keperawatan Unpad berharap mahasiswa mampu menjalani pendidikan profesi dengan integritas, menjunjung tinggi etika keperawatan, serta menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap memberikan pelayanan kesehatan yang aman serta berorientasi pada keselamatan pasien. (Rilis oleh: Donny Nurhamsyah/FKep Unpad)
The post NURSEA Voyage 2026: Perkuat Kesiapan Mahasiswa Menuju Praktik Profesi Ners dan UKNI appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdampak melalui berbagai layanan bagi mahasiswa disabilitas. Dalam hal ini, Unit Layanan Disabilitas Unpad menghadirkan program Buddy Inklusif yang akan mendampingi mahasiswa baru penyandang disabilitas selama rangkaian kegiatan Pamuka dan Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Unpad (Prabu) 2026.
Kepala Unit Layanan Disabilitas Unpad, Dr. Ikeu Nurhidayah, S.Kep., Ners., M.Kep., Ns.Sp.Kep.An., menjelaskan bahwa Buddy Inklusif merupakan program pendampingan sebaya (peer support) yang melibatkan mahasiswa sebagai teman pendamping bagi mahasiswa baru penyandang disabilitas. Melalui program ini, mahasiswa baru diharapkan dapat beradaptasi lebih mudah dengan lingkungan kampus, mengenal fasilitas akademik maupun nonakademik, serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih inklusif sejak hari pertama menjadi bagian dari sivitas akademika Unpad.
“Pendampingan tidak dimulai ketika mahasiswa sudah masuk kuliah, tetapi sejak proses seleksi. Kami melakukan asesmen kebutuhan setiap calon mahasiswa penyandang disabilitas agar proses seleksi dapat berlangsung secara inklusif sesuai dengan ragam disabilitas dan kebutuhan masing-masing,” ujar Ikeu saat diwawancarai oleh Tim Kanal Media Unpad pada Rabu (8/5).
Pada tahun akademik ini, Unpad menerima sekitar 10 mahasiswa baru dengan berbagai ragam disabilitas. Untuk mendukung proses transisi menuju kehidupan perkuliahan, ULD memperkenalkan Buddy Inklusif sebagai bagian dari strategi membangun lingkungan belajar yang lebih ramah, setara, dan aksesibel.
Berbeda dengan pendamping pribadi, Buddy Inklusif berperan sebagai teman sebaya yang membantu mahasiswa baru mengenali lingkungan kampus, memahami alur kegiatan orientasi, mengakses informasi, serta menjadi penghubung apabila mahasiswa membutuhkan bantuan lebih lanjut. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian mahasiswa penyandang disabilitas, bukan menciptakan ketergantungan.
Sebelum menjalankan tugasnya, para Buddy Inklusif mengikuti pelatihan yang diselenggarakan ULD Unpad. Materi pelatihan meliputi pengenalan ragam disabilitas, prinsip pendidikan inklusif, komunikasi yang inklusif, etika pendampingan, teknik memberikan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing ragam disabilitas, hingga simulasi pendampingan dalam berbagai situasi yang mungkin dihadapi selama kegiatan Pamuka dan Prabu. Dengan pembekalan tersebut, para buddy diharapkan mampu memberikan dukungan yang tepat sekaligus menghormati hak, pilihan, dan kemandirian mahasiswa yang didampingi.
Menurut Ikeu, pelaksanaan tahun ini merupakan tonggak penting karena menjadi implementasi perdana Program Buddy Inklusif di Universitas Padjadjaran. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan orientasi mahasiswa baru, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran di kampus.
"Ini merupakan pelaksanaan perdana Buddy Inklusif di Unpad. Ke depan kami berharap program ini tidak hanya hadir saat orientasi mahasiswa baru, tetapi dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran di kampus," tutur Ikeu.
Lebih lanjut, ULD Unpad juga tengah merancang pengembangan program Buddy Inklusif agar terbuka bagi lebih banyak mahasiswa. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme mahasiswa yang secara sukarela bergabung sebagai Buddy Inklusif. Hal tersebut menunjukkan tumbuhnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya membangun lingkungan kampus yang menghargai keberagaman dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.
“Harapan kami, para Buddy Inklusif menjadi agen penggerak yang menyebarkan semangat inklusivitas hingga ke fakultas masing-masing. Inklusivitas bukan hanya tentang disabilitas, tetapi bagaimana setiap orang, apa pun latar belakang sosial, budaya, maupun kondisinya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, serta mengakses seluruh layanan di Universitas Padjadjaran," pungkasnya.* (R02)



The post ULD Unpad Hadirkan Buddy Inklusif untuk Dampingi Mahasiswa Baru Penyandang Disabilitas appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang inklusif, Universitas Padjadjaran menyediakan fasilitas asrama bagi mahasiswa penerima manfaat KIP-K dan mahasiswa jalur afirmasi. Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu bentuk komitmen Unpad dalam memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi dengan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Koordinator Asrama Unpad Nana Supriatna, A.Md., menjelaskan bahwa Unpad menyediakan tiga gedung asrama yang dikhususkan bagi mahasiswa penerima manfaat KIP-K dan afirmasi, yaitu Bale Wilasa I Gedung A dan Gedung B untuk mahasiswa putri, serta Bale Wilasa II untuk mahasiswa putra. Tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan tempat tinggal mahasiswa, fasilitas ini juga diharapkan dapat menjadi ruang adaptasi bagi mahasiswa baru agar lebih siap menjalani kehidupan perkuliahan.
Proses penempatan penghuni asrama dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, di antaranya adalah merupakan penerima manfaat KIP-K atau afirmasi, memiliki jarak tempat tinggal lebih dari 30 kilometer dari kampus, serta memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif. Unpad juga membangun lingkungan pembinaan bagi para penghuni asrama melalui mahasiswa yang ditunjuk sebagai kakak pendamping untuk membantu proses adaptasi mahasiswa baru selama tinggal di asrama.
"Tahun ini kami menampung sekitar 340 mahasiswa penerima manfaat KIP-K dan afirmasi. Mereka dapat tinggal di asrama selama tahun pertama perkuliahan dan setelah itu akan melanjutkan tinggal di kos atau asrama reguler. Kami ingin asrama menjadi ruang yang tidak hanya nyaman untuk tinggal, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan kebersamaan antarmahasiswa. Karena itu, setiap penghuni didampingi oleh kakak pendamping yang siap membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan kampus," kata Nana.
Lebih lanjut, Nana menyampaikan bahwa ke depan Unpad berkomitmen untuk mengembangkan fungsi asrama menjadi ruang pemberdayaan mahasiswa. Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah pengembangan Program Asrama Berdampak, yang mengadopsi praktik baik dari sejumlah perguruan tinggi dengan mengembangkan program-program produktif dan bernilai ekonomi melalui proses pembinaan.
Nana juga berharap pengembangan fasilitas asrama terus dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan mahasiswa. Selain penambahan kapasitas gedung, penyediaan ruang belajar bersama, maupun fasilitas penunjang pembelajaran lainnya dinilai penting untuk mendukung proses akademik dan pengembangan diri mahasiswa.
"Dengan semakin banyaknya mahasiswa penerima manfaat KIP Kuliah yang membutuhkan asrama, kami berharap kapasitas hunian dapat terus ditingkatkan. Di sisi lain, penambahan fasilitas pembelajaran juga diharapkan mampu menjadikan asrama sebagai ruang yang semakin mendukung keberhasilan studi mahasiswa," pungkasnya.* (R02)



The post Perkuat Kesetaraan Akses Pendidikan, Unpad Hadirkan Asrama bagi Mahasiswa KIP Kuliah dan Afirmasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran senantiasa berkomitmen untuk menjadikan penguatan jejaring kerja sama sebagai salah satu sasaran utama dalam rencana strategisnya. Hal tersebut diwujudkan pada puncak perayaan Dies Natalis ke-2 Sekolah Vokasi Unpad melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 21 lembaga yang terdiri dari Pemerintah Daerah, perusahaan ritel dan logistik nasional, BUMN, lembaga kesehatan, hingga Fakultas Administrasi Publik Universitas Ljubljana di Slovenia, di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, pada Senin, 27 Juli 2026.
Turut hadir pada kesempatan tersebut adalah Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.Si., S.IP., M.T., M.Han., Dekan Sekolah Vokasi Unpad, Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec, serta para pimpinan mitra.
Pada kesempatan ini, diselenggarakan juga Orasi Ilmiah bertajuk “Generasi Adaptif, Penggerak Produktivitas Indonesia” dengan sub-tema “Talenta Tangguh, Industri Tumbuh, Indonesia Maju” yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, B.B.A., M.P.A. Ia menyampaikan bahwa masih ada kesenjangan antara jumlah lulusan yang terserap dunia kerja dan lulusan yang masih menganggur di Indonesia. Masalahnya bukan sekadar kurangnya lapangan kerja, melainkan ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) yang terkonsentrasi pada lulusan pendidikan menengah dan tinggi di tengah jendela bonus demografi yang kian menyempit.
Dalam hal ini, Rahmad menempatkan lulusan sarjana terapan sebagai kunci mengubah teknologi dan modal menjadi nilai tambah bagi industri, melalui rangkaian pembelajaran yang digambarkan berjenjang, yaitu penguasaan fondasi ilmu dan digital (learn), praktik lewat laboratorium, simulasi, dan magang (practice), hingga kemampuan mengintegrasikan dan menyelesaikan masalah nyata di industri (solve/integrate, deliver).
“Bonus demografi memberi jumlah, pendidikan memberi kemampuan, sementara teknologi memberi daya ungkit. Tetapi kemauan untuk belajar, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah yang menentukan masa depan Indonesia. Saya mengajak kepada mahasiswa Sekolah Vokasi Unpad untuk go beyond your bubble, take responsibility, dan build a skill,” jelasnya.
Puncak acara pada 27 Juli ini merupakan penutup dari rangkaian Dies Natalis ke-2 yang dimulai sejak 25 Juli 2026 dengan tema “Synergy in Motion: Bound by Purpose, Driven by Vision”. Kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan gratis bagi sivitas akademika Sekolah Vokasi Unpad hingga pemutaran film.
Komitmen memperluas jejaring kemitraan ini sejalan dengan upaya Sekolah Vokasi Unpad dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan berbasis kolaborasi, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan memperkuat keterkaitan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pembangunan kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan mitra internasional.*
Berikut adalah 21 mitra yang menjalin kerja sama dengan Sekolah Vokasi Unpad:
(Rilis oleh: Sekolah Vokasi Unpad)
The post Rayakan Dies Natalis ke-2, Sekolah Vokasi Unpad Perkuat Jejaring lewat 21 Kerja Sama Lintas Sektor appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas 5 persen, tekanan global turut dirasakan di berbagai sektor. Berbagai risiko sebenarnya dapat dipetakan melalui data dan kajian ilmiah, namun tantangan utama terletak pada keberanian mengambil langkah sebelum situasi menjadi darurat. Karena itu, lulusan Unpad dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan mengambil keputusan dan bertindak di tengah ketidakpastian.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam pidatonya ketika melantik 2.294 wisudawan pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan secara hybrid dari Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada 4-6 Agustus 2026.
“Pertama, janganlah berhenti belajar. Yang paling berharga dari masa kuliah bukan isi kepala saudara, melainkan kebiasaan mengisinya. Kedua, jaga terus integritas. Reputasi dibangun bertahun-tahun dan bisa habis hanya dalam satu keputusan. Terakhir, jangan menunggu menjadi orang besar untuk menjadi berguna. Pengabdian sering dibayangkan sebagai sesuatu yang megah, padahal kenyataannya lebih sederhana,” ujar Rektor.
Rektor mengajak para wisudawan untuk menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah berkorban dan mendukung selama menempuh pendidikan. Apresiasi juga ditujukan kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang mendampingi proses belajar mahasiswa. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menghargai kehadiran sahabat yang memberikan dukungan di berbagai masa sulit selama perkuliahan.
“Ketika melangkah keluar dari kampus ini, bawalah nama Unpad dengan kebanggaan yang rendah hati. Tunjukkan bahwa lulusan Unpad unggul dalam karya, inklusif dalam sikap, dan berdampak bagi masyarakat,” ungkap Rektor.
Pada kesempatan tersebut, Rektor turut menyampaikan apresiasi secara khusus kepada sejumlah wisudawan, yaitu:
1. Wisudawan terbaik Program Doktor diraih oleh Mohammed Adel Mohammed Al-Faqeeh dari Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi yang juga merupakan penerima Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran. Ia telah memublikasikan 14 artikel ilmiah pada jurnal nasional dan internasional, yang terdiri atas 7 artikel pada jurnal terindeks Scopus Q1, 6 artikel pada jurnal Scopus Q2, dan 1 artikel pada jurnal terindeks SINTA 2.
2. Wisudawan terbaik Program Subspesialis diraih oleh Restu Ratnaningsih dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran. Ia telah memublikasikan empat artikel ilmiah pada berbagai jurnal nasional dan internasional, Selain itu, ia aktif mempresentasikan hasil penelitiannya pada berbagai forum ilmiah nasional dan internasional.
3. Wisudawan terbaik Program Magister diraih oleh Diemas Arya Komara dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi. Ia telah memublikasikan 11 artikel ilmiah pada jurnal nasional dan internasional, terdiri atas 3 artikel di jurnal SINTA 2, 6 artikel di jurnal SINTA 3, serta 2 artikel pada jurnal ber-ISSN. Selain itu, Diemas telah mencatatkan 547 sitasi di Google Scholar.
4. Wisudawan terbaik Program Spesialis diraih oleh Tazkia Munasyifa dari Program Studi Radiologi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi. Ia memublikasikan dua artikel ilmiah pada jurnal terindeks SINTA 2 dan 4 serta meraih sejumlah prestasi nasional.
5. Wisudawan terbaik Program Profesi diraih oleh Muhammad Ardi Ramadhan dari Program Profesi Insinyur, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dengan IPK 4,00
6. Wisudawan terbaik Program Sarjana diraih oleh Ellita Sevilla dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Ia telah menulis artikel ilmiah terindeks Scopus Q1 yang sedang dalam proses publikasi. Ia juga merupakan pendiri usaha Ellpastries serta meraih prestasi nasional dan penerima Erasmus+ Scholarship di Jerman.
7. Wisudawan terbaik Program Sarjana Terapan diraih oleh Yeni Setiyowati dari Program Studi Administrasi Keuangan Publik, Sekolah Vokasi. Ia menghasilkan satu artikel ilmiah terindeks SINTA 3, meraih sejumlah prestasi akademik dan internasional, serta penerima Erasmus+ Scholarship di Jerman.
Apresiasi khusus diberikan kepada wisudawan paling senior secara usia, yaitu Omay Chusmayadi dari Program Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, yang menyelesaikan studinya pada usia 65 tahun 2 bulan 8 hari. Selain itu, apresiasi khusus juga diberikan kepada wisudawan termuda, yaitu Ratu Intan Assyifa dari Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, yang lulus pada usia 19 tahun 3 bulan 10 hari.
Hadir pada sesi pertama wisuda, Direktur Pengembangan Usaha Perum Jasa Tirta II, Dikdik Permadi Yoffana, MBA. Dalam sambutannya sebagai perwakilan Ikatan Alumni (IKA) Unpad, Dikdik mengingatkan para wisudawan bahwa nama baik seseorang sering kali mendahului dirinya. Menurutnya, orang mungkin akan melupakan berbagai prestasi yang pernah diraih, tetapi akan selalu mengingat apakah seseorang memberikan manfaat bagi orang lain.
“Sebelum mengejar kesuksesan, satu pesan, bangunlah reputasi diri sendiri,” pesan Dikdik.* (R01)









The post Wisuda Unpad: Rektor Ajak Lulusan Menjawab Tantangan Global dengan Ilmu dan Integritas appeared first on Universitas Padjadjaran.