Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Pelaksanaan prajabatan bagi Calon Pegawai Tetap Non-PNS Universitas Padjadjaran tahun 2026 resmi ditutup pada Kamis, (16/7). Acara penutupan yang berlangsung di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, menandai berakhirnya rangkaian pembekalan yang telah berjalan sejak 6 Juli 2026 lalu. Sebanyak 57 peserta yang terdiri dari 56 dosen dan satu tenaga kependidikan, mendapatkan status kepegawaian penuh secara resmi.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian prajabatan. Dalam sambutannya, Ia menekankan pentingnya bimbingan dari fakultas masing-masing agar para pegawai baru dapat meniti karier secara optimal. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus.
“Ini adalah awal, nanti di bawah bimbingan pimpinan fakultas maupun sekolah, mudah-mudahan kita semua bersama-sama berkolaborasi membangun Unpad yang hebat,” ujar Prof. Widya.
Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen dan Manajemen Talenta Unpad, Dr. Fitriani Yustikasari Lubis menjelaskan, selama 10 hari pelaksanaan kegiatan prajabatan, para peserta menerima materi seputar direktorat yang melibatkan 29 narasumber internal di lingkungan Unpad. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi dukungan bagi para peserta dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di masa yang akan datang.
Melalui kegiatan ini, Fitriani berharap para peserta dapat memahami Universitas Padjadjaran secara mendalam, sehingga dapat memacu mereka untuk menjalankan perannya secara optimal, mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mewujudkan visi-misi universitas.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi modal awal dari berbagai pencapaian para peserta dalam perjalanan karier mereka di Unpad ke depan,” jelasnya.* (Reporter: Siti Fadhilah Khadijah Hutagalung/R02)



The post 57 Calon Pegawai Tetap Non-PNS Unpad Terima Status Kepegawaian Penuh appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi, Universitas Padjadjaran melalui Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi dan Transformasi Digital (DPSITD) bersama Direktorat Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad menyelenggarakan ujian sertifikasi internasional Microsoft Certified Fundamental (MCF) bidang Artificial Intelligence (AI). Diikuti oleh 15 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Unpad, ujian sertifikasi ini dilaksanakan di Laboratorium D3 Gedung D PPBS, Unpad Kampus Jatinangor, pada Kamis, (25/6).
“Alhamdulillah seluruh peserta lulus dengan hasil yang memuaskan. Namun, esensi utamanya tidak berhenti pada kelulusan dan peraihan sertifikat saja. Kami mendorong para peserta untuk terus memelihara dan mengembangkan kompetensi ini secara berkelanjutan agar dapat diimplementasikan secara nyata pada pekerjaannya sehari-hari di Unpad,” ujar Kepala Kantor Pengelolaan Data dan Arsip Digital DPSITD Unpad, Okki Mahendra Daniswara, S.Si., M.T.
Okki mengungkapkan bahwa penguasaan teknologi kecerdasan buatan bukan lagi sekadar nilai tambah. Menurutnya, kemampuan tersebut telah menjadi kebutuhan dalam mendukung tata kelola administrasi dan pelayanan akademik yang semakin modern dan berbasis digital.
Melalui program sertifikasi kompetensi berskala global ini, Unpad berharap dapat melahirkan para agen perubahan (change agents) digital di setiap unit kerja. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja, inovasi layanan, serta mempercepat langkah Unpad menuju universitas berkelas dunia yang berdaya saing internasional berbasis pada keunggulan teknologi informasi.* (Rilis oleh: DPSITD/R01)
The post Tingkatkan Kompetensi SDM, Unpad Gelar Uji Sertifikasi Internasional Bidang AI dari Microsoft appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam pemberian Beasiswa Tugas Belajar Non-PNS Program Pendidikan Kedokteran yang diselenggarakan di Ruang Rapat Senat Akademik, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (16/7). Kerja sama ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang kesehatan sekaligus memperkuat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Ini bukan langkah yang bisa dilaksanakan dalam waktu singkat. Namun, kalau kita tidak mulai dari hal-hal kecil, rasanya sulit untuk memperoleh hasil yang optimal,” ujar Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D.
Inu menegaskan komitmen Unpad untuk memberikan dukungan terbaik bagi mahasiswa asal Kepulauan Mentawai, baik melalui penyelenggaraan pendidikan maupun berbagai fasilitas pendukung yang tersedia di lingkungan kampus. Inu berharap kerja sama ini tidak hanya membuka akses pendidikan kedokteran bagi putra-putri daerah, tetapi juga menjadi upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kepulauan Mentawai.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus D., M.M., menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Unpad diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai program studi lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah. Melalui kerja sama dengan Unpad, diharapkan semakin banyak kesempatan pendidikan yang dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemenuhan kebutuhan tenaga profesional di Kepulauan Mentawai.
“Kami memilih Kedokteran Unpad karena programnya sudah lama dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, sekarang Unpad juga sudah memiliki pendidikan dokter spesialis, sehingga peluang kerja sama ke depan bisa semakin luas,” ujar Martinus.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Layanan Kemahasiswaan Unpad Dr. Afra Hafny Noer, S.Psi., M.Sc. dan Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan Unpad Gumelar Wibawa Sunda Rukmana, SE., M.M.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara Unpad dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan. Melalui program beasiswa tugas belajar ini, kedua pihak berkomitmen untuk mendorong lahirnya tenaga kesehatan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Mentawai.* (R01)



The post Perkuat Pemenuhan Tenaga Dokter, Unpad dan Pemkab Mentawai Jalin Kerja Sama Beasiswa appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional melalui partisipasi dosen dan mahasiswa pada Summer Course Highlands to Ocean (H2O) 2026. Program bertema "The Role of Nature-Based Solutions in Supporting a Sustainable Blue Economy from Highland to Ocean" ini berlangsung di beberapa kota di Pulau Jawa pada 5–14 Juli 2026 dan menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam membahas pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Summer Course H2O 2026 merupakan bagian dari EU-ASEAN SCOPE-HE Sustainable Blue Economy (STABLE) Project yang didanai oleh Uni Eropa dan ASEAN melalui Global Gateway Strategy serta dikelola oleh Nuffic dan DAAD. Program ini diikuti oleh 66 peserta dari 19 negara dengan dukungan 23 mitra dan pemangku kepentingan internasional. Selain IPB University sebagai tuan rumah, peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, di antaranya ZMT Bremen, Carl-von-Ossietzky University Oldenburg, University of Groningen, Universiti Malaysia Terengganu, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Musamus.
Keikutsertaan Unpad menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperluas kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam memahami penerapan Sustainable Blue Economy melalui pendekatan nature-based solutions. Delegasi Unpad terdiri atas Windi Damayanti, S.Pi., M.Sc., dosen Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), serta Alya Syafitri, mahasiswa Program Studi Perikanan.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta mengikuti kuliah, diskusi, dan observasi lapangan yang menghubungkan konsep akademik dengan praktik di lapangan. Materi disampaikan oleh pakar internasional, akademisi, praktisi, serta perwakilan pemerintah, di antaranya Prof. Dr. Raimund Bleischwitz, Prof. Luky Adrianto, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pembahasan mencakup konsep dan kebijakan Blue Economy, pengelolaan ruang laut, hingga penerapan nature-based solutions. Selain itu, peserta melakukan kunjungan lapangan ke Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Pulau Tidung untuk mempelajari implementasi Blue Economy dan pengelolaan ekosistem pesisir secara langsung.
Pengalaman tersebut turut dirasakan oleh Alya Syafitri, mahasiswa Program Studi Perikanan Universitas Padjadjaran yang menjadi salah satu delegasi dalam program tersebut.
"Summer Course H2O 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Selain belajar langsung dari para ahli, saya juga mendapat kesempatan berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai negara. Pengalaman ini semakin memotivasi saya untuk berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan," ujar Alya.
Sementara itu, Windi Damayanti, S.Pi., M.Sc., menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi internasional.
"Program ini juga memperkuat komitmen bersama untuk melanjutkan kolaborasi dalam kerangka EU-ASEAN STABLE Project. Kami berharap jejaring yang telah dibangun dapat berkembang menjadi berbagai kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat antara institusi di kawasan ASEAN dan Eropa," ujar Windi.
Melalui partisipasi dalam Summer Course H2O 2026, Unpad berharap dapat semakin memperkuat jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keikutsertaan ini juga menjadi bagian dari komitmen Unpad dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi guna mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.* (Rilis oleh: FPIK Unpad)


The post Unpad Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Summer Course H2O 2026 Bertema Sustainable Blue Economy appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran bersama Universiti Malaya (UM), Malaysia, mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Desa Aman Migrasi: Pembinaan Keluarga dan Calon Pekerja Migran” di Desa Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Program yang berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026 ini bertujuan memperkuat perlindungan calon pekerja migran sekaligus membangun ketahanan keluarga di salah satu desa dengan jumlah pekerja migran yang tinggi di Jawa Barat.
Program ini dipimpin dosen Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad, Dyana Chusnulitta Jatnika, S.Kesos., M.Sc., bersama tim yang terdiri atas Prof. Dra. Binahayati Rusyidi, M.S.W., Ph.D. dan Dr. Hery Wibowo, S.Psi., M.M. Dari Universiti Malaya, program melibatkan Assoc. Prof. Dr. Mashitah Binti Hamidi, Kepala Population and Migration Research Center, serta Assoc. Prof. Dr. Fonny Dameaty Hutagalung, Kepala Family Research and Development Centre. Program ini juga melibatkan mahasiswa program sarjana dan magister dari kedua perguruan tinggi sebagai bagian dari ruang pembelajaran lintas disiplin dan lintas negara.
Desa Babakan Mulya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki sejarah panjang sebagai desa yang aktif dalam isu perlindungan pekerja migran. Desa ini telah menyandang predikat Desa Peduli Buruh Migran sejak 2009 dan memiliki regulasi desa yang mengatur perlindungan pekerja migran. Meski demikian, tantangan seperti praktik rekrutmen nonprosedural, risiko perdagangan orang, serta perlindungan sosial bagi keluarga pekerja migran masih menjadi perhatian.
Program Desa Aman Migrasi dirancang menggunakan pendekatan ekologis yang menyasar berbagai lapisan, mulai dari pemerintah desa, komunitas, hingga individu dan keluarga calon pekerja migran. Melalui pendekatan ini, program berupaya memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam tata kelola migrasi, meningkatkan literasi masyarakat mengenai migrasi aman, serta memberikan pembinaan langsung kepada calon pekerja migran dan keluarganya.
Selama enam bulan pelaksanaan, program dibagi ke dalam empat tahapan utama. Tahap awal difokuskan pada pemetaan pemangku kepentingan, asesmen kondisi desa, dan penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa. Tahap berikutnya diwujudkan melalui penyelenggaraan Kelas Pembinaan Calon Pekerja Migran yang membahas prosedur migrasi aman, hak-hak pekerja migran, serta penguatan ketahanan psikososial bagi calon pekerja migran dan keluarganya.
Selain itu, program juga menghadirkan Forum Dialog Partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, kader perempuan, keluarga pekerja migran, tokoh masyarakat, hingga pendamping desa. Forum ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) yang menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam mengidentifikasi tantangan migrasi dan merumuskan rekomendasi aksi bersama.
Melalui program ini, Unpad dan Universiti Malaya berupaya menghadirkan model perlindungan pekerja migran yang berbasis komunitas dan dapat direplikasi di daerah lain. Kolaborasi tersebut juga menjadi wujud komitmen kedua perguruan tinggi dalam menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Program Desa Aman Migrasi diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat desa migran, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.* (Rilis oleh: FISIP Unpad/R01)



The post Unpad dan Universiti Malaya Luncurkan Program “Desa Aman Migrasi” di Desa Babakan Mulya, Kabupaten Kuningan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran sukses menyelenggarakan Sarasehan Kerja Sama, Career and Recruitment Linkage 2026 beserta Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Suharyati, Kampus FKep Unpad Jatinangor, pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema Connecting Partnership, Optimizing Impact ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis sekaligus membuka peluang karir bagi lulusan keperawatan.
Manajer Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Alumni FKep Unpad, Sheizi Pristasari, S.Kep., Ners., M.Kep., Ph.D., menyampaikan bahwa fakultas saat ini memiliki 72 dokumen kerja sama aktif yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta program pertukaran mahasiswa dan staf. Kerja sama tersebut tersebar di tingkat Jawa Barat, nasional, dan internasional.
Lebih lanjut, dalam sambutannya Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Windy Rahmawati, S.Kp., M.Kep., Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan harus menghasilkan dampak nyata. Dalam hal ini Windy menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh mitra, panelis, panitia, mahasiswa, dan alumni yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.
“Kerja sama bukan sekadar dokumen atau tanda tangan, melainkan jembatan antara dunia akademik dan praktik yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan sistem kesehatan nasional maupun global,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel bertema Future Readiness of Graduates yang melibatkan para stakeholder. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. R. Vini Adiani Dewi, M.R.S., perwakilan RSUD Welas Asih, Rumah Perawatan Indonesia, serta pihak swasta seperti Deutschlandara yang membawa program penempatan perawat ke Jerman turut memberikan masukan berharga. Diskusi menyoroti penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi lulusan, pengembangan role model entrepreneur keperawatan, serta peluang kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat.
Pada sesi penandatanganan PKS, FKep Unpad menjalin kerja sama baru dengan PT Brawijaya Investama dan beberapa institusi pendidikan tinggi kesehatan. Sementara itu, penandatanganan dengan RSUP Dr. Hasan Sadikin dan RSUD Gunung Jati Cirebon akan dilakukan secara terpisah.
Puncak acara di sesi siang adalah kegiatan Hiring Campus yang melibatkan dua rumah sakit besar, yaitu Brawijaya Hospital Group dan Mayapada Hospital. Ratusan alumni dan calon lulusan antusias mengikuti sesi walk-in interview serta sharing session. Para perwakilan rumah sakit menyampaikan peluang karir yang luas di berbagai unit dan lokasi mereka.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas tenaga kesehatan, SDG 4 (Quality Education) dengan penguatan kurikulum dan kesiapan lulusan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui program rekrutmen dan peluang karir, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang menjadi inti dari seluruh rangkaian sarasehan ini.* (Rilis oleh: Fakultas Keperawatan/R02)



The post Fakultas Keperawatan Unpad Sukses Gelar Sarasehan Kerja Sama, Career and Recruitment Linkage 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Laboratorium Ekologi, Center for Environment and Sustainability Science (CESS) Universitas Padjadjaran menerima kunjungan dari Laboratorium Binalab, PT. Surveyor Indonesia, dan PT. Pertamina Patra Niaga RU V. Kunjungan diterima pada Rabu, 1 Juli 2026 di CESS Unpad, Jalan Sekeloa Selatan, Kota Bandung.
Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Laboratorium Ekologi CESS Unpad, Mochamad Candra Wirawan Arief, Koordinator Administrasi Mahardhika Puspa, Koordinator Teknis Kimia dan Analis Laboratorium, Sovia Endah, serta Petugas Pengambil Contoh yaitu Henry Putra Kosasih. Adapun dari pihak PT. Pertamina Patra Niaga RU V diwakili oleh Hafidzoh Zulhizah, David Arthur L, dan Ricky Julianda, Binalab diwakili oleh Rika R., Dwita Pratiwi Putri, dan Syah R. A., dan PT. Surveyor Indonesia diwakili oleh F. Fachrudin.
Kegiatan diawali dengan penyambutan peserta dan penjelasan mengenai sejarah Laboratorium Ekologi dan pemaparan company profile yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai layanan laboratorium
Kepala Laboratorium Ekologi Unpad, Mochamad Candra Wirawan Arief, Ph.D. menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.
“Kami menyambut baik kunjungan dari Binalab, PT. Surveyor Indoensia, dan PT. Pertamina Parta Niaga RU V sebagai momentum untuk mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Laboratorium Ekologi Universitas Padjadjaran berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pengujian lingkungan yang berkualitas, objektif, dan sesuai dengan standar yang berlaku, mengingat Laboratorium Ekologi Unpad telah terakrediasi KAN ISO 17025:2017,” ujar Chandra Wirawan.
Dalam kunjungan ini, Binalab, PT. Surveyor Indonesia, dan PT. Pertamina Patra Niaga RU V menunjukkan ketertarikan terhadap layanan pengujian biologi, khususnya terkait identifikasi plankton dan bentos sebagai salah satu parameter penting dalam kajian kualitas lingkungan perairan. Tim Laboratorium Ekologi Unpad memberikan penjelasan mengenai tahapan pengambilan sampel, proses identifikasi di laboratorium, hingga interpretasi hasil pengujian yang dilakukan sesuai prosedur dan standar laboratorium. Para tamu juga berkesempatan melihat secara langsung fasilitas, peralatan, serta proses kerja yang digunakan dalam pelaksanaan pengujian biologi.
“Selama ini parameter fisik dan kimiawi cukup sering menjadi perhatian dalam pemantauan lingkungan. Namun, kami juga ingin memahami bagaimana pengujian parameter biologis, seperti identifikasi plankton, dapat memberikan informasi mengenai kondisi ekostistem perairan secara lebih menyeluruh di wilayah operasional kami,” ujar Ricky dari Pertamina Patra Niaga.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi penutupan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sebagai simbol terjalinnya hubungan baik antarlembaga, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai dokumentasi kunjungan sekaligus harapan agar komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang pada masa mendatang.
Melalui kunjungan ini diharapkan komunikasi antara Laboratorium Ekologi CESS Unpad dengan Binalab, PT. Surveyor Indonesia, dan PT. Pertamina Patra Niaga RU V dapat terus berlanjut dalam bentuk pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, maupun kolaborasi pada kegiatan pengujian dan penelitian lingkungan.* (Rilis oleh: CESS Unpad)


The post Laboratorium Ekologi CESS Unpad Terima Kunjungan Pertamina Patra Niaga RU V, Binalab dan Surveyor Indonesia appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima satu unit mobil listrik dari Bank BJB Syariah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan transportasi ramah lingkungan dan pengembangan kampus berkelanjutan di lingkungan Unpad. Kegiatan serah terima tersebut dilaksanakan di Halaman Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor, pada Senin, (13/7).
Kepada Tim Kanal Media Unpad, Direktur Pengelolaan Aset dan Sarana Prasarana Unpad, Edward Henry, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa bantuan mobil listrik tersebut merupakan hasil kerja sama kemitraan antara Unpad dengan pihak perbankan yang berkomitmen untuk saling memberikan manfaat. Tidak hanya itu, kehadiran unit mobil listrik ini juga sangat membantu dalam mendukung aktivitas operasional kampus sehari-hari.
“Kehadiran kendaraan listrik ini mendukung upaya Unpad dalam mewujudkan green campus,” ujar Edward.
Lebih lanjut, Edward menambahkan bahwa bantuan ini akan dialokasikan menjadi kendaraan operasional pimpinan yang selama ini masih menggunakan mobil dengan bahan bakar minyak (BBM) konvensional. Dalam hal ini, Unpad akan mengganti kendaraan operasionalnya menjadi mobil listrik secara bertahap. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Unpad untuk terus menggalakkan program ramah lingkungan dan pengurangan emisi.
“Harapannya karena semakin banyak kendaraan listrik yang dimiliki, maka potensi Unpad untuk menjadi kampus yang lebih hijau di masa depan akan semakin terbuka lebar,” pungkasnya. (Reporter: Alyssa Talitha)
The post Wujudkan Kampus Bebas Emisi, Unpad Terima Satu Unit Mobil Listrik dari BJB Syariah appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bersama 2 Livin Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Selasa (14/7). Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan Penandatangan Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Bulungan dan PT Energi Nusa Mandiri bersama Sekolah Pascasarjana, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Peternakan Unpad.
Penandatangan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad Prof. Rizky Abdulah, dan Bupati Kabupaten Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Pd. Sementara penandatangan PKS dilakukan antara Direktur PT Energi Nusa Mandiri Tria Suprajeni, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan drg. H. Imam Sujono, M.AP., bersama Dekan Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Ir Vijaya Isnaniawardhani, M.T., Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset FK Unpad Irvan Afriandi, dr., MPH., Dr. PH., serta Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi Unpad Dr. Ir. Andre Rivianda Daud, S.Pt., M.Si., IPM.
Dalam sambutannya, Prof. Rizky Abdulah mengatakan, berbagai tantangan pembangunan memerlukan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Melalui kerja sama ini, Unpad berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Bulungan.
Dalam hal ini, Unpad membuka berbagai peluang kolaborasi, di antaranya melalui penguatan riset dan program magister berbasis proyek yang memungkinkan aparatur pemerintah daerah melanjutkan studi, sekaligus mengembangkan solusi atas berbagai persoalan strategis yang dihadapi instansinya. Selain itu, Unpad juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan layanan kesehatan, termasuk penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
"Kami berharap penandatanganan nota kesepahaman ini tidak berhenti sampai seremoni saja, tetapi benar-benar diimplementasikan melalui berbagai program yang dapat menjawab kebutuhan Kabupaten Bulungan sekaligus memperluas kontribusi Unpad bagi masyarakat," ujar Prof. Rizky.
Sementara itu, Syarwani menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjutinya melalui berbagai program sesuai kebutuhan daerah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bulungan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Unpad diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas aparatur sekaligus membantu menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di daerah.
"Kami berharap setelah penandatanganan kerja sama ini akan ada tindak lanjut yang konkret sesuai dengan kebutuhan daerah. Kami sangat mengharapkan kontribusi Unpad untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Bulungan," ujar Syarwani.* (R02)






The post Unpad dan Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara Sepakati Kerja Sama untuk Dukung Pembangunan Daerah appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) diminta untuk memimpin penelitian dan pengembangan vaksin Tuberkulosis (TB) dalam rangka pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pengentasan kasus TB di Indonesia. PHTC TB yang dicanangkan Presiden RI diharapkan dapat menurunkan kasus TB hingga 50% pada 2029 mendatang.
Demikian terangkum dalam hasil Rapat Koordinasi Nasional Pengentasan TB di Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P.,FISR di Ruang Rapat Bersama 2 Livin Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Selasa (14/7). Rakornas ini diikuti pula oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Pungkas Bahjuri Ali, STP., MS., PhD., Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Prof. Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, perwakilan Biofarma, dan sejumlah peneliti dari berbagai lembaga.
"Saya punya impian, Unpad ini menjadi kebanggaan kita dengan mendukung pengembangan vaksin TB buatan Indonesia. Saat mendengar Unpad akan buat vaksin TB, saya senang sekali. Saya langsung bilang, kami akan bawa tim ke Unpad, kita semua akan mendukung," ujar Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus.
Lebih lanjut dr. Benjamin mengatakan, saat ini Unpad melalui Rumah Sakit Unpad akan membangun satu gedung yang dibangun khusus untuk pemberantasan TB. Untuk itu, dr. Benjamin mengusulkan agar penelitian vaksin TB ini dipusatkan di Unpad dengan mengajak pihak lain bergabung bersama.
"Hari ini terjadi kemajuan yang luar biasa (dalam upaya pengentasan kasus TB -red.). Bappenas mendukung, BRIN mendukung, Kemenkes mendukung, dan teman-teman dari universitas melakukan penelitian. Jadi menurut saya, kita harus menyusun cara kerja yang ada komandonya. Jadi usul saya, semua peneliti baik dari Unpad, dari BRIN atau dari tempat lain, harus mau duduk bersama dalam satu wadah. Vaksin TB ini andalan kita. Usul saya, penelitian vaksin ini secara nasional dipusatkan di Unpad," ujar dr. Benjamin.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, merasa terhormat dengan usulan Wakil Menteri Kesehatan tersebut dan menyatakan Unpad akan segera merumuskan langkah-langkah yang akan diajukan kepada Kementerian Kesehatan. Apalagi, TB memang merupakan masalah nasional dan saat ini menjadi salah satu PHTC Presiden RI. Unpad sendiri memiliki rekam jejak cukup panjang berkaitan dengan penelitian TB.
"Alhamdulillah Unpad ditunjuk menjadi koordinator, dan nanti secara bersama-sama kita akan merumuskan langkah-langkah cepat yang bisa kita lakukan, baik jangka pendek dan jangka menengah agar di tahun 2029 nanti kita punya hasil yang signifikan mengenai penanganan TB," ujar Rektor Unpad.
Menindaklanjuti hal tersebut, lanjut Rektor, Unpad akan mengoordinasikan segala sesuai yang bersifat riset dan inovasi terkait TB. Unpad juga akan menggandeng sejumlah stakeholder lain dalam sebuah konsorsium, baik itu perguruan tinggi, lembaga riset, kementerian terkait, rumah sakit dan juga masyarakat.
"Unpad diminta untuk secara aktif merumuskan langkah-langkah taktis dalam satu bentuk proposal yang lengkap, dalam satu bentuk tindak nyata. Dan nanti kami akan berkoordinasi dengan Bappenas untuk bersama-sama melakukan tindak lanjut sebagai satu langkah yang bisa langsung diimplementasikan secara cepat," ujar Prof. Arief.
Harapannya, dalam jangka pendek langkah ini dapat menurunkan kasus TB di Indonesia hingga 15%, memiliki model screening dan tracing yang bersifat implementasi secara nasional, memiliki produk buatan dalam negeri, dan pada akhirnya mengembangkan vaksin TB buatan Indonesia dan mendukung PHTC TB.
"Sebuah kehormatan bagi Unpad diminta untuk memimpin konsorsium ini. Mudah-mudahan amanat yang disampaikan untuk Unpad ini bisa kami jaga dan bersama-sama dengan yang lain kami bisa menyukseskan program pengentasan masalah TB nasional," ujar Prof. Arief.*






The post Wakil Menkes RI, “Unpad Akan Pimpin Penelitian untuk Hasilkan Vaksin TB Buatan Dalam Negeri” appeared first on Universitas Padjadjaran.