Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdampak melalui berbagai layanan bagi mahasiswa disabilitas. Dalam hal ini, Unit Layanan Disabilitas Unpad menghadirkan program Buddy Inklusif yang akan mendampingi mahasiswa baru penyandang disabilitas selama rangkaian kegiatan Pamuka dan Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Unpad (Prabu) 2026.
Kepala Unit Layanan Disabilitas Unpad, Dr. Ikeu Nurhidayah, S.Kep., Ners., M.Kep., Ns.Sp.Kep.An., menjelaskan bahwa Buddy Inklusif merupakan program pendampingan sebaya (peer support) yang melibatkan mahasiswa sebagai teman pendamping bagi mahasiswa baru penyandang disabilitas. Melalui program ini, mahasiswa baru diharapkan dapat beradaptasi lebih mudah dengan lingkungan kampus, mengenal fasilitas akademik maupun nonakademik, serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih inklusif sejak hari pertama menjadi bagian dari sivitas akademika Unpad.
“Pendampingan tidak dimulai ketika mahasiswa sudah masuk kuliah, tetapi sejak proses seleksi. Kami melakukan asesmen kebutuhan setiap calon mahasiswa penyandang disabilitas agar proses seleksi dapat berlangsung secara inklusif sesuai dengan ragam disabilitas dan kebutuhan masing-masing,” ujar Ikeu saat diwawancarai oleh Tim Kanal Media Unpad pada Rabu (8/5).
Pada tahun akademik ini, Unpad menerima sekitar 10 mahasiswa baru dengan berbagai ragam disabilitas. Untuk mendukung proses transisi menuju kehidupan perkuliahan, ULD memperkenalkan Buddy Inklusif sebagai bagian dari strategi membangun lingkungan belajar yang lebih ramah, setara, dan aksesibel.
Berbeda dengan pendamping pribadi, Buddy Inklusif berperan sebagai teman sebaya yang membantu mahasiswa baru mengenali lingkungan kampus, memahami alur kegiatan orientasi, mengakses informasi, serta menjadi penghubung apabila mahasiswa membutuhkan bantuan lebih lanjut. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian mahasiswa penyandang disabilitas, bukan menciptakan ketergantungan.
Sebelum menjalankan tugasnya, para Buddy Inklusif mengikuti pelatihan yang diselenggarakan ULD Unpad. Materi pelatihan meliputi pengenalan ragam disabilitas, prinsip pendidikan inklusif, komunikasi yang inklusif, etika pendampingan, teknik memberikan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing ragam disabilitas, hingga simulasi pendampingan dalam berbagai situasi yang mungkin dihadapi selama kegiatan Pamuka dan Prabu. Dengan pembekalan tersebut, para buddy diharapkan mampu memberikan dukungan yang tepat sekaligus menghormati hak, pilihan, dan kemandirian mahasiswa yang didampingi.
Menurut Ikeu, pelaksanaan tahun ini merupakan tonggak penting karena menjadi implementasi perdana Program Buddy Inklusif di Universitas Padjadjaran. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan orientasi mahasiswa baru, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran di kampus.
"Ini merupakan pelaksanaan perdana Buddy Inklusif di Unpad. Ke depan kami berharap program ini tidak hanya hadir saat orientasi mahasiswa baru, tetapi dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran di kampus," tutur Ikeu.
Lebih lanjut, ULD Unpad juga tengah merancang pengembangan program Buddy Inklusif agar terbuka bagi lebih banyak mahasiswa. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme mahasiswa yang secara sukarela bergabung sebagai Buddy Inklusif. Hal tersebut menunjukkan tumbuhnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya membangun lingkungan kampus yang menghargai keberagaman dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.
“Harapan kami, para Buddy Inklusif menjadi agen penggerak yang menyebarkan semangat inklusivitas hingga ke fakultas masing-masing. Inklusivitas bukan hanya tentang disabilitas, tetapi bagaimana setiap orang, apa pun latar belakang sosial, budaya, maupun kondisinya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, serta mengakses seluruh layanan di Universitas Padjadjaran," pungkasnya.* (R02)



The post ULD Unpad Hadirkan Buddy Inklusif untuk Dampingi Mahasiswa Baru Penyandang Disabilitas appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang inklusif, Universitas Padjadjaran menyediakan fasilitas asrama bagi mahasiswa penerima manfaat KIP-K dan mahasiswa jalur afirmasi. Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu bentuk komitmen Unpad dalam memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi dengan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Koordinator Asrama Unpad Nana Supriatna, A.Md., menjelaskan bahwa Unpad menyediakan tiga gedung asrama yang dikhususkan bagi mahasiswa penerima manfaat KIP-K dan afirmasi, yaitu Bale Wilasa I Gedung A dan Gedung B untuk mahasiswa putri, serta Bale Wilasa II untuk mahasiswa putra. Tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan tempat tinggal mahasiswa, fasilitas ini juga diharapkan dapat menjadi ruang adaptasi bagi mahasiswa baru agar lebih siap menjalani kehidupan perkuliahan.
Proses penempatan penghuni asrama dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, di antaranya adalah merupakan penerima manfaat KIP-K atau afirmasi, memiliki jarak tempat tinggal lebih dari 30 kilometer dari kampus, serta memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif. Unpad juga membangun lingkungan pembinaan bagi para penghuni asrama melalui mahasiswa yang ditunjuk sebagai kakak pendamping untuk membantu proses adaptasi mahasiswa baru selama tinggal di asrama.
"Tahun ini kami menampung sekitar 340 mahasiswa penerima manfaat KIP-K dan afirmasi. Mereka dapat tinggal di asrama selama tahun pertama perkuliahan dan setelah itu akan melanjutkan tinggal di kos atau asrama reguler. Kami ingin asrama menjadi ruang yang tidak hanya nyaman untuk tinggal, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan kebersamaan antarmahasiswa. Karena itu, setiap penghuni didampingi oleh kakak pendamping yang siap membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan kampus," kata Nana.
Lebih lanjut, Nana menyampaikan bahwa ke depan Unpad berkomitmen untuk mengembangkan fungsi asrama menjadi ruang pemberdayaan mahasiswa. Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah pengembangan Program Asrama Berdampak, yang mengadopsi praktik baik dari sejumlah perguruan tinggi dengan mengembangkan program-program produktif dan bernilai ekonomi melalui proses pembinaan.
Nana juga berharap pengembangan fasilitas asrama terus dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan mahasiswa. Selain penambahan kapasitas gedung, penyediaan ruang belajar bersama, maupun fasilitas penunjang pembelajaran lainnya dinilai penting untuk mendukung proses akademik dan pengembangan diri mahasiswa.
"Dengan semakin banyaknya mahasiswa penerima manfaat KIP Kuliah yang membutuhkan asrama, kami berharap kapasitas hunian dapat terus ditingkatkan. Di sisi lain, penambahan fasilitas pembelajaran juga diharapkan mampu menjadikan asrama sebagai ruang yang semakin mendukung keberhasilan studi mahasiswa," pungkasnya.* (R02)



The post Perkuat Kesetaraan Akses Pendidikan, Unpad Hadirkan Asrama bagi Mahasiswa KIP Kuliah dan Afirmasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran senantiasa berkomitmen untuk menjadikan penguatan jejaring kerja sama sebagai salah satu sasaran utama dalam rencana strategisnya. Hal tersebut diwujudkan pada puncak perayaan Dies Natalis ke-2 Sekolah Vokasi Unpad melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 21 lembaga yang terdiri dari Pemerintah Daerah, perusahaan ritel dan logistik nasional, BUMN, lembaga kesehatan, hingga Fakultas Administrasi Publik Universitas Ljubljana di Slovenia, di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, pada Senin, 27 Juli 2026.
Turut hadir pada kesempatan tersebut adalah Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.Si., S.IP., M.T., M.Han., Dekan Sekolah Vokasi Unpad, Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec, serta para pimpinan mitra.
Pada kesempatan ini, diselenggarakan juga Orasi Ilmiah bertajuk “Generasi Adaptif, Penggerak Produktivitas Indonesia” dengan sub-tema “Talenta Tangguh, Industri Tumbuh, Indonesia Maju” yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, B.B.A., M.P.A. Ia menyampaikan bahwa masih ada kesenjangan antara jumlah lulusan yang terserap dunia kerja dan lulusan yang masih menganggur di Indonesia. Masalahnya bukan sekadar kurangnya lapangan kerja, melainkan ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) yang terkonsentrasi pada lulusan pendidikan menengah dan tinggi di tengah jendela bonus demografi yang kian menyempit.
Dalam hal ini, Rahmad menempatkan lulusan sarjana terapan sebagai kunci mengubah teknologi dan modal menjadi nilai tambah bagi industri, melalui rangkaian pembelajaran yang digambarkan berjenjang, yaitu penguasaan fondasi ilmu dan digital (learn), praktik lewat laboratorium, simulasi, dan magang (practice), hingga kemampuan mengintegrasikan dan menyelesaikan masalah nyata di industri (solve/integrate, deliver).
“Bonus demografi memberi jumlah, pendidikan memberi kemampuan, sementara teknologi memberi daya ungkit. Tetapi kemauan untuk belajar, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah yang menentukan masa depan Indonesia. Saya mengajak kepada mahasiswa Sekolah Vokasi Unpad untuk go beyond your bubble, take responsibility, dan build a skill,” jelasnya.
Puncak acara pada 27 Juli ini merupakan penutup dari rangkaian Dies Natalis ke-2 yang dimulai sejak 25 Juli 2026 dengan tema “Synergy in Motion: Bound by Purpose, Driven by Vision”. Kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan gratis bagi sivitas akademika Sekolah Vokasi Unpad hingga pemutaran film.
Komitmen memperluas jejaring kemitraan ini sejalan dengan upaya Sekolah Vokasi Unpad dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan berbasis kolaborasi, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan memperkuat keterkaitan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pembangunan kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan mitra internasional.*
Berikut adalah 21 mitra yang menjalin kerja sama dengan Sekolah Vokasi Unpad:
(Rilis oleh: Sekolah Vokasi Unpad)
The post Rayakan Dies Natalis ke-2, Sekolah Vokasi Unpad Perkuat Jejaring lewat 21 Kerja Sama Lintas Sektor appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas 5 persen, tekanan global turut dirasakan di berbagai sektor. Berbagai risiko sebenarnya dapat dipetakan melalui data dan kajian ilmiah, namun tantangan utama terletak pada keberanian mengambil langkah sebelum situasi menjadi darurat. Karena itu, lulusan Unpad dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan mengambil keputusan dan bertindak di tengah ketidakpastian.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam pidatonya ketika melantik 2.294 wisudawan pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan secara hybrid dari Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada 4-6 Agustus 2026.
“Pertama, janganlah berhenti belajar. Yang paling berharga dari masa kuliah bukan isi kepala saudara, melainkan kebiasaan mengisinya. Kedua, jaga terus integritas. Reputasi dibangun bertahun-tahun dan bisa habis hanya dalam satu keputusan. Terakhir, jangan menunggu menjadi orang besar untuk menjadi berguna. Pengabdian sering dibayangkan sebagai sesuatu yang megah, padahal kenyataannya lebih sederhana,” ujar Rektor.
Rektor mengajak para wisudawan untuk menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah berkorban dan mendukung selama menempuh pendidikan. Apresiasi juga ditujukan kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang mendampingi proses belajar mahasiswa. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menghargai kehadiran sahabat yang memberikan dukungan di berbagai masa sulit selama perkuliahan.
“Ketika melangkah keluar dari kampus ini, bawalah nama Unpad dengan kebanggaan yang rendah hati. Tunjukkan bahwa lulusan Unpad unggul dalam karya, inklusif dalam sikap, dan berdampak bagi masyarakat,” ungkap Rektor.
Pada kesempatan tersebut, Rektor turut menyampaikan apresiasi secara khusus kepada sejumlah wisudawan, yaitu:
1. Wisudawan terbaik Program Doktor diraih oleh Mohammed Adel Mohammed Al-Faqeeh dari Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi yang juga merupakan penerima Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran. Ia telah memublikasikan 14 artikel ilmiah pada jurnal nasional dan internasional, yang terdiri atas 7 artikel pada jurnal terindeks Scopus Q1, 6 artikel pada jurnal Scopus Q2, dan 1 artikel pada jurnal terindeks SINTA 2.
2. Wisudawan terbaik Program Subspesialis diraih oleh Restu Ratnaningsih dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran. Ia telah memublikasikan empat artikel ilmiah pada berbagai jurnal nasional dan internasional, Selain itu, ia aktif mempresentasikan hasil penelitiannya pada berbagai forum ilmiah nasional dan internasional.
3. Wisudawan terbaik Program Magister diraih oleh Diemas Arya Komara dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi. Ia telah memublikasikan 11 artikel ilmiah pada jurnal nasional dan internasional, terdiri atas 3 artikel di jurnal SINTA 2, 6 artikel di jurnal SINTA 3, serta 2 artikel pada jurnal ber-ISSN. Selain itu, Diemas telah mencatatkan 547 sitasi di Google Scholar.
4. Wisudawan terbaik Program Spesialis diraih oleh Tazkia Munasyifa dari Program Studi Radiologi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi. Ia memublikasikan dua artikel ilmiah pada jurnal terindeks SINTA 2 dan 4 serta meraih sejumlah prestasi nasional.
5. Wisudawan terbaik Program Profesi diraih oleh Muhammad Ardi Ramadhan dari Program Profesi Insinyur, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dengan IPK 4,00
6. Wisudawan terbaik Program Sarjana diraih oleh Ellita Sevilla dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Ia telah menulis artikel ilmiah terindeks Scopus Q1 yang sedang dalam proses publikasi. Ia juga merupakan pendiri usaha Ellpastries serta meraih prestasi nasional dan penerima Erasmus+ Scholarship di Jerman.
7. Wisudawan terbaik Program Sarjana Terapan diraih oleh Yeni Setiyowati dari Program Studi Administrasi Keuangan Publik, Sekolah Vokasi. Ia menghasilkan satu artikel ilmiah terindeks SINTA 3, meraih sejumlah prestasi akademik dan internasional, serta penerima Erasmus+ Scholarship di Jerman.
Apresiasi khusus diberikan kepada wisudawan paling senior secara usia, yaitu Omay Chusmayadi dari Program Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, yang menyelesaikan studinya pada usia 65 tahun 2 bulan 8 hari. Selain itu, apresiasi khusus juga diberikan kepada wisudawan termuda, yaitu Ratu Intan Assyifa dari Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, yang lulus pada usia 19 tahun 3 bulan 10 hari.
Hadir pada sesi pertama wisuda, Direktur Pengembangan Usaha Perum Jasa Tirta II, Dikdik Permadi Yoffana, MBA. Dalam sambutannya sebagai perwakilan Ikatan Alumni (IKA) Unpad, Dikdik mengingatkan para wisudawan bahwa nama baik seseorang sering kali mendahului dirinya. Menurutnya, orang mungkin akan melupakan berbagai prestasi yang pernah diraih, tetapi akan selalu mengingat apakah seseorang memberikan manfaat bagi orang lain.
“Sebelum mengejar kesuksesan, satu pesan, bangunlah reputasi diri sendiri,” pesan Dikdik.* (R01)









The post Wisuda Unpad: Rektor Ajak Lulusan Menjawab Tantangan Global dengan Ilmu dan Integritas appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Hari pertama PAMUKA 2026 yang berlangsung di Bale Santika, Unpad Kampus Jatinangor, pada Senin (3/8), berjalan lancar. Berbeda dari tahun sebelumnya, PAMUKA 2026 melibatkan sejumlah instansi eksternal untuk memberikan edukasi mengenai literasi keuangan, keamanan kampus, serta perlindungan kesehatan bagi mahasiswa baru.
“Materi ini dihadirkan untuk menghindari berbagai permasalahan yang saat ini banyak terjadi. Salah satunya, edukasi agar mahasiswa terhindar dari pinjaman online yang tidak bertanggung jawab. Faktanya, mahasiswa juga bisa menjadi korban pinjaman online,” papar Mira Trisyani Koeryaman, Ph.D., penanggung jawab acara yang juga Kepala Kantor Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh Unpad.
Edukasi tentang permasalahan keuangan tersebut dilakukan melalui seminar bertajuk “Studi Mulus Bebas Jebakan Pinjol” yang menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai tips mengelola keuangan secara bijak, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan diawasi. Peserta juga dibekali edukasi mengenai bahaya pinjaman online ilegal, investasi bodong, serta fenomena fear of missing out (FOMO) dalam pengambilan keputusan keuangan.
PAMUKA sendiri merupakan rangkaian kegiatan untuk menyambut dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan perkuliahan di Unpad. (Baca juga: Pamuka 2026 Akan Antarkan Mahasiswa Baru Unpad ke Kehidupan Kampus). Selain memfasilitasi proses registrasi dan pengambilan atribut mahasiswa, kegiatan ini juga memperkenalkan fasilitas dan layanan yang tersedia agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri menjalani perkuliahan.
“Kenali Unpad, kenali apa yang Unpad miliki. Kita fasilitasi mulai dari fasilitas pembelajaran hingga fasilitas untuk menguatkan fisik, mental, dan finansial,” pesan Mira.
Salah satu mahasiswa baru Fakultas Kedokteran, Raisya Devinka Harmita, menilai PAMUKA berperan penting dalam membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan kampus. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan gambaran mengenai berbagai lokasi dan fasilitas di Unpad yang sebelumnya tidak diketahuinya.
“Saya senang karena akhirnya sudah dapat jas almamater, juga KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). Lalu juga bertemu banyak teman-teman baru, saya ingin banyak berbaur dengan banyak orang,” jelas Raisya.
Fika, orang tua dari Raisya, mengaku merasa senang dan antusias melihat putrinya memulai perjalanan sebagai mahasiswa baru Unpad. Momen tersebut menjadi pengalaman istimewa karena Raisya merupakan anak pertama di keluarganya yang berstatus mahasiswa. Karena itu, ia berkeinginan untuk terus mendampingi putrinya selama PAMUKA berlangsung.
“Lingkungan SMA dengan lingkungan kuliah pastinya berbeda. Jadi PAMUKA ini bagus sekali, apalagi untuk berkenalan dengan mahasiswa dari fakultas lain,” kata Fika.
Sebagai gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus, PAMUKA 2026 akan berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026. Kegiatan ini melayani proses registrasi mahasiswa baru program sarjana maupun pascasarjana dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 2.500 orang setiap harinya. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan seluruh mahasiswa baru dapat mempersiapkan diri dengan baik, mengenal berbagai layanan dan fasilitas kampus, serta beradaptasi dengan lingkungan akademik sebelum memulai perkuliahan.* (R01)












The post PAMUKA 2026 Hadirkan Edukasi Bebas Pinjol bagi Mahasiswa Baru Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Direktorat Kemahasiswaan Unpad kembali menyelenggarakan kegiatan “Level Up! Batch 4: Siap Melangkah ke Dunia Kerja” sebagai bagian dari rangkaian Career Development Week & Campus Hiring 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid pada 27–31 Juli 2026 ini menjadi salah satu upaya Unpad dalam membekali calon wisudawan dengan kompetensi, wawasan, dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pengembangan karier yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, perusahaan nasional, hingga praktisi dan profesional di bidang sumber daya manusia. Selain memperoleh pembekalan mengenai dunia kerja, peserta juga berkesempatan membangun jejaring profesional, serta mengakses peluang karier melalui kegiatan campus hiring.
Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unpad, Dr. In-In Hanidah, mengatakan bahwa Level Up! merupakan program yang dirancang untuk menjembatani proses transisi mahasiswa dari dunia akademik menuju dunia profesional. Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan berbagai mitra industri menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan Level Up! karena peserta memperoleh perspektif langsung dari regulator maupun praktisi yang setiap hari berkecimpung di dunia kerja.
"Melalui Level Up!, kami ingin membekali calon wisudawan dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja. Tidak hanya memahami proses rekrutmen, peserta juga dapat mengenali tren industri, membangun jejaring profesional, serta memperoleh akses terhadap berbagai peluang karier melalui campus hiring," ujar Dr. In-In.
Rangkaian materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan karier, mulai dari “Akun Siap Kerja dan Program Pemagangan Nasional” yang disampaikan Wakatim Fasilitasi Pemagangan Dalam Negeri Kementerian Ketenagakerjaan RI Niken Dwi Wijayanti, “Future of Work: Memahami Dunia Kerja 2026 dan Kompetensi yang Dicari Industri” oleh Talent Partnership Head PT Bank CIMB Niaga Friskilla Ana Maria HB, hingga “Personal Branding dan Career Planning bersama People Development Edulab Indonesia” oleh Megawaty Masfufah.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai “Professional Communication & Workplace Etiquette” oleh City Manager Grab Bandung Mawaddy Lubby, “Career Growth Strategy: Adaptability, Upskilling, Finansial Awareness, dan Personal Development” oleh Kepala Grup Operasional SDM Muharpandidjaja, “Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras: Mempersiapkan Kesiapan & Pengembangan Karier di Era AI” oleh Master Trainer AI Ready ASEAN Firman Ardiansyah, S.Si., M.M., “CV, ATS, Resume, Cover Letter. Dan Portofolio yang Lolos Screening” oleh Customer Success Manager SeeMeSol, “Strategi Lolos Rekrutmen Tes Psikologi, Interview, dan Assesment Center” oleh Alumni Talent Scouting PT Telkom Indonesia Adji Gilang Riano A., serta “Memahami Dunia Kerja dan Etika Profesional: Budaya Kerja dan Hak Pekerja, Etika dan Sikap Profesional” oleh Regional HCBP Departement Head Bank Rakyat Indonesia M. Irfan Abdullah.
Menurut Dr. In-In, materi yang disusun pada Level Up! disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan industri yang terus berubah sehingga lulusan Unpad tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Unpad terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi calon wisudawan untuk meningkatkan kesiapan karier, memperluas jejaring profesional, sekaligus membuka peluang berkarier di berbagai perusahaan dan institusi melalui kegiatan campus hiring.
"Kami berharap para calon wisudawan tidak hanya memiliki bekal akademik yang kuat, tetapi juga memahami kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini. Dengan demikian, mereka dapat lebih percaya diri menghadapi proses rekrutmen, terus mengembangkan kapasitas diri, dan menjadi lulusan yang mampu memberikan kontribusi di berbagai sektor," pungkasnya.* (R02)






The post Level Up! Kembali Digelar, Bekali Calon WIsudawan Unpad Hadapi Dunia Kerja appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima 490 guru sebagai penerima Program Beasiswa Guruku untuk melanjutkan studi magister (S-2) di berbagai program studi di lingkungan Unpad. Program yang pertama kali diselenggarakan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Unpad dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik.
“Unpad memberikan kesempatan karena kami memiliki prodi-prodi yang selaras dengan kebutuhan di PAUD hingga SMA sederajat. Kami berkomitmen untuk mendukung para guru agar bisa mencapai karier yang lebih tinggi,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan, dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Sabtu (1/8).
Program Beasiswa Guruku Unpad 2026 menarik minat pendidik dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan data pendaftar, tercatat sebanyak 1.409 guru dari 36 provinsi mendaftar pada program tersebut, dengan sebaran peserta berasal dari hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh di ujung barat hingga Papua di wilayah timur Indonesia.
Program ini terdiri dari tiga kategori, yaitu beasiswa penuh, beasiswa sebagian, dan beasiswa dukungan. Pada kategori beasiswa penuh, penerima mendapatkan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen. Selain itu, Unpad juga memberikan afirmasi kepada calon mahasiswa yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), baik dari Jawa Barat maupun luar Jawa Barat.
Prof. Zahrotur menjelaskan, program yang ditawarkan Unpad tidak berfokus pada aspek pedagogi, melainkan pada penguatan penguasaan substansi keilmuan sesuai bidang yang diajarkan para guru. Unpad memiliki sejumlah program studi yang selaras dengan kebutuhan guru dari berbagai jenjang pendidikan, sehingga dapat menjadi wadah bagi para pendidik untuk meningkatkan kapasitas keilmuannya.
“Unpad menawarkan penguatan content knowledge bagi para guru. Jadi, misalnya untuk guru fisika, yang diperdalam adalah substansi ilmu fisikanya, bukan aspek pengajaran atau metode mengajarkan fisika,” papar Prof. Zahrotur.
Bagi guru yang belum memperoleh beasiswa melalui program ini, Unpad tetap membuka kesempatan melalui jalur reguler. Selain itu, para guru juga dapat memanfaatkan berbagai skema pendanaan pendidikan lain, termasuk beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada program studi yang memenuhi persyaratan.
“Guru nantinya akan mengajarkan ilmu yang diperolehnya kepada para siswa. Karena itu, kami ingin memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat melalui para guru,”
Kepada para guru yang telah diterima sebagai mahasiswa baru penerima beasiswa, Prof. Zahrotur menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar ilmu yang diperoleh selama studi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Semoga kesempatan yang diberikan oleh Unpad bisa menambah ilmu bagi para guru dan nantinya bisa disebarluaskan lagi kepada para muridnya,” pungkasnya* (R01)
The post 490 Guru Lanjut Studi Magister di Unpad melalui Program Beasiswa Guruku appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong ketahanan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) menyelenggarakan kegiatan ASEAN Goes to Campus bertajuk “The Role of Youth in the Implementation of Sustainable Resilience in ASEAN and Indo-Pacific Region” di Bale Rumawat, Unpad Kampus Dipati Ukur, Bandung, pada Jumat (31/7).
“Generasi muda bukan hanya pemimpin masa depan, tetapi juga inovator, agen perubahan, dan pemecah masalah masa kini. Kreativitas, literasi digital, dan perspektif global yang mereka miliki sangat penting dalam membangun masyarakat yang tangguh serta mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, dalam sambutannya.
Prof. Rizky mengatakan, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga katalisator inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kebijakan berbasis bukti. Ia menegaskan komitmen Unpad untuk terus memperkuat kemitraan dengan institusi ASEAN dan berbagai pemangku kepentingan internasional guna menghasilkan riset berdampak serta menyiapkan pemimpin masa depan.
Sementara Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI, Yuliana Bahar mengajak generasi muda berperan aktif dalam membentuk masa depan kawasan ASEAN. Menurutnya, mereka memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk melanjutkan berbagai capaian ASEAN dan menghadapi tantangan regional di masa mendatang.
“Buku ASEAN telah ditulis, tetapi belum selesai. Saya menantikan halaman-halaman berikutnya dari perjalanan ASEAN yang akan kalian hadirkan, bukan hanya untuk kepentingan masyarakat ASEAN tetapi juga memperkuat kontribusi dan posisi ASEAN dalam komunitas dunia,” kata Yuliana.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai negara dan institusi yang membahas penguatan ketahanan berkelanjutan di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik. Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unpad, Prof. Nur Atik, memaparkan peran perguruan tinggi dalam membangun ketahanan berkelanjutan berbasis komunitas melalui inovasi, teknologi, dan keterlibatan generasi muda. Selain itu, Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menjelaskan kerja sama Pakistan dengan Indonesia dan ASEAN. Sedangkan Deputy Head of Mission of Japan to ASEAN Yoshiyasu Iseki memaparkan kolaborasi ASEAN dan Jepang dalam pengurangan risiko bencana serta praktik Jepang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Lebih lanjut, 2nd Secretary for the Australian Mission to ASEAN Matthew McMahon membahas kerja sama ASEAN dan Australia dalam manajemen bencana dan ketahanan iklim serta peran generasi muda dalam mewujudkan ketahanan berkelanjutan. Sementara Socio-Cultural Official, Permanent Mission of the Philippines to ASEAN Mike Mohen Padilla menjelaskan prioritas Filipina sebagai Ketua ASEAN dalam penguatan peran generasi muda dan ketahanan berkelanjutan. Adapun Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Ir. Udrekh memaparkan kerja sama ASEAN dalam membangun ketahanan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan resiliensi lokal.
Dihadiri oleh siswa SMA dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperluas wawasan mengenai isu-isu ketahanan berkelanjutan di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang aktif berkontribusi dalam menghadapi tantangan global dan memperkuat kerja sama di kawasan ASEAN.* (R01)






The post Unpad Jadi Tuan Rumah ASEAN Goes to Campus, Perkuat Peran Generasi Muda dalam Ketahanan Kawasan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Padjadjaran 2026, Unpad akan menyelenggarakan Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) pada 10-12 Agustus di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor. Kegiatan yang dikelola Direktorat Kemahasiswaan ini bertujuan memperkenalkan dunia kemahasiswaan sekaligus menyambut mahasiswa baru secara resmi sebagai bagian dari sivitas akademika Unpad.
“Melalui PKKMB-Prabu 2026, kami (Unpad) mengenalkan bahwa kegiatan akademik perlu ditunjang dengan kegiatan kemahasiswaan. Akademik akan membangun pengetahuan dan beberapa keterampilan, tetapi ada banyak keterampilan yang didapatkan di luar kegiatan akademik,” ujar Koordinator Pelaksana PKKMB-Prabu 2026, Mochamad Candra Wirawan Arief, Ph.D., dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Rabu, 29 Juli 2026.
Sebagai bagian dari rangkaian PKKMB, PKKMB-Prabu 2026 berkaitan erat dengan PAMUKA yang akan dilaksanakan terlebih dahulu (Baca juga: Pamuka 2026 Akan Antarkan Mahasiswa Baru Unpad ke Kehidupan Kampus). Jika melalui PAMUKA mahasiswa baru memperoleh pemahaman mengenai sistem dan layanan akademik Unpad, maka Prabu menjadi tahap lanjutan yang berfokus pada pengenalan kehidupan kemahasiswaan sekaligus momentum penerimaan resmi mahasiswa baru oleh universitas melalui Rektor Unpad.
Tahun ini, PKKMB-Prabu 2026 dikemas dengan konsep yang interaktif. Berbagai kegiatan disiapkan untuk memperkenalkan dunia kemahasiswaan kepada mahasiswa baru, di antaranya parade Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bazar kemahasiswaan, hingga program yang memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk beraspirasi. Terdapat pula kolaborasi dengan berbagai mitra eksternal guna menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan sekaligus memperkaya wawasan.
“PKKMB-Prabu 2026 kali ini mencoba untuk memberikan nuansa penerimaan terhadap mahasiswa baru yang fun, tapi tidak kehilangan pesan-pesan akademik dan kemahasiswaan,” ungkap Candra.
Terkait keikutsertaan dalam PKKMB-Prabu 2026, Candra menjelaskan bahwa kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Unpad. Namun, pengecualian dapat diberikan kepada mahasiswa dengan kondisi khusus, seperti alasan kesehatan yang dibuktikan melalui keterangan medis. Selain itu, panitia juga tidak menyarankan orang tua untuk mengikuti kegiatan di dalam area acara. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Unpad mendorong proses transisi mahasiswa baru menuju kehidupan perguruan tinggi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
“Untuk mahasiswa baru yang akan mengikuti Prabu, pastikan mengikuti seluruh alur kegiatan dan rambu-rambu yang ditetapkan. Prabu adalah milik Unpad, dan melalui kegiatan ini Unpad menyambut mahasiswa baru 2026 dengan kehangatan dan hospitality sebagai langkah awal perjalanan studi di Unpad,” pesan Candra.* (R01)
Klik gambar di bawah untuk mengunduh Buku Panduan PKKMB Prabu 2026 dan Buku Panduan Pramuda 2026:


The post PKKMB-Prabu 2026 Siap Sambut Mahasiswa Baru dengan Konsep Fun dan Interaktif appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran semakin memantapkan visinya untuk menjadi kampus unggul, inklusif, dan berdampak setelah mendapatkan penghargaan UNS-KND Inclusion Metric 2026. Penghargaan diberikan pada acara Malam Anugerah Insan Berprestasi Universitas Sebelas Maret (UNS) di Auditorium GPH Haryo Mataram Kampus UNS Surakarta, Selasa (28/7).
Pemberian penghargaan yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-50 Universitas Sebelas Maret (UNS) ini diberikan kepada perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan akreditasi dengan peringkat "baik" dalam pengukuran tingkat inklusivitas perguruan tinggi melalui instrumen Inclusion Metric. Pengukuran ini dilaksanakan oleh UNS bekerja sama dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND).
Dalam sambutannya, Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. mengatakan, kegiatan akreditasi metrik inklusi ini merupakan upaya memperkuat komitmen untuk mewujudkan perguruan tinggi yang inklusif serta ramah disabilitas.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik bagi semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga kampus," jelas Prof. Hartono.
Penghargaan untuk Unpad diterima oleh Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi, PhD. mewakili Rektor Unpad yang berhalangan hadir. Menurut Dandi, akreditasi yang diterima Unpad harus dilihat sebagai motivator untuk meningkatkan kualitas pelayanan inklusif secara menyeluruh dan merata, karena inklusivitas bukan hanya masalah pelayanan bagi penyandang disabilitas saja.
"Inklusivitas di perguruan tinggi adalah jaminan untuk dapat membuka akses pelayanan pendidikan secara setara dan berkeadilan bagi semua orang. Salah satunya adalah peningkatkan pelayanan bagi penyandang disabilitas sebagai sebuah langkah konkret yang baik," ujar Dandi.
Dalam kegiatan akreditasi yang dilakukan untuk pertama kalinya di tahun 2026 ini, ada 11 perguruan tinggi negeri dan swasta yang mendapatkan penghargaan dari total 19 perguruan tinggi di Indonesia yang berpartisipasi. Selain Unpad dan UNS, penghargaan diberikan pula kepada Universitas Negeri Padang, Universitas Hamzanwadi, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Lampung, Universitas TELKOM, Universitas PGRI Argopuro Jember, Universitas Diponegoro, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Islam Bandung.
Berkaitan dengan peringkat "baik" yang diterima Unpad dalam akreditasi ini, Dandi memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Unpad yang telah berupaya keras dalam mewujudkan pelayanan prima bagi sivitas penyandang disabilitas selama ini. Namun, peringkat tersebut bukanlah prestasi yang menjadi tujuan akhir.
"Hasil akreditasi di tahun ini menandakan bahwa upaya membangun inklusivitas di kampus sejauh ini sudah berada di jalan yang benar. Namun, kita harus selalu ingat bahwa penilaian ini hanyalah awal dari perjalanan panjang, masih banyak yang harus ditingkatkan," pungkasnya.*

The post Mantapkan Visi Inklusif dan Berdampak, Unpad Raih Penghargaan UNS-KND Inclusion Metric 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.