Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Lembaga Wakaf Unpad menyalurkan manfaat wakaf produktif kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan kampus melalui program pemberdayaan masyarakat yang mendukung pengembangan usaha. Penyaluran manfaat wakaf tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan fasilitas bagi UMKM Kantin Akademik Halal dan Thayyib Unpad yang diserahkan di Kantin Halal, kawasan Bale Santika, Unpad Kampus Jatinangor, Kamis 18 Juni 2026.
“Saat ini Lembaga Wakaf Unpad masih terbilang baru, karena baru berjalan sekitar satu tahun sehingga kemampuan kami dalam membantu UMKM masih terbatas. Namun, selama satu tahun ini kami telah berupaya mengelola dan menggulirkan dana wakaf produktif untuk mendukung pengembangan UMKM,” ujar Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad sekaligus Ketua Lembaga Wakaf Unpad, Prof. Maman Setiawan, dalam sambutannya.
Prof. Maman menyampaikan apresiasi kepada para pemilik usaha di Kantin Halal dan Thayyib Unpad yang telah bersedia menjalin kerja sama dengan Lembaga Wakaf Unpad. Ia berharap, program penyaluran wakaf produktif ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu mendukung lebih banyak pelaku UMKM di lingkungan Unpad.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Padjadjaran Halal Research Center Unpad, Dr. Eri Amalia, S.Si., Apt., MHSc., mengatakan bahwa UMKM Kantin Halal dan Thayyib Unpad saat ini telah menerapkan standar halal secara penuh. Ia berharap dukungan yang diberikan dapat mendorong pengembangan usaha sehingga mampu berkontribusi lebih besar dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah.
“Ini merupakan bantuan yang sangat berarti. Semoga bantuan ini juga menjadi sarana untuk mengumpulkan pahala dan menjadi amal jariah yang manfaatnya terus mengalir,” ungkap Eri.
Salah satu pemilik kantin, Erwin, mengucapkan terima kasih atas bantuan fasilitas yang diberikan oleh Lembaga Wakaf Unpad. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu operasional usaha, terutama dalam penyimpanan dan penyiapan bahan baku, sehingga kegiatan sehari-hari menjadi lebih efisien serta mampu menghemat waktu dan tenaga.
“Mudah-mudahan bantuan ini membawa berkah bagi semuanya dan bukan menjadi yang terakhir. Semoga usaha kami terus berkembang dan sinergi antara Lembaga Wakaf Unpad serta Kantin Halal dan Thayyib Unpad dapat terus terjalin dengan baik,” harap Erwin.
Turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut Sekretaris Bidang Hukum dan Pengelolaan Lembaga Wakaf Unpad, Dr. Helza Nova Lita. Selain itu, hadir pula Koordinator Divisi Program, Nabela Hapsari, M.Sc. IBF., , serta jajaran pemilik kantin di Kantin Halal dan Thayyib Unpad.
Bagi yang ingin turut berkontribusi dalam penguatan wakaf produktif, Lembaga Wakaf Unpad mengajak keluarga besar Unpad, dan masyarakat luas untuk berpartisipasi melalui https://wakaf.unpad.ac.id/. Partisipasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat wakaf bagi pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.* (R01)






The post Lembaga Wakaf Unpad Dukung Penguatan UMKM Kantin Halal dan Thayyib Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Perguruan tinggi berperan dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi global dan memperkuat kemandirian bangsa. Banyak negara yang saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang tidak mudah, terutama yang berkaitan dengan ketergantungan terhadap mata uang asing, rantai pasok energi, serta fluktuasi ekonomi global.
Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, pada Rapat Kerja Nasional Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (Rakernas MDGB PTNBH) 2026 bertema “Kampus Sehat: Membangun Ketahanan Fisik, Mental, Sosial, dan Ekologis Menuju Masa Depan Berkelanjutan” di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Jumat 19 Juni 2026.
“Banyak hal-hal ketergantungan dengan negara lain yang sangat besar. Ternyata membuat suatu negara menjadi tidak cukup siap ketika terjadi gejolak-gejolak tertentu. Ini terjadi hampir di semua negara,” ujar Prof. Brian dalam paparannya sebagai pembicara kunci yang berjudul “Arah Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Penguatan Kampus Sehat dan Berkelanjutan” di hari kedua Rakernas MDGB PTNBH 2026.
Prof. Brian menekankan pentingnya transformasi teknologi sebagai solusi jangka panjang, serta percepatan penggunaan teknologi energi yang lebih efisien. Menurutnya, beberapa kajian akademik telah menunjukkan bahwa teknologi berbasis listrik dapat memberikan efisiensi biaya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kunci kemajuan bangsa terletak pada kemandirian, inovasi teknologi, serta keberanian untuk melakukan perubahan budaya kerja dan tata kelola. Perguruan tinggi, khususnya Guru Besar, diharapkan menjadi lokomotif pemikiran dan inovasi dalam mendukung transformasi tersebut.
“Mari kita fokus memerikan effort maksimal. Kunci dari kemajuan satu negara adalah kemandirian,” kata Prof. Brian.
Prof. Brian mengajak seluruh akademisi untuk memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan. Ia menekankan, kontribusi tersebut tidak hanya melalui kajian ilmiah, tetapi juga melalui solusi konkret yang dapat menjawab persoalan bangsa secara langsung.
“Saya mohon Bapak dan Ibu Guru Besar di PTNBH, saya tahu Bapak dan Ibu tidak mencari apa-apa lagi kecuali kontribusi untuk negara. Mari kita sama-sama bantu, ada temuan, terobosan, atau usulan, silakan (sampaikan),” ajak Prof. Brian.* (R01)









(Foto-foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)*
The post Mendiktisaintek Ajak Akademisi Hadirkan Solusi Konkret untuk Pembangunan Nasional appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Indonesia tidak kekurangan sumber daya manusia unggul. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana memastikan kapasitas tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Maka dari itu, perguruan tinggi perlu mengambil peran dalam pembangunan nasional melalui distribusi pengetahuan, teknologi, dan talenta ke berbagai wilayah Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat menjadi pembicara kunci pada hari kedua Rapat Kerja Nasional Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDGB-PTNBH) bertema “Kampus Sehat: Membangun Ketahanan Fisik, Mental, Sosial, dan Ekologis Menuju Masa Depan Berkelanjutan” yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata, Unpad Kampus Dipati Ukur, Bandung, Jumat (19/6). Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan materi bertajuk “Membangun Kawasan Transmigrasi untuk Menciptakan Kemandirian Pangan dan Kawasan Ekonomi Baru” dan dimoderatori oleh Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad, Prof. Dr. Rija Sudirja.
“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang yang bersedia menggunakan kepintarannya. Kita (Indonesia) sedang mencari talenta terbaik yang bersedia mengaktifkan bangsa ini,” papar Dr. Iftitah yang hadir secara daring.
Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan kesempatan sebagai fondasi pembangunan nasional. Menurutnya, setiap warga negara harus memiliki peluang yang sama untuk berkembang, terlepas dari daerah tempat mereka dilahirkan.
“Ketimpangan terbesar dihadapi bukanlah ketimpangan pendapatan, melainkan ketimpangan kesempatan. Tugas negara adalah memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” ujarnya.
Dr. Iftitah menjelaskan, perguruan tinggi dan transmigrasi sejatinya memiliki tujuan yang sejalan, yakni mendorong pemerataan pembangunan. Perguruan tinggi membangun pusat keunggulan berbasis ilmu pengetahuan, sementara kawasan transmigrasi dapat menjadi ruang penerapan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, pembangunan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa menjadi kunci bagi masa depan Indonesia. Dalam kaitannya dengan pembangunan ekonomi daerah, Dr. Iftitah menegaskan bahwa pengetahuan berperan penting dalam menciptakan kesejahteraan dan nilai tambah.
“Sumber daya alam tidak otomatis menghasilkan kesejahteraan. Yang menghasilkan kesejahteraan adalah pengetahuan, yang mengubah sumber daya menjadi nilai tambah dan potensi menjadi kemajuan. Ketika pengetahuan hadir, maka lahirlah knowledge development,” ungkap Dr. Iftitah.
Dr. Iftitah juga mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kontribusinya dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Selain diukur dari publikasi ilmiah dan pemeringkatan internasional, keberhasilan perguruan tinggi juga diukur dari dampak terhadap pembangunan. Ia menilai, kolaborasi perguruan tinggi dan kawasan transmigrasi dapat menjadi kunci dalam melahirkan pusat-pusat kemajuan baru.
“Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang hanya mampu menciptakan pengetahuan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghadirkan pengetahuan hingga ke titik paling jauh di Indonesia,” pungkasnya.* (R01)



The post Menteri Transmigrasi Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Distribusi Talenta untuk Pemerataan Pembangunan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Pusat Pengembangan Kreativitas, Minat dan Bakat Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Pelatihan Pemandu (PP) Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Pradasar dan Tingkat Dasar (LKMM-TPTD) di Gedung Mandiri University, Jl. Soekarno Hatta 574 Bandung pada 18-19 Juni 2026.
"Hampir semua perusahaan saat melakukan campus hiring mempertimbangkan pengalaman berorganisasi mahasiswa sebagai salah satu hal yang penting untuk dimiliki oleh calon pegawai mereka. Jadi selain nilai akademis yang baik, pengalaman mengikuti organisasi mahasiswa itu juga penting," ujar Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., saat membuka kegiatan pelatihan tersebut pada Kamis 18 Juni 2026.
Inu Isnaeni memaparkan, LKMM Pra-Dasar dan Dasar adalah rangkaian pelatihan keterampilan manajemen mahasiswa yang dilaksanakan mengikuti panduan kurikulum dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek). Latihan ini diikuti oleh mahasiswa secara berjenjang mulai dari tingkat fakultas, universitas, hingga nasional.
"Mahasiswa yang telah mengikuti LKMM Pra-Dasar dan Dasar akan eligible untuk mengikuti LKMM tingkat menengah yang dilaksanakan oleh universitas dengan sertifikat dari belmawa dikti. Selanjutnya bisa mengikuti LKMM tingkat lanjut," ujar Inu Isnaeni.
Melalui pelatihan berjenjang ini, lanjut Inu, para mahasiswa akan diberikan norma untuk bisa mengelola sebuah lembaga kemahasiswaan, dibekali dengan kemampuan kepemimpinan, berkolaborasi, dan mengetahui cara menyusun kerangka kerja organisasi yang baik.
"Mudah-mudahan pelatihan berjalan lancar dan kita bisa memberikan kontribusi yang luar biasa dalam pengembangan kemampuan mahasiswa," ujar Inu Isnaeni.
Sementara Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas, Minat dan Bakat Mahasiswa Dr. Gema Wibawa Mukti, melaporkan, pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dosen dari seluruh fakultas dan sekolah yang ada di lingkungan Unpad.
"Tujuan pelatihan ini adalah bagaimana kita bisa membina para mahasiswa, terutama pada aspek kepemimpinan mereka, bagaimana mereka berorganisasi. Mudah-mudahan kegiatan pembekalan hari ini bisa menjadi bekal untuk kita semua saat mendampingi mahasiswa nanti," ujar Gema Wibawa.
Pelatihan Pemandu LKMM-TPTD ini menghadirkan narasumber Dr. Drs. Slamet Usman Ismanto, M.Si., dan Dr. Meilanny Budiarti Santoso, S.Sos., M.Si., yang akan memaparkan sejumlah materi serta berbagi pengalaman terkait pendampingan kegiatan kemahasiswaan.*



The post Dukung Pengembangan Aktivitas Kemahasiswaan, Unpad Selenggarakan Pelatihan Pemandu LKMM-TPTD appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (Rakernas MDGB PTNBH) 2026 yang berlangsung pada 18-19 Juni 2026, di Graha Sanusi Hardjadinata, Unpad Kampus Dipati Ukur, Bandung. Forum yang mengusung tema “Kampus Sehat: Membangun Ketahanan Fisik, Mental, Sosial, dan Ekologis Menuju Masa Depan Berkelanjutan” tersebut diikuti oleh 105 guru besar delegasi dari 19 PTNBH di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Senat Akademik Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Yoni F. Syukriani, dr., Sp.FM., Subsp.SBM (K)., M.Si., DFM., menyampaikan, forum Rakernas ini perlu dipandang sebagai ruang strategis bagi guru besar dari seluruh Indonesia untuk merajut dan mengerucutkan gagasan lintas disiplin, sehingga memiliki keluasan pandangan dan kebijaksanaan kolektif sebagai satu kesatuan bangsa melalui ide-ide yang disampaikan. Dalam hal ini, peran guru besar menjadi penting sebagai penghubung antarilmu dan penafsir realitas.
Lebih lanjut, Prof. Yoni menjelaskan bahwa merespon isu-isu bangsa merupakan hal esensial sebagai bagian dari tanggung jawab akademik bagi seorang guru besar. Peran akademisi yang melemah, khususnya dalam pembuatan kebijakan publik dikhawatirkan akan memperlambat kemajuan bangsa. Sebaliknya, kehadiran akademisi di ruang publik dengan sikap kritis, jernih, dan bertanggung jawab adalah motor proses untuk menjaga nalar publik.
“Sejarah menunjukkan tidak ada bangsa yang maju tanpa fondasi akademik yang kuat. Oleh karena itu, forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga bisa memperkuat peran guru besar dalam kehidupan kebangsaan sebagaimana seharusnya. Semoga rekomendasi yang dihasilkan betul-betul dapat diadvokasikan untuk memperbaiki situasi, sehingga menjadi lebih baik dan ini merupakan tugas kita bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Prof. Yoni.
Sementara itu, Ketua MDGB PTNBH Prof. Ir. Mindriany Syafila, M.S., Ph.D., menyampaikan bahwa tema yang diusung Rakernas tahun ini sangat berkaitan dengan SDGs ke-3 mengenai kesehatan yang baik dan kesejahteraan yang dapat dimulai dari kampus dengan menciptakan ekosistem perguruan tinggi yang menyeluruh dan holistik, guna mendukung kesejahteraan dan kemampuan adaptasi seluruh sivitas akademika terhadap berbagai tantangan.
Dalam aspek ketahanan fisik, kampus berfokus pada penjagaan kondisi tubuh agar tetap bugar, berfungsi optimal, dan terhindar dari penyakit, serta aspek kesehatan mental fokus pada kapasitas psikologis sivitas akademika dalam mengelola stres akademik, kecemasan, serta menjaga keseimbangan emosional dengan berbagai pelayanan yang disediakan oleh kampus. Sementara ketahanan sosial dapat berfokus pada penciptaan lingkungan interaksi yang aman, inklusif, suportif, dan bebas dari diskriminasi, serta aspek ketahanan ekologis fokus pada keharmonisan hubungan antara manusia dengan lingkungan fisik kampus guna mendukung keberlanjutan bumi, misalnya dengan konsep kampus hijau.
“Keterpaduan dimensi ini akan menciptakan atmosfer pendidikan yang ideal. Mudah-mudahan forum ini menjadi langkah awal dari gerakan perubahan yang berkelanjutan di lingkungan kampus kita. Mari kita jadikan kampus sebagai rumah yang aman, nyaman, dan menyehatkan bagi seluruh sivitas akademika,” jelas Prof. Mindriany.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diawali dengan Kuliah Bestari yang disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad Prof. Dr. dr. Vitriana, Sp. KFR., dengan topik “Membangun Resiliensi Fungsional sebagai Pilar Kampus Sehat dari Perspektif Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi” serta Guru Besar Fakultas Psikologi Unpad Prof. Dr. Anissa Lestari Kadiyono, M.Psi., dengan topik “Tantangan Baru Kampus Sehat: Kesehatan Mental-Kognitif Mahasiswa di Era Digital”.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Profesor Unpad Prof. Dr. Drs. Atwar Bajari, M.Si., memaparkan bahwa forum ini sangat relevan karena perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul dalam publikasi, akreditasi, reputasi, dan inovasi, tetapi juga harus membangun ruang hidup yang lebih sehat. Dengan terselenggaranya Rakernas MDGB PTNBH 2026 ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen penting yang produktif dan inovatif, serta mampu membangun kesadaran bersama untuk memajukan universitas, pendidikan tinggi, serta bangsa dan negara Indonesia.
“Saya kira tema ini sangat relevan karena perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul dalam publikasi, akreditasi, reputasi, dan inovasi, tetapi juga harus membangun ruang hidup yang lebih sehat, baik secara fisik, mental, maupun sosial, serta secara ekologis. Mudah-mudahan kita dapat menghasilkan sesuatu yang produktif dan inovatif demi kemajuan universitas, pendidikan tinggi, dan demi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.* (R02)












The post Unpad Tuan Rumah Rakernas MDGB PTNBH 2026, Dorong Kampus Menuju Masa Depan Berkelanjutan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran dan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) melanjutkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lingkungan Unpad Kampus Jatinangor. Peresmian Tahap Pengembangan Fase 2 PLTS Unpad dilaksanakan di halaman Student Center Unpad Jatinangor pada Rabu 17 Juni 2026.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, yang hadir mewakili Rektor Unpad, dan President Director EMITS, Yovie Priadi. Hadir pula pada kesempatan tersebut Direktur Pengelolaan Aset dan Sarana Prasarana Unpad, Edward Henry, MM., Direktur Pemasaran Unpad, Syauqy Lukman, Ph.D., sejumlah Dekan dan Vice President Business Development EMITS, Westana H. Wiraatmadja.
"Ini merupakan kebutuhan untuk menciptakan kampus yang ramah lingkungan. Unpad berkomitmen untuk membangun kampus yang ramah lingkungan sesuai dengan Pola Ilmiah Pokok Unpad yaitu Bina Mulia Hukum dan Lingkungan," ujar Prof. R. Widya Setiabudi.
Sementara Presdir EMITS, Yovie Priadi, mengapresi langkah Unpad dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan melalui pembangunan PLTS fase 2 ini. Ia berharap proyek ini dapat berjalan dengan lancar hingga tahap penyelesaian dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi Unpad serta menjadi kontribusi nyata dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.
"Kolaborasi yang baik antara Universitas Padjadjaran, EMITS dan seluruh mitra yang terlibat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan proyek ini. Kami berharap, kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang. khususnya dalam pengembangan inovasi dan Pendidikan di bidang energi berkelanjutan," ujar Yovie Priadi.
EMITS juga memberikan hibah berupa dua unit kendaraan roda dua listrik merek "Alva" buatan PT Ilectra Motor Group (IMG). EMITS dan IMG merupakan bagian dari PT Indika Energy Tbk, perusahaan energi terkemuka di Indonesia.
"Kami berharap, hibah ini dapat mendukung kebutuhan operasional kampus sekaligus memperkuat upaya Unpad dalam mendorong penerapan teknologi dan transportasi listrik yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen untuk kampus yang berkelanjutan," ujar Yovie Priadi.
VP Business Development EMITS, Westana H. Wiraatmadja, menjelaskan, pembangunan ini merupakan lanjutan dari tahap pengembangan fase 1 pada Oktober 2024 lalu. Pada fase 1, PLTS yang dibangun dapat menghasilkan hingga 270 kWp (killowatt-peak), sementara pada fase 2 ini satuan kapasitas daya puncak yang dapat dihasilkan oleh panel Surya mencapai 340 kWp.
"Kami sudah menyiapkan solar panel yang akan dipasang, untuk menghasilkan energi hijau ramah lingkungan hanya dari sinar matahari, tidak menggunakan fosil. Biaya yang dikeluarkan juga lebih murah dari tarif listrik konvensional," jelas Westana.
Direktur Pengelolaan Aset dan Sarana Prasarana Unpad, Edward Henry, MM., memaparkan, pemasangan solar panel ini dalam rangka meningkatkan kapasitas energi bersih yang dimiliki oleh Unpad. Pada pengembangan fase 2 ini, solar panel akan dipasang di 4 gedung, yaitu Sekolah Vokasi, Student Center, Fakultas Kedokteran dan Auditorium Bale Santika.
"Kapasitas energi bersih yang kita miliki sekarang ini baru sekitar 6 persen dari total daya yang kita pakai. Dengan dipasangnya pembangunan fase 2 ini, kita setidaknya akan memiliki antara 10-12 persen sehingga kita makin hemat dalam penggunaan listrik konvensional," jelas Edward.*






The post Unpad dan EMITS Lanjutkan Kolaborasi, PLTS Dibangun di Empat Titik Termasuk Student Center appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran mencatatkan pencapaian di tingkat internasional. Dalam pemeringkatan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) 2027 yang dirilis pada Kamis, 18 Juni 2026, Unpad menempati peringkat 496 dunia, sekaligus menembus Top 500 universitas dunia. Posisi tersebut menunjukkan kenaikan peringkat Unpad dari posisi 515 dunia tahun lalu.
“Peningkatan peringkat ini menjadi refleksi bahwa langkah transformasi yang dilakukan Unpad berada pada jalur yang tepat. Ke depan, kami tidak hanya ingin unggul dalam pemeringkatan, tetapi juga menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Secara nasional, hasil QS WUR 2027 menempatkan Unpad pada peringkat keenam terbaik di Indonesia, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi bagian dari upaya Unpad dalam memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menuju universitas kelas dunia yang unggul, inovatif, dan berdampak.
Rektor menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholders Unpad, Majelis Wali Amanat, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni dan mitra atas kontribusi serta kolaborasi yang telah dilakukan. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari kerja sama berbagai pihak yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pemeringkatan QS WUR menilai perguruan tinggi berdasarkan sejumlah indikator. Pada edisi 2027, QS mengevaluasi 8.808 institusi pendidikan tinggi dari 106 negara dan wilayah. Dari jumlah tersebut, 1.504 universitas masuk dalam daftar pemeringkatan yang dipublikasikan, termasuk 20 perguruan tinggi dari Indonesia.
Selain kenaikan peringkat secara keseluruhan, sejumlah indikator juga mengalami peningkatan. Reputasi akademik (Academic Reputation) naik 33 posisi menjadi peringkat 375 dunia, sementara rasio dosen terhadap mahasiswa (Faculty Student Ratio) naik 32 posisi menjadi peringkat 302 dunia. Di sisi lain, reputasi lulusan di mata dunia kerja (Employer Reputation) tetap menjadi salah satu kekuatan utama Unpad dengan peringkat 265 dunia.
“Capaian ini sejalan dengan arah dan ikhtiar implementasi Rencana Strategis (Renstra) Unpad 2025-2029 yang menempatkan penguatan akademik unggul, inovasi, dan dampak sebagai tujuan strategis dalam pengembangan universitas, melalui berbagai program peningkatan sumber daya yang berkualitas, tata kelola dan transformasi digital, pengelolaan keuangan berkelanjutan, dan penguatan branding yang secara konsisten didukung oleh seluruh sivitas akademika,” ujar Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Universitas (SPSRU) Unpad, Yudi Ahmad Faisal, CIFP., Ph.D.
Yudi menambahkan bahwa secara nasional Unpad juga menunjukkan kinerja yang baik pada sejumlah indikator. Unpad menempati peringkat keempat nasional pada indikator Faculty Student Ratio dan International Research Network, peringkat kelima nasional pada indikator Sustainability, serta peringkat keenam nasional pada indikator Academic Reputation dan Employment Outcomes.*
The post Unpad Raih Peringkat 496 Dunia pada QS WUR 2027, Peringkat 6 di Indonesia appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran terus berupaya meningkatkan rekognisi internasional, salah satunya melalui jalinan kemitraan dengan institusi / perusahaan terkemuka internasional. Selain menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi terkemuka dari berbagai negara, Unpad juga membangun kerja sama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka.
Salah satu perusahaan yang menjalin kerja sama dengan Unpad adalah JSC Positive Technologies, salah satu pemimpin di industri cybersecurity (keamanan siber) dari Rusia. Lingkup kerja sama dengan Positive Technologies mencakup berbagai inisiatif pendidikan bersama, termasuk pelatihan bagi dosen, pembangunan laboratorium khusus untuk praktik cybersecurity secara langsung, serta pengembangan mata kuliah terkait keamanan defensif dan praktik pengembangan perangkat lunak yang aman.
Jalinan kemitraan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang keamanan siber untuk mengembangkan tenaga kerja keamanan siber di Asia Tenggara. Naskah Nota Kesepahaman itu ditandatangani oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Director of International Channels and Education Programs Positive Technologies, Alexander Udalov, di Moskow Rusia pada Rabu 14 Mei 2026.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan, keamanan siber telah menjadi prioritas strategis bagi setiap negara yang ingin membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan. Universitas Padjadjaran percaya bahwa institusi pendidikan tinggi memainkan peran vital dalam mempersiapkan talenta keamanan siber masa depan melalui program akademis yang lebih kuat, pelatihan praktis, kolaborasi penelitian, dan keterlibatan industri.
"Kami sangat menghargai keahlian dan pengalaman internasional Positive Technologies, yang sudah bermitra dengan beberapa universitas di Indonesia untuk memajukan pendidikan keamanan siber dan pembangunan kapasitas profesional. Kami yakin kolaborasi ini akan memperkuat kompetensi praktis dalam keamanan siber, mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan, serta memberikan kontribusi berarti terhadap pengembangan ketahanan siber nasional Indonesia," ujar Prof. Arief S. Kartasasmita.
Sementara Direktur Regional untuk Asia Tenggara di Positive Technologies, Elena Grishaeva, mengatakan, pihaknya telah membangun salah satu tim keamanan siber terkemuka. Ini sejalan dengan misi budaya global Positive Technologies untuk membantu para profesional keamanan di seluruh dunia mengembangkan karir mereka dengan meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka.
"Tenaga kerja yang terampil sangat penting untuk mencapai ketahanan siber yang kuat. Kemitraan dengan universitas di Indonesia membantu kami memperkuat komunitas ahli yang dapat secara kolaboratif melawan ancaman siber di Asia Tenggara dan secara global," kata Elena Grishaeva, Direktur Regional untuk Asia Tenggara di Positive Technologies.*



The post Terus Dorong Rekognisi Internasional, Unpad Tingkatkan Kerja Sama Global appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) /BKKBN dalam rangka penjajakan kerja sama strategis di bidang kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga di Executive Lounge Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Rabu 17 Juni 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng., Direktur Pengelolaan Kerjasama Pendidikan Kependudukan I Made Yudhistira Dwipayama, M.Psi., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si., serta Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Barat Mia Wahdini, SKM., M.Arts.
“Kami sangat membutuhkan dukungan perguruan tinggi, salah satunya Unpad, untuk membantu kami agar program-program kependudukan, seperti Keluarga Berencana (KB), mudah diterima masyarakat,” ujar Dr. Bonivasius.
Dari pihak Universitas Padjadjaran, pertemuan dipimpin oleh Rektor Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, didampingi Dekan Sekolah Pascasarjana Prof. Vijaya Isnaniawardhani, pakar ekonomi kependudukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad, Dr. Ferry Hadiyanto, serta Direktur Pemasaran dan peneliti komunikasi kependudukan Syauqy Lukman, Ph.D.
“Unpad memang tergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) dan kami siap menjalankan tugas untuk menggarap provinsi Jawa Barat dan Banten, sesuai dengan penugasan dari Pemerintah. Kami akan menyiapkan tim dari Unpad untuk tindak lanjut nyata, sehingga kerja sama ini tidak sebatas wacana,” ujar Prof. Arief S. Kartasasmita.
Diskusi membahas peluang kolaborasi dalam penguatan pendidikan kependudukan, riset dan kajian strategis, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung perumusan kebijakan kependudukan di tingkat nasional maupun daerah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan rekomendasi berbasis bukti untuk menjawab tantangan kependudukan Indonesia menuju Generasi Emas 2045.* (Rilis oleh: Dit. Pemasaran Unpad)



The post Pimpinan Kemendukbangga/BKKBN Temui Rektor Unpad Jajaki Potensi Kerja Sama appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Dewan Profesor Universitas Padjadjaran akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum atau MDGB PTNBH 2026 yang akan diselenggarakan pada Kamis 18 Juni – Sabtu 20 Juni 2026, di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung.
Forum nasional ini mengangkat tema “Kampus Sehat: Membangun Ketahanan Fisik, Mental, Sosial, dan Ekologis Menuju Masa Depan Berkelanjutan.” Tema tersebut menegaskan pentingnya perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ekosistem kehidupan akademik yang sehat, aman, inklusif, berintegritas, dan berkelanjutan.
Rakernas MDGB PTNBH 2026 akan mempertemukan pimpinan dan delegasi Guru Besar dari 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum se-Indonesia. Kegiatan ini dirancang sebagai forum konsolidasi pemikiran strategis para Guru Besar dalam membaca arah pendidikan tinggi nasional, memperkuat marwah akademik, serta merumuskan rekomendasi bagi pengembangan kampus sehat dan tata kelola pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaanya, forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis MDGB PTNBH 2026 melalui rapat komisi dan pleno sebagai masukan bagi pimpinan perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi nasional.
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis, 18 Juni 2026, dengan registrasi kehadiran peserta, penyampaian mitigasi bencana oleh Tim HSE, penampilan pembuka Group Kecapi Suling Guru Besar Unpad, serta Kuliah Bestari bertema kampus sehat. Kuliah Bestari akan menghadirkan Prof. Dr. dr. Vitriana, Sp.KFR., Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, dengan topik “Membangun Resiliensi Fungsional sebagai Pilar Kampus Sehat dari Perspektif Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi,” serta Prof. Dr. Anissa Lestari Kadiyono, M.Psi., dengan topik “Tantangan Baru Kampus Sehat: Kesehatan Mental-Kognitif Mahasiswa di Era Digital.” Sesi ini dimoderatori oleh Ketua Kelompok Kerja Bidang Kesehatan Dewan Profesor Unpad, Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., Apt., M.Si.
Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan Malam Ramah Tamah Pertemuan MDGB PTNBH yang menjadi ruang penguatan relasi kolegial antarperguruan tinggi. Agenda tersebut akan diisi dengan sambutan Ketua MDGB PTNBH, sambutan pimpinan Universitas Padjadjaran, doa, ramah tamah, hiburan musik, dan foto bersama. Kegiatan ramah tamah ini menjadi bagian dari upaya membangun suasana kebersamaan, solidaritas akademik, dan jejaring kelembagaan antar Dewan Guru Besar PTNBH.
Pada Jumat, 19 Juni 2026, Pertemuan MDGB PTNBH akan dibuka secara resmi dengan rangkaian acara utama yang mencakup laporan kegiatan oleh Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran, Sambutan Ketua MDGB PTNBH, sambutan Rektor Universitas Padjadjaran, serta sambutan sekaligus pembukaan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI juga dijadwalkan menyampaikan Keynote Speech bertajuk “Arah Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Penguatan Kampus Sehat dan Berkelanjutan.”
Forum ini juga akan menghadirkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. H. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, B.Com., M.A., sebagai pembicara kunci kedua dengan tema “Membangun Kawasan Transmigrasi untuk Menciptakan Kemandirian Pangan dan Kawasan Ekonomi Baru.” Kehadiran Kementerian Transmigrasi dalam forum ini memperluas cakupan diskusi MDGB PTNBH, khususnya dalam melihat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan wilayah, kemandirian pangan, penguatan sumber daya insani, dan pembentukan pusat-pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan.
Setelah sesi pembicara kunci, Pertemuan MDGB PTNBH 2026 akan dilanjutkan dengan rapat komisi paralel yang membahas lima agenda utama, yaitu Pengembangan Karakter dan Jati Diri Bangsa; Pengembangan Keilmuan dan Pemikiran Strategis; Pengembangan Sumber Daya Insani Perguruan Tinggi; Pengembangan Norma, Etika, Budaya Akademik, dan Integritas Moral; serta Rapat Pimpinan MDGB PTNBH. Hasil pembahasan komisi akan disampaikan dalam pleno untuk diselaraskan menjadi rekomendasi forum.
Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Drs. Atwar Bajari, M.Si., menyampaikan bahwa Pertemuan MDGB PTNBH 2026 memiliki arti penting karena menempatkan isu kesehatan kampus sebagai agenda strategis pendidikan tinggi. Kampus sehat tidak dapat dipahami secara sempit sebagai layanan kesehatan semata, melainkan sebagai kesatuan antara kesehatan fisik, mental, sosial, ekologis, etika akademik, dan integritas kelembagaan. Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi ruang akademik yang produktif, manusiawi, tangguh, dan berorientasi pada masa depan berkelanjutan.
Pertemuan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum silaturahmi para Guru Besar PTNBH, tetapi juga menjadi ruang pemikiran strategis untuk merumuskan kontribusi perguruan tinggi bagi bangsa. Melalui Kuliah Bestari, keynote speech, rapat komisi, pleno rekomendasi, dan agenda kebudayaan, MDGB PTNBH 2026 diharapkan menghasilkan gagasan yang relevan, operasional, dan berdampak bagi penguatan pendidikan tinggi Indonesia yang sehat, bermartabat, dan berkelanjutan.*
The post Unpad Tuan Rumah Rakernas MDGB PTNBH appeared first on Universitas Padjadjaran.