Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Direktorat Pendidikan Non-Gelar memulai Batch 1 program Unpad Skills Hub & Migrant Center, pusat pelatihan kerja dan pengembangan kompetensi yang ditujukan tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas. Program ini menjadi bagian dari komitmen Unpad untuk memperluas akses pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning) sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri nasional maupun global.
Pembukaan program dilaksanakan di Bale Rumawat Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Selasa (18/8) dengan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D., Direktur Pendidikan Non-Gelar Drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung Dr. Reni Rosyida Muthmainnah, S.K.M., M.Si., M.Kes., Koordinator Bidang Pemberdayaan BBPVP Bandung Heri Budiman, S.T., M.Si., serta Retail Financing Business Deputy RO VI Bandung BSI, Firmansyah.
Batch perdana yang dilaksanakan di Gedung 4 Lantai 1 Kampus Unpad Bandung ini diikuti 96 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, antara lain Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Sukabumi, Indramayu, Karawang, Bekasi, Depok, dan Cirebon. Pada tahap pertama, peserta mengikuti enam kelas pelatihan, terdiri atas empat kelas Barista dan dua kelas Content Creator.
Dalam sambutannya, Prof. Zahrotur menyampaikan bahwa pengembangan Unpad Skills Hub & Migrant Center sejalan dengan visi Unpad sebagai Inclusive Hub, yaitu menjadikan sumber daya universitas dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
"Unpad ingin membuka akses pendidikan tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui pendidikan non-gelar dan lifelong learning. Perguruan tinggi memiliki dosen, alumni, fasilitas, jejaring, dan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan lebih luas untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas masyarakat," ujar Prof. Zahrotur.
Unpad juga akan menyelaraskan pengembangan program dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), sehingga kompetensi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan mendukung program pemerintah dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia untuk peluang kerja di dalam maupun luar negeri.
Menurut Direktur Pendidikan Non-Gelar Unpad, Drg. Erli Sarilita, Batch 1 menjadi fondasi untuk pengembangan Unpad Skills Hub & Migrant Center dalam skala yang lebih besar. Program dirancang agar peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal nyata untuk bekerja maupun merintis usaha.
"Target kami bukan sekadar peserta selesai mengikuti pelatihan. Kami ingin mereka benar-benar kompeten, profesional, siap kerja, dan siap usaha. Ke depan, kami akan memperluas skema pelatihan dan kapasitas peserta, sekaligus memperkuat jalur menuju pemagangan, penempatan kerja, maupun kewirausahaan," ujar Erli.
Saat ini Unpad Skills Hub menyiapkan delapan skema kompetensi, yaitu Barista, Bakery, Pemandu Wisata, Content Creator, Social Media Officer, Caregiver, English for Frontliner, serta Bahasa Jepang untuk Caregiver. Pengembangan program dilakukan melalui kemitraan dengan pemerintah, lembaga pelatihan vokasi, dunia usaha dan industri, serta mitra penempatan kerja.
Unpad menyampaikan apresiasi kepada BBPVP Bandung atas kolaborasi dalam penyelenggaraan pelatihan Batch 1 serta kepada BSI atas dukungan terhadap pengembangan Unpad Skills Hub. Dukungan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pelatihan yang menghubungkan pendidikan, peningkatan kompetensi, dan kebutuhan dunia kerja.
Ke depan, Unpad akan terus menambah skema dan kapasitas pelatihan, meningkatkan fasilitas, serta memperluas kemitraan dengan pemerintah dan industri. Unpad Skills Hub & Migrant Center diharapkan berkembang tidak hanya untuk melayani masyarakat Jawa Barat, tetapi juga menjadi pusat peningkatan kompetensi yang dapat diakses masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.
Melalui semangat "Kompeten, Profesional, Siap Kerja, Siap Usaha", Unpad menegaskan perannya sebagai ruang belajar sepanjang hayat yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan daya saing di pasar kerja nasional maupun global.*



The post Unpad Skills Hub & Migrant Center Mulai Batch Perdana, Buka Akses Pelatihan Kerja bagi Masyarakat appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 9.929 mahasiswa baru jenjang Sarjana dan Sarjana Terapan Universitas Padjadjaran mengikuti Tahap Persiapan Bersama (TPB) dengan salah satu rangkaian mencakup mata kuliah Olah Kreativitas dan Kewirausahaan (OKK). OKK menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai empat Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), yaitu Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Pancasila, dan Kewarganegaraan, melalui pengembangan kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan.
“TPB merupakan program yang khusus di-setting di semester awal untuk membentuk karakter mahasiswa agar bisa paham nilai-nilai ke-Unpad-an, belajar berkomunikasi, berkreasi, dan berkolaborasi dengan mahasiswa lintas prodi,” jelas Kepala Kantor Pengajaran Terintegrasi Unpad, Dr. Laina Rafianti, saat menjadi salah satu narasumber dalam INSPIRA: Inspirasi Mahasiswa bertajuk “Mengenal TPB-OKK Unpad 2026”. Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung oleh Radio Unpad pada Selasa (18/8).
OKK menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pembelajaran mata kuliah melalui proyek aksi sosial dengan pendekatan project-based learning, case-based learning, dan cooperative learning, yang dilaksanakan setiap Jumat melalui diskusi dan kerja kelompok lintas program studi. Selama pelaksanaan TPB, pembelajaran dilakukan melalui metode sinkronus dan asinkronus. Pembelajaran asinkronus berbasis student-centered learning memungkinkan mahasiswa mempelajari materi secara mandiri melalui dua Learning Management System (LMS), yaitu LiVE Unpad dan Unpad Luhung.
Selain karakter, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi, TPB-OKK juga menanamkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa. Jiwa kewirausahaan yang dimaksud tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan berjualan atau membangun perusahaan rintisan, tetapi keberanian mengambil risiko, kemandirian, daya juang, serta kemampuan menghasilkan gagasan kreatif dan inovatif.
“Maksudnya bukan apakah disuruh jualan, namun jiwa kewirausahaannya. Berani menanggung risiko, pantang menyerah, mandiri. Jadi jiwanya yang kita bentuk,” ujar Tim TPB dan Koordinaor OKK Unpad, Dr. Dianne Amor Kusuma.
Pada pertemuan ketiga, mahasiswa peserta OKK akan mendapatkan pembekalan mengenai Gemini for Higher Education dari ahli serta memperoleh sertifikat yang menjadi salah satu syarat kelulusan mata kuliah OKK. Rangkaian TPB akan ditutup dengan Festival TPB sebagai ruang apresiasi bagi mahasiswa melalui pameran dan kompetisi proyek aksi sosial yang dikembangkan selama satu semester.
Untuk mengikuti TPB dengan baik, mahasiswa baru diimbau memastikan kelas dan dosen yang telah ditentukan melalui laman TPB Unpad, mengingat mahasiswa dari satu fakultas dapat ditempatkan di kelas bersama mahasiswa dari fakultas dan program studi lain. Mahasiswa juga perlu menjaga motivasi selama mengikuti rangkaian TPB sebagai kesempatan untuk mengenal diri sendiri, mengenal orang lain, dan menjadi bagian dari komunitas Unpad.
“Kami, pengelola TPB, menyambut baik kedatangan kalian mahasiswa baru. Pastinya, kami ingin kalian happy. Ini sebagai tahapan persiapan bersama, tahapan awal, supaya bisa melewati hari-hari di Unpad dan menjadi bekal untuk ketika lepas dari Unpad, nanti di dunia kerja dan ketika sudah terjun di masyarakat,” pesan Laina.
Pembukaan TPB Unpad 2026 akan dilaksanakan secara hybrid pada Jumat, 21 Agustus mendatang dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian dan pelaksanaan TPB dapat diakses melalui laman TPB Unpad.* (R01)
The post TPB-OKK Unpad 2026 Bekali 9.929 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Kemampuan Kolaborasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah awal dalam memperkuat kolaborasi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita dan Ketua Pembina Yayasan Abdi Bangsa Nusantara Eldy Ellyus di Ruang Livin’ Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Rabu, (19/8).
Dalam sambutannya, Rektor Unpad menyampaikan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk membuka berbagai peluang kolaborasi antara Unpad dan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Lebih lanjut, Rektor berharap kerja sama tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi masing-masing pihak sekaligus mendukung pencapaian visi dan misi Unpad maupun Yayasan Abdi Bangsa Nusantara.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Unpad untuk bekerja sama. Mudah-mudahan penandatanganan MoU ini menjadi berkah bagi Unpad dan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara, serta dapat segera diimplementasikan melalui berbagai kolaborasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” ujar Rektor.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Abdi Bangsa Nusantara Eldy Ellyus mengatakan, kerja sama dengan Unpad merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk membangun kemitraan strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.
Melalui MoU tersebut, kedua pihak membuka peluang sinergi dalam sejumlah bidang, antara lain pendampingan tata kelola kelembagaan, peningkatan penjaminan mutu akademik, pemanfaatan sumber daya akademik, partnership training, serta pengembangan potensi lain yang dapat dikolaborasikan.
“Kami merasa sangat bangga dan bahagia dapat menjalin kemitraan strategis dengan Unpad. Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat landasan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Eldy berharap kemitraan tersebut tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap pemberdayaan dan kemajuan pendidikan masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, penandatanganan MoU ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Unpad dan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara untuk mengembangkan berbagai bentuk kerja sama yang selaras dengan kepentingan dan kapasitas kedua pihak, sekaligus memperluas kontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Kami berharap kesepakatan ini dapat memberikan manfaat dan dapat diwujudkan melalui berbagai program yang konkret. Semoga langkah awal ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan masyarakat Indonesia,” jelasnya.* (R02)



The post Perkuat Tridarma, Unpad Jalin Kerja Sama dengan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran kembali mencatatkan prestasi melalui pengembangan SLOPEX, sebuah inovasi teknologi mitigasi tanah longsor yang menggabungkan geofisika, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta sistem drainase otomatis dalam satu sistem terintegrasi.
Tim yang beranggotakan Jihan Fauziah, Vina Selvia, Josephine Sophie Mathilda Sagala, dan Dhafa Rizi dari Program Studi Geofisika, serta Muhamad Irsyad Azharul Haq dari Program Studi Teknik Informatika tersebut berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia di bawah bimbingan Prof. Dr. rer. nat. Yudi Rosandi, S.Si., M.Si.
SLOPEX dirancang untuk memantau kondisi lereng secara real-time menggunakan sensor kelembapan tanah dan sensor kemiringan ADXL345. Data dari sensor dikirim melalui jaringan IoT ke server, kemudian dianalisis menggunakan AI untuk menentukan tingkat risiko lereng, yaitu aman, waspada, atau bahaya. Tidak hanya berfungsi sebagai sistem pemantauan, SLOPEX juga mampu melakukan mitigasi secara otomatis. Ketika kelembapan tanah melebihi ambang batas, sistem akan mengaktifkan drainase pintar untuk mengurangi kandungan air di dalam tanah sehingga potensi longsor dapat ditekan. Selain itu, pengguna dapat memantau seluruh kondisi lereng melalui dashboard berbasis website, sementara notifikasi peringatan akan dikirim secara otomatis melalui WhatsApp ketika status lereng berubah.
Ketua tim, Jihan Fauziah, mengatakan bahwa SLOPEX dikembangkan agar tidak hanya berhenti pada tahap peringatan dini. Dalam hal ini, tim ingin membuat sistem yang bisa langsung mengambil tindakan ketika kondisi lereng mulai berbahaya, bukan hanya memberikan peringatan.
“kekuatan utama SLOPEX terletak pada kolaborasi berbagai bidang ilmu. Menariknya, kami bisa menggabungkan geofisika dengan teknologi digital dalam satu sistem yang saling terhubung," ujarnya.
Lebih lanjut, dalam pengembangan sistem IoT komunikasi data menjadi bagian penting pada SLOPEX. Semua data dari sensor dikirim secara real-time ke website, sehingga kondisi lereng bisa dipantau dari mana saja. Kecerdasan buatan juga membantu mempercepat proses analisis data dengan membantu membaca data sensor dan menentukan tingkat risiko lereng secara otomatis, sehingga respons sistem bisa lebih cepat.
Dalam hal ini, tim berharap SLOPEX dapat terus dikembangkan setelah program PKM selesai. Melalui pendanaan PKM-KC 2026, tim juga berharap SLOPEX dapat terus dikembangkan sehingga menjadi salah satu alternatif teknologi mitigasi longsor yang lebih adaptif, terintegrasi, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.* (Rilis oleh: Tim SLOPEX/R02)

The post Kembangkan SLOPEX untuk Mitigasi Longsor, Inovasi Mahasiswa FMIPA Unpad Raih Pendanaan PKM-KC 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 12 mahasiswa yang tergabung dalam International Association of Students in Agricultural and Related Sciences Local Committee Universitas Padjadjaran (IAAS LC Unpad) menggagas Jagawara Arenta, model desa tangguh bencana berbasis kearifan lokal aren. Program ini dibimbing oleh dosen Fakultas Pertanian Unpad, Vira Kusuma Dewi, S.P., M.Sc., Ph.D., melalui skema Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Dalam program ini, tim Pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad bersama warga Desa Cipelah menanam pohon aren di lereng kawasan potensi longsor, merakit Early Warning System (EWS) pendeteksi longsor berbasis IoT yang terintegrasi dengan website desa, serta mengolah gula semut sebagai produk olahan aren bersama Kelompok Wanita Tani (KWT).
Program ini berjalan lewat tiga pilar, yaitu Arenta Lestari yang merupakan kegiatan menanam lebih dari 200 bibit aren berpadu kopi dan akar wangi secara polikultur berbasis kontur untuk memperkuat lereng sekaligus ekonomi warga; Arenta Siaga dengan membangun sistem peringatan dini berbasis IoT dengan empat jenis sensor yang memantau kondisi lereng secara real time; serta Arenta Berdaya yang mengembangkan produk olahan aren, seperti gula semut, bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) lewat skema kemitraan bisnis (B2B).
Seluruh kegiatan melibatkan warga secara langsung, dari Kepala Dusun hingga BABINSA, dan didukung kemitraan dengan BPBD Kab. Bandung serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Juni 2026, tim telah menanam bibit aren dan kopi, merakit prototipe EWS, serta menjajaki pasar produk gula semut ke sejumlah kedai kopi di Bandung Selatan. Keberlanjutan program dijaga lewat lembaga Jagaren yang akan mengelola konservasi dan mitigasi bencana secara mandiri setelah masa pendampingan mahasiswa berakhir.
Melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) mengoptimalkan potensi yang sudah dimiliki warga sejak lama. Jagawara Arenta diharapkan menjadikan Cipelah sebagai desa tangguh bencana yang mandiri berbasis potensi lokalnya sendiri.
Berikut adalah ke-12 mahasiswa yang tergabung sebagai tim: Maritza Khansa, Mazetto Faiq Aqillah, Nada Syifa Nabilah, Azita Aghni Maheerah, Haerunisa, Ibnu Zaidan Akbar, Maisya Najma Aqila, M. Naufal Azis, Nayla Haura Balqis Wijanarko, Zaki Hasi Ramdhani, Raden Fawwaz Badrani A. P, Rayhan Fadilah Ramdan, Jonathan Soetandar, M Abdan Nur Falah, dan Syaiful Ramdhani.* (Rilis oleh: Tim Pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad/R02)






The post Mahasiswa Unpad Optimalkan Aren sebagai Kearifan Lokal untuk Bangun Desa Tangguh Bencana di Cipelah appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak kemajuan bangsa melalui penguatan riset, inovasi, dan penguasaan teknologi. Peran tersebut diwujudkan dengan melahirkan sumber daya manusia unggul, mengembangkan teknologi strategis, serta mendorong tumbuhnya industri baru untuk memperkuat kemandirian dan daya saing Indonesia.
“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas melahirkan lulusan dan memberikan gelar. Kampus harus melahirkan manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, menguasai umum pengetahuan, mencintai bangsanya, dan berani mengambil tahu jauh, untuk mengembangkan Indonesia.,” ujar Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita selaku pembina upacara saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia. Amanat tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan di Halaman Gedung Rektorat, Unpad Kampus Dipati Ukur, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (17/8).
Dalam amanat Menteri tersebut ditegaskan, Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, jumlah penduduk besar, serta generasi muda yang perlu didukung oleh penguasaan sains dan teknologi serta pembangunan industri nasional yang kuat. Perguruan tinggi berperan untuk memastikan potensi tersebut menjadi nilai tambah melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
Mendiktisaintek juga mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peran dalam pembangunan Indonesia. Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Di tangan kita terdapat tanggung jawab untuk memastikan kekayaan bangsa dikelola oleh putra-putra Indonesia. Kepada adik-adik mahasiswa, jangan takut mencoba, jangan takut meneliti, menciptakan sesuatu yang baru,” pesan Menteri yang disampaikan oleh Rektor Unpad.
Pada upacara tersebut, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad Centurion Chandratama Priyatna, Ph.D. Sementara itu, Naskah Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset Sekolah Vokasi Unpad Dr. Risna Resnawaty, sedangkan doa dipimpin oleh Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola Unpad Ahmad Baehaqi, S.Si., M.T.
Dihadiri oleh keluarga besar Unpad, upacara juga diisi dengan pengumuman peserta dengan kostum terbaik oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Widya Setiabudi Sumadinata. Untuk kategori perempuan, penghargaan diberikan kepada Fendi dari Fakultas Kedokteran Gigi, sedangkan kategori laki-laki diberikan kepada Imam Mulyana, S.H., M.H., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset Fakultas Hukum. Adapun kategori guru besar diberikan kepada Prof. Ilya Avianti, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Turut dilaksanakan sejumlah perlombaan yang meliputi cerdas cermat, jalan lurus tanpa menyentuh gelas, estafet kardus, serta catwalk dengan mata tertutup.* (R01)















The post HUT Ke-81 Republik Indonesia di Unpad, Kampus Didorong Melahirkan SDM dan Teknologi Unggul appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran terus berkomitmen mendukung pengembangan dan keberlanjutan seni budaya Sunda melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pusat Budaya Sunda Unpad. Salah satunya diwujudkan melalui Pagelaran Balé Rumawat ke-110 bertajuk “Talawungan Ngaderes (deui) Tembang Sunda Gelar Ipukan Midangkeun Béntang” yang diselenggarakan Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Dipati Ukur pada Jumat, (14/8).
Memasuki penyelenggaraan yang ke-110, Balé Rumawat kembali menghadirkan salah satu kekayaan seni Sunda, yaitu Tembang Sunda Cianjuran yang mempertemukan para juara tembang Sunda Cianjuran dari berbagai generasi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk turut mengenal dan mengembangkan kesenian tersebut.
Kepala Pusat Budaya Sunda Unpad Ganjar Kurnia mengatakan, konsistensi penyelenggaraan Balé Rumawat menjadi bagian dari upaya Unpad memberikan ruang bagi berbagai bentuk seni budaya Sunda untuk terus berkembang. Pada pagelaran kali ini, Tembang Sunda Cianjuran dipilih karena dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam hal pengembangan dan regenerasi.
“Talawungan itu sebetulnya pertemuan antara juara-juara Tembang Sunda Cianjuran sejak angkatan-angkatan lama. Ditambah kita kembangkan juga generasi-generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai kesenian Sunda telah mendapat ruang dalam rangkaian Balé Rumawat, sehingga pada penyelenggaraan ke-110 ini Pusat Budaya Sunda Unpad secara khusus memberikan perhatian kepada Tembang Sunda Cianjuran agar kesenian tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga memiliki keberlanjutan melalui hadirnya generasi baru.
Upaya pengembangan tersebut juga diarahkan pada pembentukan Akademi Kawih dan Tembang Sunda Cianjuran. Dalam hal ini, Pusat Budaya Sunda Unpad merencanakan akademi tersebut sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan bagi masyarakat yang ingin mendalami kawih dan Tembang Sunda Cianjuran. Harapannya, keberadaan akademi nantinya dapat melahirkan bibit-bibit baru yang mampu melanjutkan keberadaan seni Tembang Sunda Cianjuran di masa mendatang.
“Harapannya kita bisa membuat sekolah yang nanti sekolah itu bisa melahirkan bibit-bibit yang baru dalam mengembangkan Tembang Sunda,” pungkasnya.* (R02)






The post Unpad Konsisten Dukung Pengembangan Budaya Sunda melalui Pagelaran Balé Rumawat appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Prof. Brian Yuliarto dalam rangka meninjau pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Unpad Kampus Jatinangor pada Sabtu, (15/8). Dalam kesempatan tersebut, Prof. Brian menyapa dan memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Kedokteran Unpad.
Kunjungan tersebut disambut oleh Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita. Rektor menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendiktisaintek yang secara khusus menyempatkan diri bertemu dengan mahasiswa baru Unpad.
"Kami sangat berbahagia mendapatkan kunjungan spesial dari Bapak Menteri yang hadir untuk menyapa adik-adik mahasiswa. Mudah-mudahan kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa mengenai kepemimpinan dan pengalaman yang dimiliki Bapak Menteri," ujar Rektor.
Pada kesempatan ini, Prof. Brian mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan akademik. Para mahasiswa juga diingatkan bahwa kehidupan perguruan tinggi memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk belajar mengenal berbagai karakter dan latar belakang sebagai ruang pembelajaran untuk membangun kemampuan bersosialisasi, kepemimpinan, dan soft skill.
"Ketika kuliah, tidak ada lagi yang mengatur atau memaksa kalian untuk belajar. Kalian harus bisa memanajemen dan mengatur diri sendiri. Empat tahun di sini harus benar-benar dapat mengubah kalian menjadi orang yang nantinya siap menjadi pelopor pembangunan di Indonesia," ujarnya.
Mendiktisaintek juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar di Unpad dengan sebaik-baiknya. Selain menimba ilmu dari para dosen, mahasiswa didorong untuk menggunakan berbagai fasilitas yang tersedia di kampus serta aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Pengalaman berorganisasi dan berinteraksi dengan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan kepemimpinan. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalani rutinitas kuliah, tetapi juga aktif mencari pengalaman di luar ruang kelas.
"Jangan hanya datang ke kampus, belajar, mengerjakan tugas, lalu pulang. Aktiflah dalam kegiatan mahasiswa agar soft skill tumbuh dan kemampuan leadership menjadi lebih baik. Kalian bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah dan dengan berbagai karakter. Itu adalah anugerah yang harus dimanfaatkan," kata Prof. Brian.
Lebih lanjut, Prof. Brian mengingatkan agar para mahasiswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan selama menjalani perkuliahan. Menurutnya, berbagai tantangan akademik maupun persoalan yang dihadapi mahasiswa dapat menjadi proses untuk membentuk ketangguhan sebelum memasuki dunia kerja dan menghadapi persoalan yang lebih kompleks.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan berkuliah di perguruan tinggi dengan sungguh-sungguh karena akses untuk menempuh pendidikan tinggi masih dimiliki oleh sebagian kecil masyarakat. Prof. Brian berharap mahasiswa baru Unpad dapat menyelesaikan pendidikan dengan prestasi yang membanggakan serta membawa manfaat bagi masyarakat.
"Kalian sudah terpilih untuk berada di sini. Pelihara kesuksesan ini, jaga terus semangatnya, dan jangan lupa untuk tetap menjadi orang yang rendah hati. Insyaallah kesuksesan akan menghampiri kalian," pungkasnya.
Usai memberikan motivasi kepada mahasiswa baru, kunjungan Mendiktisaintek di Unpad dilanjutkan dengan agenda audiensi bersama perwakilan BEM-KEMA fakultas yang ada di lingkungan Unpad sebagai ruang berdialog mengenai berbagai hal terkait pelaksanaan pendidikan tinggi.* (R02)












(Foto-foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)
The post Kunjungi PKKMB Unpad, Mendiktisaintek Ajak Mahasiswa Aktif Kembangkan Potensi dan Kepemimpinan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Executive Lounge Unpad Kampus Dipati Ukur, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (14/8).
“Kami ingin banyak mendapat manfaat dari KCIC dalam berbagai hal, tidak hanya di bidang pendidikan yang menjadi fokus kami, tetapi juga ke depan di bidang riset, pengabdian kepada masyarakat, dan hal-hal lain yang memungkinkan kami banyak belajar serta berkolaborasi,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasamita, dalam sambutannya.
Prof. Arief mengatakan bahwa KCIC merupakan salah satu perusahaan yang menjadi pionir penerapan teknologi tinggi di sektor transportasi Indonesia. Karena itu, Unpad berharap kerja sama yang terjalin dapat membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis melalui program magang maupun bentuk pembelajaran lainnya di lingkungan industri.
Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa proyek kereta cepat merupakan objek pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk kegiatan akademik dan riset. Selain itu, KCIC juga membuka peluang kolaborasi yang luas dengan perguruan tinggi, termasuk melalui program magang bagi mahasiswa.
“Kalau kami diskusi dengan teman-teman di kampus, ini satu objek yang menarik untuk dipelajari sehingga bisa menjadi bahan pembelajaran di kampus dan bahan riset untuk selanjutnya. Selain itu, kerja sama ini kami buka seluas-luasnya, tidak hanya magang,” kata Dwiyana.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Unpad yaitu Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni. Prof. Tomy Perdana, Kepala Kantor Kemitraan Alumni dan Dana Abadi Dr. Prita Amalia, Kepala Kantor Hilirisasi dan Kemitraan Industri Hesty Nurul Utami, Ph.D., serta Sekretaris Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Yosephini Kristin Dwina Maria, M.A.B.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri transportasi. Berbagai peluang kolaborasi, mulai dari riset, pengembangan sumber daya manusia, hingga pembelajaran berbasis praktik, diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di Indonesia.* (R01)



The post Unpad dan KCIC Jalin Kerja Sama dalam Penguatan Pendidikan, Riset, dan Inovasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional, Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan infrastruktur. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama yang dilaksanakan di Executive Lounge Unpad Kampus Dipati Ukur, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (14/8).
“Sekarang, perguruan tinggi diminta untuk terus berkembang, namun, PTNBH sudah tidak pernah lagi mendapat dana infrastruktur, kecuali untuk hal-hal yang sangat insidental dan besar. Oleh karenanya, kesempatan ini turut membantu perguruan tinggi berkembang,” jelas Prof. Arief dalam sambutannya.
Rektor mengatakan, Unpad terbuka untuk mengembangkan kerja sama dengan PT SMI di berbagai bidang. Selain dukungan pembiayaan dan kemanfaatan bersama, kolaborasi juga dapat diperluas pada bidang riset dan pendidikan yang menjadi fokus utama Unpad. Rektor juga menegaskan kesiapan Unpad untuk berkontribusi melalui berbagai kajian dan penelitian guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan adanya juga kerja sama ini bisa membantu menyelesaikan permasalahan kami, terutama dalam hal infrastruktur,” harap Rektor.
Sementara Direktur Utama PT SMI, Dr. Reynaldi Hermansjah, mengatakan bahwa kerja sama ini akan memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keahlian akademis secara langsung dalam berbagai proyek di lapangan. Selain membuka peluang magang bagi mahasiswa, kolaborasi ini juga berpotensi menghasilkan riset dan publikasi bersama.
“PT SMI menggunakan konsep pool of industry experts yang terdiri dari berbagai universitas ternama, salah satunya Unpad. Pool of industry experts ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kedua belah pihak.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Unpad yaitu Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni. Prof. Tomy Perdana, Kepala Kantor Kemitraan Alumni dan Dana Abadi Dr. Prita Amalia, serta Sekretaris Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Yosephini Kristin Dwina Maria, M.A.B.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi dalam mendukung pengembangan fasilitas strategis Unpad. Salah satu rencana yang tengah dijajaki adalah dukungan terhadap pengembangan Rumah Sakit Unpad sebagai teaching hospital serta pembangunan gedung perkuliahan guna menunjang peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan layanan kepada masyarakat.* (R01)






The post Kerja Sama dengan PT SMI, Unpad Dorong Penguatan Infrastruktur Kampus appeared first on Universitas Padjadjaran.