Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Melanjutkan tahap open bidding direksi rumah sakit dan klinik di lingkungan Universitas Padjadjaran, sebanyak 33 kandidat mengikuti Asesmen Uji Kompetensi yang diselenggarakan di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, pada Selasa dan Rabu, 14-15 April 2026. Kandidat tersebut terjaring berdasarkan kriteria yang sesuai dengan persyaratan pada tahap seleksi administrasi.
Kepala Pusat Asesmen dan Manajemen Talenta Unpad Dr. Fitriani Yustikasari Lubis, S.Psi., M.Si., menyampaikan bahwa pada kesempatan ini Unpad membuka kesempatan bagi para profesional untuk mengisi posisi strategis di Rumah Sakit Unpad, Rumah Sakit Hewan (RSH) Unpad, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unpad, dan Klinik Kesehatan Unpad. Pada tahap ini para kandidat terpilih akan mengikuti tahap psikotest serta asesmen untuk melihat potensi dan performa berdasarkan pengalaman kerja kandidat.
“Dari tahap asesmen ini kami ingin melihat kandidat yang memang kami rasa potensial untuk memajukan satu usaha yang ada di Unpad. Selanjutnya, yang lulus dari tahap asesmen yang terdiri dari psikotest dan asesmen itu akan lanjut ke wawancara akhir dan di tahap ini akan ada penilaian khusus dari user kepada para kandidat,” ujar Fitriani.
Lebih lanjut, Fitriani menjelaskan bahwa pada tahap ini diharapkan terjaring para direksi yang tidak hanya dapat memajukan rumah sakit Unpad dalam kacamata bisnis, tetapi sekaligus mengembangkan pendidikan kesehatan di Unpad dengan baik.
“Karena bagaimanapun satuan usaha di Unpad ini adalah bisnis yang juga menjadi tempat pendidikan, sehingga kita membutuhkan direksi yang bisa mengelola kedua hal tersebut agar bisa tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.* (R02)


The post Sebanyak 33 Kandidat Ikuti Seleksi Direksi Rumah Sakit dan Klinik di Lingkungan Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

Universitas Padjadjaran mengukuhkan delapan Guru Besar baru dari lima fakultas yaitu Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Keperawatan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Peternakan. Pengukuhan secara resmi dibuka oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam kegiatan Pengukuhan Jabatan Guru Besar yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa, 14 April 2026.
Kedelapan Guru Besar tersebut adalah Prof. Fahmi Oscandar, dr., M.Kes., SpRKG., SpOF., SubSp OFK (K)., Ph.D. (Cr.Img), Prof. Dr. Anne Agustina Suwargiani., drg., M.KM., Prof. H. Iyus Yosep., S.Kp., M.Si., M.Sc., Ph.D., Prof. Maria Komariah, S.Kp., M.Kes., Ph.D., Prof. Dr. R. Dudy Heryadi, M.Si., Prof. Dr. Herijanto Bekti, M.Si., Prof. Dr. Jenny Ratna Suminar, M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Lilis Suryaningsih, M.Si. Pengukuhan diawali dengan kata pengantar dari Ketua Dewan Profesor Unpad, Prof. Atwar Bajari, dan pembacaan curriculum vitae para Guru Besar yang dikukuhkan oleh Sekretaris Dewan Profesor Unpad, Prof. Iman Hernaman.
Dalam paparan ilmiah berjudul “Radioidentifikasi: Paradigma Baru dalam Identifikasi Individu Berbasis Pencitraan Radiologi Oral dan Kranio-Maksilofasial serta Odontologi Forensik untuk Penguatan Penegakkan Hukum di Indonesia”, Guru Besar bidang Radiology Forensic Imaging Oral Craniofacial, Prof. Fahmi Oscandar, menjelaskan bahwa radioidentifikasi adalah paradigma baru identifikasi individu yang menggabungkan radiologi kedokteran gigi, odontologi forensik, dan teknologi digital untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi. Pendekatan ini memanfaatkan pencitraan struktur internal, didukung CBCT dan AI untuk memperkuat penegakan hukum dan sistem identifikasi masa depan.
“Radioidentifikasi merupakan representasi transformasi ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga nilai kemanusiaan dalam menjaga identitas, menghormati martabat, dan memberikan kepastian bagi individu,” ujar Prof. Fahmi.
Sementara Guru Besar bidang Promosi Kesehatan Gigi dan Mulut, Prof. Anne Agustina Suwargiani, dalam paparan keilmuan berjudul “Penguatan Pendekatan Promosi Kesehatan Gigi Berbasis Pelayanan Primer dan Komunitas untuk Mendukung Transformasi Kebijakan Kesehatan Gigi dan Mulut di Indonesia” memaparkan bahwa kesehatan gigi dan mulut mencakup fungsi penting serta aspek psikososial, namun masih menjadi masalah besar di Indonesia akibat tingginya prevalensi karies dan keterbatasan akses layanan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan promosi kesehatan berbasis preventif, komunitas, dan teknologi untuk meningkatkan perilaku sehat serta mendukung transformasi kebijakan kesehatan gigi.
“Keempat pilar utama penguatan pendekatan promosi kesehatan gigi yaitu literasi kesehatan gigi, kesehatan gigi ibu hamil dan anak usia dini serta pencegahan karies pada anak, pemberdayaan kesehatan gigi dan mulut, juga integrasi kesehatan gigi mulut dan kesehatan masyarakat melalui program KKN,” jelas Prof. Anne.
Prof. Iyus Yosep, Guru Besar bidang Ilmu Keperawatan Jiwa Psikososial, memaparkan keilmuannya berjudul “Triple-P e-Parenting: Strategi Keperawatan Jiwa dalam Mencegah Cyberbullying pada Remaja”. Prof. Iyus menjelaskan bahwa cyberbullying menjadi masalah serius kesehatan mental remaja akibat tingginya penggunaan media sosial. Pencegahannya memerlukan pendekatan multidisipliner melalui peran keluarga, literasi digital, dan inovasi seperti Triple-P Parenting Program (Positive Parenting Program).
“Triple-P e-Parenting merupakan inovasi keperawatan jiwa yang menempatkan keluarga sebagai aktor utama dalam perlindungan kesehatan mental remaja. Model ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Positive Digital Parenting, Parental Monitoring, dan Parental Communication,” papar Prof. Iyus.
Guru Besar bidang Ilmu Keperawatan Dasar, Prof. Maria Komariah, dalam paparan ilmiah berjudul “Rekonstruksi Keperawatan Dasar menuju Integrative Holistic Nursing di Era Digital” menjelaskan bahwa keperawatan dasar merupakan fondasi utama profesi keperawatan yang bersifat holistik dan berpusat pada kebutuhan manusia. Maka dari itu, diperlukan rekonstruksi melalui integrasi nilai kemanusiaan, teknologi digital, kepemimpinan, dan pendekatan holistik agar kualitas asuhan tetap terjaga.
“Asuhan keperawatan bertumpu pada satu kekuatan yang tidak akan pernah bisa direplikasi oleh mesin. Merawat keseimbangan antara kecanggihan era digital dan ketulusan asuhan inilah yang menjadi ruh dari konsep Integrative Holistic Nursing,” kata Prof. Maria.
Prof. Dudy Heryadi, Guru Besar bidang Hubungan Internasional, memberikan paparan keilmuan berjudul “Artificial Intelligence, Unilaterlisme, dan Krisis Tata Kelola Global: Kerja sama Internasional dalam Perspektif Critical Global Governance”. Dalam paparannya, Prof. Dudy menjelaskan bahwa perkembangan pesat AI bersamaan dengan meningkatnya unilateralisme negara besar memicu krisis tata kelola global dan melemahkan sistem kerja sama multilateral. Kondisi ini menuntut arah baru menuju tata kelola global yang lebih adil, inklusif, dan mampu mengakomodasi kepentingan semua negara dalam era teknologi.
“Konvergensi antara perlombaan AI global, meningkatnya unilateralisme, dan erosi institusi multilateral menciptakan kombinasi yang berpotensi eksplosif bagi stabilitas tatanan dunia. Kita membutuhkan kerangka tata kelola yang memastikan teknologi transformatif ini bermanfaat,” ujar Prof. Dudy.
Dalam paparan ilmiah berjudul “Kepemimpinan Publik yang Adaptif dalam Konteks Digital Governance di Indonesia”, Guru Besar bidang Ilmi Administrasi Publik, Prof. Herijanto Bakti, menjelaskan bahwa kepemimpinan publik di era digital menuntut kemampuan adaptif untuk mengintegrasikan teknologi, kebijakan, partisipasi masyarakat, dan nilai budaya lokal dalam tata kelola yang inklusif dan berkelanjutan. Keberhasilan digital governance bergantung pada teknologi dan kemampuan pemimpin membangun legitimasi sosial, etika, dan kepercayaan publik.
“Pengembangan digital governance di Indonesia perlu mengedepankan pendekatan hibrida yang menggabungkan inovasi teknologi dengan kearifan lokal sebagai sumber legitimasi sosial,” kata Prof. Herijanto.
Guru Besar bidang Ilmu Komunikasi Kesehatan dan Komunikasi Keluarga, Prof. Jenny Ratna Suminar, memberikan paparan keilmuan berjudul “Komunikasi Kesehatan, Merawat Kehidupan Bangsa: Terbentang dari Sabang sampai Merauke”. Prof. Jenny menjelaskan bahwa komunikasi kesehatan merupakan proses penting yang membentuk perilaku dan keputusan kesehatan individu melalui interaksi sosial. Perannya semakin krusial di era digital untuk membangun literasi, kepercayaan, dan menangkal informasi yang salah demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Komunikasi kesehatan bekerja membangun pemahaman, menumbuhkan kepercayaan, dan menjembatani ilmu pengetahuan dengan kehidupan masyarakat. Komunikasi kesehatan akan terus membentang sebagai jejaring pengetahuan, kepedulian, dan harapan yang menghubungkan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” papar Prof. Jenny.
Guru Besar bidang Teknologi Pengolahan Daging, Prof. Lilis Suryaningsih, menyampaikan paparan ilmiah berjudul “Potensi Enzimatis dan Antimikroba Alami dalam Marinasi sebagai Teknologi Pengolahan Daging yang Aman dan Berkelanjutan”. Prof. Lilis mengatakan bahwa Pengolahan daging dengan bahan alami melalui teknik marinasi menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya simpan sekaligus mengurangi penggunaan bahan sintetis. Pendekatan ini juga mendukung keberlanjutan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta menghasilkan produk pangan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
“Marinasi memanfaatkan bahan-bahan alami seperti rempah-rempah, ekstrak tumbuhan, serta sumber asam alami untuk membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme sekaligus meningkatkan kualitas sensoris daging,” jelas Prof. Lilis.* (R01)
Buku Paparan Keilmuan:









(Foto-foto oleh: Jalasenastri Saprala)*
The post Universitas Padjadjaran Kukuhkan Delapan Guru Besar dari Lima Fakultas appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Memperingati Hari Air Dunia, Ekotani Mandala menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui aksi nyata bertajuk "Gelar Cai 2026: Ruang Tepung Baraya Ekotani". Acara yang berlangsung pada Minggu, 5 April 2026 berfokus pada langkah strategis untuk mengembalikan fungsi lahan sebagai penyerap air alami di kawasan Ciparanje, Jatinangor.
Ekotani Mandala adalah kolektif pendidikan pertanian dan lingkungan yang berbasis di Universitas Padjadjaran. Ekotani Mandala berfokus pada praktik pertanian teknoekologis, konservasi lahan, serta edukasi dan kerjasama bagi akademis dan masyarakat umum. Kegiatan bentuk kolaborasi lintas sektoral yang mempertemukan semangat mahasiswa dengan organisasi bidang lingkungan. Ekotani Mandala menggandeng PPAB Rejanawana, Maperpa, dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Sumedang sebagai mitra penyelenggara.
Dalam aksi tersebut, penyelenggara berhasil mengumpulkan 350 bibit pohon keras yang berasal dari dua sumber utama: BPDAS Cimanuk Citanduy dan SPTH Dinas Kehutanan Jawa Barat. Berbagai jenis bibit, antara lain Durian, Alpukat, Lame, Beringin, dan Raksamala yang dipilih karena memiliki sistem perakaran kuat yang ideal untuk menahan erosi dan meningkatkan laju resapan air ke dalam tanah.
Penanaman bibit Tahap Satu ini adalah langkah awal dari program jangka panjang. Ke depannya, proses penanaman seluruh 225 bibit pohon akan dilanjutkan dengan bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Kampus Berkelanjutan Serta Keamanan dan Keselamatan Lingkungan Univeritas Padjadjaran untuk memetakan kebutuhan penanaman di lahan universitas secara lebih komprehensif.
Setelah aksi penanaman di lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi "Sarahsehan" atau diskusi santai yang mendalam. Mengambil tema yang selaras dengan tantangan lingkungan saat ini, sesi ini mengupas tuntas isu "Bagaimana cara menyulap lahan jadi tabungan air?". Narasumber yang hadir merupakan pakar di bidangnya, yaitu Kharistya Amaru, S.TP., M.T., Ph.D. (Dosen Teknik Pertanian Universitas Padjadjaran) dan Rizky Estrada, S.P., M.P (Praktisi Independen).
Kharistya Amaru membedah isu ini dari perspektif akademis dan teknis teknik pertanian. Narsumber menggaris bawahi permasalahan atas kurangnya kepedulian, perawatan dam perlunya bersyukur terhadap lingkungan. Sedangkan Rizky Estrada memberikan wawasan dari pengalaman praktis di lapangan dalam pengelolaan lahan dan air. Narasumber menyebutkan bahwa penanaman bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan alat bahan yang ada di sekitar kita.
Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis dan teoritis mengenai metode konservasi air tanah yang efektif, menggabungkan metode vegetatif (penanaman pohon) dan bagaimana kita menabung air sebagai seorang individu, yang bisa dilakukan di rumah.
Semangat Kolaborasi Baraya
Kegiatan "Gelar Cai 2026" berhasil mengundang organisasi lingkungan, pecinta alam dan mahasiswa se-Bandung Raya dan Sumedang. Tercatat, lebih dari 111 peserta (71 tamu undangan dan 40 peserta umum) hadir untuk berpartisipasi aktif dalam aksi dan diskusi. Acara ini dikelola oleh 12 anggota panitia inti dan didukung tim Support, yaitu Kaija.id, Yucamp, Warung Mandala, Dillco, Dilltea, Klaine Boer, Tarupala, Kafein Hunter dan Gelas Kedua.
Aksi ini diharapkan menjadi katalisator bagi gerakan konservasi lingkungan yang lebih masif dan terstruktur di lingkungan kampus dan sekitarnya, sebagai wujud kontribusi nyata Universitas Padjadjaran dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air untuk masa depan.* (Rilis oleh: FTIP Unpad)



The post Bukan Sekadar Menanam, “Gelar Cai 2026” Inisiasi Gerakan Menabung Air dari Rumah hingga Kampus appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Universitas Padjadjaran menerima kunjungan dari Tim PPID Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) dalam rangka studi banding pengelolaan PPID di Ruang Rapat Bersama Lantai 2 Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Senin 13 April 2026.
Kunjungan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan PPID yang efektif, sekaligus menggali berbagai inovasi serta praktik baik keterbukaan informasi publik yang telah diterapkan di Unpad. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antarinstansi dalam mendorong optimalisasi layanan informasi publik.
Koordinator Kehumasan Kemenko Kumham Imipas, Wisnu Firmansyah, menjelaskan bahwa kunjungan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan institusi dalam membangun sistem dan tata kelola yang baik, khususnya dalam aspek keterbukaan informasi publik. Wisnu menjelaskan bahwa struktur kelembagaan di Kemenko Kumham Imipas saat ini masih dalam tahap penguatan.
“Kami hadir untuk belajar lebih jauh terkait pengelolaan PPID. Universitas Padjadjaran menjadi salah satu institusi yang direkomendasikan untuk kami jadikan rujukan. Harapannya dari kunjungan ini kami dapat memperoleh insight baru yang dapat diterapkan di kementerian kami,” ujar Wisnu.
Lebih lanjut, Wisnu juga mengapresiasi keterbukaan Unpad dalam menerima kunjungan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi formal, tetapi juga wadah berbagi pengalaman terkait tantangan dan strategi dalam mengelola layanan informasi publik.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola Unpad, Ahmad Baehaqi, S.Si., M.T., menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan badan publik. Ahmad menyampaikan bahwa pengelolaan PPID di Unpad terus dikembangkan melalui berbagai inovasi dan peningkatan kualitas layanan, baik dari sisi sistem, sumber daya manusia, maupun tata kelola kelembagaan. Dalam hal ini, forum diskusi antarinstansi menjadi sarana penting untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman.
“Pengelolaan PPID bukan hanya soal memenuhi kewajiban keterbukaan informasi, tetapi juga bagaimana membangun sistem layanan yang kredibel dan mudah diakses oleh publik. Harapannya kita bisa saling bertukar pengalaman, sehingga ke depan pengelolaan PPID di masing-masing institusi bisa semakin baik,” ujar Ahmad Baehaqi.* (R02)






The post PPID Kemenko Kumham Imipas Kunjungi Unpad, Tukar Pengalaman Pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, meresmikan Lapangan Klub Padel Tubagus sebagai fasilitas olahraga baru yang berlokasi di Jl. Tubagus Ismail V No. 17, Bandung, Sabtu, 11 April 2026. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Unpad dalam menghadirkan ruang aktivitas yang mendukung gaya hidup sehat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa pembangunan Klub Padel Tubagus tidak hanya ditujukan sebagai sarana olahraga, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat luas. Inisiatif ini berangkat dari kebutuhan akan ruang berolahraga yang nyaman sekaligus mampu mendorong terselenggaranya berbagai aktivitas yang positif.
Lebih lanjut, Rektor menilai olahraga padel memiliki potensi besar untuk berkembang, tidak hanya sebagai cabang olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang dapat memperluas jejaring dan interaksi sosial. Oleh karena itu, Unpad membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan fasilitas ini.
“Klub ini kami harapkan tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang untuk berinteraksi dan membangun relasi yang baik. Kami akan terus berupaya menjaga dan mengembangkan fasilitas ini agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Rektor.
Rektor menegaskan bahwa olahraga merupakan bagian penting dalam kehidupan sivitas akademika. Oleh karena itu, keberadaan lapangan padel ini diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga oleh mahasiswa dan masyarakat luas.
Klub Padel Tubagus hadir sebagai fasilitas olahraga modern yang menambah semarak aktivitas kampus dan masyarakat sekitar. Berlokasi di Jl. Tubagus Ismail V No. 17, fasilitas yang menjadi bagian dari pengembangan unit usaha universitas melalui PT Mahat Masagi Unpad (MMU) ini diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga baru yang mudah diakses serta mampu mendorong gaya hidup sehat dan produktif bagi masyarakat luas.
“Ini merupakan salah satu langkah pengembangan bisnis baru yang diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah, sekaligus mendukung aktivitas sivitas akademika,” jelasnya.* (R02)









The post Dukung Gaya Hidup Sehat, Mahat Masagi Unpad Bangun Lapangan Klub Padel Tubagus appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Menegaskan pentingnya literasi keuangan dan pemahaman terhadap aset digital di kalangan mahasiswa, Universitas Padjadjaran bersama Investortrust menggelar kegiatan “Investortrust Goes to Campus” bertema Financial Literacy yang diselenggarakan di Bale Sawala Unpad Kampus Jatinangor pada Kamis, 9 April 2026.
Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dalam sambutannya menyampaikan, perkembangan produk keuangan yang semakin beragam menuntut masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk memiliki pemahaman yang memadai agar tidak terjebak dalam berbagai risiko keuangan di masa yang akan datang. Rektor berpandangan, fenomena maraknya berbagai layanan dan produk aset digital bukanlah hal yang sepenuhnya negatif selama dapat dipahami dan dimanfaatkan secara bijak.
Rektor menekankan bahwa berbagai instrumen keuangan tersebut justru dapat menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik, selama digunakan dengan pengetahuan yang tepat. Oleh karena itu, Rektor mengapresiasi kolaborasi antara Unpad dan pihak penyelenggara kegiatan ini dalam menghadirkan edukasi kepada mahasiswa.
“Kami berterima kasih kepada OJK, Pintu, dan Investortrust yang telah berbagi pengetahuan kepada sivitas akademika Unpad. Mudah-mudahan ini menjadi bekal penting untuk masa depan generasi muda Indonesia,” ujar Rektor.
Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust.id, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa kegiatan seminar literasi keuangan mencakup berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, emas, hingga aset kripto, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat. Dalam hal ini, meskipun indeks literasi keuangan nasional mengalami peningkatan, kesenjangan dengan tingkat inklusi keuangan masih cukup besar. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat terjebak dalam praktik keuangan ilegal, seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga judi online. Oleh karena itu, kegiatan edukasi menjadi penting untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu mengurangi gap antara literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan mahasiswa agar mereka tidak hanya memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga memahami risikonya,” ujar Abdul Aziz.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Djoko Kurnijanto, menyampaikan bahwa investasi pada aset kripto memiliki tingkat risiko yang tinggi dan memerlukan pemahaman yang mendalam.
“Perlu dipahami bahwa setiap investasi pasti memiliki risiko, terlebih pada aset kripto yang volatilitasnya sangat tinggi. Jangan sampai berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau ingin terlihat mengikuti tren,” ujar Djoko.
Lebih lanjut, Djoko mengingatkan pentingnya strategi dalam berinvestasi, termasuk melakukan diversifikasi aset dan memastikan penggunaan dana yang tepat. Mahasiswa juga didorong untuk melakukan riset sebelum berinvestasi, termasuk memastikan legalitas aset dan platform yang digunakan melalui kanal resmi OJK.
“Sebelum berinvestasi, lakukan riset terlebih dahulu, cek legalitas aset dan platformnya di OJK, serta pahami dengan siapa Anda bertransaksi. Jangan menempatkan seluruh dana pada satu instrumen investasi dan pastikan dana yang digunakan adalah dana yang memang siap untuk diinvestasikan,” jelasnya.* (R02)






The post “Investortrust Goes to Campus” Ajak Generasi Muda Kenali Produk Keuangan dan Risikonya appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Muhamad Hisyam Az-Zahran (FMIPA) dan Aini Al Fatihaturrizqi (Sekolah Vokasi) terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Tingkat Universitas Tahun 2026 pada Awarding Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Universitas Padjadjaran Tahun 2026 yang dilaksanakan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Kamis, 9 April 2026. Hisyam yang merupakan mahasiswa program sarjana Teknik Informatika, dan Aini mahasiswa program vokasi prodi Agroteknopreneur akan mengikuti seleksi Pilmapres tingkat Wilayah LLDikti IV Jabar dan Banten.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kepada seluruh peserta Pilmapres Tingkat Universitas 2026. Rektor berhadap kepada Mawapres terpilih dapat membawa nama Unpad hingga tingkat Nasional.
”Mudah-mudahan mahasiswa yang berprestasi di tingkat Unpad ini dapat membawa nama Unpad lebih baik di tingkat nasional,” harap Rektor.
Selanjutnya, Rektor mengingatkan kepada para Mawapres untuk menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa lainnya. Contoh prestasi yang baik tersebut dapat diraih secara lengkap tidak hanya dari kegiatan akademik, tetapi banyak kegiatan non-akademis yang dapat diikuti dan ditekuni.
”Yang terpenting adalah memberikan inspirasi pada teman-teman lainnya, bahwa menjadi mahasiswa yang baik itu tidak hanya yang baik secara akademis, tapi bagaimana kita juga bisa memperkuat kegiatan-kegiatan atau prestasi non-akademis lainnya sehingga menjadi suatu prestasi yang paripurna yang dapat diikuti oleh masyarakat,” ujar Rektor.
Kepada tim Kanal Media Unpad, Hisyam menyampaikan rasa bangga dapat terpilih menjadi Mawapres Unpad 2026. Dia juga berharap dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berperan menjadi lebih unggul.
”Harapannya apa yang Hisyam sudah lakukan dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa Unpad lainnya,” ujar Hisyam.
Aini juga berharap kepada mahasiswa Unpad lainnya untuk terus berproses dan nikmati setiap langkahnya. Setiap proses yang dijalani dapat memiliki nilai yang tidak dapat disadari untuk mencapai tujuan kita. ”Sekecil apapun prosesnya, sekecil apapun langkahnya, itu tetap berproses dan tetap melangkah,” harap Aini.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish/R02)



(Foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)*
The post M. Hisyam Az-Zahran dan Aini Al Fatihaturrizqi Wakili Unpad ke Pilmapres Tingkat Wilayah appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, H.E. Francisco de la Torre, berkunjung ke Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk menjajaki peluang kerja sama antara Unpad dengan perguruan tinggi di Meksiko, khususnya Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM). Kunjungan diterima Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, di Ruang Tamu Rektor Unpad di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Kamis 9 April 2026.
"Kami datang ke Unpad untuk menawarkan kerja sama, peluang kolaborasi yang mungkin dilakukan antara Unpad dengan universitas di Meksiko, termasuk UNAM. Bentuknya bisa pertukaran mahasiswa dan staf, kerja sama penelitian, pendidikan, dan lainnya," ujar Dubes Meksiko.
Pada kesempatan tersebut, hadir antara lain dua perwakilan dari UNAM yaitu Dr. Alicia Girón yang merupakan Director of the University Program of Studies in Asia, Africa and Oceania UNAM dan Vania De la Vega Shiota sebagai Deputy Director of the University Program of Studies in Asia, Africa and Oceania UNAM. Dari Unpad, selain Rektor, hadir antara lain Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad, Prof. Mohamad Fahmi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad, Prof. Dr. Mohammad Benny Alexandri, dan Kepala Kantor Urusan Internasional Unpad, Anggia Utami Dewi, Ph.D.
"Suatu kebanggaan bagi kami dapat menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan UNAM, universitas besar dan ternama di Meksiko. Tentu saja kami sangat tertarik dan berharap dapat melakukan pembicaraan lebih lanjut," ujar Rektor Unpad.
Berdasarkan QS World University Rankings, UNAM merupakan kampus peringkat pertama di Meksiko dan peringkat 136 dunia. Selain di Meksiko, universitas yang berdiri sejak 1910 ini memiliki kampus di sejumlah negara yaitu Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, China, Perancis, Inggris dan Kuba.*



The post Dubes Meksiko Kunjungi Unpad, Jajaki Kolaborasi antara Unpad dengan UNAM Meksiko appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran akan menerapkan work from home (WFH) pada setiap hari Jumat sebagai tindak lanjut dari terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik.
“Menindaklanjuti edaran tersebut, ada beberapa penyesuaian kebijakan di lingkungan Universitas Padjadjaran. Penerapan WFH di Unpad dilaksanakan pada hari Jumat,” ujar Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, dalam surat edaran yang ditandatangani Selasa 7 April 2026.
Untuk akademik, Prof. Widya memaparkan, khususnya kuliah-kuliah praktikum baik di S1 maupun pascasarjana (khususnya PPDS) yang terjadwal di hari Jumat semuanya dilakukan luring atau tidak daring. Petugas tenaga kependidikan (tendik) yang memfasilitasinya diatur bergiliran sehingga total work from office (WFO) tetap 4 hari.
Lebih lanjut Prof. Widya menjelaskan, sistem pengawasan WFH diterapkan seperti saat pandemi Covid. Bagi tenaga kependidikan administratif, laporan kegiatan dilakukan melalui log book secara digital untuk tendik administratif. Sementara giat akademik dilaporkan melalui pimpinan fakultas masing-masing dan melalui laporan Sistem Informasi Administrasi Terpadu (SIAT). Sistem presensi tetap sama, diperhitungkan dua kali dalam satu hari saat mulai kerja dan selesai kerja. Laporannya diatur oleh unit kerja masing-masing.
“Kebijakan ini langsung berlaku di minggu ini pada Jumat 10 April 2026. Kebijakan WFH ini akan dievaluasi dalam satu bulan ke depan, apakah lanjut atau kembali normal,” ujar Prof. Widya.
Sementara Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, Ph.D., menginformasikan, Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola telah mengeluarkan surat edaran No. 1198/UN6.WR4/TU.00/2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja. Kebijakan Penyesuaian Pola Kerja di Lingkungan Unpad itu dibuat berdasarkan pada Surat Edaran Menteri Diktisaintek Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik.
“Surat Edaran tersebut sudah disebar ke sivitas akademika dan tenaga pendidikan tertanggal 7 April 2026, disebarkan melalui e-office dan juga pengumuman di Kanal Media Unpad,” ujar Dandi.
Dandi menjelaskan, WFH diterapkan kepada seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan, terutama yang bekerja di bidang administratif. Namun demikian, apabila pada hari Jumat ada terdapat jadwal perkuliahan atau praktikum, maka kegiatan tersebut tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan (berlaku untuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan terkait).
“Bagi dosen dan tendik yang memiliki jadwal tugas pada hari Jumat seperti disebutkan, pelaksanaan WFH dapat dialihkan ke hari lain di luar hari Jumat dengan pengaturan lebih lanjut di unit kerja masing-masing. Yang akan bekerja WFH selama satu hari adalah tenaga sektor administrasi. Perkuliahan yang tidak membutuhkan skill langsung, praktik lapangan, atau praktikum, dapat dilakukan melalui WFH,” jelas Dandi.
Lebih lanjut Dandi mengatakan, kebijakan WFH itu dikeluarkan untuk mengantisipasi krisis energi global. Para tendik maupun para dosen diimbau untuk bekerja di rumah. Jadi tidak bekerja di kafe atau di tempat lain di luar kampus. Apabila bekerja di kafe dan di tempat lainnya maka tidak akan menyelesaikan masalah terkait mengurangi kebutuhan energi,” jelas Dandi.*
The post Unpad Terapkan Penyesuaian Pola Kerja dengan WFH di Hari Jumat appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebagai salah satu bentuk komitmen terhadap penguatan kompetensi sumber daya manusia tenaga kependidikan di Indonesia, Universitas Padjadjaran menjadi tuan rumah penyelenggaraan Program Tendik Berdampak Workshop–Benchmarking Bidang Analisis Kebijakan di Lingkungan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Bandung, 7-10 April 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara daring oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto. Dalam sambutannya, Prof. Brian menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini diharapkan bukan hanya menjadi wadah untuk transfer pengetahuan, tetapi sekaligus menjadi tempat lahirnya praktik baik yang bisa langsung diimplementasikan di institusi masing-masing peserta. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk jejaring kolaborasi yang kuat antar masyarakat lingkungan pendidikan yang dapat terus berlanjut hingga masa yang akan datang.
“Peran tendik merupakan bagian penting dari kontribusi kita bagi masa depan bangsa. Dari kegiatan-kegiatan kecil yang dilakukan oleh tendik inilah maka kita berharap akhirnya sistem pendidikan menjadi jauh lebih baik dan pada akhirnya bisa melahirkan generasi unggul untuk masa depan Indonesia,” ujar Prof. Brian.
Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita dalam keynote speech-nya menyampaikan materi bertema “Membangun Ketajaman Analisis Permasalahan Tata Kelola Perguruan Tinggi bagi Analis Kebijakan dengan Keunggulan Adaptif, Berintegritas dan Cakap Digital untuk Mendukung Transformasi Perguruan Tinggi Menuju World Class University”.
Dalam pemaparannya, Rektor menjelaskan bahwa transformasi bangsa akan berjalan dengan baik bisa perguruan tinggi dapat bergerak menjadi ekosistem yang cerdas, responsif, dan berdaya saing global. Oleh karena itu, diperlukan inovasi akademik yang dapat terwujud dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel yang didukung oleh transformasi digital.
“Peserta kegiatan ini ke depannya adalah menjadi motor penggerak perubahan karena para analis kebijakan tidak hanya menggunakan satu navigator, tetapi rekomendasi para tenaga kependidikan sebagai inti dari penggerak sistem akan menjadi basis data yang dapat menentukan masa depan strategis perubahan institusi pendidikan Indonesia,” jelas Rektor.
Lebih lanjut, turut hadir sebagai pemateri workshop hari pertama antara lain adalah Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata dengan materi “Wawasan Kebangsaan dan Pertahanan Nasional”, Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad Dr. Imanudin Kudus, dan Dr. Bonti, S.IP., M.Si., dengan materi “Workshop dan Simulasi Analisis Kebijakan Publik dan Implementasi di Perguruan Tinggi”, serta Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola Unpad Ahmad Baehaqi, S.Si., M.T., dengan materi “Regulasi dan Kebijakan Pendidikan Tinggi serta Komunikasi dan Advokasi Kebijakan”.
Sementara Ketua Penyelenggara workshop-benchmarking, Rina Mariana, memaparkan bahwa Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Tendik Berdampak yang digulirkan oleh Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini merupakan momentum penting dalam transformasi tata kelola pendidikan tinggi, yang dihadiri oleh 51 peserta dari 51 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, mencakup 8 PTN dan 43 PTS dari 16 provinsi.
Program ini menitikberatkan pada penguatan tiga kompetensi utama bagi tenaga kependidikan, yaitu kompetensi teknis, manajerial, dan sosio-kultural untuk 7 bidang jabatan, yaitu Analis SDM, Analis Kebijakan, Arsiparis, Pranata Humas , Pranata Laboran Pendidikan, Pranata Komputer, dan Pustakawan.
“Dalam konteks tersebut, Unpad mendapat kehormatan sekaligus amanah sebagai salah satu dari 7 Perguruan Tinggi Mitra terpilih dalam penyelenggaraan Workshop dan Benchmarking dalam bidang Analis Kebijakan. Kesediaan Unpad untuk menjadi mitra merupakan wujud komitmen Unpad dalam membangun SDM unggul yang berkualitas, profesional, dan berintegritas, khususnya bagi tenaga kependidikan yang menjalankan tugas strategis sebagai analis kebijakan di perguruan tinggi,” ujar Rina Mariana yang juga Kepala Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad.*












The post Unpad Jadi Tuan Rumah Program Tendik Berdampak Bidang Analis Kebijakan di Lingkungan Perguruan Tinggi appeared first on Universitas Padjadjaran.