Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.







[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan Pemerintah Mombasa County, Kenya, dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Delegasi tersebut diterima langsung oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, di Ruang Rapat Rektor, Kampus Unpad Dipati Ukur, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, pada Jumat, 20 Februari 2026.
“Kami (Unpad) siap untuk melakukan kerja sama. Terkait penawaran program, kami akan mengirimkan informasi selengkap mungkin mengenai berbagai program studi yang kami miliki, sehingga dapat dipilih program yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat ini,” ujar Rektor Unpad dalam sambutannya.
Rektor mengatakan bahwa kerja sama dapat dimulai melalui skema yang lebih fleksibel, seperti penyelenggaraan kelas daring maupun program pertukaran mahasiswa. Selain itu, Unpad juga akan berupaya menjajaki peluang kolaborasi lain, sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat memperoleh akses dan merasakan manfaat dari kerja sama tersebut.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Mombasa County, Dr. Mbwarali Kame, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses bagi masyarakat yang memiliki potensi akademik, tetapi terkendala biaya. Dengan tingginya populasi usia muda di Mombasa dan Kenya secara umum, kolaborasi ini dinilai sebagai tantangan sekaligus peluang bersama untuk menghadirkan dampak nyata bagi kaum muda.
“Kerja sama dari kedua belah pihak sangat kami harapkan agar kita bisa sama-sama berkembang dan memperoleh manfaat yang lebih besar. Kami ingin menghadirkan dampak positif bagi para pemuda di sana (Mombasa),” ujar Mbwarali.
Dalam kesempatan ini, turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan dan Kepala Kantor Urusan Internasional Unpad Anggia Utami Dewi, S.IP., M.IS., Ph.D., serta jajaran Pemeritah Kenya yaitu Direktur Administrasi dan Sumber Daya Manusia Amir Ghalib Abdalla, Direktur Pendidikan dan Pelatihan Vokas Nancy Gathigi, dan Pejabat Senior Bidang Gender Samir Hashim.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi terjalinnya kolaborasi strategis antara Unpad dan Pemerintah Mombasa. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam peningkatan akses pendidikan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.* (R01)
The post Pemerintah Mombasa County Kenya Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Padjadjaran appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Bagaimana jika kebutuhan gizi keluarga dapat dipenuhi langsung dari pekarangan rumah sendiri? Di tengah isu mengenai ketahanan pangan global dan tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, pertanyaan ini menjadi semakin relevan. Ketahanan pangan merupakan persoalan yang nyata di tingkat rumah tangga, terutama ketika akses terhadap sumber protein hewani dan sayuran bergizi masih terbatas.
Berangkat dari urgensi inilah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian pada Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 90 Universitas Padjadjaran menghadirkan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian pangan berbasis rumah tangga pada pelaksanaan KKN-PPM periode Januari-Februari 2026.
Kelompok 90 KKN-PPM Universitas Padjadjaran di bawah bimbingan Dr. Eka Purna Yudha, S.P., M.Si., ini melaksanakan sosialisasi dan lokakarya Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Benda, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sebagai upaya penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah “Budidalon”, yakni budidaya ikan dan tanaman dalam galon bekas dengan sistem akuaponik sederhana.
Program ini dilatarbelakangi kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi. Berdasarkan hasil survei lapangan, sebagian besar warga memiliki keterbatasan daya beli dan belum optimal memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Konsumsi sayuran hijau dan protein hewani pun masih tergolong rendah. Di sisi lain, banyaknya pasangan usia produktif di desa tersebut menjadi potensi besar dalam pengelolaan kawasan rumah pangan lestari secara berkelanjutan.
Sistem Budidalon ini menggabungkan pemeliharaan ikan lele dan penanaman kangkung dalam satu wadah, sehingga sangat cocok diterapkan pada lahan sempit dengan biaya terjangkau. Kegiatan ini dipilih karena mudah diterapkan, murah, dan relevan dengan kondisi masyarakat. Melalui Budidalon, keluarga dapat memperoleh sumber protein hewani dari lele dan asupan serat serta vitamin dari kangkung secara mandiri, sehingga mendukung pemenuhan gizi keluarga secara berkelanjutan.
Kegiatan edukasi menyasar siswa SDN 2 Benda melalui metode interaktif seperti lagu dan permainan “Isi Piringku” untuk mengenalkan gizi seimbang. Ibu kader posyandu juga mendapat materi diversifikasi pangan berbasis bahan lokal agar dapat diterapkan dalam menu keluarga sehari-hari. Pelatihan Budidalon yang diikuti 24 warga menunjukkan respons positif, dengan peningkatan pemahaman berdasarkan hasil pre-test dan post-test serta tingkat kepuasan yang sangat baik. Program ini turut didukung kolaborasi pemerintah desa, puskesmas, dan dinas terkait seperti Dinas Perikanan dan Kelautan dan Badan Penyuluhan Pertanian, disertai penyerahan materi perawatan sebagai tindak lanjut.
Melalui implementasi KRPL, tim KKN berharap Desa Benda dapat menjadi contoh ketahanan pangan berbasis pekarangan. Program ini menegaskan bahwa sinergi perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata serta mendorong kemandirian pangan dari rumah. Dengan dukungan dan komitmen bersama, Budidalon dapat memberi manfaat ekonomi dan kesehatan secara berkelanjutan.* (Rilis oleh Tim KKN-PPM Kel. 90)

The post Dorong Ketahanan Pangan, Mahasiswa KKN Unpad Perkenalkan “Budidalon” di Desa Benda, Indramayu appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Dalam upaya meningkatkan kompetensi Sekretaris Program Studi (Sekprodi) dalam pemanfaatan teknologi ArtificiaI Intellegence atau Akal Imitasi (AI), Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Bidang Teknologi Informasi (PBTI) Tahun 2026 bertajuk “Gemini for Faculty”. Dihadiri oleh 71 Sekprodi di lingkungan Unpad, kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Unpad Dipati Ukur, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, pada Kamis, 12 Februari 2026.
“Pemanfaatan AI diharapkan dapat meningkatkan kinerja sekprodi. Kita harus mampu memanfaatkannya secara optimal dan mengontrolnya dengan bijak,” ujar Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus, S.IP., M.Si., dalam sambutannya.
Kegiatan diselenggarakan oleh Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Direktorat SDM dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan bekerja sama dengan Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi dan Transformasi Digital, serta berkolaborasi dengan Google sebagai mitra strategis Unpad dalam mendukung transformasi di era kecerdasan buatan. Pelatihan ini dilengkapi dengan fasilitas sertifikasi sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh Sekprodi terpilih periode 2026-2029.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad, Rina Mariana, SE., M.I.Kom., menyampaikan bahwa Sekprodi dituntut bekerja secara lebih cepat, akurat, adaptif, serta menjunjung tinggi kolaborasi dalam menghadapi dinamika tata kelola akademik. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja Sekprodi sekaligus membantu merespons tuntutan tata kelola pendidikan tinggi.
“Terwujudnya profesionalisme Sekprodi menjadi kunci dalam mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan tinggi demi tercapainya visi Unpad sebagai pusat pengetahuan dan pendidikan tinggi yang berkualitas dunia,” kata Rina.
Pelatihan ini menghadirkan dua tutor dari Google Indonesia, yaitu Kristiyanto, S.H., M.P.P. (Customer Success Manager for Higher Education) dan Ahmad Fikri Dzulfikar (Digital Transformation & Community Manager) dengan materi meliputi pengenalan fitur premium Google Workspace menggunakan akun Unpad, pengantar Google AI dan teknik prompting, pemanfaatan Gemini di Google Workspace, optimalisasi Gemini dalam institusi perguruan tinggi, serta pemanfaatan NotebookLM untuk mendukung kebutuhan akademik. Dilaksanakan pula dilaksanakan Ujian Sertifikasi Gemini Certified Faculty, di mana peserta yang lulus memperoleh sertifikat kompetensi dari Google.
Melalui pelatihan ini serta dukungan kolaborasi strategis bersama Google, diharapkan para Sekprodi mampu mengoptimalkan pemanfaatan AI secara bijak dan produktif guna mendukung tata kelola akademik yang lebih efektif, akuntabel, dan berdaya saing global di Unpad.* (R01)



The post Hadirkan Narasumber dari Google Indonesia, Unpad Selenggarakan Pelatihan “Gemini for Faculty” appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan kedokteran yang unggul di Jawa Barat, Universitas Padjadjaran bersama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), dan Universitas Kristen Maranatha meluncurkan kolaborasi strategis percepatan pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (Sp1) dan Subspesialis (Sp2) pada acara Peluncuran Pembukaan Program Studi Spesialis dan Subspesialis yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu, 18 Februari 2026.
“Peluncuran Prodi Spesialis dan Subspesialis pada hari ini tentu saja menjadi tonggak penting penguatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA) di wilayah Jawa Barat. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya atas komitmen kolaboratif ini. Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai pusat tunjukkan pendidikan dan layanan kesehatan. Semoga dengan sinergi yang kuat, SKA Jawa Barat nantinya dapat menjadi model praktik baik di tingkat nasional,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., yang hadir mewakili Menteri Diktisaintek.
Lebih lanjut, Prof. Khairul menyampaikan bahwa akselerasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ini harus berpegang pada berbagai prinsip, seperti penjaminan mutu yang ketat, kepatuhan terhadap regulasi, dan keterlibatan berbagai stakeholder, sehingga bisa dilakukan evaluasi secara berkala agar ekspansi akses tidak mengorbankan kualitas. Dalam hal ini, Prof. Khairul berharap Pemda Jabar dapat terus memberikan dukungan, seperti beasiswa ataupun insentif pendidikan bagi para peserta didik yang akan ditempatkan di daerah.
“Yang tidak kalah penting adalah kami juga menegaskan pentingnya komitmen bahwa mahasiswa PPDS yang dididik melalui prodi baru ini nantinya akan kembali mengabdi di daerah asalnya dengan jaminan keselamatan dan kesejahteraan dalam lingkungan pendidikan yang bebas kekerasan. Sistem kesejahteraan akademik sejatinya bukan hanya sekedar konsep, tetapi adalah gerakan kolaboratif antara perguruan tinggi, rumah sakit, pemerintah daerah, dan juga masyarakat untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas,” jelas Prof. Khairul.
Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., menyampaikan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari agenda strategis penguatan SDM nasional, sekaligus bagian dari transformasi nasional dalam penguatan SDM kesehatan dengan perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah yang bergerak dalam satu arah kebijakan untuk memastikan kesediaan dokter spesialis yang bermutu dan merata bagi seluruh warga negara Indonesia.
Rektor Unpad menyampaikan bahwa program ini merupakan satu ekosistem dari pendidikan spesialis di Jawa Barat dan kolaborasi strategis antara PTN dan PTS untuk memberikan kontribusi yang setara dalam pembangunan nasional dengan model kolaborasi. Dalam hal ini, program percepatan mengedepankan prinsip kolaborasi resource sharing, academic core development, quality assurance, serta supervisi akademik yang terintegrasi di antara program studi sejenis.
“Kami berkomitmen akan menjaga standar nasional pendidikan tinggi, menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama, mengembangkan sistem penyimpanan mutu terpadu, serta membangun budaya kolaborasi jangka panjang. Ini adalah bentuk nyata kontribusi institusi pendidikan dalam pemenuhan tenaga dokter spesialis sebagai upaya penguatan pelayanan spesialis di tingkat nasional. Percepatan pendidikan ini tentu akan mempercepat lahirnya dokter spesialis yang bermutu demi kesehatan rakyat dan ketahanan bangsa,” jelas Rektor Unpad.
Terkait program ini, akan dibuka 8 program studi baru, terdiri dari 4 prodi Sp1 dan 4 prodi Sp2. Unpad akan membuka lima prodi baru, yaitu Sp1 Gizi Klinik, Sp2 Patologi Klinik, Sp2 Ilmu Kesehatan Mata, Sp2 Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), serta Sp2 Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Unisba dan Maranatha akan membuka Sp1 Obstetri & Ginekologi, sedangkan Unjani membuka prodi Sp1 Anestesiologi & Terapi Intensif.
Pada kesempatan ini, turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang mewakili Gubernur Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, MMRS, Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi yang mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI (Purn.) Mochamad Reza Utam, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si., Rektor Universitas Islam Bandung, Prof. Ir. A. Harits Nu'man, M.T., Ph.D., IPU., serta Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph.D.* (R02)









The post Dukung Penguatan SDM Nasional, Unpad Jalin Kolaborasi Percepatan Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Era ruang kelas pasif di mana mahasiswa hanya menjadi pendengar setia telah berakhir. Menyadari urgensi ini, Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Direktorat Akademik menggelar "Workshop Pembelajaran Partisipatif" bagi para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan perwakilan dosen di Aula Keperawatan, Jatinangor, Kamis 12 Februari 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan upaya mendesak untuk mengubah wajah pendidikan di Unpad. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem student-centered learning di mana mahasiswa terlibat aktif dalam mengonstruksi pengetahuan, bukan sekadar menimbun informasi.
Agenda ini dipandu secara tajam oleh Hari Setyowibowo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog. Mas Hari, begitu sapaan akrabnya, membedah secara mendalam berbagai aspek krusial dalam menciptakan kelas yang hidup Dalam sesi fasilitasinya, mulai dari identifikasi faktor pendukung dan penghambat interaksi, pemilihan metode pengajaran yang tepat, hingga mekanisme evaluasi yang objektif untuk mengukur partisipasi mahasiswa.
Untuk memastikan teori dapat langsung diimplementasikan, tim fasilitator yang terdiri dari dosen berbagai prodi dan fakultas mendampingi peserta dalam sesi simulasi intensif. Para Kaprodi ditantang untuk merombak strategi pengajaran lama menjadi desain instruksional yang lebih dinamis dan inklusif.
Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP), Dr. Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., memaparkan materi mengenai landasan kebijakan dan urgensi kelas partisipatif yang berkaitan erat dengan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 7. Beliau menjelaskan bahwa IKU 7, yang berfokus pada kelas yang kolaboratif dan partisipatif, merupakan indikator krusial dalam menilai kualitas proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Dalam paparannya, Dr. Intan menegaskan bahwa transformasi ini merupakan mandat institusi untuk memastikan mahasiswa tidak lagi menjadi objek pasif, melainkan mitra aktif dalam pembelajaran. Implementasi metode partisipatif menjadi kunci agar lulusan Unpad memiliki daya saing yang selaras dengan standar mutu nasional dan global.
"Pencapaian IKU 7 bukan sekadar target angka, melainkan cerminan dari kualitas interaksi akademik kita. Melalui kelas yang partisipatif, kita membangun fondasi bagi mahasiswa untuk berkembang menjadi individu yang kritis dan solutif," tegas Dr. Intan dalam sesi penguatan kebijakan tersebut.
Lebih dari sekadar workshop, acara ini menjadi ajang silaturahim dan sharing praktik baik antarprodi. Diskusi lintas disiplin ini membuka wawasan baru mengenai tantangan pengelolaan kelas yang beragam di tiap fakultas. Dengan penguatan metode partisipatif ini, Unpad optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis yang matang untuk menjawab tantangan masa depan.* (Rilis oleh: PIPP Unpad)



The post Unpad Gelar Workshop Pembelajaran Partisipatif untuk Dukung Peningkatan Kualitas Lulusan appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Ketekunan dan keberanian dalam mencoba hal baru mengantarkan seorang wisudawan Program Studi Bisnis Digital Universitas Padjadjaran, Aditya Nanda Riandhi, menutup masa studinya dengan capaian publikasi karya ilmiah berjudul “AI and Consumer Behavior: Trends, Technologies, and Future Directions from a Scopus-Based Systematic Review” pada Jurnal Internasional bereputasi Q1, Cogent Business and Management yang diterbitkan oleh Taylor & Francis. Aditya dilantik menjadi wisudawan pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis, 5 Februari 2026.
“Menulis artikel ini menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi saya selama menjadi mahasiswa di Unpad. Berbekal mata kuliah metodologi penelitian di semester sebelumnya, saya memberanikan diri menghubungi dosen untuk mulai menyusun artikel lebih awal. Awalnya saya hanya menargetkan publikasi di jurnal nasional terakreditasi. Namun setelah berdiskusi dengan dosen, kami mencoba menembus jurnal internasional. Sempat ada keraguan karena belum pernah menulis artikel sebelumnya, tetapi saya memilih untuk mencoba,” ujar Aditya saat diwawancarai oleh Tim Kanal Media Unpad.
Aditya menyampaikan bahwa proses publikasi tidak berjalan singkat karena dirinya sempat menerima major revision dengan sejumlah catatan perbaikan substansial. Bersama dosen, Aditya melakukan revisi menyeluruh, hingga pada Agustus 2025 artikelnya dinyatakan diterima dan terbit secara daring di jurnal internasional bereputasi Q1. Artikel tersebut saat ini telah memperoleh sejumlah sitasi.
Dalam menjaga konsistensi akademik hingga lulus, Aditya senantiasa menerapkan kebiasaan disiplin, seperti hadir di kelas tepat waktu, mencatat penjelasan tambahan dari dosen, serta menjaga komunikasi yang baik dengan para pengajar. Aditya meyakini bahwa komunikasi yang positif dapat membuka peluang kolaborasi dan pengembangan diri yang lebih besar di lingkungan kampus.
Tidak hanya itu, Aditya yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,81 ini juga mengapresiasi dukungan institusi terhadap mahasiswa yang ingin berprestasi. Selain bimbingan dosen, Aditya menyampaikan bahwa Unpad juga memberikan fasilitas yang mendukung, termasuk kerja sama dengan berbagai jurnal internasional, serta skema pembiayaan publikasi artikel ilmiah. Sebagai penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar - Kuliah (KIP-K), Aditya juga menyampaikan bahwa bantuan tersebut juga cukup membantu serta mendorong para mahasiswa penerima manfaat untuk lebih fokus menjalani proses pendidikan di Unpad.
“Saya berpikir ketika sudah mendapatkan kesempatan dan dukungan untuk bisa berkuliah seperti itu maka tanggung jawab kita adalah menjalankannya dengan sungguh-sungguh, serta dapat mencetak prestasi,” jelasnya.
Sebagai wisudawan, Aditya berpesan kepada mahasiswa Unpad agar tetap fokus pada tujuan awal untuk berkuliah dan tidak mudah terpengaruh dengan komentar negatif. Menurutnya, prestasi terlahir dari konsistensi, disiplin, dan kemauan untuk terus mempelajari hal baru. Capaian ini menjadi salah satu contoh bagaimana dukungan akademik, fasilitas institusi, dan komitmen pribadi dapat berjalan beriringan dalam membentuk lulusan yang siap berkontribusi di tingkat yang lebih luas.* (R02)
The post Aditya N. Riandhi, Penerima Manfaat KIP-K yang Karya Ilmiahnya Tembus Jurnal Internasional Q1 appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) terus mengakselerasi transformasi digital di lingkungan akademik melalui kolaborasi strategis dengan Google Indonesia. Pada pekan kedua Februari 2026, Unpad menyelenggarakan dua agenda penting yang ditujukan bagi pimpinan program studi dan dosen guna menyelaraskan kurikulum serta kemampuan teknis dengan kebutuhan industri masa depan.
Rangkaian kegiatan ini merupakan sinergi antara Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP) Direktorat Akademik serta Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi dan Transformasi Digital (DPSITD) Unpad.
Kegiatan pertama adalah Sosialisasi Google Cloud Career Launchpad yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan dimulai pada Selasa 10 Februari 2026 melalui sesi sosialisasi daring via Google Meet yang dihadiri oleh kurang lebih 70 Ketua Program Studi (Kaprodi) dan dosen. Fokus utama sesi ini adalah pengenalan program Google Cloud Career Launchpad, sebuah jalur pembelajaran digital yang menawarkan berbagai sertifikasi profesional, seperti Cybersecurity, Data Analytics, Generative Artificial Intellegence (AI) Leader, hingga kurikulum riset dari Google DeepMind.
Program ini dirancang agar para Kaprodi dapat mengintegrasikan sertifikasi industri global langsung ke dalam kurikulum program studi, guna memberikan nilai tambah bagi portofolio lulusan Unpad di pasar kerja internasional.
Kegiatan kedua adalah Workshop Google Artificial Intelligence Pro for Education yang dilaksanakan secara luring. Menindaklanjuti penguatan kurikulum, pada Rabu 11 Februari 2026, Unpad menyelenggarakan workshop intensif di Ruang Teater C3, Fakultas Kedokteran, Jatinangor. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kecakapan dosen dalam memanfaatkan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) secara profesional dalam proses pembelajaran dan penelitian.
“AI bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga relevansi institusi di kancah global,” ujar Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah.
Antusiasme terhadap pelatihan ini tercatat sangat tinggi, dengan lebih dari 300 dosen yang mendaftarkan diri. Mengingat pentingnya efektivitas dan kedalaman pelatihan, panitia melakukan seleksi ketat sehingga hanya 100 dosen terpilih yang mengikuti sesi workshop intensif ini sebagai pioneer di fakultas masing-masing.
Sesi workshop ini menghadirkan narasumber ahli dari Google Indonesia, yaitu Kristiyanto, S.H., M.P.P. (Customer Success Manager for Higher Education) dan Ahmad Fikri Dzulfikar (Digital Transformation & Community Manager). Para peserta dibekali dengan materi teknis mendalam mengenai:
Kepala PIPP, Dr. Ir. Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., secara khusus memaparkan materi krusial mengenai kebijakan penggunaan AI di lingkungan Universitas Padjadjaran. Beliau menekankan bahwa implementasi teknologi harus dibarengi dengan rambu-rambu yang jelas untuk menjamin tetap tegaknya integritas akademik.
Dengan integrasi program Google Cloud dan peningkatan kompetensi dosen yang tetap menjunjung tinggi etika akademik, Unpad optimis dapat mencetak lulusan yang siap memimpin di era ekonomi digital yang adaptif.* (Rilis oleh: PIPP Unpad)



The post Perkuat Kompetensi Digital, Unpad Gelar Rangkaian Sosialisasi dan Workshop AI Bersama Google Indonesia appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) secara tegas memperkuat reformasi birokrasi melalui pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan yang digelar pada Selasa, 11 Februari 2026 di Auditorium Bale Santika ini dihadiri oleh Rektor Universitas Padjadjaran beserta jajaran pimpinan universitas dan diikuti oleh seluruh sivitas akademika FEB Unpad.
Penguatan ZI menuju WBBM tersebut menjadi bagian dari agenda strategis FEB Unpad dalam membangun tata kelola yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas layanan. Langkah ini melanjutkan capaian sebelumnya, di mana FEB Unpad tercatat sebagai satu-satunya fakultas di lingkungan Unpad yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Dekan FEB Unpad, Prof. Mohamad Fahmi, S.E., M.T., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum ini merupakan fase akselerasi menuju standar layanan yang lebih tinggi. FEB Unpad saat ini berada pada tahap intensif verifikasi dan finalisasi dokumen pendukung sebagai bagian dari proses evaluasi menuju WBBM, dengan target pengajuan pada awal Maret 2026.
“Ini adalah penguatan atas fondasi yang sudah kita bangun. Fokus kita bukan hanya kelengkapan dokumen, tetapi konsistensi praktik layanan yang profesional, cepat, dan akuntabel,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan peta jalan pembangunan Zona Integritas FEB Unpad secara interaktif melalui platform presentasi digital. Roadmap tersebut memuat tahapan perbaikan proses layanan, penguatan sistem pengendalian internal, serta integrasi layanan berbasis teknologi untuk meningkatkan transparansi dan responsivitas.
Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., dalam keynote speech menekankan bahwa tata kelola yang bersih merupakan fondasi pendidikan berkelas dunia. Menurutnya, mutu akademik tidak berdiri sendiri, tetapi ditopang oleh sistem administrasi yang efektif dan melayani. Ia juga menyampaikan bahwa penguatan Zona Integritas di FEB Unpad mencerminkan komitmen institusi dalam membangun sistem yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas oleh Dekan FEB Unpad yang disaksikan oleh Rektor Unpad. Prosesi ini menjadi simbol penguatan budaya kerja berbasis integritas di lingkungan fakultas. Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan peluncuran sistem layanan digital pelaporan FEB Unpad yang memungkinkan pemantauan proses secara lebih terbuka dan terdokumentasi.
Melalui penguatan Zona Integritas menuju WBBM ini, FEB Unpad menegaskan bahwa reformasi birokrasi merupakan proses berkelanjutan yang menuntut disiplin, konsistensi, dan perubahan budaya kerja. Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi FEB Unpad terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 16 tentang institusi yang efektif, akuntabel, dan transparan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, serta SDG 9 terkait inovasi dan penguatan infrastruktur digital layanan. Integritas diposisikan sebagai fondasi utama untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berdaya saing global dan berdampak bagi masyarakat.* (Rilis oleh: Humas FEB Unpad)



The post FEB Unpad Perkuat Langkah Menuju WBBM, Tegaskan Integritas sebagai Fondasi Layanan Fakultas appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) memperkuat kepemimpinannya dalam transformasi digital nasional dengan menginisiasi pembentukan Konsorsium Artificial Intelligence (AI) bagi perguruan tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten. Langkah strategis ini diresmikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pembentukan Konsorsium AI dan Pemanfaatan AI dalam Riset dan Pembelajaran" di Aula LLDIKTI Wilayah IV, Bandung, Kamis 5 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi forum krusial yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) untuk menyatukan visi dalam menghadapi disrupsi teknologi. Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini sebagai upaya kolektif untuk menghindari duplikasi riset dan memperkuat jejaring repositori terbuka antar-kampus.
Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP) Unpad, Dr. Ir Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., hadir sebagai inisiator sekaligus narasumber utama. Dalam paparannya yang berjudul "Transformasi Digital Inklusif: Membangun Jejaring Akademik yang Berdaya Saing dan Berdampak", Dr. Intan membedah bagaimana AI harus diintegrasikan ke dalam ekosistem pendidikan tinggi secara menyeluruh.
"Konsorsium ini bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan sebuah ekosistem untuk membangun kemandirian digital. Kita ingin menciptakan jejaring akademik di mana setiap perguruan tinggi memiliki akses yang sama terhadap sumber daya AI yang berkualitas demi menciptakan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Dr. Intan.
Kehadiran Unpad dalam FGD ini juga diperkuat oleh jajaran pimpinan dan pakar yang membidangi transformasi digital serta riset. Turut hadir mendampingi, Kepala Pusat Pengembangan Riset di Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian pada Masyarakat Unpad,Diky Ramdani, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D., yang memberikan perspektif mengenai optimalisasi AI untuk hilirisasi riset. Selain itu, turut hadir Ketua Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Big Data Unpad, Dr. Anindya Apriliyanti Pravitasari, S.Si., M.Si., dan Kepala Kantor Pengelolaan Data dan Arsip Digital Unpad, Okki Mahendra Daniswara, S.Si., M.T.
Berdasarkan paparan Dr. Intan, pembentukan konsorsium ini akan bertumpu pada lima pilar utama:
Agenda FGD ini diakhiri dengan momen bersejarah berupa penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan dari sekitar 20 perguruan tinggi yang hadir. Penandatanganan ini menandai kesediaan resmi masing-masing kampus untuk bergabung dan berkontribusi aktif dalam Konsorsium AI LLDIKTI Wilayah IV.
Inisiasi Unpad ini mendapat respons positif dari berbagai pimpinan institusi seperti ITB, UPI, UIN SGD, hingga Telkom University dan puluhan PTS lainnya di wilayah Jawa Barat dan Banten. Pembentukan konsorsium ini diharapkan mampu mendorong efisiensi riset melalui penggunaan repositori bersama, sehingga riset-riset berbasis AI dapat lebih tepat guna. Konsorsium AI ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi terciptanya standar baru dalam pendidikan tinggi yang adaptif terhadap masa depan digital.* (Rilis oleh: PIPP Unpad)



The post Unpad Inisiasi Pembentukan Konsorsium AI di LLDIKTI IV Jabar-Banten untuk Transformasi Digital Inklusif appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Unit Inkubasi Hilirisasi dan Komersialisasi Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (IHK FTIP Unpad) kembali menunjukkan perannya dalam penguatan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui keberhasilan Mimide meraih Juara 1 Tingkat Nasional pada ajang Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, 4-6 Februari 2026.
Mimide merupakan UMKM Indramayu binaan IHK FTIP Unpad, PT. Pertamina Eksplorasi dan Produksi, yang mengembangkan potensi mangga lokal khas Indramayu (Gedong Gincu) sebagai bahan baku utama kue nastar. Tak hanya sekadar bisnis, Mimide juga membawa dampak sosial dengan memberdayakan pekerja purna migran sebagai tenaga produksi untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi lokal. Informasi Mimide secara daring bisa dilihat di instagram @mimide.id
Keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang dan pendampingan intensif oleh tim IHK FTIP Unpad yang berfokus pada penguatan kapasitas bisnis, inovasi, serta daya saing. Melalui pendekatan komprehensif, tim memberikan bimbingan strategis yang mencakup penguatan branding merek Mimide, penyusunan business plan, hingga optimalisasi digital marketing dan e-commerce. Selain dukungan akademisi, kolaborasi ini semakin kuat dengan kehadiran mahasiswa KKN Unpad di Desa Jayalaksana yang turut mendampingi Mimide di setiap rangkaian kompetisi.
Rangkaian pendampingan tersebut mengantarkan Mimide sukses melewati berbagai tahapan seleksi yang ketat, mulai dari seleksi video, hingga wawancara daring. Puncaknya, pada Grand Final Pitching Business Strategy yang digelar di Jakarta pada 5 Februari 2026. Mimide tampil impresif di hadapan dewan juri nasional seperti Chef Edwin Lau, Chef Ryan Grady, dan Fildzah Sabrina. Penampilan yang matang hasil bimbingan intensif tersebut berhasil meyakinkan para juri, hingga akhirnya Mimide dinobatkan sebagai yang terbaik di tingkat nasional.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian yang telah diraih. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa UMKM dari daerah pun memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan diapresiasi di tingkat nasional. Proses Panjang yang kami lalui, mulai dari belajar, dibimbing, hingga berani tampil, menjadi pengalaman berharga bagi Mimide untuk terus berkembang,” ujar Cartinih, pendiri Mimide.
Lebih lanjut, Cartinih mengatakan, semoga langkah ini menjadi pintu kesuksesan bagi Mimide serta dapat menginspirasi UMKM lain untuk berani berinovasi dan menciptakan dampak social yang lebih luas.
“Terima kasih kepada para petani mangga Indramayu, Tim Mimide, IHK FTIP Unpad, Pertamina EP, dan Bogasari atas dukungan yang telah diberikan,” ujar Cartinih.
Keberhasilan Mimide meraih juara pertama menjadi bukti bahwa pendampingan berbasis pentahelix mampu mengangkat UMKM lokal bersaing di tingkat nasional sekaligus menjadi bukti konkret bahwa melalui proses pendampingan intensif mampu meningkatkan kapasitas UMKM lokal hingga siap bersaing di level nasional.
Wazirul Luthfi selaku Head of Communication, Relation & CID Pertamina EP Zona 7 mengatakan konsep produk dan validasi produk yang dikembangkan UMKM tetap sesuai potensi wilayah dan segmen pasar.
“Kami berkomitmen memberdayakan UMKM menjadi naik kelas, keberhasilan Mimide merupakan buah dari komitmen kami yang berkolaborasi dengan IHK sebagai inkubator sekaligus akademisi yang dapat mendampingi UMKM bukan hanya dari sisi pengembangan bisnis tapi juga melalui revisi konsep produk dan validasi sehingga produk yang dikembangkan UMKM tetap sesuai potensi wilayah dan segmen pasar” ujarnya
Dr. In-In Hanidah, selaku Kepala IHK FTIP Unpad juga menambahkan bahwa keberhasilan Mimide ini merupakan kolaborasi strategis perguruan tinggi, sektor usaha, pemerintah dan komunitas.
“Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi semata, namun sebagai model kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan sektor usaha untuk mendorong UMKM agar naik kelas, berkelanjutan, serta memberikan dampak sosial yang nyata,” ujar In-In Hanidah.
Melalui pencapaian ini, Unpad berharap keberhasilan Mimide dapat menjadi sumber inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya untuk lebih berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi. Dengan membangun bisnis yang berbasis pada potensi lokal melalui pendekatan dan proses pendampingan yang kuat, UMKM diharapkan mampu tumbuh menjadi pilar ekonomi yang tangguh di masa depan.* (Rilis oleh: Dani Wahdani/Humas FTIP Unpad)



The post Kolaborasi Pentahelix Antarkan UMKM Mimide Indramayu Raih Juara 1 Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.