Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik di Sekolah Vokasi dengan Foshan Polytechnic, China, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bersama Livin, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, pada Senin, 19 Mei 2026.
Naskah Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita bersama Rektor Foshan Polytechnic, Huang Jianguang, serta disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Dekan Sekolah Vokasi Unpad, Dr. Kurniawan Saefulllah, S.E., M.Ec., dan segenap pimpinan di lingkungan Unpad dan Foshan Polytechnic.
Dalam sambutannya, Rektor Unpad menyambut baik kerja sama di di bidang pendidikan, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, hingga bidang penelitian antara Sekolah Vokasi Unpad dan Foshan Polytechnic. Rektor menyampaikan bahwa melalui kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada bidang manufaktur dan industri di masa yang akan datang.
“Sekolah Vokasi adalah salah satu fakultas kami yang cukup banyak memiliki mahasiswa. Tentunya kami merasa senang dan bangga apabila sekolah vokasi kami dan beberapa fakultas lainnya mendapatkan kesempatan untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, serta kerja sama di bidang penelitian. Kami tahu bahwa China adalah negara yang sudah sangat berkembang, khususnya di bidang manufaktur dan industri, sehingga kami sangat menanti kolaborasi dan kerja sama ini agar dapat segera berlangsung di masa yang akan datang,” ujar Rektor.
Sementara itu, Rektor Foshan Polytechnic, Huang Jianguang menjelaskan bahwa pertemuan ini diharapkan tidak hanya memperdalam kerja sama yang dibangun, tetapi sekaligus menjadi kesempatan untuk saling belajar dari pengalaman antara kedua institusi dan salah satu bentuk upaya pengembangan SDM yang bersifat khusus serta terarah.
“Kami berharap dapat bersama-sama memperdalam pengembangan kurikulum bersama dan sumber daya di bidang smart manufacturing dan energi hijau. Marilah kita bergandengan tangan untuk bersama menjajaki jalur baru pengembangan kolaboratif serta membina lebih banyak SDM berkualitas tinggi yang berorientasi pada industri masa depan dan memiliki wawasan internasional,” jelasnya.* (R02)



The post Unpad dan Foshan Polytechnic Jalin Kolaborasi Akademik di Bidang Manufaktur dan Industri appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran berkomitmen untuk memperkuat reputasi internasional melalui berbagai program strategis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan kegiatan “Employer Meeting: Unpad Talent & Employer Partnership Summit 2026” bertema Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mewujudkan SDM Unggull dan Berdaya Saing Global di Bale Sawala, Gedung rektorat Unpad Kampus Jatinangor, pada Senin, 18 Mei 2026.
“Pertemuan hari ini adalah untuk bisa melakukan sinergi dan konsolidasi, bagaimana keputusan yang ada di Unpad betul-betul diakui kemajuannya di dunia kerja, di dunia penggunaan urusan, dan di dunia masyarakat secara umum,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita dalam sambutannya.
Salah satu pembicara kunci dalam kegiatan ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI, yang juga alumni Unpad, Rini Widyantini, mengatakan bahwa transformasi menuju pemerintahan digital bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan sebuah keharusan di tengah perkembangan global yang semakin mendorong otomatisasi dan perubahan kebutuhan keterampilan kerja.
“Kita harus terus melakukan berbagai transformasi yang mengarah pada penguatan digital. Perkembangan global yang bergerak menuju otomatisasi turut mengubah kebutuhan keterampilan kerja, pendidikan, dan layanan publik,” papar Rini.
Sementara Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengapresiasi Unpad dalam mendukung Program Transmigrasi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi sejak 2025. Pada tahun ini Unpad kembali dipercaya menjadi salah satu dari tujuh mitra utama perguruan tinggi nasional dalam pelaksanaan program tersebut.
“Anak muda membutuhkan ruang untuk pengabdian dan aktualisasi diri. Transmigrasi kini bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi menciptakan ekosistem ekonomi baru yang membutuhkan kehadiran sumber daya manusia unggul. Tidak mungkin suatu daerah dapat berkembang tanpa SDM yang berkualitas,” jelas M. Iftitah yang merupakan alumni Unpad.
Pembicara kunci lainnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Prof. Cris Kuntadi, menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah menjadi salah satu prioritas utama. Dalam membuka peluang kerja, diperlukan kerja sama dengan berbagai instansi guna memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap bersaing di dunia kerja.
“Masih ada kesenjangan keterampilan yang cukup tinggi antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Kesenjangan ini harus kita dekatkan, salah satunya melalui penguatan pelatihan vokasi dan peningkatan produktivitas,” jelas Prof. Cris.
Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Tedi Bharata, menjelaskan bahwa, perusahaan kerap terlalu fokus pada kebutuhan jangka pendek dan melupakan tantangan strategis di masa menengah maupun panjang. Perguruan tinggi berperan untuk mengantisipasi munculnya teknologi baru yang dapat mengubah kebutuhan industri dalam beberapa tahun ke depan.
“Di sinilah peran Unpad sebagai research center dan innovation center yang mampu menghadirkan solusi yang juga menjawab kebutuhan masa depan. Kolaborasi ini perlu terus diperkuat dan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek,” ujar Tedi.
Pada kesempatan ini, juga dilaksanakan panel diskusi bertema “Kolaborasi Lintas Sektor: Membangun Talenta Unggul dan Berdaya Saing Global” yang menghadirkan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan, Wakil Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (Persero) Dany Amrul Ichdan, Kepala Pusat Pasar kerja (Puspas) Kemenaker RI R. Nurhidajat, M.Ec.Dec, Executive Vice President & Chif People and Business Ecosystem Development PT Paragon Technology and Innovation A. Miftahuddin Amin, dan Ketua Umum Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Dudi Arisandi. Diskusi ini dimoderatori oleh Managing Director Talent Fit Indonesia Resya Sujana.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Plt. Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Dr. Maman Setiawan, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, sejumlah pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan Unpad, serta perwakilan mitra strategis Unpad.
Pada kesempatan yang sama, Unpad dan Kemenaker RI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia.
Unpad juga menyerahkan berbagai program beasiswa kepada sejumlah mahasiswa. Beasiswa Ikatan Alumni (IKA) Unpad yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad dengan dukungan IKA Unpad dan berada di bawah koordinasi Direktorat Kemahasiswaan Unpad diberikan kepada 48 mahasiswa. Selain itu, Unpad turut menyalurkan beasiswa Dana Abadi Unpad dengan total nilai Rp 1.640.625.000.
“Pemerintah tentu tidak bisa terus-menerus mendukung seluruh proses pembiayaan pendidikan. Kita harus mampu mengandalkan kekuatan sendiri, salah satunya dengan memperkuat dana abadi yang akan dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, penelitian, pengembangan fasilitas, serta membantu mahasiswa yang membutuhkan bantuan,” jelas Prof. Arief.
Pada kegiatan tersebut, Unpad juga memberikan penghargaan HR Award kepada sejumlah mitra strategis, yaitu:
Best Industry Partner: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.
Best HR Collaborator Kementerian Transmigrasi RI
Special recognition: Bank Indonesia
Graduate recruitment Excellence Award: Bank Mandiri
Student Entrepreneurship Development Award: PT Grab Teknologi Indonesia
Employer Branding Excellence Award: PT Paragon Technology and Innovation
Talent Development Award: Enesis Group
Top Graduate Employer Award: PT Bank Rakyat Indonesia
Career Readiness Development Award: PT Toyota Astra Motor
Melalui kegiatan ini, Unpad berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri, dan berbagai mitra strategis dalam menyiapkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menghadapi perubahan dunia kerja sekaligus mendukung peningkatan reputasi Unpad di tingkat internasional.* (R01)















The post Employer Meeting: Unpad Talent & Employer Partnership Summit 2026 Perkuat Sinergi Kampus dan Industri appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Internasional bertajuk “From Local Charm to Global Service: Multilingual Hospitality for Eco-Tourism in Lebak Muncang Village, Ciwidey”. Kegiatan yang didanai oleh Program Equity World Class University (WCU) PPM Internasional ini berlangsung di Aula Balai Pertemuan Desa Lebak Muncang, Ciwidey, Kabupaten Bandung pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Acara dibuka oleh Kepala Desa Lebak Muncang, Diki Darmawan, S.IP., dan dihadiri oleh 33 peserta yang merupakan para pemandu wisata lokal. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Unpad dalam memberdayakan masyarakat desa wisata melalui pendekatan kolaborasi internasional, melibatkan akademisi dari Peking University (Tiongkok) dan Universiti Putra Malaysia (Malaysia), serta berbagai pemangku kepentingan lokal.
Desa Wisata Lebak Muncang menyimpan potensi wisata alam dan budaya yang sangat kaya, mulai dari kebun strawberry, lahan sayur-mayur, hingga kekayaan seni tradisional dan beragam produk olahan lokal seperti keripik stroberi, kerupuk stroberi, agar stroberi, dodol stroberi, dan kopi luwak khas Lebak Muncang. Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya dapat dinikmati wisatawan mancanegara akibat sejumlah hambatan yang perlu segera diatasi.
Kegiatan ini terdiri dari dua sesi utama, pertama berupa pelatihan bahasa asing (Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris) yang difasilitasi oleh Arbi Abdul Kahfi, S.AB., MBA. dan M. Annas Zaenulloh, S.S., M.TCSOL, dengan dukungan 4 mahasiswa asing dari Tiongkok, 1 mahasiswa asing dari Malaysia, dan 2 mahasiswa Universitas Padjadjaran. Sesi ini menghasilkan 1 modul pembelajaran bahasa asing beserta konten digital yang dapat digunakan secara mandiri oleh masyarakat.
Sesi kedua berupa pendampingan dan konsultasi bersama para narasumber. Secara bersamaan dengan sesi pelatihan, para narasumber asing melakukan observasi lapangan ke berbagai titik potensi desa, meliputi kebun stroberi, lahan sayur-mayur, potensi wisata budaya dan alat musik tradisional, serta produk olahan warga. Hasil observasi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi yang kaya dalam sesi pendampingan bersama seluruh peserta.
Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Prof. Xiang Yong (Peking University, Tiongkok), Dr. Sharon Ong Yong Yee (Universiti Putra Malaysia, Malaysia), Dr. Nurillah Jamil Achmawati Novel, S.AB., MBA. (Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran, Indonesia — Ketua Tim PPM), dan Yang Nadia Miranti, S.Hum., M.Pd. (Universitas Brawijaya, Indonesia).
Hasil observasi lapangan oleh para narasumber asing menjadi bahan diskusi yang kaya dalam sesi pendampingan dan konsultasi. Sejumlah permasalahan teridentifikasi selama kegiatan berlangsung.
Pertama, kendala komunikasi dengan wisatawan mancanegara masih menjadi hambatan utama. Kedua, perbedaan budaya dan kebiasaan turut menjadi tantangan tersendiri, salah satu contohnya adalah pada usaha homestay, di mana tamu asing umumnya mengharapkan fasilitas kamar mandi dengan shower dan WC duduk. Ketiga, pelaku usaha lokal menghadapi kesulitan dalam menarik minat wisatawan terhadap produk lokal, khususnya alat musik tradisional. Keempat, produksi makanan dan minuman lokal yang masih bersifat by order menyebabkan keterbatasan stok sehingga tidak dapat memenuhi permintaan mendadak dalam jumlah besar. Kelima, desa wisata ini belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku untuk mengatur kebersihan dan kualitas pelayanan secara konsisten.
Dr. Sharon Ong Yong Yee merekomendasikan pemanfaatan aplikasi penerjemah berbasis gawai yang mudah diakses, baik yang berbayar maupun gratis, sebagai solusi praktis mengatasi kendala komunikasi. Ia juga menyarankan agar implementasi lebih lanjut dapat menjadi agenda keberlanjutan program PPM berikutnya.
Prof. Xiang Yong, didampingi oleh Nadia Miranti, S.Hum., M.Pd., menekankan pentingnya pemahaman sejarah kerja sama Indonesia, khususnya Bandung, dengan negara-negara Asia sebagai fondasi untuk membangun visi bersama dalam pengembangan desa yang berkelanjutan. Menurutnya, Bandung memiliki daya tarik luar biasa, baik dari sisi alam maupun budaya, sehingga perlu memiliki representasi layanan yang terstandarisasi. Prof. Xiang dan Nadia juga menyarankan agar Desa Lebak Muncang dapat belajar dari praktik terbaik desa wisata lain di Indonesia, seperti kawasan Borobudur Magelang dan Kampung Warna-Warni.
Lebih lanjut, Prof. Xiang menegaskan bahwa Universitas Padjadjaran sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat perlu terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional, agar kegiatan PPM tidak berhenti hanya sebagai program insidental, melainkan menjadi upaya berkelanjutan yang benar-benar mampu menyelesaikan permasalahan nyata masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan bahasa. Ini adalah jembatan antara potensi lokal yang luar biasa dengan standar layanan yang diharapkan wisatawan internasional. Kami berharap program ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih panjang dan berdampak nyata bagi masyarakat Desa Lebak Muncang dan Indonesia,” ujar Prof. Xiang Yong, Peking University, Tiongkok
Sebagai bentuk akuntabilitas program, kegiatan PPM Internasional ini menghasilkan sejumlah luaran konkret:
Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen Universitas Padjadjaran dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang Pengabdian kepada Masyarakat, dengan standar internasional. Dengan dukungan penuh dari Program Equity WCU PPM Internasional, Unpad berharap kegiatan ini menjadi titik awal dari program pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi Desa Wisata Lebak Muncang dan desa-desa wisata lainnya di Indonesia.* (Rilis oleh: Arbi/DRHPM Unpad)



The post Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Unpad Gelar PPM Internasional di Desa Wisata Lebak Muncang Ciwidey appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) / Nota Kesepahaman dengan Forum of Small Medium Economic Africa ASEAN (FORSEAA) tentang pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar menjangkau pasar internasional. Penandatanganan dilaksanakan di Executive Lounge Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Kamis 7 Mei 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Utusan Khusus Presiden Republik Seychelles untuk ASEAN yang juga pendiri FORSEAA, Nico Barito. Seychelles adalah negara kepulauan yang berlokasi di pantai timur Afrika. Dalam MoU ini antara lain disepakati bahwa kedua pihak akan mengindentifikasi program pengembangan UMKM di sekitar Unpad, membangun pusat unggulan dan destinasi baru wisata ekokultural, serta melakukan pengembangan budidaya ikan air tawar di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menyampaikan bahwa kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen Unpad dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat melalui pendidikan, riset, dan pengabdian yang berdampak. Rektor menambahkan bahwa kolaborasi internasional seperti ini juga membuka peluang bagi sivitas akademika Unpad untuk terlibat dalam pengembangan riset, inovasi, dan jejaring global yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan UMKM dan potensi lokal,” kata Rektor.
Sementara itu, Nico Barito mengatakan kolaborasi antara FORSEAA dan Unpad menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Afrika dan ASEAN melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis lokal. Dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong inovasi, riset, dan pengembangan kapasitas masyarakat melalui kolaborasi lintas negara.
“UMKM memiliki kekuatan besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, kolaborasi seperti ini penting untuk membuka akses yang lebih luas agar produk-produk lokal dapat berkembang dan memiliki daya saing di pasar internasional,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut Unpad dan FORSEAA diharapkan dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendorong produk dan potensi lokal agar semakin dikenal di tingkat internasional.* (R02)






The post Unpad Tandatangani MoU dengan FORSEAA untuk Bina UMKM Jangkau Pasar Internasional appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menggelar sesi sharing antara jajaran pimpinan universitas dengan perwakilan mahasiswa di Lapangan Basket Bale Santika, Kampus Unpad Jatinangor, Senin 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan pimpinan universitas untuk membahas berbagai isu akademik, kemahasiswaan, hingga fasilitas penunjang kegiatan belajar di lingkungan kampus.
Kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, bersama sejumlah pimpinan unit di lingkungan Unpad, diantaranya Direktur Akademik, Direktur Kemahasiswaan, Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola, Direktur Pengelolaan Aset, Sarana dan Prasarana, Direktur Pemasaran, Direktur Keuangan dan Tresuri, Direktur Pengelolaan Bisnis, Direktur Pendidikan Non Gelar, Kepala Kantor Layanan Kemahasiswaan, Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, serta sejumlah perwakilan wakil dekan fakultas, termasuk Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi. Kegiatan turut difasilitasi oleh Muhammad Naim selaku anggota Majelis Wali Amanat Mahasiswa Unpad.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan terkait fasilitas dan infrastruktur kampus, akses terhadap program beasiswa, hingga penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT). Pimpinan universitas memberikan penjelasan serta tanggapan secara langsung terhadap berbagai isu yang disampaikan mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan bahwa forum seperti ini penting untuk menjaga komunikasi dua arah antara mahasiswa dan universitas. Melalui dialog terbuka, universitas berharap dapat memahami kebutuhan mahasiswa secara lebih dekat sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara kolaboratif.
Ke depan, kegiatan sharing dan silaturahmi antara pimpinan universitas dan mahasiswa ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin sebagai wadah komunikasi, penyerapan aspirasi, serta penguatan hubungan antara mahasiswa dan pihak universitas. Dengan forum yang berkelanjutan, Unpad berharap berbagai masukan mahasiswa dapat ditindaklanjuti secara lebih terarah dan konstruktif.
Kegiatan silaturahmi ini juga menjadi bagian dari upaya Unpad dalam memperkuat ekosistem akademik yang inklusif, partisipatif, dan responsif terhadap aspirasi mahasiswa.* (Rilis oleh: Dit. Pemasaran Unpad)






The post Rektorat Unpad Gelar Sesi Sharing Bersama Perwakilan Mahasiswa appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Ketertarikan pada dunia riset membawa lulusan Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran, Launa Silky Karenindra Rokhmat, meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Magister. Melalui program fast track, Launa berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister dalam waktu relatif singkat sekaligus mencatatkan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi Q1.
Launa dilantik menjadi wisudawan pada Upacara Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Iwa Koesoemasoemantri Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Selasa 5 Mei 2026.
Launa mengaku proses adaptasi pada awal perkuliahan tidak mudah, tetapi dukungan lingkungan dan teman-teman membuatnya perlahan menikmati proses belajar hingga akhirnya mampu menyelesaikan studi dengan baik. Launa menyampaikan bahwa pencapaian sebagai wisudawan terbaik jenjang Magister merupakan hasil dukungan dari berbagai pihak yang mendampinginya selama proses studi dan penelitian.
“Bagi saya, pencapaian ini bukan semata hasil usaha saya sendiri, melainkan karena dukungan dari orang-orang di sekitar saya,” kata Launa.
Launa menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan magister dirinya lebih banyak fokus pada studi dan penelitian, hingga sempat menjadi asisten laboratorium untuk kegiatan praktikum. Sementara saat jenjang sarjana Launa aktif mengikuti organisasi dan kepanitiaan sebagai sarana mengembangkan kemampuan bekerja sama dan pengalaman organisasi.
Ketertarikan menjadi peneliti sejak jenjang sarjana menjadi motivasi terbesarnya mengikuti program fast track karena program tersebut menjadi peluang untuk mempertahankan momentum belajar sekaligus memperluas pengalaman riset. Selain itu, adanya peluang pendanaan dan hibah penelitian untuk mahasiswa magister semakin mendorongnya mengambil jalur percepatan studi tersebut.
Meski demikian, menjalani program fast track tidak lepas dari tantangan karena dirinya harus menjalani transisi dari jenjang sarjana ke magister dalam waktu singkat, sambil tetap menjaga progres penelitian agar berjalan sesuai target. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya muncul saat melakukan penelitian terkait pengembangan material Molecularly Imprinted Polymers untuk sensor HbA1c sebagai biomarker diabetes. Dalam prosesnya, eksperimen harus berulang kali dilakukan karena material yang disintesis belum memberikan respons sensor sesuai harapan.
“Dalam beberapa percobaan polimer yang saya sintesis belum terbentuk dengan baik atau respons sensornya belum sesuai harapan, sehingga eksperimen harus diulang berkali-kali. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa penelitian merupakan proses panjang yang membutuhkan evaluasi dan ketekunan,” ujarnya.
Selain aktif melakukan penelitian, dirinya juga berhasil menerbitkan artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi Q1. Proses publikasi tersebut dimulai dari menentukan topik penelitian yang relevan dan memiliki unsur kebaruan (novelty). Menurutnya, tantangan terbesar dalam publikasi ilmiah adalah memastikan data penelitian benar-benar kuat dan konsisten. Selain itu, proses revisi dari reviewer juga membutuhkan ketelitian karena setiap komentar harus dijawab dengan argumentasi yang didukung data penelitian.
“Kadang kami juga perlu mengecek ulang hasil penelitian atau menambahkan data analisis tertentu agar penjelasannya lebih lengkap,” jelas Launa.
Launa menyampaikan bahwa dukungan Unpad dalam fasilitas penelitian dan pendanaan publikasi ilmiah sangat membantu selama proses tersebut. Ke depan, diharapkan Unpad dapat terus meningkatkan dukungan bagi mahasiswa, khususnya dalam bidang riset dan publikasi ilmiah, berupa peningkatan fasilitas penelitian, akses jurnal internasional, ruang belajar yang nyaman, hingga program pengembangan akademik seperti pelatihan penulisan artikel ilmiah dan konferensi.
Lebih lanjut, Launa berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal-hal baru dan tetap konsisten menjalani proses belajar karena setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing, sehingga tidak perlu terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain.
“Trust the process, karena setiap pengalaman pasti membawa pelajaran bagi kita,” pungkasnya.* (R02)
Daftar Publikasi:
The post Lulus Program Fast Track S1-S2 dan Terbitkan Karya Ilmiah di Jurnal Q1, Launa Silky Jadi Wisudawan Terbaik appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Program Studi Pariwisata Bahari Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Marine Tourism Festival (MTF) 5.0 sebagai upaya mendorong pengembangan sektor pariwisata bahari yang berkelanjutan di Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di Bale Sawala, Universitas Padjadjaran, pada 4 Mei 2026 ini mengusung tema “The Blue Paradox: Absolute Beauty, Cultural Power, and Who Really Owns The Ocean?”. Kegiatan menghadirkan berbagai rangkaian acara yang bersifat edukatif dan inspiratif, seperti talkshow, workshop, booth interaktif, serta pertunjukan seni.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2022, Marine Tourism Festival secara konsisten berperan dalam memperkenalkan potensi pariwisata bahari Indonesia kepada khalayak luas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, sejalan dengan prinsip ekowisata dan ekonomi biru.
Tema yang diusung merepresentasikan kontradiksi dalam pariwisata bahari. Di satu sisi, laut dipromosikan sebagai simbol keindahan yang dapat dinikmati semua orang, namun di sisi lain eksploitasi berlebihan justru dapat memicu kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial. Tema ini juga menyoroti kekuatan budaya lokal dalam menjaga nilai-nilai laut serta mempertanyakan siapa pihak yang sebenarnya memperoleh akses dan keuntungan terbesar dari sektor pariwisata bahari.
Acara ini menghadirkan keynote speaker Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dr. Iendra Sofyan, S.T., M.Si., yang menyampaikan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya pada sektor pariwisata bahari di Indonesia.
Pada sesi talkshow utama bertajuk “Antara Cuan dan Kelestarian: Are We Building or Slowly Breaking Our Marine Tourism?”, peserta mendapatkan wawasan dari para narasumber yang berkompeten di bidang pariwisata bahari dan keberlanjutan, yaitu Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Ir. Dyah Ayu P, M.Si., perwakilan WWF Indonesia, Dr. Imam Musthofa Zainudin, serta dosen Pariwisata Bahari Unpad, Mochamad Candra Wirawan Arief, Ph.D. dengan moderator Dr. Sheila Zallesa, S.Kel., M.I.L.
Diskusi tersebut membahas tantangan pengembangan wisata bahari di Indonesia, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, hingga langkah strategis dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.
Selain itu, terdapat pula sesi diskusi bertajuk “Marine Ecosystem Health: The Real Indicator of Sustainable Blue Economy” yang menghadirkan Founder Ocean Young Guard, Aidin Fitrah Bachtiar selaku, yang membahas pentingnya kesehatan ekosistem laut sebagai indikator utama dalam mewujudkan ekonomi biru yang berkelanjutan.
Melalui Marine Tourism Festival 5.0, diharapkan mahasiswa dan masyarakat luas dapat lebih memahami potensi besar sektor pariwisata bahari Indonesia serta turut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut di masa mendatang.*



The post Marine Tourism Festival (MTF) 5.0, Penguatan Pariwisata Bahari Berkelanjutan melalui Pendekatan Blue Economy appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Mappi, Papua Selatan, tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Tridarma Perguruan Tinggi). Selain itu, ditandatangani pula Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang program pendidikan, pendidikan dokter spesialis dan beasiswa bagi guru.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Bupati Kab. Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu. Sementara PKS ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kab. Mappi, Dra Maria Goreti Letsoin, M.Pd., dengan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, dan Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Prof. Vitriana,. Penandatanganan dilaksanakan di Executive Lounge Unpad Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, pada Jumat 8 Mei 2026.
"Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Universitas Padjadjaran yang telah memberikan kesempatan, memberi ruang untuk kerja sama. Ini memberi kami harapan, baik bagi adik-adik maupun masyarakat yang ada di Mappi, bahwa mereka juga punya sebuah harapan, mereka punya kesempatan untuk ada di sini (Unpad)," ujar Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu.
Kristosimus memaparkan, Pemkab Mappi saat ini memiliki Program Seribu Sarjana yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Mappi. Melalui program tersebut, diharapkan para generasi muda Mappi dapat memperoleh akses lebih baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik. Selain itu, pihaknya juga ingin meningkatkan kompetensi para pegawai, dokter spesialis dan guru, terutama guru bidang sains, di lingkungan Pemkab Mappi.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyambut baik kerja sama ini, dan meyakini Kabupaten Mappi Papua Selatan memiliki banyak talenta berkualitas yang dapat diikutsertakan dalam sejumlah program yang akan dilaksanakan.
"Perguruan tinggi harus memberi manfaat dan dampak kepada masyarakat secara luas. Melalui kerja sama antara akademik dan pemerintahan, dan tentu saja juga melibatkan masyarakat, kita berharap kemajuan masyarakat dapat tercapai," ujar Prof. Arief S. Kartasasmita.
Kerja sama ini merupakan salah satu bentuk implementasi visi strategis Unpad, yaitu "Unggul, Inklusif, Berdampak". Fokus utamanya mencakup kualitas akademik tinggi, kesetaraan akses pendidikan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.*






The post Unpad Jalin Kerja Sama Tridarma Perguruan Tinggi dengan Kabupaten Mappi Papua Selatan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional dengan meraih empat penghargaan pada ajang "UB Halal Metric 2026" yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya di Auditorium Algoritma, Gedung Fakultas Ilmu Komputer UB, Malang pada Selasa 5 Mei 2026.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Unpad dalam mengembangkan ekosistem halal yang terintegrasi, mulai dari pendidikan hingga kebijakan institusi. Dalam ajang tersebut, Unpad berhasil meraih:
• Gold Award pada bidang Education
• Silver Award pada bidang Infrastructure
• Copper Award pada bidang Halal Ecosystem & Perspective
• Copper Award pada bidang Policy
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi kuat seluruh elemen di lingkungan Unpad baik fakultas, program studi, pusat studi, pusat riset, dan pusat unggulan terkait dengan ekosistem halal dalam dalam proses pembelajaran, pengembangan kurikulum, riset, dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Universitas (SPSRU) Yudi Ahmad Faisal, Ph.D.
Peran strategis juga ditunjukkan oleh Padjadjaran Halal Research Center Universitas Padjadjaran yang secara konsisten menginisiasi berbagai program edukasi, penguatan riset, serta kolaborasi untuk mendorong literasi dan implementasi halal secara lebih luas.
Pencapaian ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh unit di Unpad untuk terus meningkatkan kinerja dan kolaborasi dalam mendukung penguatan ekosistem halal yang berkelanjutan. Ke depan, UNPAD berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, memperluas dampak, serta menjadikan nilai-nilai halal sebagai bagian integral dalam pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, Unpad optimistis dapat terus berkontribusi sebagai perguruan tinggi unggul dan berdampak dalam pengembangan ekosistem halal, baik di tingkat nasional maupun global.* (Rilis oleh: SPSRU Unpad)

The post Unpad Raih Empat Penghargaan di UB Halal Metric 2026, Perkuat Komitmen Ekosistem Halal Kampus appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (FTG Unpad) dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menandatangani perjanjian kerja sama dalam kegiatan kontrak swakelola jasa-jasa analisa dan isotope survey. Kerjasama ini merupakan Langkah strategis dalam penguatan pengawasan aspek lingkungan di wilayah kerja migas.
Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FTG Unpad, Dr.Eng. Boy Yosep C. S. S. Syah Alam, S.T., M.T., dan Manager Environment Facility Operation PHR, Tatit Pratahardia P., di Rumah Joglo, Duri Camp PT Pertamina Hulu Rokan Riau pada 6 Mei 2026.
Guru Besar FTG Unpad Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc., memaparkan urgensi penggunaan teknologi isotop dalam keilmuan Hidrogeologi. "Analisa isotop menjadi instrumen krusial dalam monitoring air tanah, khususnya untuk memantau dampak kegiatan injeksi limbah secara akurat dan saintifik terhadap air tanah guna menjamin keamanan lingkungan," ujar Prof. Hendarmawan.
Turut hadir mendampingi dalam pertemuan ini, Mochamad Nursiyam Barkah, S.T., M.T. sebagai Ketua Pelaksana Kerja Sama, Dr. Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, S.T., M.T. dan Yudhi Listiawan, S.T., M.T., sebagai tenaga ahli FTG Unpad.
Melalui kemitraan ini, FTG Unpad dan PHR berkomitmen untuk terus mengedepankan standar keamanan lingkungan tertinggi bagi masyarakat dan ekosistem di sekitar wilayah operasional.
“Kolaborasi hari ini membuktikan bahwa riset akademis memiliki peran vital dalam mendukung operasional industri migas yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” jelas Barkah.
PT Pertamina Hulu Rokan merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina Hulu Energi (PHE) yang bertugas mengelola Zona Rokan di Provinsi Riau. Sebagai salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia, PHR berkomitmen menjalankan operasional migas yang andal, efisien, serta berwawasan lingkungan melalui inovasi teknologi dan kolaborasi strategis demi menjaga ketahanan energi nasional.* (Rilis oleh: FTG Unpad)

The post FTG Unpad dan PT Pertamina Hulu Rokan Jalin Kerja Sama Implementasi Monitoring Isotop appeared first on Universitas Padjadjaran.