DIREKTORAT PERENCANAAN, SISTEM INFORMASI DAN TRANSFORMASI DIGITAL

SIAT AKADEMIK

SIAT KEMAHASISWAAN

SIAT KEPEGAWAIAN

SIAT E-OFFICE

SIAT PERENCANAAN

SIAT KKI-D

SIAT KKI-T

ERP by ORACLE

PORTAL STAFF UNPAD

PORTAL STUDENT UNPAD

PENGUMUMAN

Jadwal Penginputan Rencana Anggaran dan Rincian item barang dan jasa Tahun 2024

FENDRIA YUDHA [ 13-11-2023 12:48 ]

Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.


Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:

Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan

  • Jadwal Pengumpulan Dokumen RKAT 2024 Unit yang disahkan oleh pimpinan unit :
    Tanggal 13 Desember 2023 - 5 Januari 2024
    Format RKAT
    1. Pendahuluan
  • 1.1. Umum (Deskripsi umum unit, tantangan dan peluang, gambaran umum strategi pencapaian kinerja untuk mencapai IKU Renstra dan DIKTI, gambaran umum Proker tahun 2024)
  • 1.2. Rencana Strategis Unit Sebagai turunan dari rencana Strategis universitas, Indikator Kinerja dan target kinerja tahun 2020 - 2024 sebagai turunan IKU renstra dan IKU kemdikbud unit tahun 2020 - 2024)
  • 1.2. Pohon Kinerja
    2. Kinerja Tahun 2023 dan Rencana Kinerja Tahun 2024
    2.1. Capaian Kinerja tahun 2023 dan Rencana kinerja tahun 2024
    2.2. Rencana Program dan Kegiatan tahun 2024 (menguraikan Program kegiatan dan nilai pada tahun 2024- tabel dan deskripsi(hirarki prog dan kegiatan mengacu pada kelompok program dan kegiatan disiat perencanaan)
    2.3. Sumber Pembiayaan (menguraikan sumber penerimaan dan nilai penerimaan pada tahun 2024- tabel dan deskripsi)
  • 3. Penutup
  • 4. lampiran
    1. tabel Detail Rencana Program dan Kegiatan 2024
  • 2. Table Detail Rencana Penerimaan 2024
    3. Pohon Kinerja

Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:

Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)

Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.

Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

BERITA UNPAD

Unpad Terapkan Penyesuaian Pola Kerja dengan WFH di Hari Jumat

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran akan menerapkan work from home (WFH) pada setiap hari Jumat sebagai tindak lanjut dari terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik.

“Menindaklanjuti edaran tersebut, ada beberapa penyesuaian kebijakan di lingkungan Universitas Padjadjaran.  Penerapan WFH di Unpad dilaksanakan pada hari Jumat,” ujar Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, dalam surat edaran yang ditandatangani Selasa 7 April 2026.

Untuk akademik, Prof. Widya memaparkan, khususnya kuliah-kuliah praktikum baik di S1 maupun pascasarjana (khususnya PPDS) yang terjadwal di hari Jumat semuanya dilakukan luring atau tidak daring. Petugas tenaga kependidikan (tendik) yang memfasilitasinya diatur bergiliran sehingga total work from office (WFO) tetap 4 hari.

Lebih lanjut Prof. Widya menjelaskan, sistem pengawasan WFH diterapkan seperti saat pandemi Covid. Bagi tenaga kependidikan administratif, laporan kegiatan dilakukan melalui log book secara digital untuk tendik administratif. Sementara giat akademik dilaporkan melalui pimpinan fakultas masing-masing dan melalui laporan Sistem Informasi Administrasi Terpadu (SIAT). Sistem presensi tetap sama, diperhitungkan dua kali dalam satu hari saat mulai kerja dan selesai kerja. Laporannya diatur oleh unit kerja masing-masing.

“Kebijakan ini langsung berlaku di minggu ini pada Jumat 10 April 2026. Kebijakan WFH ini akan dievaluasi dalam satu bulan ke depan, apakah lanjut atau kembali normal,” ujar Prof. Widya.

Sementara Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, Ph.D., menginformasikan, Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola telah mengeluarkan surat edaran No. 1198/UN6.WR4/TU.00/2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja. Kebijakan Penyesuaian Pola Kerja di Lingkungan Unpad itu dibuat berdasarkan pada Surat Edaran Menteri Diktisaintek Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik.

“Surat Edaran tersebut sudah disebar ke sivitas akademika dan tenaga pendidikan tertanggal 7 April 2026, disebarkan melalui e-office dan juga pengumuman di Kanal Media Unpad,” ujar Dandi.

Dandi menjelaskan, WFH diterapkan kepada seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan, terutama yang bekerja di bidang administratif. Namun demikian, apabila pada hari Jumat ada terdapat jadwal perkuliahan atau praktikum, maka kegiatan tersebut tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan (berlaku untuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan terkait).

“Bagi dosen dan tendik yang memiliki jadwal tugas pada hari Jumat seperti disebutkan, pelaksanaan WFH dapat dialihkan ke hari lain di luar hari Jumat dengan pengaturan lebih lanjut di unit kerja masing-masing. Yang akan bekerja WFH selama satu hari adalah tenaga sektor administrasi. Perkuliahan yang tidak membutuhkan skill langsung, praktik lapangan, atau praktikum, dapat dilakukan melalui WFH,” jelas Dandi.

Lebih lanjut Dandi mengatakan, kebijakan WFH itu dikeluarkan untuk mengantisipasi krisis energi global. Para tendik maupun para dosen diimbau untuk bekerja di rumah. Jadi tidak bekerja di kafe atau di tempat lain di luar kampus. Apabila bekerja di kafe dan di tempat lainnya maka tidak akan menyelesaikan masalah terkait mengurangi kebutuhan energi,” jelas Dandi.*

The post Unpad Terapkan Penyesuaian Pola Kerja dengan WFH di Hari Jumat appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Jadi Tuan Rumah Program Tendik Berdampak Bidang Analis Kebijakan di Lingkungan Perguruan Tinggi

[Kanal Media Unpad] Sebagai salah satu bentuk komitmen terhadap penguatan kompetensi sumber daya manusia tenaga kependidikan di Indonesia, Universitas Padjadjaran menjadi tuan rumah penyelenggaraan Program Tendik Berdampak Workshop–Benchmarking Bidang Analisis Kebijakan di Lingkungan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Bandung, 7-10 April 2026.

Kegiatan tersebut dibuka secara daring oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto. Dalam sambutannya, Prof. Brian menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini diharapkan bukan hanya menjadi wadah untuk transfer pengetahuan, tetapi sekaligus menjadi tempat lahirnya praktik baik yang bisa langsung diimplementasikan di institusi masing-masing peserta. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk jejaring kolaborasi yang kuat antar masyarakat lingkungan pendidikan yang dapat terus berlanjut hingga masa yang akan datang.

“Peran tendik merupakan bagian penting dari kontribusi kita bagi masa depan bangsa. Dari kegiatan-kegiatan kecil yang dilakukan oleh tendik inilah maka kita berharap akhirnya sistem pendidikan menjadi jauh lebih baik dan pada akhirnya bisa melahirkan generasi unggul untuk masa depan Indonesia,” ujar Prof. Brian.

Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita dalam keynote speech-nya menyampaikan materi bertema “Membangun Ketajaman Analisis Permasalahan Tata Kelola Perguruan Tinggi bagi Analis Kebijakan dengan Keunggulan Adaptif, Berintegritas dan Cakap Digital untuk Mendukung Transformasi Perguruan Tinggi Menuju World Class University”.

Dalam pemaparannya, Rektor menjelaskan bahwa transformasi bangsa akan berjalan dengan baik bisa perguruan tinggi dapat bergerak menjadi ekosistem yang cerdas, responsif, dan berdaya saing global. Oleh karena itu, diperlukan inovasi akademik yang dapat terwujud dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel yang didukung oleh transformasi digital.

“Peserta kegiatan ini ke depannya adalah menjadi motor penggerak perubahan karena para analis kebijakan tidak hanya menggunakan satu navigator, tetapi rekomendasi para tenaga kependidikan sebagai inti dari penggerak sistem akan menjadi basis data yang dapat menentukan masa depan strategis perubahan institusi pendidikan Indonesia,” jelas Rektor.

Lebih lanjut, turut hadir sebagai pemateri workshop hari pertama antara lain adalah Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata dengan materi “Wawasan Kebangsaan dan Pertahanan Nasional”, Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad Dr. Imanudin Kudus, dan Dr. Bonti, S.IP., M.Si., dengan materi “Workshop dan Simulasi Analisis Kebijakan Publik dan Implementasi di Perguruan Tinggi”, serta Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola Unpad Ahmad Baehaqi, S.Si., M.T., dengan materi “Regulasi dan Kebijakan Pendidikan Tinggi serta Komunikasi dan Advokasi Kebijakan”.

Sementara Ketua Penyelenggara workshop-benchmarking, Rina Mariana, memaparkan bahwa Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Tendik Berdampak yang digulirkan oleh Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini merupakan momentum penting dalam transformasi tata kelola pendidikan tinggi, yang dihadiri oleh 51 peserta dari 51 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, mencakup 8 PTN dan 43 PTS dari 16 provinsi.

Program ini menitikberatkan pada penguatan tiga kompetensi utama bagi tenaga kependidikan, yaitu kompetensi teknis, manajerial, dan sosio-kultural untuk 7 bidang jabatan, yaitu Analis SDM, Analis Kebijakan, Arsiparis, Pranata Humas , Pranata Laboran Pendidikan, Pranata Komputer, dan Pustakawan.

“Dalam konteks tersebut, Unpad mendapat kehormatan sekaligus amanah sebagai salah satu dari 7 Perguruan Tinggi Mitra terpilih dalam penyelenggaraan Workshop dan Benchmarking dalam bidang Analis Kebijakan. Kesediaan Unpad untuk menjadi mitra merupakan wujud komitmen Unpad dalam membangun SDM unggul yang berkualitas, profesional, dan berintegritas, khususnya bagi tenaga kependidikan yang menjalankan tugas strategis sebagai analis kebijakan di perguruan tinggi,” ujar Rina Mariana yang juga Kepala Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad.*

The post Unpad Jadi Tuan Rumah Program Tendik Berdampak Bidang Analis Kebijakan di Lingkungan Perguruan Tinggi appeared first on Universitas Padjadjaran.

Miryam Wedyaswari, Lulusan Pertama Joint Doctoral Degree Program Fakultas Psikologi Unpad dan Dalhousie University Kanada

[Kanal Media Unpad] Miryam Wedyaswari menjadi mahasiswa program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran pertama yang meraih gelar doktor melalui skema Joint Doctoral Degree Program antara Unpad dan Dalhousie University, Kanada. Ia lulus dengan predikat cumlaude dengan disertasi berjudul “Explaining Multisystem Resilience in Undergraduate Students: A Mixed Method Research of Academic Stressors, Multi-Protective Factors, Cultural Systems, and Student Engagement” dalam sidang promosi doktor yang digelar pada Selasa, 7 April 2026 di Ruang Seminar Doktor (S3) Gedung Dekanat Fakultas Psikologi, Unpad Kampus Jatinangor.

“Saya mengkaji konsep resiliensi, yaitu kemampuan mahasiswa untuk tetap tangguh dan mampu berprestasi meskipun menghadapi berbagai tekanan dan kesulitan,” papar Miryam.

Dalam penelitiannya, mahasiswa, khususnya jenjang sarjana, tidak lepas dari berbagai stresor, sehingga penting untuk memahami bagaimana mahasiswa mampu bertahan, berkembang, dan meraih keberhasilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dipengaruhi oleh beragam faktor tergantung situasi dan konteks budaya.

Melalui skema Joint Doctoral Degree Program, Miryam menjalani perkuliahan dan penelitian secara terintegrasi di Unpad dan Dalhousie University selama masing-masing dua tahun. Ia mendapat pengalaman akademik lintas negara melalui pembimbingan bersama, pertukaran perspektif keilmuan, dan akses riset internasional. Miryam memperoleh dukungan pembiayaan ganda (double funding), yaitu beasiswa dari Dalhousie University serta hibah riset (Riset Disertasi Doktor Unpad) RDDU dari Unpad.

“Saya sangat terbantu dengan adanya skema Joint Doctoral Degree Program ini. Program ini menjadi pilihan tepat bagi yang ingin merasakan pengalaman studi di luar negeri tanpa harus berada di sana dalam waktu yang lama. Selain itu, saya juga memperoleh dua gelar sekaligus, yakni PhD in Health dari Dalhousie University serta gelar Doktor Psikologi dari Unpad,” jelas Miryam.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad yang juga Guru Besar Fakultas Psikologi Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida, menjelaskan bahwa selain dengan Dalhousie University, Fakultas Psikologi Unpad juga memiliki kerja sama dalam skema Joint Doctoral Degree Program dengan Maastricht University Belanda. Namun, pada kerja sama tersebut, skema pembiayaan menggunakan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Kami banyak belajar dari skema ini. Meski Unpad memiliki gaya supervisi sendiri, kami melihat pendekatan berbeda di luar negeri, khususnya dalam memberi dukungan kepada mahasiswa. Pola evaluasi dan pembimbingan di sana juga memberikan perspektif baru bagi kami,” ujar Prof. Zahrotur Rusyida yang juga Ketua Promotor pada sidang ini dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Unpad, Dr. Retno Hanggarani Ninin, menilai program ini bermanfaat bagi pengembangan akademik, khususnya dalam bidang psikologi. Meskipun psikologi memiliki prinsip keilmuan yang sama, penerapannya berkembang dalam konteks budaya yang beragam sehingga pengalaman belajar lintas negara menjadi penting untuk memperkaya perspektif keilmuan.

“Mahasiswa terpapar kurikulum dari perguruan tinggi dengan peringkat lebih tinggi, serta mendapatkan pengalaman pendidikan global di luar Indonesia. Selain itu, mereka juga berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara, sehingga memperkaya wawasan keilmuan, termasuk dalam hal teori dan pemahaman lintas budaya,” jelas Retno.

Salah satu anggota promotor dari Dalhousie University, Prof. Michael Ungar, Ph.D., menilai Joint Doctoral Degree Program sebagai skema yang sangat baik. Ia menyebut kolaborasi dengan ko-promotor dari Unpad berjalan solid dalam memastikan standar akademik terpenuhi di kedua negara. Prof. Michael juga mengapresiasi Miryam sebagai mahasiswa yang kooperatif dan menunjukkan kualitas sebagai peneliti unggul.

“Kolaborasi ini menjadi peluang untuk memperluas jangkauan teori-teori yang dikembangkan di Kanada, sehingga dapat dikaji dan diuji secara kritis dalam konteks budaya yang berbeda, yakni di Indonesia,” ujar Prof. Michael.

Prof. Michael Ungar menyatakan bahwa penelitian Miryam berkontribusi penting dalam memahami meningkatnya stres di kalangan mahasiswa. Ia menilai temuan tersebut berpotensi menjadi rujukan dalam membantu mahasiswa mengelola stres dan berkembang di lingkungan perguruan tinggi.

Keberhasilan Miryam meraih gelar doktor melalui skema Joint Doctoral Degree Program diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa Unpad untuk menempuh pendidikan kolaboratif di tingkat internasional. Selain memperkuat kualitas akademik, skema ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan riset yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat.* (R01)

The post Miryam Wedyaswari, Lulusan Pertama Joint Doctoral Degree Program Fakultas Psikologi Unpad dan Dalhousie University Kanada appeared first on Universitas Padjadjaran.

Pendaftaran SMUP Mandiri Dibuka, UKT dan IPI Tidak Naik Serta Ada Program Keberpihakan Unpad

[Kanal Media Unpad] Pendaftaran Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Mandiri Tahun 2026 telah dibuka sejak awal April 2026. Calon pendaftar dapat memilih beberapa skema seleksi untuk mengisi total 3.868 kuota jalur SMUP Mandiri yang terdiri dari kuota 3.373 untuk program Sarjana (S1) dan kuota 495 untuk program Sarjana Terapan (Vokasi). Unpad juga menegaskan, tidak ada kenaikan UKT dan IPI di SMUP Mandiri

”Kami akan memperhatikan banyak faktor dalam penilaian. Tentu prestasi akademik, minat dan bakat, serta kami melihat juga beberapa variabel yang selama ini menjadi perhatian Unpad,” ujar Rektor Unpad saat menjadi narasumber dalam kegiatan ”Ayo Kenal Unpad: Sosialisasi Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Mandiri 2026” yang diselenggarakan secara hybrid di Bale Sawala Unpad Jatinangor dan disiarkan secara streaming melalui YouTube dan Instagram pada Senin, 6 April 2026.

Lebih lanjut Rektor menjelaskan, beberapa variabel yang menjadi perhatian Unpad dalam proses seleksi merupakan Program Keberpihakan Unpad pada SMUP Mandiri 2026. Program tersebut dilaksanakan antara lain dengan memberi kesempatan kepada calon mahasiswa yang berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), calon mahasiswa disabilitas, calon mahasiswa dari keluarga yang belum terakomodasi masuk ke perguruan tinggi negeri, serta calon mahasiswa yang berasal dari sekolah yang belum terpresentasikan di Unpad.

”Unpad berkomitmen, seleksi mandiri yang kami lakukan ini tidak mengalami peningkatan biaya dibanding tahun sebelumnya. Pengertian ’mandiri’ di sini jangan dimaknai sebagai upaya Unpad untuk mencari pendanaan tetapi sebagai cara Unpad memiliki instrumen penilaian seleksi calon mahasiswa secara lebih presisi dan lebih sesuai kekhasan Unpad,” ujar Rektor.

Pada kegiatan yang dimoderatori oleh Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, Ph.D., ini juga menghadirkan narasumber Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, dan Kepala Kantor SMUP, Prof. Anas. Kegiatan ini dihadiri dan disaksikan oleh guru dan siswa dari perwakilan sekolah, media massa, orang tua dan masyarakat umum, serta perwakilan dari program studi dan fakultas/sekolah di lingkungan Unpad.

Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan memaparkan,  Unpad memiliki 16 fakultas dengan 59 program studi dan 1 Sekolah Vokasi dengan 14 program studi, serta International Undergraduate Program (IUP) dengan 16 program kelas internasional, yang dapat dipilih oleh para calon mahasiswa Unpad.

”Untuk program IUP, Unpad telah bekerja sama dengan sejumlah instansi pendidikan di luar negeri sehingga nantinya terdapat paparan internasional. Di program IUP, ada pilihan single degree dan double degree  tergantung prodinya masing-masing,” jelas Prof. Zahrotur Rusyda.

Pada tahun 2026 ini, Unpad akan menerima total 9.443 calon mahasiswa baru yang terdiri dari 8.257 calon mahasiswa program Sarjana dan 1.186 calon mahasiswa program Sarjana Terapan. Secara rinci, calon mahasiswa program Sarjana terdiri dari 2.109 calon mahasiswa dari SNBP, 2.775 dari SNBT, dan 3.373 dari mandiri. Sedangkan calon mahasiswa program Sarjana Terapan terdiri dari 298 calon mahasiswa dari SNBP, 393 dari SNBT dan 495 dari mandiri.

Lebih lanjut Prof. Zahrotur Rusyda memaparkan, bagi mereka yang masuk melalui seleksi jalur Minat dan Bakat pada SMUP Mandiri, tidak dikenakan biaya IPI dan hanya membayar UKT. Selain itu, Unpad menyediakan beasiswa untuk para calon mahasiswa baru yang lulus melalui berbagai jalur seleksi, dananya berasal dari pemerintah dan dana internal Unpad.

”Pada Program Keberpihakan Unpad, ada beasiswa untuk peserta dengan kebutuhan khusus (disabilitas) yang lulus melalui jalur SNBP dan SNBT. Selain itu, ada keberpihakan melalui program beasiswa untuk peserta KIPK di seleksi mandiri dengan kuota terbatas,” ujar Prof. Zahrotur Rusyda.

Sementara Kepala Kantor SMUP, Prof. Anas memaparkan berbagai jalur seleksi dan teknis pendaftaran SMUP Mandiri 2026. Jalur seleksi yang tersedia adalah:

  • Seleksi Mandiri Prestasi Akademik dengan skema nilai ujian SMUP dan rapor atau skema nilai UTBK dan rapor.
  • Seleksi Minat dan Bakat yang menggunakan prestasi non-akademik seperti prestasi di bidang riset/sains, olahraga, seni dan keagamaan.
  • Seleksi Kelas Internasional (IUP) berdasarkan nilai rapor dan kemampuan Bahasa Inggris
  • Seleksi Kemitraan Strategis berdasarkan nilai ujian SMUP atau nilai UTBK

”Skema nilai ujian (UTBK/SMUP) dan minat bakat terbuka untuk peserta disabilitas,” ujar Prof. Anas.

Terkait jadwal pendaftaran, Anas memaparkan, program Kelas Internasional (IUP) Gelombang 2 dibuka dari 1 April hingga 7 Mei 2026, pendaftaran seleksi Minat dan Bakat dibuka dari 1 April hingga 22 Mei 2026, dan pendaftaran Mandiri Prestasi Akademik dan Kemitraan Strategis dibuka pada 1 April hingga 2 Juni 2026.  

”Jangan tunda lagi, bergabunglah bersama Unpad dan jadilah bagian dari generasi unggul yang siap membawa perubahan bagi bangsa dan dunia. Informasi lengkap SMUP bisa diperoleh di laman smup.unpad.ac.id dan pendaftaran dilakukan di admission.unpad.ac.id," ujar Prof. Anas.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)

The post Pendaftaran SMUP Mandiri Dibuka, UKT dan IPI Tidak Naik Serta Ada Program Keberpihakan Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

Rektor Lantik Sejumlah Pimpinan Periode 2026-2029 di Lingkungan Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, melantik sejumlah pimpinan universitas yang terdiri atas Wakil Dekan, Direktur, Kepala Pusat, dan Kepala Kantor periode 2026-2029 di lingkungan Unpad. Pelantikan tersebut berlangsung pada Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pimpinan di Lingkungan Unpad yang dilaksanakan di Executive Lounge, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor pada Senin, 6 April 2026.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa rotasi jabatan di lingkungan Unpad merupakan salah satu bentuk upaya dalam melakukan transformasi kepemimpinan untuk mencapai kemajuan Unpad di masa yang akan datang. Rektor berharap melalui pergantian kepemimpinan di lingkungan Unpad ini dapat mempercepat proses tercapainya visi Unpad.

“Saya memohon pada pimpinan baru agar segera melanjutkan estafet kepemimpinan untuk melakukan transformasi organisasi, perbaikan, dan percepatan perubahan-perubahan yang dapat dilakukan. Mudah-mudahan apa dilakukan saat ini merupakan satu upaya yang luar biasa untuk mempercepat proses tercapai visi Unpad yang unggul, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rektor dalam sambutannya.

Kepada para pimpinan yang baru dilantik, Rektor berpesan agar dapat segera menyelaraskan visi dan misi Unpad dalam pekerjaan yang akan dilakukan selama masa jabatan berlangsung. Dalam hal ini Rektor meminta agar Unpad dapat cepat bergerak untuk mencapai berbagai tujuan yang diinginkan.

“Unpad memiliki visi dan tantangan yang tidak sederhana, maka diharapkan bisa menyelaraskan visi dan misi yang saat ini sedang kita kejar bersama. Mulai hari ini tentu harus segera bekerja lebih cepat, lebih keras, dan lebih presisi untuk dapat melakukan perubahan-perubahan,” jelas Rektor.

Pelantikan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Padjadjaran Nomor 266-281/UN6.RKT/Kep/HK/2026. Dalam kesempatan ini Rektor Universitas Padjadjaran melantik Direktur Perencanaan, Sistem Informasi, dan Transformasi Digital, Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi Fakultas MIPA, Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas, Minat, dan Bakat Mahasiswa, Kepala Kantor Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad Pangandaran, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi Fakultas Keperawatan, Kepala Kantor Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh, Kepala Kantor Pendidikan Non Gelar dan Pengembangan Profesi, dan Kepala Pusat Pengembangan Kampus Berkelanjutan serta Keamanan dan Keselamatan Lingkungan.

Berikut adalah Direktur, Wakil Dekan, Kepala Kantor, dan Kepala Satuan yang dilantik:

No. Nama Jabatan
1. Dr. Irwan Ary Dharmawan, S.Si., M.Si. Direktur Perencanaan, Sistem Informasi, dan Transformasi Digital
2. Ahmad Baehaqi, S.Si., MT. Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola
3. Dr. Mohamad Nurzaman, S.Si., M.Si. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
4. Dr. Gema Wibawa Mukti, S.P., M.P. Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas, Minat, dan Bakat Mahasiswa
5. Prof. Alexander M. A. Khan., S.Pi., M.Si., Ph.D. Kepala Kantor Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad Pangandaran
6. Raini Diah Susanti, S.Kp., MN., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi Fakultas Keperawatan
7. Mira Trisyani Koeryaman, S.Kp., MSN., Ph.D. Kepala Kantor Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh
8. Dina Sartika, S.E., M.Si., Ph.D. Kepala Kantor Pendidikan Non Gelar dan Pengembangan Profesi
9. Kusnahadi Susanto, S.Si., M.T., Ph.D. Kepala Pusat Pengembangan Kampus Berkelanjutan serta Keamanan dan Keselamatan Lingkungan

(R02)

(Foto-foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)

The post Rektor Lantik Sejumlah Pimpinan Periode 2026-2029 di Lingkungan Universitas Padjadjaran appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Sukses Submit LKE Zona Integritas 2026, Fokus pada Peningkatan Kualitas

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali mencatatkan capaian penting dalam upaya pembangunan Zona Integritas (ZI). Sebanyak 16 fakultas dan 2 sekolah berhasil menyelesaikan dan mensubmit Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Pembangunan Zona Integritas tepat waktu pada 31 Maret 2026.

Pada tahun ini, Unpad menempatkan peningkatan kualitas LKE sebagai fokus utama. Berbagai strategi dilakukan secara terencana dan intensif guna memastikan setiap unit kerja mampu menghasilkan dokumen evaluasi yang komprehensif dan berkualitas tinggi.

Ketua Tim Penilai Perguruan Tinggi Negeri Pembangunan Zona Integritas Unpad tahun 2026, Restuning Widiasih, PhD menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan pendampingan penyusunan LKE sampai dengan submit, telah dilakukan secara sistematis.

“Tahun ini kami mengawal proses dengan lebih intens. Tercatat satu kali arahan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dilanjutkan dengan tiga kali konsinyering internal, serta menghadirkan tim ahli nasional pembangunan ZI WBK/WBBM untuk memperkuat pemahaman dan kualitas penyusunan LKE,” ujarnya.

Selain itu, Unpad juga melaksanakan dua kali sesi feedback LKE untuk memastikan setiap unit mendapatkan masukan yang konstruktif dari TPPTN sebelum finalisasi dokumen untuk di submit ke TPSK. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan ketepatan, kedalaman, dan kualitas eviden yang disajikan dalam LKE.

“Upaya maksimal telah dilakukan oleh seluruh fakultas dan sekolah. Kami melihat adanya peningkatan signifikan dalam kualitas LKE tahun ini. Dengan capaian tersebut, kami optimistis target predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dapat diraih,” tambah Restuning.

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen kuat Unpad dalam membangun tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel. Dengan peningkatan kualitas yang terus diupayakan, Unpad semakin mantap melangkah menuju institusi pendidikan tinggi berintegritas dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Tim Reformasi Birokrasi Unpad, Prof. apt. Mutakin, Ph.D., menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada 16 Fakultas dan 2 Sekolah di lingkungan Unpad yang telah menunjukkan dedikasi, komitmen, serta kolaborasinya selama kurang lebih satu tahun proses pembangunan Zona Integritas.

“Seluruh rangkaian proses yang telah dilalui, mulai dari penguatan komitmen, pemenuhan eviden, hingga koordinasi lintas unit, merupakan bagian penting dalam mendorong terwujudnya tata Kelola Universitas Padjadjaran yang bersih, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Prof. Mutakin.

Lebih lanjut, Prof. Mutakin mengatakan, pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan dokumen atau penilaian administratif, tetapi merupakan transformasi budaya kerja yang menuntut konsistensi, integritas, dan inovasi berkelanjutan di setiap lini organisasi.

“Komitmen yang telah dibangun harus terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan pelayanan prima benar-benar menjadi budaya kerja di lingkungan Unpad. Terima kasih atas kerja keras, kontribusi, dan semangat yang telah ditunjukkan. Mari kita lanjutkan langkah ini bersama untuk mewujudkan Unpad yang bersih, melayani, dan berintegritas,” ujar Prof. Mutakin.

Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola Unpad, Ika Komalasari, ST., M.Ak., juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan fakultas dan sekolah, tim Zona Integritas, serta seluruh pihak yang berkontribusi aktif sehingga proses pelaksanaan dapat berjalan baik dan lancar.

“Alhamdulillah, pada tahun ini Universitas Padjadjaran kembali berhasil melaksanakan submit Lembar Kerja Evaluasi Zona Integritas dengan mengajukan 18 unit kerja yang terdiri atas 16 fakultas dan 2 sekolah. Capaian ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan dalam pemenuhan aspek administratif, tetapi juga menjadi indikator kuat atas konsistensi dan keseriusan seluruh unit kerja dalam membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan,” ujar Ika Komalasari.

Lebih dari sekadar proses pengumpulan dokumen, pengisian LKE dimaknai sebagai bagian dari transformasi budaya kerja yang menekankan integritas, efektivitas, dan kolaborasi. Melalui pendampingan, monitoring, dan evaluasi yang dilakukan secara sistematis, setiap unit kerja didorong untuk memastikan implementasi nyata di lapangan. Selanjutnya, setelah melalui tahapan penilaian oleh TPPTN di tingkat universitas, proses akan berlanjut ke penilaian kementerian melalui TPSK, dengan harapan seluruh unit kerja yang diajukan mampu mempertahankan kualitas implementasi hingga memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).* (Rilis oleh: Tim ZI Unpad)

The post Unpad Sukses Submit LKE Zona Integritas 2026, Fokus pada Peningkatan Kualitas appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Laksanakan Uji Coba Nasional UTBK-SNBT 2026, Pastikan Pelaksanaan Akan Berjalan Lancar

[Kanal Media Unpad] Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Padjadjaran melaksanakan Uji Coba Nasional UTBK Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026 di lokasi Unpad Kampus Jatinangor pada 1-2 April 2026. Ujicoba dilaksanakan juga secara nasional di seluruh lokasi UTBK PTN dan Mitra.

Koordinator Pelaksana Pusat UTBK Unpad Tahun 2026, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., menargetkan Unpad dapat menampung 12.000 peserta dengan 675 peserta pada tiap sesi UTBK.

”Saya berharap pelaksanaan UTBK pada tahun ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, kami juga memperhatikan berbagai evaluasi kebijakan dan teknis yang terjadi pada tahun lalu,” harap Inu.

Selanjutnya Inu juga menghimbau kepada para mahasiswa yang fakultasnya digunakan sebagai tempat pelaksanaan UTBK untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan situasi yang kondusif bagi para peserta UTBK-SNBT 2026.

Sementara Koordinator Monitoring dan Evaluasi Pusat UTBK Unpad Tahun 2026, Prof. Euis Tintin Yuningsih, menegaskan, pihaknya akan memastikan pelaksanaan UTBK berjalan lancar tanpa kendala. ”Dari awal sampai akhir kita mendampingi,” ujar Prof. Euis.

Dalam rangka persiapan UTBK-SNBT Tahun 2026, Unpad telah mempersiapkan 25 ruang ujian yang terletak di gedung Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Psikologi, FPIK, Farmasi, FEB, Statistika FMIPA, dan Gedung D PPBS. Pelaksanaan uji coba dilakukan untuk menguji kesiapan teknis seperti instalasi server, simulasi ujian dan force majeure, dan percobaan aplikasi ujian untuk peserta disabilitas.

”Kami menyiapkan 25 ruangan, total komputer yang dinyalakan berjumlah 675 personal computer utama,” jelas Koordinator TIK Pusat UTBK Unpad Tahun 2026, Rafly Chalil, S.Si.

Pendaftaran UTBK-SNBT dibuka dari 25 Maret hingga 7 April 2026, dengan pelaksanaan ujian pada 21 – 30 April 2026. Informasi tentang UTBK-SNBT Tahun 2026 dapat dilihat pada laman https://smup.unpad.ac.id/snbt/ atau https://snpmb.id/utbk-snbt/informasi-umum.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)

The post Unpad Laksanakan Uji Coba Nasional UTBK-SNBT 2026, Pastikan Pelaksanaan Akan Berjalan Lancar appeared first on Universitas Padjadjaran.

Tahap 3 Program Dokter Desa Berangkatkan 20 Dokter ke Sejumlah Kabupaten di Jawa Barat

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 20 dokter muda mendapat penugasan khusus untuk bertugas di sejumlah desa di wilayah Jawa Barat. Ke-20 dokter muda ini terdiri dari 19 dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Unpad dan 1 dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon.

”Kami harap mohon jalankan profesionalisme, empati, dan integritas, serta jadilah representasi terbaik almamater di tengah masyarakat,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, pada Pelepasan Dokter Program Dokter Desa Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Universitas Padjadjaran Tahap 3 Tahun 2026 di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu 1 April 2026.

Sementara Dekan FK Unpad, Prof. Dr. Vitriana, dr., Sp.KFR., memaparkan, para dokter ini akan mengabdi di 20 desa yang tersebar di Kab. Bandung, Kab. Ciamis, Kab. Indramayu, Kab. Tasikmalaya, Kab. Subang, Kab. Sumedang, Kab. Kuningan, Kab. Majalengka, Kab. Garut, Kab. Purwakarta, Kab. Sukabumi, dan Kab. Karawang. Pada gelombang ini, terdapat tiga penguatan untuk pada dokter yang diutamakan yaitu pendampingan dosen, penguatan kegiatan UKM berbasis komunitas, dan kontribusi mahasiswa Unpad.

”Diharapkan sinergi ini memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat proses pembelajaran,” papar Prof. Vitriana.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Raden Vini Adiani Dewi, M.MRS., mengapresiasi keterlibatan para dokter muda dalam program Dokter Desa ini dan berharap mereka dapat berkontribusi dengan baik untuk pengabdian masyarakat.

”Selamat bertugas, jaga kesehatan, jaga nama baik profesi, jadilah cahaya bagi kesehatan masyarakat desa,” ujar dr. Vini.

Turut hadir dalam acara pelepasan ini Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad, Prof. Dr. Maman Setiawan dan jajaran pimpinan dan perwakilan Dinas Kesehatan di Jawa Barat.

Program Dokter Desa adalah insiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menempatkan dokter umum di desa-desa yang membutuhkan, terutama di daerah terpencil atau tertinggal, guna meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat desa.

Universitas Padjadjaran bersama Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba), dan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung, menjalin kerja sama terkait penyediaan dokter pada program Dokter Desa ini.

Pada tahap 1, program ini telah memberangkatkan 21 dokter pada 1 September 2025. Tahap 2, diberangkatkan 16 dokter pada 7 Oktober 2025. Dan tahap 3 pada 1 April 2026 ini, diberangkatkan 20 dokter.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)

The post Tahap 3 Program Dokter Desa Berangkatkan 20 Dokter ke Sejumlah Kabupaten di Jawa Barat appeared first on Universitas Padjadjaran.

Sebanyak 13 Mahasiswa Ikuti Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Universitas 2026

[Kanal Media Unpad] Sebanyak tiga belas mahasiswa Universitas Padjadjaran terpilih mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Universitas Tahun 2026. Ke-13 mahasiswa yang terdiri dari 10 mahasiswa Program Sarjana (S1) dan 3 mahasiswa Program Diploma (D4) itu akan diseleksi menuju Pilmapres Tingkat Wilayah dan Nasional.

“Adik-adik mahasiswa yang saya banggakan, kalian patut berbangga karena telah terpilih dari 33 ribu mahasiswa Unpad saat ini. Kalian ada di sini bukan karena hasil yang instant, tapi pasti karena sudah berproses sejak lama. Unpad tidak pernah kekurangan talenta, proses pembinaan dan pengembangan kemahasiswaannya juga akan terus kita ditingkatkan,” ujar Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., saat memberikan sambutan pada Pembukaan Pilmapres Unpad 2026 di Ruang Rapat Bersama, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu 1 April 2026.

Inu juga memaparkan, untuk mendukung pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan, pihaknya akan menyelenggarakan training of trainer (ToT) bagi pendamping kemahasiswaan di fakultas dan sekolah untuk memastikan pendamping di fakultas/sekolah mengetahui dan paham terkait berbagai event yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

“Dengan begitu, program-program yang ada di fakultas dapat dipastikan inline (selaras) dengan apa yang ingin dicapai di tingkat nasional. Selain itu, kami juga mengirimkan dosen-dosen Unpad untuk menjadi juri tingkat nasional dalam berbagai macam kompetisi, seperti Pilmapres, PKM, Onmipa, dan kompetisi lainnya agar minimal kita tahu tren apa yang jadi fokus karya ilmiah saat ini,” ujar Inu.

Sementara Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas, Minat dan Bakat Mahasiswa Dr. Mohamad Nurzaman, memaparkan, peserta seleksi dipilih dari 33 peserta jenjang Sarjana dari 16 fakultas dan 5 peserta jenjang Diploma dari Sekolah Vokasi.

“Setelah melewati tahap seleksi sebelumnya, terpilih 13 mahasiswa berpotensi yang menunjukkan Unpad tidak kekurangan talenta mahasiswa berprestasi,” ujar Nurzaman yang juga menginformasikan bahwa Unpad dipercaya menjadi host Pilmapres Tingkat Wilayah LLDikti IV Jawa Barat dan Banten.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, para tim juri yang melakukan seleksi Pilmapres Unpad, sejumlah Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Riset, Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni, serta pimpinan dan staf Direktorat Kemahasiswaan Unpad.*

Pilmapres Program Sarjana (S1)

No. Nama Fakultas
1 Ayesha Humayra Fayyaza FK
2 Dika Aulia Ardiansyah FIB
3 Evelyn Kurniawan FISIP
4 Fahira Mutiara Rahman FPIK
5 Katarina Cahyadi FKG
6 Muhamad Hisyam Az-Zahran FMIPA
7 Rafi Ahmad Zaidan Fikom
8 Rifa Nurwenda Faperta
9 Rizqon Mubarok Asha FEB
10 Shiva Fauzziyah FKep

Pilmapres Program Diploma (D4)

No. Nama Program Studi
1 Aini Al Fatihaturrizqi Agroteknopreneur
2 Annisa Angelita Putri Akuntansi Sektor Publik
3 Nurhaliza Syabila Amir Putri Kearsipan Digital

Urutan nama berdasarkan alfabet

The post Sebanyak 13 Mahasiswa Ikuti Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Universitas 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

Universitas Padjadjaran Kukuhkan Delapan Guru Besar Baru dari Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran mengukuhkan delapan Guru Besar baru, empat dari Fakultas Hukum dan empat dari Fakultas Kedokteran dalam acara Pengukuhan Jabatan Guru Besar yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Senat Akademik Unpad, Prof. Dr. Yoni Syukriani.

Kedelapan Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Nyulistiowati Suryanti, S.H., M.H., C.N., Prof. Dr. Elisatris Gultom, S.H., M.Hum., Prof. Dr. H. Imamulhadi, S.H., M.H., Prof. Dr. Danrivanto Budhijanto, S.H., LL.M. in IT Law, FCBArb. FIIArb., Prof. Dr. Nucki Nursjamsi Hidajat, dr. M.Kes., SpOT., Subsp., TLBM (K)., FISQua., Prof. Dr. Wijana, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.N.O.(K)., Prof. Dr. Adhi Pribadi, dr., SpOG(K). Subsp.KFm., F.MAS., dan Prof. Dr. dr. Muhammad Alamsyah Aziz, SpOG, Subsp.KFm, Subsp.T.I(K), M.Kes, Int.Aff.RANZCOG, FMAS.

Dalam paparan ilmiahnya yang berjudul “Kepailitan: Alternatif Penyelesaian Utang Piutang dalam Rangka Mewujudkan Keadilan dan Kelangsungan Usaha”, Guru Besar bidang Hukum Kepailitan, Prof. Dr. Nyulistiowati Suryanti, mengatakan bahwa kepailitan merupakan mekanisme hukum dalam menyelesaikan utang piutang akibat kompleksitas dunia usaha. Kecenderungan pelaku usaha menggunakan kepailitan terus meningkat karena prosesnya cepat (sumir), memberikan kepastian hukum, melindungi kepentingan debitor dan kreditor, serta memungkinkan pembagian piutang yang proporsional dan menjaga kelangsungan usaha.

“Perusahaan yang sudah diputuskan pailit tidak hanya tergantung dari para pihak yang terlibat dalam sengketa utang piutang, tetapi peran pemerintah dengan itikad baik untuk menyelamatkan,” jelas Prof. Nyulistiowati.

Sementara Guru Besar bidang Hukum Persaingan Usaha, Prof. Elisatris Gultom, menyampaikan paparan ilmiah berjudul “Rekonstruksi Kesetaraan Kedudukan Hukum Antara Usaha Besar dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Pelaksanaan Pola Kemitraan guna Mewujudkan Persaingan Usaha yang Sehat”. Prof. Elisatris menyoroti kesenjangan antara Usaha Besar dan UMKM yang menyebabkan ketidaksetaraan dalam kemitraan, sehingga berpotensi menimbulkan praktik dominasi dan merugikan UMKM. Sehingga, diperlukan penguatan peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui mekanisme pre-notification untuk memastikan perjanjian kemitraan berjalan adil, transparan, dan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi.

“Kegiatan usaha adil hanya dapat diwujudkan ketika para pihak mengakui bahwa kedudukan hukum mereka adalah setara, tidak saja dalam tahapan merumuskan isi atau klausul perjanjian kemitraan tetapi juga dalam pelaksanaannya,” ujar Prof. Elisatris.

Guru Besar bidang Hukum Lingkungan, Prof. Imamulhadi dalam paparan ilmiah yang berjudul “Hukum Lingkungan Adat sebagai Hukum Lingkungan Aslinya Bangsa Indonesia” menegaskan bahwa hukum lingkungan adat sebagai living law mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang mengatur hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, pembaruan hukum lingkungan nasional perlu mengadopsi prinsip-prinsip hukum adat agar lebih kontekstual, adil, dan efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Hukum lingkungan adat berkarakter tradisional-religius-komun. Agar hukum lingkungan nasional efektif, maka hendaknya dilakukan pembaharuan sistem hukum lingkungan nasional berbasis hukum lingkungan adat sebagai hukum aslinya bangsa Indonesia,” papar Prof. Imamulhadi.

Guru Besar bidang Ilmu Hukum Teknologi Informasi dan Komunikasi, Prof. Danrivanto Budhijanto, memberikan paparan keilmuan berjudul “Rekonstruksi Paradigma Hukum di Era Revolusi Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) dalam Arsitektur Keadilan Digital”. Prof. Danrivanto menekankan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial menuntut rekonstruksi paradigma hukum agar mampu mengimbangi kekuasaan algoritma melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan pengawasan manusia. Mengacu pada Teori Hukum Pembangunan, hukum harus adaptif dan berperan sebagai sarana yang mengarahkan teknologi untuk mewujudkan keadilan.

“Hukum harus hadir untuk melindungi warga negara dari eksploitasi korporasi teknologi raksasa, memastikan bahwa manfaat revolusi digital dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” jelas Prof. Danrivanto.

Pada paparan ilmiah berjudul “Dari Ketahanan Tulang Menuju Ketahanan Bangsa melalui Restorasi Fungsi Dan Kemandirian Manusia: Transformasi Bedah Tangan-Bedah Mikro Menuju Indonesia Emas 2045”, Guru Besar bidang Ilmu Ortopedi Tangan, Lengan, dan Bedah Mikro, Prof. Nucki Nursjamsi Hidajat, menjelaskan bahwa bedah tangan berperan penting dalam memulihkan fungsi, kemandirian, dan produktivitas manusia, baik pada usia produktif akibat trauma maupun pada lansia akibat degenerasi, sehingga menjadi bagian dari investasi kesehatan dan ekonomi bangsa.

“Ilmu pengetahuan, teknologi di bidang orthopaedi dan bedah tangan mengalami perubahan transformatif oleh inovasi dalam bidang biologi, robotika, kecerdasan buatan, dan pengobatan regeneratif. Harapan baru tersebut antara lain, regenerative medicine, tissue engineering, serta bionic dan transplantasi,” papar Prof. Nucki.

Guru Besar bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher, Prof. Wijana, dalam paparan ilmiah yang berjudul “Transformasi Pelayanan Kesehatan Pendengaran Menuju Indonesia Emas” mengatakan bahwa penurunan pendengaran merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhi kualitas hidup, produktivitas, serta beban ekonomi. Untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, transformasi kesehatan pendengaran harus dilakukan menyeluruh melalui penguatan layanan primer, inovasi teknologi, pemerataan SDM dan alat, serta kebijakan pembiayaan yang adil untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Transformasi kesehatan pendengaran merupakan investasi yang ikut menentukan daya saing Indonesia di tingkat global. Tanpa pendengaran yang baik, transfer pengetahuan (edukasi) dan peningkatan kualitas SDM tidak akan berjalan maksimal,” ujar Prof. Wijana.

Guru Besar bidang Ilmu Kedokteran Fetomaternal, Prof Adhi Pribadi, menyampaikan keilmuan berjudul “Diagnosis Prenatal-Ekhokardiografi Janin:

Memperbaiki Kualitas Luaran Neonatus melalui Deteksi Dini Intrauterin”. Prof. Adhi menegaskan pentingnya diagnosis prenatal (pemeriksaan kondisi janin sebelum lahir), khususnya fetal ekhokardiografi (USG khusus untuk menilai struktur dan fungsi jantung janin), dalam mendeteksi dini kelainan sehingga memungkinkan intervensi intrauterin (tindakan medis saat janin masih dalam kandungan) untuk meningkatkan kualitas luaran neonatus (kondisi bayi saat lahir).

“Info intrauterin serta tatalaksana yang tepat menghasilkan kualitas neonatus yang baik. Perlunya pendidikan dokter bedah jantung yang mumpuni untuk menampung bayi bermasalah yang telah terdiagnosis oleh seorang konsultan fetomaternal agar bayi dan balita di Indonesia tetap berkualitas,” papar Prof. Adhi

Guru Besar bidang Ilmu Kedokteran Obstetri dan Ginekologi, Prof. Muhammad Alamsyah Aziz, menyampaikan keilmuannya berjudul “Transformasi Pelayanan Obstetri Indonesia:

Dari Pemahaman dan Riset Dasar The Great Obstetric Syndromes menuju Inovasi di Layanan Klinis: Mengembangkan Obstetri Preventif, Diagnostik Presisi, Obstetri Intensif, dan Pelayanan Maternal Tingkat Lanjut”. Prof. Alamsyah menjelaskan bahwa Konsep The Great Obstetric Syndrome melihat komplikasi kehamilan sebagai gangguan kompleks yang saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan terintegrasi berbasis riset, diagnostik presisi, dan pencegahan. Melalui pendekatan translasi ilmu dan penguatan layanan klinis, diharapkan kesehatan ibu dan bayi dapat ditingkatkan secara lebih preventif dan efektif.

“Pengembangan ilmu obstetri di masa depan diharapkan mampu menghadirkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih preventif, presisi, dan berorientasi pada keselamatan ibu dan anak,” papar Prof. Alamsyah.* (R01)

Buku Paparan Keilmuan:

  1. Prof. Dr. Nyulistiowati Suryanti, S.H., M.H., C.N.
  2. Prof. Dr. Elisatris Gultom, S.H., M.Hum.
  3. Prof. Dr. H. Imamulhadi, S.H., M.H.
  4. Prof. Dr. Danrivanto Budhijanto, S.H., LL.M. in IT Law, FCBArb. FIIArb.
  5. Prof. Dr. Nucki Nursjamsi Hidajat, dr. M.Kes., SpOT., Subsp., TLBM (K)., FISQua.
  6. Prof. Dr. Wijana, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.N.O.(K).
  7. Prof. Dr. Adhi Pribadi, dr., SpOG(K). Subsp.KFm., F.MAS.
  8. Prof. Dr. dr. Muhammad Alamsyah Aziz, SpOG, Subsp.KFm, Subsp.T.I(K), M.Kes, Int.Aff.RANZCOG, FMAS.

(Foto-foto oleh: Jalasenastri Saprala)

The post Universitas Padjadjaran Kukuhkan Delapan Guru Besar Baru dari Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran appeared first on Universitas Padjadjaran.

© 2023 DPSI Unpad.
Jl. Ir. Soekarno km. 21 Jatinagor Sumedang
Gedung Rektorat Lantai 3
dir.psi@unpad.ac.id