Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita meresmikan Padjadjaran Agro Discovery Innovation (PADI) by Unpad pada acara Grand Opening yang diselenggarakan di Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (23/7). PADI by Unpad merupakan satuan usaha Unpad yang bertujuan untuk menjembatani hasil riset dan inovasi sivitas akademika Unpad agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa PADI by Unpad diharapkan dapat menjadi etalase bagi berbagai inovasi untuk selanjutnya dikenalkan secara langsung kepada masyarakat, sehingga dapat menambah kepercayaan masyarakat kepada Unpad melalui hilirisasi penelitian yang bermanfaat. PADI juga diharapkan dapat semakin berkembang dan menjadi motivasi bagi para peneliti dan inventor untuk terus berinovasi, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.
Tidak hanya itu, melalui PADI by Unpad masyarakat diharapkan dapat memperoleh produk-produk terbaik hasil karya inovasi dari sivitas akademika Unpad, sehingga keberadaan PADI bisa diperluas secara lebih masif untuk mempercepat kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat dengan produk yang lebih beragam.
“Kalau selama ini mungkin lebih dikenal oleh kalangan internal, ke depan bisa dibuat lebih luas lagi ke masyarakat. Mudah-mudahan penelitian-penelitian yang dilakukan tidak hanya bersifat untuk pengembangan ilmu, tetapi juga i bisa sekaligus memberikan kemanfaatan secara langsung kepada masyarakat. Mudah-mudahan PADI ini bisa menciptakan atmosfer penelitian yang lebih baik untuk menjangkau masyarakat secara luas,” ujar Rektor.
Sementara itu, Direktur PADI by Unpad Hardian Eko Nurseto, S.Sos., M.Si., menjelaskan saat ini ada 33 kolaborator dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, mitra binaan pengabdian kepada masyarakat, hingga alumni, yang bekerjasama dengan total sebanyak 80 jenis produk yang dipamerkan di PADI by Unpad. Ke depannya produk-produk yang tersedia di PADI juga akan dipasarkan secara online dengan fasilitas pengiriman ke berbagai fakultas yang ada di lingkungan Unpad.
“PADI by Unpad merupakan penghubung antara hasil riset dan inovasi sivitas akademika Unpad agar bisa fit in dengan kebutuhan masyarakat. Jadi bagaimana produk-produk inovasi yang berbasis kearifan lokal dan teknologi terkini tersebut dapat terkomersialisasi, sehingga produk-produk pangan dan pertanian Unpad dapat dengan mudah bertemu dengan pasarnya,” jelas Hardian.* (R02)












The post Rektor Resmikan PADI by Unpad, Ruang Kolaborasi Hasil Riset dan Inovasi Profesional Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bekerja sama dengan Perkumpulan Arsip Perguruan Tinggi Indonesia (PAPTI) menyelenggarakan The 5th International Conference on Archives, Social Science, Humanities & Education (ICoASHE) 2026 di Bale Rucita, Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor, pada 22–23 Juli 2026. Mengusung tema “Digital Government, Government Technology, and Digital Governance”, konferensi ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan kolaborasi untuk mendorong inovasi serta pengembangan kebijakan kearsipan di era digital.
“Arsip bukan sekadar penyimpan rekam jejak sejarah, melainkan aset strategis yang menjaga memori institusi, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan yang tepat,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., dalam sambutannya pada tayangan video daring.
Prof. Brian menjelaskan, transformasi digital telah mengubah cara pemerintah memberikan layanan publik, merumuskan kebijakan, dan berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan transformasi tersebut tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga kemampuan membangun institusi terpercaya, menjaga dan mengelola pengetahuan, serta mendorong pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. R. Widya S. Sumadinata, menekankan bahwa fenomena tata kelola digital tidak dapat dipahami hanya dari perspektif teknologi komputer. Menurutnya, diperlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang ilmu, seperti administrasi publik, kearsipan, sosiologi, dan pendidikan, untuk mengkaji aspek tata kelola, dampak sosial, autentisitas data, serta menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan era digital.
“Di era digital, tantangan terbesar kita adalah bagaimana menjaga dan melestarikan pengetahuan secara digital. Pengelolaan arsip elektronik bukan sekadar urusan administrasi, tetapi juga menjadi penjaga rekam jejak sejarah dan transparansi informasi publik yang penting bagi demokrasi,” papar Prof. Widya.
Ketua Umum Pengurus Nasional Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Dr. Andi Kasman, M.M., dan Ketua Pelaksana ICoASHE 2026 Prof. Nandang A. Deliarnoor turut memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan. Konferensi internasional ini juga menghadirkan sejumlah narasumber sebagai pembicara kunci, yaitu Drs. Nicolaus Antonius van Hoorn dari Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) Belanda, Assoc. Prof. Dr. Nor Azizah Zainal Abidin dari Universitas Utara Malaysia, Prof. Yuan Yuan dari School of Public Administration Hohai University Tiongkok, serta Prof. Dr. Muradi, Ph.D., Guru Besar Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad.
Konferensi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, arsiparis, dan praktisi dari berbagai negara untuk memperkuat pertukaran pengetahuan serta menghasilkan gagasan inovatif dalam pengembangan tata kelola digital, kearsipan, ilmu sosial, humaniora, dan pendidikan. Melalui forum ini, para peserta juga didorong untuk memperluas jejaring kerja sama internasional guna menjawab berbagai tantangan transformasi digital yang terus berkembang.* (R01)






The post ICoASHE 2026 di Unpad Hadirkan Pakar Internasional Bahas Tata Kelola Digital appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menerima kunjungan siswa Sekolah Alam Al-Karim Lampung dalam program Eduventure di di Gedung Fakultas Kedokteran Unpad Jatinangor pada Rabu, (22/7). Program tersebut menghadirkan pengalaman kepada peserta dalam mengenalkan lingkungan perguruan tinggi sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan semangat belajar melalui berbagai aktivitas yang interaktif.
Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan materi mengenai anatomi mata kepada para peserta. Tidak hanya itu, Rektor juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa untuk senantiasa semangat dalam belajar sebagai bekal menggapai mimpi di masa yang akan datang. Harapannya, kegiatan Eduventure ini tidak hanya memperkenalkan Unpad sebagai perguruan tinggi, tetapi sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi para peserta.
“Adik-adik harus terus semangat belajar. Mudah-mudahan pengalaman hari ini menjadi bekal untuk terus bermimpi dan suatu saat nanti bisa melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi,”ujar Rektor.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Non Gelar Unpad drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa Eduventure merupakan salah satu program yang dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan praktik dan pengalaman nyata. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Unpad dalam memperluas akses pembelajaran kepada masyarakat melalui program yang inovatif dan menyenangkan.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Melalui berbagai aktivitas yang disiapkan nanti mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga banyak hal lainnya yang bisa didapatkan dan harapannya dapat menjadi motivasi untuk mempersiapkan masa depan melalui pendidikan,” ujar Erli.
Lebih lanjut, Direktur Sekolah Alam Al-Karim Lampung Dr. Tila Paulina, M.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi kepada Unpad atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di lingkungan kampus. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelengkap proses pembelajaran yang selama ini diterapkan di sekolah.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk terus belajar dan meraih cita-citanya,” pungkasnya.* (R02)






The post Eduventure bersama Sekolah Alam Al Karim Lampung, Rektor Ikut Serta Mengajar appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran memperkuat kolaborasi internasional di bidang riset dan inovasi melalui kerja sama dengan ProLab Engineering s.r.o. Praha, Ceko, serta Smart Agriculture Institute Indonesia. Kerja sama yang difokuskan pada penelitian dan pengembangan teknologi cerdas (smart technology) serta teknologi pertanian cerdas (smart agriculture technology) ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Executive Lounge Unpad, Kampus Dipati Ukur, Bandung, Rabu (22/7).
“Saat ini, Indonesia dan berbagai negara menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim dan berbagai dampak yang ditimbulkan. Salah satu tantangan utama adalah ketidakpastian ketahanan pangan yang kini menjadi isu global,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, Ph.D.
Prof. Rizky mengatakan, dalam menghadapi tantangan global, diperlukan kolaborasi dengan mitra strategis untuk mengembangkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Menurutnya, kemitraan dengan ProLab Engineering dan Smart Agriculture Institute Indonesia dapat berkontribusi dalam menjawab permasalahan yang dihadapi penguatan riset dan pengembangan teknologi.
ProLab Engineering merupakan perusahaan teknologi spin-off dari Czech University of Life Sciences Prague yang berfokus pada penelitian serta pengembangan teknologi otonom untuk sektor industri, pertahanan, dan pertanian cerdas. Sementara itu, Smart Agriculture Institute Indonesia, yang juga merupakan mitra utama ProLab Engineering, merupakan lembaga yang menghubungkan perguruan tinggi, peneliti, industri, dan penyedia teknologi untuk menghasilkan solusi inovatif bagi pertanian modern.
Direktur Utama ProLab Engineering, Prof. Ing. David Herák, Ph.D., mengungkapkan, peluang kerja sama ProLab Engineering dan Unpad telah terbangun sejak lama melalui berbagai interaksi akademik antara sivitas akademika kedua institusi. Berangkat dari kesamaan minat di bidang teknologi dan teknologi cerdas, ia melihat banyak potensi untuk mengembangkan kerja sama.
“Kami terbuka untuk berdiskusi dan mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Unpad. Selain itu, kami juga melihat peluang kolaborasi dalam berbagai proyek. Semoga kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan dan program nyata,” papar Prof. David.
Lebih lanjut, Direktur Smart Agriculture Institute Indonesia, Nurmia Dwi Agustina, MBA., menjelaskan bahwa banyak peluang pengembangan di sektor pertanian memerlukan kombinasi antara landasan akademik, pengetahuan ilmiah, dan implementasi praktis. Sehingga, kemitraan dengan perguruan tinggi terkemuka seperti Unpad penting dalam menghasilkan solusi inovatif yang menjawab kebutuhan sektor pertanian.
“Kami melihat potensi besar untuk bekerja sama dalam berbagai bidang. Dengan pengetahuan ilmiah Unpad, kami berharap dapat menghasilkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu rencana yang sedang kami siapkan adalah pengembangan smart agriculture demonstration park di Pangandaran,” jelas Nurmia yang juga merupakan alumni Unpad.
Hadir dalam kegiatan ini jajaran Unpad yaitu Dekan Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian Dr. Gemilang Lara Utama S., M.I.L., Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, MP., Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan Faperta Prof. Yusup Hidayat, Ph.D., serta Sekretaris Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Yosephini Kristin Dwina Maria, M.A.B. Dari pihak mitra hadir Chairman Smart Agriculture Institute Ing. Michal Wasserbauer, Ph.D., serta Chief Technology Officer (CTO) Smart Agriculture Institute Martin Sebela.* (R01)






The post Unpad Jalin Kerja Sama dengan Mitra Internasional, Kembangkan Teknologi dan Pertanian Cerdas appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran melaksanakan kunjungan ke Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad Pangandaran dalam rangka meninjau perkembangan fasilitas kampus sekaligus melaksanakan serah terima Gedung Student Center PSDKU Unpad Pangandaran, pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Unpad dalam memperkuat pengembangan kampus di luar kampus utama melalui penyediaan infrastruktur yang mendukung proses pendidikan, kegiatan kemahasiswaan, serta peningkatan kualitas layanan akademik.
Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Unpad, yaitu Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis, Prof. Maman Setiawan, Kepala Kantor SMUP Unpad Prof. Anas, Direktur Pengelolaan Bisnis Unpad Dr. Helitha Novianty Muchtar, S.H., M.H., Kepala Kantor Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad Pangandaran, Prof. Alexander M.A. Khan, serta segenap jajaran dosen dan tenaga kependidikan PSDKU Unpad Pangandaran yang memberikan dukungan dalam pengembangan ekosistem akademik di PSDKU Unpad Pangandaran.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, pimpinan Unpad melakukan peninjauan terhadap Gedung PSDKU Unpad Pangandaran untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas serta kesiapan sarana pendukung kegiatan akademik. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya universitas untuk memastikan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menunjang proses pembelajaran, penelitian, dan berbagai aktivitas sivitas akademika.
Agenda utama kegiatan dilanjutkan dengan prosesi serah terima Gedung Student Center PSDKU Unpad Pangandaran dari Kuasa Pengguna Anggaran Unpad kepada Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Kepala Kantor PSDKU Unpad Pangandaran Prof. Alexander M.A. Khan. Serah terima tersebut menandai bertambahnya fasilitas pendukung bagi pengembangan PSDKU Unpad Pangandaran yang tidak hanya diperuntukkan sebagai pusat aktivitas mahasiswa, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas akademik yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran, termasuk ruang kelas dan fasilitas laboratorium untuk mahasiswa maupun sivitas akademika PSDKU Unpad Pangandaran.
Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas di PSDKU Pangandaran merupakan bagian dari strategi universitas dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata.
“Penguatan infrastruktur menjadi salah satu aspek penting dalam membangun lingkungan akademik yang kondusif. Dengan adanya fasilitas yang semakin baik, mahasiswa dan sivitas akademika PSDKU Pangandaran dapat menjalankan aktivitas akademik maupun kemahasiswaan dengan lebih optimal,” ujar Rektor.
Sementara itu, Kepala Kantor PSDKU Unpad Pangandaran Prof. Alexander M.A. Khan menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan Unpad dalam pengembangan PSDKU Pangandaran. “Gedung Student Center ini menjadi fasilitas strategis bagi PSDKU Unpad Pangandaran. Selain menjadi ruang aktivitas mahasiswa, gedung ini juga mendukung kegiatan pembelajaran melalui penyediaan ruang kelas dan fasilitas laboratorium yang dapat menunjang proses akademik,” ungkapnya.* (Rilis oleh: PSDKU Unpad/R02)


The post Rektor Unpad Kunjungi PSDKU Unpad Pangandaran, Tinjau Pengembangan Fasilitas Kampus appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor, 15-18 Juli 2026. Pelatihan yang diikuti 48 calon asesor tersebut menjadi upaya LSP Unpad untuk memperkuat kapasitas layanan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan lulusan.
Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Syamsi Hari, M.M., menegaskan bahwa asesor berperan dalam menjaga mutu pelaksanaan sertifikasi kompetensi sekaligus kredibilitas sistem sertifikasi kompetensi kerja nasional. Perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan menuntut asesor untuk meningkatkan kapasitas serta beradaptasi. Meski demikian, seluruh proses asesmen dilaksanakan sesuai standar, prosedur, dan kode etik guna menjamin kualitas dan kepercayaan hasil sertifikasi.
“Menjadi asesor kompetensi merupakan sebuah amanah. Karena itu, asesor harus menjunjung tinggi integritas, independensi, dan profesionalisme dalam menjalankan proses sertifikasi kompetensi,” ujar Syamsi dalam sambutannya.
Sementara Ketua LSP Unpad, Dina Sartika, Ph.D., mengatakan bahwa penambahan asesor diperlukan untuk meningkatkan kapasitas LSP Unpad dalam memberikan layanan sertifikasi kompetensi kepada mahasiswa. Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu upaya untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang terstandarisasi dan diakui secara nasional.
“Para asesor diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu lulusan Unpad agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Lulusan tidak hanya perlu menguasai aspek akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang memberikan nilai tambah di dunia kerja,” kata Dina.
Pelatihan asesor kompetensi yang diselenggarakan LSP Unpad berlangsung selama empat hari dan dilanjutkan dengan asesmen pada 19 Juli 2026. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan dari master asesor BNSP mengenai prinsip asesmen, perangkat sertifikasi, kode etik, serta prosedur pelaksanaan uji kompetensi.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. Widya Setiabudi Sumadinata serta Direktur Pendidikan Non-Gelar Unpad drg. Erli Sarilita, Ph.D.
Sejak didirikan, LSP Unpad telah mengelola 10 skema sertifikasi kompetensi dan saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan 17 skema kompetensi baru. Kehadiran 48 calon asesor diharapkan dapat mendukung pelaksanaan skema baru tersebut sekaligus memperkuat layanan sertifikasi pada skema yang telah berjalan. LSP Unpad terus berupaya memperluas cakupan skema sertifikasi sesuai kebutuhan program studi Unpad. Karena itu, prodi didorong untuk mengusulkan skema kompetensi yang relevan dengan bidang keilmuan dan kebutuhan profesi lulusannya.
“Ke depan, kami berharap seluruh lulusan Unpad tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga dinyatakan kompeten melalui sertifikat kompetensi dari BNSP,” harap Dina.* (Rilis oleh: Khoirunisa Fitriani)



The post LSP Unpad Selenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi untuk Perkuat Layanan Sertifikasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim PELITA Universitas Padjadjaran berhasil meraih predikat Winner of Desa Wisata Gunung Padang pada kompetisi Genera-Z Berbakti BCA 2026. Capaian tersebut mengantarkan tim untuk mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Program ini dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas disiplin Unpad yang terdiri atas Laras Monika Suemardi (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Muhammad Dika Mukti Pratama (Fakultas Ilmu Budaya), Gracia Mega Juliana Manihuruk (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Dellpati Almusawwir Nasution (Fakultas Pertanian), Yusfi Sri Wahyuningtias (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Winda Ariqah Khairunnisa (Fakultas Ilmu Budaya), Khaila Anucke Cahya Putri (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Muhammad Ghifari Arfananda (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Putri Hasani (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), dan Siti Az-Zahra (Fakultas Ilmu Budaya). Dalam pelaksanaannya, tim memperoleh bimbingan dari dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Ir. Donny Juliandri Prihadi, S.Pi., M.Sc., Ph.D., CBEC Tour, serta pendampingan dari RM Anto Haprianto dan Annisa Lazuardina sebagai mentor.
Genera-Z Berbakti BCA merupakan kompetisi inovasi sosial yang diselenggarakan Bakti BCA sebagai wadah bagi generasi muda dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan berkelanjutan. Pada babak final, Tim PELITA Unpad berhasil mengungguli tim dari IPB University melalui program “MEGA-LESTARI (Megalitik Lestari): Integrasi Circular Economy dan Eco-Sanitation Berbasis Pemberdayaan Pemuda”.
Program tersebut mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu eco-sanitasi, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pilar eco-sanitasi, tim merancang revitalisasi fasilitas toilet umum dan pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) yang ramah lingkungan. Pada pilar ekonomi sirkular, program difokuskan pada pengelolaan sampah berbasis biokonversi menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF) serta penerapan QR Reward System untuk mendukung pemberdayaan UMKM setempat. Sementara pilar pemberdayaan masyarakat diarahkan pada peningkatan kapasitas generasi muda melalui pelatihan, penguatan kelembagaan, serta pelestarian budaya lokal.
Program MEGA-LESTARI dikembangkan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat di Desa Wisata Situs Gunung Padang. Kawasan wisata yang dikenal sebagai lokasi salah satu situs megalitik terbesar di Asia Tenggara tersebut memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, namun masih terdapat sejumlah tantangan terutama pada aspek pengelolaan sampah dan sanitasi. Hasil observasi tim menunjukkan kawasan wisata menghasilkan lebih dari 120 karung sampah setiap bulan, sementara sistem pengelolaan sampah terpadu masih terbatas. Selain itu, sebagian fasilitas sanitasi yang tersedia memerlukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan agar lebih ramah lingkungan dan mendukung kesehatan masyarakat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim PELITA mengembangkan program berbasis pendekatan Community Based Research (CBR) yang menempatkan masyarakat sebagai mitra sekaligus pelaku utama perubahan. Melalui pendekatan tersebut, program diharapkan mampu mendorong terwujudnya ekosistem pariwisata yang lebih sehat, meningkatkan kualitas sanitasi kawasan wisata, mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat, serta memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak pembangunan desa berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen mahasiswa Unpad dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui implementasi program MEGA-LESTARI, tim berharap dapat berkontribusi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek sanitasi layak, pengelolaan lingkungan, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan pembangunan komunitas yang tangguh.
Seluruh rangkaian perjalanan Tim PELITA Unpad dalam Genera-Z Berbakti BCA 2026, mulai dari proses seleksi hingga implementasi program di Desa Wisata Gunung Padang, dapat disaksikan melalui kanal YouTube Solusi BCA sebagai dokumentasi kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. (Rilis oleh: Laras Monika Suemardi/R01)
Sumber: https://fpik.unpad.ac.id/tim-genera-z-berbakti-unpad/
The post Tim Unpad Raih Juara Genera-Z Berbakti BCA 2026, Siap Wujudkan Pemberdayaan di Situs Gunung Padang appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Kick Off Program Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris untuk Internasionalisasi Unpad (PKBIIU) di Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Kampus Jatinangor, Senin (20/7). Program yang diikuti 30 peserta dari tenaga kependidikan di 14 unit kerja di lingkungan Unpad ini bertujuan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris tenaga kependidikan guna mendukung upaya internasionalisasi universitas.
“Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang harus dikuasai. Setelah pelatihan ini, yang terpenting adalah dapat terus menerapkan serta melatih kemampuan bahasa Inggris secara mandiri,” ujar Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset FIB Unpad, Dr. Lina Meilinawati Rahayu, M.Hum., dalam sambutannya.
Lina menjelaskan, peningkatan kemampuan bahasa Inggris memerlukan latihan yang konsisten di luar kelas. Karena itu, meskipun program PKBIIU hanya berlangsung selama 16 kali pertemuan, peserta diharapkan tetap berlatih secara mandiri di rumah agar kemampuan berbahasa Inggris dapat terus berkembang.
Sementara Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa, tetapi juga bagian upaya internasionalisasi universitas. Internasionalisasi membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dalam membangun komunikasi, kolaborasi, dan layanan yang berorientasi global.
“Kegagalan internasionalisasi sering kali bukan disebabkan oleh kemampuan bahasa, melainkan oleh adanya kesenjangan budaya. Karena itu, kita perlu membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan masyarakat internasional,” ungkap Iman.
Kepala Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad, Rina Mariana, S.E., M.I.Kom., menjelaskan bahwa PKBIIU akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun dengan sistem pembelajaran berjenjang. Dari 30 peserta yang mengikuti program pada tahap awal, peserta dengan hasil terbaik dan dinilai memiliki potensi akan diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke tingkat pelatihan yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan program ini juga dapat melahirkan lebih banyak tenaga kependidikan yang memiliki semangat untuk terus meningkatkan kompetensi bahasa Inggrisnya,” harap Rina.
Turut hadir dalam kegiatan ini Koordinator Pusat Bahasa FIB Unpad, Vincentia Tri Handayani, M.Hum.* (R01)





The post Dukung Internasionalisasi, Unpad Gelar Program Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris bagi Tendik appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Seluruh mahasiswa baru Universitas Padjadjaran akan mengikuti kegiatan "Pamuka 2026", sebuah perjalanan awal menyambut Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Unpad (Prabu Unpad). PAMUKA 2026 akan dilaksanakan di sejumlah lokasi dalam Unpad Kampus Jatinangor pada 3-7 Agustus 2026.
PAMUKA dari segi bahasa itu artinya pembuka, filosofinya membuka jalan, membuka wawasan mahasiswa masuk ke Universitas Padjadjaran," ujar Mira Trisyani Koeryaman, Ph.D., penanggung jawab acara yang juga Kepala Kantor Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh Unpad, saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Senin (13/7).
Selain memfasilitasi proses registrasi mahasiswa baru, seperti cetak Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), pengambilan atribut mahasiswa baru termasuk jas almamater, dan aktivasi akun digital mahasiswa, Pamuka juga bertujuan memperkenalkan fasilitas yang tersedia di Unpad, membekali mahasiswa baru tentang pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan saat menjadi mahasiswa Unpad
"Pamuka juga bertujuan membekali mahasiswa baru Unpad tentang karakter JATIDIRI yaitu jujur, bermanfaat, Tangguh, komunikatif, peduli sosial dan lingkungan, serta berpikir reflektif. Selain itu ada juga materi terkait pencegahan kekerasan seksual," ujar Mira.
Mira menginformasikan, para mahasiswa baru akan datang ke Pamuka 2026 sesuai jadwal yang mereka pilih sendiri di Portal Students Unpad. Mahasiswa baru dapat melakukan registrasi online di Portal Students Unpad maksimal H-1 untuk mendapatkan jadwal kedatangan dan nomor antrian untuk mencetak KTM.
"Seminar dan talkshow ini untuk membekali para mahasiswa baru agar siap menghadapi dunia kampus. Sudah disiapkan sejumlah tema seperti bagaimana menjadi mahasiswa Unpad yang unggul dan berdampak, tema kesehatan fisik, mental dan kesejahteraan, tema dukungan sarana dan prasarana, dan tema system administrasi mahasiswa," jelas Mira.
Mira menegaskan, setiap mahasiswa baru wajib mengumpulkan sejumlah poin sebagai syarat mengikuti Prabu Unpad dengan mengikuti seminar terutama JATIDIRI dan talkshow, serta kunjungan booth yang ada di lokasi Pamuka. Sementara para pengantar atau orang tua bisa menunggu sambil mengunjungi booth kuliner, hiburan, para sponsor, dll.*
Klik gambar di bawah untuk mengunduh Buku Saku PAMUKA 2026.

The post Pamuka 2026 Akan Antarkan Mahasiswa Baru Unpad ke Kehidupan Kampus appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Pelaksanaan prajabatan bagi Calon Pegawai Tetap Non-PNS Universitas Padjadjaran tahun 2026 resmi ditutup pada Kamis, (16/7). Acara penutupan yang berlangsung di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, menandai berakhirnya rangkaian pembekalan yang telah berjalan sejak 6 Juli 2026 lalu. Sebanyak 57 peserta yang terdiri dari 56 dosen dan satu tenaga kependidikan, mendapatkan status kepegawaian penuh secara resmi.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian prajabatan. Dalam sambutannya, Ia menekankan pentingnya bimbingan dari fakultas masing-masing agar para pegawai baru dapat meniti karier secara optimal. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus.
“Ini adalah awal, nanti di bawah bimbingan pimpinan fakultas maupun sekolah, mudah-mudahan kita semua bersama-sama berkolaborasi membangun Unpad yang hebat,” ujar Prof. Widya.
Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen dan Manajemen Talenta Unpad, Dr. Fitriani Yustikasari Lubis menjelaskan, selama 10 hari pelaksanaan kegiatan prajabatan, para peserta menerima materi seputar direktorat yang melibatkan 29 narasumber internal di lingkungan Unpad. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi dukungan bagi para peserta dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di masa yang akan datang.
Melalui kegiatan ini, Fitriani berharap para peserta dapat memahami Universitas Padjadjaran secara mendalam, sehingga dapat memacu mereka untuk menjalankan perannya secara optimal, mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mewujudkan visi-misi universitas.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi modal awal dari berbagai pencapaian para peserta dalam perjalanan karier mereka di Unpad ke depan,” jelasnya.* (Reporter: Siti Fadhilah Khadijah Hutagalung/R02)



The post 57 Calon Pegawai Tetap Non-PNS Unpad Terima Status Kepegawaian Penuh appeared first on Universitas Padjadjaran.