Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.







[Kanal Media Unpad] Unit Inkubasi Hilirisasi dan Komersialisasi Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (IHK FTIP Unpad) kembali menunjukkan perannya dalam penguatan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui keberhasilan Mimide meraih Juara 1 Tingkat Nasional pada ajang Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, 4-6 Februari 2026.
Mimide merupakan UMKM Indramayu binaan IHK FTIP Unpad, PT. Pertamina Eksplorasi dan Produksi, yang mengembangkan potensi mangga lokal khas Indramayu (Gedong Gincu) sebagai bahan baku utama kue nastar. Tak hanya sekadar bisnis, Mimide juga membawa dampak sosial dengan memberdayakan pekerja purna migran sebagai tenaga produksi untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi lokal. Informasi Mimide secara daring bisa dilihat di instagram @mimide.id
Keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang dan pendampingan intensif oleh tim IHK FTIP Unpad yang berfokus pada penguatan kapasitas bisnis, inovasi, serta daya saing. Melalui pendekatan komprehensif, tim memberikan bimbingan strategis yang mencakup penguatan branding merek Mimide, penyusunan business plan, hingga optimalisasi digital marketing dan e-commerce. Selain dukungan akademisi, kolaborasi ini semakin kuat dengan kehadiran mahasiswa KKN Unpad di Desa Jayalaksana yang turut mendampingi Mimide di setiap rangkaian kompetisi.
Rangkaian pendampingan tersebut mengantarkan Mimide sukses melewati berbagai tahapan seleksi yang ketat, mulai dari seleksi video, hingga wawancara daring. Puncaknya, pada Grand Final Pitching Business Strategy yang digelar di Jakarta pada 5 Februari 2026. Mimide tampil impresif di hadapan dewan juri nasional seperti Chef Edwin Lau, Chef Ryan Grady, dan Fildzah Sabrina. Penampilan yang matang hasil bimbingan intensif tersebut berhasil meyakinkan para juri, hingga akhirnya Mimide dinobatkan sebagai yang terbaik di tingkat nasional.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian yang telah diraih. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa UMKM dari daerah pun memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan diapresiasi di tingkat nasional. Proses Panjang yang kami lalui, mulai dari belajar, dibimbing, hingga berani tampil, menjadi pengalaman berharga bagi Mimide untuk terus berkembang,” ujar Cartinih, pendiri Mimide.
Lebih lanjut, Cartinih mengatakan, semoga langkah ini menjadi pintu kesuksesan bagi Mimide serta dapat menginspirasi UMKM lain untuk berani berinovasi dan menciptakan dampak social yang lebih luas.
“Terima kasih kepada para petani mangga Indramayu, Tim Mimide, IHK FTIP Unpad, Pertamina EP, dan Bogasari atas dukungan yang telah diberikan,” ujar Cartinih.
Keberhasilan Mimide meraih juara pertama menjadi bukti bahwa pendampingan berbasis pentahelix mampu mengangkat UMKM lokal bersaing di tingkat nasional sekaligus menjadi bukti konkret bahwa melalui proses pendampingan intensif mampu meningkatkan kapasitas UMKM lokal hingga siap bersaing di level nasional.
Wazirul Luthfi selaku Head of Communication, Relation & CID Pertamina EP Zona 7 mengatakan konsep produk dan validasi produk yang dikembangkan UMKM tetap sesuai potensi wilayah dan segmen pasar.
“Kami berkomitmen memberdayakan UMKM menjadi naik kelas, keberhasilan Mimide merupakan buah dari komitmen kami yang berkolaborasi dengan IHK sebagai inkubator sekaligus akademisi yang dapat mendampingi UMKM bukan hanya dari sisi pengembangan bisnis tapi juga melalui revisi konsep produk dan validasi sehingga produk yang dikembangkan UMKM tetap sesuai potensi wilayah dan segmen pasar” ujarnya
Dr. In-In Hanidah, selaku Kepala IHK FTIP Unpad juga menambahkan bahwa keberhasilan Mimide ini merupakan kolaborasi strategis perguruan tinggi, sektor usaha, pemerintah dan komunitas.
“Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi semata, namun sebagai model kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan sektor usaha untuk mendorong UMKM agar naik kelas, berkelanjutan, serta memberikan dampak sosial yang nyata,” ujar In-In Hanidah.
Melalui pencapaian ini, Unpad berharap keberhasilan Mimide dapat menjadi sumber inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya untuk lebih berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi. Dengan membangun bisnis yang berbasis pada potensi lokal melalui pendekatan dan proses pendampingan yang kuat, UMKM diharapkan mampu tumbuh menjadi pilar ekonomi yang tangguh di masa depan.* (Rilis oleh: Dani Wahdani/Humas FTIP Unpad)



The post Kolaborasi Pentahelix Antarkan UMKM Mimide Indramayu Raih Juara 1 Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Sebagai langkah awal penguatan tata kelola akademik bagi pimpinan program studi yang baru saja dilantik, Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Direktorat Akademik menyelenggarakan rangkaian "Workshop Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Outcome Based Education (OBE) dan Sosialisasi Sistem Informasi Akademik Terpadu - Capaian Pembelajaran (SIAT-CP)" pada 3 – 4 Februari 2026. Kegiatan ini didesain khusus sebagai bentuk pembekalan strategis bagi para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) periode 2026 – 2030 di lingkungan Universitas Padjadjaran.
Rangkaian workshop dilaksanakan secara intensif di dua lokasi berbeda guna menjangkau seluruh jenjang pendidikan. Pada hari pertama, sesi difokuskan bagi jenjang D4, S1, S2, dan S3 bertempat di Ruang Teater C3 dan C5, Fakultas Kedokteran Unpad, Jatinangor. Sementara pada hari kedua, kegiatan berlanjut bagi pimpinan prodi jenjang Profesi, Spesialis, dan Subspesialis di Ruang Auditorium Lantai 2 Gedung Eijkman, Bandung.
Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP), Dr. Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., yang bertindak sebagai pelaksana sekaligus narasumber, menekankan bahwa penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan prinsip OBE adalah landasan fundamental yang harus dikuasai oleh pimpinan prodi di awal masa bakti mereka.
"Implementasi OBE bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan transformasi cara kita mendidik agar lulusan memiliki kompetensi yang terukur dan relevan dengan tantangan global. RPS adalah kontrak belajar yang harus disusun dengan presisi agar setiap capaian pembelajaran dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya," ujar Dr. Intan dalam pemaparannya.
Sejalan dengan semangat digitalisasi kurikulum, Dr. Ir. Raden Irvan Sophian, S.T., M.T. mensosialisasikan pemanfaatan aplikasi SIAT-CP. Melalui sistem ini, Kaprodi dan Sekprodi dibekali kemampuan untuk memetakan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara sistematis, transparan, dan terintegrasi dalam satu platform data universitas.
Selain aspek RPS, sesi di Gedung Eijkman juga menyoroti pentingnya Sosialisasi Logbook Digital bagi jenjang pendidikan dokter spesialis dan profesi. Sesi ini diarahkan untuk memastikan setiap aktivitas praktik dan kompetensi klinis mahasiswa terdokumentasi dengan akurat guna menjaga standar mutu lulusan tenaga kesehatan Unpad.
Pendalaman materi teknis mengenai penurunan CPL menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) disampaikan secara komprehensif oleh narasumber ahli, Prof. Dr. Ir. Noor Istifadah, M.C.P. dan Dr. Yuni Susanti Pratiwi, dr., M.Kes. Dalam sesi bimbingan teknis ini, para pimpinan prodi baru diajak mensimulasikan penyusunan dokumen instruksional yang adaptif terhadap standar akreditasi internasional.Kegiatan ini diharapkan menjadi modal awal yang kuat bagi para Kaprodi dan Sekprodi periode 2026-2030. Dengan penguasaan instrumen OBE dan SIAT-CP, Unpad optimis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengetahuan berkualitas dunia yang berorientasi pada dampak nyata (impactful).* (Rilis oleh: PIPP Unpad)



The post Kaprodi dan Sekprodi Baru Ikuti Workshop RPS OBE dan Sosialisasi SIAT-CP appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Lembaga Wakaf Universitas Padjadjaran menerima dana wakaf sebesar Rp. 2 miliar dari ParagonCorp untuk pembangunan Gedung Kelas Bersama. Penyerahan wakaf tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berlangsung di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Jumat, 13 Februari 2026.
“Wakaf saat ini sudah sangat bervariasi. Unpad memiliki Wakaf Uang, yaitu wakaf yang diberikan dalam bentuk uang, namun yang dimanfaatkan adalah hasil pengelolaannya. Selain itu juga Wakaf Melalui Uang yang lebih spesifik, yakni wakaf berbentuk uang untuk program tertentu, seperti yang diberikan oleh Paragon,” jelas Ketua Lembaga Wakaf Unpad sekaligus Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad, Prof. Maman Setiawan, dalam sambutannya.
Prof. Maman menjelaskan bahwa pada tahun lalu Lembaga Wakaf Unpad telah menjalankan dua program utama, yaitu Wakaf Sauyunan dan Wakaf Gedung Kelas Bersama, yang mencakup skema Wakaf Uang dan Wakaf Melalui Uang. Penyaluran manfaat Wakaf Sauyunan difokuskan untuk beasiswa mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, bantuan riset mahasiswa, serta pemberdayaan UMKM. Sementara itu, penyaluran manfaat dari Wakaf Melalui Uang untuk pembangunan Gedung Kelas Bersama serta gedung lainnya.
Executive Vice President and Chief Administration Officer ParagonCorp., Miftahuddin Amin, menyampaikan bahwa inisiatif pemberian dana wakaf tersebut berawal dari diskusi dengan pihak Unpad yang membahas mengenai pentingnya ketersediaan fasilitas ruang pembelajaran yang memadai agar proses perkuliahan dapat berjalan lebih optimal.
“Kami (Paragon) memiliki niat untuk turut membangun gedung, dan ini menjadi bagian dari movement kami untuk bersama-sama mendukung kegiatan maupun pembangunan gedung melalui skema dana wakaf yang saat ini sedang digerakkan dan diperkuat oleh pemerintah,” jelas Miftahuddin.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara Unpad dan Paragon dalam mendukung pengembangan fasilitas pendidikan melalui pengelolaan wakaf. Melalui program pembangunan Gedung Kelas Bersama, Unpad berharap pemanfaatan dana wakaf dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pembelajaran, sekaligus memperluas manfaat sosial bagi sivitas akademika dan masyarakat.* (R01)



The post ParagonCorp Serahkan Dana Rp. 2 Miliar kepada Lembaga Wakaf Unpad untuk Pembangunan Gedung Kelas Bersama appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Dalam rangka menyambut bulan Ramadan 2026, Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Munggahan Unpad: Menyongsong Ramadan Produktif yang bertajuk ”Momentum Peningkatan Kualitas Ibadah dan Amal Jariyah Berkelanjutan” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan refleksi ini dihadiri oleh para sivitas akademika dan tenaga kependidikan di lingkungan Unpad serta dihadiri juga oleh mitra-mitra Unpad.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Widya Setiabudi Sumadinata, mengajak sivitas Unpad untuk menerapkan perilaku yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Prof. Widya juga mendorong para sivitas untuk meningkatkan wakaf dan amal.
”Jadi ini menyiratkan bahwa beragama itu bukan sekedar melaksanakan ritual-ritual, tapi juga bagaimana menjadi manusia untuk bermanfaat bagi seluruh umat manusia, bagi lingkungan, bagi semesta. Topik pada pagi hari ini Insya Allah akan sangat menarik, bagaimana kemudian mendorong meningkatkan wakaf,” ujar Prof. Widya.
Kegiatan ini diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ketua DKM Masjid Raya Al-Jabbar, Ustadz Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag. Ustadz Tata berpesan untuk mempersiapkan bulan Ramadan dan ibadah puasa sebaik-baiknya untuk meraih keberkahan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
”Maka kegiatan munggahan yang diselenggarakan oleh keluarga besar Unpad ini, untuk mempersiapkan diri agar siap mengikuti perkuliahan utama yaitu saum, kuliah tambahannya yaitu qiyamul lail, tadarus Al-Quran, dan tugas akhirnya zakatul fitri, kita berharap dan punya target minimal meraih gelar takwa,” pungkasnya.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)




The post Ramadan, Momentum Peningkatan Kualitas Ibadah dan Amal Jariyah appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjalin kolaborasi strategis dengan ParagonCorp mengenai Peningkatan Dana Abadi Unpad sebesar Rp 25 Miliar yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang diselenggarakan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat, 13 Februari 2026.
Penandatangan PKS tersebut dilakukan oleh Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita dan Executive Vice President and Chief Administration Officer ParagonCorp, A. Miftahuddin Amin. Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan Penandatanganan Kerja Sama Peningkatan Dana Wakaf Unpad, serta Kerja Sama tentang Penelitian Bahan Aktif dan Material Fungsional untuk Kosmetik dan Kesehatan antara Unpad dan ParagonCorp yang ditandangani oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, dan Executive Vice President and Chief Administration Officer ParagonCorp, A. Miftahuddin Amin.
“Hari ini kita sama-sama akan melihat Paragon menyampaikan dana abadi yang akan dimanfaatkan oleh mahasiswa Unpad. Dana abadi yang kami kumpulkan tentu tidak hanya digunakan untuk pembiayaan mahasiswa, tetapi juga untuk kepentingan lainnya, salah satunya adalah memberikan fasilitas-fasilitas pendidikan di Unpad juga untuk memberikan bantuan-bantuan seperti pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa,” jelas Rektor dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa sinergi yang dibangun antara Unpad dan Paragon ini diharapkan dapat menjadi inisiasi yang bergulir terus menerus sebagai solusi untuk menciptakan pendidikan di Unpad yang lebih baik di masa yang akan datang. Rektor berharap kerja sama ini dapat memberikan kebermanfaatan untuk pendidikan di Unpad, sehingga dapat memberikan kemajuan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.
Sementara itu, Executive Vice President and Chief Administration Officer ParagonCorp, A. Miftahuddin Amin, menyampaikan bahwa Unpad dan Paragon terus menginisiasi kolaborasi yang semakin intensif sebagai bentuk dorongan dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui kerja sama ini, Paragon berharap integrasi antara kebutuhan Unpad sebagai perguruan tinggi dan kebutuhan industri dapat terjembatani.
“Ke depannya Paragon ingin mengembangkan employee branding kita bukan hanya mencari talent, tetapi bagaimana connectivity riset-riset yang ada di universitas bisa kita gunakan di Paragon dengan secara optimal. Mudah-mudahan dengan inisiatif kolaborasi strategis ini membawa manfaat yang optimal, di sisi yang lain Paragon juga bisa memberikan manfaat luar biasa,” ujar Miftahuddin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama Metro TV, Arief Suditomo, yang juga alumni Fakultas Hukum Unpad, dan seluruh Wakil Rektor Unpad.* (R02)







The post ParagonCorp Sumbang Rp. 25 Miliar ke Dana Abadi Unpad, Bangun Kebermanfaatan untuk Pendidikan appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran berpartisipasi dalam ajang pameran pendidikan Indonesia International Education Training (IIETE) Expo 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, mulai Kamis hingga Minggu, 12-15 Februari 2026. Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi dari 9 negara ini menjadi media bagi calon mahasiswa untuk mendapatkan berbagai informasi penting mengenai fasillitas pendidikan tinggi yang ada di Indonesia dan global.
“Unpad berpartisipasi dalam pameran ini untuk memberikan mengenai bagaimana mekanisme Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran kepada para calon mahasiswa. Pada kesempatan ini calon mahasiswa bisa mengetahui berbagai informasi seperti program studi yang ada di Unpad dan sebagainya, sehingga harapannya dengan calon mahasiswa tahu kondisi pendidikan di Unpad seperti apa, mereka jadi tertarik untuk melanjutkan jenjang pendidikan tingginya di Unpad,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D.
Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Kemendiktisaintek RI, Doddy Zulkifli Indra Atmaja, menyampaikan bahwa kegiatan IIETE Expo 2026 ini bukan sekedar pameran pendidikan, tetapi merupakan ruang strategis untuk mempertemukan aspirasi generasi dengan peluang pendidikan global.
“IIETE 2026 menjadi wadah yang penting bagi perguruan tinggi di Indonesia dan mancanegara untuk memperkenalkan keunggulan dari masing-masing institusi, membangun jejaring, serta membuka ruang kolaborasi lintas negara. Di sini lah calon mahasiswa tidak hanya memilih kampus, tetapi juga mulai merancang masa depan,” jelas Doddy.
Lebih lanjut, Doddy menyampaikan bahwa saat ini Kemdiktisaintek RI tengah mengembangkan visi besar untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, relevan, inklusif, dan berdaya saing global. Untuk mewujudkan visi tersebut dalam hal ini perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai institusi pengajaran, tetapi juga sebagai penggerak inovasi, pusat riset strategis, juga inkubator talenta bangsa.
“Kemdiktisaintek ingin perguruan tinggi dapat terus melaju dan mengembangkan inovasinya serta membuka berbagai peluang kerja sama dengan mitra-mitra internasional. Kami sangat mendukung hal itu dan kami sangat mendorongnya. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk terus membangun jejaring, membuka peluang riset bersama, pengembangan kurikulum global, serta kolaborasi inovasi yang berdampak,” pungkasnya.* (R02)















The post Unpad Hadir di Pameran Pendidikan IIETE Expo 2026, Sajikan Informasi Seleksi Masuk dan Program Studi appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Sebagai ungkapan bersyukur atas penagugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. Mochtar Kusumaatmadja, Universitas Padjadjaran (Unpad) menyelenggarakan Syukuran Akademik Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Mochtar Kusumaatmadja pada Kamis, 12 Februari 2026 di Bale Sawala, Gedung Rektorat Kampus Unpad Jatinangor. Prof. Mochtar yang merupakan mantan Rektor ke-5 Unpad, Menteri Kehakiman (1974 – 1978), dan Menteri Luar Negeri Indonesia (1978 – 1988) dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional, Pahlawan Bidang Perjuangan Hukum dan Politik pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2025 melalui Keppres No. 116/TK/Tahun 2025.
Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menjadikan acara ini tidak hanya sebagai perayaan penganugerahan gelar pahlawan namun sebagai momentum refleksi keteladanan intelektual, keberanian pemikiran, dan pengabdian akademisi yang memberikan pengaruh terhadap dunia.
”Momentum ini juga perlu menjadi pengingat bagi kita semua, khusunya generasi muda Universitas Padjadjaran, bahwa kebesaran tidak lahir dari popularitas, melainkan dari konsistensi pengabdian, bahwa warisan terbesar seorang intelektual bukanlah jabatan, melainkan gagasan yang terus hidup melampaui zamannya,” pesan Prof. Arief dalam sambutannya.
Prof. Arief juga menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada keluarga besar Prof. Mochtar yang dapat menjadi keteladanan dan sumber nilai moral bagi Prof. Mochtar.
”Kami atas nama Universitas Padjadjaran menyampaikan penghormatan dan terima kasih. Kami memahami bahwa dibalik seorang tokoh besar selalu ada keluarga yang menjadi sumber nilai keteguhan dan keteladanan. Hari ini kebanggaan itu bukan hanya milik keluarga, bukan hanya milik Universitas Padjadjaran, tetapi menjadi kebanggaan Jawa Barat dan seluruh bangsa Indonesia,” ujarnya.
Salah satu jasa Prof. Mochtar yang paling signifikan untuk kepentingan negara adalah pengukuhan kedaulatan Indonesia melalui konsep Archipelagic State atau Negara Kepulauan. Konsep tersebut disampaikan melalui Wawasan Nusantara pada UNCLOS 1982 di Montego Bay yang memberikan Indonesia pengakuan kedaulatan wilayah laut kepulauan, penambahan luas wilayah, dan landasan hukum laut internasional.
Tidak hanya itu dalam Pandangan terhadap Prof. Mochtar Kusumaatmadja yang disampaikan oleh Dekan FH Unpad, R. Achmad Gusman Catur Siswandi, S.H., LL.M., Ph.D., pemikiran dan warisan ilmu Prof. Mochtar juga digunakan sebagai kolaborasi ilmu hukum dengan ilmu lainnya untuk memecahkan permasalahan global.
”Disinilah tantangan bagi kami semua untuk terus mengimplementasikan pemikiran Prof. Mochtar Kusumaatmadja yang mengajak kami untuk tidak hanya menganalisis atau menelaah, sekedar ilmu hukum, tetapi bagaimana kemudian ilmu kami dapat berkolaborasi dengan ilmu – ilmu lainnya dalam memecahkan permasalahan – permasalahan global,” ujar Gusman.
Perwakilan keluarga Prof. Mochtar yang juga Guru Besar FEB Unpad, Prof. Armida Alisjahbana menyampaikan dua hal yang diinginkan langsung oleh Prof. Mochtar yaitu, bagaimana Wawasan Nusantara dapat merealisasikan kesatuan hukum dan pembangunan, serta Jurnal Bina Mulia Hukum Unpad yang dapat berlandaskan implementasi penegakan hukum, khususnya dalam lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Prof. Mochtar berharap hal tersebut dapat diwujudkan di masa depan.
“Mudah-mudahan apa yang dicita-citakan kita bersama, yang diawali oleh pemikiran pak Mochtar bisa direalisasikan oleh kita semua,” pesan Prof. Armida.
Acara ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Manajemen Kemenlu, Acep Somantri, Kepala Dinsos Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P., dan segenap pimpinan dan staf sivitas akademika Unpad.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)









The post Gelar Pahlawan Prof. Mochtar Kusumaatmadja, Refleksi Pengabdian yang Memberi Pengaruh pada Dunia appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengajak para mahasiswa baru Pascasarjana Unpad untuk menjunjung tinggi integritas ilmiah, menjadikan kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI) sebagai alat bantu kegiatan akademik, dan transparan dengan ”bantuan” kecerdasan buatan yang digunakan dalam proses riset ilmiah.
Prof. Arief mengatakan hal tersebut pada kegiatan”Rektor Menyapa: Menjaga Integritas Ilmiah di Era AI” sebagai bagian dari acara Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana Gelombang 2 Tahun 2026 Unpad di Graha Sanusi Hardjadinata, Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Selasa, 10 Februari 2026.
”Jadi secara umum bisa disampaikan bahwa kami di Unpad ingin justru terlibat dalam ekosistem AI, dan bisa menggunakan AI ini menjadi alat bantu yang sangat powerful dalam menghasilkan karya ilmiah, tetapi di dalam koridor academic integrity yang kuat,” ujar Prof. Arief.
Untuk memperkuat pernyataan tersebut, Unpad telah menyiapkan kebijakan terkait penggunaan kecerdasan artifisial dalam proses akademik melalui Peraturan Rektor No. 8 Tahun 2025 tentang "Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif Dalam Kegiatan Pembelajaran di Lingkungan Universitas Padjadjaran". Tidak hanya itu, Unpad juga telah melakukan sosialisasi dan pelatihan penggunaan kecerdasan artifisial kepada para Tendik.
”Saya mohon para pimpinan bisa melakukan intensifikasi untuk literasi AI ini untuk para dosen dan para kaprodinya. Agar kaprodi dan dosen harus lebih tahu, atau minimal sama tahunya dengan generasi baru dalam penggunaan AI,” pesan Prof. Arief.
Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran, Dr. Intan Nurma Yulita, S.T., MT menambahkan, Unpad akan meluncurkan pedoman etis penggunaan kecerdasan artifisial. Salah satu poin dalam pedoman etis tersebut adalah deklarasi seberapa banyak penggunaan kecerdasan artifisial dalam membantu pengerjaan kegiatan akademik. Deklarasi dalam panduan tersebut dapat disesuaikan untuk kebutuhan mata kuliah yang berbeda-beda.
Selain pedoman etis, Unpad juga akan melaksanakan workshop AI yang bekerja sama dengan Google dan sosialisasi panduan etis. Untuk memfasilitasi penggunaan kecerdasan artifisial di kalangan sivitas, Unpad akan berlangganan Scopus AI dan sebagai bentuk kerjasama dengan Google, akun email unpad akan mendapatkan layanan kecerdasan artifisial Google yang ditingkatkan yaitu, Gemini Pro dan NotebookLM.
”Jadi kalau mahasiswa dan para dosen ketika masuk ke Google dengan menggunakan afiliasi Unpad itu bukan lagi yang basic, tetapi sudah next level,” ucap Dr. Intan
Pada gelombang 2 tahun 2026, terdapat 952 mahasiswa baru Pascasarjana Unpad yang terbagi dalam 121 mahasiswa Doktoral (S3), 386 mahasiswa Magister (S2), 166 mahasiswa Profesi, 231 mahasiswa Profesi, dan 48 mahasiswa Sub-spesialis.
Kegiatan ”Rektor Menyapa” ini dimoderatori oleh Kaprodi Pascasarjana Fakultas Psikologi Unpad, Fredrick Dermawan Purba, Ph.D, Psikolog, dengan narasumber Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad, Prof. Ir. Tarkus Suganda M.Sc., Ph.D., dan Mahasiswa S3 Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Ronal Sunandar Surapradja, S.Sos., M.I.Kom.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish/R02)









The post Rektor Unpad, “AI Bisa Bantu Karya Ilmiah, Namun Tetap dalam Koridor Integritas Akademik yang Kuat” appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan kolaborasi internasional melalui implementasi Hibah Matchmaking Research Interest (MMRI) yang dilaksanakan di The University of Queensland (UQ), Brisbane, Australia pada 31 Januari hingga 9 Februari 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Putri Widyanti Harlina, S.Pt., M.Si., M.Eng., Ph.D., dosen Program Studi Teknologi Pangan FTIP Unpad, selaku Ketua Peneliti (Principal Investigator), bersama dua anggota tim, yaitu Dr. Aldila Din Pangawikan, S.TP., M.Sc. dan Dr. Souvia Rahimah, M.Sc.
“Melalui implementasi hibah MMRI ini, kami ingin memperkuat kolaborasi riset internasional antara FTIP Unpad dan University of Queensland, sekaligus membuka peluang publikasi bersama di jurnal bereputasi,” ujar Putri Widyanti Harlina.
Program MMRI merupakan bagian dari skema pendanaan internasional dalam EQUITY Program yang bertujuan mempertemukan peneliti Unpad dengan mitra strategis global guna mengembangkan kolaborasi riset dan pembelajaran berbasis internasional.
Lebih lanjut, Putri menyebutkan bahwa implementasi MMRI Unpad–UQ difokuskan pada penguatan kolaborasi riset dan teaching melalui skema Collaborative Online International Learning (COIL), khususnya pada mata kuliah Produk Pangan Halal di Program Studi Teknologi Pangan FTIP Unpad.
Dalam kegiatan ini, tim Unpad melaksanakan diskusi akademik intensif bersama mitra UQ, yakni Prof. Louwrens Hoffman dan Prof. Daniel Cozzolino dari Queensland Alliance for Agriculture and Food Innovation (QAAFI), University of Queensland.
Pada aspek riset, kolaborasi diarahkan pada penyusunan proposal penelitian bersama dengan fokus pada penguatan mutu dan ketahanan simpan produk daging berbasis teknologi pangan maju. Tim peneliti menilai kerja sama ini berpotensi menghasilkan proposal pendanaan eksternal internasional serta publikasi bersama pada jurnal bereputasi (Q1 Scopus) pada tahun pertama kolaborasi.
Sementara itu, pada aspek teaching, implementasi MMRI diwujudkan melalui perancangan program COIL yang dipimpin oleh Prof. Daniel Cozzolino. Program ini mencakup empat sesi perkuliahan kolaboratif yang mengintegrasikan topik spektroskopi, kemometrik, serta pendekatan omics untuk autentikasi halal produk pangan.
Berikutnya Putri menegaskan bahwa program ini tidak hanya memperkaya kurikulum mata kuliah Produk Pangan Halal, tetapi juga membuka ruang interaksi akademik langsung antara mahasiswa Unpad dan mahasiswa UQ, sehingga mendukung internasionalisasi pembelajaran di lingkungan Unpad.
“Program ini tidak hanya berfokus pada riset, tetapi juga mendukung internasionalisasi pembelajaran melalui skema COIL, sehingga mahasiswa Unpad dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan akademisi di UQ,” ungkapnya.
Selain diskusi akademik dan perancangan program, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk laboratory visit, pembahasan teknis metode analisis, serta perencanaan kunjungan balasan (reciprocal visit) dari pihak UQ ke Unpad yang direncanakan pada Mei–Juni 2026. Kunjungan balasan tersebut akan difokuskan pada pelaksanaan seminar akademik serta penguatan jejaring riset berkelanjutan.
Dalam rangka memperkuat pemahaman praktis dan keterkaitan dengan industri, tim MMRI FTIP Unpad juga melakukan kunjungan ke perusahaan pengolahan daging Australian Country Choice, didampingi oleh Prof. Louwrens Hoffman.
Kunjungan ini difokuskan pada observasi proses pengolahan daging dari tahap penyembelihan hingga menjadi produk akhir, serta penerapan standar mutu dan praktik industri yang relevan dengan pengembangan riset dan pembelajaran di bidang teknologi pangan hewani.
Melalui implementasi hibah MMRI ini,, Putri menegaskan bahwa FTIP Unpad komitmennya dalam membangun ekosistem riset dan pendidikan berorientasi global, memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta berkontribusi nyata dalam pengembangan sistem pangan halal berbasis sains, inovasi, dan integritas di tingkat global.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis FTIP Unpad untuk memperluas jejaring global dan meningkatkan daya saing riset di bidang teknologi pangan, khususnya terkait mutu dan autentikasi halal,” jelas Putri.* (Rilis oleh: Humas FTIP Unpad)



The post FTIP Unpad Perkuat Kolaborasi Riset Global melalui Hibah MMRI di The University of Queensland, Australia appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari komitmen mendukung ketahanan pangan nasional, Universitas Padjadjaran membuka Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang magister. Program tersebut meliputi Magister Ekonomi Pertanian Konsentrasi Kedaulatan Pangan di Fakultas Pertanian serta Magister Ilmu Peternakan Konsentrasi Manajemen Pembangunan Peternakan di Fakultas Peternakan.
“Untuk saat ini, program studi (prodi) yang telah diselenggarakan dalam bentuk PJJ yaitu Magister Ilmu Peternakan dan Magister Ekonomi Pertanian, yang keduanya telah memenuhi persyaratan akreditasi minimal,” jelas Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah, dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Senin, 2 Februari 2026.
Prof. Aliya menjelaskan bahwa penyelenggaraan PJJ didukung oleh Kantor PJJ Unpad yang bekerja sama dengan Kantor Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Unpad guna memastikan mutu pembelajaran tetap setara dengan program reguler. Ia menegaskan bahwa tidak terdapat perbedaan dari sisi kualitas dan capaian pembelajaran antara kelas reguler dan PJJ.
“Pada PJJ, pembelajaran sebagian besar dilakukan secara jarak jauh melalui learning management system Unpad (menggunakan Learning in Virtual Environment atau LiVE Unpad), mulai dari penyediaan bahan ajar, pelaksanaan ujian, hingga model tutorial. Kami juga telah menyiapkan tutor berbasis AI yang banyak melibatkan kegiatan praktikum berbasis responden,” papar Prof. Aliya.
Unpad memastikan tidak terdapat perbedaan mutu pendidikan antara pembelajaran jarak jauh dan tatap muka. Hal tersebut didukung oleh kesiapan sistem pembelajaran, di mana proses PJJ di Unpad dilaksanakan secara terintegrasi melalui LiVE Unpad untuk menjamin kualitas dan efektivitas pembelajaran.
“LiVE Unpad tersedia dalam versi mobile, baik iOS maupun Android, serta berbasis web. Sehingga, mahasiswa yang berada di berbagai wilayah dapat mengakses pembelajaran dengan mudah dan memperoleh pengalaman serta kualitas pembelajaran yang setara dengan perkuliahan tatap muka,” ujar Prof. Aliya.
Lebih lanjut, Prof. Aliya menambahkan bahwa Magister Ekonomi Pertanian Konsentrasi Kedaulatan Pangan telah ditetapkan sebagai salah satu program studi penerima Beasiswa Patriot 2026. Beasiswa dari Kementerian Transmigrasi RI ini mencakup pendidikan dan penempatan peserta di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi untuk mendukung swasembada nasional dan pembangunan ekonomi.
Bagi calon peserta yang ingin mendaftar pada Program PJJ, alur pendaftaran dan persyaratannya sama dengan prodi reguler melalui laman smup.unpad.ac.id. Pada laman tersebut tersedia keterangan khusus PJJ untuk prodi yang bersangkutan. Ke depan, Unpad tengah merencanakan dan memproses pembukaan sejumlah program studi lain dalam skema PJJ. Saat ini, program-program tersebut masih berada dalam berbagai tahapan proses, termasuk pendirian program studi baru serta menunggu pemenuhan dan penilaian borang dari lembaga akreditasi.
“Bagi calon mahasiswa yang berada di luar daerah dan mengalami kendala untuk hadir langsung di Unpad, namun tetap ingin merasakan pendidikan di Unpad, PJJ dapat menjadi pilihan yang sangat memungkinkan.,” pungkas Prof. Aliya.
Program ini fleksibel dalam lokasi dan waktu belajar. Mandiri dalam belajar namun tetap difasilitasi dengan bantuan teknologi, modul-modul yang disertai kasus serta pengajar Unpad dan praktisi terkait. PJJ Unpad cocok untuk pengambil kebijakan, praktisi, dan akademisi.
Dekan Fakultas Peternakan Unpad Prof. Dr. Rahmat Hidayat, S.Pt., M.Si. Fakultas Peternakan menambahkan bahwa Program PJJ jenjang magister di Fakultas Peternakan dirancang dengan skema perkuliahan penuh di luar kampus. Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan secara daring melalui sistem pembelajaran Unpad, sementara pelaksanaan Seminar Proposal dan Sidang Tesis dapat dilakukan secara luring di kampus maupun secara daring. Lebih lanjut, Prof. Rahmat menyampaikan bahwa program PJJ ini akan berjalan dengan dukungan penuh fasilitas pembelajaran digital, seperti tutor, video ajar, serta materi pembelajaran yang terintegrasi dalam Learning Management System (LMS) Unpad dan dapat diakses oleh mahasiswa dari berbagai daerah.
“Program PJJ ini kami rancang untuk memperluas akses pendidikan pascasarjana, khususnya bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk wilayah 3T agar tetap dapat menempuh pendidikan magister tanpa harus meninggalkan daerahnya. Harapannya mahasiswa dapat mengembangkan riset yang berbasis pada fenomena dan kebutuhan daerah masing-masing, sehingga hasil tesis yang dihasilkan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang diselenggarakan,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unpad Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, S.P., M.P., menyampaikan bahwa visi penyelenggaraan program PJJ adalah untuk menjadi pusat pendidikan dan pengetahuan bidang kedaulatan pangan yang inklusif, berkelanjutan dan berkelas dunia, serta mendorong inovasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan masyarakat. Program ini juga menjunjung prinsip Bhineka Tunggal Ika, dengan mendorong keberagaman pangan lokal, agroekologi, dan sistem pangan berbasis kearifan budaya di berbagai wilayah Nusantara.
“Penyelenggaraan program dalam format Pendidikan Jarak Jauh mencerminkan komitmen terhadap nilai inklusifitas, pemerataan akses pendidikan, dan keberlanjutan dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat di berbagai daerah untuk mengakses pendidikan magister berkualitas tanpa hambatan geografis. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat menjadi pionir dalam memperkuat sistem pangan nasional, memperluas akses pendidikan pascasarjana berkualitas jarak jauh, dan membentuk agen perubahan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia,” jelasnya.* (R01/R02)
The post Unpad Buka Program Pendidikan Jarak Jauh untuk Magister Terkait Ketahanan Pangan Nasional, Tersedia Beasiswa appeared first on Universitas Padjadjaran.