Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.







[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan kedokteran yang unggul di Jawa Barat, Universitas Padjadjaran bersama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), dan Universitas Kristen Maranatha meluncurkan kolaborasi strategis percepatan pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (Sp1) dan Subspesialis (Sp2) pada acara Peluncuran Pembukaan Program Studi Spesialis dan Subspesialis yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu, 18 Februari 2026.
“Peluncuran Prodi Spesialis dan Subspesialis pada hari ini tentu saja menjadi tonggak penting penguatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA) di wilayah Jawa Barat. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya atas komitmen kolaboratif ini. Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai pusat tunjukkan pendidikan dan layanan kesehatan. Semoga dengan sinergi yang kuat, SKA Jawa Barat nantinya dapat menjadi model praktik baik di tingkat nasional,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., yang hadir mewakili Menteri Diktisaintek.
Lebih lanjut, Prof. Khairul menyampaikan bahwa akselerasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ini harus berpegang pada berbagai prinsip, seperti penjaminan mutu yang ketat, kepatuhan terhadap regulasi, dan keterlibatan berbagai stakeholder, sehingga bisa dilakukan evaluasi secara berkala agar ekspansi akses tidak mengorbankan kualitas. Dalam hal ini, Prof. Khairul berharap Pemda Jabar dapat terus memberikan dukungan, seperti beasiswa ataupun insentif pendidikan bagi para peserta didik yang akan ditempatkan di daerah.
“Yang tidak kalah penting adalah kami juga menegaskan pentingnya komitmen bahwa mahasiswa PPDS yang dididik melalui prodi baru ini nantinya akan kembali mengabdi di daerah asalnya dengan jaminan keselamatan dan kesejahteraan dalam lingkungan pendidikan yang bebas kekerasan. Sistem kesejahteraan akademik sejatinya bukan hanya sekedar konsep, tetapi adalah gerakan kolaboratif antara perguruan tinggi, rumah sakit, pemerintah daerah, dan juga masyarakat untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas,” jelas Prof. Khairul.
Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., menyampaikan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari agenda strategis penguatan SDM nasional, sekaligus bagian dari transformasi nasional dalam penguatan SDM kesehatan dengan perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah yang bergerak dalam satu arah kebijakan untuk memastikan kesediaan dokter spesialis yang bermutu dan merata bagi seluruh warga negara Indonesia.
Rektor Unpad menyampaikan bahwa program ini merupakan satu ekosistem dari pendidikan spesialis di Jawa Barat dan kolaborasi strategis antara PTN dan PTS untuk memberikan kontribusi yang setara dalam pembangunan nasional dengan model kolaborasi. Dalam hal ini, program percepatan mengedepankan prinsip kolaborasi resource sharing, academic core development, quality assurance, serta supervisi akademik yang terintegrasi di antara program studi sejenis.
“Kami berkomitmen akan menjaga standar nasional pendidikan tinggi, menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama, mengembangkan sistem penyimpanan mutu terpadu, serta membangun budaya kolaborasi jangka panjang. Ini adalah bentuk nyata kontribusi institusi pendidikan dalam pemenuhan tenaga dokter spesialis sebagai upaya penguatan pelayanan spesialis di tingkat nasional. Percepatan pendidikan ini tentu akan mempercepat lahirnya dokter spesialis yang bermutu demi kesehatan rakyat dan ketahanan bangsa,” jelas Rektor Unpad.
Terkait program ini, akan dibuka 8 program studi baru, terdiri dari 4 prodi Sp1 dan 4 prodi Sp2. Unpad akan membuka lima prodi baru, yaitu Sp1 Gizi Klinik, Sp2 Patologi Klinik, Sp2 Ilmu Kesehatan Mata, Sp2 Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), serta Sp2 Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Unisba dan Maranatha akan membuka Sp1 Obstetri & Ginekologi, sedangkan Unjani membuka prodi Sp1 Anestesiologi & Terapi Intensif.
Pada kesempatan ini, turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang mewakili Gubernur Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, MMRS, Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi yang mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI (Purn.) Mochamad Reza Utam, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si., Rektor Universitas Islam Bandung, Prof. Ir. A. Harits Nu'man, M.T., Ph.D., IPU., serta Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph.D.* (R02)









The post Dukung Penguatan SDM Nasional, Unpad Jalin Kolaborasi Percepatan Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Era ruang kelas pasif di mana mahasiswa hanya menjadi pendengar setia telah berakhir. Menyadari urgensi ini, Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Direktorat Akademik menggelar "Workshop Pembelajaran Partisipatif" bagi para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan perwakilan dosen di Aula Keperawatan, Jatinangor, Kamis 12 Februari 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan upaya mendesak untuk mengubah wajah pendidikan di Unpad. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem student-centered learning di mana mahasiswa terlibat aktif dalam mengonstruksi pengetahuan, bukan sekadar menimbun informasi.
Agenda ini dipandu secara tajam oleh Hari Setyowibowo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog. Mas Hari, begitu sapaan akrabnya, membedah secara mendalam berbagai aspek krusial dalam menciptakan kelas yang hidup Dalam sesi fasilitasinya, mulai dari identifikasi faktor pendukung dan penghambat interaksi, pemilihan metode pengajaran yang tepat, hingga mekanisme evaluasi yang objektif untuk mengukur partisipasi mahasiswa.
Untuk memastikan teori dapat langsung diimplementasikan, tim fasilitator yang terdiri dari dosen berbagai prodi dan fakultas mendampingi peserta dalam sesi simulasi intensif. Para Kaprodi ditantang untuk merombak strategi pengajaran lama menjadi desain instruksional yang lebih dinamis dan inklusif.
Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP), Dr. Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., memaparkan materi mengenai landasan kebijakan dan urgensi kelas partisipatif yang berkaitan erat dengan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 7. Beliau menjelaskan bahwa IKU 7, yang berfokus pada kelas yang kolaboratif dan partisipatif, merupakan indikator krusial dalam menilai kualitas proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Dalam paparannya, Dr. Intan menegaskan bahwa transformasi ini merupakan mandat institusi untuk memastikan mahasiswa tidak lagi menjadi objek pasif, melainkan mitra aktif dalam pembelajaran. Implementasi metode partisipatif menjadi kunci agar lulusan Unpad memiliki daya saing yang selaras dengan standar mutu nasional dan global.
"Pencapaian IKU 7 bukan sekadar target angka, melainkan cerminan dari kualitas interaksi akademik kita. Melalui kelas yang partisipatif, kita membangun fondasi bagi mahasiswa untuk berkembang menjadi individu yang kritis dan solutif," tegas Dr. Intan dalam sesi penguatan kebijakan tersebut.
Lebih dari sekadar workshop, acara ini menjadi ajang silaturahim dan sharing praktik baik antarprodi. Diskusi lintas disiplin ini membuka wawasan baru mengenai tantangan pengelolaan kelas yang beragam di tiap fakultas. Dengan penguatan metode partisipatif ini, Unpad optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis yang matang untuk menjawab tantangan masa depan.* (Rilis oleh: PIPP Unpad)



The post Unpad Gelar Workshop Pembelajaran Partisipatif untuk Dukung Peningkatan Kualitas Lulusan appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Ketekunan dan keberanian dalam mencoba hal baru mengantarkan seorang wisudawan Program Studi Bisnis Digital Universitas Padjadjaran, Aditya Nanda Riandhi, menutup masa studinya dengan capaian publikasi karya ilmiah berjudul “AI and Consumer Behavior: Trends, Technologies, and Future Directions from a Scopus-Based Systematic Review” pada Jurnal Internasional bereputasi Q1, Cogent Business and Management yang diterbitkan oleh Taylor & Francis. Aditya dilantik menjadi wisudawan pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis, 5 Februari 2026.
“Menulis artikel ini menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi saya selama menjadi mahasiswa di Unpad. Berbekal mata kuliah metodologi penelitian di semester sebelumnya, saya memberanikan diri menghubungi dosen untuk mulai menyusun artikel lebih awal. Awalnya saya hanya menargetkan publikasi di jurnal nasional terakreditasi. Namun setelah berdiskusi dengan dosen, kami mencoba menembus jurnal internasional. Sempat ada keraguan karena belum pernah menulis artikel sebelumnya, tetapi saya memilih untuk mencoba,” ujar Aditya saat diwawancarai oleh Tim Kanal Media Unpad.
Aditya menyampaikan bahwa proses publikasi tidak berjalan singkat karena dirinya sempat menerima major revision dengan sejumlah catatan perbaikan substansial. Bersama dosen, Aditya melakukan revisi menyeluruh, hingga pada Agustus 2025 artikelnya dinyatakan diterima dan terbit secara daring di jurnal internasional bereputasi Q1. Artikel tersebut saat ini telah memperoleh sejumlah sitasi.
Dalam menjaga konsistensi akademik hingga lulus, Aditya senantiasa menerapkan kebiasaan disiplin, seperti hadir di kelas tepat waktu, mencatat penjelasan tambahan dari dosen, serta menjaga komunikasi yang baik dengan para pengajar. Aditya meyakini bahwa komunikasi yang positif dapat membuka peluang kolaborasi dan pengembangan diri yang lebih besar di lingkungan kampus.
Tidak hanya itu, Aditya yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,81 ini juga mengapresiasi dukungan institusi terhadap mahasiswa yang ingin berprestasi. Selain bimbingan dosen, Aditya menyampaikan bahwa Unpad juga memberikan fasilitas yang mendukung, termasuk kerja sama dengan berbagai jurnal internasional, serta skema pembiayaan publikasi artikel ilmiah. Sebagai penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar - Kuliah (KIP-K), Aditya juga menyampaikan bahwa bantuan tersebut juga cukup membantu serta mendorong para mahasiswa penerima manfaat untuk lebih fokus menjalani proses pendidikan di Unpad.
“Saya berpikir ketika sudah mendapatkan kesempatan dan dukungan untuk bisa berkuliah seperti itu maka tanggung jawab kita adalah menjalankannya dengan sungguh-sungguh, serta dapat mencetak prestasi,” jelasnya.
Sebagai wisudawan, Aditya berpesan kepada mahasiswa Unpad agar tetap fokus pada tujuan awal untuk berkuliah dan tidak mudah terpengaruh dengan komentar negatif. Menurutnya, prestasi terlahir dari konsistensi, disiplin, dan kemauan untuk terus mempelajari hal baru. Capaian ini menjadi salah satu contoh bagaimana dukungan akademik, fasilitas institusi, dan komitmen pribadi dapat berjalan beriringan dalam membentuk lulusan yang siap berkontribusi di tingkat yang lebih luas.* (R02)
The post Aditya N. Riandhi, Penerima Manfaat KIP-K yang Karya Ilmiahnya Tembus Jurnal Internasional Q1 appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) terus mengakselerasi transformasi digital di lingkungan akademik melalui kolaborasi strategis dengan Google Indonesia. Pada pekan kedua Februari 2026, Unpad menyelenggarakan dua agenda penting yang ditujukan bagi pimpinan program studi dan dosen guna menyelaraskan kurikulum serta kemampuan teknis dengan kebutuhan industri masa depan.
Rangkaian kegiatan ini merupakan sinergi antara Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP) Direktorat Akademik serta Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi dan Transformasi Digital (DPSITD) Unpad.
Kegiatan pertama adalah Sosialisasi Google Cloud Career Launchpad yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan dimulai pada Selasa 10 Februari 2026 melalui sesi sosialisasi daring via Google Meet yang dihadiri oleh kurang lebih 70 Ketua Program Studi (Kaprodi) dan dosen. Fokus utama sesi ini adalah pengenalan program Google Cloud Career Launchpad, sebuah jalur pembelajaran digital yang menawarkan berbagai sertifikasi profesional, seperti Cybersecurity, Data Analytics, Generative Artificial Intellegence (AI) Leader, hingga kurikulum riset dari Google DeepMind.
Program ini dirancang agar para Kaprodi dapat mengintegrasikan sertifikasi industri global langsung ke dalam kurikulum program studi, guna memberikan nilai tambah bagi portofolio lulusan Unpad di pasar kerja internasional.
Kegiatan kedua adalah Workshop Google Artificial Intelligence Pro for Education yang dilaksanakan secara luring. Menindaklanjuti penguatan kurikulum, pada Rabu 11 Februari 2026, Unpad menyelenggarakan workshop intensif di Ruang Teater C3, Fakultas Kedokteran, Jatinangor. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kecakapan dosen dalam memanfaatkan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) secara profesional dalam proses pembelajaran dan penelitian.
“AI bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga relevansi institusi di kancah global,” ujar Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah.
Antusiasme terhadap pelatihan ini tercatat sangat tinggi, dengan lebih dari 300 dosen yang mendaftarkan diri. Mengingat pentingnya efektivitas dan kedalaman pelatihan, panitia melakukan seleksi ketat sehingga hanya 100 dosen terpilih yang mengikuti sesi workshop intensif ini sebagai pioneer di fakultas masing-masing.
Sesi workshop ini menghadirkan narasumber ahli dari Google Indonesia, yaitu Kristiyanto, S.H., M.P.P. (Customer Success Manager for Higher Education) dan Ahmad Fikri Dzulfikar (Digital Transformation & Community Manager). Para peserta dibekali dengan materi teknis mendalam mengenai:
Kepala PIPP, Dr. Ir. Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., secara khusus memaparkan materi krusial mengenai kebijakan penggunaan AI di lingkungan Universitas Padjadjaran. Beliau menekankan bahwa implementasi teknologi harus dibarengi dengan rambu-rambu yang jelas untuk menjamin tetap tegaknya integritas akademik.
Dengan integrasi program Google Cloud dan peningkatan kompetensi dosen yang tetap menjunjung tinggi etika akademik, Unpad optimis dapat mencetak lulusan yang siap memimpin di era ekonomi digital yang adaptif.* (Rilis oleh: PIPP Unpad)



The post Perkuat Kompetensi Digital, Unpad Gelar Rangkaian Sosialisasi dan Workshop AI Bersama Google Indonesia appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) secara tegas memperkuat reformasi birokrasi melalui pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan yang digelar pada Selasa, 11 Februari 2026 di Auditorium Bale Santika ini dihadiri oleh Rektor Universitas Padjadjaran beserta jajaran pimpinan universitas dan diikuti oleh seluruh sivitas akademika FEB Unpad.
Penguatan ZI menuju WBBM tersebut menjadi bagian dari agenda strategis FEB Unpad dalam membangun tata kelola yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas layanan. Langkah ini melanjutkan capaian sebelumnya, di mana FEB Unpad tercatat sebagai satu-satunya fakultas di lingkungan Unpad yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Dekan FEB Unpad, Prof. Mohamad Fahmi, S.E., M.T., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum ini merupakan fase akselerasi menuju standar layanan yang lebih tinggi. FEB Unpad saat ini berada pada tahap intensif verifikasi dan finalisasi dokumen pendukung sebagai bagian dari proses evaluasi menuju WBBM, dengan target pengajuan pada awal Maret 2026.
“Ini adalah penguatan atas fondasi yang sudah kita bangun. Fokus kita bukan hanya kelengkapan dokumen, tetapi konsistensi praktik layanan yang profesional, cepat, dan akuntabel,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan peta jalan pembangunan Zona Integritas FEB Unpad secara interaktif melalui platform presentasi digital. Roadmap tersebut memuat tahapan perbaikan proses layanan, penguatan sistem pengendalian internal, serta integrasi layanan berbasis teknologi untuk meningkatkan transparansi dan responsivitas.
Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., dalam keynote speech menekankan bahwa tata kelola yang bersih merupakan fondasi pendidikan berkelas dunia. Menurutnya, mutu akademik tidak berdiri sendiri, tetapi ditopang oleh sistem administrasi yang efektif dan melayani. Ia juga menyampaikan bahwa penguatan Zona Integritas di FEB Unpad mencerminkan komitmen institusi dalam membangun sistem yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas oleh Dekan FEB Unpad yang disaksikan oleh Rektor Unpad. Prosesi ini menjadi simbol penguatan budaya kerja berbasis integritas di lingkungan fakultas. Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan peluncuran sistem layanan digital pelaporan FEB Unpad yang memungkinkan pemantauan proses secara lebih terbuka dan terdokumentasi.
Melalui penguatan Zona Integritas menuju WBBM ini, FEB Unpad menegaskan bahwa reformasi birokrasi merupakan proses berkelanjutan yang menuntut disiplin, konsistensi, dan perubahan budaya kerja. Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi FEB Unpad terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 16 tentang institusi yang efektif, akuntabel, dan transparan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, serta SDG 9 terkait inovasi dan penguatan infrastruktur digital layanan. Integritas diposisikan sebagai fondasi utama untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berdaya saing global dan berdampak bagi masyarakat.* (Rilis oleh: Humas FEB Unpad)



The post FEB Unpad Perkuat Langkah Menuju WBBM, Tegaskan Integritas sebagai Fondasi Layanan Fakultas appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) memperkuat kepemimpinannya dalam transformasi digital nasional dengan menginisiasi pembentukan Konsorsium Artificial Intelligence (AI) bagi perguruan tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten. Langkah strategis ini diresmikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pembentukan Konsorsium AI dan Pemanfaatan AI dalam Riset dan Pembelajaran" di Aula LLDIKTI Wilayah IV, Bandung, Kamis 5 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi forum krusial yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) untuk menyatukan visi dalam menghadapi disrupsi teknologi. Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini sebagai upaya kolektif untuk menghindari duplikasi riset dan memperkuat jejaring repositori terbuka antar-kampus.
Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP) Unpad, Dr. Ir Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., hadir sebagai inisiator sekaligus narasumber utama. Dalam paparannya yang berjudul "Transformasi Digital Inklusif: Membangun Jejaring Akademik yang Berdaya Saing dan Berdampak", Dr. Intan membedah bagaimana AI harus diintegrasikan ke dalam ekosistem pendidikan tinggi secara menyeluruh.
"Konsorsium ini bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan sebuah ekosistem untuk membangun kemandirian digital. Kita ingin menciptakan jejaring akademik di mana setiap perguruan tinggi memiliki akses yang sama terhadap sumber daya AI yang berkualitas demi menciptakan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Dr. Intan.
Kehadiran Unpad dalam FGD ini juga diperkuat oleh jajaran pimpinan dan pakar yang membidangi transformasi digital serta riset. Turut hadir mendampingi, Kepala Pusat Pengembangan Riset di Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian pada Masyarakat Unpad,Diky Ramdani, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D., yang memberikan perspektif mengenai optimalisasi AI untuk hilirisasi riset. Selain itu, turut hadir Ketua Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Big Data Unpad, Dr. Anindya Apriliyanti Pravitasari, S.Si., M.Si., dan Kepala Kantor Pengelolaan Data dan Arsip Digital Unpad, Okki Mahendra Daniswara, S.Si., M.T.
Berdasarkan paparan Dr. Intan, pembentukan konsorsium ini akan bertumpu pada lima pilar utama:
Agenda FGD ini diakhiri dengan momen bersejarah berupa penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan dari sekitar 20 perguruan tinggi yang hadir. Penandatanganan ini menandai kesediaan resmi masing-masing kampus untuk bergabung dan berkontribusi aktif dalam Konsorsium AI LLDIKTI Wilayah IV.
Inisiasi Unpad ini mendapat respons positif dari berbagai pimpinan institusi seperti ITB, UPI, UIN SGD, hingga Telkom University dan puluhan PTS lainnya di wilayah Jawa Barat dan Banten. Pembentukan konsorsium ini diharapkan mampu mendorong efisiensi riset melalui penggunaan repositori bersama, sehingga riset-riset berbasis AI dapat lebih tepat guna. Konsorsium AI ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi terciptanya standar baru dalam pendidikan tinggi yang adaptif terhadap masa depan digital.* (Rilis oleh: PIPP Unpad)



The post Unpad Inisiasi Pembentukan Konsorsium AI di LLDIKTI IV Jabar-Banten untuk Transformasi Digital Inklusif appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Unit Inkubasi Hilirisasi dan Komersialisasi Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (IHK FTIP Unpad) kembali menunjukkan perannya dalam penguatan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui keberhasilan Mimide meraih Juara 1 Tingkat Nasional pada ajang Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, 4-6 Februari 2026.
Mimide merupakan UMKM Indramayu binaan IHK FTIP Unpad, PT. Pertamina Eksplorasi dan Produksi, yang mengembangkan potensi mangga lokal khas Indramayu (Gedong Gincu) sebagai bahan baku utama kue nastar. Tak hanya sekadar bisnis, Mimide juga membawa dampak sosial dengan memberdayakan pekerja purna migran sebagai tenaga produksi untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi lokal. Informasi Mimide secara daring bisa dilihat di instagram @mimide.id
Keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang dan pendampingan intensif oleh tim IHK FTIP Unpad yang berfokus pada penguatan kapasitas bisnis, inovasi, serta daya saing. Melalui pendekatan komprehensif, tim memberikan bimbingan strategis yang mencakup penguatan branding merek Mimide, penyusunan business plan, hingga optimalisasi digital marketing dan e-commerce. Selain dukungan akademisi, kolaborasi ini semakin kuat dengan kehadiran mahasiswa KKN Unpad di Desa Jayalaksana yang turut mendampingi Mimide di setiap rangkaian kompetisi.
Rangkaian pendampingan tersebut mengantarkan Mimide sukses melewati berbagai tahapan seleksi yang ketat, mulai dari seleksi video, hingga wawancara daring. Puncaknya, pada Grand Final Pitching Business Strategy yang digelar di Jakarta pada 5 Februari 2026. Mimide tampil impresif di hadapan dewan juri nasional seperti Chef Edwin Lau, Chef Ryan Grady, dan Fildzah Sabrina. Penampilan yang matang hasil bimbingan intensif tersebut berhasil meyakinkan para juri, hingga akhirnya Mimide dinobatkan sebagai yang terbaik di tingkat nasional.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian yang telah diraih. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa UMKM dari daerah pun memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan diapresiasi di tingkat nasional. Proses Panjang yang kami lalui, mulai dari belajar, dibimbing, hingga berani tampil, menjadi pengalaman berharga bagi Mimide untuk terus berkembang,” ujar Cartinih, pendiri Mimide.
Lebih lanjut, Cartinih mengatakan, semoga langkah ini menjadi pintu kesuksesan bagi Mimide serta dapat menginspirasi UMKM lain untuk berani berinovasi dan menciptakan dampak social yang lebih luas.
“Terima kasih kepada para petani mangga Indramayu, Tim Mimide, IHK FTIP Unpad, Pertamina EP, dan Bogasari atas dukungan yang telah diberikan,” ujar Cartinih.
Keberhasilan Mimide meraih juara pertama menjadi bukti bahwa pendampingan berbasis pentahelix mampu mengangkat UMKM lokal bersaing di tingkat nasional sekaligus menjadi bukti konkret bahwa melalui proses pendampingan intensif mampu meningkatkan kapasitas UMKM lokal hingga siap bersaing di level nasional.
Wazirul Luthfi selaku Head of Communication, Relation & CID Pertamina EP Zona 7 mengatakan konsep produk dan validasi produk yang dikembangkan UMKM tetap sesuai potensi wilayah dan segmen pasar.
“Kami berkomitmen memberdayakan UMKM menjadi naik kelas, keberhasilan Mimide merupakan buah dari komitmen kami yang berkolaborasi dengan IHK sebagai inkubator sekaligus akademisi yang dapat mendampingi UMKM bukan hanya dari sisi pengembangan bisnis tapi juga melalui revisi konsep produk dan validasi sehingga produk yang dikembangkan UMKM tetap sesuai potensi wilayah dan segmen pasar” ujarnya
Dr. In-In Hanidah, selaku Kepala IHK FTIP Unpad juga menambahkan bahwa keberhasilan Mimide ini merupakan kolaborasi strategis perguruan tinggi, sektor usaha, pemerintah dan komunitas.
“Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi semata, namun sebagai model kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan sektor usaha untuk mendorong UMKM agar naik kelas, berkelanjutan, serta memberikan dampak sosial yang nyata,” ujar In-In Hanidah.
Melalui pencapaian ini, Unpad berharap keberhasilan Mimide dapat menjadi sumber inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya untuk lebih berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi. Dengan membangun bisnis yang berbasis pada potensi lokal melalui pendekatan dan proses pendampingan yang kuat, UMKM diharapkan mampu tumbuh menjadi pilar ekonomi yang tangguh di masa depan.* (Rilis oleh: Dani Wahdani/Humas FTIP Unpad)



The post Kolaborasi Pentahelix Antarkan UMKM Mimide Indramayu Raih Juara 1 Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Sebagai langkah awal penguatan tata kelola akademik bagi pimpinan program studi yang baru saja dilantik, Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Direktorat Akademik menyelenggarakan rangkaian "Workshop Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Outcome Based Education (OBE) dan Sosialisasi Sistem Informasi Akademik Terpadu - Capaian Pembelajaran (SIAT-CP)" pada 3 – 4 Februari 2026. Kegiatan ini didesain khusus sebagai bentuk pembekalan strategis bagi para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) periode 2026 – 2030 di lingkungan Universitas Padjadjaran.
Rangkaian workshop dilaksanakan secara intensif di dua lokasi berbeda guna menjangkau seluruh jenjang pendidikan. Pada hari pertama, sesi difokuskan bagi jenjang D4, S1, S2, dan S3 bertempat di Ruang Teater C3 dan C5, Fakultas Kedokteran Unpad, Jatinangor. Sementara pada hari kedua, kegiatan berlanjut bagi pimpinan prodi jenjang Profesi, Spesialis, dan Subspesialis di Ruang Auditorium Lantai 2 Gedung Eijkman, Bandung.
Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP), Dr. Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., yang bertindak sebagai pelaksana sekaligus narasumber, menekankan bahwa penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan prinsip OBE adalah landasan fundamental yang harus dikuasai oleh pimpinan prodi di awal masa bakti mereka.
"Implementasi OBE bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan transformasi cara kita mendidik agar lulusan memiliki kompetensi yang terukur dan relevan dengan tantangan global. RPS adalah kontrak belajar yang harus disusun dengan presisi agar setiap capaian pembelajaran dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya," ujar Dr. Intan dalam pemaparannya.
Sejalan dengan semangat digitalisasi kurikulum, Dr. Ir. Raden Irvan Sophian, S.T., M.T. mensosialisasikan pemanfaatan aplikasi SIAT-CP. Melalui sistem ini, Kaprodi dan Sekprodi dibekali kemampuan untuk memetakan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara sistematis, transparan, dan terintegrasi dalam satu platform data universitas.
Selain aspek RPS, sesi di Gedung Eijkman juga menyoroti pentingnya Sosialisasi Logbook Digital bagi jenjang pendidikan dokter spesialis dan profesi. Sesi ini diarahkan untuk memastikan setiap aktivitas praktik dan kompetensi klinis mahasiswa terdokumentasi dengan akurat guna menjaga standar mutu lulusan tenaga kesehatan Unpad.
Pendalaman materi teknis mengenai penurunan CPL menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) disampaikan secara komprehensif oleh narasumber ahli, Prof. Dr. Ir. Noor Istifadah, M.C.P. dan Dr. Yuni Susanti Pratiwi, dr., M.Kes. Dalam sesi bimbingan teknis ini, para pimpinan prodi baru diajak mensimulasikan penyusunan dokumen instruksional yang adaptif terhadap standar akreditasi internasional.Kegiatan ini diharapkan menjadi modal awal yang kuat bagi para Kaprodi dan Sekprodi periode 2026-2030. Dengan penguasaan instrumen OBE dan SIAT-CP, Unpad optimis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengetahuan berkualitas dunia yang berorientasi pada dampak nyata (impactful).* (Rilis oleh: PIPP Unpad)



The post Kaprodi dan Sekprodi Baru Ikuti Workshop RPS OBE dan Sosialisasi SIAT-CP appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Lembaga Wakaf Universitas Padjadjaran menerima dana wakaf sebesar Rp. 2 miliar dari ParagonCorp untuk pembangunan Gedung Kelas Bersama. Penyerahan wakaf tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berlangsung di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Jumat, 13 Februari 2026.
“Wakaf saat ini sudah sangat bervariasi. Unpad memiliki Wakaf Uang, yaitu wakaf yang diberikan dalam bentuk uang, namun yang dimanfaatkan adalah hasil pengelolaannya. Selain itu juga Wakaf Melalui Uang yang lebih spesifik, yakni wakaf berbentuk uang untuk program tertentu, seperti yang diberikan oleh Paragon,” jelas Ketua Lembaga Wakaf Unpad sekaligus Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad, Prof. Maman Setiawan, dalam sambutannya.
Prof. Maman menjelaskan bahwa pada tahun lalu Lembaga Wakaf Unpad telah menjalankan dua program utama, yaitu Wakaf Sauyunan dan Wakaf Gedung Kelas Bersama, yang mencakup skema Wakaf Uang dan Wakaf Melalui Uang. Penyaluran manfaat Wakaf Sauyunan difokuskan untuk beasiswa mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, bantuan riset mahasiswa, serta pemberdayaan UMKM. Sementara itu, penyaluran manfaat dari Wakaf Melalui Uang untuk pembangunan Gedung Kelas Bersama serta gedung lainnya.
Executive Vice President and Chief Administration Officer ParagonCorp., Miftahuddin Amin, menyampaikan bahwa inisiatif pemberian dana wakaf tersebut berawal dari diskusi dengan pihak Unpad yang membahas mengenai pentingnya ketersediaan fasilitas ruang pembelajaran yang memadai agar proses perkuliahan dapat berjalan lebih optimal.
“Kami (Paragon) memiliki niat untuk turut membangun gedung, dan ini menjadi bagian dari movement kami untuk bersama-sama mendukung kegiatan maupun pembangunan gedung melalui skema dana wakaf yang saat ini sedang digerakkan dan diperkuat oleh pemerintah,” jelas Miftahuddin.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara Unpad dan Paragon dalam mendukung pengembangan fasilitas pendidikan melalui pengelolaan wakaf. Melalui program pembangunan Gedung Kelas Bersama, Unpad berharap pemanfaatan dana wakaf dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pembelajaran, sekaligus memperluas manfaat sosial bagi sivitas akademika dan masyarakat.* (R01)



The post ParagonCorp Serahkan Dana Rp. 2 Miliar kepada Lembaga Wakaf Unpad untuk Pembangunan Gedung Kelas Bersama appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Dalam rangka menyambut bulan Ramadan 2026, Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Munggahan Unpad: Menyongsong Ramadan Produktif yang bertajuk ”Momentum Peningkatan Kualitas Ibadah dan Amal Jariyah Berkelanjutan” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan refleksi ini dihadiri oleh para sivitas akademika dan tenaga kependidikan di lingkungan Unpad serta dihadiri juga oleh mitra-mitra Unpad.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Widya Setiabudi Sumadinata, mengajak sivitas Unpad untuk menerapkan perilaku yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Prof. Widya juga mendorong para sivitas untuk meningkatkan wakaf dan amal.
”Jadi ini menyiratkan bahwa beragama itu bukan sekedar melaksanakan ritual-ritual, tapi juga bagaimana menjadi manusia untuk bermanfaat bagi seluruh umat manusia, bagi lingkungan, bagi semesta. Topik pada pagi hari ini Insya Allah akan sangat menarik, bagaimana kemudian mendorong meningkatkan wakaf,” ujar Prof. Widya.
Kegiatan ini diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ketua DKM Masjid Raya Al-Jabbar, Ustadz Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag. Ustadz Tata berpesan untuk mempersiapkan bulan Ramadan dan ibadah puasa sebaik-baiknya untuk meraih keberkahan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
”Maka kegiatan munggahan yang diselenggarakan oleh keluarga besar Unpad ini, untuk mempersiapkan diri agar siap mengikuti perkuliahan utama yaitu saum, kuliah tambahannya yaitu qiyamul lail, tadarus Al-Quran, dan tugas akhirnya zakatul fitri, kita berharap dan punya target minimal meraih gelar takwa,” pungkasnya.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)




The post Ramadan, Momentum Peningkatan Kualitas Ibadah dan Amal Jariyah appeared first on Universitas Padjadjaran.