DIREKTORAT PERENCANAAN, SISTEM INFORMASI DAN TRANSFORMASI DIGITAL

SIAT AKADEMIK

SIAT KEMAHASISWAAN

SIAT KEPEGAWAIAN

SIAT E-OFFICE

SIAT PERENCANAAN

SIAT KKI-D

SIAT KKI-T

ERP by ORACLE

PORTAL STAFF UNPAD

PORTAL STUDENT UNPAD

PENGUMUMAN

Jadwal Penginputan Rencana Anggaran dan Rincian item barang dan jasa Tahun 2024

FENDRIA YUDHA [ 13-11-2023 12:48 ]

Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.


Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:

Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan

  • Jadwal Pengumpulan Dokumen RKAT 2024 Unit yang disahkan oleh pimpinan unit :
    Tanggal 13 Desember 2023 - 5 Januari 2024
    Format RKAT
    1. Pendahuluan
  • 1.1. Umum (Deskripsi umum unit, tantangan dan peluang, gambaran umum strategi pencapaian kinerja untuk mencapai IKU Renstra dan DIKTI, gambaran umum Proker tahun 2024)
  • 1.2. Rencana Strategis Unit Sebagai turunan dari rencana Strategis universitas, Indikator Kinerja dan target kinerja tahun 2020 - 2024 sebagai turunan IKU renstra dan IKU kemdikbud unit tahun 2020 - 2024)
  • 1.2. Pohon Kinerja
    2. Kinerja Tahun 2023 dan Rencana Kinerja Tahun 2024
    2.1. Capaian Kinerja tahun 2023 dan Rencana kinerja tahun 2024
    2.2. Rencana Program dan Kegiatan tahun 2024 (menguraikan Program kegiatan dan nilai pada tahun 2024- tabel dan deskripsi(hirarki prog dan kegiatan mengacu pada kelompok program dan kegiatan disiat perencanaan)
    2.3. Sumber Pembiayaan (menguraikan sumber penerimaan dan nilai penerimaan pada tahun 2024- tabel dan deskripsi)
  • 3. Penutup
  • 4. lampiran
    1. tabel Detail Rencana Program dan Kegiatan 2024
  • 2. Table Detail Rencana Penerimaan 2024
    3. Pohon Kinerja

Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:

Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)

Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.

Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

BERITA UNPAD

Unpad Skills Hub & Migrant Center Buka Akses Peluang Kerja ke 100 Negara

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menggelar pelatihan Unpad Skills Hub & Migrant Center Batch 1 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja masyarakat. Pelatihan yang merupakan kolaborasi Unpad dengan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung tersebut diikuti 96 peserta. Pelaksanaan pelatihan ditinjau langsung oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita bersama Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Dr. M. Fachri, di Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, Jumat (21/8).

“Ini adalah suatu pusat informasi, sertifikasi, pelatihan, dan juga job matching untuk bisa mengakses peluang kerja secara global. Dengan Kementerian P2MI, nantinya akan fokus pada peluang kerja di 100 negara di dunia. Ini sudah menjadi starting awal, tinggal melakukan upskilling untuk bisa bekerja secara internasional,” ujar Fachri dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad.

Fachri mengapresiasi berdirinya Unpad Skills Hub & Migrant Center yang didukung ekosistem pendidikan Unpad yang lengkap untuk mendukung pengembangan kompetensi calon tenaga kerja. Namun, kompetensi tersebut perlu diselaraskan dengan standar internasional, sehingga nantinya kurikulum akan disesuaikan dengan standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja internasional.

Sementara Rektor Unpad mengatakan bahwa Unpad berkomitmen membantu pemerintah dalam memberdayakan masyarakat agar lebih aktif mengakses peluang kerja, khususnya di luar negeri. Menurutnya, dukungan Kementerian P2MI tersebut akan terus dikembangkan sehingga program tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut dalam bentuk penguatan keterampilan dan pengembangan kompetensi melalui ekosistem Unpad.

“Mudah-mudahan lebih banyak lagi masyarakat, khususnya di Jawa Barat, yang dapat mengakses Unpad dalam meningkatkan skill serta mendapatkan pekerjaan yang layak dan baik,” harap Rektor.

Unpad Skills Hub & Migrant Center dikembangkan sebagai pusat pelatihan kerja dan peningkatan kompetensi masyarakat yang menghubungkan sumber daya perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Pengembangan Unpad Skills Hub & Migrant Center ini menegaskan komitmen Unpad untuk menjadikan kampus sebagai ruang pembelajaran sepanjang hayat yang dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas.

Program ini diarahkan agar peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga siap bekerja, meningkatkan produktivitas, maupun merintis usaha. Pada batch pertama, pelatihan yang diselenggarakan mencakup Barista dan Content Creator. Selain itu juga tengah disiapkan skema pelatihan Bakery, Pemandu Wisata, Social Media Officer, Caregiver, English for Frontliner, serta Bahasa Jepang untuk Caregiver.

Kunjungan bersama KP2MI sekaligus memperkuat sinergi pengembangan Unpad Skills Hub & Migrant Center sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas calon pekerja, termasuk dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Turut hadir dalam peninjauan ini jajaran Unpad Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Mohamad Fahmi, serta Kepala Kantor Pendidikan Non Gelar dan Pengembangan Profesi Dina Sartika, Ph.D.* (R01)

The post Unpad Skills Hub & Migrant Center Buka Akses Peluang Kerja ke 100 Negara appeared first on Universitas Padjadjaran.

Dari Kampus untuk Dunia, TPB Unpad Dorong Mahasiswa Ciptakan Aksi Berdampak

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran mendorong mahasiswa untuk menghadirkan proyek-proyek yang berdampak nyata bagi masyarakat melalui program Tahap Persiapan Bersama (TPB). Berangkat dari semangat “dari kampus untuk dunia”, mahasiswa diajak mewujudkan perubahan melalui aksi sederhana yang berkelanjutan, karena gerakan kecil yang dilakukan bersama diyakini dapat menghasilkan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.

“Berbuatlah sesuatu, lakukan aksi yang berdampak. Memang membutuhkan waktu, tetapi tujuan kita adalah jangka panjang, yakni sustainable development,” kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Prof. Zuzy Anna, dalam kuliah perdana TPB 2026 bertajuk “Bermula dari Peduli Lingkungan Sekitar Kampus untuk Kepedulian pada Lingkungan Global”. Kuliah tersebut merupakan rangkaian Pembukaan TPB 2026 dengan tema “Etika dalam Berperilaku, Inovasi dalam Berkarya” yang digelar di Dome Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Kampus Jatinangor, Jumat (21/8).

Prof. Zuzy, yang juga merupakan Presiden Indonesia SDGs Center Network (ISCN), menjelaskan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan proyek melalui empat pilar utama, yakni edukasi dan kesadaran, aksi nyata di kampus, inovasi, serta kolaborasi dan advokasi. Keempat pilar tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk menciptakan program yang berdampak dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan mengatakan, kegiatan TPB 2026 akan terbagi ke dalam 145 kelas agama dan 257 kelompok OKK, dengan setiap kelompok terdiri atas 40 mahasiswa. TPB mencakup dua kegiatan utama, yakni Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) yang meliputi Agama, Kewarganegaraan, Pancasila, dan Bahasa Indonesia. Melalui MKWU, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai konsep dan nilai dari keempat mata kuliah tersebut, yang selanjutnya diimplementasikan melalui OKK (Baca juga: TPB-OKK Unpad 2026 Bekali 9.929 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Kemampuan Kolaborasi)

“Di ajang inilah kita mempersatukan mahasiswa kita. Ini adalah perkenalan mahasiswa dengan teman-teman dari program studi yang lain, sehingga kami mengharapkan rasa ke-Unpad-an itu bisa timbul,” ujar Prof. Zahrotur dalam sambutannya.

Prof. Zahrotur menambahkan, nantinya rangkaian TPB akan diakhiri dengan Festival TPB sebagai ajang diseminasi hasil kegiatan OKK dan MKWU kepada seluruh keluarga besar Unpad. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak mengerjakan proyek sekaligus merumuskan solusi atas permasalahan yang diangkat.

Pada kesempatan ini, diperkenalkan pula koordinator masing-masing MKWU, yaitu Dr. Lina Meilinawati Rahayu (Koordinator MKWU Bahasa Indonesia), Dr. Deviana Yuanitasari, (Koordinator MKWU Pancasila), M. Ali Mauludin, M.Si. (Koordinator MKWU Kewarganegaraan), Dr. Ade Kosasih (Koordinator MKWU Agama Islam), Dr. Valentina Belinda Marlianti Lumbantobing, (Koordinator MKWU Agama Kristen, Buddha, dan lainnya), Asteria Devy Kumalasari, Ph.D. (Koordinator MKWU Katolik), Prof. I Gede Nyoman Mindra Jaya (Koordinator MKWU Agama Hindu), Dr. Dianne Amor Kusuma (Koordinator OKK).* (R01)

The post Dari Kampus untuk Dunia, TPB Unpad Dorong Mahasiswa Ciptakan Aksi Berdampak appeared first on Universitas Padjadjaran.

FPIK Unpad dan LSP-KP Perkuat Sistem Sertifikasi Kompetensi Kelautan dan Perikanan

[Kanal Media Unpad] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran memperkuat sistem sertifikasi kompetensi di bidang kelautan dan perikanan melalui penjajakan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSP-KP). Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, kebutuhan industri, dan pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut dibahas dalam kunjungan silaturahmi dan diskusi LSP-KP ke FPIK Unpad yang berlangsung di lingkungan FPIK Unpad, Selasa (18/8). Pertemuan dipimpin Dekan FPIK Unpad Dr. Sunarto, bersama jajaran pimpinan fakultas dan dosen. Hadir pula Direktur LSP-KP Ir. Herry Maryuto, Master Asesor LSP-KP Dr. Anton A. Djari, serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandung.

Dalam pertemuan tersebut, FPIK Unpad dan LSP-KP membahas penguatan sistem sertifikasi kompetensi kelautan dan perikanan serta peluang pengembangan kerja sama dengan perusahaan mitra. Sertifikasi kompetensi akan diarahkan agar selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan kebutuhan industri, sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan FPIK Unpad untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.

Selain sertifikasi, kedua pihak juga menjajaki kolaborasi dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis kompetensi. Program tersebut dapat mencakup pendampingan bagi masyarakat pesisir, nelayan, pembudidaya, pelaku UMKM hasil perikanan, serta kelompok pengolah dan pemasar melalui pelatihan, asesmen kompetensi, hingga sertifikasi profesi.

FPIK Unpad dan LSP-KP juga mengeksplorasi pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di FPIK Unpad, penyelenggaraan pelatihan bersertifikat, serta kemitraan dengan perusahaan dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat implementasi link and match antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja sekaligus memperluas manfaat pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Sinergi FPIK Unpad dan LSP-KP diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan ekosistem sertifikasi kompetensi yang berkelanjutan di bidang kelautan dan perikanan. Melalui kerja sama tersebut, Unpad terus mendorong lahirnya lulusan dan tenaga profesional yang kompeten, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan.* (Rilis oleh: Humas FPIK Unpad/R01)

Sumber: https://fpik.unpad.ac.id/fpik-unpad-dan-lsp-kp-perkuat-sistem-sertifikasi-kompetensi-kelautan-dan-perikanan/

The post FPIK Unpad dan LSP-KP Perkuat Sistem Sertifikasi Kompetensi Kelautan dan Perikanan appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad vs Persib Legend Buka Rangkaian Unpad Bergerak pada Dies Natalis ke-69

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran resmi membuka rangkaian Dies Natalis ke-69 melalui peluncuran Unpad Bergerak 2026 yang dirangkaikan dengan pertandingan eksibisi antara Tim Unpad dan Persib Legend di GOR Jati Unpad, Jatinangor, Jumat (21/8). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kolaborasi Unpad dengan berbagai pemangku kepentingan di Jawa Barat.

Peluncuran kegiatan ini ditandai dengan kick off melalui penendangan bola oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Wakil Gurbenur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E., Komandan Resimen Induk Kodam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurul Yakin, serta Kapolres Sumedang AKBP Dr. Reza Ma’ruffi.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Unpad yang memberikan ruang bagi para legenda sepak bola Jawa Barat untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan bersama masyarakat dan sivitas akademika di Unpad. Ia juga mengapresiasi konsistensi Unpad dalam berkontribusi bagi Jawa Barat, serta berharap kolaborasi antara Unpad, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan para legenda sepak bola Jawa Barat dapat terus terjalin.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Unpad yang masih memperhatikan dan memberikan ruang kepada para legenda sepak bola Jawa Barat. Semoga pada Dies Natalis ke-69 ini Unpad semakin dicintai, bukan hanya di Jawa Barat, tetapi juga di Indonesia sebagai salah satu universitas terbaik dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengatakan, kehadiran Persib Legend dalam peluncuran Unpad Bergerak menjadi simbol kedekatan dua lembaga yang sama-sama memiliki keterikatan kuat dengan Jawa Barat. Harapannya, melalui pertemuan ini dapat menjadi komitmen bersama untuk membangun Jawa Barat menjadi lebih baik.

Menurut Rektor, Unpad Bergerak tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-69, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara Unpad, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta berbagai pihak lainnya. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dalam berbagai bidang.

“Kerja sama yang baik antara Unpad, pemerintah daerah, Pangdam Siliwangi, dan Polres Sumedang merupakan hal yang sangat baik untuk terus dikembangkan. Mudah-mudahan silaturahmi ini dapat terus terjaga dan membawa kemajuan bagi Unpad, Jawa Barat, serta seluruh pemangku kepentingan,” kata Rektor.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Persib Legend yang turut menyemarakkan pembukaan rangkaian Dies Natalis Unpad. Meski pertandingan eksibisi dikemas dalam suasana yang penuh hiburan, menurutnya kegiatan tersebut tetap membawa semangat kebersamaan dan sportivitas. Melalui Unpad Bergerak 2026, Unpad membawa semangat kebersamaan dan kolaborasi sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan di Jawa Barat.* (R02)

The post Unpad vs Persib Legend Buka Rangkaian Unpad Bergerak pada Dies Natalis ke-69 appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Raih Peringkat Pertama Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran meraih peringkat pertama sebagai Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh MarkPlus Corporation (MCorp). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan diterima langsung oleh Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., pada acara penganugerahan yang berlangsung di Holiday Inn Bandung Pasteur Hotel, Bandung, Kamis (20/8).

Entrepreneurial Marketing Campus for Impact merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh MCorp kepada perguruan tinggi di kawasan ASEAN yang mampu mengembangkan pendekatan kewirausahaan berbasis kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. MCorp sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis dan pemasaran serta berperan dalam mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional di kawasan ASEAN.

“Ini merupakan salah satu bukti dan validasi dari pihak eksternal yang memang profesional dalam bidang perusahaan, bahwa program yang kita (Unpad) jalankan sudah on the track,” ujar Inu.

Salah satu program yang menjadi bagian dari penilaian tersebut adalah Wira Usaha Muda Padjadjaran (WMP) yang sebelumnya bernama Unpadpreneur. Program tersebut memberikan pembekalan dan pendampingan kewirausahaan kepada mahasiswa, mulai dari pengembangan ide bisnis hingga pengembangan produk. Program tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan yang berdampak luas.

“Mahasiswa lulusan program WMP berhasil meng-scale up bisnis yang mereka kembangkan selama satu semester. Usaha yang awalnya kami modali Rp750 ribu dapat berkembang menjadi berkali-kali lipat dalam waktu enam bulan,” papar Inu.

Inu menjelaskan, dampak program WMP juga terlihat dari keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kompetisi kewirausahaan. Program tersebut dikorelasikan dengan kompetisi bisnis mahasiswa, termasuk Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), sehingga mahasiswa tidak hanya didorong untuk membangun usaha, tetapi juga berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Saat ini, Unpad kembali membuka pendaftaran program WMP hingga 31 Agustus 2026. Program ini terbuka bagi mahasiswa jenjang S-1 hingga S-2 dengan kuota terbatas sebanyak 250 peserta. Informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui Instagram Direktorat Kemahasiswaan dan Karier Unpad.

“Jangan ragu sebelum kamu mencoba. Ingat, wirausaha ini sebetulnya bukan tentang berwirausaha atau membuat usaha sendiri, tapi bagaimana bisa mendapatkan soft skills yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja,” pesan Inu.

Sementara itu dalam sambutan penutupnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bandung.

“Maka para perguruan tinggi, saya mengajak kerja sama, kita duduk bersama. Kita spending dana promosi kita masing-masing untuk mahasiswa di luar Bandung. Collaborate, invest, grow, and impact, ini paling penting” ujar Farhan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unpad Dr. In-In Hanidah, Founder MCorp Hermawan Kertajaya, serta CEO Kartika Sari Group Andrew Purnomo.* (R01)

The post Unpad Raih Peringkat Pertama Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

Rektor Unpad dan Kapolda Jabar Resmikan Pusat Studi Kepolisian di FISIP Unpad

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Arief S. Kartasasmita, bersama Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen. Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., meresmikan Pusat Studi Kepolisian yang berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad. Peresmian dilaksanakan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor, Kamis (20/8). Peresmian tersebut juga terhubung secara langsung dengan Pusat Studi Kepolisian yang berada di FISIP Unpad Kampus Dago melalui telekonferensi.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara Unpad dan Polda Jawa Barat dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Rangkaian kegiatan ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Rektor Unpad dan Kapolda Jabar, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti sebagai penanda resmi dibukanya Pusat Studi Kepolisian di FISIP Unpad.

Kapolda Jabar juga menjadi pembicara dalam kuliah umum bertajuk “Jaga Rawat Jawa Barat: Kolaborasi Kampus, Polri, dan Generasi Muda Membangun Jawa Barat yang Aman, Maju, dan Berkelanjutan”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Pusat Studi Kepolisian di FISIP Unpad. Dalam kuliah umum tersebut, Kapolda Jabar mengajak civitas academica dan generasi muda untuk mengambil peran dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan dan sosial di Jawa Barat. Menurutnya, Jawa Barat terus berkembang melalui pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, serta pembangunan yang membuka berbagai peluang baru.

Pusat Studi Kepolisian hadir sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan dan pengalaman praktis di lingkungan kepolisian. Kehadirannya diharapkan dapat mendorong pengembangan riset mengenai berbagai persoalan kontemporer, termasuk kejahatan digital, dinamika sosial, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

Setelah penandatanganan prasasti peresmian, Rektor Unpad dan Kapolda Jawa Barat juga melakukan dialog melalui telekonferensi dengan tim Pusat Studi Kepolisian yang berada di Kampus Dago, FISIP Unpad. Dalam dialog tersebut, kedua pimpinan menyapa para peneliti dan berdiskusi mengenai arah pengembangan pusat studi serta pelaksanaan kolaborasi riset antara Unpad dan Polda Jawa Barat.

Dalam arahannya, Kapolda Jabar mendorong agar hasil riset yang dilakukan dapat segera didiskusikan dan dikembangkan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Sementara itu, pihak Unpad menekankan pentingnya penguatan diskusi ilmiah, focus group discussion, dan seminar yang menghubungkan perspektif akademik dengan pengalaman praktis kepolisian. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bahan pengembangan kebijakan

Kepala Pusat Studi Kepolisian Unpad, Dr. Windi Dermawan, menjelaskan bahwa pusat studi tersebut lahir dari kesadaran akan semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi masyarakat. Berbagai persoalan tersebut membutuhkan pendekatan lintas sektor dan lintas disiplin keilmuan.

Melalui kolaborasi antara akademisi FISIP Unpad dan praktisi kepolisian, Pusat Studi Kepolisian diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang memberikan rekomendasi bagi pengembangan kebijakan, khususnya di lingkungan Polda Jawa Barat.

Hasil riset yang dihasilkan nantinya juga diharapkan tidak berhenti sebagai kajian akademik. Berbagai temuan dapat dikembangkan dan disajikan dalam bentuk policy brief atau rekomendasi kebijakan yang lebih ringkas dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pengambilan keputusan. Selain penelitian, kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta publikasi ilmiah mengenai isu-isu kepolisian dan keamanan yang relevan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rektor Unpad menegaskan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi kepolisian, menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengetahuan akademik yang dapat memberikan manfaat nyata.

Ke depan, Pusat Studi Kepolisian FISIP Unpad diharapkan menjadi wadah pengembangan riset dan diskusi ilmiah yang mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi. Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pendirian Pusat Studi Kepolisian ini menjadi bagian dari semangat kolaborasi “Jaga Rawat Jawa Barat”, yang mendorong keterlibatan kampus, Polri, dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun Jawa Barat yang aman, maju, dan berkelanjutan.* (Rilis oleh: Humas FISIP Unpad)

Sumber: https://fisip.unpad.ac.id/berita/08/2026/rektor-unpad-dan-kapolda-jabar-resmikan-pusat-studi-kepolisian-di-fisip-unpad/

The post Rektor Unpad dan Kapolda Jabar Resmikan Pusat Studi Kepolisian di FISIP Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

Tim PKM-RSH Unpad “Suara yang Terpinggirkan” Teliti Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus

[Kanal Media Unpad] Pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan akses Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk bersekolah, tetapi juga memastikan tersedianya lingkungan belajar yang aman, setara, dan sesuai dengan kebutuhan setiap anak. Berangkat dari persoalan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Padjadjaran melakukan penelitian bertajuk “Reproduksi Sosial Disfungsi Praktik Kelembagaan terhadap Inklusi Pedagogis pada Anak Berkebutuhan Khusus” di Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai hambatan dalam penyelenggaraan pendidikan bagi ABK, khususnya di wilayah perdesaan. Melalui penelitian bertajuk “Suara yang Terpinggirkan”, tim berupaya memahami bagaimana stigma sosial memengaruhi penerapan strategi pembelajaran bagi ABK, bagaimana praktik kelembagaan membentuk pedagogi yang diterapkan, serta bagaimana berbagai hambatan tersebut dapat terus berlangsung dalam lingkungan sosial dan kelembagaan.

Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya melakukan penelitian di lingkungan sekolah dan masyarakat desa, tetapi juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah VIII. Keterlibatan pemangku kepentingan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan kebijakan dan dukungan kelembagaan dalam penyelenggaraan pendidikan ABK, termasuk peningkatan kapasitas guru, penyediaan fasilitas, pendampingan sekolah, serta penempatan ABK di sekolah reguler maupun Sekolah Luar Biasa (SLB).

Tim PKM-RSH tersebut diketuai Ravania Alya Putri (Program Studi Sosiologi), dengan anggota Alyssa Nabila Anindita (Program Studi Sosiologi) dan Willian Marshall Harizqy Kowel (Program Studi Sosiologi), Zalfa Qonita Afifah (Program Studi Administrasi Publik), serta Fadhil Mafaza Rafiq (Program Studi Ilmu Aktuaria). Penelitian ini didampingi Dr. Desi Yunita, S.Sos., M.Si.

Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan masih menjadi tantangan bagi ABK di Desa Sindangsari. Hingga saat ini, belum terdapat SLB di desa tersebut sehingga sebagian ABK yang membutuhkan pendidikan khusus harus menempuh perjalanan ke wilayah Tanjungsari. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keluarga karena jarak tempuh dan biaya transportasi yang harus dikeluarkan.

Selain melakukan penelitian, tim juga mendiseminasikan hasil kajian kepada masyarakat melalui kegiatan di SD Manglayang I dan II, Kecamatan Sukasari, pada 22 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 200 siswa dan guru serta menjadi ruang untuk menyampaikan temuan mengenai kondisi pendidikan ABK, mendiskusikan tantangan yang dihadapi sekolah dan keluarga, serta membahas rekomendasi untuk memperkuat pendidikan inklusif di tingkat desa.

Ke depan, hasil penelitian akan didiseminasikan kepada sejumlah mitra strategis, di antaranya sekolah, pemerintah desa, Dinas Pendidikan, serta pemangku kebijakan terkait, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Diseminasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong penerapan hasil penelitian ke dalam langkah nyata untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusif.

Melalui tajuk “Mengungkap Disfungsi, Menguatkan Inklusi”, tim PKM-RSH Unpad berharap penelitian ini dapat mendorong perubahan perspektif dalam penyelenggaraan pendidikan ABK, dari sekadar membuka akses sekolah menjadi membangun sistem pendidikan yang mampu memenuhi kebutuhan dan menjamin hak belajar setiap anak.* (Rilis oleh Ravania Alya Putri/R01)

The post Tim PKM-RSH Unpad “Suara yang Terpinggirkan” Teliti Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Skills Hub & Migrant Center Mulai Batch Perdana, Buka Akses Pelatihan Kerja bagi Masyarakat

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Direktorat Pendidikan Non-Gelar memulai Batch 1 program Unpad Skills Hub & Migrant Center, pusat pelatihan kerja dan pengembangan kompetensi yang ditujukan tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas. Program ini menjadi bagian dari komitmen Unpad untuk memperluas akses pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning) sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri nasional maupun global.

Pembukaan program dilaksanakan di Bale Rumawat Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Selasa (18/8) dengan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D., Direktur Pendidikan Non-Gelar Drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung Dr. Reni Rosyida Muthmainnah, S.K.M., M.Si., M.Kes., Koordinator Bidang Pemberdayaan BBPVP Bandung Heri Budiman, S.T., M.Si., serta Retail Financing Business Deputy RO VI Bandung BSI, Firmansyah.

Batch perdana yang dilaksanakan di Gedung 4 Lantai 1 Kampus Unpad Bandung ini diikuti 96 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, antara lain Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Sukabumi, Indramayu, Karawang, Bekasi, Depok, dan Cirebon. Pada tahap pertama, peserta mengikuti enam kelas pelatihan, terdiri atas empat kelas Barista dan dua kelas Content Creator.

Dalam sambutannya, Prof. Zahrotur menyampaikan bahwa pengembangan Unpad Skills Hub & Migrant Center sejalan dengan visi Unpad sebagai Inclusive Hub, yaitu menjadikan sumber daya universitas dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

"Unpad ingin membuka akses pendidikan tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui pendidikan non-gelar dan lifelong learning. Perguruan tinggi memiliki dosen, alumni, fasilitas, jejaring, dan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan lebih luas untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas masyarakat," ujar Prof. Zahrotur.

Unpad juga akan menyelaraskan pengembangan program dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), sehingga kompetensi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan mendukung program pemerintah dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia untuk peluang kerja di dalam maupun luar negeri.

Menurut Direktur Pendidikan Non-Gelar Unpad, Drg. Erli Sarilita, Batch 1 menjadi fondasi untuk pengembangan Unpad Skills Hub & Migrant Center dalam skala yang lebih besar. Program dirancang agar peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal nyata untuk bekerja maupun merintis usaha.

"Target kami bukan sekadar peserta selesai mengikuti pelatihan. Kami ingin mereka benar-benar kompeten, profesional, siap kerja, dan siap usaha. Ke depan, kami akan memperluas skema pelatihan dan kapasitas peserta, sekaligus memperkuat jalur menuju pemagangan, penempatan kerja, maupun kewirausahaan," ujar Erli.

Saat ini Unpad Skills Hub menyiapkan delapan skema kompetensi, yaitu Barista, Bakery, Pemandu Wisata, Content Creator, Social Media Officer, Caregiver, English for Frontliner, serta Bahasa Jepang untuk Caregiver. Pengembangan program dilakukan melalui kemitraan dengan pemerintah, lembaga pelatihan vokasi, dunia usaha dan industri, serta mitra penempatan kerja.

Unpad menyampaikan apresiasi kepada BBPVP Bandung atas kolaborasi dalam penyelenggaraan pelatihan Batch 1 serta kepada BSI atas dukungan terhadap pengembangan Unpad Skills Hub. Dukungan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pelatihan yang menghubungkan pendidikan, peningkatan kompetensi, dan kebutuhan dunia kerja.

Ke depan, Unpad akan terus menambah skema dan kapasitas pelatihan, meningkatkan fasilitas, serta memperluas kemitraan dengan pemerintah dan industri. Unpad Skills Hub & Migrant Center diharapkan berkembang tidak hanya untuk melayani masyarakat Jawa Barat, tetapi juga menjadi pusat peningkatan kompetensi yang dapat diakses masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.

Melalui semangat "Kompeten, Profesional, Siap Kerja, Siap Usaha", Unpad menegaskan perannya sebagai ruang belajar sepanjang hayat yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan daya saing di pasar kerja nasional maupun global.*

The post Unpad Skills Hub & Migrant Center Mulai Batch Perdana, Buka Akses Pelatihan Kerja bagi Masyarakat appeared first on Universitas Padjadjaran.

TPB-OKK Unpad 2026 Bekali 9.929 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Kemampuan Kolaborasi

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 9.929 mahasiswa baru jenjang Sarjana dan Sarjana Terapan Universitas Padjadjaran mengikuti Tahap Persiapan Bersama (TPB) dengan salah satu rangkaian mencakup mata kuliah Olah Kreativitas dan Kewirausahaan (OKK). OKK menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai empat Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), yaitu Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Pancasila, dan Kewarganegaraan, melalui pengembangan kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan.

“TPB merupakan program yang khusus di-setting di semester awal untuk membentuk karakter mahasiswa agar bisa paham nilai-nilai ke-Unpad-an, belajar berkomunikasi, berkreasi, dan berkolaborasi dengan mahasiswa lintas prodi,” jelas Kepala Kantor Pengajaran Terintegrasi Unpad, Dr. Laina Rafianti, saat menjadi salah satu narasumber dalam INSPIRA: Inspirasi Mahasiswa bertajuk “Mengenal TPB-OKK Unpad 2026”. Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung oleh Radio Unpad pada Selasa (18/8).

OKK menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pembelajaran mata kuliah melalui proyek aksi sosial dengan pendekatan project-based learning, case-based learning, dan cooperative learning, yang dilaksanakan setiap Jumat melalui diskusi dan kerja kelompok lintas program studi. Selama pelaksanaan TPB, pembelajaran dilakukan melalui metode sinkronus dan asinkronus. Pembelajaran asinkronus berbasis student-centered learning memungkinkan mahasiswa mempelajari materi secara mandiri melalui dua Learning Management System (LMS), yaitu LiVE Unpad dan Unpad Luhung.

Selain karakter, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi, TPB-OKK juga menanamkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa. Jiwa kewirausahaan yang dimaksud tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan berjualan atau membangun perusahaan rintisan, tetapi keberanian mengambil risiko, kemandirian, daya juang, serta kemampuan menghasilkan gagasan kreatif dan inovatif.

“Maksudnya bukan apakah disuruh jualan, namun jiwa kewirausahaannya. Berani menanggung risiko, pantang menyerah, mandiri. Jadi jiwanya yang kita bentuk,” ujar Tim TPB dan Koordinaor OKK Unpad, Dr. Dianne Amor Kusuma.

Pada pertemuan ketiga, mahasiswa peserta OKK akan mendapatkan pembekalan mengenai Gemini for Higher Education dari ahli serta memperoleh sertifikat yang menjadi salah satu syarat kelulusan mata kuliah OKK. Rangkaian TPB akan ditutup dengan Festival TPB sebagai ruang apresiasi bagi mahasiswa melalui pameran dan kompetisi proyek aksi sosial yang dikembangkan selama satu semester.

Untuk mengikuti TPB dengan baik, mahasiswa baru diimbau memastikan kelas dan dosen yang telah ditentukan melalui laman TPB Unpad, mengingat mahasiswa dari satu fakultas dapat ditempatkan di kelas bersama mahasiswa dari fakultas dan program studi lain. Mahasiswa juga perlu menjaga motivasi selama mengikuti rangkaian TPB sebagai kesempatan untuk mengenal diri sendiri, mengenal orang lain, dan menjadi bagian dari komunitas Unpad.

“Kami, pengelola TPB, menyambut baik kedatangan kalian mahasiswa baru. Pastinya, kami ingin kalian happy. Ini sebagai tahapan persiapan bersama, tahapan awal, supaya bisa melewati hari-hari di Unpad dan menjadi bekal untuk ketika lepas dari Unpad, nanti di dunia kerja dan ketika sudah terjun di masyarakat,” pesan Laina.

Pembukaan TPB Unpad 2026 akan dilaksanakan secara hybrid pada Jumat, 21 Agustus mendatang dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian dan pelaksanaan TPB dapat diakses melalui laman TPB Unpad.* (R01)

The post TPB-OKK Unpad 2026 Bekali 9.929 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Kemampuan Kolaborasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

Perkuat Tridarma, Unpad Jalin Kerja Sama dengan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah awal dalam memperkuat kolaborasi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita dan Ketua Pembina Yayasan Abdi Bangsa Nusantara Eldy Ellyus di Ruang Livin’ Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Rabu, (19/8).

Dalam sambutannya, Rektor Unpad menyampaikan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk membuka berbagai peluang kolaborasi antara Unpad dan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Lebih lanjut, Rektor berharap kerja sama tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi masing-masing pihak sekaligus mendukung pencapaian visi dan misi Unpad maupun Yayasan Abdi Bangsa Nusantara.

“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Unpad untuk bekerja sama. Mudah-mudahan penandatanganan MoU ini menjadi berkah bagi Unpad dan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara, serta dapat segera diimplementasikan melalui berbagai kolaborasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” ujar Rektor.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Abdi Bangsa Nusantara Eldy Ellyus mengatakan, kerja sama dengan Unpad merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk membangun kemitraan strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

Melalui MoU tersebut, kedua pihak membuka peluang sinergi dalam sejumlah bidang, antara lain pendampingan tata kelola kelembagaan, peningkatan penjaminan mutu akademik, pemanfaatan sumber daya akademik, partnership training, serta pengembangan potensi lain yang dapat dikolaborasikan.

“Kami merasa sangat bangga dan bahagia dapat menjalin kemitraan strategis dengan Unpad. Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat landasan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Eldy berharap kemitraan tersebut tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap pemberdayaan dan kemajuan pendidikan masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, penandatanganan MoU ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Unpad dan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara untuk mengembangkan berbagai bentuk kerja sama yang selaras dengan kepentingan dan kapasitas kedua pihak, sekaligus memperluas kontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Kami berharap kesepakatan ini dapat memberikan manfaat dan dapat diwujudkan melalui berbagai program yang konkret. Semoga langkah awal ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan masyarakat Indonesia,” jelasnya.* (R02)

The post Perkuat Tridarma, Unpad Jalin Kerja Sama dengan Yayasan Abdi Bangsa Nusantara appeared first on Universitas Padjadjaran.

© 2023 DPSI Unpad.
Jl. Ir. Soekarno km. 21 Jatinagor Sumedang
Gedung Rektorat Lantai 3
dir.psi@unpad.ac.id