Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima 490 guru sebagai penerima Program Beasiswa Guruku untuk melanjutkan studi magister (S-2) di berbagai program studi di lingkungan Unpad. Program yang pertama kali diselenggarakan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Unpad dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik.
“Unpad memberikan kesempatan karena kami memiliki prodi-prodi yang selaras dengan kebutuhan di PAUD hingga SMA sederajat. Kami berkomitmen untuk mendukung para guru agar bisa mencapai karier yang lebih tinggi,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan, dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Sabtu (1/8).
Program Beasiswa Guruku Unpad 2026 menarik minat pendidik dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan data pendaftar, tercatat sebanyak 1.409 guru dari 36 provinsi mendaftar pada program tersebut, dengan sebaran peserta berasal dari hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh di ujung barat hingga Papua di wilayah timur Indonesia.
Program ini terdiri dari tiga kategori, yaitu beasiswa penuh, beasiswa sebagian, dan beasiswa dukungan. Pada kategori beasiswa penuh, penerima mendapatkan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen. Selain itu, Unpad juga memberikan afirmasi kepada calon mahasiswa yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), baik dari Jawa Barat maupun luar Jawa Barat.
Prof. Zahrotur menjelaskan, program yang ditawarkan Unpad tidak berfokus pada aspek pedagogi, melainkan pada penguatan penguasaan substansi keilmuan sesuai bidang yang diajarkan para guru. Unpad memiliki sejumlah program studi yang selaras dengan kebutuhan guru dari berbagai jenjang pendidikan, sehingga dapat menjadi wadah bagi para pendidik untuk meningkatkan kapasitas keilmuannya.
“Unpad menawarkan penguatan content knowledge bagi para guru. Jadi, misalnya untuk guru fisika, yang diperdalam adalah substansi ilmu fisikanya, bukan aspek pengajaran atau metode mengajarkan fisika,” papar Prof. Zahrotur.
Bagi guru yang belum memperoleh beasiswa melalui program ini, Unpad tetap membuka kesempatan melalui jalur reguler. Selain itu, para guru juga dapat memanfaatkan berbagai skema pendanaan pendidikan lain, termasuk beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada program studi yang memenuhi persyaratan.
“Guru nantinya akan mengajarkan ilmu yang diperolehnya kepada para siswa. Karena itu, kami ingin memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat melalui para guru,”
Kepada para guru yang telah diterima sebagai mahasiswa baru penerima beasiswa, Prof. Zahrotur menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar ilmu yang diperoleh selama studi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Semoga kesempatan yang diberikan oleh Unpad bisa menambah ilmu bagi para guru dan nantinya bisa disebarluaskan lagi kepada para muridnya,” pungkasnya* (R01)
The post 490 Guru Lanjut Studi Magister di Unpad melalui Program Beasiswa Guruku appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong ketahanan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) menyelenggarakan kegiatan ASEAN Goes to Campus bertajuk “The Role of Youth in the Implementation of Sustainable Resilience in ASEAN and Indo-Pacific Region” di Bale Rumawat, Unpad Kampus Dipati Ukur, Bandung, pada Jumat (31/7).
“Generasi muda bukan hanya pemimpin masa depan, tetapi juga inovator, agen perubahan, dan pemecah masalah masa kini. Kreativitas, literasi digital, dan perspektif global yang mereka miliki sangat penting dalam membangun masyarakat yang tangguh serta mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, dalam sambutannya.
Prof. Rizky mengatakan, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga katalisator inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kebijakan berbasis bukti. Ia menegaskan komitmen Unpad untuk terus memperkuat kemitraan dengan institusi ASEAN dan berbagai pemangku kepentingan internasional guna menghasilkan riset berdampak serta menyiapkan pemimpin masa depan.
Sementara Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI, Yuliana Bahar mengajak generasi muda berperan aktif dalam membentuk masa depan kawasan ASEAN. Menurutnya, mereka memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk melanjutkan berbagai capaian ASEAN dan menghadapi tantangan regional di masa mendatang.
“Buku ASEAN telah ditulis, tetapi belum selesai. Saya menantikan halaman-halaman berikutnya dari perjalanan ASEAN yang akan kalian hadirkan, bukan hanya untuk kepentingan masyarakat ASEAN tetapi juga memperkuat kontribusi dan posisi ASEAN dalam komunitas dunia,” kata Yuliana.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai negara dan institusi yang membahas penguatan ketahanan berkelanjutan di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik. Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unpad, Prof. Nur Atik, memaparkan peran perguruan tinggi dalam membangun ketahanan berkelanjutan berbasis komunitas melalui inovasi, teknologi, dan keterlibatan generasi muda. Selain itu, Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menjelaskan kerja sama Pakistan dengan Indonesia dan ASEAN. Sedangkan Deputy Head of Mission of Japan to ASEAN Yoshiyasu Iseki memaparkan kolaborasi ASEAN dan Jepang dalam pengurangan risiko bencana serta praktik Jepang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Lebih lanjut, 2nd Secretary for the Australian Mission to ASEAN Matthew McMahon membahas kerja sama ASEAN dan Australia dalam manajemen bencana dan ketahanan iklim serta peran generasi muda dalam mewujudkan ketahanan berkelanjutan. Sementara Socio-Cultural Official, Permanent Mission of the Philippines to ASEAN Mike Mohen Padilla menjelaskan prioritas Filipina sebagai Ketua ASEAN dalam penguatan peran generasi muda dan ketahanan berkelanjutan. Adapun Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Ir. Udrekh memaparkan kerja sama ASEAN dalam membangun ketahanan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan resiliensi lokal.
Dihadiri oleh siswa SMA dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperluas wawasan mengenai isu-isu ketahanan berkelanjutan di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang aktif berkontribusi dalam menghadapi tantangan global dan memperkuat kerja sama di kawasan ASEAN.* (R01)






The post Unpad Jadi Tuan Rumah ASEAN Goes to Campus, Perkuat Peran Generasi Muda dalam Ketahanan Kawasan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Padjadjaran 2026, Unpad akan menyelenggarakan Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) pada 10-12 Agustus di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor. Kegiatan yang dikelola Direktorat Kemahasiswaan ini bertujuan memperkenalkan dunia kemahasiswaan sekaligus menyambut mahasiswa baru secara resmi sebagai bagian dari sivitas akademika Unpad.
“Melalui PKKMB-Prabu 2026, kami (Unpad) mengenalkan bahwa kegiatan akademik perlu ditunjang dengan kegiatan kemahasiswaan. Akademik akan membangun pengetahuan dan beberapa keterampilan, tetapi ada banyak keterampilan yang didapatkan di luar kegiatan akademik,” ujar Koordinator Pelaksana PKKMB-Prabu 2026, Mochamad Candra Wirawan Arief, Ph.D., dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Rabu, 29 Juli 2026.
Sebagai bagian dari rangkaian PKKMB, PKKMB-Prabu 2026 berkaitan erat dengan PAMUKA yang akan dilaksanakan terlebih dahulu (Baca juga: Pamuka 2026 Akan Antarkan Mahasiswa Baru Unpad ke Kehidupan Kampus). Jika melalui PAMUKA mahasiswa baru memperoleh pemahaman mengenai sistem dan layanan akademik Unpad, maka Prabu menjadi tahap lanjutan yang berfokus pada pengenalan kehidupan kemahasiswaan sekaligus momentum penerimaan resmi mahasiswa baru oleh universitas melalui Rektor Unpad.
Tahun ini, PKKMB-Prabu 2026 dikemas dengan konsep yang interaktif. Berbagai kegiatan disiapkan untuk memperkenalkan dunia kemahasiswaan kepada mahasiswa baru, di antaranya parade Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bazar kemahasiswaan, hingga program yang memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk beraspirasi. Terdapat pula kolaborasi dengan berbagai mitra eksternal guna menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan sekaligus memperkaya wawasan.
“PKKMB-Prabu 2026 kali ini mencoba untuk memberikan nuansa penerimaan terhadap mahasiswa baru yang fun, tapi tidak kehilangan pesan-pesan akademik dan kemahasiswaan,” ungkap Candra.
Terkait keikutsertaan dalam PKKMB-Prabu 2026, Candra menjelaskan bahwa kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Unpad. Namun, pengecualian dapat diberikan kepada mahasiswa dengan kondisi khusus, seperti alasan kesehatan yang dibuktikan melalui keterangan medis. Selain itu, panitia juga tidak menyarankan orang tua untuk mengikuti kegiatan di dalam area acara. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Unpad mendorong proses transisi mahasiswa baru menuju kehidupan perguruan tinggi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
“Untuk mahasiswa baru yang akan mengikuti Prabu, pastikan mengikuti seluruh alur kegiatan dan rambu-rambu yang ditetapkan. Prabu adalah milik Unpad, dan melalui kegiatan ini Unpad menyambut mahasiswa baru 2026 dengan kehangatan dan hospitality sebagai langkah awal perjalanan studi di Unpad,” pesan Candra.* (R01)
Klik gambar di bawah untuk mengunduh Buku Panduan Pramuda 2026:

The post PKKMB-Prabu 2026 Siap Sambut Mahasiswa Baru dengan Konsep Fun dan Interaktif appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran semakin memantapkan visinya untuk menjadi kampus unggul, inklusif, dan berdampak setelah mendapatkan penghargaan UNS-KND Inclusion Metric 2026. Penghargaan diberikan pada acara Malam Anugerah Insan Berprestasi Universitas Sebelas Maret (UNS) di Auditorium GPH Haryo Mataram Kampus UNS Surakarta, Selasa (28/7).
Pemberian penghargaan yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-50 Universitas Sebelas Maret (UNS) ini diberikan kepada perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan akreditasi dengan peringkat "baik" dalam pengukuran tingkat inklusivitas perguruan tinggi melalui instrumen Inclusion Metric. Pengukuran ini dilaksanakan oleh UNS bekerja sama dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND).
Dalam sambutannya, Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. mengatakan, kegiatan akreditasi metrik inklusi ini merupakan upaya memperkuat komitmen untuk mewujudkan perguruan tinggi yang inklusif serta ramah disabilitas.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik bagi semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga kampus," jelas Prof. Hartono.
Penghargaan untuk Unpad diterima oleh Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi, PhD. mewakili Rektor Unpad yang berhalangan hadir. Menurut Dandi, akreditasi yang diterima Unpad harus dilihat sebagai motivator untuk meningkatkan kualitas pelayanan inklusif secara menyeluruh dan merata, karena inklusivitas bukan hanya masalah pelayanan bagi penyandang disabilitas saja.
"Inklusivitas di perguruan tinggi adalah jaminan untuk dapat membuka akses pelayanan pendidikan secara setara dan berkeadilan bagi semua orang. Salah satunya adalah peningkatkan pelayanan bagi penyandang disabilitas sebagai sebuah langkah konkret yang baik," ujar Dandi.
Dalam kegiatan akreditasi yang dilakukan untuk pertama kalinya di tahun 2026 ini, ada 11 perguruan tinggi negeri dan swasta yang mendapatkan penghargaan dari total 19 perguruan tinggi di Indonesia yang berpartisipasi. Selain Unpad dan UNS, penghargaan diberikan pula kepada Universitas Negeri Padang, Universitas Hamzanwadi, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Lampung, Universitas TELKOM, Universitas PGRI Argopuro Jember, Universitas Diponegoro, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Islam Bandung.
Berkaitan dengan peringkat "baik" yang diterima Unpad dalam akreditasi ini, Dandi memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Unpad yang telah berupaya keras dalam mewujudkan pelayanan prima bagi sivitas penyandang disabilitas selama ini. Namun, peringkat tersebut bukanlah prestasi yang menjadi tujuan akhir.
"Hasil akreditasi di tahun ini menandakan bahwa upaya membangun inklusivitas di kampus sejauh ini sudah berada di jalan yang benar. Namun, kita harus selalu ingat bahwa penilaian ini hanyalah awal dari perjalanan panjang, masih banyak yang harus ditingkatkan," pungkasnya.*

The post Mantapkan Visi Inklusif dan Berdampak, Unpad Raih Penghargaan UNS-KND Inclusion Metric 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran bersama AI Center for Health and Biomedical Research, National Institutes of Biomedical Innovation, Health and Nutrition (NIBN), Osaka, Jepang, menyelenggarakan Joint International Seminar on Artificial Intelligence, Simulation, and Technology in Life Sciences di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor, pada 22-23 Juli 2026. Seminar ini menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengembangan kerja sama akademik di bidang kecerdasan artifisial (Aritificial Intelligence/AI), bioinformatika, simulasi, dan teknologi ilmu hayati yang mempertemukan peneliti, dosen, dan mahasiswa dari kedua institusi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri pimpinan Unpad, FMIPA Unpad, dan NIBN Jepang. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FMIPA Unpad dan NIBN sebagai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama riset dan pengembangan sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi.
Seminar menghadirkan sejumlah peneliti dari NIBN Jepang dan Unpad yang memaparkan perkembangan terkini di bidang kecerdasan artifisial (AI), bioinformatika, simulasi, dan teknologi ilmu hayati. Pemaparan disampaikan antara lain oleh Dr. Yayoi Natsume-Kitatani (NIBN), Dr. Masataka Kuroda (NIBN),, Dr. Suyong Re (NIBN),, dan Dr. Rahul Kaushik (NIBN),, serta Ari Hardianto, Ph.D. (Unpad), Dr. Intan Nurma Yulita. (Unpad), Prof. Dr. rer. nat. Yudi Rosandi. (Unpad), dan Muhammad Yusuf, Ph.D. (Unpad).
Selain sesi pleno dan sesi utama, seminar juga menghadirkan Young Scientist Forum yang menjadi wadah bagi peneliti muda dari kedua institusi untuk berbagi hasil riset, bertukar gagasan, dan memperluas jejaring kolaborasi akademik. Berbagai hasil penelitian dari akademisi, peneliti, dan mahasiswa turut dipresentasikan melalui sesi presentasi ilmiah dan poster yang mendorong diskusi serta pertukaran pengetahuan antarpeserta.
Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, FMIPA Unpad dan NIBN Jepang berupaya memperkuat kemitraan akademik dan riset internasional, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, serta mendorong pengembangan inovasi berbasis AI dan simulasi yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.* (Rilis oleh: Humas FMIPA Unpad)



The post Perkuat Kemitraan Akademik dan Riset Internasional, FMIPA Unpad Gelar Joint Seminar dengan NIBN Osaka Jepang appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam pengembangan Unpad Skills Hub dan Migrant Center. Penandatanganan yang berlangsung di Gedung Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Kuningan, Jakarta pada Selasa (28/7), dilakukan oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Drs. H. Mukhtarudin, serta disaksikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy.
Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja Indonesia melalui pelatihan berbasis kompetensi sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memenuhi kebutuhan pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Padjadjaran menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan amanah bagi Unpad untuk berkontribusi lebih besar dalam penguatan kapasitas pekerja migran Indonesia.
"Tingginya angka pengangguran menjadi tantangan yang harus dijawab bersama. Universitas Padjadjaran turut mengambil peran aktif melalui penyelenggaraan pendidikan gelar maupun non-gelar yang berorientasi pada peningkatan kompetensi tenaga kerja. Langkah ini sejalan dengan semangat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta arahan Presiden Republik Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global," ujar Prof. Arief.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Drs. H. Mukhtarudin, menjelaskan bahwa Presiden Republik Indonesia memberikan mandat kepada KP2MI untuk memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia dari hulu hingga hilir, sekaligus meningkatkan kapasitas calon pekerja migran agar menjadi medium hingga high-skilled workers yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.
"Saat ini terdapat sekitar 300 ribu peluang kerja di luar negeri, namun lebih dari 70 persen di antaranya belum dapat dipenuhi. Karena itu, pemerintah bersama Bappenas menjalankan crash program untuk menyiapkan 40.000 pekerja migran terampil sebagai program prioritas nasional. Kami menyambut baik kehadiran Unpad Skills Hub dan Migrant Center sebagai salah satu mitra strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan siap bekerja di tingkat global," ujar Mukhtarudin.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, menekankan bahwa penguatan kompetensi pekerja migran merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia.
Menurutnya, tenaga kerja Indonesia yang memiliki keterampilan tinggi memiliki peluang besar untuk menembus pasar kerja internasional. Ia juga mendorong Universitas Padjadjaran untuk memperkuat kolaborasi dengan KP2MI dan kementerian terkait, termasuk mengembangkan pendidikan dan kajian mengenai pelindungan pekerja migran melalui kekuatan akademik yang dimiliki, khususnya Fakultas Hukum.
Direktur Pendidikan Non Gelar Universitas Padjadjaran, Dr. Erli Sarilita, menyampaikan bahwa animo masyarakat terhadap program peningkatan kompetensi sangat tinggi, baik dari Jawa Barat maupun berbagai provinsi lainnya.
"Universitas Padjadjaran saat ini sedang menyinergikan dosen-dosen ahli, fasilitas, dan berbagai sumber daya yang dimiliki untuk mengembangkan Unpad Skills Hub dan Migrant Center. Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kompetensi sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi dan dapat terserap di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri," ujarnya.
Melalui Unpad Skills Hub dan Migrant Center, Universitas Padjadjaran akan menghadirkan berbagai program pelatihan kerja berbasis kompetensi yang dikembangkan bersama pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan berbagai mitra strategis. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan pasar kerja dengan peningkatan keterampilan masyarakat Indonesia, sekaligus mendukung agenda nasional dalam mencetak tenaga kerja profesional yang siap bersaing di tingkat global.
Momentum penandatanganan MoU ini juga diwarnai suasana hangat dan penuh keakraban. Bertepatan dengan hari ulang tahun Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Drs. H. Mukhtarudin, bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, turut memberikan ucapan selamat dan merayakan momen istimewa tersebut bersama jajaran pimpinan Universitas Padjadjaran. Suasana sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol eratnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.* (Rilis oleh: Dit. Pendidikan Non Gelar Unpad)



The post Unpad Tandatangani MoU Migrant Center dengan KP2MI, Disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Mendukung program Kementerian Transmigrasi RI, Universitas Padjadjaran kembali berpartisipasi dalam Ekspedisi Patriot Tahun 2026 dengan memberangkatkan 24 tim yang akan bertugas di lima kawasan transmigrasi di Indonesia. Pelepasan tim tersebut diselenggarakan di Auditorium Balai Santika, Kampus Unpad Jatinangor, Jumat (24/7).
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad Prof. Rizky Abdulah menyampaikan bahwa Unpad kembali dipercaya menjadi salah satu perguruan tinggi yang berkontribusi dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi melalui penerapan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut merupakan hasil dari kontribusi yang telah ditunjukkan pada pelaksanaan Ekspedisi Patriot tahun sebelumnya.
“Tahun lalu Unpad berkontribusi mulai dari ujung barat Indonesia di Aceh, ujung timur di Merauke, hingga ujung selatan di Pulau Rote. Alhamdulillah, dengan performa yang baik tersebut, tahun ini Unpad kembali dipercaya menjadi salah satu dari sedikit perguruan tinggi yang diminta berpartisipasi dalam Ekspedisi Patriot 2026,” ujar Prof. Rizky.
Prof. Rizky menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama di kawasan transmigrasi adalah menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat agar tetap menetap dan berkembang di wilayah tersebut. Oleh karena itu, keikutsertaan dalam Ekspedisi Patriot bukan sekadar menjalankan program pengabdian, tetapi juga membawa nama baik Universitas Padjadjaran dalam menghadirkan berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Kehadiran Ekspedisi Patriot bukan hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga menjadi representasi Unpad dalam menghadirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi nyata agar manfaat perguruan tinggi dapat semakin dirasakan masyarakat. Dengarkan mereka, bangun komunikasi yang hangat dengan masyarakat maupun pemerintah daerah, kemudian tawarkan solusi yang relevan berdasarkan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad Prof. Nur Atik menyampaikan, tahun ini Unpad mengirimkan sebanyak 24 tim yang terdiri dari 24 dosen sebagai ketua tim dan 120 anggota akan ditempatkan di lima kawasan transmigrasi, yakni Fakfak, Papua Barat sebanyak 20 tim; Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah satu tim; Pulau Nibung, Kalimantan Tengah satu tim; Kapuas, Kalimantan Tengah satu tim; serta Lagita, Bengkulu Utara satu tim.
Lebih lanjut, Prof. Nur Atik menjelaskan bahwa tema Ekspedisi Patriot 2026 mencakup berbagai isu strategis, sehingga setiap tim dibentuk secara multidisiplin agar mampu memberikan solusi yang komprehensif sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dalam hal ini, Ia berpesan agar seluruh anggota tim dapat menjalankan amanah dengan penuh ketulusan sekaligus menjaga nama baik Universitas Padjadjaran.
“Kami menitipkan kepada rekan-rekan untuk bekerja secara optimal dan tulus karena ini adalah pengabdian untuk Indonesia. Di mana pun bertugas, tetaplah menjaga nama baik almamater Universitas Padjadjaran dan tunjukkan bahwa kehadiran tim Ekspedisi Patriot benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.* (R02)






The post Unpad Lepas 24 Tim Ekspedisi Patriot 2026 ke Lima Kawasan Transmigrasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita meresmikan Padjadjaran Agro Discovery Innovation (PADI) by Unpad pada acara Grand Opening yang diselenggarakan di Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (23/7). PADI by Unpad merupakan satuan usaha Unpad yang bertujuan untuk menjembatani hasil riset dan inovasi sivitas akademika Unpad agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa PADI by Unpad diharapkan dapat menjadi etalase bagi berbagai inovasi untuk selanjutnya dikenalkan secara langsung kepada masyarakat, sehingga dapat menambah kepercayaan masyarakat kepada Unpad melalui hilirisasi penelitian yang bermanfaat. PADI juga diharapkan dapat semakin berkembang dan menjadi motivasi bagi para peneliti dan inventor untuk terus berinovasi, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.
Tidak hanya itu, melalui PADI by Unpad masyarakat diharapkan dapat memperoleh produk-produk terbaik hasil karya inovasi dari sivitas akademika Unpad, sehingga keberadaan PADI bisa diperluas secara lebih masif untuk mempercepat kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat dengan produk yang lebih beragam.
“Kalau selama ini mungkin lebih dikenal oleh kalangan internal, ke depan bisa dibuat lebih luas lagi ke masyarakat. Mudah-mudahan penelitian-penelitian yang dilakukan tidak hanya bersifat untuk pengembangan ilmu, tetapi juga i bisa sekaligus memberikan kemanfaatan secara langsung kepada masyarakat. Mudah-mudahan PADI ini bisa menciptakan atmosfer penelitian yang lebih baik untuk menjangkau masyarakat secara luas,” ujar Rektor.
Sementara itu, Direktur PADI by Unpad Hardian Eko Nurseto, S.Sos., M.Si., menjelaskan saat ini ada 33 kolaborator dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, mitra binaan pengabdian kepada masyarakat, hingga alumni, yang bekerjasama dengan total sebanyak 80 jenis produk yang dipamerkan di PADI by Unpad. Ke depannya produk-produk yang tersedia di PADI juga akan dipasarkan secara online dengan fasilitas pengiriman ke berbagai fakultas yang ada di lingkungan Unpad.
“PADI by Unpad merupakan penghubung antara hasil riset dan inovasi sivitas akademika Unpad agar bisa fit in dengan kebutuhan masyarakat. Jadi bagaimana produk-produk inovasi yang berbasis kearifan lokal dan teknologi terkini tersebut dapat terkomersialisasi, sehingga produk-produk pangan dan pertanian Unpad dapat dengan mudah bertemu dengan pasarnya,” jelas Hardian.* (R02)












The post Rektor Resmikan PADI by Unpad, Ruang Kolaborasi Hasil Riset dan Inovasi Profesional Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bekerja sama dengan Perkumpulan Arsip Perguruan Tinggi Indonesia (PAPTI) menyelenggarakan The 5th International Conference on Archives, Social Science, Humanities & Education (ICoASHE) 2026 di Bale Rucita, Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor, pada 22–23 Juli 2026. Mengusung tema “Digital Government, Government Technology, and Digital Governance”, konferensi ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan kolaborasi untuk mendorong inovasi serta pengembangan kebijakan kearsipan di era digital.
“Arsip bukan sekadar penyimpan rekam jejak sejarah, melainkan aset strategis yang menjaga memori institusi, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan yang tepat,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., dalam sambutannya pada tayangan video daring.
Prof. Brian menjelaskan, transformasi digital telah mengubah cara pemerintah memberikan layanan publik, merumuskan kebijakan, dan berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan transformasi tersebut tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga kemampuan membangun institusi terpercaya, menjaga dan mengelola pengetahuan, serta mendorong pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. R. Widya S. Sumadinata, menekankan bahwa fenomena tata kelola digital tidak dapat dipahami hanya dari perspektif teknologi komputer. Menurutnya, diperlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang ilmu, seperti administrasi publik, kearsipan, sosiologi, dan pendidikan, untuk mengkaji aspek tata kelola, dampak sosial, autentisitas data, serta menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan era digital.
“Di era digital, tantangan terbesar kita adalah bagaimana menjaga dan melestarikan pengetahuan secara digital. Pengelolaan arsip elektronik bukan sekadar urusan administrasi, tetapi juga menjadi penjaga rekam jejak sejarah dan transparansi informasi publik yang penting bagi demokrasi,” papar Prof. Widya.
Ketua Umum Pengurus Nasional Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Dr. Andi Kasman, M.M., dan Ketua Pelaksana ICoASHE 2026 Prof. Nandang A. Deliarnoor turut memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan. Konferensi internasional ini juga menghadirkan sejumlah narasumber sebagai pembicara kunci, yaitu Drs. Nicolaus Antonius van Hoorn dari Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) Belanda, Assoc. Prof. Dr. Nor Azizah Zainal Abidin dari Universitas Utara Malaysia, Prof. Yuan Yuan dari School of Public Administration Hohai University Tiongkok, serta Prof. Dr. Muradi, Ph.D., Guru Besar Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad.
Konferensi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, arsiparis, dan praktisi dari berbagai negara untuk memperkuat pertukaran pengetahuan serta menghasilkan gagasan inovatif dalam pengembangan tata kelola digital, kearsipan, ilmu sosial, humaniora, dan pendidikan. Melalui forum ini, para peserta juga didorong untuk memperluas jejaring kerja sama internasional guna menjawab berbagai tantangan transformasi digital yang terus berkembang.* (R01)






The post ICoASHE 2026 di Unpad Hadirkan Pakar Internasional Bahas Tata Kelola Digital appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menerima kunjungan siswa Sekolah Alam Al-Karim Lampung dalam program Eduventure di di Gedung Fakultas Kedokteran Unpad Jatinangor pada Rabu, (22/7). Program tersebut menghadirkan pengalaman kepada peserta dalam mengenalkan lingkungan perguruan tinggi sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan semangat belajar melalui berbagai aktivitas yang interaktif.
Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan materi mengenai anatomi mata kepada para peserta. Tidak hanya itu, Rektor juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa untuk senantiasa semangat dalam belajar sebagai bekal menggapai mimpi di masa yang akan datang. Harapannya, kegiatan Eduventure ini tidak hanya memperkenalkan Unpad sebagai perguruan tinggi, tetapi sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi para peserta.
“Adik-adik harus terus semangat belajar. Mudah-mudahan pengalaman hari ini menjadi bekal untuk terus bermimpi dan suatu saat nanti bisa melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi,”ujar Rektor.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Non Gelar Unpad drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa Eduventure merupakan salah satu program yang dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan praktik dan pengalaman nyata. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Unpad dalam memperluas akses pembelajaran kepada masyarakat melalui program yang inovatif dan menyenangkan.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Melalui berbagai aktivitas yang disiapkan nanti mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga banyak hal lainnya yang bisa didapatkan dan harapannya dapat menjadi motivasi untuk mempersiapkan masa depan melalui pendidikan,” ujar Erli.
Lebih lanjut, Direktur Sekolah Alam Al-Karim Lampung Dr. Tila Paulina, M.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi kepada Unpad atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di lingkungan kampus. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelengkap proses pembelajaran yang selama ini diterapkan di sekolah.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk terus belajar dan meraih cita-citanya,” pungkasnya.* (R02)






The post Eduventure bersama Sekolah Alam Al Karim Lampung, Rektor Ikut Serta Mengajar appeared first on Universitas Padjadjaran.