Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mengajak mahasiswa baru Universitas Padjadjaran untuk menjaga semangat, berani mengambil keputusan, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan global. Pesan tersebut disampaikan saat berbagi inspirasi dengan ribuan mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor, Rabu (12/8).
“Jadilah individu yang mampu mengambil keputusan, dan siaplah dengan segala konsekuensi dari keputusan yang diambil. Itulah yang menentukan kedewasaan dalam menjalani hidup,” ujar Sugiono dalam talkshow “Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead”, hasil kolaborasi antara Unpad, Sariayu Martha Tilaar, dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Sugiono mengatakan, generasi muda dihadapkan berbagai tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, mahasiswa perlu membangun ketangguhan mental, kemampuan beradaptasi, serta semangat yang konsisten dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di masa depan.
“Banyaklah melihat, mendengar, membaca. Buka wawasanmu seluas-luasnya. Saya yakin kesempatan itu ada, belajarlah bahasa asing sebanyak yang kalian mampu karena akan berguna untuk masa depan,” pesan Sugiono yang saat ini juga merupakan mahasiswa baru Magister Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Unpad tahun ini.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk memperoleh wawasan dalam menghadapi tantangan global. Ia menjelaskan, Unpad terus mendorong internasionalisasi sehingga mahasiswa diharapkan memiliki perspektif lebih luas mengenai perkembangan dunia.
“Mudah-mudahan ke depan, adik-adik semua akan terbuka, bagaimana kita dapat menatap masa depan lebih cerah,” harap Rektor.
Sementara CEO Martha Tilaar Group, Dr. Kilala Tilaar, mengajak mahasiswa baru Unpad untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang belajar, bereksplorasi, dan membangun jaringan seluas mungkin. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu terburu-buru menentukan arah hidup pada masa-masa awal perkuliahan, melainkan memperkaya diri dengan berbagai pengalaman dan pembelajaran
“Semangat competitiveness harus tetap dipelihara supaya kita dapat saling bersaing dengan sehat. Dengan spirit of competitiveness yang kuat, kita bisa menjadi the best version of ourselves dan terus naik ke level berikutnya,” ungkap Kilala.
Pada hari terakhir pelaksanaan PKKMB-Prabu 2026, mahasiswa baru mengikuti beragam kegiatan yang dirancang untuk memperkaya wawasan dan pengalaman kampus. Rangkaian acara lainnya meliputi talkshow bersama Ananda Omesh (baca juga: Alumni Unpad, Ananda Omesh, Bagikan Kisah Perjalanan Karier kepada Mahasiswa Baru), sesi inspiratif bersama figur publik dan edukator muda Xaviera Putri, serta Padjadjaran Welcoming Ceremony oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad sebagai ajang penyambutan mahasiswa baru di lingkungan fakultas masing-masing. Kegiatan kemudian ditutup dengan Pagelaran Budaya Gerbang Cakrawala yang menghadirkan penampilan seni budaya.* (R01)









The post Sama-sama Mahasiswa Baru, Menlu Sugiono Berbagi Inspirasi di Prabu Unpad 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Pengalaman berorganisasi dan membangun relasi selama menjadi mahasiswa dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan karier di masa yang akan datang. Hal tersebut disampaikan oleh alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran sekaligus entertainer yang kini berkiprah di industri hiburan Indonesia, Ananda Omesh, saat berbagi pengalaman kepada mahasiswa baru Unpad dalam kegiatan talkshow inspiratif yang merupakan bagian dari rangkaian Prabu Unpad Tahun Akademik 2026/2027 di Stadion Jati Padjadjaran Unpad Jatinangor, Rabu (12/8).
Dalam kesempatan tersebut, Omesh membagikan pengalaman selama menjadi mahasiswa hingga perjalanan kariernya di industri hiburan kepada mahasiswa baru Unpad. Menurutnya, pengalaman berkomunitas selama menjadi mahasiswa Unpad justru menjadi salah satu pintu yang mengantarkannya pada karier di industri hiburan.
Omesh menyampaikan bahwa dirinya bersama sejumlah teman yang tergabung dalam komunitas teater saat berkuliah di Unpad mengikuti audisi pencarian bakat yang diselenggarakan salah satu program televisi, hingga akhirnya terpilih sebagai salah satu pemenang. Berangkat dari pengalaman tersebut, Omesh mendorong mahasiswa baru Unpad untuk memanfaatkan kehidupan kampus dengan mengikuti berbagai organisasi karena aktivitas di luar perkuliahan dapat menjadi ruang untuk menemukan potensi diri sekaligus memperluas jejaring.
"Kalau tidak ada teman-teman saya yang berkumpul, kalau saya tidak nongkrong sama teman-teman saya di Unpad, mungkin saya tidak akan menjadi Ananda Omesh yang sekarang. Jadi jangan hanya kuliah-pulang, kuliah-pulang. Coba nongkrong dan ikut aktivitas lewat organisasi atau UKM karena itu pasti membantu kalian menemukan potensi diri," ungkap Omesh yang juga merupakan mahasiswa baru Program Magister Ilmu Komunikasi tahun 2026.
Lebih lanjut, Omesh juga menjelaskan bahwa ilmu yang diperolehnya selama berkuliah di Fikom Unpad tetap memiliki relevansi kuat dalam perjalanan kariernya sebagai presenter dan pelaku industri kreatif. Berbagai pengalaman akademik yang diperolehnya dapat diterapkan ketika berhadapan dengan beragam situasi dan karakter orang. Ia menjelaskan bahwa kemampuan berkomunikasi, menghadapi banyak orang, serta menyesuaikan diri dengan situasi menjadi keterampilan yang terus digunakan dalam pekerjaannya.
Selain membagikan pengalaman mengenai dunia kerja, Omesh juga mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya memiliki kemampuan beradaptasi. Perjalanan di dunia pendidikan maupun karier tidak selalu berjalan sesuai harapan, sehingga kemampuan untuk beradaptasi menjadi salah satu bekal penting agar seseorang dapat bertahan menghadapi perubahan. Tidak hanya itu, relasi yang dibangun selama masa kuliah juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
"Pelajaran utama memang mata kuliah, tetapi pelajaran yang paling penting adalah bagaimana kita dapat bersosialisasi dan membangun relasi. Kami bisa bertahan sampai sekarang salah satunya karena relasi dan adaptasi," jelas Omesh.
Sebagai penutup, Omesh juga mengajak mahasiswa baru untuk melihat perkembangan teknologi dan media digital sebagai peluang. Perubahan dari industri hiburan konvensional menuju platform digital membuat kesempatan untuk berkarya semakin terbuka. Mahasiswa bahkan dapat memulai menjadi kreator konten hanya dengan memanfaatkan smartphone dan kemampuan komunikasi yang dimiliki. Tidak hanya itu, konsistensi dan komitmen untuk terus menghasilkan karya juga menjadi hal yang lebih penting.
"Di era serba digital seperti saat ini kalian tidak perlu media besar untuk menjadi content creator. Dengan handphone dan rasa percaya diri, kalian sudah bisa mulai. Yang paling penting adalah konsistensi dan komitmen. Jangan hanya melihat jumlah likes, teruslah berkarya dan jangan pernah berhenti belajar," pungkasnya.* (R02)



The post Alumni Unpad, Ananda Omesh, Bagikan Kisah Perjalanan Karier kepada Mahasiswa Baru appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjalin Kerja sama dengan International Talent Circulation Base (INTACT Base) Taiwan-Indonesia setelah menandatangani Memorandum of Collaboration (Memorandum Kolaborasi) di Ruang Rapat Bersama 2 Livin' Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu (12/8).
Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan salah satu perwakilan INTACT Base, Dr. An-Min Kuo yang merupakan Vice President of Hsing Wu University. Hadir pula perwakilan dari dua universitas Taiwan lainnya yaitu Dr. Shuenn-Ren Cheng dari Cheng Shiu University dan Dr. Li-Wei Liu dari Chaoyang University of Technology.
"Terima kasih banyak atas kesempatan kunjungan ini, suatu kehormatan bagi kami menerima Anda di sini, dan semoga kita dapat menciptakan kerja sama yang membuahkan hasil di masa depan," ujar Prof. Arief S. Kartasasmita.
Sementara Dr. An-Min Kuo dalam sambutannya berharap kemitraan ini dapat merekrut banyak mahasiswa berprestasi dari Indonesia untuk mendapatkan sejumlah beasiswa di Taiwan, termasuk dual degree dan pascasarjana.
"Kami juga berencana untuk memperluas pendidikan bahasa Mandarin di Unpad. Saya yakin program ini akan sangat sukses dan memiliki masa depan yang sangat cerah. Terima kasih sekali lagi atas dukungan Anda," ujar Dr. An-Min Kuo.
Pada kesempatan tersebut, INTACT Base Taiwan-Indonesia mempresentasikan tentang INTENSE Program yang memfasilitasi mahasiswa tingkat akhir atau lulusan Perguruan Tinggi di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Education Fair untuk mempromosikan universitas-universitas Taiwan di Indonesia, serta program pembelajaran Bahasa Mandarin.
Dari Unpad, hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah, Kepala Kantor Urusan Internasional Unpad, Anggia Utami Dewi, Ph.D., Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Dr. In-In Hanidah, Sekretaris Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Unpad, Yosephini Kristin Dwina Maria, M.A.B., dan Sekretaris Direktorat Pemasaran Yoseph Ismail Nurhasan, MT.*









The post Unpad dan INTACT Base Tandatangani Memorandum Kolaborasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Kontingen Universitas Padjadjaran menorehkan prestasi pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Barat 2026 yang digelar pada Juli lalu. Tiga mahasiswa Unpad berhasil meraih gelar juara pertama di cabang seni yang diikuti dan berhak mewakili Jawa Barat pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026 yang akan berlangsung di Universitas Jember, 8-12 September mendatang.
Pada Peksimida Jawa Barat 2026, kontingen Unpad berhasil meraih sejumlah prestasi. Tiga mahasiswa yang akan mewakili Jawa Barat pada Peksiminas 2026 adalah Fajri Fathurrahman sebagai Juara 1 Seriosa Putra, Khairunnisa Azhaar Ramadhani sebagai Juara 1 Seriosa Putri, dan Nisrina Arija sebagai Juara 1 Menyanyi Pop Putri.
Selain itu, mahasiswa Unpad juga meraih Juara 2 Dangdut Putra melalui Dikri Al Fahmi, Juara 2 Keroncong Putra melalui Rony Sandria, Juara 3 Keroncong Putri melalui Nayla Ananda Putri, Harapan 1 Penulisan Cerpen melalui Elca Shifa Ayu, Harapan 1 Fotografi melalui Muhammad El Nino, Harapan 1 cabang Tari, Harapan 2 cabang Vokal Grup, Harapan 2 Penulisan Puisi melalui Axelly Tanaya, serta Harapan 2 Komik Strip melalui Luna Aurelia.*
Salah satu mahasiswa yang akan tampil di tingkat nasional adalah Nisrina Arija (Fakultas Ilmu Komunikasi 2023) yang meraih Juara 1 Menyanyi Pop Putri. Nisrina mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya selama mengikuti kompetisi dimulai dari proses latihan. Selain itu, ia juga sempat merasakan tekanan karena kemungkinan besar Peksiminas 2026 menjadi kesempatan terakhir selama berstatus mahasiswa.
“Saya harus memaksimalkan latihan dan mengembalikan suara saya agar stabil lagi dalam bernyanyi. Selain itu, saya juga sempat overthinking karena kemungkinan besar kompetensi Peksiminas 2026 ini adalah tahun terakhir untuk saya ikuti,” ungkap Nisrina.
Selain Nisrina, mahasiswa Unpad lainnya yang akan mewakili Jawa Barat pada Peksiminas 2026 adalah Khairunnisa Azhaar Ramadhani dari (Program Studi Keperawatan 2022) yang meraih Juara 1 Seriosa Putri. Mahasiswa yang akrab disapa Dhani tersebut mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya berasal dari dirinya sendiri. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, ia sempat ragu untuk mengikuti kompetisi karena harus membagi fokus dengan penyusunan skripsi.
“Tantangan terbesar dari diri sendiri. Awalnya sempat ragu untuk ikut karena sudah semester akhir dan fokus skripsi. Saya memutuskan ikut karena mendapat dukungan dari banyak pihak,” kata Dhani
Menurut Dhani, dukungan yang diberikan oleh Unpad dan pelatih menjadi salah satu faktor penting yang mendorongnya untuk terus berkembang dan berprestasi. Ia mengaku mendapat dukungan penuh selama proses pengembangan diri hingga mengikuti kompetisi tingkat daerah.
“Unpad sangat mendukung mahasiswanya yang ingin berprestasi, pelatih sayapun sangat mendukung untuk proses pengembangan diri saya,” ujar Dhani
Kepada mahasiswa Unpad yang memiliki minat dan bakat di bidang seni, Nisrina dan Dhani mengajak untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki serta berani memanfaatkan setiap kesempatan untuk berprestasi. Keduanya menilai bahwa proses belajar, pengalaman, dan keberanian untuk mencoba merupakan langkah penting dalam meraih prestasi di bidang yang diminati.
“Usahakan untuk dicoba dulu karena tidak ada yang tahu rezeki akan berpihak kemana dan kepada siapa. Siapa tahu, dengan mencoba kesempatan tersebut, di situlah jalan kalian untuk bisa berprestasi sesuai dengan bidang yang kalian minati,” pesan Nisrina.* (R01)
The post Raih Juara Pertama di Tingkat Provinsi, Tiga Mahasiswa Unpad Melaju ke Peksiminas XVIII appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menandatangani Perjanjian Kerja sama (PKS) dengan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia (DPLK BRI) tentang Pengelolaan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi Pekerja Universitas Padjadjaran di Executive Lounge Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (11/8).
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, dan Ketua Pengurus DPLK BRI, Arie Sus Miyanti. Hadir pula dalam penandatanganan tersebut, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus, S.IP., M.Si.
“Ini merupakan komitmen Unpad bagi seluruh pegawai untuk memberikan penghargaan atas kinerja dan prestasinya. Diharapkan dengan adanya atau partisipasi pengelolaan dana pensiun ini menjadikan motivasi yang baik buat kami para pegawai Unpad,” ujar Prof. R. Widya Setiabudi.
Sementara Arie Sus Miyanti mengatakan, pihaknya berharap dapat menjaga amanah dengan baik. DPLK BRI ingin memperkuat sinergi dengan sektor pendidikan di Indonesia, dan saat ini telah bekerja sama dengan 14 perguruan tinggi.
“Kami berharap dapat menjaga amanah ini dengan baik. Mudah-mudahan kami bisa menjaga kepercayaan yang sudah diberikan ini dengan prudent dan professional. Harapannya, ini bukan hanya sebagai instrument untuk menunjang kesejahteraan hari tua, tapi juga sebagai instrument strategis untuk mempertahankan talenta unggul di Unpad,” ujar Arie Sus Miyanti.
Direktur SDM dan PKTK Unpad, Imanudin, menjelaskan bahwa program DPLK ini diluncurkan sebagai tambahan dari program dana pensiun atau tunjangan pensiun yang sudah ada, seperti Taspen bagi PNS dan BPJS Ketenagakerjaan bagi Non-PNS. Tambahan program DPLK ini diberikan untuk lebih menjamin kesejahteraan pegawai, bukan hanya pada saat aktif bekerja, tetapi juga ketika memasuki masa purna tugas atau pensiun. Selain itu, dana iuran program DPLK ini seluruhnya ditanggung oleh Universitas Padjadjaran selaku pemberi kerja. Jadi tidak dibebankan kepada pegawai.
“Tentu saja ini menjadi angin segar bagi kita semua agar kita bisa lebih termotivasi memberikan yang terbaik bagi Unpad, karena dengan ini menunjukkan komitmen bahwa Unpad selalu memberikan yang terbaik untuk kita semua,” ujar Imanuddin.
Ketua Pengurus DPLK BRI, Arie Sus Miyanti, menambahkan, investasi dana yang diserahkan oleh Unpad akan dikelola oleh DPLK. Kerja sama ini akan meliputi kurang lebih 3.000 pekerja terdiri dari PNS dan Non-PNS
“Jadi ini diatasnamakan masing-masing pekerja, bukan atas nama Universitas Padjadjaran. Nanti masing-masing akan punya rekening, dan bisa diambil ketika memang sudah mencapai usia pensiun atau ketika ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” jelas Arie Sus Miyanti.*



The post Unpad Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Program Pensiun Iuran Pasti dengan DPLK BRI appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu), Unpad menyelenggarakan kegiatan Student Day yang menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat berbagai aktivitas kemahasiswaan di Unpad, yang diselenggarakan di Kampus Unpad Jatinangor, Selasa, (11/8).
Pada kesempatan ini, mahasiswa baru Unpad dikenalkan dengan berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkungan Unpad yang dikemas dengan menarik melalui persembahan parade, serta berbagai pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi kehidupan mahasiswa lewat program iNews Campus Connect oleh iNews Media Group. Program tersebut menghadirkan berbagai sesi talkshow dan narasumber inspiratif yang memberikan gambaran mengenai berbagai kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat, jejaring, dan pengalaman selama menjadi mahasiswa di Unpad.
Sesi talkshow dibuka dengan seminar bertajuk MoneyFestasi “Literasi Digital untuk Generasi Muda, Bijak di Media Sosial dan Bertransaksi di era Digital” yang menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Junanto Herdiawan, Presdir OVO Karaniya Dharmasaputra, serta Rista Zwestika sebagai narasumber. Pada sesi ini, para mahasiswa mendapatkan insight dalam mengatur keuangan dan tetap waspada dalam menggunakan uang elektronik di era digital.
“Dalam mengelola keuangan teman-teman harus tahu mana yang kewajiban dan keinginan. Utamakan penuhi kebutuhan yang wajib, tabungkan juga sebagian uang yang dimiliki sebagai antisipasi di masa yang akan datang. Belajar untuk berinvestasi dan jangan sampai terjerumus ke dalam lubang judi atau pinjaman online,” ujar Junanto.
Kegiatan dilanjutkan dengan seminar Genzone Talks “Enhancing Your Energi, Empowering Yourself” yang menghadirkan alumni berprestasi Unpad, yaitu Timotius Mulyadi dan Bagus Patria. Pada kesempatan ini, mahasiswa baru Unpad mendapat inspirasi agar dapat tetap berprestasi di perkuliahan sambil terus melanjutkan hobi dan meraih prestasi lainnya.
“Tentunya agar prestasi akademik dan nonakademik bisa berjalan dengan baik, diperlukan time management yang baik juga. Mencari pertemanan yang positif dan bisa membuat kita menjadi lebih produktif juga sangat penting. Manfaatkan waktu kuliah semaksimal mungkin, bangun relasi yang baik, dan jadikan kegagalan yang pernah dilakukan sebagai pelajaran,” jelas Timotius.
Lebih lanjut, iNews Campus Connect juga menghadirkan talkshow Autotech “Memaksimalkan Produktivitas di Era Mobile” dan Mahasiswa Bersuara “Demokrasi Digital dan Kebebasan Berekspresi, Menjaga HAM dan Hukum dari Represi Siber”. Kegiatan juga dilanjutkan dengan Parade Organisasi Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta eksplorasi booth ormawa dan UKM yang dapat dilakukan oleh para mahasiswa baru Unpad.
TALKSHOW BSI
Pada kesempatan ini, diselenggarakan juga Talkshow oleh Bank Syariah Indonesia yang bertajuk “Own Your Future: Small Choices today, Bigger Possibilities Tomorrow” yang disampaikan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. Dalam pemaparannya, Ia menyampaikan bahwa para mahasiswa harus dipastikan paham mengenai pengelolaan keuangan dengan baik agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, salah satunya adalah dimulai dengan menabung dan mengontrol keuangan.
“Dimulai dari langkah kecil saja karena semuanya perlu berproses untuk mencapai apa yang kalian inginkan dan rencanakan keuangan dengan baik untuk mempersiapkan masa depan. Mudah-mudahan ini dapat menjadi inspirasi dalam menjalani perkuliahan, tetap konsisten dan berikan manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya.* (R02)










The post Student Day Meriahkan Rangkaian Prabu 2026, Hadirkan iNews Campus Connect dan Parade Ormawa appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Organisasi mahasiswa International Association of Students in Agricultural and Related Sciences Local Committee Universitas Padjadjaran (IAAS LC Unpad) berhasil memperoleh pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
PPK Ormawa merupakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi organisasi kemahasiswaan di bawah pembinaan perguruan tinggi. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa melalui implementasi kegiatan pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menghasilkan aset yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Pada tahun 2026, program yang dikelola Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan tersebut mengangkat delapan topik utama yang mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Melalui skema tersebut, setiap organisasi mahasiswa didorong untuk merancang program yang relevan dengan kebutuhan dan potensi wilayah sasaran.
Tim PPK Ormawa IAAS LC Unpad dipimpin oleh mahasiswa Fakultas Pertanian, Maritza Khansa. Program yang diusulkan mengangkat tema Desa Konservasi dan Tangguh Bencana dengan lokasi pelaksanaan di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Pemilihan Desa Cipelah didasarkan pada hasil identifikasi tim terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat. Berdasarkan hasil diskusi dengan perangkat desa, kawasan tersebut kerap mengalami bencana longsor dalam satu dekade terakhir, namun belum memiliki standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan maupun sistem peringatan dini yang terintegrasi.
Selain itu, tim juga menemukan potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung mitigasi bencana, yaitu pohon aren yang banyak dibudidayakan masyarakat, khususnya di Dusun 2. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan tim, pohon aren memiliki sistem perakaran yang kuat dan kemampuan menyimpan air yang baik sehingga berpotensi membantu menjaga kestabilan lereng.
“Setiap hal yang kami tuangkan dalam proposal dan diadopsi menjadi program kerja merupakan hasil dari keresahan dan permasalahan yang ada di desa. PPK Ormawa berperan sebagai fasilitator desa, menjawab hal-hal yang dibutuhkan oleh desa untuk menunjang desa tangguh bencana,” ujar Maritza.
Menurut Maritza, program yang diusulkan juga memanfaatkan potensi pohon aren secara lebih luas. Selain berfungsi sebagai vegetasi konservasi, batang aren yang sudah tidak produktif dapat dimanfaatkan sebagai material jembatan darurat untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.
Melalui program PPK Ormawa ini, IAAS LC Unpad berkomitmen mendukung terwujudnya desa yang tangguh terhadap bencana melalui pemanfaatan potensi lokal. Program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan desa berbasis konservasi yang dapat direplikasi di wilayah lain serta memperkuat kontribusi mahasiswa Unpad dalam menjawab berbagai tantangan di masyarakat.* (Rilis oleh: Maritza Khansa/R01)
The post IAAS LC Unpad Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026, Bawa Desa Cipelah Jadi Desa Tangguh Bencana appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Faperta Social Village (FSV) 2026 bersama Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran memulai pengembangan budidaya alpukat berbasis irigasi tetes di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, pada 25 Juli 2026. Program ini berupa penanaman simbolis varietas alpukat Miki, Aligator, dan Mentega di lahan BUMDes yang dilakukan sebagai langkah awal pemanfaatan lahan tidak produktif melalui penerapan teknologi irigasi yang lebih efisien.
Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh mahasiswa Faperta Unpad sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada pelaksanaannya, program ini mendapat dukungan dan pendampingan langsung dari pimpinan Fakultas Pertanian Unpad, dosen, serta masyarakat Desa Ciuyah untuk menghadirkan solusi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Prof. Yusup Hidayat menyampaikan bahwa penerapan irigasi tetes menjadi inovasi utama dalam program ini. Hal tersebut diterapkan agar kebutuhan air tanaman dapat diberikan secara lebih terukur dan efisien.
“Alpukat dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta sesuai dengan kondisi lahan di Desa Ciuyah, sehingga kami berharap teknologi ini dapat menjadi contoh yang bisa diterapkan masyarakat,” ujar Prof. Yusup.
Sementara itu, program ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Ciuyah. Ke depannya, pengembangan alpukat ini akan menjadi lahan percontohan agar bisa dikembangkan juga di dusun-dusun lainnya karena memiliki potensi untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Keterlibatan Karang Taruna dalam mendukung keberhasilan program ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pengembangan pertanian di desa.
Kegiatan diawali dengan pemaparan teknis mengenai sistem irigasi tetes, penanaman, dan perawatan bibit alpukat di Balai Desa Ciuyah oleh panitia FSV 2026, kemudian dilanjutkan dengan penanaman simbolis serta peresmian instalasi irigasi tetes di Lahan BUMDes. Pada kesempatan tersebut, tim Faperta Unpad juga menyerahkan beberapa bibit jeruk beserta instalasi irigasi tetes kepada Pemerintah Desa Ciuyah sebagai dukungan terhadap keberlanjutan program.
Melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian Unpad, Pemerintah Desa Ciuyah, Karang Taruna, dan masyarakat setempat, penerapan irigasi tetes dalam budidaya alpukat diharapkan menjadi langkah awal pengembangan pertanian yang lebih efisien, produktif, serta berkelanjutan. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, program ini menjadi wujud sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi desa.
Program ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger), Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth), dan Tujuan 17 (Partnerships for the Goals). Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya pembangunan pertanian yang berkelanjutan.* (Rilis oleh: Valerian Hoffman Raman/R02)
The post Faperta Social Village 2026 Kembangkan Tanaman Alpukat Berbasis Irigasi Tetes di Desa Ciuyah Kabupaten Sumedang appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Penelitian yang dilakukan mahasiswa Universitas Padjadjaran harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjunjung tinggi etika akademik. Dua prinsip tersebut, yakni berdampak dan etis, menjadi fokus pengembangan ekosistem riset di Unpad guna mendorong lahirnya penelitian yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dan tantangan nyata di masyarakat.
Demikian disampaikan Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, saat memberi sapaan pembuka dalam acara "Rektor Menyapa: Dari Tugas Akhir ke Dampak", Selasa (11/8). Acara yang berlangsung di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, Jl. Dipati Ukur no. 35 Bandung ini merupakan bagian dari Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana Unpad Gelombang 1 Tahun Akademik 2026/2027.
“Penelitian tidak boleh hanya untuk lulus saja, tapi bagaimana penelitian itu bisa memberikan solusi bagi permasalahan di masyarakat. Ini terlihat mudah, namun bukan sesuatu yang sederhana untuk dilakukan,” ujar Prof. Arief.
Menurut Rektor, tuntutan untuk menghasilkan penelitian yang berdampak dalam waktu relatif singkat kerap memunculkan godaan untuk mengabaikan etika penelitian, terlebih dengan mudahnya akses terhadap informasi, data, dan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Karena itu, Unpad mengembangkan ekosistem riset yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan masyarakat agar penelitian yang dihasilkan tetap berdampak dan beretika.
“Ekosistem ini didukung oleh kebijakan regulasi, sistem pendanaan, sistem pembimbingan dan mentoring, serta sistem publikasi bertanggung jawab yang mengedepankan etik,” papar Rektor Unpad.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, mengatakan bahwa mahasiswa berperan penting dalam pengembangan riset di Unpad. Setiap tahun Unpad menghasilkan sekitar 2.500 publikasi terindeks Scopus, dengan sekitar setengahnya terbit pada jurnal kuartil pertama (Q1). Pada tahun lalu, sebanyak 936 publikasi di antaranya menempatkan mahasiswa sebagai penulis pertama.
“Unpad ingin menciptakan ekosistem di mana mahasiswa hanya berfokus pada risetnya. Untuk itu kami menyiapkan fasilitas sebagai privilege yang dapat dimanfaatkan, namun privilege ini datang dengan kewajiban untuk bertanggung jawab,” kata Prof. Rizky.
Prof. Rizky menjelaskan bahwa Unpad menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan riset mahasiswa, mulai dari akses jurnal dan basis data penelitian berbayar, layanan pengurusan ethical clearance, pelatihan dan lokakarya nasional maupun internasional, hibah riset, beasiswa, hingga kerja sama penelitian. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan akses ke platform pemeriksa plagiarisme, bantuan article processing charge (APC), layanan proofreading dan penerjemahan, serta pendampingan pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI) dan paten.
Kegiatan ini turut menghadirkan peraih beasiswa Habibie Award, Prof. Rovina Ruslami, MD, Ph.D. sebagai pembicara. Ia adalah Guru Besar Farmakologi Unpad sekaligus Kepala Unit Riset Klinis (Clinical Research Unit/CRU) Unpad, Prof. Rovina Ruslami, MD., PhD., yang membahas pentingnya integritas, etika penelitian, dan ikhtiar dalam menjalani proses akademik sebagai bekal untuk menghasilkan riset yang bertanggung jawab.
“Penelitian yang berkualitas, berintegritas, dan berdampak tidaklah mudah karena membutuhkan komitmen untuk melaksanakannya. Kita harus menjalankan fungsi sebagai sivitas akademika untuk melakukan yang terbaik,” jelas Prof. Rovina.
Pembicara lain dalam kegiatan ini adalah M. Rezky Achyana, mahasiswa Magister Manajemen Unpad sekaligus Founder dan CEO Parakerja. Ia juga adalah salah seorang anak muda yang namanya masuk ke dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia. Rezky berbagi pengalaman mengenai pentingnya kepekaan terhadap berbagai persoalan di lapangan sebagai langkah awal untuk melahirkan ide dan solusi bagi masyarakat.
“Riset yang berkelanjutan jangan sampai hanya selesai di tulisan saja, tetapi bagaimana bisa menghasilkan dampak,” kata Rezky.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan universitas, dekan dan wakil dekan fakultas, serta ketua program studi magister, doktor, profesi, spesialis, dan subspesialis di lingkungan Unpad.* (R01)









The post Rektor Unpad: Penelitian Bukan Sekadar untuk Lulus, tetapi Memberi Solusi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Kantor Pengelolaan Perpustakaan Direktorat Pendidikan Non Gelar Universitas Padjadjaran menyalurkan hibah buku kepada Komunitas Gada Membaca di Kabupaten Ciamis, Senin (3/8). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat budaya literasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Kunjungan dipimpin Kepala Kantor Pengelolaan Perpustakaan Direktorat Pendidikan Non Gelar Unpad, Dr. Ute Lies Siti Khadijah, S.Sos., M.Si., didampingi pustakawan Sri Rakhmiyati, S.Sos., M.I.Kom., Ziani Marni, S.S.I., dan Naafa Naafiatul Insi, S.S.I. Pihak Unpad diterima langsung oleh Ketua Komunitas Gada Membaca, Agus Munawar, beserta para pengurus dan pegiat literasi setempat.
Ute mengatakan, kolaborasi dengan komunitas literasi menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas jangkauan layanan dan manfaat perpustakaan bagi masyarakat. Menurutnya, keluarga dan komunitas memiliki peran strategis dalam menanamkan budaya membaca sejak dini. Dengan dukungan berbagai pihak, upaya membangun masyarakat yang gemar membaca dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara Ketua Komunitas Gada Membaca, Agus Munawar, menyambut baik dukungan yang diberikan Unpad melalui hibah buku tersebut. Koleksi buku yang diterima akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan belajar dan literasi bagi anak-anak maupun masyarakat di lingkungan sekitar.
Selain penyerahan hibah buku secara simbolis, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai penguatan budaya literasi di masyarakat. Diskusi mempertemukan pengelola perpustakaan, pegiat literasi, dan masyarakat untuk berbagi pengalaman terkait tantangan serta strategi dalam meningkatkan minat baca di tengah perkembangan teknologi digital. Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu menjadi perhatian bersama, di antaranya pengembangan ruang baca yang inklusif dan ramah bagi seluruh kalangan, pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak usia dini, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan literasi.
Melalui kegiatan ini, Unpad menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat. Kolaborasi dengan komunitas literasi diharapkan dapat memperluas akses pengetahuan, menumbuhkan budaya membaca, serta memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berkelanjutan. (Rilis oleh: Naafa Naafiatul Insi/R01)
Sumber: https://kandaga.unpad.ac.id/berita/artikel/kunjungan-literasi-komunitas-gadamembaca
The post Perpustakaan Unpad Salurkan Hibah Buku ke Komunitas Gada Membaca Kabupaten Ciamis appeared first on Universitas Padjadjaran.