Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Juli-Agustus 2026 yang berlangsung di Balé Santika, Kampus Unpad Jatinangor, Jumat 12 Juni 2026 pagi. Pada periode ini, sebanyak 1.555 mahasiswa KKN Unpad akan diterjunkan ke empat Kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kabupaten Garut.
Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan Nongelar Unpad, Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., menyampaikan, dalam KKN tahun ini Unpad bermitra dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sehubungan dengan beberapa permasalahan sosial yang menjadi perhatian khusus.
“Ada beberapa permasalahan sosial yang perlu dijembatani oleh mahasiswa untuk menyampaikan berbagai solusi yang sudah dirancang terkait dengan penanganan kemiskinan, pengelolaan sampah, dan literasi informasi. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya menjadi manfaat yang besar bagi mahasiswa Unpad, tetapi juga bermanfaat untuk masyarakat luas,” ujar Erli.
Lebih lanjut, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Prof. H. Endang Aminudin Aziz yang turut hadir sebagai mitra dalam pembekalan KKN ini menyoroti permasalahan literasi yang paling mendasar saat ini, yaitu kebiasaan membaca yang masih rendah. Prof. Endang menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di tingkat Kabupaten/Kota hingga nasional masih menjadi persoalan besar karena kurangnya minat membaca masyarakat. Oleh karena itu, perguruan tinggi, dalam hal ini adalah Unpad, melalui program KKN merupakan mitra strategis untuk mengurai masalah literasi di Indonesia.
Sebagai upaya mengintervensi masalah literasi tersebut, Perpusnas RI telah membuat empat program utama yang diharapkan dapat meningkatkan kebiasaan membaca masyarakat, antara lain adalah program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, KKN Tematik Literasi, bantuan buku untuk desa, kelurahan, dan taman baca masyarakat, serta program Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang akan meningkatkan kecakapan literasi masyarakat yang ada di desa pelaksanaan KKN.
“Kami berharap program ini bisa dikerjakan bersama-sama antara Perpusnas, Relima, perangkat desa setempat, serta mahasiswa Unpad yang datang untuk ikut serta dalam membangun kecakapan literasi bersama masyarakat. Oleh karena itu, saya mendorong para mahasiswa agar jangan lelah bekerja, kembangkan kreativitas untuk menyisir program-program yang sekiranya bisa disampaikan kepada masyarakat. Mudah-mudahan niat para mahasiswa semua untuk ikut bekerja di desa, membangun kecakapan literasi sebagai modal untuk pembangunan bangsa ini dapat berjalan dengan lancar dan diberikan kemudahan,” kata Prof. Endang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., yang turut menyampaikan sambutan secara daring menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat saat ini cukup baik, tetapi dampak terhadap penurunan kemiskinan dan penanggulangan sampah masih belum terlihat signifikan. Oleh karena itu, melalui program KKN diharapkan mahasiswa dapat ikut serta mengedukasi masyarakat terkait dengan penanggulangan kemiskinan dan permasalahan sampah di tingkat rumah tangga.
“Ini adalah tantangan kita bersama, sehingga mahasiswa dapat fokus pada memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban pengeluaran di rumah tangga, serta mengedukasi masyarakat untuk mengurangi, memanfaatkan, dan mendaur ulang sampah. Selain program dari pemerintah, yang paling efektif adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat dimulai dari hal-hal yang sederhana. Mudah-mudahan melalui KKN ini dapat memotivasi dan menginspirasi masyarakat melalui berbagai gagasan kreatif dari mahasiswa,” jelasnya.
Pada kesempatan ini, disampaikan juga berbagai materi pendukung pelaksanaan KKN seperti pemaparan program KKN yang disampaikan oleh Dr. Laina Rafianti, S.H., M.H., materi teknis dan tata tertib KKN oleh Dr. Dianne Amor Kusuma, M.Pd., serta materi teknis program Pemprov Jabar yang disampaikan oleh perwakilan Bappeda, Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial Jawa Barat.* (R02)










The post Sebanyak 1.555 Mahasiswa Ikuti Pembekalan KKN Unpad Periode Juni-Agustus 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Padjadjaran dan Universitas Teuku Umar (UTU) menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, bersama Rektor UTU, Prof. Ishak Hasan, di Executive Lounge Unpad Kampus Dipati Ukur, Bandung, pada Jumat 12 Juni 2026.
“Kami (Unpad) sekarang sedang mengembangkan banyak kegiatan, salah satunya riset bersama dan joint degree di Indonesia. Jadi kami berharap ke depan Unpad dan UTU dapat mengembangkan program bersama,” ujar Rektor Unpad dalam sambutannya.
Rektor Unpad mengatakan, kerja sama dengan UTU dapat dikembangkan melalui berbagai program akademik, seperti kelas khusus, pertukaran mata kuliah, dan pemanfaatan sumber daya bersama. Selain itu, Unpad juga tengah mengembangkan model kerja sama tripartite research and education yang melibatkan mitra dalam dan luar negeri sebagai peluang kolaborasi di masa mendatang.
Sementara Rektor UTU, Prof. Ishak Hasan, menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan Unpad dapat membuka lebih banyak peluang pengembangan potensi dan kapasitas kedua institusi. Ia menilai banyak praktik baik dan pengalaman yang dimiliki Unpad yang dapat diadopsi oleh UTU.
“Mohon dukungan penuh dan pembinaan dari Unpad. Sebagai perguruan tinggi baru, mendorong kami untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi besar di Indonesia, salah satunya Unpad,” ujar Prof. Ishak Hasan yang juga merupakan alumni Unpad.
Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Unpad Prof. Tomy Perdana, Manajer Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Kemitraan Alumni FEB Unpad Irlan Adiyatma, Ph.D., jajaran Fakultas Pertanian Unpad yaitu Prof. Reginawanti Hiendersyah, Dr. Yani Maharani, Dr. Agriani Hermita S., dan Apong Sandrawati, SP, M.Si. Sementara dari pihak UTU hadir Wakil Rektor Bidang Akademik & Kerja Sama M. Aman Yaman, M.Agric.Sc., Kepala Biro Umum & Keuangan Zulfirman, M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Hamdi Harmen, Ketua Jurusan Agroteknologi Dr. Mita Setyowati, dan Ketua Tim Kerja Sama Mahdalena, S.E.
Kerja sama ini menjadi langkah bagi Unpad dan UTU untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Ke depan, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi melalui kegiatan akademik, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat.* (R01)






The post Unpad Jalin Kerja Sama Strategis dengan UTU Aceh appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Padjadjaran menorehkan prestasi membanggakan di ajang National University Boxing League (UBL) Season 1. Bertanding di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Sabtu (23/5), Rifqi Bilaldi (angkatan 2021) berhasil meraih gelar juara nasional kelas Middleweight 75 kg, sementara Kemal Zahran Hoviari (angkatan 2023) keluar sebagai juara nasional kelas Light Middleweight 72 kg.
“Sebelumnya saya sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan. Karena kali ini ajangnya berskala nasional, persiapan yang saya lakukan memang lebih intens. Tantangan terbesarnya adalah saya sedang menjalani koas (ko-asisten/pendidikan klinik kedokteran gigi), sehingga harus mengatur dan membagi waktu antara akademik dan latihan," ujar Rifqi dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Kamis, (11/6).
National UBL merupakan kompetisi tinju antarmahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Perbati) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya di cabang olahraga tinju sekaligus mengembangkan prestasi olahraga di lingkungan kampus.
Rifqi mengatakan, baginya tinju bukan sekadar olahraga, melainkan menjadi gaya hidup yang menuntut komitmen penuh. Di tengah kesibukannya menjalani program koas, Rifqi tidak menunggu waktu luang untuk berlatih, melainkan secara khusus menyisihkan waktu di sela-sela aktivitas akademiknya.
“Selama bisa membagi waktu antara latihan, kegiatan organisasi, maupun kuliah secara seimbang, keduanya dapat berjalan beriringan,” papar Rifqi.
Lebih lanjut, Rifqi menambahkan bahwa ia dan Kemal mendapat dukungan dari lingkungan akademik di Unpad, khususnya Program Studi Kedokteran Gigi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui motivasi, apresiasi, serta kemudahan perizinan ketika mengikuti kejuaraan. Pihak fakultas juga membantu melalui surat izin dan surat tugas, sehingga mereka dapat menjalankan kewajiban akademik dan kegiatan olahraga secara seimbang.
“Jika memiliki minat dan bakat tertentu, termasuk di bidang olahraga, jangan ragu untuk mengembangkannya. Pendidikan tentu tetap menjadi prioritas utama, tetapi bukan berarti kita tidak bisa menyeimbangkannya dengan kegiatan lain. Kuncinya adalah bagaimana kita mampu mengatur waktu dengan baik,” pesan Rifqi.* (R01)


The post Di Tengah Koas, Mahasiswa FKG Unpad Raih Juara Tinju Nasional appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran membuka Program Doktor (S-3) Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan (Sustainable Fisheries and Oceans). Kehadiran program studi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga doktor di bidang perikanan dan kelautan yang masih terbatas di Indonesia, sekaligus melengkapi jenjang pendidikan yang telah dimiliki FPIK Unpad, mulai dari sarjana hingga magister.
Kepala Program Studi S-3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad, Noir Primadona Purba, PhD (PgOS) menjelaskan,program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu menyusun rekomendasi berbasis data dan riset guna mendukung pengambilan kebijakan di sektor perikanan dan kelautan. Fokus kajian program studi ini juga selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDG 14 tentang ekosistem laut.
“Program Doktor ini menjadi puncak pengembangan keilmuan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat dalam riset, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi dan arahan berbasis data bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya,” ujar Noir saat diwawancarai oleh Tim Kanal Media Unpad, Jumat, (5/6).
Kekhasan utama dalam program studi ini terletak pada pendekatan keberlanjutan yang menjadi landasan dalam setiap proses pembelajaran dan penelitian. Pendekatan tersebut didukung oleh penggunaan data yang komprehensif serta sejalan dengan Pola Ilmiah Pokok Unpad, yaitu 'Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional'. Melalui penguatan riset dan inovasi, program studi ini juga diarahkan untuk menjadi rujukan dalam pengembangan keilmuan perikanan dan kelautan berkelanjutan yang inklusif, kolaboratif, serta memiliki dampak di tingkat global.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan dibekali dengan kemampuan metodologi penelitian tingkat lanjut, keterampilan komunikasi ilmiah, serta pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dan media. Mahasiswa juga didorong aktif untuk mengikuti berbagai seminar dan konferensi ilmiah guna memperkuat kapasitas akademik serta jejaring profesional.
“Selain penguasaan bidang perikanan dan kelautan, mahasiswa juga akan memiliki kemampuan komunikasi dan publikasi ilmiah yang kuat. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan dapat meningkatkan karier maupun berkontribusi lebih luas dalam dunia akademik, pemerintahan, dan industri,” jelasnya.
Program Studi S-3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad terbuka bagi lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Noir menjelaskan bahwa isu perikanan dan kelautan memerlukan pendekatan multidisiplin, sehingga tidak hanya dapat dikaji oleh lulusan bidang sains atau kelautan, tetapi juga ekonomi, komunikasi, hukum, kebijakan publik, dan berbagai bidang ilmu lainnya.
Dari sisi pembelajaran, program studi menerapkan sistem yang fleksibel melalui kombinasi perkuliahan hybrid, tatap muka, serta site visit ke lapangan. Model pembelajaran tersebut didukung berbagai fasilitas penelitian yang dimiliki Unpad, seperti Marine Station di Pangandaran, fasilitas penelitian di Pulau Biawak Indramayu, serta kawasan penelitian dan laboratorium Unpad di kampus Jatinangor.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Jika meneliti wilayah pesisir selatan Jawa, kami memiliki fasilitas di Pangandaran. Untuk wilayah utara tersedia fasilitas di Pulau Biawak Indramayu, sementara penelitian eksperimental dapat dilakukan di kampus Unpad Jatinangor,” tuturnya.
Informasi lebih lanjut mengenai proses seleksi hingga syarat pendaftaran Prodi S-3 Perikanan dan Kelautan Unpad tersedia di laman https://smup.unpad.ac.id/.* (R02)
The post Lengkapi Jenjang Pendidikan, FPIK Unpad Buka Program Doktor appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, pada Kamis 4 Juni 2026 dalam rangka membahas berbagai peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian. Kunjungan diterima oleh Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita di Ruang Tamu Rektor di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor. Pada kesempatan tersebut turut hadir Dekan FISIP Unpad Prof. Mohammad Benny Alexandri.
Pertemuan tersebut menjadi forum diskusi untuk saling bertukar pandangan mengenai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan antara Unpad dan berbagai aspek yang ada di Singapura, khususnya dalam bidang pendidikan seperti program pertukaran mahasiswa hingga penguatan jejaring internasional.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik untuk menjajaki berbagai potensi kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi dan riset yang berdampak,” ujar Rektor.
Sementara itu, Kwok Fook Seng menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Unpad serta menyambut baik peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Menurutnya, kerja sama di bidang pendidikan memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sekaligus mendukung pengembangan talenta di masa yang akan datang.
Melalui pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan dan keunggulan masing-masing pihak, sekaligus memperkuat jejaring internasional Unpad.* (R02)



The post Unpad Terima Duta Besar Singapura, Bahas Peluang Kolaborasi Pendidikan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Juli-Agustus 2026, Universitas Padjadjaran menyelenggarakan pembekalan bagi 74 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Rabu 10 Juni 2026. Para DPL akan mendampingi 1.555 mahasiswa yang akan diterjunkan ke 74 desa di empat wilayah di Jawa Barat, yaitu 24 desa di Kabupaten Cianjur, 8 desa di Kabupaten Sukabumi, 28 desa di Kabupaten Tasikmalaya, dan 14 desa di Kabupaten Garut.
“Sesuai amanat kementerian, perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak kepada masyarakat. Salah satu bentuk pemberian dampak tersebut dilakukan melalui KKN, yang merupakan pembelajaran kolaboratif berbasis penyelesaian masalah nyata di masyarakat,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan, dalam sambutannya.
Prof. Zahrotur mengatakan, penentuan lokasi KKN dilakukan melalui kerja sama antara Unpad dengan pemerintah daerah di Jawa Barat dan Perpustakaan Nasional. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada sejumlah indikator, di antaranya tingkat kemiskinan ekstrem serta masalah pengelolaan sampah serta lokasi yang menjadi sasaran program bantuan buku dari Perpustakaan Nasional.
Selanjutnya ia menambahkan, mahasiswa yang mengikuti KKN pada dasarnya masih dalam proses pembelajaran sehingga tidak mungkin dilepas begitu saja dan diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat secara mandiri. Karena itu, Unpad menugaskan 74 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk mendampingi dan mengarahkan mahasiswa selama menjalankan program di lokasi KKN.
“Ini (KKN) adalah bentuk lain dari pembelajaran kemahasiswaan. Mereka akan diterjunkan ke lapangan dan belajar banyak soft skill. Kami sangat mengharapkan mahasiswa bisa menjadi lebih peka, ada keinginan untuk membantu warga setempat, juga belajar dari masyarakat,” jelas Prof. Zahrotur.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa peserta KKN akan mendapatkan perlindungan berupa jaminan kecelakaan diri dan jaminan kesehatan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Pemberian perlindungan tersebut merupakan bentuk komitmen Unpad dalam menjamin keamanan dan keselamatan mahasiswa selama mengikuti KKN.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turut hadir dan memberikan sambutan secara daring dalam kegiatan tersebut. Selain pembekalan umum, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga menerima berbagai materi pendukung pelaksanaan KKN, mulai dari pemaparan program KKN oleh Dr. Laina Rafianti, materi teknis dan tata tertib KKN oleh Dr. Dianne Amor Kusuma, hingga materi teknis Program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disampaikan oleh perwakilan Bappeda, Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Erli Sarilita, Ph.D. selaku Direktur Pendidikan Non Gelar Unpad.* (R01)









The post Sebanyak 74 DPL Siap Dampingi Mahasiswa KKN Unpad di Empat Kabupaten Jawa Barat appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Pelaksanaan Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Jalur Mandiri skema Ujian dan nilai Rapor 2026 berlangsung lancar. Tahun ini, Universitas Padjadjaran menerapkan teknologi baru berupa sistem pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses verifikasi peserta dan menjaga integritas pelaksanaan ujian. Sebanyak 6.966 peserta mengikuti seleksi yang dilaksanakan secara daring pada Rabu 10 Juni 2026.
“Pelaksanaan tahun ini berjalan lancar, terutama dengan dukungan aplikasi baru. Tahun ini kami menerapkan teknologi AI untuk pengenalan wajah, mulai dari tahap pendaftaran hingga pelaksanaan seleksi. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, prosesnya menjadi lebih cepat dan efisien,” ujar Kepala Kantor SMUP Unpad, Prof. Ir. Anas, M.Sc., PhD.
Pelaksanaan SMUP dengan skema ujian daring tahun ini menunjukkan keunggulan sistem ujian. Selain memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia maupun luar negeri, sistem ini juga didukung teknologi yang mendeteksi lokasi peserta secara real time. Panitia dapat mengidentifikasi peserta yang mengikuti ujian dari dua kota berbeda di Malaysia serta menemukan sejumlah peserta yang terdeteksi mengerjakan ujian bersama di satu lokasi, sehingga integritas pelaksanaan seleksi tetap terjaga.
“Kami meningkatkan semuanya, baik komputer ataupun server, sesuai dengan keperluan sekarang. Ke depan, akan menjadi standar dalam pelaksanaan ujian daring yang terus kita kembangkan,” kata Prof. Anas.
Di sisi lain, sistem ujian daring ini juga memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti ujian secara lebih fleksibel, sejalan dengan komitmen Unpad dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif. Tahun ini, terdapat enam peserta penyandang disabilitas. Dua di antaranya, yaitu peserta dengan hambatan penglihatan dan disabilitas intelektual, mengikuti ujian di ruang Assistive Learning Hub (ALH), Gedung Grha Kandaga, Perpustakaan Pusat, Unpad Kampus Jatinangor.
“Bagi para peserta yang mengikuti ujian, mudah-mudahan pelaksanaan kali ini dapat berlangsung lebih tenang karena tidak banyak terganggu oleh interupsi yang tidak penting. Dengan demikian, mereka dapat mengerjakan ujian dengan baik, memperoleh hasil yang maksimal, dan diterima di program studi yang memang menjadi harapannya,” harap Prof. Anas.* (R01)





The post Inklusif dan Berbasis Teknologi, SMUP 2026 Fasilitasi Peserta dari Berbagai Wilayah dan Kondisi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., tentang Pemanfaatan dan Pelayanan Atas Produk dan/atau Jasa Perbankan. Momen penandatanganan ini juga disertai pelepasan mahasiswa yang akan melaksanakan magang di BTN serta pelaksanaan Kuliah Umum oleh Direktur Utama BTN.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu di Bale Sawala Unpad Jatinangor pada Rabu 10 Juni 2026. Hadir pula pada kesempatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola, Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, dan sejumlah Direktur dan Dekan di lingkungan Unpad. Dari pihak BTN, hadir antara lain Direktur Human Capital & Compliance, Eko Waluyo, Direktur Commercial Banking, Hermita, dan Direktur Network & Retail Funding PT Bank Syariah Nasional (BSN), Ari Kurniaman.
"Ini merupakan kehormatan besar kami mendapatkan kunjungan sekaligus penandatangangan nota kesepahaman. Ini adalah kesempatan kita dapat bersinergi dengan dunia kerja untuk memajukan negara kita tercinta ini," ujar Rektor Unpad.
Rektor juga mengucapkan terima kasih karena BTN telah menerima sejumlah mahasiswa Unpad untuk melaksanakan magang. Secara simbolis, Rektor dan pimpinan Unpad lainnya melepas sejumlah mahasiswa Unpad dari berbagai program studi untuk mulai melaksanakan magang di BTN. Selain itu, sejumlah alumni Unpad juga tercatat berkarya di BTN hingga ke level Direktur.
"Kerja sama semacam ini sangat positif karena kita bisa melihat langsung apa yang sebenarnya sedang terjadi di dunia praktis, dan akan kita kembangkan di kampus. Semoga kerja sama ini bisa kita kembangkan dalam bentuk riset, pengembangan, dan hal lain," ujar Rektor.
Sementara Dirut BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan bahwa perguruan tinggi adalah salah satu ekosistem yang menentukan masa depan sebuah bangsa. Pihaknya secara rutin melakukan pengembangan SDM dengan mengirimkan staf terbaiknya untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik, baik di Indonesia maupun dunia.
"Unpad adalah salah satu perguruan tinggi tempat pengembangan talenta terbaik di Indonesia. Kami berkomitmen melaksanakan kolaborasi dengan manfaat nyata bagi kedua institusi. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa sangat bermanfaat," ujar Dirut BTN.
Kuliah Umum Dirut BTN
Usai penandatanganan, Dirut BTN menyampaikan Kuliah Umum bertema "Digitalisasi, Keamanan Transaksi, dan Literasi Finansial" bagi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan Unpad. Dalam paparannya, Nixon mengingatkan agar kita waspada terhadap berbagai tawaran investasi ilegal, tawaran pinjaman online, serta maraknya judi online.
"Pastikan produk dan layanannya memiliki izin dari otoritas berwenang, pastikan penyelenggaraan memiliki izin dalam menawarkan produk atau tercatat sebagai mitra pemasar, dan pastikan benefit dari produk yang ditawarkan masuk akal dan tidak terindikasi penipuan," jelasnya.
Nixon juga memberikan tips mengelola keuangan, antara lain pahami kondisi keuangan, buat tujuan keuangan, bijak dalam berbelanja, bijak dalam berutang, hindari judi online, persiapkan dana darurat, dan menabung atau investasi sebelum belanja.
“Saving dulu, baru shopping. Menabung dan investasi itu disisihkan, bukan disisakan,” ujarnya.*






The post Unpad dan BTN Tandatangani Nota Kesepahaman appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran akan menyelenggarakan Ujian Mandiri Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) 2026 pada Rabu, 10 Juni 2026. Pelaksanaan ujian SMUP tersebut akan diselenggarakan sebanyak 2 sesi secara daring dan diperuntukkan hanya bagi peserta yang tidak memiliki nilai UTBK 2026.
“Seleksi Mandiri Skema Ujian diperuntukkan hanya bagi peserta yang tidak memiliki nilai UTBK 2026, sehingga peserta yang juga memiliki nilai UTBK 2026 penentuan kelulusannya tetap hanya berdasarkan nilai UTBK tersebut. Peserta yang telah dinyatakan diterima di SNBP juga tidak akan diikutkan dalam proses seleksi mandiri Unpad ini,” ujar Irma Nuraini, S.Si., MT., Sekretaris Direktorat Akademik Unpad dalam acara “Ayo Kenal Unpad: Teknik Pelaksanaan Ujian SMUP” yang disiarkan secara daring pada Senin 8 Juni 2026.
Untuk memastikan peserta dapat mengikuti proses ujian dengan lancar, peserta ujian SMUP telah mengikuti tahap simulasi dan verifikasi perangkat ujian yang dilaksanakan pada 8 Juni 2026. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan peserta mengikuti lokasi di ujian yang sama seperti saat pelaksanaan simulasi.
Lebih lanjut, Anggota Bidang Pelaksanaan Ujian Online SMUP Rafly Chalil, S.Si., menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan ujian dilakukan selama 195 menit. Peserta wajib menyiapkan perangkat berupa laptop/PC dengan OS Windows yang sudah terunduh aplikasi ujian SMUP, webcam dan mikrofon yang berfungsi, serta dibutuhkan juga smartphone dengan fungsi kamera, mikrofon yang aktif, dan koneksi internet dengan kecepatan minimal 10Mbps.
Bagi yang menggunakan paket data untuk tethering, harus tersedia kuota data minimal 4GB yang tidak digunakan untuk aplikasi lain selain ujian.
Tidak hanya itu, selama ujian berlangsung peserta wajib berada di ruangan tertutup tanpa ada orang lain di dalamnya, menggunakan alas tulis plastik transparan dan spidol non-permanen, menyiapkan kartu tanda peserta ujian, serta berpakaian rapi dan sopan. Peserta juga tidak diperkenankan menggunakan kaos oblong atau masker penutup wajah, menggunakan headset/earphone, serta makan atau minum selama ujian.
“Selama ujian berlangsung peserta tidak diperkenankan untuk mematikan kamera, tidak membuka aplikasi lain untuk menghindari akun terblokir, tidak merekam soal ujian, serta tidak diperkenankan untuk berbicara kepada siapapun di sekitar. Pastikan manual dan panduan pelaksanaan ujian yang telah tersedia di laman SMUP bisa dibaca secara seksama untuk mengurangi kendala yang terjadi saat ujian berlangsung,” jelas Rafly.* (R02)
The post Ini Informasi Penting Jelang Ujian SMUP Mandiri appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Padjadjaran melalui Sekolah Pascasarjana, Center for Environment and Sustainability Science (CESS) dan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Sustainable Land Governance for Climate Resilience and Future Generations”. Kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid di Gedung Sekolah Pascasarjana Unpad Bandung pada Jumat 5 Juni 2026.
“Degradasi lahan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan pembangunan. Ketika kualitas lahan menurun, produktivitas ekosistem akan terganggu, ketahanan pangan melemah, dan kemampuan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim ikut berkurang,” ujar Guru Besar Hidrologi FTIP Unpad, Prof. Chay Asdak, M.Sc., Ph.D. sebagai pembicara utama dalam materinya yang berjudul “The Future of Global Land Governance Beyond 2030”
Prof. Chay yang juga menjabat sebagai Vice Chair Committee of Science and Technology pada United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD) menjelaskan bahwa tata kelola lahan yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan iklim. Degradasi lahan berkaitan erat dengan berbagai tantangan global, termasuk ketahanan pangan, ketersediaan air, serta kemampuan masyarakat dan ekosistem dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Lebih lanjut, Prof. Chay memaparkan arah tata kelola lahan global pasca-2030 yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta integrasi pengelolaan lahan dan sumber daya air dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Peguruan tinggi berperan strategis dalam menghasilkan kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kegiatan yang dimoderatori oleh peneliti CESS Unpad, Dika Supiandi, M.T., M.D., KTP., tersebut turut dihadiri Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad Prof. Dr. Ir. Vijaya Isnania Wardhani, M.T., Dekan FTIP Unpad Dr. Gemilang Lara Utama S., S.Pt., M.I.L., Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset FTIP Unpad Dr. Herlina Martha, Guru Besar Unpad Prof. Oekan S. Abdoellah, Ph.D., Kepala CESS Unpad Dr. Susanti Wita Ningsih, S.I., M.S.I., serta Nurul Iftitah, S.Hut., M.Si. dari Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (PEPDAS), Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Republik Indonesia. Webinar ini juga diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, dan institusi internasional.
Melalui kegiatan ini, Unpad menunjukkan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kerja sama global guna mendukung tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas lahan bukan hanya tentang melindungi lingkungan saat ini, tetapi juga menyiapkan fondasi kehidupan yang lebih tangguh bagi generasi mendatang.* (Rilis oleh FTIP Unpad/ Dani Wahdani/R01)




The post Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Unpad Bahas Tata Kelola Lahan untuk Ketahanan Iklim appeared first on Universitas Padjadjaran.