Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.







[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Pusat Pengembangan dan Implementasi Academic Health System (PPI AHS) mendorong penerapan interprofessional collaboration dan team-based care dalam praktik pelayanan kesehatan di layanan kesehatan tingkat pertama yang merupakan rangkaian kegiatan Workshop Stakeholder Meeting yang digelar di Ruang Rapat Bersama Lantai 2 Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Kamis 5 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan implementasi AHS di Unpad sekaligus tindak lanjut dari diskusi sebelumnya mengenai pengembangan pendidikan dan kolaborasi antarprofesi dalam sistem kesehatan akademik. Pada tahap ini, diskusi difokuskan pada keterhubungan antara pendidikan tenaga kesehatan dan kebutuhan pelayanan di layanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik, yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Workshop diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi bidang kesehatan, praktisi layanan kesehatan, pengelola fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta tim pengembangan Academic Health System Unpad. Para peserta terlibat dalam diskusi partisipatif dan sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi berbagai tantangan pelayanan kesehatan di tingkat layanan primer serta peluang penguatan kolaborasi antarprofesi dalam praktik pelayanan kesehatan.
Kepala Pusat Pengembangan dan Implementasi AHS Unpad, Prof. Dr. Meita Dhamayanti, dr., Sp.A., Subsp.TKPS., M.Kes., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan. “Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan agar proses pendidikan tenaga kesehatan dapat selaras dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan yang terus berkembang,” ujar Prof. Meita.
Diskusi difasilitasi oleh dr. Dwi Agustian, MPH, Ph.D.,mengajak peserta memetakan berbagai tantangan pelayanan kesehatan di layanan kesehatan tingkat pertama sekaligus mengeksplorasi peluang penerapan interprofessional collaboration dan team-based care dalam praktik pelayanan.
Melalui sesi FGD, peserta merumuskan sejumlah rekomendasi awal terkait penguatan kurikulum pendidikan kesehatan agar lebih responsif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan di tingkat layanan primer. Diskusi juga menghasilkan pemetaan awal mengenai peluang keterlibatan mahasiswa profesi kesehatan dalam mendukung pelayanan di layanan kesehatan tingkat pertama melalui pendekatan kolaboratif.
Hasil workshop ini diharapkan dapat menjadi salah satu dasar pengembangan metode pembelajaran transformatif dan praktik kolaboratif dalam kerangka Academic Health System di Lingkungan Universitas Padjadjaran, sekaligus memperkuat integrasi antara pendidikan, pelayanan, dan pengembangan sistem kesehatan.* (Rilis oleh: PPI AHS Unpad)



The post Unpad Dorong Penerapan Interprofessional Collaboration dan Team-Based Care appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi International Internship Program ke Taiwan pada Senin, 9 Maret 2026 sebagai upaya membuka peluang pengalaman kerja internasional bagi mahasiswa. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus Sekolah Vokasi Unpad Jatinangor ini memberikan informasi mengenai manfaat program, persyaratan, hingga tahapan seleksi bagi mahasiswa yang berminat mengikuti magang di luar negeri.
Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Vokasi Unpad, Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec., menegaskan bahwa program magang merupakan salah satu langkah strategis bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dunia industri setelah lulus. Selain memberikan pengalaman profesional, program magang internasional di Taiwan juga menawarkan pendapatan yang cukup tinggi setiap bulan.
Perwakilan Taipei Economic and Trade Office (TETO), Mr. Husein, menyampaikan bahwa Taiwan saat ini membuka peluang yang lebih luas bagi peserta magang internasional, khususnya di sektor hospitality yang tengah mengalami kekurangan tenaga kerja. Peserta program juga akan mendapatkan perlindungan kerja, asuransi, serta kesempatan memperoleh sertifikat technical worker setelah menyelesaikan masa magang.
Sementara itu, narasumber Mr. Karman Yuen menjelaskan bahwa program ini terbuka bagi mahasiswa aktif di bidang hospitality, pariwisata, dan kuliner dengan durasi magang antara satu hingga dua tahun. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja internasional, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kompetensi serta memahami budaya kerja global.
Pendaftaran program dibuka hingga 20 Maret 2026, dilanjutkan dengan seleksi internal universitas dan wawancara pada April 2026. Keberangkatan peserta direncanakan pada akhir Juni 2026.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan magang internasional sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan, memperluas wawasan global, serta meningkatkan daya saing di dunia kerja.* (Rilis oleh: Sekolah Vokasi Unpad/R01)
The post Sekolah Vokasi Unpad Sosialisasikan International Internship Program ke Taiwan appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat, Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Notaris Indonesia, serta Ikatan Keluarga Alumni Notariat Universitas Padjadjaran (Ikano Unpad) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru dengan tema “Implikasi dan Implementasi bagi Profesi Hukum” di Gedung Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis 12 Maret 2026.
Kegiatan ini diawali dengan laporan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat, Asep Sutandar, A.Md.I.P., S.Sos., M.Si. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat terbangun kesamaan persepsi dan pemahaman di antara para penegak hukum serta profesi hukum lainnya terkait implementasi KUHP dan KUHAP yang baru. Asep Sutandar juga berharap kegiatan ini dapat mendorong munculnya komitmen bersama untuk mengimplementasikan KUHP dan KUHAP secara konsisten, berkeadilan, serta menghormati hak asasi manusia, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan organisasi profesi dalam mengawal reformasi sistem hukum pidana nasional.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D. Sosialiasi menghadirkan Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., yang memaparkan berbagai perubahan penting dalam sistem hukum pidana Indonesia, khususnya terkait implementasi KUHP dan KUHAP yang baru, dan dipandu moderator Dr. Lies Sulistiani, S.H., M.Hum.
Dalam pemaparannya, Prof. Edward Omar Sharif menjelaskan bahwa pembaruan dalam sistem hukum pidana Indonesia memuat sejumlah perubahan yang perlu dipahami secara komprehensif oleh para praktisi hukum agar implementasinya dapat berjalan secara tepat dan efektif. Ia juga menekankan bahwa hukum acara pidana tidak hanya berfungsi untuk memproses pelaku tindak pidana, tetapi juga untuk memberikan perlindungan terhadap individu dari potensi kesewenang-wenangan aparat penegak hukum. Oleh karena itu, kewenangan aparat penegak hukum harus dijalankan secara tegas, jelas, dan proporsional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, antara lain notaris, akademisi, praktisi hukum, aparat penegak hukum, serta para pemangku kepentingan di bidang hukum. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai perubahan sistem hukum pidana di Indonesia serta mempersiapkan langkah-langkah implementasi dalam praktik profesi hukum.* (Rilis oleh FH Unpad/R02)
Sumber: https://fh.unpad.ac.id/id/berita/sosialisasi-kuhp-dan-kuhap-baru-bahas-implikasi-bagi-profesi-hukum






The post Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru Bahas Implikasi bagi Profesi Hukum appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRHPM) Universitas Padjadjaran kembali menyelenggarakan Unpad Innovation Seminar (UIS) sebagai ruang berbagi wawasan, penguatan jejaring, serta pengembangan ekosistem inovasi dan bisnis di lingkungan kampus. Kegiatan yang digelar di Gedung Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Unpad pada pertenggan Februari 2026 ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi untuk mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Pada penyelenggaraan kali ini, UIS mengangkat tema “Human-Centered Innovation for Social Transformation, Community, and Policy Impact”. Tema tersebut menekankan pentingnya pendekatan inovasi yang berpusat pada manusia dalam menjawab berbagai persoalan sosial sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat serta pengembangan kebijakan.
Narasumber pertama, Dr. Dwi Purnomo, S.TP., M.T., memaparkan materi bertajuk “Design Thinking dalam Ekosistem Kolaboratif: Praktik Inovasi Sosial Lintas Kampus dan Sektor Strategis.” Dalam pemaparannya, Dr. Dwi menjelaskan bahwa berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini merupakan persoalan kompleks yang memerlukan pendekatan kolaboratif dari berbagai pihak. Oleh karena itu, metode design thinking dinilai menjadi pendekatan yang relevan dalam merancang solusi inovatif yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa design thinking tidak hanya menjadi metode perancangan solusi, tetapi juga kerangka kerja yang memungkinkan kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan strategis. Melalui tahapan-tahapan seperti memahami permasalahan, merumuskan ide, hingga pengujian solusi, pendekatan ini dapat menghasilkan inovasi sosial yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dr. Dwi juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaboratif yang memungkinkan berbagai aktor terlibat dalam proses penciptaan solusi bagi permasalahan sosial.
Sementara itu, narasumber kedua, Kirdi Putra, membawakan materi bertajuk “Entrepreneurship for Social Impact: Collaborative Innovation and Sustainable Value Creation”. Dalam sesi tersebut, Kirdi menyoroti pentingnya kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, konsep kewirausahaan berdampak sosial membuka peluang bagi para inovator untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sosial sebagai ruang penciptaan nilai baru. Melalui kolaborasi antara akademisi, komunitas, industri, dan pemerintah, inovasi yang dihasilkan tidak hanya menciptakan produk atau layanan baru, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya strategi penciptaan shared value, yaitu nilai bersama yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekaligus para pemangku kepentingan yang terlibat.
Kirdi turut menyoroti pentingnya pengukuran dampak sosial sebagai bagian dari keberlanjutan inovasi. Dengan pengukuran yang tepat, berbagai inisiatif inovasi sosial dapat terus dikembangkan serta direplikasi oleh akademisi, inventor, maupun penggerak inovasi di berbagai sektor.
Melalui kegiatan Unpad Innovation Seminar, Universitas Padjadjaran terus berupaya memperkuat ekosistem inovasi yang mendorong kolaborasi lintas disiplin dan sektor. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi sivitas akademika, inventor, serta para pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengalaman dan gagasan dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, Universitas Padjadjaran berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya berbagai solusi inovatif yang berkontribusi terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan kebijakan publik di Indonesia.* (Rilis oleh: KST Unpad/R02)



The post Tantangan Mencari Solusi Inovatif untuk Kebutuhan Nyata Masyarakat appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Dalam rangka mengembangkan lingkungan kampus yang ramah lingkungan, Universitas Padjadjaran bersama Bank BNI, Bank Mandiri, Bank bjb Syariah, dan Bank Muamalat sebagai mitra perbankan Unpad melaksanakan Sinergi Transformasi Universitas Padjadjaran Menuju Kampus Hijau. Acara tersebut merupakan peluncuran Inisiatif Sinergi Kampus Hijau Universitas Padjadjaran dan serah terima sejumlah fasilitas yang dilaksanakan di ruangan Teater Pengetahuan, Gedung Rektorat, Kampus Unpad Jatinangor pada Kamis, 12 Maret 2026.
”Perubahan iklim, regenerasi lingkungan, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan menjadi isu global yang sangat penting. Unpad sebagai pusat pengetahuan di bidang tersebut diharapkan dapat menjadi motor transformasi di masa depan,” ujar Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita yang hadir secara daring, dalam sambutannya.
Prof. Arief mengatakan bahwa Unpad berkomitmen untuk menjadikan kampus sebagai teaching laboratory berkelanjutan, yang juga merupakan bagian dari visi pengembangan institusi. Ia menjelaskan bahwa transformasi menuju kampus berkelanjutan tidak dapat dilakukan secara sendiri, sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya dengan mitra perbankan.
Serah terima tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan, dan Pengelolaan Bisnis Unpad, Prof. Maman Setiawan, bersama jajaran mitra perbankan. Unpad menerima sejumlah dukungan fasilitas dari para mitra, di antaranya dari Bank Mandiri berupa tiang panel lampu tenaga surya dan alat pendidikan, Bank BNI berupa kendaraan dump truck, Bank Muamalat berupa 25 unit penerangan jalan umum tenaga surya, serta dari bank bjb Syariah berupa tiga unit kendaraan listrik dan laptop.
Sementara Kepala Pusat Pengembangan Kampus Berkelanjutan serta Keselamatan dan Keamanan Lingkungan (PKBKKL) Unpad, Kusnahadi Susanto, Ph.D, menjelaskan bahwa langkah selanjutnya bagi Unpad dalam inisiasi kampus hijau adalah penekanan edukasi, tata kelola, dan digitalisasi. Ia mengatakan terdapat tujuh langkah dalam mengukur sustainability dan green campus yaitu, setting dan infrastruktur, penyusunan strategi climate change, penyusunan strategi pengelolaan limbah, pengelolaan sampah, transportasi, penelitian dan edukasi, serta governance dan digitalisation.
”Dengan adanya governance yang baik, serta digitalization yang baik kita bisa melangkah pada fase tata kelola yang ’hijau’ dan pendataan yang efisien dan efektif, Unpad optimis bahwa ketujuh indikator itu sudah dimiliki,” jelas Kusna.
Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, jajaran pimpinan Unpad, serta jajaran direksi Bank BNI, Bank Mandiri, Bank bjb Syariah, dan Bank Muamalah.
Melalui sinergi ini, Unpad berharap kolaborasi dengan mitra perbankan dapat terus diperkuat untuk mendukung berbagai inisiatif pengembangan kampus hijau. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi Unpad menuju kampus berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan inovasi dalam penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan. (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish/R01)*












The post Sinergi Unpad dan Mitra Perbankan Dukung Transformasi Menuju Kampus Hijau appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Merespons keresahan sivitas akademika atas beredarnya konten media sosial yang mengarah pada pelecehan seksual dengan latar lingkungan kampus, Universitas Padjadjaran melalui Pusat Pengembangan Kampus Berkelanjutan serta Keselamatan dan Keamanan Lingkungan (PKBKKL) segera melakukan penelusuran dan penanganan terhadap kasus tersebut.
Keresahan tersebut muncul setelah beredarnya sebuah akun media sosial yang memuat unggahan berupa teks dan video dengan ungkapan yang mengarah pada pelecehan seksual. Konten tersebut menggunakan latar lingkungan kampus serta menyebut mahasiswa Unpad sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan sivitas akademika.
“Setelah mendapatkan laporan mengenai beredarnya konten tersebut, kami dari PKBKKL langsung berkoordinasi dengan petugas keamanan kampus untuk mencari pelaku, dan keesokan harinya kami sudah mengetahui pelaku sebagai pemilik akun tersebut,” ujar Kepala PKBKKL Unpad, Kusnahadi Susanto, S.Si., M.T., Ph.D., saat diwawancarai oleh Tim Kanal Media Unpad pada Rabu, 11 Maret 2026.
Lebih lanjut, Kusnahadi menjelaskan bahwa telah dilakukan pemanggilan terhadap pelaku untuk dimintai klarifikasi. Dalam proses tersebut, pelaku juga diminta untuk menurunkan seluruh konten yang dinilai meresahkan masyarakat di lingkungan kampus Unpad. Selain itu, dilakukan juga pemberikan edukasi kepada pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya di masa mendatang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika.
“Kami tidak memberikan sanksi berupa hukuman karena bukan kewenangan kantor kami. Namun, kami menekankan bahwa jika hal tersebut terjadi lagi maka pelaku dapat dijerat UU ITE dan pasal asusila serta perbuatan tidak menyenangkan atas aduan masyarakat,” jelasnya.
Kusnahadi mengimbau agar sivitas akademika Unpad dan masyarakat tidak ragu untuk menyampaikan laporan apabila menemukan atau mengalami kejadian yang meresahkan di lingkungan kampus yang dapat disampaikan melalui kanal resmi media sosial Unpad. Dalam hal ini PKBKKL juga tengah mendorong pemanfaatan aplikasi SaUnpad agar dapat menjadi wadah aduan cepat bagi warga Unpad apabila terdapat situasi yang memerlukan respons segera dari pihak universitas.* (R02)
The post PKBKKL Unpad Tegaskan Komitmen Jaga Keselamatan dan Keamanan Lingkungan Kampus appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Nuraa Women’s Institute sepakat mengembangkan Women Small and Medium Enterprises (SMEs) Unpad - Nuraa Center. Perjanjian Kerja Sama terkait hal tersebut ditandatangani di Kantor Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.
Perjanjian Kerja Sama tentang Pengembangan Women Small and Medium Enterprises (SMEs) Unpad - Nuraa Center untuk Penguatan Ekonomi Perempuan dan Dukungan Terhadap Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) itu ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Maliki, ST., MSIE., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, dan Presiden Nuraa Women's Institute, Dr. Nurhayati Ali Assegaf. Turut hadir menyaksikan Menteri PPN/Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, Wakil Menteri PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Direktur SDGs Center Unpad, Prof. Zuzy Anna.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan ke bappenas untuk ikut serta melahirkan entrepreneur baru yang lahir dari pendidikan dan pelatihan dengan wawasan global. Ini akan menjadi sejarah baru kebangkitan entrepreneur perempuan Indonesia,” ujar Menteri PPN/Bappenas.
Sementara Rektor Unpad mengatakan, merasa terhormat dipercaya menjalin kolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Nuraa Women’s Institute untuk turut memajukan usaha kecil dan menengah khususnya yang dikelola oleh pelaku usaha perempuan.
“Bappenas memiliki peran strategis sebagai arsitek pembangunan nasional yang merumuskan arah pembangunan. Unpad siap mendukung Bappenas dalam menjalankan misi tersebut. Kami pun menyambut amanah ini dengan komitmen untuk menjalankan program sebaik-baiknya,” ujar Rektor Unpad.
Sementara Presiden Nuraa Women’s Institute memaparkan, pelaku usaha perempuan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan akses terhadap peningkatan kapasitas usaha, pemanfaatan teknologi digital, akses pembiayaan serta perluasan jaringan pasar.
“Upaya pemberdayaan perempuan memerlukan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan yang lebih kuat,” ujar Dr. Nurhayati.
Oleh karena itu, Dr. Nurhayati memandang kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas, Unpad, dan Nuraa Women’s Institute melalui Pengembangan Women Small and Medium Enterprises (SMEs) Unpad - Nuraa Center merupakan sebuah Langkah strategis. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai sumberdaya dan keahlian untuk mendukung pengembangan kapasitas pelaku usaha perempuan.
“Semoga kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat pemberdayaan perempuan serta mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih kondusif dan berkelanjutan,” ujar Dr. Nurhayati.*



The post Unpad, Bappenas, dan Nuraa Women’s Institute Bangun Unpad-Nuraa Center untuk Penguatan Ekonomi Perempuan appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya memperkuat peran dan pengelolaan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN), Unpad menjadi tuan rumah kegiatan Workshop Revitalisasi RSPTN yang merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan Asosiasi RSPTN. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Koeswadji Universitas Padjadjaran, Jln. Prof. Eyckman No. 38, Pasteur, Kota Bandung serta Unpad Kampus Jatinangor pada 10-11 Maret 2026.
“Ketika kita berbicara tentang revitalisasi ini, ada misi besar dan visi besar mengenai bagaimana kita bisa bersama-sama maju. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjadikan RSPTN sebagai mitra strategis untuk berkolaborasi dalam mendukung sistem kesehatan akademik sehingga berstandar internasional,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Med. Setiawan, dr. dalam sambutannya.
Prof. Setiawan menjelaskan bahwa revitalisasi rumah sakit perguruan tinggi tidak hanya menuntut komitmen masing-masing institusi, tetapi juga kolaborasi antarperguruan tinggi untuk bersama-sama mengakselerasi berbagai tantangan. RSPTN juga perlu menetapkan keunggulan dan kekhasan yang dimiliki, mengingat keterbatasan sumber daya yang ada.
“Perspektif atau paradigma berpikir kita adalah sistem kesehatan akademik. Kita tidak bisa bekerja sendirian dan sistem pendidikan tidak bisa berjalan secara silo (bekerja terpisah, minim kolaborasi –red.). Pada hakikatnya, apa yang kita lakukan di pendidikan pada akhirnya harus mendukung penguatan sistem kesehatan,” ujar Prof. Setiawan yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran RSPTN di tengah meningkatnya dinamika dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Melalui forum ini, diharapkan tercipta pertukaran gagasan yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan rumah sakit pendidikan di Indonesia.
“Ini menjadi salah satu dasar bagi kita untuk merapatkan barisan dan memperkuat komitmen dalam memposisikan rumah sakit pendidikan sebagai bagian penting dari sistem pendidikan kesehatan,” ujar Prof. Arief.
Pada hari pertama, dilaksanakan sesi Meet the Leaders yang menghadirkan narasumber sejumlah rektor perguruan tinggi pemilik RSPTN, yaitu Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana, dan Universitas Syiah Kuala serta dimoderatori oleh Prof. Tri Hanggono Achmad (Tenaga Ahli Menteri Kemediktisaintek yang juga Rektor Unpad periode 2015-2019) dan Prof. T. Basaruddin (Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek). Selain itu digelar juga sesi in-depth understanding yang membahas penguatan konsep sistem kesehatan akademik, tata kelola dan kepemimpinan RSPTN, serta transformasi layanan unggulan menuju rumah sakit akademik berstandar internasional.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop yang dibagi ke dalam tiga klaster diskusi. Setiap klaster menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (ARSPTN), yaitu Eric Daniel Tenda bersama Afif Nurul Hidayati, T Basaruddin bersama Tajrin, serta Tri Hanggono Achmad bersama Kosterman.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi pemilik RSPTN dalam mengembangkan rumah sakit pendidikan yang unggul. Dengan sinergi berbagai pihak, RSPTN diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pendidikan kedokteran sekaligus penguatan sistem kesehatan nasional.* (R01)












(Foto-foto oleh: Humas FK Unpad dan Jalasenastri Saprala)
The post Ditjen Dikti dan Asosiasi RSPTN Gelar Workshop Revitalisasi untuk Dorong Penguatan Peran Rumah Sakit PTN appeared first on Universitas Padjadjaran.

Ramadhan 1447 tahun ini, Lembaga Wakaf Universitas Padjadjaran (Unpad) hadir mendampingi perjalanan spiritual Anda melalui rangkaian program khusus bertajuk "Ramadan Berdampak bersama Wakaf Unpad".
Kami mengundang seluruh sivitas akademika Unpad, alumni, serta masyarakat umum untuk bergabung dalam rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkaya spiritualitas sekaligus menebar manfaat sosial.
Tahun ini, fokus kami terbagi menjadi dua pilar utama: penguatan spiritual melalui ilmu dan aksi nyata melalui kedermawanan.
Segarkan hati dan pikiran dengan deretan kajian yang menghadirkan narasumber kompeten. Kami akan membahas berbagai topik mulai dari fiqih puasa hingga urgensi instrumen wakaf dalam pembangunan umat di era modern.
Ramadhan adalah bulan kedermawanan. Wakaf Unpad memfasilitasi Anda untuk menyalurkan donasi yang akan dikelola secara amanah untuk berbagai program berdampak seperti:
Memasuki bulan suci Ramadhan, godaan belanja online memang besar, tapi jangan sampai jatah "belanja akhirat" terlewatkan ya! Nah, buat kamu yang masih bingung mau menyalurkan donasi ke mana, Wakaf Unpad punya value yang beda dari yang lain.
Bukan cuma sekadar donasi biasa, ini alasan kenapa berwakaf di sini itu smart move:
Berbeda dengan sedekah biasa yang habis sekali pakai (seperti untuk makanan buka puasa), donasi melalui Wakaf Unpad dikelola dengan prinsip investasi sosial. Dana yang kamu berikan akan diputar dalam berbagai instrumen produktif. Artinya, manfaatnya bakal terus mengalir buat pendidikan dan umat, meskipun Ramadhan sudah berlalu. Impact-nya abadi, pahalanya pun jadi pasif!
Kita paham, di zaman sekarang kepercayaan adalah segalanya. Wakaf Unpad berkomitmen pada pengelolaan yang akuntabel. Kamu nggak perlu menebak-nebak uangmu lari ke mana, karena laporan penyaluran dan perkembangan dana diinfokan secara berkala. Aman di hati, tenang di pikiran.
Siapa lagi yang akan memajukan pendidikan kalau bukan kita? Donasimu di Wakaf Unpad secara langsung ikut membantu mahasiswa-mahasiswa hebat yang punya potensi tapi terkendala biaya. Bayangkan, dari sedikit bantuanmu, lahir para pemimpin, dokter, atau ahli hukum masa depan. Kamu adalah bagian dari kesuksesan mereka!
Mau donasi sambil rebahan atau di sela-sela waktu kuliah? Bisa banget! Kami menyediakan berbagai kanal digital yang user-friendly. Mulai dari QRIS sampai mobile banking, semua bisa dilakukan dalam hitungan detik. Gak ada lagi alasan "lupa" atau "repot" buat berbagi.
Langsung masuk ke link berikut :
Untuk berwakaf : wakaf.unpad.ac.id
Untuk donasi program ramadhan : wakaf.unpad.ac.id/zis/
Mari jadikan Ramadan 1447 H ini lebih bermakna dengan berbagi. Sekecil apa pun kontribusi Anda, akan menjadi harapan besar bagi mereka yang membutuhkan.*
The post Menebar Manfaat, Menggapai Keberkahan Bersama Wakaf Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran berduka, salah satu putra terbaiknya, Prof. Dr. dr. Firman Fuad Wirakusumah, Sp.OG, Subsp-KFm., meninggal dunia dalam usia 78 tahun di Bandung pada Senin 9, Maret 2026. Almarhum merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad yang juga pernah menjabat sebagai Dekan FK Unpad periode tahun 2000-2006.
“Atas nama Universitas Padjadjaran, kami mengucapkan bela sungkawa, turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberi kekuatan dan keikhlasan atas kepergian beliau. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga yang telah menjadi support system sehingga Prof. Firman banyak sekali memberi manfaat kepada Unpad, khususnya FK Unpad," ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, di momen pelepasan dan penghormatan terakhir kepada almarhum di Masjid Al Jihad Unpad, Jl. Dipati Ukur 35 Bandung, Senin, 9 Maret 2026.
Lebih lanjut Prof. Arief yang pernah menjadi asisten Prof. Firman di sejumlah posisi di FK Unpad mengatakan, Prof. Firman merupakan seorang pendidik, dokter, pemimpin dan juga seorang pejuang pendidikan kedokteran yang telah memberi banyak sekali kontribusi. Ada banyak amanah dari almarhum yang harus diteruskan di masa mendatang oleh generasi saat ini.
Sejumlah kerabat, sahabat dan rekan kerja almarhum melakukan salat jenazah di Masjid Al Jihad Unpad dan kemudian turut mengantarkan almarhum ke lokasi pemakaman di Lembang, Kab. Bandung Barat.
Prof. Firman lahir di Ciamis pada 15 Januari 1948. Almarhum menempuh Pendidikan SD hingga SMA di kota Bogor, lalu melanjutkan kuliah di FK Unpad hingga lulus menjadi seorang dokter pada tahun 1974. Pada tahun 1980, almarhum melanjutkan pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di FK Unpad, dan pada tahun 1990 melanjutkan pendidikan Doktor (S-3) di Rijksuniversiteit Leiden, Belanda.
Prof. Firman juga aktif di sejumlah organisasi dan media bidang kesehatan, antara lain pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Ketua Komisi Etik Pendidikan Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Pembina Majalah Kedokteran Bandung, dan Mitra Bestari Jurnal Sistem Kesehatan.
Almarhum juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, pengurus Perkumpulan Obgin Indonesia (POGI) Bandung, pengurus Perkumpulan Ultrasonografi Kedokteran Indonesia (PUSKI) Bandung, pengurus Perkumpulan Hukum Kesehatan Indonesia (Perhuki) Bandung, pengurus Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) Bandung, anggota European Association of Perinatal Medicine, anggota International Society of Ultrasonography in Obsterics and Gynecology (ISUOG).
Semasa hidupnya, almarhum menikah dengan Mieke Hemiawati Satari dan memiliki 4 orang anak. Peraih Satyalancana Karya Satya XXX Pemerintah RI (2011) dan Anugerah Satya Karya Bhakti Maha Guru, Unpad (2014) ini mengawali karirnya di Unpad sejak tahun 1973 hingga menjadi Guru Besar Emeritus pada tahun 2018, dan tetap aktif mengajar setelahnya.*






The post Unpad Berduka, Prof. Firman F. Wirakusumah Meninggal Dunia appeared first on Universitas Padjadjaran.