Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Juli-Agustus 2026, Universitas Padjadjaran menyelenggarakan pembekalan bagi 74 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Rabu 10 Juni 2026. Para DPL akan mendampingi 1.555 mahasiswa yang akan diterjunkan ke 74 desa di empat wilayah di Jawa Barat, yaitu 24 desa di Kabupaten Cianjur, 8 desa di Kabupaten Sukabumi, 28 desa di Kabupaten Tasikmalaya, dan 14 desa di Kabupaten Garut.
“Sesuai amanat kementerian, perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak kepada masyarakat. Salah satu bentuk pemberian dampak tersebut dilakukan melalui KKN, yang merupakan pembelajaran kolaboratif berbasis penyelesaian masalah nyata di masyarakat,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan, dalam sambutannya.
Prof. Zahrotur mengatakan, penentuan lokasi KKN dilakukan melalui kerja sama antara Unpad dengan pemerintah daerah di Jawa Barat dan Perpustakaan Nasional. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada sejumlah indikator, di antaranya tingkat kemiskinan ekstrem serta masalah pengelolaan sampah serta lokasi yang menjadi sasaran program bantuan buku dari Perpustakaan Nasional.
Selanjutnya ia menambahkan, mahasiswa yang mengikuti KKN pada dasarnya masih dalam proses pembelajaran sehingga tidak mungkin dilepas begitu saja dan diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat secara mandiri. Karena itu, Unpad menugaskan 74 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk mendampingi dan mengarahkan mahasiswa selama menjalankan program di lokasi KKN.
“Ini (KKN) adalah bentuk lain dari pembelajaran kemahasiswaan. Mereka akan diterjunkan ke lapangan dan belajar banyak soft skill. Kami sangat mengharapkan mahasiswa bisa menjadi lebih peka, ada keinginan untuk membantu warga setempat, juga belajar dari masyarakat,” jelas Prof. Zahrotur.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa peserta KKN akan mendapatkan perlindungan berupa jaminan kecelakaan diri dan jaminan kesehatan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Pemberian perlindungan tersebut merupakan bentuk komitmen Unpad dalam menjamin keamanan dan keselamatan mahasiswa selama mengikuti KKN.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turut hadir dan memberikan sambutan secara daring dalam kegiatan tersebut. Selain pembekalan umum, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga menerima berbagai materi pendukung pelaksanaan KKN, mulai dari pemaparan program KKN oleh Dr. Laina Rafianti, materi teknis dan tata tertib KKN oleh Dr. Dianne Amor Kusuma, hingga materi teknis Program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disampaikan oleh perwakilan Bappeda, Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Erli Sarilita, Ph.D. selaku Direktur Pendidikan Non Gelar Unpad.* (R01)









The post Sebanyak 74 DPL Siap Dampingi Mahasiswa KKN Unpad di Empat Kabupaten Jawa Barat appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Pelaksanaan Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Jalur Mandiri skema Ujian dan nilai Rapor 2026 berlangsung lancar. Tahun ini, Universitas Padjadjaran menerapkan teknologi baru berupa sistem pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses verifikasi peserta dan menjaga integritas pelaksanaan ujian. Sebanyak 6.966 peserta mengikuti seleksi yang dilaksanakan secara daring pada Rabu 10 Juni 2026.
“Pelaksanaan tahun ini berjalan lancar, terutama dengan dukungan aplikasi baru. Tahun ini kami menerapkan teknologi AI untuk pengenalan wajah, mulai dari tahap pendaftaran hingga pelaksanaan seleksi. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, prosesnya menjadi lebih cepat dan efisien,” ujar Kepala Kantor SMUP Unpad, Prof. Ir. Anas, M.Sc., PhD.
Pelaksanaan SMUP dengan skema ujian daring tahun ini menunjukkan keunggulan sistem ujian. Selain memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia maupun luar negeri, sistem ini juga didukung teknologi yang mendeteksi lokasi peserta secara real time. Panitia dapat mengidentifikasi peserta yang mengikuti ujian dari dua kota berbeda di Malaysia serta menemukan sejumlah peserta yang terdeteksi mengerjakan ujian bersama di satu lokasi, sehingga integritas pelaksanaan seleksi tetap terjaga.
“Kami meningkatkan semuanya, baik komputer ataupun server, sesuai dengan keperluan sekarang. Ke depan, akan menjadi standar dalam pelaksanaan ujian daring yang terus kita kembangkan,” kata Prof. Anas.
Di sisi lain, sistem ujian daring ini juga memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti ujian secara lebih fleksibel, sejalan dengan komitmen Unpad dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif. Tahun ini, terdapat enam peserta penyandang disabilitas. Dua di antaranya, yaitu peserta dengan hambatan penglihatan dan disabilitas intelektual, mengikuti ujian di ruang Assistive Learning Hub (ALH), Gedung Grha Kandaga, Perpustakaan Pusat, Unpad Kampus Jatinangor.
“Bagi para peserta yang mengikuti ujian, mudah-mudahan pelaksanaan kali ini dapat berlangsung lebih tenang karena tidak banyak terganggu oleh interupsi yang tidak penting. Dengan demikian, mereka dapat mengerjakan ujian dengan baik, memperoleh hasil yang maksimal, dan diterima di program studi yang memang menjadi harapannya,” harap Prof. Anas.* (R01)





The post Inklusif dan Berbasis Teknologi, SMUP 2026 Fasilitasi Peserta dari Berbagai Wilayah dan Kondisi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., tentang Pemanfaatan dan Pelayanan Atas Produk dan/atau Jasa Perbankan. Momen penandatanganan ini juga disertai pelepasan mahasiswa yang akan melaksanakan magang di BTN serta pelaksanaan Kuliah Umum oleh Direktur Utama BTN.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu di Bale Sawala Unpad Jatinangor pada Rabu 10 Juni 2026. Hadir pula pada kesempatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola, Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, dan sejumlah Direktur dan Dekan di lingkungan Unpad. Dari pihak BTN, hadir antara lain Direktur Human Capital & Compliance, Eko Waluyo, Direktur Commercial Banking, Hermita, dan Direktur Network & Retail Funding, Ari Kurniaman.
"Ini merupakan kehormatan besar kami mendapatkan kunjungan sekaligus penandatangangan nota kesepahaman. Ini adalah kesempatan kita dapat bersinergi dengan dunia kerja untuk memajukan negara kita tercinta ini," ujar Rektor Unpad.
Rektor juga mengucapkan terima kasih karena BTN telah menerima sejumlah mahasiswa Unpad untuk melaksanakan magang. Secara simbolis, Rektor dan pimpinan Unpad lainnya melepas sejumlah mahasiswa Unpad dari berbagai program studi untuk mulai melaksanakan magang di BTN. Selain itu, sejumlah alumni Unpad juga tercatat berkarya di BTN hingga ke level Direktur.
"Kerja sama semacam ini sangat positif karena kita bisa melihat langsung apa yang sebenarnya sedang terjadi di dunia praktis, dan akan kita kembangkan di kampus. Semoga kerja sama ini bisa kita kembangkan dalam bentuk riset, pengembangan, dan ha lain," ujar Rektor.
Sementara Dirut BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan bahwa perguruan tinggi adalah salah satu ekosistem yang menentukan masa depan sebuah bangsa. Pihaknya secara rutin melakukan pengembangan SDM dengan mengirimkan staf terbaiknya untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik, baik di Indonesia maupun dunia.
"Unpad adalah salah satu perguruan tinggi tempat pengembangan talenta terbaik di Indonesia. Kami berkomitmen melaksanakan kolaborasi dengan manfaat nyata bagi kedua institusi. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa sangat bermanfaat," ujar Dirut BTN.
Kuliah Umum Dirut BTN
Usai penandatanganan, Dirut BTN menyampaikan Kuliah Umum bertema "Digitalisasi, Keamanan Transaksi, dan Literasi Finansial" bagi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan Unpad. Dalam paparannya, Nixon mengingatkan agar kita waspada terhadap berbagai tawaran investasi ilegal, tawaran pinjaman online, serta maraknya judi online.
"Pastikan produk dan layanannya memiliki izin dari otoritas berwenang, pastikan penyelenggaraan memiliki izin dalam menawarkan produk atau tercatat sebagai mitra pemasar, dan pastikan benefit dari produk yang ditawarkan masuk akal dan tidak terindikasi penipuan," jelasnya.
Nixon juga memberikan tips mengelola keuangan, antara lain pahami kondisi keuangan, buat tujuan keuangan, bijak dalam berbelanja, bijak dalam berutang, hindari judi online, persiapkan dana darurat, dan menabung atau investasi sebelum belanja.
“Saving dulu, baru shopping. Menabung dan investasi itu disisihkan, bukan disisakan,” ujarnya.*






The post Unpad dan BTN Tandatangani Nota Kesepahaman appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran akan menyelenggarakan Ujian Mandiri Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) 2026 pada Rabu, 10 Juni 2026. Pelaksanaan ujian SMUP tersebut akan diselenggarakan sebanyak 2 sesi secara daring dan diperuntukkan hanya bagi peserta yang tidak memiliki nilai UTBK 2026.
“Seleksi Mandiri Skema Ujian diperuntukkan hanya bagi peserta yang tidak memiliki nilai UTBK 2026, sehingga peserta yang juga memiliki nilai UTBK 2026 penentuan kelulusannya tetap hanya berdasarkan nilai UTBK tersebut. Peserta yang telah dinyatakan diterima di SNBP juga tidak akan diikutkan dalam proses seleksi mandiri Unpad ini,” ujar Irma Nuraini, S.Si., MT., Sekretaris Direktorat Akademik Unpad dalam acara “Ayo Kenal Unpad: Teknik Pelaksanaan Ujian SMUP” yang disiarkan secara daring pada Senin 8 Juni 2026.
Untuk memastikan peserta dapat mengikuti proses ujian dengan lancar, peserta ujian SMUP telah mengikuti tahap simulasi dan verifikasi perangkat ujian yang dilaksanakan pada 8 Juni 2026. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan peserta mengikuti lokasi di ujian yang sama seperti saat pelaksanaan simulasi.
Lebih lanjut, Anggota Bidang Pelaksanaan Ujian Online SMUP Rafly Chalil, S.Si., menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan ujian dilakukan selama 195 menit. Peserta wajib menyiapkan perangkat berupa laptop/PC dengan OS Windows yang sudah terunduh aplikasi ujian SMUP, webcam dan mikrofon yang berfungsi, serta dibutuhkan juga smartphone dengan fungsi kamera, mikrofon yang aktif, dan koneksi internet dengan kecepatan minimal 10Mbps.
Bagi yang menggunakan paket data untuk tethering, harus tersedia kuota data minimal 4GB yang tidak digunakan untuk aplikasi lain selain ujian.
Tidak hanya itu, selama ujian berlangsung peserta wajib berada di ruangan tertutup tanpa ada orang lain di dalamnya, menggunakan alas tulis plastik transparan dan spidol non-permanen, menyiapkan kartu tanda peserta ujian, serta berpakaian rapi dan sopan. Peserta juga tidak diperkenankan menggunakan kaos oblong atau masker penutup wajah, menggunakan headset/earphone, serta makan atau minum selama ujian.
“Selama ujian berlangsung peserta tidak diperkenankan untuk mematikan kamera, tidak membuka aplikasi lain untuk menghindari akun terblokir, tidak merekam soal ujian, serta tidak diperkenankan untuk berbicara kepada siapapun di sekitar. Pastikan manual dan panduan pelaksanaan ujian yang telah tersedia di laman SMUP bisa dibaca secara seksama untuk mengurangi kendala yang terjadi saat ujian berlangsung,” jelas Rafly.* (R02)
The post Ini Informasi Penting Jelang Ujian SMUP Mandiri appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Padjadjaran melalui Sekolah Pascasarjana, Center for Environment and Sustainability Science (CESS) dan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Sustainable Land Governance for Climate Resilience and Future Generations”. Kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid di Gedung Sekolah Pascasarjana Unpad Bandung pada Jumat 5 Juni 2026.
“Degradasi lahan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan pembangunan. Ketika kualitas lahan menurun, produktivitas ekosistem akan terganggu, ketahanan pangan melemah, dan kemampuan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim ikut berkurang,” ujar Guru Besar Hidrologi FTIP Unpad, Prof. Chay Asdak, M.Sc., Ph.D. sebagai pembicara utama dalam materinya yang berjudul “The Future of Global Land Governance Beyond 2030”
Prof. Chay yang juga menjabat sebagai Vice Chair Committee of Science and Technology pada United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD) menjelaskan bahwa tata kelola lahan yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan iklim. Degradasi lahan berkaitan erat dengan berbagai tantangan global, termasuk ketahanan pangan, ketersediaan air, serta kemampuan masyarakat dan ekosistem dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Lebih lanjut, Prof. Chay memaparkan arah tata kelola lahan global pasca-2030 yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta integrasi pengelolaan lahan dan sumber daya air dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Peguruan tinggi berperan strategis dalam menghasilkan kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kegiatan yang dimoderatori oleh peneliti CESS Unpad, Dika Supiandi, M.T., M.D., KTP., tersebut turut dihadiri Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad Prof. Dr. Ir. Vijaya Isnania Wardhani, M.T., Dekan FTIP Unpad Dr. Gemilang Lara Utama S., S.Pt., M.I.L., Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset FTIP Unpad Dr. Herlina Martha, Guru Besar Unpad Prof. Oekan S. Abdoellah, Ph.D., Kepala CESS Unpad Dr. Susanti Wita Ningsih, S.I., M.S.I., serta Nurul Iftitah, S.Hut., M.Si. dari Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (PEPDAS), Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Republik Indonesia. Webinar ini juga diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, dan institusi internasional.
Melalui kegiatan ini, Unpad menunjukkan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kerja sama global guna mendukung tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas lahan bukan hanya tentang melindungi lingkungan saat ini, tetapi juga menyiapkan fondasi kehidupan yang lebih tangguh bagi generasi mendatang.* (Rilis oleh FTIP Unpad/ Dani Wahdani/R01)




The post Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Unpad Bahas Tata Kelola Lahan untuk Ketahanan Iklim appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Direktorat Akademik menyelenggarakan Workshop Transformative Learning bertajuk “Re-Thinking Our Role: Menghidupkan Ruang Kelas Masa Depan” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor pada Kamis (4/6). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut implementasi program nasional Training of Trainers (ToT) Penerapan Pembelajaran Transformatif 2026 yang diselenggarakan Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 16-18 Mei 2026 di Jakarta.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya Unpad dalam memperkuat kapasitas dosen menghadapi tantangan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) generatif di lingkungan pendidikan tinggi. Kegiatan yang diikuti dosen perwakilan berbagai program studi serta para Manajer Akademik dan Kemahasiswaan ini mengusung pendekatan Transformative Learning yang selaras dengan kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
Rangkaian kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari lingkungan Unpad. Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran, Dr. Ir. Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., membuka sesi dengan memaparkan urgensi transformasi capaian pembelajaran melalui penerapan kurikulum OBE sebagai respons terhadap disrupsi teknologi. Menurutnya, proses pembelajaran perlu diarahkan pada pencapaian kompetensi dan dampak nyata yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Pada sesi berikutnya, Kepala Kantor Pendidikan Jarak Jauh, Mira Trisyani Koeryaman, S.Kp., MSN., Ph.D., menjelaskan konsep dan implementasi Transformative Learning serta pemanfaatan strategi Flipped Learning untuk mengoptimalkan pembelajaran tatap muka. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pemahaman dasar secara mandiri sebelum kelas, sehingga waktu pembelajaran dapat difokuskan pada diskusi, analisis, dan penyelesaian masalah.
Sementara itu, Kepala Departemen Psikologi Umum Fakultas Psikologi Unpad, Hari Setyowibowo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, membahas berbagai tantangan psikologis yang dihadapi akademisi dalam proses transformasi pembelajaran. Hari menyoroti pentingnya menghindari the expert trap atau kecenderungan untuk terlalu berfokus pada otoritas keilmuan, serta membangun psychological safety agar tercipta ruang belajar yang aman, terbuka, dan mendukung partisipasi aktif mahasiswa.
Di selenggarakan pula sesi panel interaktif dan Open Call for Piloting untuk menjaring program studi maupun mata kuliah yang siap menjadi pelaksana awal model pembelajaran OBE-Transformatif pada semester mendatang. Workshop ini menjadi salah satu langkah Unpad dalam memperkuat ekosistem pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa guna menjawab tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital.* (Rilis oleh: Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Unpad)



The post Jawab Tantangan AI Generatif, Unpad Gelar Workshop Transformative Learning appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Statistika dan Aktuaria V (SNSA V) Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Ketahanan Finansial Indonesia di Tengah Risiko Bencana dan Krisis Iklim” ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peran statistika dan aktuaria dalam menghadapi tantangan masa depan.
Seminar yang dilaksanakan pada 6 Juni 2026 pukul 08.00 WIB menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Heddy Agus Pritasa, Direktur Teknik PT Reasuransi Nasional Indonesia, dan Rana Amani Desenaldo, Ph.D., akademisi bidang Financial Mathematics (Statistics & Non-Life Insurance) dari RPTU. Kehadiran kedua pembicara diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pengelolaan risiko, ketahanan finansial, serta strategi mitigasi dampak bencana dan perubahan iklim.
Selain seminar, SNSA V juga membuka kesempatan bagi peneliti dan akademisi untuk mempresentasikan hasil penelitian melalui program Call for Paper. Bidang makalah yang diterima meliputi aktuaria, statistika, matematika, dan bidang lain yang relevan dengan tema seminar. Makalah yang lolos seleksi akan dipublikasikan dalam prosiding nasional ber-ISSN dan jurnal ilmiah terkait.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Riset FMIPA Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Diah Chaerani, M.Si., yang mewakili Dekan FMIPA Universitas Padjadjaran.
Dalam sambutannya, Prof. Diah Chaerani menyampaikan bahwa tema SNSA V sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam dan dampak perubahan iklim. Menurutnya, risiko tersebut tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan dan sosial, tetapi juga berpengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan finansial masyarakat maupun pemerintah.
Beliau menekankan bahwa penguatan ketahanan finansial memerlukan pendekatan berbasis data, analisis risiko yang komprehensif, serta dukungan hasil penelitian yang berkualitas. Dalam hal ini, ilmu statistika berperan dalam memahami pola, mengukur ketidakpastian, dan menyediakan dasar ilmiah bagi pengambilan keputusan. Sementara itu, ilmu aktuaria berkontribusi dalam pengelolaan risiko, pengembangan sistem asuransi, perlindungan sosial, dan pembiayaan bencana yang berkelanjutan.
Prof. Diah juga mengapresiasi penyelenggaraan SNSA V sebagai wadah kolaborasi antara akademisi, peneliti, mahasiswa, industri, dan pemerintah. Ia berharap seminar ini dapat menghasilkan gagasan inovatif, memperkuat jejaring penelitian, serta mendorong pemanfaatan hasil riset untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai sarana bertukar pengetahuan, berdiskusi secara aktif, dan membangun kerja sama yang produktif dalam mencari solusi berbasis data dan ilmu pengetahuan guna menghadapi berbagai risiko di masa depan.
Penyelenggaraan SNSA V menunjukkan komitmen FMIPA Universitas Padjadjaran dalam mendukung pengembangan ilmu statistika dan aktuaria yang mampu menjawab tantangan nasional maupun global. Seminar ini diharapkan tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan rekomendasi dan inovasi untuk memperkuat ketahanan finansial Indonesia di tengah meningkatnya risiko bencana dan krisis iklim.
Dengan terselenggaranya SNSA V Tahun 2026, Universitas Padjadjaran kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pencarian solusi terhadap berbagai persoalan strategis bangsa.* (Rilis oleh: Humas FMIPA Unpad)
The post SNSA V 2026 Dorong Penguatan Ketahanan Finansial Indonesia di Tengah Risiko Bencana dan Krisis Iklim appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim dari Kampus UPN Veteran Jakarta dan SMAN 2 Bandar Lampung meraih juara 1 pada Broadcasting Competition RU Up? 2026 yang diselenggarakan oleh Radio Unpad dan Kantor Komunikasi Publik (KKP) Unpad di Bale Rumawat Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Sabtu 6 Juni 2026.
Tim Fourtyfive Radio B UPN Veteran Jakarta meraih juara 1 Kategori Kuliah, disusul oleh Tim Janggal Univeritas Udayana Bali sebagai juara 2, Tim Telor Gulung UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai juara 3, dan Tim Beranda Universitas Padjadjaran sebagai juara favorit.
Sementara di kategori SMA, juara 1 diraih Tim Bocil Absen SMAN 2 Bandar Lampung, disusul kemudian Tim Qenyal dari SMAN 5 Balikpapan sebagai juara 2, Tim Echo Pair SMAS Laboratorium Percontohan UPI Bandung sebagai juara 3, dan Tim Fact Check Duo SMA 1 PSKD Jakarta sebagai juara favorit.
"Ini merupakan penyelenggaraan kompetisi 'RU Up?' tahun ketiga. Tahun pertama masih sedikit pesertanya, tapi sudah mulai ada yang dari luar kota. Tahun kedua mulai melebar, ada dari Sumatera juga. Tahun ini atensinya luar biasa, jumlah peserta mencapai 81 tim yang datang sejumlah provinsi. Artinya kompetisi ini sudah layak disebut sebagai kompetisi nasional," ujar Kepala KKP Unpad, Dandi Supriadi, Ph.D.
Bertindak sebagai juri dalam kompetisi ini adalah Priyanka Faza, announcer B Radio 95,6 FM Bandung, Priyanka Faza dan Kepala KKP Unpad yang juga dosen Fikom Unpad, Dandi Supriadi, Ph.D. Selain kompetisi, diselenggarakan pula talkshow bertema "Empowering Voices: Reclaiming Radio's Relevance in The Age of Digital Era" yang mengundang narasumber Dr. Achmad Abdul Basith, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat yang juga Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, serta Fahrein Rachel Latisha, penyiar Radio Ardan Bandung, news anchor Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkot Bandung, yang juga alumni Fikom Unpad.
Project Officer RU Up? 2026, Ringga Jasmine Putri Naya, menjelaskan kompetisi dan talkshow ini merupakan wadah pengembangan pengetahuan, kreativitas dan keterampilan generasi muda di bidang broadcasting. Peserta kompetisi datang dari 12 provinsi, terdiri dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Bali, Banten, Bangka Belitung, dan Lampung.
"Melalui kegiatan ini, kami berupaya menghadirkan ruang belajar sekaligus apresiasi bagi para pelajar dan mahasiswa yang memiliki minat terhadap dunia penyiaran dan media," ujar Jasmine.*






The post UPN Veteran Jakarta dan SMAN 3 Bandar Lampung Raih Juara 1 Broadcasting Competition RU Up? 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Obat bukanlah komoditas biasa yang bebas dipertukarkan dengan kemudahan transaksi. Pada akhirnya, keselamatan pasien harus menjadi kompas utama kebijakan kesehatan. Kesehatan masyarakat bukanlah ruang kompromi.
Demikian ditegaskan Guru Besar Kimia Medisinal Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof. apt. Muchtaridi, Ph.D., menanggapi terbitnya Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengawasan Pengelolaan Obat dan Bahan Obat di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian dan Fasilitas Lain, termasuk ritel modern seperti hipermarket, supermarket, dan minimarket.
Peraturan yang terbit pada 13 Maret 2026 itu antara lain membuka ruang bagi sarana perdagangan modern untuk mengelola obat bebas dan obat bebas terbatas di bawah pengawasan tenaga pendukung atau penunjang kesehatan yang mengikuti pelatihan tertentu.
"Pertanyaan mendasarnya, apakah pelatihan jangka pendek mampu menggantikan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan kefarmasian formal, pengalaman praktik, kewajiban etik, dan sumpah profesi yang menjadi dasar akuntabilitas seorang apoteker?" ujar Prof. Muchtaridi.
Dalam sistem kesehatan, ujar Prof. Muchtaridi, secara molekuler obat memiliki karakteristik berbeda dengan produk konsumsi umum. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan terapi, efek samping serius, interaksi obat berbahaya, resistensi antimikroba, hingga kematian. Oleh karena itu, hampir seluruh sistem kesehatan modern memperlakukan obat sebagai produk khusus yang memerlukan pengelolaan oleh tenaga kompeten dengan tanggung jawab profesional yang jelas.
Indonesia membangun sistem tersebut melalui peran apoteker yang belajar tentang nasib obat dalam tubuh. Tugas apoteker tidak sekadar menyerahkan obat kepada pasien, melainkan memastikan ketepatan penggunaan, edukasi, identifikasi interaksi obat, serta mencegah kesalahan pengobatan.
Lebih lanjut Prof. Muchtaridi menjelaskan, penting untuk dipahami bahwa keberatan mayoritas apoteker terhadap peraturan baru tersebut bukanlah bentuk penolakan terhadap modernisasi distribusi obat, bukan pula sekadar mempertahankan wilayah profesi.
"Persoalan utamanya adalah memastikan setiap kebijakan terkait obat tetap menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas tertinggi," tegasnya.
Prof. Muchtaridi berpandangan, pelayanan kefarmasian tidak sekadar memindahkan produk dari rak ke tangan konsumen. Di balik setiap kemasan obat terdapat proses verifikasi keamanan, edukasi, dan pemantauan efek samping. Ketika fungsi ini dialihkan ke tenaga nonkefarmasian bersertifikat pelatihan, akuntabilitas profesional menjadi bias.
"Jika terjadi fatalitas atau salah penggunaan, siapa yang bertanggung jawab? Apoteker terikat kode etik dan disiplin profesi yang jelas, sementara sistem pertanggungjawaban tenaga pendukung ritel belum terdefinisi memadai," jelasnya.
Alasan utama pendukung Peraturan BPOM ini adalah peningkatan akses masyarakat. Secara teoritis, memperbanyak titik penjualan mempermudah masyarakat memperoleh obat. Namun, jaringan ritel modern justru terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan pusat ekonomi. Sebaliknya, masalah akses obat yang paling serius terjadi di daerah pedesaan, kepulauan, serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Perlu dipertanyakan apakah perluasan ke ritel modern benar-benar menyasar akar persoalan ketimpangan akses. Jangan sampai kebijakan ini hanya memperluas saluran distribusi di wilayah yang sebenarnya telah memiliki akses kesehatan memadai," ujar Prof. Muchtaridi.
Prof. Muchtaridi juga mengingatkan agar debat Peraturan BPOM No. 5/2026 tidak boleh terjebak pada polarisasi antara regulator dan profesi. BPOM memiliki mandat menjamin keamanan, khasiat dan mutu produk bagi masyarakat melalui tugas dan fungsinya sebagai Pengawas Obat dan Makanan, sedangkan aopteker memikul tanggung jawab moral menjaga keamanan dan keselamatan pasien.
"Yang dibutuhkan saat ini adalah dialog berbasis bukti (evidence-based policy) serta evaluasi regulasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.*
The post Tanggapi Peraturan BPOM No. 5/2026, Prof. Muchtaridi Tegaskan Kesehatan Masyarakat Bukan Ruang Kompromi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Prof. Dr. Arthur Gan Hok Bing, MD., tentang Hibah Renovasi Gedung C4 FK Unpad Kampus Jatinangor beserta Sarana Prasarana Relevan di Executive Lounge Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat 5 Juni 2026.
Prof. Arthur Bing adalah alumni angkatan pertama Unpad yang berkuliah di Fakultas Kedokteran. Tak lama setelah lulus dari Unpad, Prof. Arthur meniti karir kedokteran di Amerika Serikat dan kini dikenal sebagai salah satu dokter bedah plastik terkemuka yang juga filantropis ternama.
"Profesor Bing adalah alumni kami yang membanggakan dari FK Unpad, kiprahnya luar biasa di Amerika Serikat. Ini menjadi inspirasi bagi kita semua, bagaimana kiprah kita dapat memberikan sumbangsih kepada almamater, memberikan kebermanfaatan kepada Unpad," ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Prof. Arief juga berharap, Prof Arthur Bing dapat meluangkan waktu membagikan pengalaman, memberi inspirasi kepada mahasiswa bagaimana menjadi seorang klinisi prominen di AS.
Sementara Prof. Arthur Bing berharap alumni-alumni Unpad dapat turut pula membantu pengembangan almamaternya.
"Universitas Padjadjaran ini tempat kelahiran saya sebagai dokter. Saya harap sebagai alumni Unpad, kami dapat menjadi contoh bagi alumni lainnya, menjadikan Unpad nomor satu di Indonesia," ujar Prof. Arthur Bing.
Penandatangangan dilakukan oleh Prof. Arthur Bing, Dekan FK Unpad, Prof. Dr. dr. Vitriana, Sp.KFR., dan Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita. Hadir pula pada kesempatan tersebut antara lain, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad, Prof. Maman Setiawan, Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Prof. Tomy Perdana, Kepala Kantor Kemitraan Alumni dan Dana Abadi, Dr. Prita Amalia, serta Dr. Koeswadji, mantan Dekan FK Unpad.*






The post Filantropis Amerika dan Alumni Unpad Angkatan Pertama, Prof. Arthur Bing, Sumbang Hibah ke Fakultas Kedokteran appeared first on Universitas Padjadjaran.