Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran membuka Program Studi Doktor (S-3) Fisika yang akan dimulai pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Kehadiran program studi baru ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan ilmu fisika sekaligus mendukung inovasi teknologi berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
“Fisika ini menjadi salah satu bagian dari basic science atau kalau saat ini biasanya lebih dikenal dengan nama STEM, yaitu Science, Technology, Engineering and Mathematics. Salah satu bagian dari STEM itu adalah fisika, yang mempelajari semua fenomena yang ada di alam,” ujar Ketua Program Studi Doktor Fisika Unpad, Lusi Safriani, Ph.D., dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Rabu, 1 Juli 2026.
Menurutnya, fisika merupakan salah satu bidang ilmu dasar yang menjadi fondasi pengembangan berbagai teknologi. Pembukaan Prodi Doktor Fisika tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan studi lanjut, tetapi juga memperkuat pengembangan keilmuan yang berorientasi pada inovasi teknologi dan hilirisasi hasil riset. Prodi ini mengusung konsep fisika berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara pengembangan teori dan penelitian eksperimental guna menghasilkan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat dan industri sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Sebagian besar kurikulumnya adalah melakukan penelitian. Penelitian tersebut diharapkan dapat menjawab tantangan teknologi yang ada dan menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Untuk mendukung fokus tersebut, Prodi Doktor Fisika menawarkan sejumlah bidang peminatan, antara lain material maju, nanoteknologi, instrumentasi, lingkungan, dan geofisika. Dari sisi sumber daya, Departemen Fisika FMIPA Unpad didukung oleh 17 dosen, enam di antaranya merupakan profesor dan hampir seluruhnya bergelar doktor dari berbagai perguruan tinggi bereputasi di dalam maupun luar negeri. Selain itu, terdapat dua peneliti yang masuk dalam daftar peneliti top 2 persen dunia.
Fasilitas penelitian yang tersedia mencakup Laboratorium Fisika Energi, Laboratorium Fisika Material, dan Laboratorium Fisika Instrumentasi. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan fasilitas penelitian melalui kolaborasi dengan Departemen Geofisika, Departemen Teknik Elektro, serta Pusat Unggulan Iptek (PUI) Finder Unpad. Prodi ini juga didukung jaringan kerja sama dengan berbagai institusi nasional maupun internasional, termasuk lembaga penelitian seperti BRIN serta sejumlah universitas di Jepang, Malaysia, Jerman, dan Inggris.
“Lulusan prodi ini diharapkan dapat menggali permasalahan-permasalahan yang dapat diselesaikan dengan ilmu fisika. Kompetensinya, mereka dapat melakukan penelitian secara mandiri untuk menjawab tantangan baik dari industri maupun dari masyarakat,” papar Lusi.
Program Studi Doktor Fisika juga membuka peluang bagi praktisi industri yang ingin meningkatkan kapasitas akademik maupun penelitian. Melalui berbagai kerja sama yang telah terjalin, mahasiswa akan memperoleh kesempatan berkolaborasi dengan mitra industri maupun institusi penelitian di dalam dan luar negeri.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik melanjutkan studi pada Program Studi Doktor Fisika, informasi pendaftaran dapat diakses melalui laman https://smup.unpad.ac.id/. Prodi ini menerima mahasiswa baru pada semester ganjil maupun semester genap setiap tahunnya.
“Kami sangat terbuka untuk berdiskusi. Silakan bisa bertanya apa pun, bisa melalui Instagram Fisika Unpad sebelum memutuskan untuk lanjut studi di Program Studi Doktor Fisika,” pungkasnya.* (R01)
The post Perkuat Pengembangan STEM, Unpad Buka Program Studi Doktor Fisika appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Program Studi Sarjana Terapan Pariwisata Bahari, Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran, kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja melalui penyelenggaraan Uji Sertifikasi BNSP Kepemanduan Ekowisata. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 11 Juni 2026 di Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa sekaligus penguatan daya saing lulusan di sektor pariwisata berkelanjutan.
Pelaksanaan sertifikasi didukung oleh Direktorat Pendidikan Non Gelar Universitas Padjadjaran sebagai bentuk komitmen universitas dalam memfasilitasi mahasiswa memperoleh sertifikasi profesi yang diakui secara nasional. Sebanyak 23 mahasiswa semester 8 angkatan 2022 mengikuti proses asesmen yang mengacu pada standar kompetensi yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selama proses uji kompetensi, peserta dinilai berdasarkan berbagai unit kompetensi kepemanduan ekowisata yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja profesional. Seluruh tahapan asesmen berlangsung secara tertib, objektif, dan sesuai dengan prosedur sertifikasi yang berlaku sehingga mampu menggambarkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan industri pariwisata.
Hasil yang membanggakan berhasil diraih pada pelaksanaan sertifikasi tahun ini. Seluruh peserta yang berjumlah 23 mahasiswa dinyatakan lulus dan kompeten, menghasilkan tingkat kelulusan 100 persen. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan proses pembelajaran di Program Studi Sarjana Terapan Pariwisata Bahari dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya pada bidang kepemanduan ekowisata.
Ketua Program Studi Pariwisata Bahari, Dr. Sheila Zallesa, S.Kel., M.I.L., menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui sertifikasi ini, lulusan diharapkan memiliki nilai tambah serta mampu berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas komitmen Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi yang berorientasi pada praktik, sertifikasi profesi, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan lulusan yang kompeten dan tersertifikasi, Sekolah Vokasi terus berupaya menghasilkan sumber daya manusia profesional yang siap memberikan kontribusi bagi kemajuan sektor pariwisata Indonesia.
Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industrri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.* (Rilis oleh: Humas Sekolah Vokasi Unpad)


The post Seluruh Mahasiswa Pariwisata Bahari Unpad Lulus Uji Sertifikasi BNSP Kepemanduan Ekowisata appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Direktorat Pengelolaan Bisnis menyelenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Risiko Satuan Usaha bagi para pengelola Satuan Usaha di lingkungan Unpad, diantaranya dihadiri oleh perwakilan dari; Rumah Sakit (RS), Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), Klinik Kesehatan, Rumah Sakit Hewan (RSH), Lab. Sentral, Unpad Press, ShopUp dan Satuan Usaha Inovasi-DRHPM. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Kamis, 25 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola usaha di lingkungan Unpad, khususnya dalam mendukung implementasi Peraturan Rektor Unpad Nomor 19 Tahun 2026 tentang Pembentukan dan Pengelolaan Satuan Usaha di Lingkungan Universitas Padjadjaran. Dalam ketentuan tersebut, setiap Satuan Usaha diamanatkan untuk menerapkan manajemen risiko yang mencakup proses identifikasi, penilaian, mitigasi, monitoring, dan evaluasi terhadap risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha.
Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan mewakili Direktur Pengelolaan Bisnis Unpad, oleh Sekretaris Direktorat DPB Unpad, Muhamad Jamil Malik, S.Kom., M.M., menekankan bahwa kegiatan sosialisasi ini dalam rangka implementasi ketentuan Pasal 61 Peraturan Rektor Unpad Nomor 19 Tahun 2026 bahwa setiap Satuan Usaha wajib membuat Risk Profiles dan dilaporkan secara berkala kepada universitas. Melalui kegiatan ini, para pengelola Satuan Usaha diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses penyusunan dokumen manajemen risiko serta mekanisme pelaporan implementasinya. Pemenuhan pengelolaan risiko ini juga menjadi salah satu kriteria penilaian kinerja satuan usaha oleh Pimpinan Universitas melalui Rubriks Penilaian Kinerja SU.
“Penguatan manajemen risiko bukan hanya menjadi kebutuhan administratif, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola usaha yang sehat. Dengan pengelolaan risiko yang baik, Satuan Usaha diharapkan mampu mengantisipasi potensi hambatan dan menjaga keberlanjutan bisnisnya,” ujar Jamil.
Kegiatan ini dipandu oleh Kepala Kantor Manajemen Risiko (KMR) Unpad, Dr. Ivan Yudianto, SE., Ak., M.Si. dalam pemarapannya Kepala KMR mempresentasikan kerangka kerja penerapan manajemen risiko di unit bisnis Unpad, menjelaskan dasar peraturan termasuk peraturan terkait yang mengamanatkan pelaksanaan manajemen risiko. Presentasi mencakup proses manajemen risiko, metode identifikasi dan analisis risiko, kriteria evaluasi risiko menggunakan tingkat probabilitas dan dampak, dan model tiga baris yang melibatkan Rektor dan Wakil Rektor (garis pertama), kepala unit bisnis (pemilik risiko lini pertama), dan Kantor Manajemen Risiko (dukungan lini kedua).
Pada sesi yang sama Tim KMR mendemonstrasikan metodologi penilaian risiko menggunakan contoh dari berbagai unit bisnis seperti rumah sakit, klinik, dan laboratorium sentral, menunjukkan bagaimana mengidentifikasi risiko, menganalisis penyebab dan konsekuensi, dan mengembangkan strategi mitigasi. Tim juga membahas penggunaan alat profil risiko berbasis Excel Macro yang akan dibagikan dengan unit bisnis untuk membantu mereka mendokumentasikan profil risiko mereka, dengan rencana untuk pemantauan tindak lanjut dan dukungan dari tim adhoc Kantor Manajemen Risiko.
Selanjutnya dalam 3 minggu kedepan setiap Satuan Usaha telah mengisi Template Baku tersebut untuk dilaporkan kepada KMR dan DPB Unpad. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Direktorat Pengelolaan Bisnis Unpad berharap seluruh Satuan Usaha dapat semakin siap dalam menerapkan manajemen risiko secara terstruktur. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Unpad dalam membangun ekosistem bisnis internal yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.* (Rilis oleh: Humas DPB Unpad)
Sumber: https://dpb.unpad.ac.id/dpb-unpad-gelar-sosialisasi-pengelolaan-risiko-satuan-usaha/



The post DPB Unpad Gelar Sosialisasi Pengelolaan Risiko Satuan Usaha appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menjalin kerja sama dengan PT International Test Center (ITC) Indonesia melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang diselenggarakan di Auditorium Gedung 2 Sekolah Vokasi Unpad, Senin (22/6). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi bahasa Inggris mahasiswa melalui penyelenggaraan sertifikasi internasional TOEIC (Test of English for International Communication).
Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Dekan Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran, Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec., bersama Direktur PT ITC, Jenny Lee. Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kedua institusi dalam meningkatkan kualitas lulusan vokasi yang memiliki daya saing global serta siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa Sekolah Vokasi Unpad akan memperoleh kesempatan mengikuti rangkaian program peningkatan kompetensi bahasa Inggris yang meliputi TOEIC Workshop, TOEIC Listening and Reading Test, penerbitan Score Roster institusi, hingga kesempatan memperoleh Sertifikat TOEIC resmi internasional yang diterbitkan oleh ETS melalui PT ITC Indonesia. Program ini juga dapat diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan sesuai dengan ketentuan yang disepakati.
Dekan Sekolah Vokasi Unpad menyampaikan bahwa penguasaan bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki lulusan pendidikan vokasi. Selain memiliki keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, lulusan juga dituntut mampu berkomunikasi secara efektif dalam lingkungan kerja global. Kehadiran sertifikasi internasional menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi PT ITC, kerja sama ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui penyelenggaraan asesmen kompetensi bahasa Inggris yang diakui secara internasional. Sebagai Country Master Distributor ETS di Indonesia, PT ITC memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan program sertifikasi TOEIC secara resmi di Indonesia.
Melalui sinergi ini, Sekolah Vokasi Unpad berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki standar kompetensi bahasa Inggris yang terukur dan terdokumentasi melalui sertifikasi internasional. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan lulusan dalam memasuki dunia industri, dunia usaha, maupun pasar kerja global, sejalan dengan visi Sekolah Vokasi untuk menghasilkan lulusan yang Globally Employable, Locally Grounded, dan Internationally Recognized.
Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Kerja sama antara Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran dan PT International Test Center Indonesia turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas)
Kerja sama ini meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan akses terhadap sertifikasi kompetensi bahasa Inggris berstandar internasional. Mahasiswa memperoleh kesempatan mengukur kemampuan secara objektif sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja global.
SDG 8 – Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Sertifikasi TOEIC menjadi salah satu kompetensi yang banyak dipersyaratkan oleh perusahaan multinasional maupun industri global. Dengan kompetensi bahasa Inggris yang terstandarisasi, lulusan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan
daya saing di pasar kerja.
SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan mitra industri menunjukkan pentingnya kemitraan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi. Sinergi ini memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja sehingga menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Kerja sama ini menjadi salah satu wujud komitmen Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran dalam memperluas jejaring kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan institusi. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra profesional, Sekolah Vokasi Unpad terus berupaya menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten serta siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.* (Rilis oleh: Humas Sekolah Vokasi Unpad)
The post Perkuat Kompetensi Bahasa Inggris, Sekolah Vokasi Unpad Jalin Kerja Sama dengan PT International Test Center appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] International Association of Students in Agricultural and Related Sciences Local Committee Universitas Padjadjaran (IAAS LC Unpad) meluncurkan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) melalui kegiatan Grand Launching PPK Ormawa "Model Desa Tangguh Bencana Berbasis Aren: Integrasi Konservasi, Mitigasi Bencana, dan Budaya Sirkular di Desa Cipelah". Kegiatan ini diselenggarakan di kawasan wisata Curug Tilu, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat, 26 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, S.S., M.A., Ph.D., mengatakan bahwa program pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa Unpad terus dikembangkan sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, program yang diinisiasi oleh IAAS LC Unpad ini memiliki nilai strategis karena mengintegrasikan keilmuan pertanian, konservasi lingkungan, mitigasi bencana, dan pemberdayaan masyarakat.
"Kegiatan kali ini terasa sangat spesial karena kami kembali ke tempat yang telah kami mulai beberapa tahun lalu. Teman-teman IAAS memanfaatkan pengetahuan yang mereka miliki di bidang agrikultur dengan memilih tanaman aren yang merupakan tanaman endemik di Desa Cipelah. Tanaman ini memiliki potensi ekonomi sekaligus berperan penting dalam mitigasi bencana," ujar Inu.
Pohon aren memiliki sistem perakaran serabut yang kuat, sehingga mampu mengikat tanah dan menyerap air secara efektif. Karakteristik tersebut menjadikan aren sebagai salah satu tanaman yang potensial untuk mengurangi risiko terjadinya bencana longsor di Desa Cipelah yang pernah beberapa kali terjadi sejak tahun 2017 lalu. Oleh karena itu, Inu berharap pemanfaatan tanaman aren dapat menjadi salah satu solusi berbasis alam untuk mengurangi risiko bencana sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Inu juga mengapresiasi dukungan pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut. Dalam hal ini, Unpad sangat terbuka dengan peluang kolaborasi lanjutan melalui berbagai program pengabdian, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
"Harapannya, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat Desa Cipelah, dan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas dalam berbagai program pengabdian di masa mendatang," ujar Inu.
Program PPK Ormawa IAAS LC Unpad merupakan kelanjutan dari komitmen organisasi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui Village Concept Project yang telah dijalankan secara berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Sebagai organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang pertanian dan ilmu-ilmu terkait, IAAS LC Unpad mengusung semangat Think Globally, Act Locally dengan menghadirkan solusi yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Sebelum pelaksanaan program, tim telah melakukan pemetaan wilayah bersama pemerintah Desa Cipelah untuk mengidentifikasi kawasan rawan longsor. Dari hasil pemetaan tersebut ditetapkan target penanaman aren seluas satu hektare sebagai tahap awal pengembangan model desa tangguh bencana berbasis aren yang diharapkan mampu memperkuat aspek konservasi, mitigasi bencana, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.
Turut hadir pada kesempatan ini adalah Camat Kecamatan Rancabali, Panpan Risvan C., SIP., M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandumg Wahyudin, S.T., M.E., Kepala Desa Cipelah, Opan Supandi, Pengelola Pusat PPK Ormawa, Prof. Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd., serta segenap masyarakat Desa Cipelah.* (R02)















The post Mahasiswa Unpad Kembangkan Model Desa Tangguh Bencana Berbasis Aren di Desa Cipelah appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 20 orang Pegawai Tetap NonPNS Universitas Padjadjaran menerima Surat Keputusan (SK) 80% sebagai bagian dari proses seleksi menjadi Pegawai Tetap NonPNS Unpad. Ke-20 tenaga kependidikan tersebut merupakan staf pengelolaan keuangan yang telah menjalani proses seleksi sejak Februari 2026 lalu.
"Saya ingin mengucapkan selamat karena teman-teman sudah dapat duduk di sini pada hari ini setelah melampaui banyak tahapan seleksi. Namun ini belum selesai, satu kaki teman-teman sudah ada di Unpad, satu lagi belum karena menunggu bagaimana teman-teman bersikap dalam periode penilaian dan evaluasi," ujar Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus, saat penyerahan SK 80% di Bale Rucita, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Senin 29 Juni 2026.
Imanudin memaparkan, 20 orang yang menerima SK 80% ini merupakan hasil seleksi dari jumlah pelamar sebanyak 1.200 orang. Pada 24 Februari 2026, Unpad membuka seleksi penerimaan calon pegawai staf pengelola keuangan. Setelah mengalami proses seleksi secara ketat dan bertahap, diumumkan 20 calon yang lulus pada 20 April 2026.
"Jika bisa bertahan sampai satu tahun ke depan, kita ketemu lagi nanti di prajabatan. Berikanlah yang terbaik untuk Unpad," pesan Imanudin.
Hadir pula pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Asesmen dan Manajemen Talenta Unpad, Dr. Fitriani Yustikasari Lubis, Sekretaris Direktorat SDM dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Rinka Hertika, MAP., serta perwakilan Direktorat Keuangan dan Tresuri Unpad, Dini Nurhayati.*



The post Sebanyak 20 Pegawai Tetap NonPNS Unpad Terima SK 80% appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran kembali menggelar Festival Budaya, sebuah kegiatan tahunan berupa pementasan berbagai budaya di dunia disertai pameran dan bazaar. Festival yang rutin diselenggarakan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) pada tahun ini mengangkat tema "Echoes of the Soil: Roots in Motion, Harmonizing Voices Under a Borderless Sky". Acara diselenggarakan pada Kamis (25/6) di Parkiran Balé Santika, Kampus Unpad Jatinangor.
Festival Budaya merupakan project akhir mahasiswa S1 Fikom peserta mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya. Di tahun ini, festival diikuti oleh 33 kelompok mahasiswa yang masing-masing mempresentasikan kebudayaan khas dari negara berbeda satu dengan yang lain.
Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita didampingi Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Dr. Nindi Aristi, S.Sos., M.Comn. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas mahasiswa untuk menghayati budaya dan memahami perbedaan budaya di dunia. Pemahaman tersebut dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkaya wawasan dan berperan sebagai agen perubahan di masa depan.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk senantiasa menghargai perbedaan budaya di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya merawat kemanusiaan dan memperkuat nilai inklusivitas yang dikembangkan di Unpad.
"Jadi ke depan tidak boleh ada lagi perbedaan-perbedaan yang menghambat ketika kita berinteraksi, dan mudah-mudahan perbedaan-perbedaan ini dapat kita manfaatkan khususnya untuk dapat merawat perdamaian dunia," tambah Prof. Arief saat menyempatkan diri berkeliling stand-stand budaya peserta festival.
Pementasan budaya menampilkan pertunjukan dengan berbagai kreativitas seperti kabaret, drama, dan tarian khas. Dalam satu pementasan ditampilkan dua kelompok budaya berbeda yang harus membuat alur cerita dan menunjukkan kesalahpahaman antar budaya beserta solusinya. Presentasi budaya ini dibuat melalui riset untuk mengetahui bentuk tradisi dan kebiasaan masing-masing budaya. Hasil riset tersebut dipresentasikan melalui kostum, dekorasi, dan gaya berbicara.
Guru Besar Fikom Unpad, Prof. Deddy Mulyana, MA, Ph.D. yang juga pemrakarsa festival budaya ini menyatakan, komunikasi lintas budaya menjadi penting mengingat perkembangan peradaban dan teknologi yang ada telah membuat budaya-budaya semakin beragam sehingga perlu ada kajian yang dapat meningkatkan pemahaman, toleransi serta keterampilan untuk beradaptasi.
"Ini tidak berarti bahwa kita mengikuti budaya lain secara serampangan, seperti bunglon yang meniru dan mempraktekan budaya lain meskipun bertentangan dengan budaya kita. Tapi kita bisa mencari titik tengah pertemuan (untuk) saling menghargai yang tidak mengorbankan nilai-nilai budaya utama yang kita anut," jelas Prof. Deddy.
Di festival tahun ini, budaya yang ditampilkan berasal dari negara-negara di luar Indonesia, di antaranya dari Brazil, Jepang, Argentina, India, dan beberapa negara lainnya. Ini merupakan tantangan tersendiri karena peserta bukan benar-benar penduduk negara yang mereka tampilkan. Hasilnya, setiap kelompok berupaya untuk tampil kreatif dengan properti yang sebagian besar dibuat sendiri untuk mendekati properti sesungguhnya. Kreativitas ini yang membuat festival menjadi semarak serta menyenangkan untuk diikuti.
Hal ini sejalan dengan pendapat Prof. Deddy yang menjadikan alasan kesenangan mahasiswa sebagai salah satu dampak dilaksanakannya festival ini.
"Mudah-mudahan setelah acara ini selesai, secara jangka pendek mereka merasa senang, bahwa mata kuliah komunikasi lintas budaya itu enjoyable, ada aspek yang fun dan bisa dinikmati. Biasanya itu yang akan diingat lama. Tapi tentu ada jangka panjangnya, yaitu untuk bisa sukses mereka perlu untuk dapat beradaptasi dengan budaya-budaya lainnya," pungkasnya.* (Rilis oleh: Fikom Unpad)












The post Festival Budaya 2026, Inspirasi Merawat Kemanusiaan dan Memperkuat Inklusivitas appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Meningkatnya investasi perusahaan Tiongkok di Indonesia membuka kebutuhan akan tenaga kerja di berbagai sektor strategis. Menanggapi peluang tersebut, Universitas Padjadjaran menerima kunjungan delegasi Shanghai Employment Promotion Center untuk membahas potensi kerja sama dalam pengembangan talenta dan peningkatan peluang kerja bagi lulusan, di Ruang Tamu Rektor, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, pada Kamis 25 Juni 2026.
“Pendidikan kami terbagi ke dalam dua area utama, yaitu pendidikan berbasis sains dan pendidikan vokasi. Saat ini kami terus mengembangkan pendidikan vokasi agar semakin berkorelasi dengan kebutuhan industri,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam sambutannya.
Prof. Arief menjelaskan, pendidikan tinggi perlu semakin terhubung dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Menurutnya, kolaborasi dengan mitra internasional seperti Shanghai Employment Promotion Center menjadi peluang strategis untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan industri, sekaligus mempercepat penyesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja global.
Sementara Wakil Direktur Shanghai Employment Promotion Center, Huang He, mengatakan bahwa pihaknya tertarik menjajaki kerja sama dengan Unpad untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi tersebut tidak hanya dapat membantu perusahaan Tiongkok memperoleh talenta kompeten, tetapi juga membuka peluang kerja bagi lulusan Indonesia.
“Kami ingin mempelajari bagaimana universitas menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Kami juga ingin membantu meningkatkan keterampilan mahasiswa sehingga memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri,” papar Huang.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan sejumlah peluang kerja sama, antara lain pertukaran informasi kebutuhan tenaga kerja industri, penguatan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, serta penjajakan program magang dan penempatan lulusan pada perusahaan Tiongkok di Indonesia. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja global.
Turut hadir dalam pertemuan ini jajaran Unpad yaitu Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiwaan Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan, Dekan Sekolah Vokasi Dr. Kurniawan Saefullah, dan Kepala Kantor Urusan Internasional Anggia Utami Dewi, Ph.D. Sementara dari Shanghai Employment Promotion Center hadir Direktur Discipline Inspection Office Fei Leiying, Wakil Direktur Divisi Comprehensive Planning Shanghai Municipal Human Resources and Social Security Bureau Sun Derong, Wakil Direktur Divisi Public Training Ji Haimin, Wakil Direktur Divisi Keuangan Chen Guowei, serta Kepala Seksi Manajemen Bisnis Divisi Vocational Training (Public Training) Ma Rongrong.* (R01)



The post Unpad Jajaki Peluang Karier Global bagi Lulusan Bersama Shanghai Employment Promotion Center appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional. Prestasi tersebut diraih melalui kompetisi yang berbeda, yaitu pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026, di Universitas Airlangga, Surabaya, 8-12 Juni 2026 lalu, serta pengembangan inovasi pada ajang The Shanghai International Invention and Expo at the 12th China (Shanghai) International Technology Fair, Shanghai, 11-13 Juni 2026.
Pada ajang ONMIPA-PT, dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad, Muhammad Novrizal Akmal (Prodi Matematika) berhasil meraih Medali Perak Bidang Matematika, serta Muhammad Hartsa Adnan (Prodi Kimia) meraih Honorable Mention Bidang Kimia. Sementara tim mahasiswa yang terdiri dari Prisilia Dita Sepirasari (Sekolah Vokasi), Muhamad Hisyam Az-Zahran (FMIPA), Ayesha Humayra Fayyaza (Fakultas Kedokteran), Nurhaliza Syabila Amir Putri (FISIP), Muhammad Nur Fitriansyah (FMIPA), dan Nelson Indarto Suwarno (FMIPA), berhasil meraih Gold Medal dan Special Award pada ajang Shanghai International Invention and Expo.
Kepada Tim Kanal Media Unpad, Novrizal Akmal menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan selama beberapa bulan sebelum kompetisi berlangsung. Sebelum mengikuti kompetisi, keduanya telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari mempelajari kembali materi yang berpotensi diujikan, mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh program studi, hingga berlatih mengerjakan soal secara mandiri.
“Selama persiapan banyak membaca ulang materi-materi yang akan dilombakan juga mengikuti pembinaan yang memang disediakan prodi. Latihan soal secara mandiri juga dilakukan agar lebih matang lagi persiapannya,” ujar Novrizal.
Proses persiapan menuju kompetisi tersebut tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala yang paling dirasakan oleh Novrizal adalah membagi waktu antara persiapan untuk kompetisi dengan tugas dan jadwal perkuliahan yang tetap harus dijalani. Meski demikian, tantangan tersebut justru menjadi pengalaman berharga baginya dalam melatih manajemen waktu dan kedisiplinan.
Dukungan program studi juga memiliki peran penting dalam menunjang persiapan menghadapi ajang ONMIPA 2026. Selain pembinaan rutin, prodi juga menghadirkan pembimbing eksternal yang memberikan perspektif baru dalam menyelesaikan soal-soal kompetisi. Dengan keberhasilannya meraih medali perak pada ajang ini juga membuat Novrizal semakin bertekad untuk kembali mengikuti ONMIPA pada tahun mendatang dengan target yang lebih tinggi.
Sementara itu, berkaitan dengan kompetisi internasional di Shanghai, Prisillia Dita Sepirasari menjelaskan timnya membawa inovasi “MICAPTURE: Microbial Fuel Cell Based Eco-Enzyme Integrated System Polyester Proton Exchange Membrane for Textile Wastewater Treatment and Bioelectricity Generation,” yaitu produk inovatif berupa pembangkit tenaga listrik dengan bahan bakar eco-enzyme hasil dari fermentasi limbah organik yang selanjutnya digunakan untuk mendegradasi limbah tekstil menjadi senyawa yang lebih sederhana. MICAPTURE juga terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) untuk mempermudah pengguna melakukan pemantauan proses penguraian pewarna sintetis methylene blue yang biasa digunakan pada industri tekstil.
Prisilia mengungkapkan bahwa keikutsertaan tim pada ajang ini menjadi pengalaman yang berharga. Tidak hanya sekedar mengikuti kompetisi akademik di tingkat internasional, ajang ini sekaligus menjadi wahana bagi tim untuk mengasah berbagai soft skills, seperti kemampuan berkomunikasi, penyelesaian masalah, serta kemampuan untuk beradaptasi. Keberhasilan mereka pada ajang ini juga menjadi motivasi untuk membuat publikasi pada jurnal Q1 dan mematenkan produk inovasi tersebut.
Kepada mahasiswa Unpad, Prisilia berpesan untuk berani mencoba berbagai hal dan kesempatan baru, serta mencari lingkungan positif yang dapat memberikan dorongan dan dukungan bagi kita untuk senantiasa berkarya. Tidak hanya itu, sebagai mahasiswa yang masih menginjak usia muda juga tidak perlu takut untuk bermimpi dan harus memiliki semangat untuk memulai sesuatu sebagai bekal di masa yang akan datang.
“Tidak perlu menunggu untuk menjadi sempurna dulu untuk mencoba, karena kalau menunggu sempurna kita tidak akan pernah mulai untuk coba banyak hal. Pada dasarnya kita belajar dari kesalahan, kita belajar dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru terbaik. Teman-teman mahasiswa yang masih panjang perjalanannya jangan sampai menyia-nyiakan masa kuliah ini karena berbagai kesempatan bagi seorang mahasiswa itu bisa dimaksimalkan manfaatnya,” jelas Prisilia.* (R02)


The post Mahasiswa Unpad Kembali Ukir Prestasi Akademik di Tingkat Nasional dan Internasional appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Keuangan Publik, Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan berjudul “Creative Financing untuk Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan” di Jatinangor pada Jumat 12 Juni 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang diskusi strategis untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan inovatif dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi serta pengembangan talenta yang adaptif terhadap berbagai tantangan masa depan.
Di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, pengembangan skema pembiayaan yang kreatif (creative financing) menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kapasitas institusi pendidikan tinggi untuk menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta membangun berbagai bentuk kemitraan yang berdampak.
Melalui kegiatan ini, berbagai gagasan dan perspektif strategis didiskusikan untuk mendorong pengembangan model pembiayaan yang mampu mendukung inovasi, memperluas akses pendidikan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada manusia, pengetahuan, dan kolaborasi. Oleh karena itu, keberlanjutan pendidikan tinggi memerlukan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan sumber pembiayaan konvensional, tetapi juga mampu menghadirkan berbagai inovasi dan peluang kolaborasi yang mendukung pengembangan talenta masa depan.
Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kontribusi tersebut diwujudkan melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi sebagai bagian dari SDG 4 (Quality Education), pengembangan inovasi dan ekosistem kelembagaan yang mendukung SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), penguatan tata kelola dan kapasitas institusi sebagai bagian dari SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), serta pengembangan kolaborasi dan kemitraan strategis yang mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Melalui berbagai inisiatif seperti ini, Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran terus berupaya memperkuat perannya dalam mendorong lahirnya berbagai gagasan dan praktik yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, menyiapkan talenta masa depan bukan hanya tentang menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga tentang membangun institusi yang kuat, mendorong inovasi, serta memperkuat kolaborasi untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Investasi terbaik bagi masa depan tidak hanya terletak pada sumber daya, tetapi juga pada manusia, pengetahuan, dan kolaborasi.* (Rilis oleh: Humas Sekolah Vokasi Unpad)
The post Creative Financing Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan appeared first on Universitas Padjadjaran.