Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi menandatangani kontrak pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Sekolah Garuda dengan Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta pada Kamis (9/7). Melalui penugasan tersebut, Universitas Padjadjaran dipercaya mengampu 42 Sekolah Garuda di berbagai wilayah Indonesia untuk menyelenggarakan program "Peningkatan Kapasitas terkait Persiapan Dokumen Aplikasi ke Perguruan Tinggi Terbaik Dunia."
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kesiapan peserta didik untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia. Melalui pendampingan yang terstruktur, peserta akan memperoleh penguatan dalam penyusunan portofolio, personal statement, esai, serta berbagai dokumen pendukung yang menjadi persyaratan seleksi perguruan tinggi internasional.
Sebagai perguruan tinggi pelaksana, Universitas Padjadjaran akan mengerahkan dosen, psikolog, praktisi, serta berbagai unit pendukung untuk memastikan program berjalan secara profesional dan berkualitas. Program ini juga didukung oleh pengalaman Universitas Padjadjaran dalam menyelenggarakan Program SMA Unggul Garuda Transformasi Tahun 2025 dengan capaian keterlaksanaan program 100 persen serta keberhasilan mengantarkan ratusan peserta memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi terbaik dunia.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas dan rekam jejak Universitas Padjadjaran dalam mengembangkan talenta muda Indonesia.
"Kami siap mengerahkan seluruh sumber daya terbaik Universitas Padjadjaran untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat di bidang pendidikan. Melalui Program Sekolah Garuda, kami berharap dapat mempersiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, berkarakter, serta memiliki daya saing global sebagai calon pemimpin Indonesia di masa depan," ujar Prof. Zahrotur.
Melalui Program PHTC Sekolah Garuda, Universitas Padjadjaran berharap semakin banyak siswa Indonesia yang berhasil menembus perguruan tinggi terbaik dunia. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing talenta Indonesia di tingkat internasional sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.* (Rilis oleh: Dit. PNG Unpad)

The post Universitas Padjadjaran Dipercaya Mengampu 42 Sekolah Garuda di Seluruh Indonesia appeared first on Universitas Padjadjaran.

Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) berkolaborasi dengan Fakulti Ekologi Manusia Universiti Putra Malaysia (UPM) menyelenggarakan kegiatan International Community Service di Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 7–10 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus penguatan kerja sama internasional dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Mengusung tema “Building an Inclusive Community-Based Sustainable Eco-tourism in Tarumajaya Village, Bandung District, West Java Province, Indonesia: Co-creation Strategy to Address Climate Change and to Achieve a Resilient Village”, program ini berfokus pada pengembangan strategi ko-kreasi untuk mewujudkan ekowisata berbasis masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Ph.D., dan didukung melalui Dana Hibah Unpad World Class University Equity (Skema Pengabdian kepada Masyarakat Internasional 2026). Selain melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Padjadjaran serta Universiti Putra Malaysia, program ini juga mendapat dukungan dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta Pemerintah Desa Tarumajaya.
Menurut Prof. Ida Widianingsih, kolaborasi internasional ini menjadi wadah untuk menghadirkan solusi pembangunan yang lahir dari kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Melalui pendekatan ko-kreasi, kami ingin memastikan masyarakat menjadi bagian utama dalam proses perencanaan dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dan lintas negara ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan Desa Tarumajaya di masa depan," ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyelenggaraan International Guest Lecture yang menghadirkan pakar dari Universiti Putra Malaysia, yakni Prof. Dr. Sarjit Singh dan Dr. Puvaneswaran Kunasekaran. Kuliah umum bertema “Governance for Inclusivity: Advancing Community-Based Sustainable Ecotourism Through Public Administration and Social Sciences Perspectives” tersebut diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Padjadjaran.
Selain memperkuat pertukaran pengetahuan di lingkungan akademik, tim pengabdian juga melakukan kunjungan ke Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRHPM) Universitas Padjadjaran untuk mendiskusikan keberlanjutan program serta peluang pengembangan kolaborasi internasional di masa mendatang.
Selama berada di Desa Tarumajaya, peserta melaksanakan berbagai kegiatan lapangan, mulai dari focus group discussion (FGD), survei, observasi, hingga wawancara mendalam dengan masyarakat dan perangkat desa. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan potensi lokal, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat, serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah.
Salah satu agenda utama dalam program ini adalah pelaksanaan Sapataru Jilid 2, sebuah inisiatif pelestarian lingkungan yang diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon kopi bersama masyarakat setempat. Selain berkontribusi terhadap penghijauan kawasan, penanaman komoditas kopi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga dan mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.
Kepala Desa Tarumajaya menyambut baik kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia tersebut.
"Kegiatan ini memberikan masukan yang sangat berharga bagi desa kami. Kami berharap hasil kolaborasi ini dapat mendukung pengembangan ekowisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tarumajaya," katanya.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan menjadi contoh implementasi pendekatan ko-kreasi dalam pembangunan desa. Kolaborasi lintas sektor yang terbangun menunjukkan bahwa pengembangan desa berkelanjutan memerlukan sinergi antara kebijakan publik, dukungan akademik, dan partisipasi aktif masyarakat.
Program International Community Service ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui kegiatan ini, Universitas Padjadjaran dan Universiti Putra Malaysia tidak hanya memperkuat kerja sama akademik internasional, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengembangan model tata kelola ekowisata yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengembangan Desa Tarumajaya sebagai desa yang tangguh (resilient village) dalam menghadapi tantangan lingkungan dan pembangunan di masa depan.* (Rilis oleh: Dian Permata FISIP)

The post Administrasi Publik FISIP Unpad dan Universiti Putra Malaysia Kembangkan Ekowisata Berkelanjutan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran menggelar kembali pameran Project Based Learning (PBL) yang digelar di Teater Ilmu Pengetahuan, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, pada 17-18 Juni 2026. Kegiatan pameran tersebut diikuti oleh mahasiswa praklinik yang mempresentasikan hasil karyanya kepada sivitas akademika dan masyarakat.
“Ini adalah PBL yang ketiga dengan tujuan untuk mencari metode yang memudahkan mahasiswa memahami materi perkuliahan melalui cara yang menyenangkan dan kreatif. Tujuan lain juga mengenalkan ke masyarakat bahwa material-material yang digunakan itu bukan hanya di kedokteran gigi saja, dalam aplikasi kehidupan sehari-hari juga banyak digunakan, karena audiensnya kita mengundang masyarakat umum dan alhamdulillah antusiasnya cukup bagus, juga banyak mahasiswa dari fakultas lain dan universitas lain datang, termasuk orang tua mahasiswa,” kata Kepala Departemen Ilmu dan Teknologi Material Kedokteran Gigi FL, Dr. Renny Febrida, drg., M.Si.
Pelaksanaan pameran kali ini FKG Unpad berkolaborasi dengan FKG Universitas Yarsi sebagai salah satu bentuk kerja sama dalam bidang pendidikan yang merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi. Tak berbeda dengan tahun lalu, presentasi mahasiswa dibagi menjadi beberapa topik, yaitu edukasi bahan dental ramah lingkungan (green dentistry), prototipe alat edukasi interaktif dan video edukasi terkait bahan material kedokteran gigi, serta keamanan dan toksisitas bahan dental (komposit, amalgam, resin) yang dikemas dengan lebih menarik dan interaktif.
Pameran ini menjadi akhir dari rangkaian pembelajaran berbasis proyek untuk mata kuliah Ilmu dan Teknologi Material Kedokteran Gigi (ITMKG) pada blok Tumbuh Kembang Gigi dan Oklusi. Mata Kuliah ini diikuti oleh mahasiswa semester 2 dengan metode Project Based Learning (PBL) yang tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas tetapi mereka lebih aplikatif untuk mencari sendiri ilmu-ilmu dental material. Metode PBL ini juga pernah diikutsertakan dalam SEAADE tahun 2025 dan dipresentasikan di Taiwan oleh dosen-dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Material Kedokteran Gigi (ITMKG), yaitu Dr. Renny Febrida, drg., M.Si., Dr. Veni Takarini, drg., M.Kes., dan Gema Gempita, drg., M.S.* (Rilis oleh: Humas FKG Unpad/R02)



The post FKG Unpad Gelar Ekshibisi Dental Material Kolaborasi dengan FKG Universitas Yarsi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Keuangan Publik Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Bibliometric Analysis and Research Landscape: Mapping Knowledge for Evidence-Based Practice and Future Research” sebagai bagian dari rangkaian Applied Research Bootcamp Series yang diselenggarakan di Bale Rucita, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, 12 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Dejan Ravšelj dari Faculty of Public Administration, University of Ljubljana, Slovenia, sebagai narasumber utama. Kehadiran akademisi internasional menjadi bagian dari upaya penguatan internasionalisasi sekaligus pengembangan kapasitas penelitian terapan di lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran.
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin dinamis, kemampuan untuk memahami lanskap penelitian, memetakan tren riset, mengidentifikasi research gap, serta menemukan peluang kontribusi ilmiah menjadi semakin penting. Pendekatan bibliometrik memberikan peluang bagi peneliti untuk menghasilkan penelitian yang lebih relevan, inovatif, dan berdampak bagi praktik profesional maupun pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making) serta perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Melalui sesi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai konsep dan teknik analisis bibliometrik untuk memetakan struktur pengetahuan global, mengidentifikasi research clusters, memahami tren penelitian, serta mengeksplorasi arah perkembangan kajian di masa depan. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan berbagai perangkat analisis bibliometrik sebagai bagian dari praktik penelitian kontemporer yang berbasis data dan bukti empiris.
Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas penelitian dan literasi akademik, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan metode dan perangkat riset kontemporer untuk mendorong inovasi, SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan budaya pengambilan keputusan berbasis bukti, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik internasional dan jejaring penelitian global.
Melalui berbagai inisiatif seperti ini, Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran terus berupaya membangun budaya penelitian yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada dampak. Sebab, pada akhirnya, penelitian tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga untuk menghadirkan solusi yang lebih baik bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Lebih dari sekadar menghasilkan publikasi, penelitian yang berkualitas harus mampu melahirkan insights, mendukung praktik profesional, serta menjadi landasan bagi pengambilan keputusan dan kebijakan yang lebih efektif. Dengan semangat tersebut, Applied Research Bootcamp Series diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat ekosistem riset terapan di lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan yang berbasis pengetahuan dan bukti empiris. (Rilis oleh: Humas Sekolah Vokasi Unpad/R02)
The post Perkuat Kapasitas Riset Berbasis Bukti, Applied Research Bootcamp Series Hadirkan Akademisi Slovenia appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Lembaga Wakaf Universitas Padjadjaran memperingati Milad ke-1 dengan mengusung tema "Satu Tahun Berkhidmat Mengalirkan Kebaikan, Membangun Masa Depan Unpad dan Berdampak bagi Umat" yang diselenggarakan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Selasa, (7/7). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan satu tahun lembaga sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan ekosistem wakaf yang profesional, produktif, dan berkelanjutan guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, menyampaikan bahwa lembaga wakaf memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu, inklusif, dan berkelanjutan. Wakaf tidak hanya berfungsi sebagai instrumen filantropi, tetapi juga mampu mengubah aset privat menjadi aset sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Prof. Widya menjelaskan bahwa keberadaan lembaga wakaf memberikan sejumlah manfaat penting bagi perguruan tinggi, mulai dari menjamin keberlanjutan pendanaan, memperluas akses pendidikan melalui penyediaan beasiswa bagi mahasiswa, hingga mendukung peningkatan kualitas sarana, prasarana, dan kegiatan riset. Selain itu, wakaf juga menjadi salah satu upaya membangun kemandirian institusi pendidikan melalui sumber pendanaan yang berkelanjutan.
"Kami berharap Lembaga Wakaf Unpad dapat terus menjadi salah satu instrumen strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian institusi melalui pengelolaan dana wakaf yang profesional," ujar Prof. Widya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Wakaf Unpad, Prof. Maman Setiawan mengatakan bahwa satu tahun sejak diresmikan, lembaga tersebut berkomitmen membangun ekosistem wakaf yang profesional, produktif, dan berkelanjutan sebagai salah satu pilar dalam mendukung pengembangan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unpad. Lembaga Wakaf Unpad terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sivitas akademika dan alumni, untuk meningkatkan penghimpunan, serta pengelolaan wakaf produktif agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan seluruh stakeholder yang telah bersama-sama mengembangkan Lembaga Wakaf Unpad selama satu tahun ini. Mari kita wariskan bukan hanya ilmu, tetapi juga kebermanfaatan, karena membangun Unpad hari ini berarti mewariskan masa depan bagi generasi yang akan datang," ujar Prof. Maman.
Turut hadir pada kesempatan ini adalah Wakil Ketua II Badan Wakaf Indonesia Dr. H. Ahmad Zubaidi, M.A., serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., yang menyampaikan Literasi Wakaf bertajuk “Refleksi Tahun Baru Muharam untuk Peningkatan Amal Jariyah”.* (R02)









The post Satu Tahun Berkhidmat, Lembaga Wakaf Unpad Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Unit Renang Universitas Padjadjaran (URU) meraih total 17 medali pada ajang Student Swim Challenge 2026 yang diselenggarakan di Bandar Lampung pada 19-21 Juni 2026. Dari kejuaraan antar mahasiswa se-Indonesia tersebut, kontingen Unpad membawa pulang 8 medali emas, 5 medali perak, dan 4 medali perunggu.
Capaian tersebut diraih oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unpad, yaitu Fenesia Cleopatra (Fakultas Ilmu Komunikasi 2024), Mochammad Rizal Fadhilah (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 2025), Muhammad Ramadhan Islami Putra (Fakultas Peternakan 2025), Muhammad Daffa Fauzan (Fakultas Teknologi Industri Pertanian 2023), dan Nazri Ilham Sapoetra (FPIK 2023).
“Awalnya, kejuaraan ini kami jadikan sebagai bagian dari persiapan untuk kompetisi-kompetisi berikutnya. Ternyata hasilnya melebihi ekspektasi, kami bersyukur bisa meraih capaian yang cukup baik,” ujar Rizal ketika diwawancarai oleh kanal Media Unpad pada Selasa, 30 Juni 2026.
Fenesia, Rizal, Ramadhan, Daffa, dan Nazril merupakan mahasiswa Unpad yang diterima melalui Jalur Minat dan Bakat/Prestasi Nonakademik. Bagi mereka, prestasi renang tidak hanya menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi juga motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengharumkan nama universitas. Ramadhan mengaku tetap aktif berkompetisi karena merasa memiliki tanggung jawab untuk mewakili Unpad di berbagai kejuaraan renang.
“Saya termotivasi untuk tetap renang karena saya masuk Unpad melalui prestasi renang. Sebelumnya sempat terpikir ingin berhenti, ternyata takdir saya memang di sini,” ungkapnya.
Dalam mengikuti kompetisi tersebut, para atlet juga mendapatkan dukungan penuh dari Unpad. Dukungan tersebut mencakup berbagai kebutuhan selama pertandingan, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga biaya pendaftaran kompetisi.
“Semua terfasilitasi dengan baik, mulai dari makan, transportasi darat, pesawat, hotel, sampai pendaftaran pertandingan. Kami tidak merasa kesulitan karena semuanya didukung oleh kampus,” jelas Nazril.
Meski demikian, para atlet berharap fasilitas pendukung olahraga renang di lingkungan kampus dapat terus ditingkatkan. Salah satu harapan yang disampaikan adalah tersedianya fasilitas kolam renang atau dukungan transportasi menuju lokasi latihan sehingga dapat membantu persiapan atlet dalam menghadapi berbagai kejuaraan.
Lebih lanjut, para atlet mengajak mahasiswa Unpad untuk terus mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki, termasuk di bidang olahraga. Menurut Rizal, konsistensi dalam berlatih dan keberanian untuk mengikuti berbagai kompetisi menjadi modal penting dalam meraih prestasi sekaligus membawa nama baik universitas.
“Bagi yang masuk Unpad melalui jalur prestasi, semoga tetap konsisten berlatih dan mengikuti kompetisi. Walaupun harus membagi waktu dengan kuliah, tetap semangat karena itu merupakan tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk berkembang dan membawa nama baik universitas,” pesan Rizal.
Prestasi yang diraih para mahasiswa menjadi gambaran bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga potensi nonakademik. Melalui SMUP, Unpad memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa berprestasi untuk terus mengembangkan bakat dan meraih prestasi. Informasi lebih lanjut mengenai Jalur Minat dan Bakat/Prestasi Nonakademik dapat diakses melalui https://smup.unpad.ac.id/.* (R01)
The post Unit Renang Unpad Borong 17 Medali pada Student Swim Challenge 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Juni-Agustus 2026 bagi 74 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan 74 Koordinator Desa di Pelataran Gedung I Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, kompleks Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (7/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan KKN mahasiswa Unpad yang akan diterjunkan ke empat kabupaten di Jawa Barat yaitu Cianjur, Garut, Sukabumi, dan Tasikmalaya.
“KKN merupakan ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa, wujud nyata dari implementasi berdampak kepada masyarakat. Pada periode ini, mahasiswa akan berfokus pada tiga tema utama, yaitu penanggulangan kemiskinan, pengelolaan sampah, dan literasi informasi,” papar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan dalam sambutannya.
Prof. Zahrotur menjelaskan, program ini merupakan pelaksanaan KKN kedua yang diselenggarakan Unpad bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi KKN didasarkan pada komitmen bersama untuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jawa Barat sekaligus memperkuat literasi masyarakat melalui kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Baca: Sebanyak 1.555 Mahasiswa Ikuti Pembekalan KKN Unpad Periode Juni-Agustus 2026)
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., mengapresiasi komitmen Unpad yang terus menunjukkan kepedulian dan kontribusi nyata pembangunan Jawa Barat melalui program KKN. Ia mengatakan, pelaksanaan KKN menjadi ruang pembelajaran mahasiswa untuk memahami dinamika lapangan, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, serta menemukan solusi kreatif atas berbagai tantangan di masyarakat.
“Dalam satu bulan, kalian bisa mengubah keadaan masyarakat. Kalian akan menemukan diri kalian sendiri di tengah-tengah masyarakat, tanpa dibantu oleh siapa pun. Kalian mendapatkan ilmu tetapi sambil memberi. More you give, more you get,” papar Herman.
Hadir pula dalam kegiatan ini jajaran Unpad yaitu Direktur Pendidikan Non Gelar drg. Erli Sarilita, Ph.D.dan Kepala Kantor Pengajaran Terintegrasi Dr. Laina Rafianti. Selain itu, juga sejumlah mitra KKN Unpad, antara lain perwakilan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, serta pemerintah daerah dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Tasikmalaya.* (R01)






The post Pembekalan DPL KKN Unpad Juni-Agustus 2026 Fokuskan Isu Kemiskinan, Sampah, dan Literasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran dan PT Pos Indonesia menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Ruang Rapat Bersama 2 (Ruang Livin’), Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Senin (6/7), dengan fokus pada pemanfaatan produk dan layanan PT Pos Indonesia untuk mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
“Kami (Unpad) menyadari bahwa berbagai permasalahan terkait pembangunan kapasitas sumber daya manusia tidak dapat diselesaikan sendiri. Karena itu, Unpad perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk industri, salah satunya PT Pos Indonesia,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad Prof. Rizky Abdulah, dalam sambutannya.
Prof. Rizky menambahkan, Unpad memiliki beragam program studi yang dapat mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia di berbagai sektor. Karena itu, Unpad siap berkontribusi dalam berbagai bentuk kerja sama yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Pada kesempatan yang sama, Unpad dan PT Pos Indonesia juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait layanan pengiriman dokumen akademik. Kerja sama tersebut mencakup pengiriman dokumen legalisasi ijazah dan transkrip akademik serta surat keterangan pengganti ijazah dan transkrip akademik, sehingga dapat mendukung layanan administrasi akademik.
Sementara Deputy Executive Vice President Regional 3 Bandung PT Pos Indonesia Imam Fahrudi, mengatakan bahwa PT Pos Indonesia terus bertransformasi untuk menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat, dunia usaha, dan institusi pendidikan. Upaya tersebut dilakukan agar layanan dan inovasi yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan serta mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah.
“Kerja sama antara Pos Indonesia dan Unpad bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan menjadi awal dari komitmen bersama untuk membangun sinergi yang nyata antara dunia pendidikan dan dunia industri,” jelas Imam.
Turut hadir jajaran Unpad, antara lain Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Prof. Tomy Perdana serta Sekretaris Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Yosephini Kristin Dwina Maria, M.A.B. Sementara dari pihak PT Pos Indonesia hadir Executive General Manager Kantor Cabang Utama Bandung Adrian Kurniawan, Senior Manager Bisnis Korporat Gede Yoshiharta Permana, Senior Manager Jasa Keuangan dan Giro Tatang Lesmana, Manager Bisnis Penjualan Korporat KCU Bandung 40000 Ajeng Narulita, Account Manager Bisnis Penjualan Hernita Nurhasyanah, serta perwakilan dari Kantor Pusat PT Pos Indonesia.* (R01)






The post Perkuat Sinergi Industri dan Pendidikan, Unpad Jalin Kerja Sama dengan PT Pos Indonesia appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 25 Petugas/Pengelola Laboratorium Pendidikan di Universitas Padjadjaran mengikuti In House Training dan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam rangka mendukung iklim akademik dan riset yang aman, produktif dan bereputasi internasional.
"Sertifikasi ini bukan hanya pelatihan, tetapi akan ada asesmennya juga. Jadi mohon bapak/ibu serius menjalani prosesnya, jangan sampai kesempatan ini terbuang sia-sia," ujar Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Dr. Imanudin Kudus, saat membuka kegiatan tersebut di Bale Rucita Unpad Jatinangor pada Selasa (7/07).
Pelatihan diselenggarakan oleh Kantor Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad selama 3 hari hingga 9 Juli 2026. Mekanisme pembelajaran terdiri dari 2 hari pemberian materi dan pra-asesmen dan 1 hari untuk uji kompetensi berskema BNSP yang terdiri dari uji tulis, uji praktek dan wawancara.
Dr. Imanudin mengatakan, objek layanan terbesar universitas adalah mahasiswa. Kita harus menjaga mahasiswa agar tidak terkena risiko bahaya dari aktivitas yang mengandung risiko seperti di laboratorium.
"Jadi yang kita lakukan bukan menghindari risikonya, tetapi mengantisipasi dan meminimalisir dampak risiko tersebut. Itu ada ilmunya, ada prosedur, ada standarnya, tidak bisa semata menggandalkan intuisi. Nah standar itulah yang kita harapkan bisa peroleh di sini," ujar Dr. Imanudin.
Sementara Kepala Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad, Rina Mariana, M.I.Kom, melaporkan, pelatihan ini diikuti oleh 25 orang peserta PLP yang berasal dari 13 unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran. Tujuan pelatihan dan sertifikasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan budaya K3, mitigasi risiko, dan standardisasi kompetensi.
Lebih lanjut Rina mengatakan, sejalan dengan komitmen Unpad menuju World Class University dan penerapan Good University Governance, aspek keselamatan dan kesehatan kerja tidak lagi sekadar kewajiban regulatif, melainkan sebuah budaya yang harus diinternalisasi dan menjadi concern oleh institusi.
"Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap para pengelola laboratorium tidak hanya sekadar mendapatkan sertifikat kelulusan, melainkan mampu menjadi K3 Champion atau agen perubahan di unit kerja masing-masing. Output jangka panjang yang kita targetkan adalah zero accident di seluruh laboratorium Unpad, sehingga iklim akademik dan riset kita dapat berjalan dengan aman, produktif, dan bereputasi internasional," ujarnya.*






The post Unpad Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi K3 bagi 25 Petugas/Pengelola Laboratorium Pendidikan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 61 Calon Pegawai Tetap Non-PNS Universitas Padjadjaran yang terdiri atas 60 dosen dan 1 tenaga kependidikan mengikuti kegiatan Prajabatan yang diselenggarakan pada 6—16 Juli 2026. Kegiatan Prajabatan tersebut secara resmi dibuka di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Senin, 6 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyampaikan bahwa kegiatan Prajabatan menjadi tahapan akhir yang harus diikuti para calon pegawai sebelum ditetapkan sebagai Pegawai Tetap Non-PNS Unpad. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai dasar, budaya kerja, serta peran strategis sebagai bagian dari keluarga besar Unpad.
Dalam hal ini, para peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk terus memajukan Unpad sebagai bagian dari amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Rektor juga mendorong para calon pegawai untuk memiliki semangat belajar dan terus mengembangkan diri karena pada prisnsipnya kemajuan harus diupayakan melalui inisiatif dan kerja keras.
“Setelah menyelesaikan prajabatan ini, mudah-mudahan Bapak dan Ibu menjadi bagian dari tim di fakultas masing-masing untuk meningkatkan semangat di kampus, bekerja bersama dosen-dosen yang ada, serta bersatu memajukan fakultas dan Universitas Padjadjaran," ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan bahwa pendidikan prajabatan merupakan bekal terakhir sebelum para peserta menjalankan peran secara penuh sebagai dosen maupun tenaga kependidikan tetap di lingkungan Unpad. Oleh karena itu, Rektor mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga semangat berkarya dengan aktif menciptakan berbagai inovasi yang mendukung kemajuan universitas.
Sementara itu, dalam laporannya Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa prajabatan merupakan fase penting dalam proses kepegawaian sebelum peserta memperoleh status sebagai Pegawai Tetap Non-PNS secara penuh. Perubahan status tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga diikuti dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai insan Unpad.
"Kunci utamanya adalah bagaimana kita menjalankan kewajiban sebagai insan Unpad, memberikan yang terbaik, dan bersama-sama menjadi bagian dari upaya mencapai target-target yang telah ditetapkan universitas," jelas Imanudin.
Pada kesempatan ini, para Calon Pegawai Tetap Non-PNS Unpad juga mendapatkan sejumlah pengetahuan penting sebagai bekal dalam menjalakan tugas, antara lain adalah materi Wawasan Ke-Unpad-an yang disampaikan oleh Rektor ke-10 Unpad, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA., materi Strategic Thinking and Change Management di Bidang Akademik oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, materi mengenai Pengembangan Sumber Daya Manusia oleh Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus, S.IP., M.Si, serta berbagai materi lainnya oleh jajaran pimpinan dan pejabat struktural di lingkungan Unpad yang sesuai dengan bidang keahliannya.* (R02)






(Foto-foto oleh: Jalasenastri Saprala dan Dadan Triawan)*
The post Unpad Bekali 61 Calon Pegawai Tetap melalui Prajabatan appeared first on Universitas Padjadjaran.