Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT. Energi Nusa Mandiri (PT. ENM) tentang Pendidikan dan Pengabdian pada Masyarakat. Pada kesempatan itu, ditandatangani pula Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT. ENM dengan Fakultas Teknik Geologi dan Fakultas Pertanian Unpad.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Direktur PT. ENM, Tria Suprajeni. Sementara penandatanganan PKS dilakukan antara Tria Suprajeni dengan Dekan FTG Unpad, Dr. Eng. Boy Yoseph CSSSA, dan Dekan Faperta Unpad, Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, di Executive Lounge Unpad Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Jumat 24 April 2026.
"Kami saat ini sudah bekerja sama dengan 15 perguruan tinggi termasuk Unpad. Kami ingin apa yang perusahaan kami lakukan bisa didokumentasikan dengan baik, nantinya dokumentasi itu bisa jadi bahan ajar yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Tria Suprajeni.
Tria memaparkan, perusahaannya memiliki tambang yang sedang dikerjakan, tambang yang akan dikerjakan, dan tambang yang sudah selesai dikerjakan. Menurutnya, potensi paling besar untuk melakukan kerja sama ada pada tambang yang sudah selesai dikerjakan. Tria berharap memperoleh feedback atau usulan dari Unpad terkait apa hal-hal yang bisa dikerjasamakan di masa mendatang.
"Kami tidak ingin sekadar menghijaukan kembali lahan bekas tambang, tetapi juga dapat menghasilkan bagi masyarakat," ujar Tria.
Sementara Rektor Unpad mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini, antara lain memberikan kesempatan magang kepada mahasiswa serta kegiatan reklamasi lahan bekas pertambangan.
"Kami juga mengharapkan kerja sama yang lebih luas lagi di masa mendatang, tidak terbatas pada bidang geologi, pertanian, dan perikanan, tetapi juga di bidang lain seperti peternakan, ekonomi, dan Kesehatan," ujar Rektor.
Apalagi, ujar Rektor, visi PT. ENM dalam mengembangkan kembali fungsi lingkungan hidup yang telah digunakan untuk eksplorasi pertambangan dipandang selaras dengan pola ilmiah pokok Unpad, yaitu "Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional".
"Jika ada peluang yang bisa dikerjasamakan, bisa kita manfaatkan untuk pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat serta bagaimana kerja sama ini dapat juga berkontribusi terhadap kepentingan nasional seperti ketahanan pangan," ujar Rektor.
PT. ENM adalah perusahaan pertambangan dan energi skala nasional yang beroperasi di Kalimantan Utara, operasionalnya antara lain mencakup pertambangan, pengembangan energi dan reklamasi lahan bekas tambang.*









The post Unpad Tandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan PT. Energi Nusa Mandiri appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran kembali menunjukkan komitmennya dalam memimpin transformasi digital di sektor pendidikan tinggi. Hal ini ditegaskan melalui partisipasi aktif Unpad dalam ajang Oracle AI Applications Forum Indonesia di Jakarta pada Kamis, 23 April 2026.
Dalam kegiatan yang mempertemukan para pemimpin industri dan pakar teknologi tersebut, Kepala Kantor Pengelolaan Data dan Arsip Digital Unpad,Okki Mahendra Daniswara, MT., hadir sebagai pembicara tamu dalam sesi bertajuk "Leadership in the Age of AI". Diskusi yang dimoderatori oleh Joseph Panikulam (Director Technology & Transformation, Deloitte) ini menyoroti peran krusial universitas sebagai mesin inovasi dan pencetak talenta di era kecerdasan buatan.
Okki Mahendra menyampaikan bahwa Unpad saat ini tengah bertransformasi dengan memanfaatkan ekosistem Oracle Fusion Cloud untuk memodernisasi platform ERP (Enterprise Resource Planning). Langkah ini diambil untuk melengkapi sistem legacy yang kompleks menjadi platform digital yang lebih lincah dan terintegrasi.
"Kami berupaya membangun fondasi digital yang mendukung organisasi hingga dekade mendatang. Dengan berpindah ke cloud, kami tidak hanya mengganti teknologi, tetapi menyederhanakan proses dan membangun sistem yang memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data secara real-time," ujar Okki.
Terkait adopsi AI di lingkungan kampus, Okki menjelaskan bahwa Unpad mengedepankan pendekatan yang terukur untuk meningkatkan pengalaman mahasiswa pada teknologi kecerdasan buatan dalam proses akademik. Fokus utama diarahkan pada penggunaan AI untuk peningkatan kemampuan pengumpulan informasi, kemampuan berfikir kritis, personalisasi pembelajaran serta otomasi adminitrasi.
Selain inovasi, Okki menekankan pentingnya aspek tata kelola dan etika dalam penerapan AI di universitas. Unpad berkomitmen menjaga privasi data, integritas akademik, dan transparansi algoritma untuk menghindari bias dalam pengambilan keputusan.
"Universitas harus menciptakan lingkungan di mana inovasi berbasis AI didorong namun tetap dipandu oleh tata kelola yang kuat serta bertanggung jawab", tambahnya.
Pada kegiatan ini hadir pula Direktur Keuangan dan Tresuri Universitas Padjadjaran, Dr. Tettet Fitrijanti, S.E., M.Si., Ak serta tim Pengelola ERP Unpad, Abdul Hafizh Arif Mufti, S.T., M.Kom dan Fakhruddin Noor dari Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi dan Transformasi Digital.
Keterlibatan Unpad dalam forum internasional ini memperkuat posisi universitas sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global, sekaligus memastikan bahwa lulusan Unpad siap menghadapi tantangan di masa depan yang digerakkan oleh AI.* (Rilis oleh: Dit. Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad)



The post Unpad Dorong Inovasi Pendidikan Berbasis AI di Oracle AI Applications Forum Indonesia 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Kontribusi akademisi Indonesia kembali mendapat panggung internasional. Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. dari Universitas Padjadjaran tampil sebagai salah satu pembicara dalam Asian Scholars International Conference (ASIC) 2026, forum akademik internasional yang mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi riset Indonesia–Tiongkok dalam bidang inovasi, budaya, dan keberlanjutan. ASIC 2026 yang mengusung tema besar “Strengthening Regional Research through Indonesia–China Collaboration for Innovation, Culture, and Sustainability” digelar di Nanjing Tiongkok pada 18–19 April 2026.
Dalam forum tersebut, Prof. I Made Joni membawakan topik “Nanobubbles-Based Biofilter Technology for Sustainable Water and Health Systems”, yang menyoroti pengembangan teknologi biofilter berbasis nanobubble untuk mendukung sistem air dan kesehatan yang lebih berkelanjutan. Materi presentasi ini menampilkan pendekatan riset yang menghubungkan nanoteknologi, material maju, pengelolaan kualitas air, hingga relevansinya terhadap isu kesehatan lingkungan dan one health. Informasi ini tampak pada materi presentasi yang diunggah pengguna, termasuk judul utama presentasi dan visual pembahasan mengenai kualitas air, nanobubble, serta keterkaitannya dengan sistem kesehatan berkelanjutan.
Secara substantif, topik yang dibawa Prof. I Made Joni sangat selaras dengan arah utama ASIC 2026. Konferensi ini menempatkan kolaborasi lintas negara sebagai instrumen penting untuk menjawab tantangan regional melalui sains, teknologi, pembangunan berkelanjutan, dan kesehatan publik. ASIC 2026 juga menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan, kolaborasi lintas budaya, serta penguatan solusi berbasis riset yang memiliki dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Partisipasi ini tidak hanya mencerminkan pengakuan terhadap kapasitas keilmuan Prof. I Made Joni, tetapi juga memperkuat visibilitas Finder Unpad dan Universitas Padjadjaran dalam lanskap riset internasional. Melalui panggung seperti ASIC 2026, hasil-hasil riset yang dikembangkan di lingkungan akademik Indonesia memperoleh ruang yang lebih luas untuk didiseminasikan, diuji dalam dialog global, dan dipertemukan dengan peluang kolaborasi strategis lintas institusi dan lintas negara. Dalam konteks yang lebih luas, kehadiran ini menunjukkan bahwa kontribusi akademisi Indonesia tidak berhenti pada publikasi, melainkan bergerak ke arah pembentukan jejaring, pengaruh ilmiah, dan solusi nyata bagi persoalan keberlanjutan.
Selain itu, konteks tema yang dibawa juga strategis. Isu kualitas air, kesehatan lingkungan, pencemaran, dan teknologi remediasi semakin menjadi perhatian dunia, terutama ketika dikaitkan dengan ketahanan sistem kesehatan dan keberlanjutan sumber daya. Dengan membawa pendekatan nanobubble-based biofilter technology, Prof. I Made Joni menghadirkan narasi riset yang tidak semata teknis, tetapi juga relevan secara sosial dan kebijakan. Itu penting, karena forum seperti ASIC tidak hanya menilai kebaruan teknologi, tetapi juga relevansi dampaknya terhadap masyarakat dan kawasan.
Bagi Finder, momentum ini layak diposisikan bukan sekadar sebagai dokumentasi partisipasi pembicara, tetapi sebagai bukti penguatan reputasi lembaga dalam bidang riset dan inovasi. Materi presentasi yang menampilkan identitas Finder serta beragam tema riset terkait nanobubble, pengolahan air limbah, mikroplastik, akuakultur, dan sistem pemantauan kualitas air memperlihatkan bahwa riset yang dibawa memiliki portofolio yang kuat dan berorientasi pada problem riil.
Kehadiran Prof. I Made Joni dalam ASIC 2026 menegaskan peran aktif akademisi Indonesia dalam membangun jejaring riset internasional yang relevan dengan tantangan kawasan dan global serta menjadi bagian dari komitmen FiNder untuk terus mendorong riset unggulan Indonesia agar hadir dan berdampak di tingkat internasional. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan, capaian, dan kolaborasi riset Finder, kunjungi laman finder.ac.id dan ikuti berbagai pembaruan informasinya.* (Rilis oleh: Finder Unpad)



The post Bawa Inovasi Nanobubble ke Panggung Global, Prof. I Made Joni Tampil di ASIC 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menggelar peluncuran Kredensial Mikro Mata Kuliah Unpad Luhung yang dilaksanakan secara hybrid di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Kamis, 23 April 2026. Peluncuran tersebut digelar sebagai wujud komitmen Unpad dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, serta relevan dengan dinamika kebutuhan zaman.
“Unpad membuka fasilitas dan proses pendidikan yang ada di Unpad agar bisa juga dinikmati seluruh masyarakat yang memiliki keinginan untuk bisa mendapatkan ilmu dari Unpad. Hari ini kita meluncurkan program di mana ruang kelas kita dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan beberapa ilmu yang ditawarkan oleh Unpad, sehingga tagline kami adalah siapa pun bisa berkuliah di Unpad,” ujar Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita dalam sambutannya.
Program ini menawarkan kesempatan bagi peserta untuk mengakses mata kuliah regular dan merasakan pengalaman belajar layaknya mahasiswa Unpad tanpa perlu mendaftar secara penuh Waktu. Peserta akan terlibat dalam interaksi langsung di ekosistem akademik Unpad, memperoleh Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) sebagai mahasiswa inbound, serta mendapatkan Kartu Hasil Studi (KHS) yang fleksibel untuk konversi kredit.
Rektor menyampaikan harapannya agar ke depan fasilitas ini tidak hanya dapat diakses oleh perorangan, tetapi dapat dilakukan kerja sama formal antara Unpad dan institusi lainnya yang membutuhkan keahlian tertentu. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat memperluas jangkauan kebermanfaatan Unpad yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi agar masyarakat bisa tetap mengikuti perkuliahan tanpa perlu mengikuti perkuliahan secara konvensional.
“Dengan adanya disrupsi teknologi dan skill yang dibutuhkan pada dunia kerja nanti, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi seseorang bisa tetap mengikuti perkuliahan tanpa perlu untuk mengikuti perkuliahan secara konvensional. Ini adalah salah satu bentuk Unpad membantu pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang lebih baik serta memperluas inklusivitas yang tengah kami kembangkan,” Jelas Rektor.
Informasi lebih lanjut serta mata kuliah apa saja yang tersedia di Kredensial Mikro Mata Kuliah ini, calon peserta dapat mengunjungi laman platform pembelajaran Unpad Luhung di https://luhung.unpad.ac.id/
Turut hadir dalam acara peluncuran ini adalah Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad Prof. Maman Setiawan, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad Prof. Rizky Abdulah, serta segenap pimpinan di lingkungan Unpad.* (R02)






The post Luncurkan Kredensial Mikro Mata Kuliah, Siapa pun Bisa Kuliah di Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Pelaksanaan hari ketiga Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026 di Universitas Padjadjaran pada Kamis, 23 April 2026, berlangsung lancar dan tertib. Meskipun terdapat satu peserta yang mengalami cedera, Unpad tetap memastikan hak peserta terpenuhi dengan menyediakan ruang khusus agar yang bersangkutan tetap dapat mengikuti ujian dengan nyaman.
“Hari ini ada peserta yang tidak dapat masuk dengan regular, bukan disabilitas tetapi karena memang kecelakaan. Kami (Unpad) fasilitasi dengan melaksanakannya di tempat khusus, namun tetap dengan pengawasan yang ketat,” jelas Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Peserta tersebut bernama Muhammad Nabil Rifqi yang berasal dari Semarang. Beberapa hari sebelumnya, Nabil Rifqi mengalami kecelakaan sehingga harus menggunakan kruk untuk beraktivitas. Melihat kondisi tersebut, orang tua Nabil Rifqi segera menghubungi pihak Unpad untuk melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan ujian.
“Alhamdulillah, saya cukup terbantu dengan fasilitas yang ditawarkan. Awalnya ruangan saya berada di lantai tiga, kemudian dipindahkan dan difasilitasi di lantai satu agar lebih mudah diakses,” ujar Nabil Rifqi dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad.
Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat empat peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di Unpad pada hari pertama, terdiri dari dua peserta teman Tuli dan dua peserta disabilitas fisik. Untuk mendukung kelancaran ujian, Unit Layanan Disabilitas Unpad menyediakan pendampingan Juru Bahasa Isyarat (JBI) bagi peserta teman Tuli serta fasilitas penunjang yang ramah disabilitas (barrier-free). Penyediaan fasilitas ini merupakan salah satu bentuk komitmen Unpad mewujudkan pendidikan inklusif.
“Selama pelaksanaan UTBK, saya bisa memahami arahan dengan bantuan JBI,” ujar Nindira Aulia, salah satu peserta UTBK yang mengaku terbantu dengan kehadiran JBI di Unpad.
Sementara Bilqis Dwi Purnamas, peserta disabilitas fisik, mengaku sangat terbantu dengan layanan yang disediakan panitia UTBK di Unpad. “Pihak Unpad menanyakan apakah saya menggunakan kursi roda atau alat bantu lainnya, artinya mereka siap memberikan bantuan. Sejauh ini saya merasa cukup terbantu dengan seluruh prosesnya,” ujar Bilqis.
Rektor Tinjau Pelaksanaan
Pada hari yang sama, Rektor Unpad turut melakukan peninjauan pelaksanaan UTBK yang bertempat di Gedung Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS). Peninjauan tersebut didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan, bersama Koordinator Pelaksana UTBK Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., serta Koordinator TIK Pusat UTBK Unpad 2026, Rafly Chalil, S.Si.
“Syukur Alhamdulillah, tahun ini berjalan lebih baik. Mudah-mudahan akan terus baik sampai berakhirnya pelaksanaan ujian,” ujar Rektor Unpad
Lebih lanjut, Rektor Unpad menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi kecurangan dalam pelaksanaan UTBK. Ia menegaskan, potensi kecurangan dapat diantisipasi dengan baik karena Unpad telah memanfaatkan teknologi yang lebih canggih, seperti sistem pengenalan berbasis kecerdasan buatan (artificial recognition).
“Kami sudah menggunakan teknologi yang lebih baik sehingga memudahkan untuk melakukan deteksi sejak awal. Selain itu, kerja sama dengan panitia pusat juga semakin baik, sehingga mitigasi terhadap potensi kecurangan dapat dilakukan dengan lebih optimal,” kata Rektor.
Pelaksanaan UTBK di Unpad dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 25 April 2026. Unpad berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelaksanaan ujian agar tetap kondusif dan bebas dari kecurangan hingga hari terakhir.* (R01)



(Foto-foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)*
The post Peserta Cedera dan Disabilitas Tetap Nyaman Ikuti UTBK SNBT 2026 di Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyelenggaraan Program Magang Mahasiswa yang dilaksanakan di Executive Lounge Unpad, Jl. Dipati Ukur 35 Bandung, Selasa 21 April 2026. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri dalam menyiapkan mahasiswa yang siap menghadapi dunia.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa Unpad untuk mengikuti program magang di lingkungan industri. Program magang ini menjadi sangat penting untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan dunia kerja, sehingga diharapkan tidak ada kesenjangan antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Prof. Zahrotur menjelaskan bahwa kegiatan magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga bagian dari upaya mendekatkan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri. Dalam hal ini, Unpad terbuka untuk terus menyesuaikan pendekatan pembelajaran agar relevan dengan perkembangan dunia kerja.
“Kami sangat terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama, termasuk dalam merancang program pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri. Harapannya, kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Prof. Zahrotur. .
Sementara itu, General Manager HRD PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Roslina Sangaji menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di masa yang akan datang. Program magang bagi mahasiswa ini ditujukan untuk menjaring talenta terbaik dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia, termasuk Unpad, dengan memberikan fasilitas yang memadai selama pelaksanaan magang.
“Melalui program ini mahasiswa akan mendapatkan dukungan penuh, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga pendampingan mentor. Kami ingin memastikan peserta magang memperoleh pengalaman yang optimal selama berada di lingkungan kerja,” jelas Roslina.
Lebih lanjut, Roslina menyampaikan harapannya agar program ini dapat menjadi langkah awal dalam mencetak tenaga profesional Indonesia yang mampu mengisi berbagai posisi strategis di industri, termasuk pada bidang teknik dan manajerial.
“Ke depan, kami berharap posisi-posisi strategis yang saat ini masih diisi oleh tenaga kerja asing dapat digantikan oleh talenta lokal, kami menyiapkan bibit-bibit SDM unggul sejak dini melalui program magang,” jelasnya.* (R02)






The post Jaring Talenta Terbaik, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park Buka Program Magang bagi Mahasiswa Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan Universitas Padjadjaran menjajaki kolaborasi membangun ekosistem ubi terintegrasi di lahan transmigrasi. Kolaborasi ini dibangun untuk mendukung implementasi swasembada pangan nasional.
Dalam rangka hal tersebut, Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Padjadjaran dan diterima oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita. Kunjungan dilaksanakan di Gedung Pusat Riset Ubi Jalar atau PRAISE (Padjadjaran Center for Sweet Potato Research & Innovation Excellence) dan Gedung Rektorat di Unpad Kampus Jatinangor pada Rabu 22 April 2026. Hadir pula dalam kunjungan tersebut Ketua PRAISE Unpad, Prof. Agung Karuniawan.
"Apa yang kami kerjakan adalah untuk mengimplementasikan arahan Presiden RI terkait swasembada pangan. Transmigrasi kekuatannya memiliki lahan dan memiliki transmigran sebagai tenaga kerja, sementara di sisi lain kami masih memiliki sejumlah tantangan," ujar Menteri Iftitah.
Tantangan tersebut meliputi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, investasi atau modal, dan obstaker atau pihak yang berperan menyerap hasil panen.
"Ini akan kami 'kawinkan' antara kekuatan transmigrasi lahan dan tenaga kerja, dengan yang dimiliki oleh Unpad yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian investasinya dari dunia usaha dan obstaker. Kalau ini di-combine insyaallah akan bisa mendapatkan hasil maksimal," ujar Menteri Iftitah yang meraih gelar Doktor dari FISIP Unpad pada Juli 2025 lalu.
Sementara Rektor Unpad menyampaikan, Pusat Riset Ubi Jalar Unpad mengembangkan ubi jalar yang berasal tidak hanya dari Jawa Barat, tetapi juga ubi dari daerah lain di Indonesia.
"Mudah-mudahan ke depan kita dapat melakukan riset di bidang bibit, lalu bibit ini akan ditanam oleh masyarakat di lokasi transmigrasi sehingga akan menjadi nilai tambah bagi bibit itu sendiri dan juga ketahanan pangan nasional," ujar Rektor.
Selama ini, lanjut Rektor, Unpad telah melakukan pembinaan terhadap sejumlah petani di beberapa daerah di Jawa Barat. Namun jika dibandingkan skala industri, hal tersebut masih relatif kecil untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Untuk itu, Unpad merancang skema kolaborasi yang melibatkan beberapa pihak seperti Kementerian Transmigrasi, Kementerian Pertanian, dan Dinas Pertanian Pemerintahan Daerah.
"Dengan bantuan Kementerian Transmigrasi, kita pikirkan bagaimana agar ini dapat diperluas sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang memperoleh manfaat dari adanya pusat pengembangan ubi di Unpad," ujar Rektor.*









The post Kementerian Transmigrasi dan Unpad Jajaki Kolaborasi Bangun Ekosistem Ubi Terintegrasi di Lahan Transmigrasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Bioekonomi global diproyeksikan mencapai US$4,8 triliun pada 2030, namun kontribusi ASEAN masih di bawah 8 persen, sementara komunitas lokal hanya memperoleh kurang dari 5 persen nilai akhir produk. Kondisi ini mendorong penerapan pendekatan Humanity-Centered Design (HCD++) untuk mewujudkan bioekonomi yang lebih berkeadilan di Indonesia.
Demikian disampaikan oleh Dr. Dwi Purnomo, STP., M.T., pendiri The Local Enablers (TLE) & Design Thinking Academy (DTA) sekaligus dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad, ketika memberikan pemaparan berjudul “HCD++ (Humanity-Centered Design in Bio-Economy): From Research Excellence to Societal Impact dalam kegiatan Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) Mini Workshop on Bioeconomy yang dilaksanakan di eL Hotel Bandung pada Kamis, 9 April 2026.
“HCD++ mengorganisasikan ruang desain ke dalam lima dimensi yang saling terhubung, masing-masing sebagai sudut pandang, bukan sekadar daftar periksa. Di bagian inti terdapat planet, manusia, produk, dan profit, yang disatukan oleh proses desain yang terintegrasi,” ujE Dwi.
HCD++ mengusung lima dimensi utama, yakni keadilan sosial, kesejahteraan holistik, sirkularitas, bioinspirasi, dan pemikiran sistem. Pendekatan ini juga melibatkan berbagai sektor melalui kelompok kerja, mulai dari sumber daya terbarukan, produksi berkelanjutan, inovasi teknologi, hingga kebijakan strategis.
“Dalam bioekonomi, setiap dimensi menjadi kriteria evaluasi yang ketat, bukan sekadar pernyataan nilai, melainkan batasan desain yang menentukan apakah suatu inovasi layak untuk dikembangkan dan diperluas.
Melalui pendekatan HCD++, para peneliti dan pemangku kepentingan didorong tidak hanya menciptakan inovasi, tetapi juga merancang sistem yang memastikan manfaatnya dirasakan secara adil oleh masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara keunggulan riset dan dampak nyata, sekaligus mendorong terwujudnya bioekonomi Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Workshop yang berlangsung pada Senin-Jumat, 6-10 April 2026 ini diselenggarakan oleh Unpad sebagai tuan rumah dan IPB University sebagai pengusul proyek, serta menghadirkan perwakilan DAAD, Dr. Guido Schnieders. Kegiatan ini turut menampilkan pembicara kunci Prof. Oliver Gailing dan Prof. Dirk Hölscher dari University of Göttingen yang memaparkan perkembangan bioekonomi di Jerman, khususnya dalam bidang genetika hutan dan ekologi, serta perspektif kebijakan bioekonomi di Indonesia oleh Prof. Heri Kuswanto.* (R01)
The post Wujudkan Bioekonomi Berkeadilan Melalui Pendekatan Humanity-Centered Design appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita meresmikan Klinik Pratama dan Apotek Pendidikan Unpad Dago, di Jalan Ir. H. Djuanda No. 248 Bandung, pada Selasa, 21 April 2026. Peresmian fasilitas ini merupakan salah satu wujud nyata dalam peningkatan pelayanan kesehatan sekaligus penguatan tridarma perguruan tinggi di lingkungan Unpad.
“Klinik dan apotek ini ini merupakan gabungan antara pelayanan kepada masyarakat sekaligus fasilitas pendidikan bagi mahasiswa, sehingga mudah-mudahan sinergi ini dapat menjadi manfaat bagi semua, tidak hanya bagi sivitas akademika Unpad tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Rektor menyampaikan bahwa melalui fasilitas klinik dan apotek ini masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih prima. Tidak hanya itu, fasilitas ini juga diharapkan dapat menjadi wahana pendidikan bagi mahasiswa kesehatan Unpad sebagai bagian dari langkah Unpad membantu pemerintah dalam percepatan penyediaan tenaga kesehatan di Indonesia.
Lebih lanjut, Direktur Klinik Pratama Unpad Dago dr. Azzimi, AIFO-K, menjelaskan bahwa klinik dan apotek pendidikan Unpad diharapkan dapat menjadi wahana pembelajaran sekaligus tempat pengembangan inovasi pelayanan kesehatan berbasis akademik bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional yang sesungguhnya.
“Kami berharap klinik pratama dan apotek pendidikan Unpad ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, serta menjadi langkah awal menuju pengembangan layanan kesehatan yang unggul dan profesional,” jelasnya.
Turut hadir dalam acara peresmian ini antara lain adalah Wakil Ketua MWA Unpad Prof. Arry Bainus, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad Prof. Maman Setiawan, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, serta segenap pimpinan di lingkungan fakultas dan universitas.* (R02)












The post Rektor Resmikan Klinik Pratama dan Apotek Pendidikan Unpad di Dago Bandung appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Antusiasme peserta pada hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026 di Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor terlihat tinggi sejak dini hari, bahkan sebagian peserta telah datang sejak subuh sebelum ujian dimulai. Dari total 6.632 peserta terdaftar, sebanyak 1.350 peserta dijadwalkan mengikuti ujian pada hari pertama pada Selasa, 21 April 2026, dengan 46 peserta tercatat tidak hadir, 34 orang pada sesi pagi dan 12 orang pada sesi siang.
“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya hampir selalu ada peserta yang terlambat, tahun ini sudah tidak ada lagi keterlambatan. Kami juga berhasil meminimalisir kekurangan dokumen peserta,” papar Koordinator UTBK Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, SS., MA., Ph.D. dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Selasa, 21 April 2026.
Tahun ini, jumlah peserta UTBK di Unpad mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun terjadi peningkatan pada sarana dan prasarana. Penurunan ini dipengaruhi oleh perubahan sistem pemilihan lokasi ujian, di mana peserta kini hanya memilih kabupaten/kota, bukan langsung perguruan tinggi.
“Bisa jadi peserta yang sebelumnya memilih Unpad karena lokasinya lebih dekat ke Bandung Timur, merasa khawatir jika memilih Kabupaten Sumedang akan terdistribusi ke PTN lain di Sumedang yang jaraknya lebih jauh,” kata Inu.
Sejak tahun lalu (Baca: Tidak Ada Peserta Terlambat Datang, Pelaksanaan Hari Pertama UTBK di Unpad Berjalan Lancar), Unpad telah mengintensifkan upaya sosialisasi kepada peserta UTBK dengan mengirimkan WA Blast secara berkala mulai H-2 hingga H-1 pelaksanaan ujian. Selain itu, Unpad juga aktif menyampaikan informasi teknis melalui kanal media sosial resmi Kanal Media Unpad (YouTube, TikTok dan Instagram), guna memastikan peserta memahami dengan baik seluruh ketentuan dan persiapan yang diperlukan.
Unpad juga memastikan kesiapan infrastruktur UTBK dengan mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana sejak jauh hari, termasuk pengecekan PC client sesuai standard pusat, kelayakan ruangan, hingga akses bagi peserta disabilitas. Unpad menyiagakan 38 teknisi ruang untuk 25 ruangan serta dukungan kelistrikan dari petugas PLN dan lima genset di berbagai titik, sehingga potensi gangguan teknis dapat diantisipasi dengan baik.
“Sejak awal, kami (Unpad) sudah mempersiapkan semua sarana perasaan dan pendukung ujian, sehingga (sejauh ini) tidak terjadi kendala teknis di lapangan,” papar Inu.
Pada hari pertama, terdapat empat peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di Unpad. Untuk mendukung kelancaran ujian, Unpad menempatkan peserta di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang memiliki fasilitas ramah disabilitas (barrier-free) serta menyediakan pendampingan Juru Bahasa Isyarat (JBI). Kanal Media Unpad turut mewawancarai dua peserta, yakni peserta dengan disabilitas fisik Bilqis Dwi Purnamas dan peserta yang merupakan teman Tuli, Nindira Aulia Putri.
“Pihak Unpad menanyakan apakah saya menggunakan kursi roda atau alat bantu lainnya, artinya mereka siap memberikan bantuan. Sejauh ini saya merasa cukup terbantu dengan seluruh prosesnya,” ujar Bilqis yang juga mengatakan bahwa Unpad kampus impiannya.
Sementara Nindira Aulia mengaku terbantu dengan kehadiran JBI dan berharap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri setelah mengikuti UTBK di Unpad.
“Selama pelaksanaan UTBK, saya bisa memahami arahan dengan bantuan JBI,” ujar Nindira Aulia.
Cegah Kecurangan
Didasarkan pada temuan tahun lalu (Baca: Salah Satu Terduga Joki Terdaftar Mengikuti UTBK di Unpad) , di mana lebih dari 90 persen kasus perjokian melibatkan peserta yang mendaftar ke program studi kedokteran, tim SNPMB Pusat mendorong penerapan strategi khusus. Unpad mengelompokkan mayoritas peserta program studi kedokteran pada sesi 1 dan sesi 2 guna memperketat pengawasan. Jika terindikasi kecurangan, peserta diizinkan menyelesaikan ujian, lalu diverifikasi. Apabila terbukti, akan diminta menandatangani berita acara serta dilaporkan ke Panitia Pusat.
“Bagi peserta yang dilaporkan melakukan kecurangan, hasil ujiannya tidak akan di-scoring sehingga yang bersangkutan tidak akan memperoleh sertifikat UTBK,” kata Inu.
Inu berharap pelaksanaan UTBK di Unpad dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis yang mengganggu konsentrasi dan kenyamanan peserta. Selain itu, Ia juga mengimbau sivitas akademika untuk memahami kondisi selama pelaksanaan ujian, mengingat adanya potensi interaksi dengan aktivitas kampus sehari-hari, serta turut menjaga suasana kondusif.* (R01)









(Foto-foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)
The post Hari Pertama UTBK-SNBT 2026 di Unpad, Tidak Ada Peserta Datang Terlambat appeared first on Universitas Padjadjaran.