DIREKTORAT PERENCANAAN, SISTEM INFORMASI DAN TRANSFORMASI DIGITAL

SIAT AKADEMIK

SIAT KEMAHASISWAAN

SIAT KEPEGAWAIAN

SIAT E-OFFICE

SIAT PERENCANAAN

SIAT KKI-D

SIAT KKI-T

ERP by ORACLE

PORTAL STAFF UNPAD

PORTAL STUDENT UNPAD

PENGUMUMAN

Jadwal Penginputan Rencana Anggaran dan Rincian item barang dan jasa Tahun 2024

FENDRIA YUDHA [ 13-11-2023 12:48 ]

Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.


Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:

Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan

  • Jadwal Pengumpulan Dokumen RKAT 2024 Unit yang disahkan oleh pimpinan unit :
    Tanggal 13 Desember 2023 - 5 Januari 2024
    Format RKAT
    1. Pendahuluan
  • 1.1. Umum (Deskripsi umum unit, tantangan dan peluang, gambaran umum strategi pencapaian kinerja untuk mencapai IKU Renstra dan DIKTI, gambaran umum Proker tahun 2024)
  • 1.2. Rencana Strategis Unit Sebagai turunan dari rencana Strategis universitas, Indikator Kinerja dan target kinerja tahun 2020 - 2024 sebagai turunan IKU renstra dan IKU kemdikbud unit tahun 2020 - 2024)
  • 1.2. Pohon Kinerja
    2. Kinerja Tahun 2023 dan Rencana Kinerja Tahun 2024
    2.1. Capaian Kinerja tahun 2023 dan Rencana kinerja tahun 2024
    2.2. Rencana Program dan Kegiatan tahun 2024 (menguraikan Program kegiatan dan nilai pada tahun 2024- tabel dan deskripsi(hirarki prog dan kegiatan mengacu pada kelompok program dan kegiatan disiat perencanaan)
    2.3. Sumber Pembiayaan (menguraikan sumber penerimaan dan nilai penerimaan pada tahun 2024- tabel dan deskripsi)
  • 3. Penutup
  • 4. lampiran
    1. tabel Detail Rencana Program dan Kegiatan 2024
  • 2. Table Detail Rencana Penerimaan 2024
    3. Pohon Kinerja

Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:

Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)

Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.

Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

BERITA UNPAD

Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Unpad Gelar PPM Internasional di Desa Wisata Lebang Muncang Ciwidey

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Internasional bertajuk “From Local Charm to Global Service: Multilingual Hospitality for Eco-Tourism in Lebak Muncang Village, Ciwidey”. Kegiatan yang didanai oleh Program Equity World Class University (WCU) PPM Internasional ini berlangsung di Aula Balai Pertemuan Desa Lebak Muncang, Ciwidey, Kabupaten Bandung pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Lebak Muncang, Diki Darmawan, S.IP., dan dihadiri oleh 33 peserta yang merupakan para pemandu wisata lokal. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Unpad dalam memberdayakan masyarakat desa wisata melalui pendekatan kolaborasi internasional, melibatkan akademisi dari Peking University (Tiongkok) dan Universiti Putra Malaysia (Malaysia), serta berbagai pemangku kepentingan lokal.

Desa Wisata Lebak Muncang menyimpan potensi wisata alam dan budaya yang sangat kaya, mulai dari kebun strawberry, lahan sayur-mayur, hingga kekayaan seni tradisional dan beragam produk olahan lokal seperti keripik stroberi, kerupuk stroberi, agar stroberi, dodol stroberi, dan kopi luwak khas Lebak Muncang. Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya dapat dinikmati wisatawan mancanegara akibat sejumlah hambatan yang perlu segera diatasi.

Kegiatan ini terdiri dari dua sesi utama, pertama berupa pelatihan bahasa asing (Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris) yang difasilitasi oleh Arbi Abdul Kahfi, S.AB., MBA. dan M. Annas Zaenulloh, S.S., M.TCSOL, dengan dukungan 4 mahasiswa asing dari Tiongkok, 1 mahasiswa asing dari Malaysia, dan 2 mahasiswa Universitas Padjadjaran. Sesi ini menghasilkan 1 modul pembelajaran bahasa asing beserta konten digital yang dapat digunakan secara mandiri oleh masyarakat.

Sesi kedua berupa pendampingan dan konsultasi bersama para narasumber. Secara bersamaan dengan sesi pelatihan, para narasumber asing melakukan observasi lapangan ke berbagai titik potensi desa, meliputi kebun stroberi, lahan sayur-mayur, potensi wisata budaya dan alat musik tradisional, serta produk olahan warga. Hasil observasi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi yang kaya dalam sesi pendampingan bersama seluruh peserta.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Prof. Xiang Yong (Peking University, Tiongkok), Dr. Sharon Ong Yong Yee (Universiti Putra Malaysia, Malaysia), Dr. Nurillah Jamil Achmawati Novel, S.AB., MBA. (Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran, Indonesia — Ketua Tim PPM), dan Yang Nadia Miranti, S.Hum., M.Pd. (Universitas Brawijaya, Indonesia).

Hasil observasi lapangan oleh para narasumber asing menjadi bahan diskusi yang kaya dalam sesi pendampingan dan konsultasi. Sejumlah permasalahan teridentifikasi selama kegiatan berlangsung.

Pertama, kendala komunikasi dengan wisatawan mancanegara masih menjadi hambatan utama. Kedua, perbedaan budaya dan kebiasaan turut menjadi tantangan tersendiri, salah satu contohnya adalah pada usaha homestay, di mana tamu asing umumnya mengharapkan fasilitas kamar mandi dengan shower dan WC duduk. Ketiga, pelaku usaha lokal menghadapi kesulitan dalam menarik minat wisatawan terhadap produk lokal, khususnya alat musik tradisional. Keempat, produksi makanan dan minuman lokal yang masih bersifat by order menyebabkan keterbatasan stok sehingga tidak dapat memenuhi permintaan mendadak dalam jumlah besar. Kelima, desa wisata ini belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku untuk mengatur kebersihan dan kualitas pelayanan secara konsisten.

Dr. Sharon Ong Yong Yee merekomendasikan pemanfaatan aplikasi penerjemah berbasis gawai yang mudah diakses, baik yang berbayar maupun gratis, sebagai solusi praktis mengatasi kendala komunikasi. Ia juga menyarankan agar implementasi lebih lanjut dapat menjadi agenda keberlanjutan program PPM berikutnya.

Prof. Xiang Yong, didampingi oleh Nadia Miranti, S.Hum., M.Pd., menekankan pentingnya pemahaman sejarah kerja sama Indonesia, khususnya Bandung, dengan negara-negara Asia sebagai fondasi untuk membangun visi bersama dalam pengembangan desa yang berkelanjutan. Menurutnya, Bandung memiliki daya tarik luar biasa, baik dari sisi alam maupun budaya, sehingga perlu memiliki representasi layanan yang terstandarisasi. Prof. Xiang dan Nadia juga menyarankan agar Desa Lebak Muncang dapat belajar dari praktik terbaik desa wisata lain di Indonesia, seperti kawasan Borobudur Magelang dan Kampung Warna-Warni.

Lebih lanjut, Prof. Xiang menegaskan bahwa Universitas Padjadjaran sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat perlu terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional, agar kegiatan PPM tidak berhenti hanya sebagai program insidental, melainkan menjadi upaya berkelanjutan yang benar-benar mampu menyelesaikan permasalahan nyata masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan bahasa. Ini adalah jembatan antara potensi lokal yang luar biasa dengan standar layanan yang diharapkan wisatawan internasional. Kami berharap program ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih panjang dan berdampak nyata bagi masyarakat Desa Lebak Muncang dan Indonesia,” ujar Prof. Xiang Yong, Peking University, Tiongkok

Sebagai bentuk akuntabilitas program, kegiatan PPM Internasional ini menghasilkan sejumlah luaran konkret:

  1. Satu modul pembelajaran bahasa asing (Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris) yang disesuaikan dengan konteks desa wisata dan hospitalitas;
  2. Konten digital pendukung pembelajaran bahasa asing untuk digunakan secara mandiri oleh masyarakat;
  3. Dokumentasi hasil observasi potensi Desa Wisata Lebak Muncang sebagai dasar rekomendasi pengembangan berkelanjutan;
  4. Jaringan kerja sama internasional antara Unpad, Peking University, Universiti Putra Malaysia, dan Universitas Brawijaya dalam kerangka pengabdian masyarakat berbasis riset.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen Universitas Padjadjaran dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang Pengabdian kepada Masyarakat, dengan standar internasional. Dengan dukungan penuh dari Program Equity WCU PPM Internasional, Unpad berharap kegiatan ini menjadi titik awal dari program pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi Desa Wisata Lebak Muncang dan desa-desa wisata lainnya di Indonesia.* (Rilis oleh: Arbi/DRHPM Unpad)

Sumber: https://drhpm.unpad.ac.id/unpad-gelar-ppm-internasional-di-desa-wisata-lebak-muncang-ciwidey-kabupaten-bandung-dorong-hospitalitas-multibahasa-untuk-pariwisata-berkelanjutan/

The post Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Unpad Gelar PPM Internasional di Desa Wisata Lebang Muncang Ciwidey appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Tandatangani MoU dengan FORSEAA untuk Bina UMKM Jangkau Pasar Internasional

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) / Nota Kesepahaman dengan Forum of Small Medium Economic Africa ASEAN (FORSEAA) tentang pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar menjangkau pasar internasional. Penandatanganan dilaksanakan di Executive Lounge Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Kamis 7 Mei 2026.

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Utusan Khusus Presiden Republik Seychelles untuk ASEAN yang juga pendiri FORSEAA, Nico Barito. Seychelles adalah negara kepulauan yang berlokasi di pantai timur Afrika. Dalam MoU ini antara lain disepakati bahwa kedua pihak akan mengindentifikasi program pengembangan UMKM di sekitar Unpad, membangun pusat unggulan dan destinasi baru wisata ekokultural, serta melakukan pengembangan budidaya ikan air tawar di Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menyampaikan bahwa kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen Unpad dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat melalui pendidikan, riset, dan pengabdian yang berdampak. Rektor menambahkan bahwa kolaborasi internasional seperti ini juga membuka peluang bagi sivitas akademika Unpad untuk terlibat dalam pengembangan riset, inovasi, dan jejaring global yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan UMKM dan potensi lokal,” kata Rektor.

Sementara itu, Nico Barito mengatakan kolaborasi antara FORSEAA dan Unpad menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Afrika dan ASEAN melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis lokal. Dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong inovasi, riset, dan pengembangan kapasitas masyarakat melalui kolaborasi lintas negara.

“UMKM memiliki kekuatan besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, kolaborasi seperti ini penting untuk membuka akses yang lebih luas agar produk-produk lokal dapat berkembang dan memiliki daya saing di pasar internasional,” ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut Unpad dan FORSEAA diharapkan dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendorong produk dan potensi lokal agar semakin dikenal di tingkat internasional.* (R02)

The post Unpad Tandatangani MoU dengan FORSEAA untuk Bina UMKM Jangkau Pasar Internasional appeared first on Universitas Padjadjaran.

Rektorat Unpad Gelar Sesi Sharing Bersama Perwakilan Mahasiswa

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menggelar sesi sharing antara jajaran pimpinan universitas dengan perwakilan mahasiswa di Lapangan Basket Bale Santika, Kampus Unpad Jatinangor, Senin 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan pimpinan universitas untuk membahas berbagai isu akademik, kemahasiswaan, hingga fasilitas penunjang kegiatan belajar di lingkungan kampus.

Kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, bersama sejumlah pimpinan unit di lingkungan Unpad, diantaranya Direktur Akademik, Direktur Kemahasiswaan, Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola, Direktur Pengelolaan Aset, Sarana dan Prasarana, Direktur Pemasaran, Direktur Keuangan dan Tresuri, Direktur Pengelolaan Bisnis, Direktur Pendidikan Non Gelar, Kepala Kantor Layanan Kemahasiswaan, Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, serta sejumlah perwakilan wakil dekan fakultas, termasuk Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi. Kegiatan turut difasilitasi oleh Muhammad Naim selaku anggota Majelis Wali Amanat Mahasiswa Unpad.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan terkait fasilitas dan infrastruktur kampus, akses terhadap program beasiswa, hingga penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT). Pimpinan universitas memberikan penjelasan serta tanggapan secara langsung terhadap berbagai isu yang disampaikan mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan bahwa forum seperti ini penting untuk menjaga komunikasi dua arah antara mahasiswa dan universitas. Melalui dialog terbuka, universitas berharap dapat memahami kebutuhan mahasiswa secara lebih dekat sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara kolaboratif.

Ke depan, kegiatan sharing dan silaturahmi antara pimpinan universitas dan mahasiswa ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin sebagai wadah komunikasi, penyerapan aspirasi, serta penguatan hubungan antara mahasiswa dan pihak universitas. Dengan forum yang berkelanjutan, Unpad berharap berbagai masukan mahasiswa dapat ditindaklanjuti secara lebih terarah dan konstruktif.

Kegiatan silaturahmi ini juga menjadi bagian dari upaya Unpad dalam memperkuat ekosistem akademik yang inklusif, partisipatif, dan responsif terhadap aspirasi mahasiswa.* (Rilis oleh: Dit. Pemasaran Unpad)

The post Rektorat Unpad Gelar Sesi Sharing Bersama Perwakilan Mahasiswa appeared first on Universitas Padjadjaran.

Lulus Program Fast Track S1-S2 dan Terbitkan Karya Ilmiah di Jurnal Q1, Launa Silky Jadi Wisudawan Terbaik

[Kanal Media Unpad] Ketertarikan pada dunia riset membawa lulusan Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran, Launa Silky Karenindra Rokhmat, meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Magister. Melalui program fast track, Launa berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister dalam waktu relatif singkat sekaligus mencatatkan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi Q1.

Launa dilantik menjadi wisudawan pada Upacara Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Iwa Koesoemasoemantri Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Selasa 5 Mei 2026.

Launa mengaku proses adaptasi pada awal perkuliahan tidak mudah, tetapi dukungan lingkungan dan teman-teman membuatnya perlahan menikmati proses belajar hingga akhirnya mampu menyelesaikan studi dengan baik. Launa menyampaikan bahwa pencapaian sebagai wisudawan terbaik jenjang Magister merupakan hasil dukungan dari berbagai pihak yang mendampinginya selama proses studi dan penelitian.

“Bagi saya, pencapaian ini bukan semata hasil usaha saya sendiri, melainkan karena dukungan dari orang-orang di sekitar saya,” kata Launa.

Launa menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan magister dirinya lebih banyak fokus pada studi dan penelitian, hingga sempat menjadi asisten laboratorium untuk kegiatan praktikum. Sementara saat jenjang sarjana Launa aktif mengikuti organisasi dan kepanitiaan sebagai sarana mengembangkan kemampuan bekerja sama dan pengalaman organisasi.

Ketertarikan menjadi peneliti sejak jenjang sarjana menjadi motivasi terbesarnya mengikuti program fast track karena program tersebut menjadi peluang untuk mempertahankan momentum belajar sekaligus memperluas pengalaman riset. Selain itu, adanya peluang pendanaan dan hibah penelitian untuk mahasiswa magister semakin mendorongnya mengambil jalur percepatan studi tersebut.

Meski demikian, menjalani program fast track tidak lepas dari tantangan karena dirinya harus menjalani transisi dari jenjang sarjana ke magister dalam waktu singkat, sambil tetap menjaga progres penelitian agar berjalan sesuai target. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya muncul saat melakukan penelitian terkait pengembangan material Molecularly Imprinted Polymers untuk sensor HbA1c sebagai biomarker diabetes. Dalam prosesnya, eksperimen harus berulang kali dilakukan karena material yang disintesis belum memberikan respons sensor sesuai harapan.

“Dalam beberapa percobaan polimer yang saya sintesis belum terbentuk dengan baik atau respons sensornya belum sesuai harapan, sehingga eksperimen harus diulang berkali-kali. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa penelitian merupakan proses panjang yang membutuhkan evaluasi dan ketekunan,” ujarnya.

Selain aktif melakukan penelitian, dirinya juga berhasil menerbitkan artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi Q1. Proses publikasi tersebut dimulai dari menentukan topik penelitian yang relevan dan memiliki unsur kebaruan (novelty). Menurutnya, tantangan terbesar dalam publikasi ilmiah adalah memastikan data penelitian benar-benar kuat dan konsisten. Selain itu, proses revisi dari reviewer juga membutuhkan ketelitian karena setiap komentar harus dijawab dengan argumentasi yang didukung data penelitian.

“Kadang kami juga perlu mengecek ulang hasil penelitian atau menambahkan data analisis tertentu agar penjelasannya lebih lengkap,” jelas Launa.

Launa menyampaikan bahwa dukungan Unpad dalam fasilitas penelitian dan pendanaan publikasi ilmiah sangat membantu selama proses tersebut. Ke depan, diharapkan Unpad dapat terus meningkatkan dukungan bagi mahasiswa, khususnya dalam bidang riset dan publikasi ilmiah, berupa peningkatan fasilitas penelitian, akses jurnal internasional, ruang belajar yang nyaman, hingga program pengembangan akademik seperti pelatihan penulisan artikel ilmiah dan konferensi.

Lebih lanjut, Launa berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal-hal baru dan tetap konsisten menjalani proses belajar karena setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing, sehingga tidak perlu terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain.

Trust the process, karena setiap pengalaman pasti membawa pelajaran bagi kita,” pungkasnya.* (R02)

Daftar Publikasi:

  1. Hydrogel Molecularly Imprinted Polymer-Based Electrochemical Sensor on Gold Modified Screen-Printed Carbon Electrodes for Stable and Selective HbA1c Detection (Q1)
  2. Molecularly Imprinted Polymer Technology for Electrochemical Detection of Diabetes-Related Biomarkers (Q1)
  3. Advances in molecularly imprinted polymers with catalityc activity for healthcare and environmental application (Q1)
  4. Penentuan Kadar Asam Folat dalam Konjungat Folat Termodifikasi Silan dengan Spektrofolometer UV (Jurnal e-ISSN)
  5. Molecularly imprinted polymers based electrochemical sensor detection of ephitelial sodium channel protein as a biomarker of salt-sensitive hypertension (Q1)
  6. Recent Advances in Molecularly Imprinted Polymer-Based Sensors for Porcine Protein and DNA Detection (Q1)

The post Lulus Program Fast Track S1-S2 dan Terbitkan Karya Ilmiah di Jurnal Q1, Launa Silky Jadi Wisudawan Terbaik appeared first on Universitas Padjadjaran.

Marine Tourism Festival (MTF) 5.0, Penguatan Pariwisata Bahari Berkelanjutan melalui Pendekatan Blue Economy

[Kanal Media Unpad] Program Studi Pariwisata Bahari Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Marine Tourism Festival (MTF) 5.0 sebagai upaya mendorong pengembangan sektor pariwisata bahari yang berkelanjutan di Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di Bale Sawala, Universitas Padjadjaran, pada 4 Mei 2026 ini mengusung tema “The Blue Paradox: Absolute Beauty, Cultural Power, and Who Really Owns The Ocean?”. Kegiatan menghadirkan berbagai rangkaian acara yang bersifat edukatif dan inspiratif, seperti talkshow, workshop, booth interaktif, serta pertunjukan seni.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2022, Marine Tourism Festival secara konsisten berperan dalam memperkenalkan potensi pariwisata bahari Indonesia kepada khalayak luas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, sejalan dengan prinsip ekowisata dan ekonomi biru.

Tema yang diusung merepresentasikan kontradiksi dalam pariwisata bahari. Di satu sisi, laut dipromosikan sebagai simbol keindahan yang dapat dinikmati semua orang, namun di sisi lain eksploitasi berlebihan justru dapat memicu kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial. Tema ini juga menyoroti kekuatan budaya lokal dalam menjaga nilai-nilai laut serta mempertanyakan siapa pihak yang sebenarnya memperoleh akses dan keuntungan terbesar dari sektor pariwisata bahari.

Acara ini menghadirkan keynote speaker Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dr. Iendra Sofyan, S.T., M.Si., yang menyampaikan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya pada sektor pariwisata bahari di Indonesia.

Pada sesi talkshow utama bertajuk “Antara Cuan dan Kelestarian: Are We Building or Slowly Breaking Our Marine Tourism?”, peserta mendapatkan wawasan dari para narasumber yang berkompeten di bidang pariwisata bahari dan keberlanjutan, yaitu Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Ir. Dyah Ayu P, M.Si., perwakilan WWF Indonesia, Dr. Imam Musthofa Zainudin, serta dosen Pariwisata Bahari Unpad, Mochamad Candra Wirawan Arief, Ph.D. dengan moderator Dr. Sheila Zallesa, S.Kel., M.I.L.

Diskusi tersebut membahas tantangan pengembangan wisata bahari di Indonesia, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, hingga langkah strategis dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.

Selain itu, terdapat pula sesi diskusi bertajuk “Marine Ecosystem Health: The Real Indicator of Sustainable Blue Economy” yang menghadirkan Founder Ocean Young Guard, Aidin Fitrah Bachtiar selaku, yang membahas pentingnya kesehatan ekosistem laut sebagai indikator utama dalam mewujudkan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Melalui Marine Tourism Festival 5.0, diharapkan mahasiswa dan masyarakat luas dapat lebih memahami potensi besar sektor pariwisata bahari Indonesia serta turut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut di masa mendatang.*

Sumber: https://vokasi.unpad.ac.id/marine-tourism-festival-mtf-5-0-penguatan-pariwisata-bahari-berkelanjutan-melalui-pendekatan-blue-economy

The post Marine Tourism Festival (MTF) 5.0, Penguatan Pariwisata Bahari Berkelanjutan melalui Pendekatan Blue Economy appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Jalin Kerja Sama Tridarma Perguruan Tinggi dengan Kabupaten Mappi Papua Selatan

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Mappi, Papua Selatan, tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Tridarma Perguruan Tinggi). Selain itu, ditandatangani pula Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang program pendidikan, pendidikan dokter spesialis dan beasiswa bagi guru.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Bupati Kab. Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu. Sementara PKS ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kab. Mappi, Dra Maria Goreti Letsoin, M.Pd., dengan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, dan Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Prof. Vitriana,. Penandatanganan dilaksanakan di Executive Lounge Unpad Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, pada Jumat 8 Mei 2026.

"Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Universitas Padjadjaran yang telah memberikan kesempatan, memberi ruang untuk kerja sama. Ini memberi kami harapan, baik bagi adik-adik maupun masyarakat yang ada di Mappi, bahwa mereka juga punya sebuah harapan, mereka punya kesempatan untuk ada di sini (Unpad)," ujar Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu.

Kristosimus memaparkan, Pemkab Mappi saat ini memiliki Program Seribu Sarjana yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Mappi. Melalui program tersebut, diharapkan para generasi muda Mappi dapat memperoleh akses lebih baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik. Selain itu, pihaknya juga ingin meningkatkan kompetensi para pegawai, dokter spesialis dan guru, terutama guru bidang sains, di lingkungan Pemkab Mappi.

Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyambut baik kerja sama ini, dan meyakini Kabupaten Mappi Papua Selatan memiliki banyak talenta berkualitas yang dapat diikutsertakan dalam sejumlah program yang akan dilaksanakan.

"Perguruan tinggi harus memberi manfaat dan dampak kepada masyarakat secara luas. Melalui kerja sama antara akademik dan pemerintahan, dan tentu saja juga melibatkan masyarakat, kita berharap kemajuan masyarakat dapat tercapai," ujar Prof. Arief S. Kartasasmita.

Kerja sama ini merupakan salah satu bentuk implementasi visi strategis Unpad, yaitu "Unggul, Inklusif, Berdampak". Fokus utamanya mencakup kualitas akademik tinggi, kesetaraan akses pendidikan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.*

The post Unpad Jalin Kerja Sama Tridarma Perguruan Tinggi dengan Kabupaten Mappi Papua Selatan appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad Raih Empat Penghargaan di UB Halal Metric 2026, Perkuat Komitmen Ekosistem Halal Kampus

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional dengan meraih empat penghargaan pada ajang "UB Halal Metric 2026" yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya di Auditorium Algoritma, Gedung Fakultas Ilmu Komputer UB, Malang pada Selasa 5 Mei 2026.

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Unpad dalam mengembangkan ekosistem halal yang terintegrasi, mulai dari pendidikan hingga kebijakan institusi. Dalam ajang tersebut, Unpad berhasil meraih:

• Gold Award pada bidang Education
• Silver Award pada bidang Infrastructure
• Copper Award pada bidang Halal Ecosystem & Perspective
• Copper Award pada bidang Policy

"Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi kuat seluruh elemen di lingkungan Unpad baik fakultas, program studi, pusat studi, pusat riset, dan pusat unggulan terkait dengan ekosistem halal dalam dalam proses pembelajaran, pengembangan kurikulum, riset, dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Universitas (SPSRU) Yudi Ahmad Faisal, Ph.D.

Peran strategis juga ditunjukkan oleh Padjadjaran Halal Research Center Universitas Padjadjaran yang secara konsisten menginisiasi berbagai program edukasi, penguatan riset, serta kolaborasi untuk mendorong literasi dan implementasi halal secara lebih luas.

Pencapaian ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh unit di Unpad untuk terus meningkatkan kinerja dan kolaborasi dalam mendukung penguatan ekosistem halal yang berkelanjutan. Ke depan, UNPAD berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, memperluas dampak, serta menjadikan nilai-nilai halal sebagai bagian integral dalam pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, Unpad optimistis dapat terus berkontribusi sebagai perguruan tinggi unggul dan berdampak dalam pengembangan ekosistem halal, baik di tingkat nasional maupun global.* (Rilis oleh: SPSRU Unpad)

The post Unpad Raih Empat Penghargaan di UB Halal Metric 2026, Perkuat Komitmen Ekosistem Halal Kampus appeared first on Universitas Padjadjaran.

FTG Unpad dan PT Pertamina Hulu Rokan Jalin Kerja Sama Implementasi Monitoring Isotop

[Kanal Media Unpad] Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (FTG Unpad) dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menandatangani perjanjian kerja sama dalam kegiatan kontrak swakelola jasa-jasa analisa dan isotope survey. Kerjasama ini merupakan Langkah strategis dalam penguatan pengawasan aspek lingkungan di wilayah kerja migas.

Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FTG Unpad, Dr.Eng. Boy Yosep C. S. S. Syah Alam, S.T., M.T., dan Manager Environment Facility Operation PHR, Tatit Pratahardia P., di Rumah Joglo, Duri Camp PT Pertamina Hulu Rokan Riau pada 6 Mei 2026.

Guru Besar FTG Unpad Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc., memaparkan urgensi penggunaan teknologi isotop dalam keilmuan Hidrogeologi. "Analisa isotop menjadi instrumen krusial dalam monitoring air tanah, khususnya untuk memantau dampak kegiatan injeksi limbah secara akurat dan saintifik terhadap air tanah guna menjamin keamanan lingkungan," ujar Prof. Hendarmawan.

Turut hadir mendampingi dalam pertemuan ini, Mochamad Nursiyam Barkah, S.T., M.T. sebagai Ketua Pelaksana Kerja Sama, Dr. Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, S.T., M.T. dan Yudhi Listiawan, S.T., M.T., sebagai tenaga ahli FTG Unpad.

Melalui kemitraan ini, FTG Unpad dan PHR berkomitmen untuk terus mengedepankan standar keamanan lingkungan tertinggi bagi masyarakat dan ekosistem di sekitar wilayah operasional.

“Kolaborasi hari ini membuktikan bahwa riset akademis memiliki peran vital dalam mendukung operasional industri migas yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” jelas Barkah.

PT Pertamina Hulu Rokan merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina Hulu Energi (PHE) yang bertugas mengelola Zona Rokan di Provinsi Riau. Sebagai salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia, PHR berkomitmen menjalankan operasional migas yang andal, efisien, serta berwawasan lingkungan melalui inovasi teknologi dan kolaborasi strategis demi menjaga ketahanan energi nasional.* (Rilis oleh: FTG Unpad)

Sumber: https://ftgeologi.unpad.ac.id/sinergi-fakultas-teknik-geologi-unpad-dan-pt-pertamina-hulu-rokan-implementasi-monitoring-isotop-untuk-lingkungan-yang-berkelanjutan/

The post FTG Unpad dan PT Pertamina Hulu Rokan Jalin Kerja Sama Implementasi Monitoring Isotop appeared first on Universitas Padjadjaran.

Ini Mahasiswa Berprestasi dari LLDikti IV yang Lolos ke Pilmapres Tingkat Nasional 2026

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjadi tuan rumah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Wilayah LLDikti Wilayah IV Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Kampus Iwa Koesoemasoemantri Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, dan diikuti mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat dan Banten.

“Total mahasiswa (wilayah LLDIKTI IV) ada 783.999 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, kalian yang hadir hari ini adalah bibit-bibit terbaik yang akan mewakili ratusan ribu mahasiswa. Saya percaya seluruh finalis di sini sudah merupakan mahasiswa terbaik. Namun, melalui seleksi ini kami harus memilih yang terbaik di antara yang terbaik,” ujar Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum.

Lukman mengatakan sebanyak 15 finalis program sarjana dan 15 finalis program diploma terpilih untuk mengikuti seleksi Pilmapres Tingkat Wilayah Tahun 2026. Pilmapres merupakan ajang seleksi mahasiswa terbaik dari setiap perguruan tinggi yang telah melalui proses seleksi berjenjang mulai dari tingkat fakultas, perguruan tinggi, hingga tingkat wilayah. Para finalis yang terpilih nantinya akan mewakili LLDIKTI Wilayah IV pada ajang Pilmapres tingkat nasional.

“Pilmapres bukan semata-mata menentukan siapa yang menjadi juara, yang paling penting adalah bagaimana membentuk karakter serta mengeksplorasi potensi mahasiswa. Kalian adalah talenta-talenta terbaik yang kami yakini memiliki kemampuan luar biasa, hanya saja potensi tersebut belum sepenuhnya tergali dan ditunjukkan,” kata Lukman ketika membuka kegiatan.

Sementara Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, SS., MA., Ph.D., menyampaikan bahwa seluruh peserta yang hadir merupakan mahasiswa terbaik dari perguruan tinggi masing-masing. Ia mengajak para finalis untuk tetap bangga atas capaian yang telah diraih, namun tetap rendah hati dan terus memberikan performa terbaik selama proses seleksi berlangsung.

“Tetap junjung tinggi sportivitas dan berikan performa terbaik, karena siapa pun yang nantinya terpilih sebagai pemenang, sesungguhnya seluruh mahasiswa yang hadir di sini adalah para pemenang yang akan meraih masa depan yang gemilang,” pesan Inu.

Dalam seleksi Pilmapres Tingkat Wilayah LLDIKTI IV Tahun 2026, para peserta mengikuti sejumlah tahapan penilaian yang meliputi Capaian Unggulan (CU), Gagasan Kreatif (GK) atau Produk Inovatif (PI), serta kemampuan Bahasa Inggris (BI). Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan bidang keahlian, yakni Dr. Drs. Slamet Usman Ismanto, M.Si. (Koordinator Pilmapres dan Juri Capaian Unggulan), Prof. Dr. Rimbawan (Juri Capaian Unggulan), Prof. Dr. Agus Setiabudi, S.T., M.T. (Juri Capaian Unggulan), Dr. Maulana Rezi Ramadhana, M.Psi. Psik (Juri Capaian Unggulan), Prof. Dr. Heris Hendriana, M.Pd. (Juri Gagasan Kreatif), Dr. Asnita Frida Sebayang, SE, M.Si (Juri Gagasan Kreatif), Lisa Kristiana, Ph.D. (Juri Produk Inovatif), Muhammad Yazidus Syukri, S.S., M.Pd. (Juri Produk Inovatif), Dr. Ervina C.M. Simatupang, S.S., M.Hum. (Juri Bahasa Inggris), Dr. Lestari Manggong, M.Hum. (Juri Bahasa Inggris), Dr. Epin Saepudin, M.Pd. (Juri Bahasa Inggris), serta Prof. Dr. Umi Narimawati, Dra.,SE., M.Si. (Juri Capaian Unggulan).

Pada penutupan kegiatan, Juri Gagasan Kreatif, Prof. Dr. Heris Hendriana, M.Pd., memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak hanya berfokus pada gelar juara. Menurutnya, hal yang lebih penting dalam ajang Pilmapres adalah membangun jejaring dan relasi antarmahasiswa berprestasi karena juara hanyalah simbol dan tidak menentukan kesuksesan seseorang di masa depan.

“Apa pun itu, prestasi hari ini adalah portofolio bagi para mahasiswa untuk masa depan yang lebih cerah dan tercerahkan,” kata Prof. Heris.

Berikut nama 12 mahasiswa berprestasi yang terpilih mewakili LLDIKTI Wilayah IV pada Pilmapres tingkat nasional, masing-masing 6 dari kategori Sarjana dan 6 dari kategori Diploma. Selain itu, diberikan juga penghargaan juara favorit Anugerah Komunikasi dan Budaya kepada Rainova Rahaniawan (Institut Teknologi Nasional Bandung) dan Anugerah Bakti Olahraga kepada Lala Diah Pitaloka (Politeknik Mardira Indonesia).* (R01)

Kategori Sarjana

  1. Muhammad Hisyam Az-Zahran (Universitas Padjadjaran)
  2. Nabilah Dwisepti Cahyani (Universitas Pendidikan Indonesia)
  3. Ganesha Rahman Liswantoro (Institut Teknologi Bandung)
  4. Niko Faiz Fahrezi (IPB University)
  5. Sherly Nur Sausanindra (Telkom University)
  6. Daffa Sumarlan (Universitas Islam Bandung)

Kategori Diploma

  1. Aini Al Fatihaturrizqi (Universitas Padjadjaran)
  2. Rino Alfian Muhammad Shobari (IPB University)
  3. Novi Fujianti (Universitas Jenderal Achmad Yani)
  4. Reqi Jumantara Hapid (Politeknik Negeri Bandung)
  5. Najla Ghina Nazhifa (Politeknik Manufaktur Bandung)
  6. Rahmania Putri (Politeknik Negeri Subang)

The post Ini Mahasiswa Berprestasi dari LLDikti IV yang Lolos ke Pilmapres Tingkat Nasional 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

Revitalisasi Lahan dan Sosialisasi Sukun sebagai Pangan Masa Depan Dunia

[Kanal Media Unpad] Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Keluarga Alumni Faperta Unpad menyelenggarakan kegiatan revitalisasi lahan melalui penanaman 500 pohon sukun di kawasan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali lahan yang belum produktif sekaligus mendorong pemanfaatan sukun sebagai alternatif pangan masa depan. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan berbasis komoditas lokal. Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan sinergi antara akademisi, alumni, pemerintah, dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Komisi IV DPR RI Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol., Wakil Asisten Operasi (Asops) Kodam III/Siliwangi Letkol Inf. Tinton Amin Putra, S.E., Wakil Rektor II Unpad Prof. Dr. Maman Setiawan, S.E., M.T., Dekan Faperta Unpad Dr. A. C. Trida Kusumah, S.P., M.Sc., Wakil Dekan I Faperta Unpad Prof. Dr. Yusuf Hidayat, S.P., M.Sc., Wakil Dekan II Faperta Unpad Dr. Oviyanti Mulyani, S.P., M.Si., perwakilan Yayasan Sukun Nusantara; Ketua Alumni Faperta Unpad Rudi Rubijaya, S.P., M.Sc., perwakilan Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Bandung Yayan Agustian, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung Irman Firmansyah, S.H., M.Hum., Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi, S.H., M.M., Danramil Arjasari Kapten Inf. Suranto, serta Kepala Desa dan Camat Arjasari.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sponsor, mahasiswa, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif. Kehadiran para tokoh lintas sektor ini mencerminkan dukungan kuat terhadap pengembangan sukun sebagai komoditas strategis. Partisipasi kolektif tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat implementasi program di tingkat lapangan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Seminar Sukun yang telah dilaksanakan pada Agustus 2025. Dalam sambutannya, Dr. H. Dadang M. Naser menyampaikan apresiasi terhadap gerakan penanaman sukun sebagai langkah konkret memperkenalkan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Ia menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam mengembangkan pangan alternatif yang adaptif terhadap tantangan masa depan. Selain itu, ia juga mendorong penerapan sistem wanatani di wilayah Arjasari sebagai pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan lahan.

Wakil Rektor II Unpad menegaskan bahwa pengembangan sukun diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan upaya pelestarian lingkungan. Ia juga menyoroti potensi sukun sebagai sarana pembelajaran, penelitian, dan praktik lapang bagi sivitas akademika.

Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Faperta Unpad menyampaikan bahwa mahasiswa akan didorong untuk terlibat langsung dalam pengelolaan tanaman sukun. Keterlibatan ini dinilai penting dalam mendukung revitalisasi lahan serta menghadapi tantangan perubahan iklim. Selain memiliki manfaat ekologis seperti meningkatkan daya serap air, sukun juga memiliki prospek ekonomi sebagai komoditas pangan masa depan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman simbolis oleh para tokoh yang hadir, dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan pameran produk olahan sukun. Inovasi produk yang ditampilkan menunjukkan bahwa sukun tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang signifikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan gerakan revitalisasi lahan berbasis sukun dapat berkembang secara berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land), yang menekankan pentingnya sistem pangan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan yang lestari.* (Rilis oleh: Syifa Djuita Putri/Faperta Unpad)

Sumber: https://faperta.unpad.ac.id/pangan-lokal-untuk-harapan-global-revitalisasi-lahan-dan-sosialisasi-sukun-sebagai-pangan-masa-depan-dunia/

The post Revitalisasi Lahan dan Sosialisasi Sukun sebagai Pangan Masa Depan Dunia appeared first on Universitas Padjadjaran.

© 2023 DPSI Unpad.
Jl. Ir. Soekarno km. 21 Jatinagor Sumedang
Gedung Rektorat Lantai 3
dir.psi@unpad.ac.id