Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.
[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyelenggarakan salat Idulfitri 1446 Hijriah di area dua masjid yang berlokasi di kampus Jatinangor Kabupaten Sumedang dan kampus Dipati Ukur Bandung pada Senin 31 Maret 2025. Di Jatinangor, salat Idulfitri berlangsung di Masjid Raya Unpad (Bale Aweuhan) dan di Dipati Ukur, salat Idulfitri berlangsung di Lapangan Parkir Utara depan Masjid Al Jihad Unpad.
Pada salat Idulfitri di Masjid Raya Unpad, bertindak sebagai imam dan khotib adalah Prof. Rahmat Hidayat, Guru Besar dan Dekan Fakultas Peternakan Unpad. Dalam khotbahnya, Prof. Rahmat menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momen penting bagi umat Islam untuk memperkokoh hubungan antar-anggota keluarga.
"Momen silaturahmi Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan keluarga. Dengan melakukan silaturahmi, keluarga dapat berkumpul, berbagi cerita, dan memperkuat ikatan emosional," ujar Prof. Rahmat.
Lebih lanjut Prof. Rahmat mengatakan, Idulfitri juga merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi dan introspeksi. Para anggota keluarga dapat memikirkan kembali tentang kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan berusaha untuk menjadi lebih baik di masa depan.
Prof. Rahmat mengingatkan, tantangan yang dihadapi keluarga di era modern dan digital seperti saat ini tidaklah mudah untuk dihadapi. Beberapa diantaranya adalah pengaruh negatif media sosial serta ketergantungan pada teknologi yang antara lain dapat mengakibatkan keluarga kehilangan Waktu kebersamaan mereka dan sulit berkomunikasi secara efektif.
Sementara pada salat Idulfitri di Masjid Al Jihad Unpad Kampus Dipati Ukur Bandung, bertindak sebagai imam dan khotib adalah Prof. Yudi Nurul Ihsan, Guru Besar dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad. Dalam khotbahnya, Prof. Yudi menyampaikan tema Rasulullah SAW sebagai teladan untuk meraih kemenangan dan kejayaan.
Pasca krisis ekonomi, ujar Prof. Yudi, Indonesia adalah negara dengan 120 juta penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini perlu kita cermati dengan seksama karena mayoritas dari penduduk miskin tersebut adalah umat Islam. Masyarakat dengan kondisi ekonomi semacam demikian adalah masyarakat yang rentan, masyarakat yang mudah tersulut amarahnya, terpinggirkan akalnya, dan yang paling berbahaya adalah tergadaikan aqidahnya
"Oleh sebab itu kita perlu melihat keberhasilan sepak terjang Rasulullah SAW dalam membina umatnya sehingga terwujud masyarakat madani. Rasulullah SAW telah berhasil mengikis habis kemiskinan dengan cara memberikan pedoman bagaimana caranya mencari rezeki serta bagaimana rezeki yang telah diperoleh itu dipergunakan untuk kesejahteraan Bersama," ujar Prof. Yudi.
Prof. Yudi berharap, semoga dengan semakin tingginya tingkat kesadaran umat Islam Indonesia terhadap konsep ekonomi Islam, maka semakin tinggi pula tingkat pemberdayaan potensi umat di Indonesia.
Lebih lanjut Prof. Yudi mengatakan, Rasulullah SAW juga telah membuktikan keberhasilannya dalam mengatur sebuah negara sehingga mampu menciptakan masyarakat madani yang aman dan tentram dengan kota Madinah sebagai pusat pemerintahan.
Negara adalah sebuah institusi yang sangat menentukan baik buruknya keadaan masyarakat. Oleh sebab itu perlu kepandaian dalam mengatur sebuah negara. Diantara sekian banyak pedoman pengelolaan sebuah negara yang Rasulullah SAW sampaikan, yang paling populer adalah hadits Nabi yang artinya, "Apabila suatu jabatan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya".
"Oleh sebab itu sebagai seorang muslim sejati, kita harus mampu mencetak kader-kader bangsa yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Harapannya, kita dapat menciptakan Baldatun Thoyyibatun Warbbun Ghafur serta keluar dari lilitan krisis yang berkepanjangan ini dapat tercapai dengan baik sesuai amanat Rasulullah SAW," ujar Prof. Yudi.* (Foto oleh: Dadan Triawan dan Humas MRU)
The post Pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Raya Unpad Jatinangor dan Masjid Al Jihad Dipati Ukur Bandung appeared first on Universitas Padjadjaran.
[Kanal Media Unpad] Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Universitas Padjadjaran telah melaksanakan kegiatan “Ramadhan Care” pada Selasa 25 Maret 2025 yang bertujuan untuk berbagi kebaikan dan membantu masyarakat di sekitar kampus. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UPZ Baznas Unpad untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap sivitas maupun lingkungan Masyarakat sekitar kampus.
Pada kegiatan Ramadhan Care ini, UPZ Unpad membagikan 220 mushaf Al-Quran Terjemah tipe Belajar Super Mudah Tajwid 4 Kode, 200 mukena, dan 200 sarung bagi masjid/mushala di lingkungan Unpad. Pembagian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan sivitas akademika terhadap Al Quran dan ajaran Islam.
Selain itu, UPZ Unpad juga membantu dana untuk kegiatan Pelita Ramadhan Kampus (Perak) Masjid Raya Unpad dan membagikan insentif bagi guru ngaji di sekitar kampus. Insentif ini bertujuan untuk menghargai dedikasi dan pengabdian guru ngaji dalam menyebarkan ilmu agama Islam.
"Kami berharap bahwa kegiatan Ramadhan Care ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan kepedulian terhadap sesama, serta untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan Al Quran terutama di kalangan sivitas, juga kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan para muzakki yang telah mempercayakan dan menitipkan zakat, infaq, dan shadaqahnya kepada UPZ Unpad," ujar Ketua Unit Pengumpul Zakat Baznas Unpad, Dr. Hazbini M.Ag.
Kegiatan Ramadhan Care ini puncaknya dilaksanakan di ruang utama Masjid Raya Unpad Jatinangor dengan mengundang perwakilan Ketua DKM masjid/mushala fakultas dan para guru ngaji di sekitar kampus Unpad Jatinangor.* (Rilis)
The post Salurkan Dana Umat, UPZ Baznas Unpad Berbagi Kebaikan di Ramadhan Care appeared first on Universitas Padjadjaran.
[Kanal Media Unpad] Mahasiswa Fakultas Pertanian Unpad Universitas Padjadjaran, Ahmad Musthofa Kamal dan Della Adelia, berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi nasional LKTI ForestShare 6.0 ITB 2025 yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Pada ajang tersebut, Kamal dan Della, mencetuskan konsep hutan vertikal pada gedung, serta pemanfaatan bioreaktor mikroalga untuk dinding fasad bangunan dengan nama VERTRI-AL. Konsep tersebut membahas peran hutan vertikal dan bioreaktor mikroalga dalam lebih banyak menyerap karbon dibandingkan yang dikeluarkannya, terutama pada kawasan perkotaan.
Melalui gagasan tersebut, Kamal berharap VERTRI-AL tidak hanya menjadi sekadar inovasi, tetapi juga mampu menjadi solusi nyata untuk permasalahan lingkungan. Dengan adanya inovasi ini, VERTRI-Al dapat menggabungkan berbagai disiplin ilmu, seperti pertanian, kehutanan, dan arsitektur sehingga menciptakan konsep realistis bagi agronomis, teknisi, dan masyarakat sekitar dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya perubahan iklim.
Sementara itu, Della menyampaikan bahwa dengan adanya kompetisi ini dapat menjadi langkah awal untuk selalu mengukir prestasi pada ajang serupa agar Fakultas Pertanian Unpad memiliki prestasi yang beragam dalam bidang ilmiah juga mengharumkan almamater tercinta.* (Rilis)
The post Mahasiswa Fakultas Pertanian Unpad Raih Juara 1 LKTI ForestShare 6.0 di ITB appeared first on Universitas Padjadjaran.
[Kanal Media Unpad] Pimpinan Universitas Padjadjaran mengadakan silaturahmi dengan sejumlah jurnalis dalam kegiatan media gathering yang dikemas dengan diskusi serta buka puasa bersama. Kegiatan yang dilangsungkan di UTC Dago Hotel, Bandung pada Selasa, 25 Maret 2025 ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Unpad dan insan pers sekaligus menjadi ajang berbagi informasi terkait berbagai program dan capaian terbaru kampus.
“Unpad ingin lebih mendekatkan diri dengan media karena Unpad memiliki visi untuk menjadi lebih inklusif, yang berarti membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan Unpad. Salah satu cara untuk mewujudkan hal ini adalah melalui peran media,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief. S. Kartasasmita, dalam sambutannya.
Dalam kesempatan ini, turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad Prof. Dr. Maman Setiawan, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad Prof. Rizky Abdulah, S.Si., Apt., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.Si., S.IP., MT., M.Han., Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Universitas (SPSRU) Unpad Prof. Mohamad Fahmi, SE., MT., Ph.D., serta perwakilan jurnalis dari berbagai media massa.
Rektor Unpad bersama pimpinan Unpad lainnya membahas berbagai program strategis Unpad yang sedang dan akan dijalankan dalam lima tahun ke depan. Beberapa di antaranya mencakup pengembangan pendidikan berbasis inklusivitas, kerja sama dengan berbagai pihak, serta peningkatan inovasi dan riset yang berdampak bagi masyarakat.
Selain itu, terdapat sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi para jurnalis untuk berdialog secara langsung dengan para pimpinan Unpad mengenai berbagai isu aktual, termasuk kebijakan penerimaan mahasiswa baru, program beasiswa, serta upaya Unpad dalam memperkuat peran akademisi dalam pembangunan nasional.
Rektor Unpad menegaskan bahwa universitas selalu terbuka untuk berdiskusi dengan media, selama masih dalam lingkup aturan nasional dan pendidikan. Komunikasi antara Unpad dan insan pers diharapkan terjalin dengan baik, tanpa sekat, dan secara terbuka. Untuk itu, Unpad berencana mengadakan pertemuan rutin dengan media setiap bulan guna berdiskusi dalam koridor keilmuan yang dimiliki, membahas berbagai permasalahan di masyarakat.
“Ke depannya, kami (Unpad) berharap agar komunikasi antara Unpad dengan media terjalin baik secara terbuka, tanpa sekat, dan apa adanya,” harap Rektor.
Melalui komunikasi dan kerja sama yang baik dengan media, Unpad berharap agar gagasan, inovasi, dan kontribusinya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Selain itu, Unpad juga terbuka terhadap kritik dan saran sebagai upaya perbaikan dan pengembangan institusi. Dengan sinergi yang kuat antara Unpad dan media, diharapkan informasi terkait pendidikan, penelitian, serta kontribusi akademik dapat tersampaikan lebih luas dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.*
The post Pimpinan Universitas Padjadjaran Silaturahmi dengan Jurnalis appeared first on Universitas Padjadjaran.
[Kanal Media Unpad] Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences (IOCAS) mengadakan seminar internasional hybrid PADOC Series ke-10 di Aula Gedung FPIK Unpad Jatinangor, Kamis 13 Maret 2025. Mengusung tema “Coastal Oceanography for a Sustainable Future”, seminar ini membahas isu-isu terkini terkait pemodelan laut, dampak perubahan iklim, dan keberlanjutan ekosistem laut.
Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FPIK UNPAD, Prof. Dr. sc.agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi, M.Si, dengan kata sambutan pembuka dari Kepala Departemen Ilmu Kelautan, Dr. Sunarto, M.Si. Rangkaian seminar diawali dengan presentasi dari Prof. Dr. Feng XingRu, Research Professor dari IOCAS, yang mempresentasikan materi berjudul “Coastal Dynamics from China to Indonesia: Advances in Tidal, Storm Surge, Wave, and Tsunami Modeling”.
Dalam paparannya, Prof. Feng menyoroti pentingnya pemodelan laut yang akurat dalam memprediksi bencana pesisir. Dengan garis pantai yang panjang dan rentan terhadap gelombang badai serta tsunami, Indonesia membutuhkan teknologi pemodelan yang lebih canggih guna mengurangi risiko dampak bencana.
Selanjutnya, Dr. Wang Zheng, Associate Professor dari IOCAS, membahas “Water Mass Variations in the Maluku Channel of the Indonesian Seas”. Penelitian ini menyoroti dinamika massa air laut di perairan Indonesia Timur serta dampaknya terhadap perubahan iklim dan ekosistem laut di kawasan tersebut.
Dari Unpad, Dr. Qurnia Wulan Sari, Asisten Profesor dari Departemen Ilmu Kelautan FPIK UNPAD, memaparkan bagaimana teknologi digital dan penginderaan jauh dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan ekosistem laut. Dalam presentasi berjudul “Remote Sensing and Digital Innovation for Deep-Sea and Coastal Oceanography: Advancing Sustainability for the Future Ocean”, Qurnia menjelaskan bahwa inovasi digital dapat memperkuat sistem peringatan dini di wilayah pesisir serta mendukung keberlanjutan sumber daya laut.
Seminar ini ditutup dengan presentasi dari Dr. Riza Y. Setiawan dari Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada. Riza menyampaikan hasil penelitian awal tentang “Effect of Extreme Wind Events on the Population Genetics of Lobster along the Southern Coast of Java”, yang mengungkap bagaimana siklon tropis memengaruhi keragaman genetik lobster di pesisir selatan Jawa.
Selain sesi seminar, kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi FPIK Unpad dan IOCAS dalam memperkuat kerja sama akademik dan penelitian. Dalam pertemuan antara pimpinan FPIK Unpad dan IOCAS, dibahas hibah peralatan penelitian berupa Air-Sea Flux dan CTD (Conductivity Temperature Density) dari IOCAS kepada Unpad. Hibah ini merupakan bagian dari implementasi Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh Rektor Unpad dan Direktur IOCAS pada 2024 lalu.
Sebagai langkah lanjut dari kerja sama ini, tim peneliti FPIK Unpad dan IOCAS melakukan kunjungan ke Marine Station Unpad di Bojong Salawe untuk mendiskusikan instalasi alat Air-Sea Flux yang direncanakan pada Mei mendatang. Alat ini akan digunakan untuk monitoring perubahan iklim di perairan Pangandaran secara berkala.
Kolaborasi antara FPIK Unpad dan IOCAS ini menunjukkan pentingnya sinergi internasional dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan ke-14 (Ekosistem Laut). Diharapkan, seminar dan kerja sama ini dapat berkontribusi dalam menciptakan masa depan kelautan yang lebih berkelanjutan.* (Rilis FPIK Unpad)
The post FPIK Unpad dan IOCAS Gelar Seminar Keberlanjutan Ekosistem Laut appeared first on Universitas Padjadjaran.
[Kanal Media Unpad] Selama tiga pekan bulan Ramadan, Masjid Raya Universitas Padjadjaran telah menyelenggarakan Bazar Ramadan di Lapangan Basket Masjid Raya Unpad pada tanggal 1 hingga 23 Maret 2025. Dengan melibatkan 38 tenant milik sivitas akademika Unpad dan masyarakat sekitar, bazar tersebut menawarkan berbagai makanan dan minuman menarik untuk berbuka puasa.
Dengan hadirnya bazar Ramadan ini, para pengunjung tampak antusias berburu makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Setiap hari Bazar Ramadan selalu padat dipenuhi oleh para mahasiswa yang sedang mencari makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
Bazar Ramadan ini menjadi tempat yang cocok bagi para mahasiswa untuk membeli hidangan berbuka puasa setelah seharian menghabiskan waktu berkuliah di kampus. Tidak hanya itu, hadirnya bazar Ramadan ini juga mendapat berbagai komentar positif yang dituangkan melalui media sosial. Bazar Ramadan yang digelar di Masjid Raya Unpad ini menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk berburu takjil karena kondisi yang tidak terlalu ramai.
“Mending di bazar MRU, ga takut diserempet,” tulis salah satu pengunjung di media sosial. Pengunjung lain menuliskan komentar, “OMG, ga nyangka sekarang ada jual takjil di MR Unpad”.* (Rilis Masjid Raya Unpad)
The post Bazar Ramadan Masjid Raya Unpad Disambut Antusias appeared first on Universitas Padjadjaran.
[Kanal Media Unpad] Permasalahan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian saat ini, khususnya di provinsi Jawa Barat. Permasalahan terlambat tumbuhnya gigi permanen pada anak-anak dapat berkaitan dengan kondisi stunting atau hambatan pertumbuhan anak. Fakta lain menunjukan dampak penyakit gigi dan mulut terhadap kualitas hidup diantaranya 10,5% penduduk Jabar berusia 3 tahun terdampak kualitas hidupnya akibat penyakit gigi (angka nasional menyentuh 8,8%). Selain itu sebanyak 89,9% penduduk Jabar di atas 3 tahun tidak pernah berobat ke tenaga kesehatan.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, drg. Juanita Paticia Fatima, M.KM., menyampaikan hasil penjaringan kesehatan peserta didik tahun ajaran 2023/2024 di Jawa Barat menunjukkan, peserta didik dengan karies terdapat sebanyak 40,39% siswa SD/MI, 21,4 % SMP/MTs, dan 19,51 % SMA/MA/SMK. Hal tersebut diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Pemeriksaan Gigi dan Mulut pada Masyarakat dan Peserta Didik melalui Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di Dinas Kesehatan Pemprov Jabar, Jalan Pasteur No. 25, Bandung, Jumat, 21 Maret 2025.
“Alangkah lebih baiknya program ini dimulai dari PAUD, anak sekolah atau madrasah yang berjumlah 11 juta jiwa untuk mewujudkan manusia unggul. Kita tidak mungkin hanya mengandalkan 1.106 puskesmas yang ada di Jabar, kita harus berkolaborasi untuk program penanganan bersama-sama. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk menjadikan anak-anak kita manusia yang unggul,” ujar drg. Juanita Paticia Fatima.
Dinas Kesehatan Jabar bersama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran serta para stakeholder terkait merancang program Pemeriksaan Gigi dan Mulut pada Masyarakat dan Peserta Didik melalui Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di Jabar tahun 2025 dalam rangkaian “Safari Pembangunan” dibawah arahan Gubernur Jawa Barat. Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat dan peserta didik sebagai upaya promotif, preventif yang terintegrasi dalam usaha kesehatan. Sasarannya adalah masyarakat umum dan peserta didik kelas 1-2 sekolah dasar/madrasah sebagai prioritas utama untuk intervensi dini.
Pemeriksaan, pencegahan, dan perawatan gigi anak sekolah dilakukan dengan berbasis Model Pentahelix. Model inovatif ini dicetuskan oleh Guru Besar sekaligus Dekan FKG Unpad Prof. Dr. Dudi Aripin, drg., Sp.KG., Subsp.KR. Model pentahelix merupakan suatu model inovatif untuk penanganan kesehatan gigi anak sekolah melalui kolaborasi dengan melibatkan 5 elemen utama pembangunan yaitu pemerintah, akademisi, praktisi/industri, masyarakat, dan media.
Kolaborasi pentahelix dalam program ini diantaranya Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat (Dinkes, Diskominfo, Dinas Pendidikan), Kanwil Kemenag Jabar, Pemkab/Pemkot, dan RSKGM dari unsur pemerintah. Dari unsur akademisi yaitu dosen dan mahasiswa dari FKG Unpad, FKG Universitas Maranatha, FKG Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Poltekkes Jurusan Kesehatan Gigi. Unsur praktisi yang terlibat diantaranya PDGI dan Pengcab se-Jabar, Persatuan Terapis Gigi Mulut Pengwil Jabar dan Pengcab se-Jabar. Selain itu kolaborasi dengan pegiat kesehatan dari unsur masyarakat, unsur industri dari PT. Unilever, PT. Cobra Dental, dan unsur media berkolaborasi dengan Kantor Komunikasi Publik Unpad dan media massa.
Prof. Dudi Aripin, mengatkaan, salah satu program Kementerian Kesehatan RI adalah Indonesia ditargetkan bebas karies pada tahun 2030. “Dengan konsep pentahelix kita bisa bergerak bersama dalam melakukan kegiatan yang merujuk pada Indonesia bebas karies,” kata Prof Dudi.
“Ini merupakan kegiatan yang baik sekali karena bila dilihat dari peran unsur pemerintah ini yang utama adalah mengintegrasikan upaya kesehatan gigi masyarakat, dan melibatkan seluruh komponen. Kita harus bergerak bersama mewujudkan Indonseia bebas karies, semoga melalui kegiatan ini karies di Jabar bisa turun,” harap Prof. Dudi.
Rencana penanganan kesehatan gigi anak sekolah akan dilakukan dalam bentuk upaya promotif, preventif, dan kuratif sederhana. Sedangkan implementasinya melalui upaya jangka pendek, menengah, dan panjang. Program ini diharapkan dalam dilaksanakan pada bulan April 2025.* (Rilis Humas FKG Unpad)
The post FKG Unpad dan Dinas Kesehatan Jabar Kolaborasi Rancang Program Pemeriksaan Gigi untuk Sekolah dan Madrasah appeared first on Universitas Padjadjaran.
[Kanal Media Unpad] Masjid Raya Unpad bersama dengan Lembaga Dakwah Kampus menyelenggarakan tasmi Quran 30 juz dalam rangka nuzulul quran bulan Ramadan. Peserta merupakan mahasiswa Universitas Padjadjaran dari berbagai fakultas. Berjumlah 30 orang, masing-masing membacakan 1 juz Al Quran yang disimak bersama-sama.
Peserta tasmi menjalani karantina sebelum kegiatan dimulai sejak ramadhan hari ketiga. Kegiatan tasmi dilakukan selama empat hari pada 14-17 Ramadan/Maret 2025. Tasmi dibuka pada tanggal 14 dan ditutup pada tanggal 17 bertepatan dengan momentum nuzulul quran. Kegiatan penutupan diisi pula dengan kajian peringatan nuzulul quran bersama narasumber Nandang Nursaleh, S.S., S.Pd., MA., dosen Fakultas Ilmu Budaya Unpad.
Malam nuzulul quran adalah malam istimewa di bulan Ramadan karena merupakan malam diturunkannya Al Quran pertama kali kepada Rasulullah SAW sebagai cahaya bagi umat Islam. Al Quran diturunkan bukan sekadar kitab suci, melainkan juga sebagai pedoman hidup, sumber kebijaksanaan, dan petunjuk menuju jalan yang benar. Di malam yang penuh berkah tersebut, diharapkan umat islam dapat kembali merenungi makna Al Quran sebagai cahaya pedoman hidup. Rangkaian kegiatan tasmi ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa alquran bukan sekadar kitab yang hanya dibaca, tetapi juga dipahami, diamalkan, dan menjadi pegangan hidup.* (Rilis MRU Unpad)
The post Memperingati Nuzulul Quran, 30 Mahasiswa Unpad Lakukan Tasmi Quran di Masjid Raya Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.
[Kanal Media Unpad] Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran di Pangandaran menerima kunjungan dari dua peneliti dari Institute Oceanology Chinese Academy of Science (IOCAS) Tiongkok di Kampus PSDKU Unpad Pangandaran pada 13-14 Maret 2025. Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam menjajaki potensi kerja sama riset dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.
Kedatangan dua peneliti IOCAS, Dr. Wang Zheng dan Prof. Xingru Fang, tersebut didampingi oleh Wakil Dekan I Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad, Prof. Dr. Ir. Rita Rostika, M.Si., serta beberapa staf dosen dan tenaga kependidikan dari FPIK Unpad. Kunjungan tersebut diterima oleh Direktur PSDKU Unpad Pangandaran, Alexander M.A. Khan, S.Pi., M.Si., Ph.D., Ketua Program Studi Perikanan Laut Tropis, Lantun P. Dewanti, S.Pi., MEP., serta Wakil Direktur III Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Afriana Kusdinar, S.St.Pi., M.Sc.
Selama dua hari kunjungan, tim dari IOCAS mengadakan serangkaian pertemuan untuk memahami potensi kelautan dan perikanan di Pangandaran serta menjajaki peluang kerja sama riset di masa depan. Dalam diskusi yang berlangsung, Dr. Wang Zheng menyoroti bahwa fasilitas di PSDKU, termasuk gedung dan peralatan penelitian, memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut guna mendukung penelitian kelautan dan perikanan berskala oceanic research.
Sementara itu, Prof. Xingru Fang meninjau Automatic Weather Station (AWS) yang telah terpasang di kampus. Prof. Fang menjelaskan bahwa interaksi antara atmosfer dan laut di wilayah Pangandaran memiliki potensi besar untuk dikaji lebih dalam guna mendukung penelitian oseanografi serta mitigasi bencana, khususnya untuk wilayah Samudra Hindia bagian selatan Jawa Barat. Alexander Khan menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, pembangunan gedung dan laboratorium baru akan segera dilakukan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kelautan dan perikanan.
Pangandaran sendiri merupakan wilayah yang sangat strategis untuk penelitian ilmiah, karena menjadi pusat berbagai fenomena oseanografi dan meteorologi di Samudra Hindia, seperti tsunami, rip currents, ENSO (El Niño-Southern Oscillation), dan IOD (Indian Ocean Dipole). Selain itu, kawasan ini juga memiliki potensi besar dalam perikanan tangkap, pengelolaan pariwisata bahari, serta kawasan konservasi laut yang berkelanjutan.
Selain diskusi akademik dan riset, Dr. Wang Zheng juga berkesempatan menjadi dosen tamu dalam sesi kuliah bersama Noir Primadona Purba, S.Pi., M.Si., dari Program Studi Magister Konservasi. Dalam kuliah tersebut, mereka membahas dampak interaksi atmosfer dan lautan terhadap dinamika kelautan, termasuk pengaruhnya terhadap wilayah penangkapan ikan.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Wang Zheng juga memaparkan bahwa IOCAS membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Tiongkok dengan dukungan beasiswa. Informasi ini disambut antusias oleh para mahasiswa dan dosen yang hadir, mengingat adanya potensi peningkatan kerja sama akademik antara Unpad dan IOCAS.
Selain mengunjungi fasilitas kampus, tim IOCAS juga melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi strategis di sekitar Pangandaran, termasuk Pantai Barat Pangandaran dan Bojongsalawe. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai kondisi oseanografi dan ekosistem pesisir di wilayah tersebut serta mengeksplorasi potensi penelitian lapangan yang dapat dikembangkan bersama.
Kunjungan ini menandai langkah awal kerja sama yang lebih erat antara Universitas Padjadjaran dan IOCAS. Dengan potensi besar yang dimiliki Pangandaran dalam bidang kelautan, perikanan, serta mitigasi bencana oseanografi, diharapkan kolaborasi ini dapat menghasilkan inovasi riset yang bermanfaat bagi kedua institusi serta mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di Indonesia.* (Rilis PSDKU Unpad Pangandaran)
The post IOCAS Tiongkok Jajaki Potensi Kerja Sama dengan PSDKU Unpad Pangandaran appeared first on Universitas Padjadjaran.
[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menerima kunjungan dan melaksanakan diskusi strategis dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek RI di Ruang Rapat Bersama Livin, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat, 21 Maret 2025.
Pada pertemuan tersebut Rektor Unpad beserta jajaran berkesempatan untuk menyampaikan usulan konsep yang telah digagas oleh tim Unpad mengenai operasional PTN Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia. Turut hadir dalam pertemuan ini, Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. Chan Basaruddin, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. M. Solehuddin, serta Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Agus Jatnika Effendi.
Dirjen Dikti, Prof. Khairul Munadi, menyampaikan bahwa diskusi ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat penyelenggaraan perguruan tinggi, khususnya mengenai kebijakan dan regulasi PTNBH agar dapat terus dapat berkembang hingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan pembangunan bangsa Indonesia. Prof. Khairul berharap diskusi ini dapat terus dilakukan pendalaman lebih lanjut hingga memenuhi instrumen-instrumen regulasi yang dibutuhkan oleh penyelenggaraan PTNBH di Indonesia.
“Kami berharap dengan instrumen regulasi ini akan semakin memampukan perguruan tinggi untuk lebih maju sehingga ini memang betul-betul bisa semakin pesat kemajuannya. Semoga nanti kita bisa mendapatkan pemikiran-pemikiran untuk mendapatkan solusi untuk kita semua,” ujar Prof. Khairul.
Dari Unpad, hadir pula Rektor ke-10 Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad Prof. Maman Setiawan, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad Prof. Rizky Abdulah, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, serta segenap pimpinan Unpad lainnya.*
The post Dorong PTNBH Terus Berkembang, Kemdiktisaintek Akan Perkuat Instrumen Regulasi appeared first on Universitas Padjadjaran.