Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Tim PELITA Universitas Padjadjaran berhasil meraih predikat Winner of Desa Wisata Gunung Padang pada kompetisi Genera-Z Berbakti BCA 2026. Capaian tersebut mengantarkan tim untuk mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Program ini dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas disiplin Unpad yang terdiri atas Laras Monika Suemardi (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Muhammad Dika Mukti Pratama (Fakultas Ilmu Budaya), Gracia Mega Juliana Manihuruk (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Dellpati Almusawwir Nasution (Fakultas Pertanian), Yusfi Sri Wahyuningtias (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Winda Ariqah Khairunnisa (Fakultas Ilmu Budaya), Khaila Anucke Cahya Putri (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Muhammad Ghifari Arfananda (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Putri Hasani (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), dan Siti Az-Zahra (Fakultas Ilmu Budaya). Dalam pelaksanaannya, tim memperoleh bimbingan dari dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Ir. Donny Juliandri Prihadi, S.Pi., M.Sc., Ph.D., CBEC Tour, serta pendampingan dari RM Anto Haprianto dan Annisa Lazuardina sebagai mentor.
Genera-Z Berbakti BCA merupakan kompetisi inovasi sosial yang diselenggarakan Bakti BCA sebagai wadah bagi generasi muda dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan berkelanjutan. Pada babak final, Tim PELITA Unpad berhasil mengungguli tim dari IPB University melalui program “MEGA-LESTARI (Megalitik Lestari): Integrasi Circular Economy dan Eco-Sanitation Berbasis Pemberdayaan Pemuda”.
Program tersebut mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu eco-sanitasi, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pilar eco-sanitasi, tim merancang revitalisasi fasilitas toilet umum dan pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) yang ramah lingkungan. Pada pilar ekonomi sirkular, program difokuskan pada pengelolaan sampah berbasis biokonversi menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF) serta penerapan QR Reward System untuk mendukung pemberdayaan UMKM setempat. Sementara pilar pemberdayaan masyarakat diarahkan pada peningkatan kapasitas generasi muda melalui pelatihan, penguatan kelembagaan, serta pelestarian budaya lokal.
Program MEGA-LESTARI dikembangkan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat di Desa Wisata Situs Gunung Padang. Kawasan wisata yang dikenal sebagai lokasi salah satu situs megalitik terbesar di Asia Tenggara tersebut memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, namun masih terdapat sejumlah tantangan terutama pada aspek pengelolaan sampah dan sanitasi. Hasil observasi tim menunjukkan kawasan wisata menghasilkan lebih dari 120 karung sampah setiap bulan, sementara sistem pengelolaan sampah terpadu masih terbatas. Selain itu, sebagian fasilitas sanitasi yang tersedia memerlukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan agar lebih ramah lingkungan dan mendukung kesehatan masyarakat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim PELITA mengembangkan program berbasis pendekatan Community Based Research (CBR) yang menempatkan masyarakat sebagai mitra sekaligus pelaku utama perubahan. Melalui pendekatan tersebut, program diharapkan mampu mendorong terwujudnya ekosistem pariwisata yang lebih sehat, meningkatkan kualitas sanitasi kawasan wisata, mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat, serta memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak pembangunan desa berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen mahasiswa Unpad dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui implementasi program MEGA-LESTARI, tim berharap dapat berkontribusi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek sanitasi layak, pengelolaan lingkungan, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan pembangunan komunitas yang tangguh.
Seluruh rangkaian perjalanan Tim PELITA Unpad dalam Genera-Z Berbakti BCA 2026, mulai dari proses seleksi hingga implementasi program di Desa Wisata Gunung Padang, dapat disaksikan melalui kanal YouTube Solusi BCA sebagai dokumentasi kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. (Rilis oleh: Laras Monika Suemardi/R01)
Sumber: https://fpik.unpad.ac.id/tim-genera-z-berbakti-unpad/
The post Tim Unpad Raih Juara Genera-Z Berbakti BCA 2026, Siap Wujudkan Pemberdayaan di Situs Gunung Padang appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Kick Off Program Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris untuk Internasionalisasi Unpad (PKBIIU) di Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Kampus Jatinangor, Senin (20/7). Program yang diikuti 30 peserta dari tenaga kependidikan di 14 unit kerja di lingkungan Unpad ini bertujuan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris tenaga kependidikan guna mendukung upaya internasionalisasi universitas.
“Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang harus dikuasai. Setelah pelatihan ini, yang terpenting adalah dapat terus menerapkan serta melatih kemampuan bahasa Inggris secara mandiri,” ujar Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset FIB Unpad, Dr. Lina Meilinawati Rahayu, M.Hum., dalam sambutannya.
Lina menjelaskan, peningkatan kemampuan bahasa Inggris memerlukan latihan yang konsisten di luar kelas. Karena itu, meskipun program PKBIIU hanya berlangsung selama 16 kali pertemuan, peserta diharapkan tetap berlatih secara mandiri di rumah agar kemampuan berbahasa Inggris dapat terus berkembang.
Sementara Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa, tetapi juga bagian upaya internasionalisasi universitas. Internasionalisasi membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dalam membangun komunikasi, kolaborasi, dan layanan yang berorientasi global.
“Kegagalan internasionalisasi sering kali bukan disebabkan oleh kemampuan bahasa, melainkan oleh adanya kesenjangan budaya. Karena itu, kita perlu membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan masyarakat internasional,” ungkap Iman.
Kepala Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad, Rina Mariana, S.E., M.I.Kom., menjelaskan bahwa PKBIIU akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun dengan sistem pembelajaran berjenjang. Dari 30 peserta yang mengikuti program pada tahap awal, peserta dengan hasil terbaik dan dinilai memiliki potensi akan diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke tingkat pelatihan yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan program ini juga dapat melahirkan lebih banyak tenaga kependidikan yang memiliki semangat untuk terus meningkatkan kompetensi bahasa Inggrisnya,” harap Rina.
Turut hadir dalam kegiatan ini Koordinator Pusat Bahasa FIB Unpad, Vincentia Tri Handayani, M.Hum.* (R01)





The post Dukung Internasionalisasi, Unpad Gelar Program Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris bagi Tendik appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Seluruh mahasiswa baru Universitas Padjadjaran akan mengikuti kegiatan "Pamuka 2026", sebuah perjalanan awal menyambut Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Unpad (Prabu Unpad). PAMUKA 2026 akan dilaksanakan di sejumlah lokasi dalam Unpad Kampus Jatinangor pada 3-7 Agustus 2026.
PAMUKA dari segi bahasa itu artinya pembuka, filosofinya membuka jalan, membuka wawasan mahasiswa masuk ke Universitas Padjadjaran," ujar Mira Trisyani Koeryaman, Ph.D., penanggung jawab acara yang juga Kepala Kantor Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh Unpad, saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Senin (13/7).
Selain memfasilitasi proses registrasi mahasiswa baru, seperti cetak Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), pengambilan atribut mahasiswa baru termasuk jas almamater, dan aktivasi akun digital mahasiswa, Pamuka juga bertujuan memperkenalkan fasilitas yang tersedia di Unpad, membekali mahasiswa baru tentang pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan saat menjadi mahasiswa Unpad
"Pamuka juga bertujuan membekali mahasiswa baru Unpad tentang karakter JATIDIRI yaitu jujur, bermanfaat, Tangguh, komunikatif, peduli sosial dan lingkungan, serta berpikir reflektif. Selain itu ada juga materi terkait pencegahan kekerasan seksual," ujar Mira.
Mira menginformasikan, para mahasiswa baru akan datang ke Pamuka 2026 sesuai jadwal yang mereka pilih sendiri di Portal Students Unpad. Mahasiswa baru dapat melakukan registrasi online di Portal Students Unpad maksimal H-1 untuk mendapatkan jadwal kedatangan dan nomor antrian untuk mencetak KTM.
"Seminar dan talkshow ini untuk membekali para mahasiswa baru agar siap menghadapi dunia kampus. Sudah disiapkan sejumlah tema seperti bagaimana menjadi mahasiswa Unpad yang unggul dan berdampak, tema kesehatan fisik, mental dan kesejahteraan, tema dukungan sarana dan prasarana, dan tema system administrasi mahasiswa," jelas Mira.
Mira menegaskan, setiap mahasiswa baru wajib mengumpulkan sejumlah poin sebagai syarat mengikuti Prabu Unpad dengan mengikuti seminar terutama JATIDIRI dan talkshow, serta kunjungan booth yang ada di lokasi Pamuka. Sementara para pengantar atau orang tua bisa menunggu sambil mengunjungi booth kuliner, hiburan, para sponsor, dll.*
Klik gambar di bawah untuk mengunduh Buku Saku PAMUKA 2026.

The post Pamuka 2026 Akan Antarkan Mahasiswa Baru Unpad ke Kehidupan Kampus appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Pelaksanaan prajabatan bagi Calon Pegawai Tetap Non-PNS Universitas Padjadjaran tahun 2026 resmi ditutup pada Kamis, (16/7). Acara penutupan yang berlangsung di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, menandai berakhirnya rangkaian pembekalan yang telah berjalan sejak 6 Juli 2026 lalu. Sebanyak 57 peserta yang terdiri dari 56 dosen dan satu tenaga kependidikan, mendapatkan status kepegawaian penuh secara resmi.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian prajabatan. Dalam sambutannya, Ia menekankan pentingnya bimbingan dari fakultas masing-masing agar para pegawai baru dapat meniti karier secara optimal. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus.
“Ini adalah awal, nanti di bawah bimbingan pimpinan fakultas maupun sekolah, mudah-mudahan kita semua bersama-sama berkolaborasi membangun Unpad yang hebat,” ujar Prof. Widya.
Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen dan Manajemen Talenta Unpad, Dr. Fitriani Yustikasari Lubis menjelaskan, selama 10 hari pelaksanaan kegiatan prajabatan, para peserta menerima materi seputar direktorat yang melibatkan 29 narasumber internal di lingkungan Unpad. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi dukungan bagi para peserta dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di masa yang akan datang.
Melalui kegiatan ini, Fitriani berharap para peserta dapat memahami Universitas Padjadjaran secara mendalam, sehingga dapat memacu mereka untuk menjalankan perannya secara optimal, mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mewujudkan visi-misi universitas.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi modal awal dari berbagai pencapaian para peserta dalam perjalanan karier mereka di Unpad ke depan,” jelasnya.* (Reporter: Siti Fadhilah Khadijah Hutagalung/R02)



The post 57 Calon Pegawai Tetap Non-PNS Unpad Terima Status Kepegawaian Penuh appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi, Universitas Padjadjaran melalui Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi dan Transformasi Digital (DPSITD) bersama Direktorat Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad menyelenggarakan ujian sertifikasi internasional Microsoft Certified Fundamental (MCF) bidang Artificial Intelligence (AI). Diikuti oleh 15 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Unpad, ujian sertifikasi ini dilaksanakan di Laboratorium D3 Gedung D PPBS, Unpad Kampus Jatinangor, pada Kamis, (25/6).
“Alhamdulillah seluruh peserta lulus dengan hasil yang memuaskan. Namun, esensi utamanya tidak berhenti pada kelulusan dan peraihan sertifikat saja. Kami mendorong para peserta untuk terus memelihara dan mengembangkan kompetensi ini secara berkelanjutan agar dapat diimplementasikan secara nyata pada pekerjaannya sehari-hari di Unpad,” ujar Kepala Kantor Pengelolaan Data dan Arsip Digital DPSITD Unpad, Okki Mahendra Daniswara, S.Si., M.T.
Okki mengungkapkan bahwa penguasaan teknologi kecerdasan buatan bukan lagi sekadar nilai tambah. Menurutnya, kemampuan tersebut telah menjadi kebutuhan dalam mendukung tata kelola administrasi dan pelayanan akademik yang semakin modern dan berbasis digital.
Melalui program sertifikasi kompetensi berskala global ini, Unpad berharap dapat melahirkan para agen perubahan (change agents) digital di setiap unit kerja. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja, inovasi layanan, serta mempercepat langkah Unpad menuju universitas berkelas dunia yang berdaya saing internasional berbasis pada keunggulan teknologi informasi.* (Rilis oleh: DPSITD/R01)
The post Tingkatkan Kompetensi SDM, Unpad Gelar Uji Sertifikasi Internasional Bidang AI dari Microsoft appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam pemberian Beasiswa Tugas Belajar Non-PNS Program Pendidikan Kedokteran yang diselenggarakan di Ruang Rapat Senat Akademik, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (16/7). Kerja sama ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang kesehatan sekaligus memperkuat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Ini bukan langkah yang bisa dilaksanakan dalam waktu singkat. Namun, kalau kita tidak mulai dari hal-hal kecil, rasanya sulit untuk memperoleh hasil yang optimal,” ujar Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D.
Inu menegaskan komitmen Unpad untuk memberikan dukungan terbaik bagi mahasiswa asal Kepulauan Mentawai, baik melalui penyelenggaraan pendidikan maupun berbagai fasilitas pendukung yang tersedia di lingkungan kampus. Inu berharap kerja sama ini tidak hanya membuka akses pendidikan kedokteran bagi putra-putri daerah, tetapi juga menjadi upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kepulauan Mentawai.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus D., M.M., menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Unpad diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai program studi lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah. Melalui kerja sama dengan Unpad, diharapkan semakin banyak kesempatan pendidikan yang dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemenuhan kebutuhan tenaga profesional di Kepulauan Mentawai.
“Kami memilih Kedokteran Unpad karena programnya sudah lama dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, sekarang Unpad juga sudah memiliki pendidikan dokter spesialis, sehingga peluang kerja sama ke depan bisa semakin luas,” ujar Martinus.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Layanan Kemahasiswaan Unpad Dr. Afra Hafny Noer, S.Psi., M.Sc. dan Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan Unpad Gumelar Wibawa Sunda Rukmana, SE., M.M.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara Unpad dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan. Melalui program beasiswa tugas belajar ini, kedua pihak berkomitmen untuk mendorong lahirnya tenaga kesehatan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Mentawai.* (R01)



The post Perkuat Pemenuhan Tenaga Dokter, Unpad dan Pemkab Mentawai Jalin Kerja Sama Beasiswa appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional melalui partisipasi dosen dan mahasiswa pada Summer Course Highlands to Ocean (H2O) 2026. Program bertema "The Role of Nature-Based Solutions in Supporting a Sustainable Blue Economy from Highland to Ocean" ini berlangsung di beberapa kota di Pulau Jawa pada 5–14 Juli 2026 dan menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam membahas pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Summer Course H2O 2026 merupakan bagian dari EU-ASEAN SCOPE-HE Sustainable Blue Economy (STABLE) Project yang didanai oleh Uni Eropa dan ASEAN melalui Global Gateway Strategy serta dikelola oleh Nuffic dan DAAD. Program ini diikuti oleh 66 peserta dari 19 negara dengan dukungan 23 mitra dan pemangku kepentingan internasional. Selain IPB University sebagai tuan rumah, peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, di antaranya ZMT Bremen, Carl-von-Ossietzky University Oldenburg, University of Groningen, Universiti Malaysia Terengganu, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Musamus.
Keikutsertaan Unpad menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperluas kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam memahami penerapan Sustainable Blue Economy melalui pendekatan nature-based solutions. Delegasi Unpad terdiri atas Windi Damayanti, S.Pi., M.Sc., dosen Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), serta Alya Syafitri, mahasiswa Program Studi Perikanan.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta mengikuti kuliah, diskusi, dan observasi lapangan yang menghubungkan konsep akademik dengan praktik di lapangan. Materi disampaikan oleh pakar internasional, akademisi, praktisi, serta perwakilan pemerintah, di antaranya Prof. Dr. Raimund Bleischwitz, Prof. Luky Adrianto, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pembahasan mencakup konsep dan kebijakan Blue Economy, pengelolaan ruang laut, hingga penerapan nature-based solutions. Selain itu, peserta melakukan kunjungan lapangan ke Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Pulau Tidung untuk mempelajari implementasi Blue Economy dan pengelolaan ekosistem pesisir secara langsung.
Pengalaman tersebut turut dirasakan oleh Alya Syafitri, mahasiswa Program Studi Perikanan Universitas Padjadjaran yang menjadi salah satu delegasi dalam program tersebut.
"Summer Course H2O 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Selain belajar langsung dari para ahli, saya juga mendapat kesempatan berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai negara. Pengalaman ini semakin memotivasi saya untuk berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan," ujar Alya.
Sementara itu, Windi Damayanti, S.Pi., M.Sc., menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi internasional.
"Program ini juga memperkuat komitmen bersama untuk melanjutkan kolaborasi dalam kerangka EU-ASEAN STABLE Project. Kami berharap jejaring yang telah dibangun dapat berkembang menjadi berbagai kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat antara institusi di kawasan ASEAN dan Eropa," ujar Windi.
Melalui partisipasi dalam Summer Course H2O 2026, Unpad berharap dapat semakin memperkuat jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keikutsertaan ini juga menjadi bagian dari komitmen Unpad dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi guna mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.* (Rilis oleh: FPIK Unpad)


The post Unpad Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Summer Course H2O 2026 Bertema Sustainable Blue Economy appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran bersama Universiti Malaya (UM), Malaysia, mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Desa Aman Migrasi: Pembinaan Keluarga dan Calon Pekerja Migran” di Desa Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Program yang berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026 ini bertujuan memperkuat perlindungan calon pekerja migran sekaligus membangun ketahanan keluarga di salah satu desa dengan jumlah pekerja migran yang tinggi di Jawa Barat.
Program ini dipimpin dosen Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad, Dyana Chusnulitta Jatnika, S.Kesos., M.Sc., bersama tim yang terdiri atas Prof. Dra. Binahayati Rusyidi, M.S.W., Ph.D. dan Dr. Hery Wibowo, S.Psi., M.M. Dari Universiti Malaya, program melibatkan Assoc. Prof. Dr. Mashitah Binti Hamidi, Kepala Population and Migration Research Center, serta Assoc. Prof. Dr. Fonny Dameaty Hutagalung, Kepala Family Research and Development Centre. Program ini juga melibatkan mahasiswa program sarjana dan magister dari kedua perguruan tinggi sebagai bagian dari ruang pembelajaran lintas disiplin dan lintas negara.
Desa Babakan Mulya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki sejarah panjang sebagai desa yang aktif dalam isu perlindungan pekerja migran. Desa ini telah menyandang predikat Desa Peduli Buruh Migran sejak 2009 dan memiliki regulasi desa yang mengatur perlindungan pekerja migran. Meski demikian, tantangan seperti praktik rekrutmen nonprosedural, risiko perdagangan orang, serta perlindungan sosial bagi keluarga pekerja migran masih menjadi perhatian.
Program Desa Aman Migrasi dirancang menggunakan pendekatan ekologis yang menyasar berbagai lapisan, mulai dari pemerintah desa, komunitas, hingga individu dan keluarga calon pekerja migran. Melalui pendekatan ini, program berupaya memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam tata kelola migrasi, meningkatkan literasi masyarakat mengenai migrasi aman, serta memberikan pembinaan langsung kepada calon pekerja migran dan keluarganya.
Selama enam bulan pelaksanaan, program dibagi ke dalam empat tahapan utama. Tahap awal difokuskan pada pemetaan pemangku kepentingan, asesmen kondisi desa, dan penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa. Tahap berikutnya diwujudkan melalui penyelenggaraan Kelas Pembinaan Calon Pekerja Migran yang membahas prosedur migrasi aman, hak-hak pekerja migran, serta penguatan ketahanan psikososial bagi calon pekerja migran dan keluarganya.
Selain itu, program juga menghadirkan Forum Dialog Partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, kader perempuan, keluarga pekerja migran, tokoh masyarakat, hingga pendamping desa. Forum ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) yang menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam mengidentifikasi tantangan migrasi dan merumuskan rekomendasi aksi bersama.
Melalui program ini, Unpad dan Universiti Malaya berupaya menghadirkan model perlindungan pekerja migran yang berbasis komunitas dan dapat direplikasi di daerah lain. Kolaborasi tersebut juga menjadi wujud komitmen kedua perguruan tinggi dalam menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Program Desa Aman Migrasi diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat desa migran, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.* (Rilis oleh: FISIP Unpad/R01)



The post Unpad dan Universiti Malaya Luncurkan Program “Desa Aman Migrasi” di Desa Babakan Mulya, Kabupaten Kuningan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran sukses menyelenggarakan Sarasehan Kerja Sama, Career and Recruitment Linkage 2026 beserta Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Suharyati, Kampus FKep Unpad Jatinangor, pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema Connecting Partnership, Optimizing Impact ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis sekaligus membuka peluang karir bagi lulusan keperawatan.
Manajer Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Alumni FKep Unpad, Sheizi Pristasari, S.Kep., Ners., M.Kep., Ph.D., menyampaikan bahwa fakultas saat ini memiliki 72 dokumen kerja sama aktif yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta program pertukaran mahasiswa dan staf. Kerja sama tersebut tersebar di tingkat Jawa Barat, nasional, dan internasional.
Lebih lanjut, dalam sambutannya Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Windy Rahmawati, S.Kp., M.Kep., Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan harus menghasilkan dampak nyata. Dalam hal ini Windy menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh mitra, panelis, panitia, mahasiswa, dan alumni yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.
“Kerja sama bukan sekadar dokumen atau tanda tangan, melainkan jembatan antara dunia akademik dan praktik yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan sistem kesehatan nasional maupun global,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel bertema Future Readiness of Graduates yang melibatkan para stakeholder. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. R. Vini Adiani Dewi, M.R.S., perwakilan RSUD Welas Asih, Rumah Perawatan Indonesia, serta pihak swasta seperti Deutschlandara yang membawa program penempatan perawat ke Jerman turut memberikan masukan berharga. Diskusi menyoroti penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi lulusan, pengembangan role model entrepreneur keperawatan, serta peluang kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat.
Pada sesi penandatanganan PKS, FKep Unpad menjalin kerja sama baru dengan PT Brawijaya Investama dan beberapa institusi pendidikan tinggi kesehatan. Sementara itu, penandatanganan dengan RSUP Dr. Hasan Sadikin dan RSUD Gunung Jati Cirebon akan dilakukan secara terpisah.
Puncak acara di sesi siang adalah kegiatan Hiring Campus yang melibatkan dua rumah sakit besar, yaitu Brawijaya Hospital Group dan Mayapada Hospital. Ratusan alumni dan calon lulusan antusias mengikuti sesi walk-in interview serta sharing session. Para perwakilan rumah sakit menyampaikan peluang karir yang luas di berbagai unit dan lokasi mereka.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas tenaga kesehatan, SDG 4 (Quality Education) dengan penguatan kurikulum dan kesiapan lulusan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui program rekrutmen dan peluang karir, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang menjadi inti dari seluruh rangkaian sarasehan ini.* (Rilis oleh: Fakultas Keperawatan/R02)



The post Fakultas Keperawatan Unpad Sukses Gelar Sarasehan Kerja Sama, Career and Recruitment Linkage 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Laboratorium Ekologi, Center for Environment and Sustainability Science (CESS) Universitas Padjadjaran menerima kunjungan dari Laboratorium Binalab, PT. Surveyor Indonesia, dan PT. Pertamina Patra Niaga RU V. Kunjungan diterima pada Rabu, 1 Juli 2026 di CESS Unpad, Jalan Sekeloa Selatan, Kota Bandung.
Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Laboratorium Ekologi CESS Unpad, Mochamad Candra Wirawan Arief, Koordinator Administrasi Mahardhika Puspa, Koordinator Teknis Kimia dan Analis Laboratorium, Sovia Endah, serta Petugas Pengambil Contoh yaitu Henry Putra Kosasih. Adapun dari pihak PT. Pertamina Patra Niaga RU V diwakili oleh Hafidzoh Zulhizah, David Arthur L, dan Ricky Julianda, Binalab diwakili oleh Rika R., Dwita Pratiwi Putri, dan Syah R. A., dan PT. Surveyor Indonesia diwakili oleh F. Fachrudin.
Kegiatan diawali dengan penyambutan peserta dan penjelasan mengenai sejarah Laboratorium Ekologi dan pemaparan company profile yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai layanan laboratorium
Kepala Laboratorium Ekologi Unpad, Mochamad Candra Wirawan Arief, Ph.D. menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.
“Kami menyambut baik kunjungan dari Binalab, PT. Surveyor Indoensia, dan PT. Pertamina Parta Niaga RU V sebagai momentum untuk mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Laboratorium Ekologi Universitas Padjadjaran berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pengujian lingkungan yang berkualitas, objektif, dan sesuai dengan standar yang berlaku, mengingat Laboratorium Ekologi Unpad telah terakrediasi KAN ISO 17025:2017,” ujar Chandra Wirawan.
Dalam kunjungan ini, Binalab, PT. Surveyor Indonesia, dan PT. Pertamina Patra Niaga RU V menunjukkan ketertarikan terhadap layanan pengujian biologi, khususnya terkait identifikasi plankton dan bentos sebagai salah satu parameter penting dalam kajian kualitas lingkungan perairan. Tim Laboratorium Ekologi Unpad memberikan penjelasan mengenai tahapan pengambilan sampel, proses identifikasi di laboratorium, hingga interpretasi hasil pengujian yang dilakukan sesuai prosedur dan standar laboratorium. Para tamu juga berkesempatan melihat secara langsung fasilitas, peralatan, serta proses kerja yang digunakan dalam pelaksanaan pengujian biologi.
“Selama ini parameter fisik dan kimiawi cukup sering menjadi perhatian dalam pemantauan lingkungan. Namun, kami juga ingin memahami bagaimana pengujian parameter biologis, seperti identifikasi plankton, dapat memberikan informasi mengenai kondisi ekostistem perairan secara lebih menyeluruh di wilayah operasional kami,” ujar Ricky dari Pertamina Patra Niaga.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi penutupan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sebagai simbol terjalinnya hubungan baik antarlembaga, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai dokumentasi kunjungan sekaligus harapan agar komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang pada masa mendatang.
Melalui kunjungan ini diharapkan komunikasi antara Laboratorium Ekologi CESS Unpad dengan Binalab, PT. Surveyor Indonesia, dan PT. Pertamina Patra Niaga RU V dapat terus berlanjut dalam bentuk pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, maupun kolaborasi pada kegiatan pengujian dan penelitian lingkungan.* (Rilis oleh: CESS Unpad)


The post Laboratorium Ekologi CESS Unpad Terima Kunjungan Pertamina Patra Niaga RU V, Binalab dan Surveyor Indonesia appeared first on Universitas Padjadjaran.