Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.







[Kanal Media Unpad] Dalam rangka penguatan program pendidikan vokasional, Universitas Padjadjaran melakukan penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya bidang pertanian dan peternakan berbasis kebutuhan industri. Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bandung, Soreang, pada Senin, 2 Maret 2026.
“Pemerintah memiliki program khusus vokasional, terutama di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Program ini bukan program pendidikan biasa, tapi pendidikan di tingkat S-1 dan D-4, di mana program ini tidak berfokus pada IPK, melainkan skill dan nilai hasil perusahaan,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita dalam diskusi tersebut.
Dalam skema yang dibahas, mahasiswa akan dibekali dengan pembelajaran berbasis proyek dan produksi, termasuk penetapan target hasil sebagai bagian dari standar kompetensi. Program ini juga dirancang berjenjang dan terintegrasi dengan pendidikan menengah, baik SMK maupun SMA, sehingga pembinaan dapat dilakukan sejak dini melalui seleksi dan penguatan kualitas peserta didik.
Sementara Bupati Kabupaten Bandung, Dr. M. Dadang Supriatna, mengatakan bahwa penguatan pendidikan vokasi berbasis praktik merupakan langkah yang selama ini dinantikan. Ia menilai, tanpa adanya inisiatif dan kolaborasi dari perguruan tinggi,, dikhawatirkan akan terjadi penurunan minat dan keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Bandung.
“Selama ini saya berdiskusi dengan para petani, dan memang salah satu persoalan yang sering muncul adalah kesulitan mencari regenerasi petani. Karena itu, apabila lahan yang ada dapat dimanfaatkan melalui pola pendidikan vokasi berbasis praktik, ini akan menjadi terobosan yang sangat luar biasa,” ujar Dadang.
Konsep yang ditawarkan Unpad adalah model pendidikan vokasional berbasis praktik dan produksi, di mana proses pembelajaran terintegrasi langsung dengan kegiatan usaha di lapangan. Kegiatan usaha tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan sekaligus sumber pembiayaan pendidikan. Hasil produksi yang diperoleh dapat dikelola untuk mendukung operasional program, sehingga peserta didik tidak sepenuhnya terbebani biaya pendidikan secara mandiri.
Dalam kegiatan ini, hadir pimpinan Unpad yaitu Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, serta jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan pendidikan vokasional di bidang pertanian dan peternakan tidak hanya mencetak lulusan yang terampil dan siap kerja, tetapi juga mendorong keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Bandung serta menciptakan model pendidikan terintegrasi.* (R01)



The post Unpad Tawarkan Model Pendidikan Vokasi Terintegrasi ke Pemkab Bandung appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Sebagai inisiasi membentuk wirausahawan muda yang inovatif dan dapat bersaing, Universitas Padjadjaran menghadirkan program Wirausaha Muda Padjadjaran (WMP) yang merupakan program pembekalan keterampilan dan pengalaman praktis pengembangan wirausaha bagi mahasiswa Unpad. Kuliah perdana WMP dilaksanakan di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Jumat, 27 Februari 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, berharap program WMP dapat menghasilkan output yang meliputi peningkatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa, terbangunnya usaha rintisan mahasiswa dengan model bisnis yang aplikatif, serta meningkatnya kemampuan komunikasi dan presentasi bisnis yang siap jual sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
”Output pembelajaran yang diharapkan dari Program WMP meliputi peningkatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa, terbentuknya usaha rintisan mahasiswa yang tervalidasi secara pasar, tersusunnya model bisnis yang aplikatif, serta meningkatnya kemampuan komunikasi dan presentasi bisnis peserta sehingga dihasilkan produk siap jual sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.*
Sebanyak 250 mahasiswa aktif dari berbagai program studi di lingkungan Unpad yang memiliki minat dan komitmen di bidang kewirausahaan telah mendaftarkan diri pada program WMP. Para peserta kemudian dikelompokkan dalam tim usaha multidisiplin untuk mendorong kolaborasi dan problem solving melalui bimbingan dosen pembimbing yang bersertifikat, serta mentor dan praktisi bisnis.
”Melalui pengalaman praktisi, pendampingan dosen pembimbing dan mentor praktisi, mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan ide bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar dan potensi lokal,” jelas Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D.
Sementara Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, Dr. In-In Hanidah, STP., M.Si. menjelaskan bahwa program ini menggunakan experiental learning dan project based learning yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dan praktik kewirausahaan nyata untuk mengembangkan usaha.
Proses pembelajaran disusun secara sistematis yang mencakup pengembangan mindset kewirausahaan, design thinking, riset pasar, perancangan model bisnis, pengembangan produk dan prototipe, literasi keuangan, aspek legalitas usaha, strategi pemasaran, hingga implementasi dan evaluasi kinerja bisnis. Dalam setiap pertemuan peserta dapat mengikuti kuliah interaktif dan workshop dengan mitra Unpad seperti Paragon, Grab, dan Mayora. Pada program ini juga terdapat pendampingan bisnis, demo day, serta pitching usaha yang dapat diikuti oleh seluruh peserta.
“Proses pembelajaran dilaksanakan melalui kombinasi kuliah interaktif, workshop, Project Based Learning, pendampingan bisnis, serta kegiatan demoday dan pitching usaha,” jelas In-In saat diwawancarai oleh Tim Kanal Media Unpad pada Senin, 2 Maret 2026.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish/R02)

The post Tingkatkan Kompetensi Kewirausahaan Mahasiswa, Unpad Gelar Program Wirausaha Muda Padjadjaran 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.










[Kanal Media Unpad] Staf peneliti Center for Environment and Sustainability Science (CESS) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang juga Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad, Dr. Gemilang Lara Utama S., S.Pt., M.I.L., berbagi pengalaman dalam Workshop Final Integrated Study on Urban Agriculture as Heritage (INSUAH) 2026 yang diselenggarakan di Havana, Kuba pada 9–14 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek internasional INSUAH yang didanai oleh Volkswagen Foundation dan melibatkan berbagai kota di dunia dalam upaya melestarikan dan mengembangkan pertanian perkotaan berbasis warisan budaya. Proyek INSUAH sendiri bertujuan untuk mempromosikan pertanian perkotaan sebagai warisan hidup yang memiliki nilai ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya, serta sebagai pendekatan inovatif dalam transformasi kota menuju keberlanjutan. Studi kasus yang terlibat berasal dari lima living laboratory di dunia, yaitu São Paulo, Havana, Nürnberg–Bamberg, Tokyo, dan Bandung.
Pada forum tersebut, Dr. Gemilang membagikan pengalamannya bersama Tim Peneliti yang dipimpin Prof. Oekan S. Abdoellah, Ph.D. dalam mengembangkan Living Lab pertanian perkotaan berbasis warisan budaya Sunda sebagai strategi ketahanan pangan, adaptasi perubahan iklim, dan pembangunan kota berkelanjutan.
Dalam paparannya, Dr. Gemilang menyoroti dampak urbanisasi cepat di Kota Bandung yang menyebabkan berkurangnya ruang hijau, meningkatnya polusi, serta menghilangnya sistem pertanian tradisional. Kondisi ini membuat kota sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar wilayah, dengan sekitar 96% kebutuhan pangan berasal dari daerah lain.
Sebagai respons terhadap kerentanan tersebut, Unpad mengembangkan model Living Lab yang mengintegrasikan praktik pertanian tradisional dengan inovasi modern berbasis komunitas. Model ini memanfaatkan sistem pekarangan dan kebon talun sebagai fondasi agroekologi yang menghubungkan kawasan perkotaan, peri-urban, dan pedesaan dalam satu sistem pangan regional yang saling ketergantungan.
Pekarangan berfungsi sebagai unit produksi mikro yang tersebar luas di permukiman kota. Selain menyediakan pangan bagi rumah tangga, sistem ini juga mendukung sirkularitas sumber daya, konservasi keanekaragaman hayati, serta pelestarian pengetahuan dan budaya pangan lokal. Sementara itu, kebon talun berperan sebagai penghubung skala lanskap yang menjaga fungsi ekologis penting seperti perlindungan sumber air, pengendalian erosi, dan penyimpanan karbon.
Dalam workshop tersebut juga diperkenalkan Bandung Urban Agriculture Heritage (BUAH) the Living Lab sebagai implementasi nyata di Bandung yang mengintegrasikan produksi pangan, pengelolaan limbah organik, edukasi sekolah, serta penguatan rantai pasok lokal. Melalui pendekatan berbasis warisan budaya, produksi pangan pada pertanian perkotaan diarahkan tidak hanya pada komoditas sayuran, tetapi juga pada sumber protein lokal seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan guna meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan juga pentingnya penanaman vegetasi multi strata sebagai aksi mitigasi perubahan iklim di area perkotaan.
Pengembangan Living Lab pertanian perkotaan berbasis warisan budaya oleh Universitas Padjadjaran di Kota Bandung memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Melalui integrasi sistem pekarangan dan kebon talun, model ini meningkatkan ketersediaan pangan lokal bergizi, memperkuat ketahanan kota terhadap krisis, mendorong sirkularitas sumber daya melalui pengelolaan limbah organik, serta menjaga keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem. Selain itu, pendekatan living lab yang melibatkan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), menjadikannya contoh praktik pembangunan berkelanjutan yang berbasis ilmu pengetahuan sekaligus berakar pada budaya lokal.
Workshop Final INSUAH 2026 menjadi ajang penting pertukaran pengetahuan antar kota dunia. Setiap lokasi menghadirkan praktik pertanian perkotaan yang unik dan berakar pada budaya lokal masing-masing, termasuk sistem organoponik di Havana yang berkembang pesat sejak krisis ekonomi 1990-an.
Partisipasi dalam forum ini memperkuat posisi Universitas Padjadjaran sebagai institusi yang berkontribusi aktif dalam agenda global pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam transformasi sistem pangan perkotaan berbasis pengetahuan lokal. Dr. Gemilang menegaskan bahwa ketahanan pangan perkotaan tidak dapat dilepaskan dari pelestarian warisan budaya dan keterlibatan masyarakat. BUAH the Living Lab menjadi ruang kolaboratif antara akademisi, pemerintah, dan komunitas untuk merancang solusi yang adaptif terhadap perubahan iklim, urbanisasi, dan tantangan sosial ekonomi.
Keikutsertaan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama internasional, memperkuat jejaring riset global, serta mendorong implementasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan untuk pembangunan kota yang berkelanjutan dan berketahanan.* (Rilis oleh: Humas FTIP Unpad)
The post FTIP Unpad Promosikan Sistem Pangan Perkotaan Berbasis Warisan Budaya di Tingkat Internasional appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menegaskan supremasinya sebagai garda terdepan transformasi digital pendidikan tinggi di tanah air. Dalam perhelatan Google for Education AI Learning Lab - Higher Education yang digelar di Kantor Google Indonesia, Pacific Century Place Tower SCBD, Jakarta, pada Kamis 26 Febuari 2026, Unpad tampil memukau bukan sekadar sebagai partisipan, melainkan sebagai narasumber sekaligus jawara nasional.
Delegasi Unpad dipimpin oleh Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran, Dr. Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., didampingi oleh dua punggawa dari Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi, dan Transformasi Digital (DPSITD), yakni Koordinator Layanan TI & Hubungan Kemitraan Rafly, S.Si. dan Firman Ramdhani, S.Tr. Kom (Analis Tatakelola TI dan Hubungan Kemitraan).
Acara ini menjadi titik temu strategis bagi pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) se-Indonesia untuk merumuskan masa depan akademik berbasis ekosistem Google. Kehadiran tokoh global seperti Sapna Chadha (VP Southeast Asia and South Asia Frontier) dan Felix Goh (Gemini Adoption Lead, Southeast Asia & Greater China) menambah bobot eksklusivitas acara ini.
Di panggung utama, Unpad mendapatkan kehormatan melalui Dr. Intan Nurma Yulita sebagai pembicara ahli. Dalam paparan bertajuk "Leveraging AI Tools for Enhanced Learning Effectiveness", Dr. Intan membedah arsitektur strategi Unpad dalam mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya adaptif dan efisien, tetapi juga memiliki dampak global bagi mahasiswa dan tenaga pendidik.
Momentum bersejarah tercipta saat pengumuman Gemini Academy for Higher Education, sebuah kompetisi ketat yang diikuti oleh 394 PTN-PTS dari 35 Provinsi di seluruh Indonesia. Unpad berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa pulang penghargaan tertinggi:
Keberhasilan luar biasa ini merupakan manifestasi kolaborasi lintas unit yang harmonis di lingkungan Unpad, yang melibatkan Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi, dan Transformasi Digital (DPSITD), Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP), Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan, dan Direktorat Kemahasiswaan.
Prestasi ini diperkuat dengan fakta bahwa sebanyak 398 orang yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Unpad telah berhasil mengikuti dan meraih sertifikasi internasional Gemini AI. Angka ini mencerminkan kesiapan masif Unpad dalam menyongsong era Intelligence-Driven Education.
Pencapaian ini diharapkan menjadi akselerator bagi Unpad untuk terus memimpin dalam integrasi teknologi mutakhir, meningkatkan kualitas riset, serta memperkuat layanan pendidikan yang kompetitif di kancah internasional.* (Rilis oleh: DPSITD & PIPP Unpad)





The post Dominasi Inovasi AI Nasional, Unpad Sabet Gelar Juara 1 di Ajang Google for Education appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran terus menguatkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdampak. Komitmen tersebut tidak hanya tercermin dalam capaian akademik dan reputasi institusi, tetapi juga dalam tata kelola kampus yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Sebagai bagian dari implementasi program Green Campus, Unpad kini menerapkan sistem penimbangan sampah sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir. Melalui penggunaan CAS Jembatan Timbang Model Pitless, setiap kendaraan pengangkut sampah diwajibkan berhenti sejenak di atas platform timbangan untuk memastikan berat muatan tercatat secara akurat dan sistematis.
Penerapan sistem ini bertujuan agar Unpad dapat mengetahui secara pasti volume sampah yang masuk dan dihasilkan setiap hari, sekaligus memantau jumlah sampah yang telah terolah. Dengan data yang terukur, universitas memiliki gambaran komprehensif mengenai siklus pengelolaan sampah, mulai dari sumber, proses pengolahan, hingga residu akhir.
Informasi tersebut menjadi dasar penting untuk mengefektifkan sistem pengelolaan sampah yang saat ini berjalan di lingkungan kampus. Melalui pendekatan berbasis data, Unpad dapat mengevaluasi kapasitas pengolahan, mengidentifikasi titik-titik yang perlu diperbaiki, serta memastikan sumber daya yang tersedia digunakan secara optimal.
Lebih jauh, pencatatan volume sampah secara konsisten juga menjadi landasan strategis untuk menetapkan target pengurangan sampah di masa mendatang. Dengan mengetahui tren produksi sampah secara periodik, Unpad dapat merancang kebijakan reduksi yang lebih terarah, mendorong perubahan perilaku sivitas akademika, serta memperkuat program pemilahan dan daur ulang.
Pengelolaan sampah berbasis data ini menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan. Dalam jangka panjang, langkah ini berkontribusi pada pengurangan beban tempat pembuangan akhir, peningkatan efisiensi pengolahan limbah, serta dukungan terhadap upaya penurunan jejak karbon institusi.
Lebih dari sekadar sistem teknis, inisiatif ini mencerminkan transformasi tata kelola kampus yang berbasis akuntabilitas dan evidence-based policy. Keberlanjutan tidak lagi dimaknai sebagai komitmen normatif, tetapi diwujudkan melalui sistem yang terukur dan terdokumentasi.
Kehadiran sistem penimbangan ini merupakan wujud pemanfaatan hasil pengelolaan Dana Abadi Universitas Padjadjaran. Melalui tata kelola yang profesional dan berkelanjutan, Dana Abadi memungkinkan kontribusi alumni dan mitra berkembang menjadi dukungan nyata bagi infrastruktur strategis kampus.
Universitas Padjadjaran meyakini bahwa melalui Dana Abadi, kontribusi yang dihimpun dapat bertransformasi menjadi dampak jangka Panjang, tidak hanya dalam penguatan kualitas pendidikan dan riset, tetapi juga dalam pembangunan lingkungan kampus yang lebih hijau dan bertanggung jawab.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, Unpad memahami bahwa dampak diukur dari sejauh mana kehadirannya memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Kampus yang unggul adalah kampus yang membangun sistem yang kuat. Kampus yang inklusif adalah kampus yang melibatkan komunitasnya dalam perubahan. Dan kampus yang berdampak adalah kampus yang memastikan setiap langkahnya membawa nilai bagi generasi mendatang.
Melalui pengelolaan sampah berbasis data ini, Unpad menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari langkah konkret. Dari kontribusi yang dikelola secara berkelanjutan, lahir sistem yang memberikan manfaat nyata. Dari data yang akurat, tumbuh kebijakan yang lebih tepat dan berdampak luas.
Untuk informasi lebih lanjut dan kontribusi, kunjungi: endowment.unpad.ac.id* (Rilis oleh: KKA-DA)
The post Melalui Dana Abadi, Unpad Wujudkan Pengelolaan Sampah Berbasis Data untuk Kampus Berkelanjutan appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unpad terus memperkuat perannya dalam menyiapkan talenta terbaik bangsa melalui kegiatan Sosialisasi Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 yang diselenggarakan oleh PT Danantara Asset Management di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam membangun kepemimpinan BUMN yang berkelanjutan dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, SS., MA., Ph.D., menyampaikan bahwa partisipasi Unpad dalam program ini merupakan bentuk komitmen Unpad dalam mengantarkan lulusan terbaiknya menuju peran-peran strategis di tingkat nasional. Inu menjelaskan bahwa mahasiswa dan alumni yang diundang dalam sosialisasi ini telah melalui kurasi berbasis rekam jejak akademik dan nonakademik yang dilakukan secara selektif dan dinilai memiliki kapasitas unggul. Selain capaian akademik yang tinggi, para lulusan tersebut juga aktif dalam organisasi, kompetisi nasional maupun internasional, serta menunjukkan kematangan soft skills dan kepemimpinan.
“Kami berharap teman-teman yang hadir di sini benar-benar memanfaatkan peluang ini. Bukan hanya untuk membangun karier, tetapi juga untuk mengambil peran dalam pembangunan ekonomi Indonesia melalui BUMN,” ujar Inu.
Lebih lanjut, Inu menambahkan bahwa sejumlah alumni Unpad yang tergabung dalam IKA Unpad saat ini telah berkiprah di lingkungan Danantara dan berbagai BUMN pada level manajerial strategis. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa lulusan Unpad memiliki daya saing dan kapasitas kepemimpinan yang diakui di tingkat nasional.
Sementara itu, Koordinator Asisten Deputi Bidang Manajemen SDM BUMN, Herudi Kandau Nugroho, menjelaskan bahwa PFLP 2026 dirancang untuk mencetak future leader Indonesia yang memiliki kompetensi profesional sekaligus komitmen kebangsaan. Program ini menjadi ruang temu antara talenta muda yang tengah membangun karier dengan kebutuhan negara akan pemimpin masa depan di sektor strategis. PFLP tidak hanya membuka akses pekerjaan, tetapi juga menyiapkan proses pembinaan untuk membentuk calon pemimpin yang mampu membawa BUMN semakin kompetitif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Program PFLP 2026 merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia untuk membangun estafet kepemimpinan BUMN dari talenta terbaik di Indonesia dan melibatkan beberapa perusahaan BUMN strategis. Adapun kualifikasi peserta PFLP 2026 meliputi lulusan D4/S1 dengan usia maksimal 26 tahun dan S2 maksimal 28 tahun, IPK minimal 3,25 untuk S1 dan 3,5 untuk S2, bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia, serta memiliki kondisi kesehatan jasmani yang baik.
Melalui sosialisasi ini, Unpad berharap semakin banyak talenta terbaik bangsa dari Unpad ini yang siap melangkah sebagai future leader dan mengambil peran strategis dalam memperkuat kinerja BUMN sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.* (R02)






The post Danantara Sosialisasikan Presidential Future Leaders Program di Universitas Padjadjaran appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebagai bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, Tim Forensik Odontologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) berpartisipasi aktif dalam proses identifikasi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 24 Januari hingga 14 Februari 2026.
Keterlibatan tim dimulai pada 26 Januari 2026 sebagai tindak lanjut atas permintaan resmi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Penugasan tersebut merupakan wujud dukungan akademik dan kemanusiaan Universitas Padjadjaran dalam membantu proses penanganan pasca bencana secara ilmiah, profesional, dan bertanggung jawab.
Selama 20 hari pelaksanaan tugas, yakni hingga 14 Februari 2026, Tim Forensik Odontologi FKG Unpad melakukan serangkaian prosedur klinis identifikasi melalui pemeriksaan odontologi forensik. Proses tersebut meliputi pemeriksaan struktur gigi dan area maksilofasial, penyusunan odontogram, pengisian formulir DVI, dokumentasi postmortem, serta analisis lanjutan menggunakan metode superimposisi digital antara foto antemortem dan postmortem guna memperkuat pencocokan identitas.
Tim terdiri atas kurang lebih 50 personel, yakni 45 mahasiswa program profesi (koas), 4 mahasiswa program magister (S2), serta 1 dosen pembimbing yang bertindak sebagai ketua tim. Kegiatan ini berada di bawah supervisi Prof. Fahmi Oscandar, drg., M.Kes., Sp.RKG., Sp. OF., SubSp.OFK (K)., Ph.D (Cr. Img), dengan koordinasi lapangan oleh drg. Pande Made Maha Prasthanika dan Rahimahullah Kamilatinnisa Qurrataayuni, S.KG.
Proses identifikasi dilaksanakan di beberapa lokasi, antara lain Posko DVI Polda Jawa Barat di Cisarua, RSUD Cibabat, serta RS Bhayangkara. Dari total 101 jenazah yang diperiksa, sebanyak 80 korban berhasil diidentifikasi, sementara 21 lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan. Sebanyak 53 jenazah diidentifikasi melalui pemeriksaan gigi dan area maksilofasial.
Identifikasi korban merupakan tahapan krusial dalam penanganan pasca bencana untuk memastikan setiap korban dapat dikenali secara sah, ilmiah, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Proses ini memungkinkan jenazah dikembalikan kepada keluarga serta memenuhi kepentingan administratif dan legal, termasuk penetapan status kematian, klaim asuransi, dan pemenuhan hak-hak keluarga korban. Dalam kondisi jenazah yang sulit dikenali secara visual, forensik odontologi memiliki peran strategis karena karakteristik gigi bersifat unik pada setiap individu, relatif tahan terhadap kerusakan, dan kerap terdokumentasi dalam data antemortem.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadapi berbagai tantangan, antara lain kondisi medan yang masih rawan longsor, keterbatasan akses menuju lokasi, keterbatasan sarana pemeriksaan, serta dukungan logistik yang masih terbatas. Selain itu, pada beberapa kasus, metode identifikasi primer seperti sidik jari dan DNA belum memberikan hasil konklusif, sehingga proses identifikasi masih berlangsung sembari menunggu hasil pemeriksaan DNA dari Laboratorium Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Jakarta.
Melalui kolaborasi, dedikasi, dan pendekatan ilmiah yang terukur, Tim Forensik Odontologi FKG Unpad berupaya memastikan bahwa setiap korban tidak sekadar tercatat sebagai angka statistik, melainkan dikenali sebagai individu dengan identitas yang utuh dan bermartabat. Partisipasi ini menegaskan komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendukung penanggulangan bencana serta penguatan peran keilmuan dalam pelayanan kemanusiaan.* (Rilis oleh: PPPM Unpad)


The post Tim Forensik Odontologi FKG Unpad Berpartisipasi Aktif Identifikasi Korban Bencana Longsor Kab. Bandung Barat appeared first on Universitas Padjadjaran.










[Kanal Media Unpad] Tiga perwakilan dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Faperta Unpad) berpartisipasi dalam 70th Annual Conference of the Australasian Agricultural and Resource Economics Society (AARES 2026) yang diselenggarakan di Adelaide, South Australia, pada 9–13 Februari 2026. Konferensi internasional ini merupakan forum ilmiah bergengsi di bidang sosial ekonomi pertanian dan sumber daya yang mempertemukan akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara. Keikutsertaan delegasi Faperta Unpad menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik global sekaligus memperkuat kontribusi riset Indonesia di tingkat internasional. Melalui forum ini, para peneliti berkesempatan untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan mendiskusikan isu-isu strategis terkait pembangunan pertanian berkelanjutan.
Dalam konferensi tersebut, delegasi Faperta Unpad berkontribusi melalui sesi oral presentation serta kompetisi Three Minutes Thesis (3MT) dengan mengangkat topik-topik penelitian yang relevan dengan pembangunan pertanian, gender, dan pengelolaan sumber daya. Partisipasi ini menunjukkan kapasitas akademik Faperta Unpad dalam merespons isu global melalui pendekatan ilmiah yang kontekstual. Selain mempresentasikan hasil penelitian, para peserta juga mengikuti berbagai diskusi panel dan sesi ilmiah yang membahas dinamika ekonomi pertanian dan pengelolaan sumber daya di berbagai negara. Keterlibatan aktif ini memperkaya perspektif akademik sekaligus memperkuat posisi Unpad dalam jejaring riset internasional.
Adapun perwakilan Fakultas Pertanian Unpad yang berpartisipasi meliputi Sara Ratna Qanti, S.P., M.Sc., Ph.D. dengan topik “Expectation and Realities of Women’s Participation in Household Decision-Making among Farming Families in West Java, Indonesia”; Dr. Nur Syamsiyah, S.P., M.P. dengan topik “Risk Mitigation for Potato Production in Environmental Conservation in the Cisangkuy Sub-Watershed, Bandung Regency, West Java, Indonesia”; serta Maura Zhafira Putri, S.Tr.Agr., M.Agr. dengan topik “Women’s Participation in Agricultural Land-Use Decision-Making in the Citarum Watershed, West Java, Indonesia”. Ketiga topik tersebut menyoroti keterkaitan antara pembangunan pertanian, aspek gender, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Presentasi ini mendapat respons positif dari peserta konferensi dan membuka peluang diskusi serta kolaborasi lanjutan. Kehadiran delegasi Faperta Unpad juga memperkenalkan konteks pertanian Indonesia dalam forum ilmiah global.
Partisipasi dalam AARES 2026 mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran untuk terus mendorong pengembangan riset yang berdampak dan berdaya saing internasional. Melalui keterlibatan dalam forum ilmiah global, hasil penelitian dosen dan alumni Faperta Unpad semakin dikenal serta berkontribusi dalam perumusan kebijakan dan pengembangan sektor pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini juga memperkuat jejaring akademik di bidang ekonomi pertanian, pembangunan pedesaan, dan pengelolaan sumber daya alam. Ke depan, keterlibatan aktif dalam konferensi internasional diharapkan terus mendorong kolaborasi riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Kegiatan ini terkait dengan beberapa poin SDGs, seperti SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13: Aksi untuk Perubahan Iklim, dan SDG 15: Kehidupan di Darat. Dengan demikian, kontribusi dosen Fakultas Pertanian Unpad dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.* (Rilis oleh: Humas Faperta Unpad)



The post Delegasi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Berpartisipasi dalam AARES Conference 2026 di Australia appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari proses keberlanjutan kepemimpinan dan penguatan tata kelola institusi, Universitas Padjadjaran melaksanakan Rapat Pleno Majelis Wali Amanat dengan agenda Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pengurus dan Anggota Majelis Wali Amanat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Unpad Training Center (UTC) Hotel, Jl. Ir. H. Djuanda No. 4, Bandung, Senin 23 Februari 2026.
“Ini adalah bagian dari pengabdian. Insya Allah pada lima tahun yang akan datang, kita akan terus gunakan keunggulan, kemandirian, dan kesejahteraan,” jelas Ketua MWA Unpad periode 2025-2029, Prof. Dr. Ir. H. Rachmat Pambudy, M.S. dalam sambutannya.
Prof. Rachmat yang juga merupakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, mengatakan bahwa keunggulan yang telah dicapai tidak boleh berhenti sebagai capaian semata, melainkan harus terus ditingkatkan secara terukur dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti pentingnya target “serba tiga” sebagai arah bersama, yakni menembus peringkat 300 besar, meraih pendapatan hingga Rp. 3 triliun, serta mencapai remunerasi tiga digit.
Sementara Ketua MWA periode 2020-2025, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., mengatakan bahwa selama masa kepemimpinannya, MWA telah menjalankan fungsi utamanya, yaitu menetapkan kebijakan strategis non akademik, melakukan pengawasan, dan keterwakilan. Dr. Arief juga mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus MWA yang baru serta berharap kepengurusan selanjutnya dapat melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah dirintis sebelumnya.
“Saya yakin dengan posisi yang ada sekarang, pengurus yang baru, dan jaringan nasional yang kuat, akan bisa membawa Unpad menjadi yang terbaik,” ujar Dr. Arief.
Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh jajaran MWA periode sebelumnya. Di bawah kepemimpinan Dr. Arief Yahya bersama para anggota MWA lainnya, Unpad telah mengalami banyak perubahan signifikan, baik dari sisi tata kelola, penguatan kelembagaan, hingga peningkatan reputasi dan kinerja institusi.
“Atas nama Unpad, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada MWA periode 2020-2025 yang sudah banyak memberikan teladan, inspirasi dan juga pemikiran-pemikiran yang sangat berharga untuk Unpad,” ucap Prof. Arief.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026 serta penandatanganan berita acara serah terima jabatan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Senat Akademik, para direktur, serta para dekan di lingkungan Unpad.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Unpad berkomitmen untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta memperkuat tata kelola institusi secara berkelanjutan. Momentum ini diharapkan menjadi awal langkah strategis bagi pengurus MWA periode 2025-2030 untuk mewujudkan Unpad yang semakin unggul, mandiri, dan sejahtera.* (R01)
Pengurus dan Anggota MWA Unpad Periode 2025-2030
| No. | Nama | Jabatan | Jabatan di MWA |
| 1 | Prof. Dr. Ir. H. Rachmat Pambudy, M.S. | Anggota (Unsur Masyarakat) | Ketua |
| 2 | Prof. Dr. Drs. Arry Bainus, MA. | Anggota (Unsur Senat Akademik) | Wakil Ketua |
| 3 | Prof. Dr. Hendriati Agustiani, M.Si. | Anggota (Unsur Senat Akademik) | Sekretaris Eksekutif |
| 4 | Prof. Brian Yuliarto, ST., M.Eng., Ph.D. | Anggota (Ex officio) Unsur Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi | Anggota Ex officio |
| 5 | H. Dedi Mulyadi, S.H., M.H. | Anggota (Ex officio) Unsur Gubernur Jawa Barat | Anggota Ex officio |
| 6 | Prof. dr. Arief S. Kartasasmita, Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D. | Anggota (Ex officio) Rektor Universitas Padjadjaran | Anggota Ex officio |
| 7 | Prof. Dr. Yoni Syukriani, dr., Sp.FM.Subsp.SBM., M.Si., DFM. | Anggota (Ex officio) Ketua Senat Akademik | Anggota Ex officio |
| 8 | Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE. | Anggota (Unsur Senat Akademik) | Anggota |
| 9 | Prof. Dr. Dany Hilmanto, dr., Sp.A(K). | Anggota (Unsur Senat Akademik) | Anggota |
| 10 | Prof. Dr. Ir. H. Denny Kurniadie, M.Sc. | Anggota (Unsur Senat Akademik) | Anggota |
| 11 | Prof. Dr. Unang Supratman, MS. | Anggota (Unsur Senat Akademik) | Anggota |
| 12 | Dr. H. Ana Miftahuddin Amin, S.Si., SE., MM. | Anggota (Unsur Masyarakat) | Anggota |
| 13 | Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum. | Anggota (Unsur Masyarakat) | Anggota |
| 14 | Ir. Ellyus Achiruddin, MMA. | Anggota (Unsur Masyarakat) | Anggota |
| 15 | Yodhisman Soratha, S.IP., M.H. | Anggota (Unsur Alumni) | Anggota |
| 16 | Edward Henry, S.IP., M.M. | Anggota (Unsur Tenaga Kependidikan) | Anggota |
| 17 | Mohammad Na'im | Anggota (Wakil Mahasiswa) | Anggota |






The post MWA Unpad Laksanakan Sertijab, Prof. Rachmat Pambudy Jadi Ketua Periode 2025-2030 appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Stefani Yolin Israel Kambu asal Papua mencatatkan prestasi sebagai wisudawan termuda program Sarjana pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Jumat, 6 Februari 2026 lalu. Steffani meraih gelar Sarjana Kedokteran FK Unpad dalam usia 19 tahun 2 bulan.
“Saya mungkin bukan mahasiswa yang paling menonjol di FK Unpad, karena dikelilingi oleh banyak teman yang sangat berprestasi. Namun, hal itu justru memotivasi saya untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa saya sebagai anak Papua pasti bisa,” ujar Stefani dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Rabu, 11 Februari 2026.
Sejak kelas 3 SMA, Stefani yang berasal dari Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan ini telah menargetkan Unpad, khususnya FK, sebagai kampus impian. Kesempatan kemudian datang melalui program beasiswa kedokteran dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Asmat dengan FK Unpad. Meski demikian, ia tetap harus mengikuti dan lolos Seleksi Mandiri Universitas Padjadjaran (SMUP) sebelum resmi diterima sebagai mahasiswa penerima beasiswa.
“Puji Tuhan, saya akhirnya diterima di FK Unpad melalui jalur SMUP. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asmat atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan,” ucap Stefani.
Stefani mengatakan bahwa selama menempuh pendidikan di FK Unpad, ia belajar banyak dari teman-teman dan para dosen, terutama mengenai pentingnya manajemen waktu sebagai kunci keberhasilan dalam menyelesaikan studi. Steffani menyadari bahwa disiplin dalam mengatur waktu menjadi hal yang krusial di tengah padatnya jadwal dan tuntutan akademik.
Lebih lanjut, Stefani menyebutkan bahwa Unpad memberikan dukungan besar dalam proses pembelajaran, baik dari segi fasilitas maupun kualitas dosen. Selain itu, keterlibatan dalam organisasi dan kepanitiaan turut membentuk kemampuan kepemimpinan dan soft skills yang penting bagi calon dokter.
“Untuk semua anak-anak Papua, jangan pernah takut bermimpi besar. Usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan bersama Tuhan, segala tantangan pasti bisa dilewati, meski kadang harus melalui air mata. Ingat, orang tua, keluarga, dan orang-orang tersayang kita sudah berjuang begitu keras untuk kita, maka mari kita berjuang juga demi melihat senyum di wajah mereka,” pesan Stefani.
Unpad memiliki visi membangun kampus yang unggul, infklusif dan berdampak. Inklusif bertujuan menciptakan lingkungan terbuka yang menghargai perbedaan dan memastikan hak setara dalam sosial, pendidikan, serta ekonomi. Inklusi sendiri adalah pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka untuk siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda, meliputi karakteristik, kondisi fisik, kepribadian, status, suku, budaya, dan lain sebagainya.* (R01)
The post Stefani Yolin Asal Asmat Papua Raih Gelar Sarjana Kedokteran FK Unpad di Usia 19 Tahun appeared first on Universitas Padjadjaran.