Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) Tahun Akademik 2026/2027 di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor, pada Senin (10/8). Selama kegiatan, Dedi tidak hanya menyampaikan materi motivasi, tetapi juga berdialog langsung dengan sejumlah mahasiswa mengenai kondisi ekonomi, biaya kuliah, hingga tantangan hidup yang mereka hadapi.
“Pendidikan bukan hanya di fasilitas. Kualitas itu adalah kemauan kita untuk menjadi orang sukses. Jangan pernah berkecil hati dengan keadaan. Justru keadaan itu adalah jalan untuk menuju kemajuan,” ujar Dedi.
Di hadapan mahasiswa baru, Dedi mengatakan bahwa banyak orang memiliki cita-cita untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik. Ia mengaku pernah memiliki keinginan yang sama untuk berkuliah di Unpad, namun keterbatasan ekonomi membuatnya harus bekerja sambil menempuh pendidikan.
“Beruntunglah jadi orang miskin. Beruntunglah jadi orang tertinggal. Dia punya semangat juang untuk menjadi orang kaya dan orang sukses,” ungkap Dedi yang saat ini tengah menempuh pendidikan doktoral di Unpad.
Dalam sesi dialog, Dedi juga menerima berbagai aspirasi mahasiswa, mulai dari persoalan biaya kuliah, bantuan pendidikan, hingga layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas. Salah satu mahasiswa baru penyandang disabilitas, menyampaikan pengalamannya dalam mengakses pendidikan inklusif sekaligus mengungkapkan bahwa dirinya kerap mengalami penurunan semangat dalam menjalani pendidikan. Ia kemudian meminta nasihat yang dapat dijadikan pegangan untuk terus melanjutkan pendidikan.
“Kata hati lebih tajam daripada mata yang bisa melihat,” kata Dedi.
Dedi mengajak seluruh mahasiswa baru Unpad untuk tidak menyerah menghadapi berbagai kesulitan selama masa perkuliahan. Menurutnya, keterbatasan ekonomi maupun berbagai tantangan hidup tidak seharusnya menjadi penghalang. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga atau kondisi ekonomi, melainkan oleh semangat, ketekunan, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan.
“Pengalaman hidup yang sangat pahit akan membawa orang pada keberhasilan. Orang yang banyak mengalami kepahitan dalam perjalanan hidupnya, dia akan meraih kesuksesan,” pungkasnya.* (R01)



The post PKKMB-Prabu 2026: Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Semangat Juang dalam Pendidikan appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima 12.982 mahasiswa baru melalui Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) Tahun Akademik 2026/2027 di Stadion Jati Padjadjaran Unpad Kampus Jatinangor, Senin, (10/8).
Berdasarkan Keputusan Rektor Unpad Nomor 2396/UN6.RKT/Kep/HK/2026 tentang Penetapan Mahasiswa Baru Program Doktor, Magister, Spesialis, Subspesialis, Profesi, Sarjana, dan Sarjana Terapan Tahun Akademik 2026/2027, Unpad menerima 354 mahasiswa program doktor, 1566 magister, 300 spesialis, 69 subspesialis, 752 profesi, 8.759 sarjana, dan 1.182 sarjana terapan. Seluruh mahasiswa terpilih dari total 163.502 pendaftar yang mengikuti seleksi melalui berbagai jalur di seluruh jenjang dan program studi.
Angka tersebut merupakan hasil penyaringan dari lebih dari 160 ribu pendaftar. Sehubungan dengan tingginya angka persaingan tersebut, Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita meminta para mahasiswa baru untuk melihatnya sebagai pengingat akan besarnya tanggung jawab mereka, terutama kepada orang tua, almamater, dan bangsa Indonesia.
“Jangan sia-siakan setiap detik yang kalian perjuangkan dengan susah payah ini dan isilah dengan ketekunan dalam proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Catat hari ini sebagai penanda babak baru, di mana mimpi kalian tidak lagi sekadar angan, tetapi menjadi langkah awal kalian untuk menapaki kehidupan baru sebagai mahasiswa yang akan diuji dengan disiplin dan diterangi dengan ilmu pengetahuan,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa Unpad senantiasa memegang teguh visi Unggul, Inklusif, dan Berdampak. Salah satu wujud nyata dari inklusivitas ini adalah komitmen Unpad agar tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah karena kendala biaya melalui pengelolaan dana beasiswa yang bersumber dari internal dan eksternal. Tidak hanya itu, kepada para mahasiswa baru Rektor menyampaikan pesan agar mahasiswa dapat aktif di berbagai organisasi untuk belajar cara memimpin, beradaptasi dan berkolaborasi, hingga cara mengelola konflik yang tidak akan didapatkan dari pembelajaran di dalam kelas.
“Dalam setiap langkah kalian di Unpad, pegang teguh nilai-nilai utama kita bersama, yaitu: Sinergi, Kesetaraan, Progresif, Berketuhanan, Integritas, Keterbukaan, dan Berdampak. Kejujuran dalam ujian, keberanian dalam mengakui kesalahan, dan integritas dalam riset adalah pondasi sejati dari keunggulan. Selamat bergabung dalam keluarga besar Universitas Padjadjaran. Selamat belajar, selamat berkarya, dan selamat berkontribusi untuk bangsa Indonesia,” kata Rektor.
Turut hadir pada kegiatan PKKMB-Prabu 2026 ini, Gubernur Provinsi Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., yang menyampaikan Kuliah Umum kepada para mahasiswa baru Unpad. Pada kesempatan ini, Dedi menerima berbagai aspirasi mahasiswa, mulai dari persoalan biaya kuliah, bantuan pendidikan, hingga layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas, serta mengajak seluruh mahasiswa baru Unpad untuk tidak menyerah menghadapi berbagai kesulitan selama masa perkuliahan.
“Pendidikan bukan hanya di fasilitas. Kualitas itu adalah kemauan kita untuk menjadi orang sukses. Jangan pernah berkecil hati dengan keadaan. Justru keadaan itu adalah jalan untuk menuju kemajuan,” ujar Dedi.
Kegiatan Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad tersebut dilanjutkan dengan kegiatan Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran atau Prabu Unpad yang berlangsung pada 10–12 Agustus 2026. Dalam kesempatan ini, diselenggarakan kegiatan iNews Campus Connect yang menghadirkan berbagai seminar dan narasumber inspiratif, yaitu Talkshow Moneyfestasi “Literasi Digital untuk Generasi Muda, Bijak di Media Sosial dan Bertransaksi di Era Digital”, Genzone Talks “Enhacing Your Energy, Empowering Yourself”, serta Mahasiswa Bersuara “Demokrasi Digital dan Kebebasan Berekspresi, Menjaga Benteng HAM dan hukum dari Represi Siber”.* (R02)






The post PKKMB-Prabu 2026 dimulai, Unpad Resmi Terima 12.982 Mahasiswa Baru appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Demi meraih pendidikan yang lebih baik, dua perempuan muda dari Kabupaten Supiori Papua yang baru lulus SMP ini rela meninggalkan kampung halamannya untuk pergi merantau ribuan kilometer jauhnya ke Bandung. Tiga tahun yang lalu, Yuliana Taran dan Jein Kesya Novita Rumbewas meraih Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan berkesempatan melanjutkan Pendidikan ke SMA KP Margahayu di Kabupaten Bandung. Kini, mereka sudah lulus SMA dan melanjutkan studi di Universitas Padjadjaran dengan dukungan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).
”Motivasinya, aku ingin mencari pengalaman di luar Papua. Setelah tahu ada beasiswa ADEM, sejujurnya orang tua aku awalnya tidak mengizinkan karena memang jaraknya sangat jauh. Tapi setelah melihat bagaimana saya bertekad dan mengusahakan beasiswa itu, akhirnya diizinkan. Setelah 3 tahun di Bandung dan sudah sedikit mengenal budayanya, saya ingin melanjutkan kuliah di sini, dan puji Tuhan diterima di Unpad melalui beasiswa ADik,” ujar Yuliana yang merupakan alumni SMN 6 Pariem Distrik Supiori Timur.
Sementara Jein Kesya yang merupakan alumni SMPN 10 Sawendi Distrik Kep. Aruri mengaku termotivasi dari sejumlah kakak kelasnya yang telah lebih dahulu meraih beasiswa ADEM dan berkesempatan mengikuti pendidikan di luar Papua.
“Saya melihat, oh kakak-kakak itu bisa ke luar Papua. Terus aku kalau mau punya pengalaman baru, juga harus ke luar. Saat izin ke orang tua, puji Tuhan diizinkan. Akhirnya, sampai di sini,” ujar Jein Kesya.
Yuliana dan Jein Kesya adalah dua dari 19 penerima Beasiswa ADik yang diterima di Unpad. Beasiswa ADik, dan juga Beasiswa ADEM, merupakan salah satu upaya pemerintah yang bersifat afirmatif untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia di Wilayah Papua, Daerah khusus 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), dan Repatriasi (anak-anak pekerja migran di luar negeri) yang punya keterbatasan geografi dan ekonomi untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. Beasiswa ADEM diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Beasiswa ADik diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Yuliana adalah anak ke-2 dari 5 bersaudara. Ayahnya seorang nelayan, dan ibunya seorang pendeta. Jein Kesya juga anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ayahnya seorang nelayan, ibunya seorang ibu rumah tangga. Yuliana akan berkuliah di program studi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad, sedangkan Jein Kesya akan kuliah di program studi Biologi FMIPA Unpad.
“Sebenarnya tidak ada alasan khusus mengapa aku pilih Kesos. Tapi karena di SMA aku jurusan IPS, jadi Kesos sudah tidak asing lagi. Aku juga ingin mengabdi ke masyarakat, apalagi di daerah Papua nanti setelah lulus,” ujar Yuliana yang memiliki ketertarikan di dunia public speaking.
Sementara Jein Kesya punya bayangan ia akan menjadi seorang pendidik di Papua setelah lulus kuliah nanti. Untuk itu, ia ingin memanfaatkan kesempatan masa kuliahnya dengan mengikuti sejumlah ekstrakulikuler, baik itu di bidang sains maupun olah raga bola basket.
Yuliana dan Jein Kesya merasa sangat bersyukur bisa memperoleh fasilitas beasiswa, baik Beasiswa ADEM maupun Beasiswa ADik. Melalui beasiswa tersebut, mereka bisa memperoleh pendidikan yang lebih baik tanpa harus membebani ekonomi keluarga. Mereka juga merasa bangga dapat diterima kuliah di Unpad.
“Rasanya luar biasa, pokoknya kayak nggak nyangka bisa masuk ke kampus pilihan pertama ini,” ujar Jein Kesya.
Hal yang sama juga dirasakan Yuliana. Meski kadang merasa berat mengerjakan sejumlah tugas sebagai mahasiswa baru dengan deadline yang ketat, namun ia tetap bertahan dan menyelesaikannya dengan baik.
“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya jadi mahasiswa Unpad, bangga banget. Jadi walau ada rasa capek, tetap nggak terlalu dirasa,” ujar Yuliana. Sebagai mahasiswa penerima beasiswa ADik, Yuliana dan Jein Kesya memperoleh fasilitas untuk tinggal di salah satu asrama Unpad, Bale Wilasa I. Fasilitas ini menjadi salah satu bentuk komitmen mewujudkan Unpad yang unggul, inklusif dan berdampak dengan memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi dengan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.*
The post Dengan Dukungan Beasiswa ADEM dan ADik, Dua Putri dari Pesisir Papua Kuliah di Universitas Padjadjaran appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Mohammed Adel Mohammed Al-faqeeh datang dari Yaman ke Indonesia pada tahun 2022 untuk kuliah Magister (S2) Farmasi Klinik di Universitas Padjadjaran dengan dukungan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Pada akhirnya, ia kembali ke Yaman dengan membawa gelar Doktor (S3) Farmasi setelah mendapat beasiswa lanjutan dari Unpad. Al-faqeeh terpilih menjadi Wisudawan Terbaik Program Doktor pada Wisuda Unpad Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung pada Rabu (5/8).
“Saya lulusan S1 Farmasi dari Sana’a University Yaman. Saat mengetahui ada penawaran beasiswa KNB, saya mendaftarkan diri dengan memilih dua universitas di Indonesia yang memiliki program studi Farmasi Klinik. Pilihan utamanya Universitas Padjadjaran karena dari informasi yang saya baca, kuliahnya lebih banyak praktik,” ujar Al-faqeeh saat diwawancarai Kanal Media Unpad di Bandung, usai mengikuti upacara wisuda pada Rabu (5/8).
Setelah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh beasiswa KNB untuk studi Magister di Unpad, Al-faqeeh mengikuti terlebih dahulu kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) secara daring karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Kemampuannya berbahasa Indonesia semakin lancar saat mulai kuliah Magister.
“Farmasi Klinik itu kan harus kuliah di Rumah Sakit. Nah selama itu saya praktik di RS Hasan Sadikin setiap hari dari pagi sampai sore harus berinteraksi dengan pasien, dokter, dan semua yang ada di RS. Akhirnya, karena sering berinteraksi dengan native speaker, saya jadi bisa lebih lancar menggunakan Bahasa Indonesia, dan juga sedikit Bahasa Sunda,” ujar anak pertama dari 6 bersaudara ini.
Kuliah Magister diselesaikannya dalam waktu 3 semester, dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Selesai kuliah Magister, Al-faqeeh mengikuti seleksi Beasiswa Program Doktor Padjadjaran (BPDP) dari Universitas Padjadjaran dan berhasil lulus seleksi. Kuliah Doktor pun diselesaikan dalam waktu relatif cepat dengan IPK 3,89. Total waktu yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan studi S2 dan S3 hanya kurang lebih 3,5 tahun.
“Saya tidak ikut program fast track, tapi timeline yang ditempuh seperti fast track,” ujarnya.
Selama kuliah di Unpad, Al-faqeeh mengaku merasa betah, dan seperti tidak tinggal di negara asing. Ia merasa, lingkungannya sangat ramah sehingga ia bisa mengenal banyak orang, baik itu dosen maupun mahasiswa lain. Kualitas pengajaran dan fasilitas yang tersedia juga diakuinya sangat baik. Belasan artikel ilmiahnya mampu menembus jurnal ilmiah bereputasi internasional Scopus Q1 dan Scopus Q2.
“Unpad itu more than what I expected. Jadi, terima kasih Unpad. Fakultas Farmasi apalagi, lingkungannya sudah seperti keluarga sendiri. Jika ada masalah, semuanya bisa dibantu. Satu contoh saja terkait publikasi ilmiah. Teman-teman saya dari Yaman yang kuliah di tempat lain, mereka menghadapi kendala saat akan publikasi karya ilmiah. Salah satu alasannya karena biaya,” ujar Al-faqeeh yang telah memiliki seorang anak berusia 5 tahun. Istrinya juga seorang apoteker di Yaman.
Al-faqeeh mengaku dirinya belum pernah menerbitkan karya di jurnal ilmiah sebelum kuliah di Unpad. Di Fakultas Farmasi Unpad, ia merasa dirinya memperoleh bimbingan dari para dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang bagus. Beberapa karya ilmiah yang berhasil published juga merupakan hasil kolaborasi, tidak selalu dia sebagai penulis utama.
“Saya mau kasih saran buat mahasiswa, saat buat karya ilmiah sebaiknya fokus dulu pada metodologi. Buat outline terkait metodologi, kalau sudah fix maka yang lain sudah tidak terlalu susah. Untuk kendala saat menulis dalam Bahasa Inggris, sekarang kan sudah ada teknologi AI yang bisa membantu bagaimana meningkatkan kualitas penulisan. Tapi jangan asal copy-paste. Lalu, harus membaca karena kalau otaknya kosong ya tidak bisa,” ujar Al-faqeeh yang kedua orangtuanya berprofesi sebagai guru di Yaman.
Kini, setelah lulus S2 dan S3, Al-faqeeh sedang bersiap kembali ke Yaman. Namun ia mengaku masih ingin mencari peluang untuk tetap berkolaborasi dengan Indonesia atau kolaborasi global lainnya, khususnya di bidang riset farmasi. Ia mengaku akan merekomendasikan Unpad dan Indonesia sebagai tempat pilihan kuliah.
“Bahkan sebenarnya saya sudah memberi saran buat teman-teman di Yaman maupun di negara lain untuk datang ke sini. Kemarin juga sudah ada yang mau daftar di Fakultas Farmasi Unpad jalur mandiri. Selain itu ada yang mau kolaborasi, menghubungi saya untuk bisa dihubungkan ke sini. Ada juga yang jadi editor di jurnal farmasi yang sekarang mau maju ke Scopus, orangnya dari Yaman juga. Maksudnya, walaupun sudah selesai, walaupun sudah lulus, tapi pasti masih ada kolaborasi dengan Fakultas Farmasi Unpad,” ujarnya.*
The post Mahasiswa Asal Yaman Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktor Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Ellita Sevilla tampak sumringah setelah berhasil lulus dalam 7 semester dari program studi Sarjana (S1) Teknologi Pangan Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan yudisium “Pujian”. Ia memperoleh ucapan selamat dari Rektor Unpad karena terpilih sebagai Wisudawan Terbaik pada upacara Wisuda Unpad Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026 di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung pada Selasa (4/8).
Meski aktif di sejumlah organisasi saat kuliah, terlibat sebagai panitia di berbagai acara, mengikuti berbagai lomba, Ellita juga merintis wirausaha di bidang bisnis kue dengan brand “Ellpastries” dan kursus bahasa Mandarin online “Haola Mandarin”.
“Bagi saya, keterlibatan dalam organisasi pada semester awal bisa membantu dalam beradaptasi dengan lingkungan baru kampus, memperoleh berbagai informasi dari kakak tingkat yang bisa membuat kita merenungkan apa yang ingin dicapaikan pada semester ke belakang, dan yang paling penting adalah mengembangkan keterampilan diri saya di luar akademik, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen proyek,” ujar Ellita.
Ellita menceritakan, selama kuliah di Teknologi Pangan Unpad, ia cukup aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan kepanitiaan pada awal semester 1-4. Beberapa diantaranya, menjadi Staf Departemen Kewirausahaan HIMATIPAN, Staf Divisi Pengembangan Proyek Kautamaan Srikandi, Staf Departemen Kreatif Acara FOODERATION, Staf Departemen Acara SPEKTALYMPIC, dan lainnya. Ia juga pernah menjadi asisten praktikum mata kuliah Penanganan Pascapanen.
“Tetapi sejak awal saya memiliki prinsip bahwa tanggung jawab akademik tetap menjadi prioritas utama. Jadi agar aktivitas organisasi tidak mengganggu prestasi akademik, saya membiasakan diri untuk mengatur waktu dengan baik, seperti selalu menyusun jadwal yang berisi deadline tugas dan jadwal organisasi,” ujarnya.
Ellita juga menghasilkan karya ilmiah berjudul “Application of Red Palm Oil Oleogel Structured With Beeswax, Carnauba Wax, and Whey Protein Isolate in Chocolate Spread”. Penelitian tersebut merupakan kolaborasi dengan dosen pembimbingnya, Edy Subroto, S.TP., M.P., yang membahas pengembangan chocolate spread yang lebih sehat menggunakan oleogel berbasis minyak sawit merah.
“Saat ini, naskah sedang dalam proses revisi dan ditargetkan untuk dipublikasikan di jurnal Food Research International,” ujarnya.
Ellita dan dua rekannya pernah meraih Juara 3 kompetisi Business Plan “Biztalk” yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad. Tema yang diangkat timnya adalah pemanfaatan limbah kulit udang dan buah jengkol menjadi penyedap rasa alami yang bernilai tambah. Melalui kompetisi tersebut, Ellita belajar mengembangkan ide inovatif yang tidak hanya memiliki nilai bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi limbah pangan.
Tentang bisnis kue “Ellpastries” yang dibangun di kampung halamannya Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Ellita telah memulainya sejak masa SMA. Bisnis kue yang dikelola bersama kakaknya itu masih bertahan hingga saat ini, meskipun ia melakukan pengelolaan dari jarak jauh karena harus kuliah di Jatinangor.
“Ellpastries berawal dari hobi saya membuat pastry, terutama saat pandemi Covid-19. Awalnya hanya membuat untuk keluarga, tetapi karena responsnya sangat positif maka saya dan kakak mencoba menjualnya sebagai usaha kecil. Ilmu Teknologi Pangan yang saya pelajari sangat membantu menjalankan bisnis ini, mulai dari pengembangan resep, menjaga mutu dan keamanan produk, hingga menentukan umur simpan dan kualitas produk agar tetap konsisten,” jelasnya.
Sementara kemampuannya berbahasa Mandarin telah pula memberi berbagai pengalaman sebagai penerjemah. Ia pernah menjadi freelance subtitle translator yang bertugas menerjemahkan drama pendek berbahasa Mandarin ke dalam Bahasa Indonesia, serta menjadi pengajar kursus Bahasa Mandarin.
“Setelah lulus dari Teknologi Pangan Unpad, saya berencana untuk terus mengembangkan kelas Bahasa Mandarin yang saya kelola, yaitu @haolamandarin. Di sisi lain, saya juga ingin mengembangkan Ellpastries dengan menerapkan ilmu yang saya pelajari di Teknologi Pangan, seperti pengembangan produk, peningkatan mutu dan keamanan pangan, serta memperluas skala usaha. Harapannya, kedua bidang yang saya tekuni dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.*
The post Ellita Sevilla, Perintis Bisnis yang Jadi Wisudawan Terbaik Program Sarjana Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Queenzha Khayraanis Sivgiya, menjadi mahasiswa termuda Unpad di usianya yang baru menginjak 15 tahun. Setelah berhasil mewujudkan impiannya untuk berkuliah di Unpad, ia kini bersiap memulai perjalanan akademik sekaligus mengembangkan diri di lingkungan kampus melalui kegiatan PAMUKA 2026, pada Rabu (8/5).
Kepada Tim Kanal Media Unpad, Queenzha menyampaikan bahwa sejak duduk di bangku SMA dirinya telah menetapkan Unpad sebagai kampus tujuan. Kesempatan mengikuti program akselerasi yang pernah dijalaninya saat sekolah membawanya menyelesaikan pendidikan lebih cepat dan mengantarkannya menjadi salah satu mahasiswa termuda pada penerimaan mahasiswa baru Unpad tahun akademik 2026/2027.
"Saya memang sudah menargetkan masuk Unpad sejak awal SMA. Alhamdulillah sekarang cita-cita itu bisa terwujud," ujar Queenzha.
Memulai kehidupan sebagai mahasiswa baru memberikan pengalaman yang berbeda baginya. Salah satunya melalui kegiatan Pamuka yang menurutnya menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, sekaligus membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai fakultas.
"Pengalaman pertama mengikuti Pamuka sangat menyenangkan dan berkesan. Saya jadi lebih mengenal lingkungan kampus, bertemu teman-teman baru dari berbagai fakultas, serta mulai merasakan suasana sebagai mahasiswa Unpad," katanya.
Di antara berbagai materi yang diberikan selama PAMUKA, sesi Mengenal Jati Diri Unpad menjadi yang paling berkesan karena membantunya memahami pentingnya mengenali potensi diri serta membangun karakter sebagai mahasiswa Unpad. Selain mengenal budaya dan kehidupan di kampus, kegiatan Pamuka juga memberinya gambaran mengenai berbagai fasilitas serta layanan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menjalani perkuliahan.
Ke depan, ia berencana memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di Unpad, termasuk aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa. Baginya, hal tersebut menjadi pengalaman baru yang belum sempat diperoleh saat mengikuti program akselerasi di SMA.
"Selama SMA saya belum sempat mengikuti organisasi karena fokus pada kelas akselerasi. Di Unpad saya ingin mencoba aktif di organisasi dan UKM agar bisa menambah relasi sekaligus memperluas wawasan," kata Queenzha.
Lebih lanjut, ia berharap pengalaman selama berkuliah di Unpad dapat menjadi bekal untuk mengembangkan diri, baik dari sisi akademik maupun nonakademik. Kepada calon mahasiswa lainnya, Queenzha menyampaikan pesan agar tetap percaya pada kemampuan diri sendiri dalam mengejar cita-cita.
"Jangan pikirkan apa yang orang bilang karena apa pun yang kamu lakukan, percayalah bahwa kamu sudah memberikan yang terbaik," pesannya.* (R02)
The post Ikut PAMUKA di Usia 15, Mahasiswa Baru ini Jadi yang Termuda di 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendorong inklusivitas dan internasionalisasi pendidikan tinggi ditunjukkan pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 14 mahasiswa internasional dari tujuh negara yaitu Kenya, Zimbabwe, Papua Nugini, Rwanda, Pakistan, Thailand, dan Yaman resmi menyelesaikan studi mereka di Unpad dan diwisuda pada upacara yang digelar secara hybrid di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Bandung, pada 4-6 Agustus 2026.
“Ini merupakan salah satu bukti dari program internasionalisasi yang telah digagas sejak lama. Kehadiran mereka menjadi cerminan bahwa Unpad semakin dikenal dan dipercaya di tingkat global,” papar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasamita, dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Rabu (5/8).
Prof. Arief menjelaskan, proses internasionalisasi di Unpad tidak hanya dimaknai sebagai kehadiran mahasiswa asing di lingkungan kampus, tetapi juga upaya membuka ruang pergaulan, kolaborasi, dan interaksi hingga tingkat internasional. Menurutnya, meningkatnya jumlah mahasiswa asing menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat global terhadap kualitas pendidikan dan lingkungan akademik Unpad.
“Prinsipnya, Unpad terbuka untuk semua kalangan. Unpad merupakan perguruan tinggi yang inklusif dan terbuka bagi siapa pun. Kami juga siap menerima mahasiswa asing dengan kualitas pendidikan yang dapat kami pertanggungjawabkan dan setara dengan perguruan tinggi lainnya di berbagai negara,” ungkapnya.
First Counsellor Kedutaan Besar Rwanda di Indonesia, Theophile Rurangwa, mengatakan bahwa Unpad berperan penting dalam memperkuat hubungan pendidikan antara Rwanda dan Indonesia. Menurutnya, selain menjalin hubungan bilateral, kedua negara juga perlu terus meningkatkan kerja sama di sektor pendidikan melalui berbagai program kolaborasi.
“Mahasiswa yang datang dari jauh ke Indonesia tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mengenal budaya Indonesia, mengikuti berbagai pertukaran, serta membangun hubungan antarmasyarakat,” jelas Theophile.
Sementara itu, salah satu wisudawan asal Kenya, Kelvin Mwangi Maina, mengungkapkan bahwa ia memilih melanjutkan studi di Unpad karena reputasi kampus yang telah dikenal secara internasional. Selama berkuliah, Kelvin merasakan dukungan yang besar dari dosen dan tenaga kependidikan di Unpad. Menurutnya, lingkungan akademik yang inklusif tersebut mendorongnya untuk turut beradaptasi dengan baik.
“Unpad telah memberi saya sesuatu yang berharga. Bukan hanya gelar magister, tetapi juga perspektif karena saya berkesempatan berinteraksi dengan rekan yang lebih muda. Karena itu, kita harus terus membaca, terus belajar, dan terus membuka wawasan,” ujar Kelvin yang baru saja lulus dari Program Studi Magister Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad.
Kehadiran mahasiswa internasional dari berbagai negara pada wisuda kali ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan dan pengakuan global terhadap Unpad. Ke-14 mahasiswa internasional yang diwisuda ini terdiri dari 10 mahasiswa didukung beasiswa The Indonesian AID Scholarship Program (TIAS), 3 mahasiswa didukung beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan 1 mahasiswa Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran dari Unpad. Melalui berbagai program internasionalisasi yang terus dikembangkan, Unpad berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi pendidikan, riset, dan pertukaran budaya guna menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan berdaya saing internasional.* (R01)
The post Unpad Wisuda 14 Mahasiswa Internasional dari Tujuh Negara appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Portal Perpustakaan Kandaga Universitas Padjadjaran berhasil meraih penghargaan Best Achievement Portal pada ajang Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 yang diselenggarakan di Yogyakarta, Selasa (5/8/2026). Sebelum ditetapkan sebagai pemenang, portal Kandaga Unpad terlebih dahulu masuk dalam nominasi 10 besar portal website perpustakaan terbaik pada kompetisi tersebut.
“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen kami dalam menghadirkan layanan perpustakaan digital yang inovatif, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna,” ujar Kepala Kantor Pengelolaan Perpustakaan Unpad, Dr. Ute Lies Siti Khadijah.
Ute mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Perpustakaan Unpad untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat transformasi digital. Selain itu, penghargaan ini juga mendorong Perpustakaan Unpad untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan perpustakaan di Indonesia.
KPDI ke-17 diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang mengusung tema mengenai kesadaran, perilaku, interaksi, dan budaya informasi di era kecerdasan buatan. Pada kategori Portal Website Perpustakaan, kompetisi ini diikuti 74 peserta dari berbagai institusi, mulai dari perguruan tinggi hingga perpustakaan daerah, khusus, dan sekolah.
Portal Kandaga Unpad dikembangkan untuk memudahkan akses dan penelusuran koleksi akademik yang dimiliki Unpad. Melalui sistem yang terintegrasi, Kandaga menggabungkan berbagai layanan perpustakaan digital dalam satu platform sehingga memudahkan sivitas akademika dan masyarakat dalam mengakses serta memanfaatkan koleksi dan layanan yang tersedia.
“Mengonversi kendala dan masalah yang ada di lapangan menjadi implementasi inovatif merupakan sebuah langkah progresif untuk mengembangkan sistem digital. Aksesibilitas dan kemudahan operasional menjadi landasan utama dalam mengembangkan portal Kandaga,” papar salah satu Pustakawan Unpad, Chrisna Adhi Pranoto.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Kantor Pengelolaan Perpustakaan Unpad berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital dan memperluas akses literasi informasi. Penghargaan tersebut juga menjadi pengakuan atas inovasi Perpustakaan Unpad dalam mendukung transformasi digital layanan perpustakaan.* (Rilis oleh: Ziani Marni/Kandaga Unpad)
Sumber: https://kandaga.unpad.ac.id/berita/artikel/kandaga-kpdi17
The post Website Perpustakaan Kandaga Unpad Raih Best Achievement Portal di KPDI ke-17 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan PSDKU Universitas Padjadjaran menyelenggarakan NURSEA Voyage 2026: One Wave, One Journey, One Profession, sebagai program pembekalan bagi mahasiswa yang akan memasuki pendidikan profesi, praktik klinik, dan Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI). Diikuti 36 mahasiswa Program Profesi Ners (PPN) angkatan 02, kegiatan tersebut berlangsung di Pangandaran pada 29-30 Juli 2026.
Program ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Profesi Ners dan mahasiswa Program Profesi Ners angkatan 01. Selain sebagai kegiatan orientasi, NURSEA menjadi sarana transfer pengalaman dari mahasiswa yang telah menjalani pendidikan profesi kepada angkatan berikutnya.
“Pendidikan profesi menjadi momentum pembelajaran untuk membentuk perawat yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan,” ujar Dekan Fakultas Keperawatan Unpad, Windy Rakhmawati, S.Kp., M.Kep., Ph.D., dalam sambutannya.
Windy menekankan bahwa pendidikan profesi merupakan fase penting dalam membentuk perawat yang tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki karakter profesional, etika, kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, serta kepedulian terhadap keselamatan pasien.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan terkait profesionalisme dan praktik keperawatan dari sejumlah dosen Fakultas Keperawatan Unpad. Dr. Irman Somantri, menyampaikan materi mengenai pengenalan dan etika profesi keperawatan, yang membahas identitas profesi perawat, kode etik, tanggung jawab moral dan hukum, hingga pentingnya integritas dan empati dalam pelayanan kesehatan. Lebih lanjut, Siti Ulfah Rifa’atul Fitri, MNS., membahas mengenai penyusunan Karya Tulis Ilmiah Akhir Ners berbasis evidence-based nursing.
Materi lain disampaikan oleh Nur Maziyya, M.Kep., mengenai asuhan keperawatan di komunitas dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Sementara itu, Ns. Kurniawan, M.Kep., memberikan pembekalan terkait keselamatan pasien dan pentingnya menjaga kesehatan mental selama menjalani praktik klinik. Ns. Khoirunnisa, M.Kep., turut memberikan materi mengenai implementasi asuhan keperawatan di area klinik.
Pada hari kedua, Donny Nurhamsyah, S.Kep., Ns., M.Kep., memandu sesi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Bantuan Hidup Dasar (BHD). Donny juga menyampaikan materi mengenai strategi menghadapi ujian Computer Based Test (CBT) dan OSCE.
Melalui NURSEA 2026, Fakultas Keperawatan Unpad berharap mahasiswa mampu menjalani pendidikan profesi dengan integritas, menjunjung tinggi etika keperawatan, serta menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap memberikan pelayanan kesehatan yang aman serta berorientasi pada keselamatan pasien. (Rilis oleh: Donny Nurhamsyah/FKep Unpad)
The post NURSEA Voyage 2026: Perkuat Kesiapan Mahasiswa Menuju Praktik Profesi Ners dan UKNI appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdampak melalui berbagai layanan bagi mahasiswa disabilitas. Dalam hal ini, Unit Layanan Disabilitas Unpad menghadirkan program Buddy Inklusif yang akan mendampingi mahasiswa baru penyandang disabilitas selama rangkaian kegiatan Pamuka dan Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Unpad (Prabu) 2026.
Kepala Unit Layanan Disabilitas Unpad, Dr. Ikeu Nurhidayah, S.Kep., Ners., M.Kep., Ns.Sp.Kep.An., menjelaskan bahwa Buddy Inklusif merupakan program pendampingan sebaya (peer support) yang melibatkan mahasiswa sebagai teman pendamping bagi mahasiswa baru penyandang disabilitas. Melalui program ini, mahasiswa baru diharapkan dapat beradaptasi lebih mudah dengan lingkungan kampus, mengenal fasilitas akademik maupun nonakademik, serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih inklusif sejak hari pertama menjadi bagian dari sivitas akademika Unpad.
“Pendampingan tidak dimulai ketika mahasiswa sudah masuk kuliah, tetapi sejak proses seleksi. Kami melakukan asesmen kebutuhan setiap calon mahasiswa penyandang disabilitas agar proses seleksi dapat berlangsung secara inklusif sesuai dengan ragam disabilitas dan kebutuhan masing-masing,” ujar Ikeu saat diwawancarai oleh Tim Kanal Media Unpad pada Rabu (8/5).
Pada tahun akademik ini, Unpad menerima sekitar 10 mahasiswa baru dengan berbagai ragam disabilitas. Untuk mendukung proses transisi menuju kehidupan perkuliahan, ULD memperkenalkan Buddy Inklusif sebagai bagian dari strategi membangun lingkungan belajar yang lebih ramah, setara, dan aksesibel.
Berbeda dengan pendamping pribadi, Buddy Inklusif berperan sebagai teman sebaya yang membantu mahasiswa baru mengenali lingkungan kampus, memahami alur kegiatan orientasi, mengakses informasi, serta menjadi penghubung apabila mahasiswa membutuhkan bantuan lebih lanjut. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian mahasiswa penyandang disabilitas, bukan menciptakan ketergantungan.
Sebelum menjalankan tugasnya, para Buddy Inklusif mengikuti pelatihan yang diselenggarakan ULD Unpad. Materi pelatihan meliputi pengenalan ragam disabilitas, prinsip pendidikan inklusif, komunikasi yang inklusif, etika pendampingan, teknik memberikan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing ragam disabilitas, hingga simulasi pendampingan dalam berbagai situasi yang mungkin dihadapi selama kegiatan Pamuka dan Prabu. Dengan pembekalan tersebut, para buddy diharapkan mampu memberikan dukungan yang tepat sekaligus menghormati hak, pilihan, dan kemandirian mahasiswa yang didampingi.
Menurut Ikeu, pelaksanaan tahun ini merupakan tonggak penting karena menjadi implementasi perdana Program Buddy Inklusif di Universitas Padjadjaran. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan orientasi mahasiswa baru, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran di kampus.
"Ini merupakan pelaksanaan perdana Buddy Inklusif di Unpad. Ke depan kami berharap program ini tidak hanya hadir saat orientasi mahasiswa baru, tetapi dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran di kampus," tutur Ikeu.
Lebih lanjut, ULD Unpad juga tengah merancang pengembangan program Buddy Inklusif agar terbuka bagi lebih banyak mahasiswa. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme mahasiswa yang secara sukarela bergabung sebagai Buddy Inklusif. Hal tersebut menunjukkan tumbuhnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya membangun lingkungan kampus yang menghargai keberagaman dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.
“Harapan kami, para Buddy Inklusif menjadi agen penggerak yang menyebarkan semangat inklusivitas hingga ke fakultas masing-masing. Inklusivitas bukan hanya tentang disabilitas, tetapi bagaimana setiap orang, apa pun latar belakang sosial, budaya, maupun kondisinya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, serta mengakses seluruh layanan di Universitas Padjadjaran," pungkasnya.* (R02)



The post ULD Unpad Hadirkan Buddy Inklusif untuk Dampingi Mahasiswa Baru Penyandang Disabilitas appeared first on Universitas Padjadjaran.