Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Dalam upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Executive Lounge Unpad Kampus Dipati Ukur, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (14/8).
“Kami ingin banyak mendapat manfaat dari KCIC dalam berbagai hal, tidak hanya di bidang pendidikan yang menjadi fokus kami, tetapi juga ke depan di bidang riset, pengabdian kepada masyarakat, dan hal-hal lain yang memungkinkan kami banyak belajar serta berkolaborasi,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasamita, dalam sambutannya.
Prof. Arief mengatakan bahwa KCIC merupakan salah satu perusahaan yang menjadi pionir penerapan teknologi tinggi di sektor transportasi Indonesia. Karena itu, Unpad berharap kerja sama yang terjalin dapat membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis melalui program magang maupun bentuk pembelajaran lainnya di lingkungan industri.
Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa proyek kereta cepat merupakan objek pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk kegiatan akademik dan riset. Selain itu, KCIC juga membuka peluang kolaborasi yang luas dengan perguruan tinggi, termasuk melalui program magang bagi mahasiswa.
“Kalau kami diskusi dengan teman-teman di kampus, ini satu objek yang menarik untuk dipelajari sehingga bisa menjadi bahan pembelajaran di kampus dan bahan riset untuk selanjutnya. Selain itu, kerja sama ini kami buka seluas-luasnya, tidak hanya magang,” kata Dwiyana.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Unpad yaitu Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni. Prof. Tomy Perdana, Kepala Kantor Kemitraan Alumni dan Dana Abadi Dr. Prita Amalia, Kepala Kantor Hilirisasi dan Kemitraan Industri Hesty Nurul Utami, Ph.D., serta Sekretaris Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Yosephini Kristin Dwina Maria, M.A.B.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri transportasi. Berbagai peluang kolaborasi, mulai dari riset, pengembangan sumber daya manusia, hingga pembelajaran berbasis praktik, diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di Indonesia.* (R01)



The post Unpad dan KCIC Jalin Kerja Sama dalam Penguatan Pendidikan, Riset, dan Inovasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional, Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan infrastruktur. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama yang dilaksanakan di Executive Lounge Unpad Kampus Dipati Ukur, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (14/8).
“Sekarang, perguruan tinggi diminta untuk terus berkembang, namun, PTNBH sudah tidak pernah lagi mendapat dana infrastruktur, kecuali untuk hal-hal yang sangat insidental dan besar. Oleh karenanya, kesempatan ini turut membantu perguruan tinggi berkembang,” jelas Prof. Arief dalam sambutannya.
Rektor mengatakan, Unpad terbuka untuk mengembangkan kerja sama dengan PT SMI di berbagai bidang. Selain dukungan pembiayaan dan kemanfaatan bersama, kolaborasi juga dapat diperluas pada bidang riset dan pendidikan yang menjadi fokus utama Unpad. Rektor juga menegaskan kesiapan Unpad untuk berkontribusi melalui berbagai kajian dan penelitian guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan adanya juga kerja sama ini bisa membantu menyelesaikan permasalahan kami, terutama dalam hal infrastruktur,” harap Rektor.
Sementara Direktur Utama PT SMI, Dr. Reynaldi Hermansjah, mengatakan bahwa kerja sama ini akan memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keahlian akademis secara langsung dalam berbagai proyek di lapangan. Selain membuka peluang magang bagi mahasiswa, kolaborasi ini juga berpotensi menghasilkan riset dan publikasi bersama.
“PT SMI menggunakan konsep pool of industry experts yang terdiri dari berbagai universitas ternama, salah satunya Unpad. Pool of industry experts ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kedua belah pihak.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Unpad yaitu Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni. Prof. Tomy Perdana, Kepala Kantor Kemitraan Alumni dan Dana Abadi Dr. Prita Amalia, serta Sekretaris Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Yosephini Kristin Dwina Maria, M.A.B.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi dalam mendukung pengembangan fasilitas strategis Unpad. Salah satu rencana yang tengah dijajaki adalah dukungan terhadap pengembangan Rumah Sakit Unpad sebagai teaching hospital serta pembangunan gedung perkuliahan guna menunjang peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan layanan kepada masyarakat.* (R01)






The post Kerja Sama dengan PT SMI, Unpad Dorong Penguatan Infrastruktur Kampus appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Tim dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui gerakan “Sahabat Pilah: Pilah Sampahnya, Jaga Wisatanya” kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelaku usaha di kawasan Pantai Batu Hiu, Kabupaten Pangandaran, Senin (3/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertema Healthy Tourism Village untuk mendorong terciptanya destinasi wisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Wisata Pantai Batu Hiu tersebut dipimpin dosen Fakultas Keperawatan Unpad, Nur Maziyya, M.Kep. Program ini melibatkan tim dosen lintas disiplin dari Fakultas Keperawatan, Fakultas Peternakan, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta lima mahasiswa Fakultas Keperawatan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Pantai Batu Hiu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pangandaran yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Namun, meningkatnya aktivitas wisata turut berdampak pada bertambahnya volume sampah, terutama sampah plastik dan limbah batok kelapa muda yang dihasilkan setiap hari.
Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas perangkat desa, anggota Pokdarwis, perwakilan pedagang, dosen, dan mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, tim pengabdian menyampaikan edukasi mengenai konsep Healthy Tourism Village, yaitu desa wisata yang mengedepankan prinsip kebersihan, kesehatan, keamanan, kenyamanan, serta pelestarian lingkungan. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
Lebih lanjut, mahasiswa MBKM mendemonstrasikan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya agar peserta dapat menerapkannya di kawasan wisata. Mahasiswa juga memperkenalkan potensi pemanfaatan limbah batok kelapa muda dan menampilkan berbagai contoh produk kerajinan hasil olahan batok kelapa untuk memberikan gambaran mengenai peluang pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui gerakan “Sahabat Pilah”, Fakultas Keperawatan Unpad berharap kesadaran untuk menjaga kebersihan kawasan wisata dapat tumbuh menjadi budaya bersama. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok sadar wisata, pelaku usaha, masyarakat, dan wisatawan diharapkan mampu memperkuat upaya mewujudkan Healthy Tourism Village sehingga Pantai Batu Hiu dapat berkembang sebagai destinasi wisata yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan. (Rilis oleh: Donny Nurhamsyah/R01)*
The post Fakultas Keperawatan Unpad Edukasi Pengelolaan Sampah untuk Wujudkan Healthy Tourism Village di Pangandaran appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, inovatif, dan inklusif melalui pengembangan kapasitas tenaga kependidikan. Sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi digital dan implementasi program micro-credential, Unpad menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Kelas Hybrid dalam rangkaian Pelatihan Bidang Teknologi Informasi (PBTI) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Epsilon, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (11/8).
“Pelatihan pada hari ini bukan hanya sekadar pelatihan biasa, tetapi ini adalah momentum bagi para tenaga kependidikan (tendik) untuk membangun peer-sharing, saling mengisi, dan bertukar pengalaman untuk mengembangkan diri dan organisasi. Harapannya, dari kelas ini muncul diskusi-diskusi yang melahirkan solusi serta berbagi praktik baik di antar-unit kerja,” ujar Kepala Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad, Rina Mariana, M.I.Kom.
Rina menjelaskan, sebanyak 38 peserta yang berasal dari 18 fakultas dan sekolah serta satu direktorat mengikuti pelatihan yang dikemas dalam skema one-day training . Para peserta terdiri atas pengelola kelas hybrid dan tim teknologi informasi yang dipersiapkan menjadi champion atau aktor kunci dalam menjaga kualitas dan kelancaran pembelajaran hybrid di unit kerjanya masing-masing.
Rina menambahkan bahwa pelatihan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya program SOBAT (Solusi Bersama Unpad), yaitu forum berbagi pengalaman dan diskusi sejawat yang akan diselenggarakan berkala dengan mengedepankan semangat “dari Tendik untuk Tendik”. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan serta meningkatkan kualitas layanan di lingkungan Unpad.
Sementara Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad, Dr. Imanudin Kudus, M.Si., menekankan bahwa transformasi digital harus terus dikembangkan secara adaptif seiring perkembangan teknologi yang berlangsung cepat. Menurutnya, pembelajaran dan sistem kerja berbasis hybrid kini menjadi kebutuhan yang dapat membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra di tingkat global.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada satu tools saja. Sebagai lembaga yang adaptif, kita perlu mengeksplorasi berbagai alternatif agar proses bisnis lembaga tetap berjalan optimal dan efisien,” ujar Imanudin dalam sambutannya.
Imanudin juga mendorong peserta untuk menjadi agen penggerak di unit kerja masing-masing yang mampu membagikan pengetahuan teknis terkait integrasi, konfigurasi, hingga pemecahan masalah aplikasi digital. Selain itu, ia menekankan pentingnya budaya kerja SOBAT yang mengedepankan komunikasi positif, kolaborasi, dan semangat saling membantu dalam menyelesaikan berbagai kendala pekerjaan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Unpad mendukung program micro-credential dalam memperluas akses pendidikan berkualitas global melalui pembelajaran berbasis hybrid yang fleksibel dan inklusif. Melalui peningkatan kapasitas tenaga kependidikan, Unpad berharap mampu mewujudkan pengelolaan kelas hybrid yang lebih mandiri, responsif, dan berstandar internasional guna mendukung visi universitas dalam membangun masa depan yang berkelanjutan melalui pendidikan unggul, inovatif, dan inklusif. (Rilis oleh: Direktorat Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Unpad/R01)*



The post Unpad Selenggarakan Pelatihan Bidang Teknologi Informasi untuk Dukung Program Mikrokredensial appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Masa purnabakti merupakan proses yang perlu dipersiapkan jauh sebelum seseorang memasuki usia pensiun. Berdasarkan berbagai kajian, persiapan tersebut idealnya dimulai sejak 10 tahun sebelumnya agar individu memiliki kesiapan mental, sosial, dan aktivitas yang akan dijalani setelah tidak lagi aktif bekerja.
“Purnabakti itu suatu proses, bukan terjadi dengan tiba-tiba. Karena proses, maka itu banyak peristiwa-peristiwa yang harus dijalani oleh kita sebagai suatu persiapan,” ujar Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Prof. Yuke Siregar, yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Bincang-Bincang Nasional bertajuk “Merancang Masa Pensiun yang Sehat, Produktif, dan Bermakna (Tetap berkarya, Berbagi, dan Menginspirasi)”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Pensiunan (Ikapen) Unpad ini diselenggarakan secara hybrid di Bale Rumawat, Unpad Kampus Dipati Ukur, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, Kamis (13/8).
Prof. Yuke menjelaskan, proses purnabakti mencakup tahap prapersiapan, persiapan, transisi, hingga masa purnabakti. Pada tahap transisi, seseorang akan menghadapi berbagai perubahan, mulai dari berkurangnya aktivitas pekerjaan hingga perubahan peran sosial yang sebelumnya melekat selama bekerja. Karena itu, kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menghadapi masa tersebut.
Sementara narasumber lain yang merupakan Rektor ke-10 Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, memaknai masa purnabakti bukan sebagai akhir dari produktivitas, melainkan momentum untuk melakukan refleksi diri dan menata arah pengabdian yang baru. Menurutnya, purnabakti bukan berarti berhenti berkarya, melainkan berpindah ke ruang pengabdian lain yang tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pertanyaan kuncinya, pengabdian saya berpindah ke ladang mana? Jadi kalau dulu kita mengabdi, sekarang sesudah pensiun itu mau pindah ke ladang mana lagi yang harus kita lakukan. Pensiun bukan terhenti, dia hanya pindah ke ladang saja,” ungkap Prof. Ganjar.
Hingga kini, Prof. Ganjar mengaku masih aktif berkegiatan, di antaranya mengelola Lopian (Pusat Budaya Sunda Unpad) dan Majalah Manglé sebagai bentuk kontribusinya setelah memasuki masa purnabakti. Kepada keluarga besar Unpad yang akan memasuki masa purnabakti, Prof. Ganjar mengingatkan pentingnya untuk melakukan muhasabah (evaluasi) dan menentukan ruang pengabdian baru yang dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang penting, itu (purnabakti) undangan untuk muhasabah dan menata arah. Apa yang sudah kita lakukan? Jadi, proses pensiun ini adalah proses untuk lebih banyak menghisab (perhitungan amal) diri juga,” kata Prof. Ganjar.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Dr. Hadi Suprapto Arifin, tersebut diikuti oleh 164 peserta secara luring dan daring. Para peserta merupakan dosen dan tenaga kependidikan Unpad yang akan memasuki masa purnabakti pada tahun ini maupun tahun depan.* (R01)






The post Bincang-bincang Nasional Ikapen: Purnabakti Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian Baru appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Berangkat dari persoalan penyakit yang ditularkan nyamuk dan kebutuhan akan alternatif pengendalian jentik yang lebih praktis serta ramah lingkungan, lima mahasiswa Universitas Padjadjaran mengembangkan Larvix, blok biolarvasida berbasis limbah sekam padi dan Bacillus thuringiensis israelensis (Bti). Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) sebagai upaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada pengendalian jentik, tetapi juga memanfaatkan limbah pertanian.
Larvix dikembangkan oleh lima mahasiswa lintas program studi dengan pembagian peran yang mendukung berbagai aspek pengembangan produk, yaitu Muhammad Ghazy Akbar (Pendidikan Dokter), Fawzan Hazman Syira Tsaqofi (Pendidikan Dokter), Rhassya Athayaa Lusaid (Agroteknologi), Tamara Herda Oktavidia (Agroteknopreneur), serta Qurrata Aurellia Veaho (Agribisnis). Komposisi tersebut memungkinkan setiap anggota dapat melengkapi kebutuhan pengembangan Larvix dari sisi kesehatan, teknologi, produksi, operasional, keuangan, hingga pemasaran.
Larvix dirancang sebagai blok larvasida dengan sistem slow-release yang mengombinasikan sekam padi, asam stearat, dan Bti. Sekam padi yang dihaluskan digunakan sebagai bahan dasar, asam stearat berfungsi sebagai perekat, dan Bti menjadi komponen aktif yang bekerja secara spesifik terhadap jentik nyamuk. Kombinasi ketiga bahan tersebut menghasilkan blok yang memungkinkan pelepasan bahan aktif berlangsung secara bertahap.
Satu kemasan Larvix terdiri atas 10 blok dengan berat masing-masing sekitar 10 gram. Dalam penggunaannya, satu blok dapat diaplikasikan pada genangan air dengan volume sekitar 40 liter dan dirancang untuk menjaga air tetap bebas dari jentik nyamuk hingga 28 hari. Konsep tersebut membuat Larvix dapat digunakan tanpa perlu melakukan penakaran maupun aplikasi berulang dalam waktu singkat.
“Target kami itu ingin yang praktis. Jadi, sekali dicemplung, kita sudah satu bulan aman. Paling cuma sebulan sekali untuk pemakaian,” ujar Ghazy.
Pengembangan Larvix juga dilatarbelakangi oleh penggunaan larvasida berbahan kimia seperti temephos yang telah digunakan dalam pengendalian jentik. Tim melihat adanya kebutuhan terhadap alternatif yang lebih ramah lingkungan karena penggunaan larvasida kimia secara berulang dapat berkaitan dengan munculnya resistensi pada larva nyamuk. Pemanfaatan Bti dalam Larvix kemudian dipadukan dengan sekam padi sebagai limbah pertanian untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular.
Selain aspek bahan, bentuk blok menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan Larvix. Masyarakat dapat menggunakannya secara langsung pada tempat penampungan air tanpa perlu melakukan penakaran khusus. Sistem slow-release juga memungkinkan bahan aktif dilepaskan secara bertahap sehingga produk dirancang dapat digunakan dalam jangka waktu lebih panjang. Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan dasar turut menjadi bagian dari pendekatan keberlanjutan yang dibawa oleh produk.
Untuk memastikan kualitas produk, tim bekerja sama dengan laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) dalam pengujian yang mencakup toksisitas, residu, dan efikasi. Dalam perencanaan pasar yang lebih luas, tim menargetkan masyarakat di Jatinangor dan Bandung Raya. Untuk jangka menengah, Larvix diarahkan untuk dapat menjangkau rumah sakit, dinas kesehatan, dan institusi kesehatan lainnya. Tim juga berharap dapat bekerja sama dengan dinas kesehatan dalam jangka panjang untuk memperkenalkan Larvix sebagai salah satu alternatif pengendalian jentik di masyarakat.
Strategi pengenalan Larvix kepada masyarakat dilakukan melalui pemasaran digital dan kegiatan secara langsung. Tim membuat konten interaktif dan edukatif di media daring serta memperkenalkan produk dalam berbagai kegiatan di lingkungan Unpad dan Bandung Raya. Tim juga menyediakan ruang konsultasi bagi konsumen melalui grup WhatsApp yang melibatkan anggota tim dan dokter pengawas.
Di balik pengembangan produk, tim menghadapi tantangan dalam mengatur waktu karena setiap anggota memiliki latar belakang program studi dan jadwal kegiatan yang berbeda. Namun, anggota tim berupaya membagi tugas dan menjaga komunikasi agar tanggung jawab masing-masing tetap dapat diselesaikan. Bagi tim, keberhasilan memperoleh pendanaan PKM-K menjadi pengalaman yang tidak terlepas dari proses panjang dan penyesuaian. Pengalaman tersebut membuat tim belajar untuk memahami aspek kewirausahaan yang sebelumnya belum menjadi bagian utama dari latar belakang mereka.
Pengalaman tersebut pula yang kemudian melahirkan pesan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti PKM. Menurut tim, inovasi yang dikembangkan tidak harus selalu berupa gagasan yang sangat kompleks atau sepenuhnya baru. Hal yang lebih penting adalah memastikan konsepnya matang, aplikatif, realistis, serta memiliki peluang untuk dikembangkan.
“Kuatkan konsep dari inovasi atau ide. Tidak harus benar-benar out of the box, yang penting aplikatif, bisa diaplikasikan, dan realistis,” ungkap Ghazy.
Melalui Larvix, mahasiswa Unpad berupaya menggabungkan persoalan kesehatan masyarakat dengan potensi limbah pertanian. Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan dasar larvasida sekaligus penerapan sistem slow-release menunjukkan upaya tim dalam menghasilkan produk yang praktis, ekonomis, dan berorientasi pada keberlanjutan. Inovasi ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya pengendalian vektor penyakit, sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya pertanian secara lebih berkelanjutan. (Reporter: Syifa Djuita Putri/R02)
The post Mahasiswa Unpad Kembangkan Larvix, Biolarvasida Berbasis Limbah Sekam Padi untuk Kendalikan Jentik Nyamuk appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mengajak mahasiswa baru Universitas Padjadjaran untuk menjaga semangat, berani mengambil keputusan, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan global. Pesan tersebut disampaikan saat berbagi inspirasi dengan ribuan mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor, Rabu (12/8).
“Jadilah individu yang mampu mengambil keputusan, dan siaplah dengan segala konsekuensi dari keputusan yang diambil. Itulah yang menentukan kedewasaan dalam menjalani hidup,” ujar Sugiono dalam talkshow “Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead”, hasil kolaborasi antara Unpad, Sariayu Martha Tilaar, dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Sugiono mengatakan, generasi muda dihadapkan berbagai tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, mahasiswa perlu membangun ketangguhan mental, kemampuan beradaptasi, serta semangat yang konsisten dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di masa depan.
“Banyaklah melihat, mendengar, membaca. Buka wawasanmu seluas-luasnya. Saya yakin kesempatan itu ada, belajarlah bahasa asing sebanyak yang kalian mampu karena akan berguna untuk masa depan,” pesan Sugiono yang saat ini juga merupakan mahasiswa baru Magister Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Unpad tahun ini.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk memperoleh wawasan dalam menghadapi tantangan global. Ia menjelaskan, Unpad terus mendorong internasionalisasi sehingga mahasiswa diharapkan memiliki perspektif lebih luas mengenai perkembangan dunia.
“Mudah-mudahan ke depan, adik-adik semua akan terbuka, bagaimana kita dapat menatap masa depan lebih cerah,” harap Rektor.
Sementara CEO Martha Tilaar Group, Dr. Kilala Tilaar, mengajak mahasiswa baru Unpad untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang belajar, bereksplorasi, dan membangun jaringan seluas mungkin. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu terburu-buru menentukan arah hidup pada masa-masa awal perkuliahan, melainkan memperkaya diri dengan berbagai pengalaman dan pembelajaran
“Semangat competitiveness harus tetap dipelihara supaya kita dapat saling bersaing dengan sehat. Dengan spirit of competitiveness yang kuat, kita bisa menjadi the best version of ourselves dan terus naik ke level berikutnya,” ungkap Kilala.
Pada hari terakhir pelaksanaan PKKMB-Prabu 2026, mahasiswa baru mengikuti beragam kegiatan yang dirancang untuk memperkaya wawasan dan pengalaman kampus. Rangkaian acara lainnya meliputi talkshow bersama Ananda Omesh (baca juga: Alumni Unpad, Ananda Omesh, Bagikan Kisah Perjalanan Karier kepada Mahasiswa Baru), sesi inspiratif bersama figur publik dan edukator muda Xaviera Putri, serta Padjadjaran Welcoming Ceremony oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad sebagai ajang penyambutan mahasiswa baru di lingkungan fakultas masing-masing. Kegiatan kemudian ditutup dengan Pagelaran Budaya Gerbang Cakrawala yang menghadirkan penampilan seni budaya.* (R01)









The post Sama-sama Mahasiswa Baru, Menlu Sugiono Berbagi Inspirasi di Prabu Unpad 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Pengalaman berorganisasi dan membangun relasi selama menjadi mahasiswa dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan karier di masa yang akan datang. Hal tersebut disampaikan oleh alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran sekaligus entertainer yang kini berkiprah di industri hiburan Indonesia, Ananda Omesh, saat berbagi pengalaman kepada mahasiswa baru Unpad dalam kegiatan talkshow inspiratif yang merupakan bagian dari rangkaian Prabu Unpad Tahun Akademik 2026/2027 di Stadion Jati Padjadjaran Unpad Jatinangor, Rabu (12/8).
Dalam kesempatan tersebut, Omesh membagikan pengalaman selama menjadi mahasiswa hingga perjalanan kariernya di industri hiburan kepada mahasiswa baru Unpad. Menurutnya, pengalaman berkomunitas selama menjadi mahasiswa Unpad justru menjadi salah satu pintu yang mengantarkannya pada karier di industri hiburan.
Omesh menyampaikan bahwa dirinya bersama sejumlah teman yang tergabung dalam komunitas teater saat berkuliah di Unpad mengikuti audisi pencarian bakat yang diselenggarakan salah satu program televisi, hingga akhirnya terpilih sebagai salah satu pemenang. Berangkat dari pengalaman tersebut, Omesh mendorong mahasiswa baru Unpad untuk memanfaatkan kehidupan kampus dengan mengikuti berbagai organisasi karena aktivitas di luar perkuliahan dapat menjadi ruang untuk menemukan potensi diri sekaligus memperluas jejaring.
"Kalau tidak ada teman-teman saya yang berkumpul, kalau saya tidak nongkrong sama teman-teman saya di Unpad, mungkin saya tidak akan menjadi Ananda Omesh yang sekarang. Jadi jangan hanya kuliah-pulang, kuliah-pulang. Coba nongkrong dan ikut aktivitas lewat organisasi atau UKM karena itu pasti membantu kalian menemukan potensi diri," ungkap Omesh yang juga merupakan mahasiswa baru Program Magister Ilmu Komunikasi tahun 2026.
Lebih lanjut, Omesh juga menjelaskan bahwa ilmu yang diperolehnya selama berkuliah di Fikom Unpad tetap memiliki relevansi kuat dalam perjalanan kariernya sebagai presenter dan pelaku industri kreatif. Berbagai pengalaman akademik yang diperolehnya dapat diterapkan ketika berhadapan dengan beragam situasi dan karakter orang. Ia menjelaskan bahwa kemampuan berkomunikasi, menghadapi banyak orang, serta menyesuaikan diri dengan situasi menjadi keterampilan yang terus digunakan dalam pekerjaannya.
Selain membagikan pengalaman mengenai dunia kerja, Omesh juga mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya memiliki kemampuan beradaptasi. Perjalanan di dunia pendidikan maupun karier tidak selalu berjalan sesuai harapan, sehingga kemampuan untuk beradaptasi menjadi salah satu bekal penting agar seseorang dapat bertahan menghadapi perubahan. Tidak hanya itu, relasi yang dibangun selama masa kuliah juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
"Pelajaran utama memang mata kuliah, tetapi pelajaran yang paling penting adalah bagaimana kita dapat bersosialisasi dan membangun relasi. Kami bisa bertahan sampai sekarang salah satunya karena relasi dan adaptasi," jelas Omesh.
Sebagai penutup, Omesh juga mengajak mahasiswa baru untuk melihat perkembangan teknologi dan media digital sebagai peluang. Perubahan dari industri hiburan konvensional menuju platform digital membuat kesempatan untuk berkarya semakin terbuka. Mahasiswa bahkan dapat memulai menjadi kreator konten hanya dengan memanfaatkan smartphone dan kemampuan komunikasi yang dimiliki. Tidak hanya itu, konsistensi dan komitmen untuk terus menghasilkan karya juga menjadi hal yang lebih penting.
"Di era serba digital seperti saat ini kalian tidak perlu media besar untuk menjadi content creator. Dengan handphone dan rasa percaya diri, kalian sudah bisa mulai. Yang paling penting adalah konsistensi dan komitmen. Jangan hanya melihat jumlah likes, teruslah berkarya dan jangan pernah berhenti belajar," pungkasnya.* (R02)



The post Alumni Unpad, Ananda Omesh, Bagikan Kisah Perjalanan Karier kepada Mahasiswa Baru appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjalin Kerja sama dengan International Talent Circulation Base (INTACT Base) Taiwan-Indonesia setelah menandatangani Memorandum of Collaboration (Memorandum Kolaborasi) di Ruang Rapat Bersama 2 Livin' Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu (12/8).
Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan salah satu perwakilan INTACT Base, Dr. An-Min Kuo yang merupakan Vice President of Hsing Wu University. Hadir pula perwakilan dari dua universitas Taiwan lainnya yaitu Dr. Shuenn-Ren Cheng dari Cheng Shiu University dan Dr. Li-Wei Liu dari Chaoyang University of Technology.
"Terima kasih banyak atas kesempatan kunjungan ini, suatu kehormatan bagi kami menerima Anda di sini, dan semoga kita dapat menciptakan kerja sama yang membuahkan hasil di masa depan," ujar Prof. Arief S. Kartasasmita.
Sementara Dr. An-Min Kuo dalam sambutannya berharap kemitraan ini dapat merekrut banyak mahasiswa berprestasi dari Indonesia untuk mendapatkan sejumlah beasiswa di Taiwan, termasuk dual degree dan pascasarjana.
"Kami juga berencana untuk memperluas pendidikan bahasa Mandarin di Unpad. Saya yakin program ini akan sangat sukses dan memiliki masa depan yang sangat cerah. Terima kasih sekali lagi atas dukungan Anda," ujar Dr. An-Min Kuo.
Pada kesempatan tersebut, INTACT Base Taiwan-Indonesia mempresentasikan tentang INTENSE Program yang memfasilitasi mahasiswa tingkat akhir atau lulusan Perguruan Tinggi di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Education Fair untuk mempromosikan universitas-universitas Taiwan di Indonesia, serta program pembelajaran Bahasa Mandarin.
Dari Unpad, hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah, Kepala Kantor Urusan Internasional Unpad, Anggia Utami Dewi, Ph.D., Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Dr. In-In Hanidah, Sekretaris Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Unpad, Yosephini Kristin Dwina Maria, M.A.B., dan Sekretaris Direktorat Pemasaran Yoseph Ismail Nurhasan, MT.*









The post Unpad dan INTACT Base Tandatangani Memorandum Kolaborasi appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Kontingen Universitas Padjadjaran menorehkan prestasi pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Barat 2026 yang digelar pada Juli lalu. Tiga mahasiswa Unpad berhasil meraih gelar juara pertama di cabang seni yang diikuti dan berhak mewakili Jawa Barat pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026 yang akan berlangsung di Universitas Jember, 8-12 September mendatang.
Pada Peksimida Jawa Barat 2026, kontingen Unpad berhasil meraih sejumlah prestasi. Tiga mahasiswa yang akan mewakili Jawa Barat pada Peksiminas 2026 adalah Fajri Fathurrahman sebagai Juara 1 Seriosa Putra, Khairunnisa Azhaar Ramadhani sebagai Juara 1 Seriosa Putri, dan Nisrina Arija sebagai Juara 1 Menyanyi Pop Putri.
Selain itu, mahasiswa Unpad juga meraih Juara 2 Dangdut Putra melalui Dikri Al Fahmi, Juara 2 Keroncong Putra melalui Rony Sandria, Juara 3 Keroncong Putri melalui Nayla Ananda Putri, Harapan 1 Penulisan Cerpen melalui Elca Shifa Ayu, Harapan 1 Fotografi melalui Muhammad El Nino, Harapan 1 cabang Tari, Harapan 2 cabang Vokal Grup, Harapan 2 Penulisan Puisi melalui Axelly Tanaya, serta Harapan 2 Komik Strip melalui Luna Aurelia.*
Salah satu mahasiswa yang akan tampil di tingkat nasional adalah Nisrina Arija (Fakultas Ilmu Komunikasi 2023) yang meraih Juara 1 Menyanyi Pop Putri. Nisrina mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya selama mengikuti kompetisi dimulai dari proses latihan. Selain itu, ia juga sempat merasakan tekanan karena kemungkinan besar Peksiminas 2026 menjadi kesempatan terakhir selama berstatus mahasiswa.
“Saya harus memaksimalkan latihan dan mengembalikan suara saya agar stabil lagi dalam bernyanyi. Selain itu, saya juga sempat overthinking karena kemungkinan besar kompetensi Peksiminas 2026 ini adalah tahun terakhir untuk saya ikuti,” ungkap Nisrina.
Selain Nisrina, mahasiswa Unpad lainnya yang akan mewakili Jawa Barat pada Peksiminas 2026 adalah Khairunnisa Azhaar Ramadhani dari (Program Studi Keperawatan 2022) yang meraih Juara 1 Seriosa Putri. Mahasiswa yang akrab disapa Dhani tersebut mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya berasal dari dirinya sendiri. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, ia sempat ragu untuk mengikuti kompetisi karena harus membagi fokus dengan penyusunan skripsi.
“Tantangan terbesar dari diri sendiri. Awalnya sempat ragu untuk ikut karena sudah semester akhir dan fokus skripsi. Saya memutuskan ikut karena mendapat dukungan dari banyak pihak,” kata Dhani
Menurut Dhani, dukungan yang diberikan oleh Unpad dan pelatih menjadi salah satu faktor penting yang mendorongnya untuk terus berkembang dan berprestasi. Ia mengaku mendapat dukungan penuh selama proses pengembangan diri hingga mengikuti kompetisi tingkat daerah.
“Unpad sangat mendukung mahasiswanya yang ingin berprestasi, pelatih sayapun sangat mendukung untuk proses pengembangan diri saya,” ujar Dhani
Kepada mahasiswa Unpad yang memiliki minat dan bakat di bidang seni, Nisrina dan Dhani mengajak untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki serta berani memanfaatkan setiap kesempatan untuk berprestasi. Keduanya menilai bahwa proses belajar, pengalaman, dan keberanian untuk mencoba merupakan langkah penting dalam meraih prestasi di bidang yang diminati.
“Usahakan untuk dicoba dulu karena tidak ada yang tahu rezeki akan berpihak kemana dan kepada siapa. Siapa tahu, dengan mencoba kesempatan tersebut, di situlah jalan kalian untuk bisa berprestasi sesuai dengan bidang yang kalian minati,” pesan Nisrina.* (R01)
The post Raih Juara Pertama di Tingkat Provinsi, Tiga Mahasiswa Unpad Melaju ke Peksiminas XVIII appeared first on Universitas Padjadjaran.