Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 20 dokter muda mendapat penugasan khusus untuk bertugas di sejumlah desa di wilayah Jawa Barat. Ke-20 dokter muda ini terdiri dari 19 dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Unpad dan 1 dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon.
”Kami harap mohon jalankan profesionalisme, empati, dan integritas, serta jadilah representasi terbaik almamater di tengah masyarakat,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, pada Pelepasan Dokter Program Dokter Desa Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Universitas Padjadjaran Tahap 3 Tahun 2026 di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu 1 April 2026.
Sementara Dekan FK Unpad, Prof. Dr. Vitriana, dr., Sp.KFR., memaparkan, para dokter ini akan mengabdi di 20 desa yang tersebar di Kab. Bandung, Kab. Ciamis, Kab. Indramayu, Kab. Tasikmalaya, Kab. Subang, Kab. Sumedang, Kab. Kuningan, Kab. Majalengka, Kab. Garut, Kab. Purwakarta, Kab. Sukabumi, dan Kab. Karawang. Pada gelombang ini, terdapat tiga penguatan untuk pada dokter yang diutamakan yaitu pendampingan dosen, penguatan kegiatan UKM berbasis komunitas, dan kontribusi mahasiswa Unpad.
”Diharapkan sinergi ini memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat proses pembelajaran,” papar Prof. Vitriana.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Raden Vini Adiani Dewi, M.MRS., mengapresiasi keterlibatan para dokter muda dalam program Dokter Desa ini dan berharap mereka dapat berkontribusi dengan baik untuk pengabdian masyarakat.
”Selamat bertugas, jaga kesehatan, jaga nama baik profesi, jadilah cahaya bagi kesehatan masyarakat desa,” ujar dr. Vini.
Turut hadir dalam acara pelepasan ini Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad, Prof. Dr. Maman Setiawan dan jajaran pimpinan dan perwakilan Dinas Kesehatan di Jawa Barat.
Program Dokter Desa adalah insiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menempatkan dokter umum di desa-desa yang membutuhkan, terutama di daerah terpencil atau tertinggal, guna meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat desa.
Universitas Padjadjaran bersama Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba), dan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung, menjalin kerja sama terkait penyediaan dokter pada program Dokter Desa ini.
Pada tahap 1, program ini telah memberangkatkan 21 dokter pada 1 September 2025. Tahap 2, diberangkatkan 16 dokter pada 7 Oktober 2025. Dan tahap 3 pada 1 April 2026 ini, diberangkatkan 20 dokter.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)









The post Tahap 3 Program Dokter Desa Berangkatkan 20 Dokter ke Sejumlah Kabupaten di Jawa Barat appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Sebanyak tiga belas mahasiswa Universitas Padjadjaran terpilih mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Universitas Tahun 2026. Ke-13 mahasiswa yang terdiri dari 10 mahasiswa Program Sarjana (S1) dan 3 mahasiswa Program Diploma (D4) itu akan diseleksi menuju Pilmapres Tingkat Wilayah dan Nasional.
“Adik-adik mahasiswa yang saya banggakan, kalian patut berbangga karena telah terpilih dari 33 ribu mahasiswa Unpad saat ini. Kalian ada di sini bukan karena hasil yang instant, tapi pasti karena sudah berproses sejak lama. Unpad tidak pernah kekurangan talenta, proses pembinaan dan pengembangan kemahasiswaannya juga akan terus kita ditingkatkan,” ujar Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., saat memberikan sambutan pada Pembukaan Pilmapres Unpad 2026 di Ruang Rapat Bersama, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu 1 April 2026.
Inu juga memaparkan, untuk mendukung pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan, pihaknya akan menyelenggarakan training of trainer (ToT) bagi pendamping kemahasiswaan di fakultas dan sekolah untuk memastikan pendamping di fakultas/sekolah mengetahui dan paham terkait berbagai event yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
“Dengan begitu, program-program yang ada di fakultas dapat dipastikan inline (selaras) dengan apa yang ingin dicapai di tingkat nasional. Selain itu, kami juga mengirimkan dosen-dosen Unpad untuk menjadi juri tingkat nasional dalam berbagai macam kompetisi, seperti Pilmapres, PKM, Onmipa, dan kompetisi lainnya agar minimal kita tahu tren apa yang jadi fokus karya ilmiah saat ini,” ujar Inu.
Sementara Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas, Minat dan Bakat Mahasiswa Dr. Mohamad Nurzaman, memaparkan, peserta seleksi dipilih dari 33 peserta jenjang Sarjana dari 16 fakultas dan 5 peserta jenjang Diploma dari Sekolah Vokasi.
“Setelah melewati tahap seleksi sebelumnya, terpilih 13 mahasiswa berpotensi yang menunjukkan Unpad tidak kekurangan talenta mahasiswa berprestasi,” ujar Nurzaman yang juga menginformasikan bahwa Unpad dipercaya menjadi host Pilmapres Tingkat Wilayah LLDikti IV Jawa Barat dan Banten.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut, para tim juri yang melakukan seleksi Pilmapres Unpad, sejumlah Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Riset, Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni, serta pimpinan dan staf Direktorat Kemahasiswaan Unpad.*
Pilmapres Program Sarjana (S1)
| No. | Nama | Fakultas |
| 1 | Ayesha Humayra Fayyaza | FK |
| 2 | Dika Aulia Ardiansyah | FIB |
| 3 | Evelyn Kurniawan | FISIP |
| 4 | Fahira Mutiara Rahman | FPIK |
| 5 | Katarina Cahyadi | FKG |
| 6 | Muhamad Hisyam Az-Zahran | FMIPA |
| 7 | Rafi Ahmad Zaidan | Fikom |
| 8 | Rifa Nurwenda | Faperta |
| 9 | Rizqon Mubarok Asha | FEB |
| 10 | Shiva Fauzziyah | FKep |
Pilmapres Program Diploma (D4)
| No. | Nama | Program Studi |
| 1 | Aini Al Fatihaturrizqi | Agroteknopreneur |
| 2 | Annisa Angelita Putri | Akuntansi Sektor Publik |
| 3 | Nurhaliza Syabila Amir Putri | Kearsipan Digital |
Urutan nama berdasarkan alfabet




The post Sebanyak 13 Mahasiswa Ikuti Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Universitas 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran mengukuhkan delapan Guru Besar baru, empat dari Fakultas Hukum dan empat dari Fakultas Kedokteran dalam acara Pengukuhan Jabatan Guru Besar yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Senat Akademik Unpad, Prof. Dr. Yoni Syukriani.
Kedelapan Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Nyulistiowati Suryanti, S.H., M.H., C.N., Prof. Dr. Elisatris Gultom, S.H., M.Hum., Prof. Dr. H. Imamulhadi, S.H., M.H., Prof. Dr. Danrivanto Budhijanto, S.H., LL.M. in IT Law, FCBArb. FIIArb., Prof. Dr. Nucki Nursjamsi Hidajat, dr. M.Kes., SpOT., Subsp., TLBM (K)., FISQua., Prof. Dr. Wijana, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.N.O.(K)., Prof. Dr. Adhi Pribadi, dr., SpOG(K). Subsp.KFm., F.MAS., dan Prof. Dr. dr. Muhammad Alamsyah Aziz, SpOG, Subsp.KFm, Subsp.T.I(K), M.Kes, Int.Aff.RANZCOG, FMAS.
Dalam paparan ilmiahnya yang berjudul “Kepailitan: Alternatif Penyelesaian Utang Piutang dalam Rangka Mewujudkan Keadilan dan Kelangsungan Usaha”, Guru Besar bidang Hukum Kepailitan, Prof. Dr. Nyulistiowati Suryanti, mengatakan bahwa kepailitan merupakan mekanisme hukum dalam menyelesaikan utang piutang akibat kompleksitas dunia usaha. Kecenderungan pelaku usaha menggunakan kepailitan terus meningkat karena prosesnya cepat (sumir), memberikan kepastian hukum, melindungi kepentingan debitor dan kreditor, serta memungkinkan pembagian piutang yang proporsional dan menjaga kelangsungan usaha.
“Perusahaan yang sudah diputuskan pailit tidak hanya tergantung dari para pihak yang terlibat dalam sengketa utang piutang, tetapi peran pemerintah dengan itikad baik untuk menyelamatkan,” jelas Prof. Nyulistiowati.
Sementara Guru Besar bidang Hukum Persaingan Usaha, Prof. Elisatris Gultom, menyampaikan paparan ilmiah berjudul “Rekonstruksi Kesetaraan Kedudukan Hukum Antara Usaha Besar dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Pelaksanaan Pola Kemitraan guna Mewujudkan Persaingan Usaha yang Sehat”. Prof. Elisatris menyoroti kesenjangan antara Usaha Besar dan UMKM yang menyebabkan ketidaksetaraan dalam kemitraan, sehingga berpotensi menimbulkan praktik dominasi dan merugikan UMKM. Sehingga, diperlukan penguatan peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui mekanisme pre-notification untuk memastikan perjanjian kemitraan berjalan adil, transparan, dan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi.
“Kegiatan usaha adil hanya dapat diwujudkan ketika para pihak mengakui bahwa kedudukan hukum mereka adalah setara, tidak saja dalam tahapan merumuskan isi atau klausul perjanjian kemitraan tetapi juga dalam pelaksanaannya,” ujar Prof. Elisatris.
Guru Besar bidang Hukum Lingkungan, Prof. Imamulhadi dalam paparan ilmiah yang berjudul “Hukum Lingkungan Adat sebagai Hukum Lingkungan Aslinya Bangsa Indonesia” menegaskan bahwa hukum lingkungan adat sebagai living law mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang mengatur hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, pembaruan hukum lingkungan nasional perlu mengadopsi prinsip-prinsip hukum adat agar lebih kontekstual, adil, dan efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Hukum lingkungan adat berkarakter tradisional-religius-komun. Agar hukum lingkungan nasional efektif, maka hendaknya dilakukan pembaharuan sistem hukum lingkungan nasional berbasis hukum lingkungan adat sebagai hukum aslinya bangsa Indonesia,” papar Prof. Imamulhadi.
Guru Besar bidang Ilmu Hukum Teknologi Informasi dan Komunikasi, Prof. Danrivanto Budhijanto, memberikan paparan keilmuan berjudul “Rekonstruksi Paradigma Hukum di Era Revolusi Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) dalam Arsitektur Keadilan Digital”. Prof. Danrivanto menekankan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial menuntut rekonstruksi paradigma hukum agar mampu mengimbangi kekuasaan algoritma melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan pengawasan manusia. Mengacu pada Teori Hukum Pembangunan, hukum harus adaptif dan berperan sebagai sarana yang mengarahkan teknologi untuk mewujudkan keadilan.
“Hukum harus hadir untuk melindungi warga negara dari eksploitasi korporasi teknologi raksasa, memastikan bahwa manfaat revolusi digital dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” jelas Prof. Danrivanto.
Pada paparan ilmiah berjudul “Dari Ketahanan Tulang Menuju Ketahanan Bangsa melalui Restorasi Fungsi Dan Kemandirian Manusia: Transformasi Bedah Tangan-Bedah Mikro Menuju Indonesia Emas 2045”, Guru Besar bidang Ilmu Ortopedi Tangan, Lengan, dan Bedah Mikro, Prof. Nucki Nursjamsi Hidajat, menjelaskan bahwa bedah tangan berperan penting dalam memulihkan fungsi, kemandirian, dan produktivitas manusia, baik pada usia produktif akibat trauma maupun pada lansia akibat degenerasi, sehingga menjadi bagian dari investasi kesehatan dan ekonomi bangsa.
“Ilmu pengetahuan, teknologi di bidang orthopaedi dan bedah tangan mengalami perubahan transformatif oleh inovasi dalam bidang biologi, robotika, kecerdasan buatan, dan pengobatan regeneratif. Harapan baru tersebut antara lain, regenerative medicine, tissue engineering, serta bionic dan transplantasi,” papar Prof. Nucki.
Guru Besar bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher, Prof. Wijana, dalam paparan ilmiah yang berjudul “Transformasi Pelayanan Kesehatan Pendengaran Menuju Indonesia Emas” mengatakan bahwa penurunan pendengaran merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhi kualitas hidup, produktivitas, serta beban ekonomi. Untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, transformasi kesehatan pendengaran harus dilakukan menyeluruh melalui penguatan layanan primer, inovasi teknologi, pemerataan SDM dan alat, serta kebijakan pembiayaan yang adil untuk meningkatkan kualitas SDM.
“Transformasi kesehatan pendengaran merupakan investasi yang ikut menentukan daya saing Indonesia di tingkat global. Tanpa pendengaran yang baik, transfer pengetahuan (edukasi) dan peningkatan kualitas SDM tidak akan berjalan maksimal,” ujar Prof. Wijana.
Guru Besar bidang Ilmu Kedokteran Fetomaternal, Prof Adhi Pribadi, menyampaikan keilmuan berjudul “Diagnosis Prenatal-Ekhokardiografi Janin:
Memperbaiki Kualitas Luaran Neonatus melalui Deteksi Dini Intrauterin”. Prof. Adhi menegaskan pentingnya diagnosis prenatal (pemeriksaan kondisi janin sebelum lahir), khususnya fetal ekhokardiografi (USG khusus untuk menilai struktur dan fungsi jantung janin), dalam mendeteksi dini kelainan sehingga memungkinkan intervensi intrauterin (tindakan medis saat janin masih dalam kandungan) untuk meningkatkan kualitas luaran neonatus (kondisi bayi saat lahir).
“Info intrauterin serta tatalaksana yang tepat menghasilkan kualitas neonatus yang baik. Perlunya pendidikan dokter bedah jantung yang mumpuni untuk menampung bayi bermasalah yang telah terdiagnosis oleh seorang konsultan fetomaternal agar bayi dan balita di Indonesia tetap berkualitas,” papar Prof. Adhi
Guru Besar bidang Ilmu Kedokteran Obstetri dan Ginekologi, Prof. Muhammad Alamsyah Aziz, menyampaikan keilmuannya berjudul “Transformasi Pelayanan Obstetri Indonesia:
Dari Pemahaman dan Riset Dasar The Great Obstetric Syndromes menuju Inovasi di Layanan Klinis: Mengembangkan Obstetri Preventif, Diagnostik Presisi, Obstetri Intensif, dan Pelayanan Maternal Tingkat Lanjut”. Prof. Alamsyah menjelaskan bahwa Konsep The Great Obstetric Syndrome melihat komplikasi kehamilan sebagai gangguan kompleks yang saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan terintegrasi berbasis riset, diagnostik presisi, dan pencegahan. Melalui pendekatan translasi ilmu dan penguatan layanan klinis, diharapkan kesehatan ibu dan bayi dapat ditingkatkan secara lebih preventif dan efektif.
“Pengembangan ilmu obstetri di masa depan diharapkan mampu menghadirkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih preventif, presisi, dan berorientasi pada keselamatan ibu dan anak,” papar Prof. Alamsyah.* (R01)
Buku Paparan Keilmuan:









(Foto-foto oleh: Jalasenastri Saprala)
The post Universitas Padjadjaran Kukuhkan Delapan Guru Besar Baru dari Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima 2.407 mahasiswa baru dari 48.933 pendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun Akademik 2026/2027. Secara umum, hanya 4,92% dari seluruh pendaftar ke Unpad yang berhasil lulus memenuhi daya tampung SNBP Unpad 2026. Pengumuman hasil SNBP 2026 diumumkan serentak secara nasional pada Selasa, 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita mengucapkan selamat datang kepada para calon mahasiswa baru yang telah berhasil diterima seleksi masuk Unpad melalui jalur SNBP. Rektor Unpad juga mengaku bangga karena calon mahasiswa baru telah memilih Unpad untuk tumbuh berkembang dalam dunia riset dan akademik.
”Kami bangga menyambut putra-putri terbaik bangsa yang siap tumbuh menjadi insan unggul, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Arief.
Dalam Konferensi Pers Pengumuman SNBP yang disiarkan secara langsung melalui YouTube SNPMB_ID, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof. Eduart Wolok mengucapkan selamat kepada peserta SNBP Tahun 2026 yang dinyatakan lulus seleksi jalur SNBP dan menghimbau untuk segera melakukan registrasi ulang.
”Buat yang lulus semangat, dan ingat kalau sudah lulus SNBP itu tidak boleh lagi ikut SNBT maupun Mandiri, jadi segera melakukan registrasi dan daftar ulang,” jelas Prof. Eduart.
Selain itu, Prof. Eduart Wolok juga menyampaikan 10 daftar program studi PTN akademik dengan pendaftar terbanyak di SNBP 2026. Prodi Farmasi dan Ilmu Keperawatan Unpad tercatat sebagai prodi dengan pendaftar terbanyak keenam dan ketujuh secara nasional dengan 1.621 pendaftar untuk prodi Farmasi dan 1.603 pendaftar untuk prodi Ilmu Keperawatan.
Informasi Registrasi Ulang
Bagi calon mahasiswa baru Unpad yang lulus melalui jalur SNBP 2026, wajib melaksanakan registrasi dan unggah dokumen secara daring mulai 2 April hingga tanggal 7 April 2026 pukul 17.00 WIB.
Unpad akan melakukan verifikasi pada data dan dokumen yang diunggah calon mahasiswa (termasuk pendaftar KIP-Kuliah) mulai tanggal 7 April sampai dengan 16 April 2026. Setelah itu calon mahasiswa baru (kecuali yang menyetujui untuk mendapatkan UKT Golongan Tertingi) dapat mengetahui jumlah tagihan UKT di laman https://students.unpad.ac.id/peserta/ dan harus melakukan pembayaran melalui bank yang ditunjuk mulai tanggal 20 April sampai dengan 24 April 2026.
Bagi mahasiswa yang bersedia dan menyetujui besaran UKT Golongan tertinggi dapat langsung melakukan pembayaran mulai tanggal 2 April sampai dengan 24 April 2026. Sementara bagi calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur KIP-K dapat melakukan pembayaran setelah pengumuman penetapan penerima beasiswa KIP-K resmi diumumkan. Informasi lebih detail, dapat dibaca di laman https://smup.unpad.ac.id/snbp/.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)
The post Unpad Terima 2.407 Calon Mahasiswa Baru Melalui Jalur SNBP 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Keluarga Besar Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal Idulfitri 1447 H yang diselenggarakan di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Senin, 30 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasamita menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan kemenangan, tetapi sekaligus menjadi tempat untuk kembali menumbuhkan semangat kolaborasi dalam menghadirkan karya inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Melalui kegiatan halalbihalal keluarga besar Unpad ini diharapkan dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi Unpad, tetapi juga bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia.
“Unpad memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Itu semua hanya bisa dicapai dengan bekerja bersama-sama dan saling menguatkan satu sama lain. Oleh karena itu, dengan hati yang lebih bersih mudah-mudahan niat kita untuk memajukan bangsa dan negara melalui Unpad dapat terlaksanakan dengan lebih baik,” jelas Rektor.
Kegiatan halalbihalal dengan tema acara “Eratkan silaturahmi, bangun kerja sama yang lebih baik untuk menyongsong kesuksesan Unpad” tersebut menghadirkan tausiah yang disampaikan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid., MSc. Dalam pemaparannya, Sodik menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal dapat menjadi momen penting dalam membangun silaturahmi untuk membangun kerja sama demi kemajuan Unpad.
“Silaturahmi dapat dibangun melalui proses saling mengenal, saling memberi hadiah, saling tolong menolong, dan saling memaafkan. Oleh karena itu, halalbihalal ini menjadi momen yang pas untuk membangun kerja sama demi kemajuan Unpad, bangsa, dan negara kita,” jelasnya.* (R02)












The post Tumbuhkan Semangat Kolaborasi, Unpad Gelar Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah appeared first on Universitas Padjadjaran.

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran berduka, salah satu putra terbaiknya dari Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. Rachmat Soelaeman, dr. SpPD-KGH, FINASIM, meninggal dunia dalam usia 82 tahun di Bandung pada Kamis 26 Maret 2026. Almarhum dimakamkan di TPU Cibarunai Sukajadi Bandung pada Jumat 27 Maret 2026 setelah sebelumnya disalatkan dan dilepas oleh sivitas akademika Unpad di Masjid Al Jihad Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung.
"Pada hari ini, dengan penuh rasa duka cita, kita akan melepas salah seorang putra terbaik Universitas Padjadjaran. Seorang guru, seorang dokter, seorang ilmuwan, sekaligus teladan bagi kita semua, Prof. Rachmat Soelaeman," ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Lebih lanjut Rektor mengatakan, almarhum bukan hanya seorang dokter dan akademisi, tetapi juga seorang pendidik sejati yang telah mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan, pelayanan Kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat.
"Jejak pengabdian beliau, khususnya di bidang penyakit dalam telah memberikan kontribusi besar kepada dunia kedokteran di Jawa Barat, nasional bahkan internasional," ujar Rektor.
Almarhum, ujar Rektor, telah mengabdikan hidupnya untuk menyampaikan ilmu yang bermanfaat, ilmu yang tidak hanya berhenti di ruang kelas dan rumah sakit, tetapi terus hidup dan diamalkan oleh para murid dan generasi penerusnya.
Prof. Rachmat Soelaeman lahir di Tasikmalaya pada 16 Juni 1943. Almarhum menyelesaikan pendidikan dokternya di Fakultas Kedokteran Unpad pada tahun 1969, lalu dilanjutkan Pendidikan Sp1 Spesialis Penyakit Dalam (1976), Sp2 Konsultan Ginjal Hipertensi (1986) dan S3 Kedokteran (2001), seluruhnya di Unpad.
Semasa hidupnya, selain pernah menjabat sejumlah jabatan di FK Unpad, antara lain sebagai Wakil Dekan dan Ketua Program Studi di FK Unpad, almarhum juga aktif di beberapa organisasi, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri).*






The post Unpad Berduka, Prof. Rachmat Soelaeman Meninggal Dunia appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Enam bidang ilmu yang ada di Universitas Padjadjaran berhasil masuk dalam peringkat QS World University Rankings By Subject 2026 yang dirilis pada Rabu 25 Maret 2026. Keenam bidang ilmu tersebut adalah Law di peringkat 201-250, Agriculture & Forestry di peringkat 251-300, Pharmacy & Pharmacology di peringkat 351-400, Economics & Econometrics di peringkat 401-450, Business & Management Studies di peringkat 501-550 dan Medicine di peringkat 501-550. Bidang ilmu Pharmacy & Pharmacology untuk pertama kalinya masuk peringkat dan langsung berada di peringkat Top 400.
“Salah satu tujuan yang ingin dicapai Unpad adalah berada di posisi World’s Top 300 pada tahun 2029 mendatang. Di rilis terbaru QS ini, bidang ilmu Hukum dan Pertanian Unpad telah berhasil menembus Top 300. Tentu ini akan menjadi pemicu semangat agar secara keseluruhan Unpad pun bisa mencapai posisi Top 300,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Meski demikian, Rektor menegaskan, pemeringkatan global ini bukanlah tujuan utama. Hal terpenting yang perlu diwujudkan adalah tujuan menjadikan Unpad sebagai kampus yang unggul, inklusif dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas. Selain itu, Pola Ilmiah Pokok Unpad yang berbunyi “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional” juga menjadi landasan dasar bagi setiap kegiatan tridharma perguruan tinggi yang dilakukan Unpad.
Secara keseluruhan, ada 39 bidang ilmu di Unpad yang dianalisis oleh QS pada periode pemeringkatan ini. Enam diantaranya berhasil memperoleh peringkat di narrow subject. Sementara pada pemeringkatan broad subject ada tiga bidang ilmu di Unpad yang memperoleh peringkat, yaitu Life Sciences & Medicine di peringkat 451-500, Social Sciences & Management di peringkat 451-500, dan Arts & Humanities di peringkat 501-550.
Jumlah bidang ilmu Unpad yang memperoleh peringkat di QS WUR By Subject terus meningkat sejak tahun 2021. Pada tahun 2021, ada satu bidang ilmu. Lalu pada tahun 2022, ada dua bidang ilmu, tahun 2023 ada empat bidang ilmu, tahun 2024 ada lima bidang ilmu, tahun 2025 ada enam bidang ilmu, dan tahun 2026 ini ada enam bidang ilmu.
Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Universitas (SPSRU) Unpad, Yudi Ahmad Faisal, Ph.D., menjelaskan, bertambahnya bidang keilmuan Unpad yang masuk dalam QS WUR By Subject mencerminkan konsistensi peningkatan kualitas dan dampak riset, penguatan jejaring penelitian baik tingkat nasional maupun internasional, serta relevansi lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
"Rencana strategis (Renstra) Unpad memberikan amanah untuk peningkatan kualitas dan kuantitas riset kolaboratif, penguatan ekosistem inovasi, serta transformasi kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Konsekuensi logis dari penguatan tridharma yang terintegrasi tersebut adalah meningkatnya reputasi global Unpad secara berkelanjutan," ujar Yudi Ahmad Faisal, Ph.D.*
The post Debut Farmasi Unpad di QS WUR By Subject 2026, Hukum dan Pertanian Tembus 300 Dunia appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Setidaknya ada empat nilai yang terkandung di dalam bulan suci Ramadan sebagai suatu madrasah atau sekolah yang mengasah serta mempertajam akal dan hati nurani. Ibadah Ramadan, salah satunya berpuasa, memberikan nilai pembinaan yang sangat dalam, yaitu mengokohkan dan memantapkan ketakwaan kepada Allah Swt.
“Idulfitri mengajarkan kepada kita bahwa setelah setiap latihan, ada tugas. Setelah setiap ibadah, ada tanggung jawab, dan setelah setiap Ramadan, ada kehidupan nyata yang harus dihadapi,” ujar Dr. H. Ade Kosasih, M.Ag., dosen Fakultas Ilmu Budaya Unpad, saat menjadi khatib dan imam pada pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Parkir Utara Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Sabtu 21 Maret 2026.
Nilai pertama dari madrasah Ramadan adalah takwa merupakan kompas kehidupan. Tujuan terbesar puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk manusia yang bertakwa. Nilai takwa akan menjaga manusia ketika tidak ada yang melihatnya, nilai takwa mengingatkan manusia ketika kekuasaan berada di tangannya, dan nilai takwa akan menahan manusia dari ketiga godaan dunia yang datang kepadanya.
"Jika nilai taqwa ini tetap hidup setelah Ramadan, maka ia akan menjadi kompas dalam kehidupan kita, sehingga diri kita terjaga dari perbuatan zalim, khianat, kemungkaran dan kemaksiatan," ujar Dr. Ade Kosasih.
Nilai kedua dari madrasah Ramadan adalah kesabaran dan ketahanan menghadapi dunia yang tidak pasti. Puasa mendidik kita menjalani hari-hari itu dengan kesabaran. Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, kita menahan lapar, menahan dahaga, menahan emosi, dan menahan keinginan diri. Latihan ini bukan sekadar ibadah ritual, tetapi latihan untuk membangun ketahanan jiwa.
“Banyak manusia menjadi gelisah karena merasa hidupnya tidak stabil dan masa depan tampak tidak pasti. Namun seorang mukmin yang lulus menempuh madrasah Ramadan tidak mudah panik menghadapi perubahan zaman, karena Ramadan telah mengajarkan satu prinsip besar dalam kehidupan: kesabaran adalah kekuatan,” ujar Dr. Ade Kosasih yang juga merupakan dosen Sastra Arab Unpad.
Nilai Ketiga dari madrasah Ramadan adalah puasa menumbuhkan solidaritas sosial. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang merasakan lapar yang dialami oleh orang lain. Ketika seorang mukmin menahan lapar sepanjang hari, ia sedang belajar memahami penderitaan orang yang setiap hari hidup dalam kekurangan. Hal itu terbukti dengan rangkaian akhir dari ibadah puasa adalah membayar zakat fitrah yang pendistribusiannya diperuntukkan bagi konsumsi orang-orang miskin. Demikian juga dengan infak dan sedekah lainnya.
"Ramadan mengajarkan bahwa masyarakat yang kuat bukanlah masyarakat yang paling kaya, tetapi masyarakat yang paling peduli satu sama lain. Kita dapat melihat teladan yang sangat indah dalam kehidupan para sahabat Nabi," ujarnya.
Nilai Keempat dari Madrasah Ramadhan adalah kedekatan dengan Allah SWT sebagai sumber ketenangan. Ketika seorang mukmin berpuasa, ia menahan dirinya bukan karena manusia melihatnya, tetapi karena ia sadar bahwa Allah melihatnya. Inilah yang menumbuhkan rasa kedekatan dengan Allah.
Manusia modern hari ini hidup dalam dunia yang sangat maju secara teknologi. Informasi datang tanpa henti. Perubahan terjadi begitu cepat. Namun, di balik kemajuan itu, banyak manusia merasa gelisah, kosong, dan kehilangan ketenangan karena hidup jauh dari Allah Swt.
"Ramadan telah mendidik kita untuk memperbanyak doa, zikir, dan istighfar. Ramadan telah melatih kita bangun di sepertiga malam untuk bermunajat kepada Allah. Maka setelah Ramadan, jangan biarkan hubungan kita dengan Allah menjadi jauh Kembali," ujar Dr. Ade Kosasih yang saat ini menjabat Ketua Program Studi Sastra Arab Unpad.
Sementara pada saat yang bersamaan di Masjid Raya Unpad Jatinangor, Prof. Yudi Nurul Ihsan bertindak sebagai imam dan khatib pelaksanaan salat Idulfitri. Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad ini membawakan tema khutbah berjudul “Rasulullah Teladan untuk Meraih Kemenangan dan Kejayaan”.
Prof. Yudi mengajak kita merenung dan mengevaluasi diri, apa yang kita lakukan setelah melalui bulan suci Ramadan. Apakah kita sudah mengoptimalkan berbagai macam ibadah di bulan Ramadan, baik yang wajib maupun sunat, serta apakah kita keluar dari kawah candradimuka bulan mulia Ramadan ini sebagai ksatria digjaya yang berhasil berhadapan dengan hawa nafsu, menjadi pribadi yang berbalung besi, berhati baja yang terus berada di barisan para tentara Allah Swt?
Diutusnya Rasulullah SAW oleh Allah SWT ke dunia tidak lain adalah untuk mengajak manusia berpindah dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang benderang. Prof. Yudi mengungkapkan, ada 5 hal yang dilakukan Rasulullah, cukup sederhana tetapi mencakup segala aspek kehidupan.
Pertama, islahul `aqiedah, yaitu memperbaiki Aqidah serta menanamkan jiwa Tauhid yang benar kepada seluruh umat manusia. Kedua, islahul 'ibadah, yakni memperbaiki serta menanamkan kesadaran beribadah kepada Allah SWT. Ketiga, islahul mu'amalah, yakni memperbaiki pergaulan hidup di antara sesama umat manusia sekaligus menanamkan solidaritas yang kuat serta menciptakan akhlak yang mulia. Keempat, islahul ma'iisah, yakni memperbaiki dan meningkatkan sosial ekonomi umat manusia. Dan kelima, islahud daulah, yaitu memberi pedoman kepada seluruh umat manusia untuk memperbaiki kehidupan bernegara.
"Oleh sebab itu sebagai seorang muslim sejati, kita harus mampu mencetak kader-kader bangsa yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing, sehingga harapan kita untuk menciptakan baldatun thoyyibatun warbbun ghafur serta keluar dari lilitan krisis yang berkepanjangan ini dapat tercapai dengan baik sesuai amanat Rasulullah SAW. Amien," ujar Prof. Yudi yang pernah menjabat sebagai Dekan FPIK Unpad.*



The post Ramadan Adalah Madrasah Menuju Peradaban Lebih Baik appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Pusat Pengembangan dan Implementasi Academic Health System (PPI AHS) mendorong penerapan interprofessional collaboration dan team-based care dalam praktik pelayanan kesehatan di layanan kesehatan tingkat pertama yang merupakan rangkaian kegiatan Workshop Stakeholder Meeting yang digelar di Ruang Rapat Bersama Lantai 2 Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Kamis 5 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan implementasi AHS di Unpad sekaligus tindak lanjut dari diskusi sebelumnya mengenai pengembangan pendidikan dan kolaborasi antarprofesi dalam sistem kesehatan akademik. Pada tahap ini, diskusi difokuskan pada keterhubungan antara pendidikan tenaga kesehatan dan kebutuhan pelayanan di layanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik, yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Workshop diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi bidang kesehatan, praktisi layanan kesehatan, pengelola fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta tim pengembangan Academic Health System Unpad. Para peserta terlibat dalam diskusi partisipatif dan sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi berbagai tantangan pelayanan kesehatan di tingkat layanan primer serta peluang penguatan kolaborasi antarprofesi dalam praktik pelayanan kesehatan.
Kepala Pusat Pengembangan dan Implementasi AHS Unpad, Prof. Dr. Meita Dhamayanti, dr., Sp.A., Subsp.TKPS., M.Kes., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan. “Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan agar proses pendidikan tenaga kesehatan dapat selaras dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan yang terus berkembang,” ujar Prof. Meita.
Diskusi difasilitasi oleh dr. Dwi Agustian, MPH, Ph.D.,mengajak peserta memetakan berbagai tantangan pelayanan kesehatan di layanan kesehatan tingkat pertama sekaligus mengeksplorasi peluang penerapan interprofessional collaboration dan team-based care dalam praktik pelayanan.
Melalui sesi FGD, peserta merumuskan sejumlah rekomendasi awal terkait penguatan kurikulum pendidikan kesehatan agar lebih responsif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan di tingkat layanan primer. Diskusi juga menghasilkan pemetaan awal mengenai peluang keterlibatan mahasiswa profesi kesehatan dalam mendukung pelayanan di layanan kesehatan tingkat pertama melalui pendekatan kolaboratif.
Hasil workshop ini diharapkan dapat menjadi salah satu dasar pengembangan metode pembelajaran transformatif dan praktik kolaboratif dalam kerangka Academic Health System di Lingkungan Universitas Padjadjaran, sekaligus memperkuat integrasi antara pendidikan, pelayanan, dan pengembangan sistem kesehatan.* (Rilis oleh: PPI AHS Unpad)



The post Unpad Dorong Penerapan Interprofessional Collaboration dan Team-Based Care appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi International Internship Program ke Taiwan pada Senin, 9 Maret 2026 sebagai upaya membuka peluang pengalaman kerja internasional bagi mahasiswa. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus Sekolah Vokasi Unpad Jatinangor ini memberikan informasi mengenai manfaat program, persyaratan, hingga tahapan seleksi bagi mahasiswa yang berminat mengikuti magang di luar negeri.
Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Vokasi Unpad, Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec., menegaskan bahwa program magang merupakan salah satu langkah strategis bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dunia industri setelah lulus. Selain memberikan pengalaman profesional, program magang internasional di Taiwan juga menawarkan pendapatan yang cukup tinggi setiap bulan.
Perwakilan Taipei Economic and Trade Office (TETO), Mr. Husein, menyampaikan bahwa Taiwan saat ini membuka peluang yang lebih luas bagi peserta magang internasional, khususnya di sektor hospitality yang tengah mengalami kekurangan tenaga kerja. Peserta program juga akan mendapatkan perlindungan kerja, asuransi, serta kesempatan memperoleh sertifikat technical worker setelah menyelesaikan masa magang.
Sementara itu, narasumber Mr. Karman Yuen menjelaskan bahwa program ini terbuka bagi mahasiswa aktif di bidang hospitality, pariwisata, dan kuliner dengan durasi magang antara satu hingga dua tahun. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja internasional, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kompetensi serta memahami budaya kerja global.
Pendaftaran program dibuka hingga 20 Maret 2026, dilanjutkan dengan seleksi internal universitas dan wawancara pada April 2026. Keberangkatan peserta direncanakan pada akhir Juni 2026.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan magang internasional sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan, memperluas wawasan global, serta meningkatkan daya saing di dunia kerja.* (Rilis oleh: Sekolah Vokasi Unpad/R01)
The post Sekolah Vokasi Unpad Sosialisasikan International Internship Program ke Taiwan appeared first on Universitas Padjadjaran.